[Chen Birthday Project] Bad Luck!

standing-336554_960_720

[Chen Birthday Project] Bad Luck!
truwita©2016
.
Kim Jongdae | Irish
Genres
Fantasy, Comedy | Length Ficlet | Rating G

it’s pure my imaginations,
dedicated for Jongdae’s birthday and his (imaginary) wife😄

Happy reading!

Namaku Irish. Umurku 20 tahun. Aku seorang bidan di salah satu klinik kecil di pinggir desa dan aku bisa menghilang! Serius, buktinya sekarang aku tengah berada di sebuah tempat antah berantah dengan ratusan pohon tinggi menjulang. Jika kamu menganggapku bisa melakukan teleportasi, itu salah besar. Tapi diam-diam aku mengamini dalam hati. Akan sangat praktis jika kita memiliki kekuatan seperti itu kan? Liburan kemanapun tanpa bingung ongkos jalan dan tempat penginapan. Tinggal memikirkan tempat yang hendak kita tuju, lalu, Tring! Sampai. Kita juga tidak perlu bingung memikirkan biaya makan atau tidur. Tinggal pikirkan rumah, lalu, Tring! Kita sudah kembali.

Menghilang yang kumaksud bukan menghilang seperti cerita dalam film atau novel fantasi karena memiliki kemampuan super power, atau karena mantra dan lainnya. Ah, sebenarnya aku bukan menghilang, melainkan tersesat. Jadi bukan aku yang menghilang, tapi jalan yang mengilang dari hadapanku. Oke, berbelit-belit. Jadi, abaikan saja, dan biarkan aku memulai kisahku sekarang.

Hari itu, aku harus menggantikan jadwal piket temanku yang kebetulan sedang ada keperluan mendesak. Aku bukan seseorang yang begitu baik sehingga mau mengorbankan hari liburku yang berharga untuk menggantikannya. Ini hanya karena aku kalah bermain batu-kertas-gunting. Yang bodohnya aku, kenapa mau-mau saja diajak bermain permainan anak-anak SD seperti itu.

Jam di dinding sudah menujukkan pukul satu. Waktunya makan siang. Klinik cukup sepi, hanya ada beberapa perawat yang lalu lalang. Wajar saja karena ini hari libur nasional, jadi hanya orang-orang yang tidak beruntung yang masih terjebak dengan pekerjaan, sepertiku, salah satunya.

Kantin tutup, dan perutku sudah berteriak minta diisi. Suranya nyaring dan memalukan untuk didengar orang lain. Kuputuskan untuk pergi ke warung penduduk, mencari makanan yang bisa kumakan dan mengenyangkan.

Butuh waktu beberapa menit sampai aku menemukan sebuah warung. Aku baru saja membuka mulut, hendak memesan semangkuk mie instan plus the manis hangat saat seorang paman menarik tanganku tiba-tiba.

“Dukun beranak?” dia bertanya dengan napas tersengal.

Heh? Aku menggeleng. “Bidan pak, bukan dukun—”

“Iya rendang, apalah.”

“Bapak lapar? Saya juga. Tapi disini tak ada rendang.” Keningku berkerut-kerut, tak paham sebenarnnya.

“Siapa yang bicara rendang? Istri saya mau melahirkan, tolong Bu Bidang.”

Aku tak tahu apakah pendengeranku atau pendengarannya yang bermasalah, atau mungkin dia punya penyakit langka seperti shock lidah dengan beberapa kata pilihan. Yang pasti, aku sangat tidak setuju dengan panggilan terakhirnya. Bu Bidang? Hallo? Aku merasa seperti seeonggok bangun ruang karenanya.

Singkat cerita, aku pergi bersama bapak itu untuk membantu persalinan isterinya, menunaikan tugas dan kewajibanku sebagai seorang tenaga medis. Setelah proses persalinan dan segala sesuatunya usai, aku segera pamit, ingin segera merebahkan tubuh dan berendam air hangat. Kepalaku sakit sekali, faktor utamanya bukan karena kelelahan, gejala anemia (mengingat aku melewatkan makan siang) atau sebagainya, tapi karena jerawat batuku yang indah memesonah di kening ini, tertinju sang ibu ketika proses persalinan. Benda bulat ini jadi memerah dan berdenyut menyakitkan. Kupikir ini bukan hari yang bagus, aku penasaran hal buruk apa lagi yang akan menimpaku selanjutnya.

Dan ternyata, yang selanjutnya terjadi adalah sesuatu yang diluar nalar akal sehat. Aku harap, kalian takkan pernah mengalaminya, sungguh, ini adalah nasib terburuk yang pernah ada. Kau bayangkan, hari sudah mulai gelap ketika aku berjalan menyusuri lereng gunung untuk kembali ke klinik tempatku bekerja, mengambil tas dan barang pribadi lainnya, sebelum pulang ke rumah sewaan.

Mungkin, jerawat itu punya semacam kutukan dan kekuatan magis tertentu. Kuharap kalian akan berhati-hati jika memilikinya. Belajar dari pengalamanku, karena si bulat sialan itu, aku tersesat, tak fokus memilih jalan setapak. Sehingga, di sinilah aku, ketika matahari mulai berganti rembulan.

Rasa panik mulai mendera, meski begitu, rasa sakit yang di timbulkan jerawat tak juga mereda. Aku menatap sekitar, mencoba untuk berpikir, mengira-ngira jalan yang tepat. Tak ingin berputus asa.

Udara mulai tak bersahabat. Suhunya meningkat tajam, seiring matahari yang lenyap. Lalu samar-samar kudengar sebuah suara. Bulu kudukku kompak berdiri seiring sebuah lolongan seringala terdengar sanga-sangat jelas disusul sebuah suara gemerisik di balik semak belukar. Tak mau kalah, perutku juga ikut melolong. Oh sial, aku bahkan tak minum setetes airpun sejak siang hari. Setidaknya aku tak tahu mana yang lebih menakutkan. Suara lolongan serigala, atau lolongan perutku. My God, aku lapar!

Kesialan masih ingin mencumbuku ternyata, saat seekor serigala tiba-tiba muncul, aku menghela napas. Tinggal menunggu waktu sampai aku menjadi irishan daging segar.

Sepasang mata gelap serigala itu menatapku penuh minat. Mungkin dalam hal ini, kita adalah satu spesies yang sama, makhluk Tuhan yang lapar. Namun, sebelum binatang itu menerkamku dengan khidmat, seekor serigala lagi muncul secara tiba-tiba dari sisi lainnya. Menyerang—menerkam dan mencakar—tanpa aba-aba, membuat serigala pertama mundur beberapa langkah untuk melindungi diri, menghindari serangan.

Selama beberapa menit, mereka sibuk berkelahi. Kupikir ini kesempatanku untuk pergi dan mencari tempat aman sebelum hari makin larut. Aku mengeluarkan ponsel untuk menerangi jalan. Melihat layarnya sekilas, berharap ada sinyal yang kudapat untuk menghubungi restoran pesan antar. Tidak, aku bercanda tentu saja. Akan tetapi, ketika aku melangkahkan kaki, aku tersandung sebuah akar pohon, terjatuh dengan posisi jerawat tercintaku membentur sebuah batu kerikil, nikmat sekali, hingga membuatku menangis. setetes darah mengucur, jerawatku pecah!

Tidak bukan itu yang lebih mengejutkan. Seekor serigala kini berdiri tepat satu meter di depanku! Satu meter, God!

Ia tidak bergerak. Hanya menatapku agak lama sebelum akhirnya ambruk. Eh?

Ragu-ragu aku mendekat. Apa ini tipuan para pemangsa?

Setidaknya aku harus berpikir positif sekarang. Karena aku masih hidup, gagal menjadi Irishan daging segar.

Napas serigala itu patah-patah. Jika dilihat dengan saksama, terdapat banyak luka di tubuhnya. Yang paling parah di salah satu paha kaki bagian depan. Sepertinya ia terkena gigitan yang cukup dalam, tulangnya sampai terlihat, aku bergedik.

“Ah terima kasih sudah menolongku, kuharap kau bahagia di alam sana.” Aku membungkuk, dan hendak pergi cepat-cepat, tapi tertahan oleh sebuah cengkraman di pergelangan kaki.

“AAAAAAAAAAKKKK!” reflek aku berteriak, dan semakin kencang ketika aku berbalik dan mendapati sesuatu yang nyaris membuat mataku copot, pita suaraku putus, dan akalku hilang.

“KIM JONGDAE??? APA KAU LAKUKAN? BERBARING TANPA BUSANA?!”

-END-

Well, happy belated birthday, Kim Jongdaaaaeeeee!
aku tau ini super gaje. Wkwk
dan maapkan aku buat yang merasa namanya kupake tanpa izin, ihik
serius, tadinya mau kubikin fic adventure-fantasy,
tapi epek aku lupa password lepi dan aku blm sempet ngejawal, jadilah semua file wasslam, termasuk fic untuk event bday kali ini. /curcol/mewek dipelukan oppa/
ini bikinnya barusan banget, sepulang kerja.
jadi mohon maklum kalo ini cerita gajelas bin gamutu dan gak banget pokoknya.
maklum ajadeh ya, bikinnya juga dengan sisa kewarasan seadanya /gak/

Makasih buat yang sudah baca, dan sekali lagi, maap buat bebebku,
Ririseu jandanya Baek, /dibalang/
dan makasih untuk namamu yang begitu indah.
Jondae, makasih sudah lahir dan menjadi anggota EXO. /apaan
Unch, tata<3

12 thoughts on “[Chen Birthday Project] Bad Luck!

      • Aq jg lagi nenangin diri pasca berita jongdae
        Aq seketika baver si jongdae udh pacaran ama awewe trus udh putus(katanya) dan jomblo lagi tp akunya satupun cogan ga ada yg nyangkut
        Jd baver kan keduluan bias punya pacarnya *eh!

    • Sesungguhnya itu berdasarkan pengalaman, jerawatkan sesuatu sekali kak. :”’
      Aku guling2 juga bayangin Irish begitu sungguhan. Mungkin dia mimisan pas liat jongdae telanjang, atau ayan ditempat /digilas/

  1. APA APAAN AKU UDAH MAU MEWEK AJA KAKAK ILANG. DAN PAS AKU LAGI MAU CEK WP LAGI TETIBA ADA NAMA KAKAK AKU KEK MAU NANGIS. KEK EMAK EMAK YANG MENEMUKAN ANAKNYA YG HABIS ILANG. MANA FICNYA DI BAGIAN AWAL BIKIN AKU NGAKAK KAK MAAF, APALAGI BAGIAN DUKUN BERANAK
    PLIS KAKIRIS MAAF AKU NGAKAK BAYANGIN KAKAK/?
    TAPI PLIS KAK INI PENUH PERGULATAN BEGINI TERNYATA………………….
    …………srigalanya jongdae?
    DAN DIA NAKED
    N A K E D
    SIAPA YANG NGEBAWA DIA PULANG?
    OMG
    /nafas/

    • /NGEKEQ/
      /NGAKAQ/
      /NGUKUQ/
      /LALU KUINGIN STIKER LINE/
      Biar kuluruskan, bidan itu kan yg suka bantu2 emak2 lahiran kan? Nah di daerahku masih banyak nenek2 awam yg bilang bidan itu dukun beranak, jadi… aku juga ngekek pas bayangin itu irish. Masalahnya, kalo itu dia. Bayanganku berubah tentang bidan dan dukun beranak. Maklum ya, yg punya nama agak anti menstrim soalnya😄

      Plislah, jongdae akhir2 ini begitu liar di kepalaku, mangap.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s