[EXOFFI FREELANCE] Regret (Chapter 10)

byunpelvis.jpg

Poster by : https://dirtykindi.wordpress.com

Author : ByunPelvis

Cast : Byun Baekhyun // Lee Kyungra (OC/You) // Kim Jong In.

Other cast : Kim Minji,Member EXO lainnya.

Genre : Hurt // Romance // Angst.

Rating : 17+.

Leght : Chapter

Disclaimer : Cerita murni dari pemikiran saya. No copy, no paste .Maaf untuk typo  yang bertebaran ^^.

“Nareul seuchyeo jinagado dwae niga nal da ijeosseunikka.

Geudaeyeo nareul barabwajwoyo yeojeonhi geudaedo nareul saranghanayo?”

*

“Kau mengabaikanku, kau melupakanku, tak apa. Sayang, lihatlah aku
Apakah kamu masih mencintaiku?”

*

(Ost Scarlet Heart Ryeo: For You)

Baekhyun berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan langkah santai. Sesekali bibirmya tertarik merajut senyum  menatap sesuatu yang dibawanya. Namja itu yakin Kyungra pasti akan menyukainya.

Semalam ia mendapat kabar dari temannya jika Kyungra sudah menunjukan sedikit pergerakan. Itu tandanya ada harapan Kyungra untuk  sadar lagi.

Namja itu hampir saja mencapai kamar yang ditujunya, hatinya berdebar-debar membayangkan dapat melihat gadisnya sadar.

“eoh?”

Tiba-tiba saja segerombolan dokter dan perawat berlari melewatinya. Yang lebih membuatnya terkejut adalah para dokter itu memasuki ruangan Kyungra. Ia tau pasti ada hal yang tidak beres, Baekhyun mempercepat langkahnya dengan gemetar.

Setelah sampai , Baekhyun berdiri diambang pintu ruang rawat Kyungra, dunianya seolah berhenti saat itu juga  melihat memandangan menyesakan disana. Tak ada suara detik jam, yang ada hanyalah suara tangisan. Perlahan Baekhyun mendekat, langkahnya sangat berat seolah ditahan sesuatu.  Ia melihat dokter sedang memompa jantung Kyungra untuk bisa berdetak lagi.

Bulir bening  penuh kesedihan itu meluncur bebas membasahi pipinya. Baekhyun melihat wanita paruh baya menangis tersedu-sedu sembari mengguncang tubuh lemah yang terbaring diranjang putih itu.

Bunga Beby Breath yang ada ditangannya jatuh.Rasanya udara disekitar semakin menipis. Namja itu menggeleng kuat, tak ingin percaya dengan apa yang dilihatnya.

“K-yungra.”Llirihnya, ia melihat dokter hendak menutup wajah gadis yang tanpa sadar telah dicintainya itu dengan kain putih. Sekali lagi Baekhyun melirik wanita paruh baya yang berstatus sebagai bibi Kyungra.

“a-ajhuma.” Bisik Baekhyun tak percaya. Do Ajhuma menepuk pundaknya , Baekhyun masih tetap mencoba mengelak semua itu.

“Kyungra telah pergi nak”

Kenyataan itu menjawab jika semua ini benar. Yang dilihatnya saat ini adalah sosok Kyungra tanpa nyawa.

“D-dokter, kenapa kau menutupnya? YA! KLIAN FIKIR KYUNGRA BENAR-BENAR MATI?”

Baekhyun seperti kehilangan akalnya karena berbicara membentak , bahkan namja itu menarik jas yang dikenakan oleh dokter.

Beberapa perawat mencekal lengannya. Dokter menepuk bahunya untuk menyalurkan ketabahan. Sungguh Baekhyun semakin tak percaya ini. Namja itu menangis di samping  jasad gadisnya.

“tidak, ini tidak mungkin terjadi! Kyungra aku mohon jangan seperti ini!”

Baekhyun meraih tubuh tak bernyawa itu dan memeluknya, yang ada disana menatapnya kasihan.  Namja itu terus memaksa Kyungra membuka mata, berharap jika seperti itu gadisnya akan kembali hidup.

“tidak! Kyungra-ya khajima! KHAJIMA!!!”

*

*

*

“K-kyungra-ya! Khajima….. !”

.

.

.

“Baek sadarlah!”

Chanyeol menepuk pipi Baekhyun, ia berusaha membangunkan sahabatnya  yang sudah lebih dari  5 jamtak sadarkan diri. Keringat dingin memenuhi wajah Baekhyun.

“jebal, khajima Kyungra-ya!” lirih Baekhyun lagi, dalam tidurnya ia sangat terlihat gelisah. Chanyeol terus membuat Baekhyun bangun. Chanyeol bahkan sempat dibuat tertegun melihat Baekhyun menangis dalam kondiri terpejam. Namja tinggi itu tau pasti mimpi buruk  yang membuat temannya seperti itu.

“Baek sadarlah! Hei!”

Berhasil, Baekhyun membuka matanya dan langsung terduduk. Gerak matanya tak tentu arah dan nafasnya naik turun tak teratur.

“Baekhyun-ah. Neo gwemchana?”

“Yeol, dimana Kyungra?”

Chanyeol menahan Baekhyun yang hendak turun dari ranjang.

“tenanglah! Kyungra sudah dipindahkan keruang ICU. Operasinya berjalan lancar.”

Baekhyun menghela nafas lega, mimpinya tadi tidak benar. Baekhyun tau Kyungra pasti akan bertahan.

kemudian ia mengingat bagaimana bisa dirinya juga berbaring diranjang rumah sakit.  Baekhyun mengalami dehistrasi karena terlalu lelah, fikirannya yang sedang stress membuat namja itu tidak mempunyai banyak energi .

Ditambah lagi ia mendengar penuturan dokter tentang keadaan Kyungra pasca operasi.

Flashback

Baekhyun mondar-mandir didepan pintu operasi. Setelah  mengganti bajunya dengan pakaian baru ia langsung kembali berdiri cemas didepan ruangan Kyungra berbaring tak berdaya.

3 jam sudah waktu yang digunakan oleh para dokter, tapi tak ada tanda-tanda selesainya aktifitas didalam sana.

“Baek. Aku mohon duduklah! Kau membuat suasana menjadi bertambah tegang.”

“Tidak Yeol. Aku tidak bisa tenang.” Jawab Baekhyun sembari melirik benci sosok Minji yang juga masih berada disana. Gadis itu baru menjelaskan tentang keronologi kejadian bagaimana bisa Kyungra sampai tertabrak, sungguh gadis itu merasa bersalah atas semuanya. Minji terima dikatakan penyebab semua kejadian tragis itu. Gadis itu selalu bertindak negatif jika sudah membenci sesuatu. Semua kecewa dengan sifat egois Minji.

Begitupun Sehun yang tadinya selalu mendukung Minji kini berubah mendiami gadis itu.

Lampu operasi dimatikan, dokter pun keluar dari ruangan itu.

Yang pertama kali maju adalah Baekhyun. Penuh cemas ia menanti kata-kata dokter yang tak kunjung bicara.

“ada apa dokter?” tanya Baekhyun karena yang ditanya masih saja terdiam, bahkan ekspresi dokter terlihat sangat tidak meyakinkan.

“apa walinya ada disini?”

“eumm mereka masih dalam perjalanan kemari. A-aku … ah bagaimana keadaan  Kyungra?”

Dokter melepas kacamata yang dikenakan. Ekspresinya menggambarkan kelegaan namun tersirat kesedihan.

“operasinya berjalan lancar. Tapi…”

Baekhyun menanti ucapan yang terhenti itu. Dokter menghela nafas dan menepuk bahunya.

“ia memang selamat dari masa kritisnya. Tapi syaraf diotaknya mengalami masalah karena benturan.Kemungkinan ia akan mengalami kelumpuhan.”

“m-wo?”

Semua yang ada ditempat itu juga terkejut mendengar apa yang dokter katakan.

“kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Maafkan kami. Jika keluarganya tiba, tolong beritahu untuk menghadap keruanganku.”

Dokter membungkuk , Chanyeol dan lainnya membalas dengan sangat sopan. Baekhyun terduduk, ia tak menyangka hal ini akan terjadi. Fikirannya semakin kacau, Baekhyun lagi-lagi menangis. Ia memukul dada sebelah kirinya berulang kali, berharap dengan seperti itu rasa sesaknya akan hilang.

Ia yang merasa paling bersalah disana, Baekhyun merasa telah menghancurkan perasaan dan masa depan Kyungra.

Chanyeol,Jong Dae, Sehun dan Minji menatap kasihan, mereka juga sama sedihnya seperti Baekhyun. Chanyeol menghembuskan nafasnya kasar dan mendekat untuk menguatkan Baekhyun.

Baekhyun justru tak bisa mendengar suara disekitarnya, ia merasa dunianya menjadi gelap dalam sekejap.

Flashback end

.

.

Chanyeol dan Baekhyun berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Setelah dikatakan 100% pulih oleh dokter, Baekhyun langsung bergegas untuk menemui Kyungra.

“kamar 045…… , Ah itu dia.”

Baekhyun semakin mempercepat laju jalannya dan Chanyeol tertinggal di belakang. Baru saja Baekhyun hendak mebuka pintu kamar rawat Kyungra tadi seseorang menariknya kasar.

‘bugg’

Saat ini Baekhyun merasa pipinya sakit karena dihantam seseorang.

“Brengsek! Apa lagi yang kau lakukan pada Kyungra?”

Dialah Jong In, satu-satunya namja yang tidak pernah terima jika Kyungra terluka. Baekhyunmemejamkan matanya untuk menahan perih disudut bibirnya, kini masalah baru akan dihadapinya. Baekhyun lupa diantara kisah cintanya ada Kim Jong In.

Kaleng minuman yang dibawa Jong In sampai bertebaran dilantai, saat melihat sosok Baekhyun Jong In tak bisa mengontrol emosi. Dan bodohnya Chanyeol tak bisa berkutik disana.

“Jong In-ah..”

“Pergi! Jangan pernah dekati Kyungra lagi!. Kau tak pantas berada didekatnya.”

Jong In melepas cengkramannya pada kerah baju Baekhyun. Saat Jong In hendak membuka pintu bahunya ditahan. Ia terpaksa berbalik dan menatap Baekhyun.

“aku menyadari semua ini kesalahanku. Tapi aku  mohon , ijinkan aku melihatnya sekali saja. jebal!”

“sudahlah. Ada Imo Kyungra didalam. Aku tidak mau beliau bertambah sedih karena melihat pengacau disini. Kha!.” Jong In menutup kembali pintu ruang rawat Kyungra. Ditatapnya Baekhyun dengan pandangan tak suka.

“Ah satu lagi, aku menyesal memberimu kesempatan untuk bisa kembali bersama Kyungra!. Mulai sekarang jangan pernah lagi mengusiknya. Arra ? Baekhyun Hyung?”

Kai tersenyum sinis dan kini benar-benar masuk kedalam ruang rawat. Baekhyun menyentuh knop pintu, tapi setelahnya ia mengurungkan niat untuk masuk.

Namja itu membenarkan ucapan Kai. Ia tak pantas muncul dihadapan Kyungra untuk saat ini. Chanyeol menghela nafasnya disana, ia merasakan pertemanan yang dulunya baik-baik saja kini semakin retak. Ia tak akan menyalahkan Kyungra, Chanyeol menyalahkan dirinya sendiri yang tak bisa mencegah perbuatan konyol teman-temanya. Dan pada akhirnya perpecahan dan juga akhir buruklah yang mereka rasakan.

.

.

.

1 bulan

2 bulan

3 bulan

Sudah selama itu Kyungra betah dalamdunia mimpi. Belum ada tanda-tanda khusus yang ditunjukan. Setiap hari Bibi Do menjaganya, kadang diganti oleh Kyungsoo  dan yang paling rajin adalah Jong In. Hampir setiap hari pemuda itu meluangkan kesibukannya untuk menjaga Kyungra. Pekerjaan Bibi.Do dan juga putranya yang sibuk tak bisa untuk sepenuhnya menjaga Kyungra.

Jong In akan seharian menunggui Kyungra saat hari Kamis dan Jum’at. Selebihnya Kyungra hanya dijaga oleh para suster.

Kesempatan itulah yang digunakan Byun Baekhyun untuk menyelinap masuk. Baekhyun bahkan rela jika harus datang tengah malam, yang penting dalam satu hari ia bisa melihat sosok Kyungra yang masih terpejam itu.

Jong In baru saja pamit pulang pada suster, disaat itulah Baekhyun masuk untuk menggantikan suster yang bertugas.

“Kyungra-ya. Aku membawakan notasi lagu, ini khusus untukmu.  Kau mau dengar aku bernyanyi?”

Hening, itulah yang sejak tadi tercipta. Baekhyun memang seperti seorang yang tak waras karena menganggap diamnya Kyungra adalah sebuah persetujuan.

“cha… dengar baik-baik!. Maaf tidak ada musik. Aku tak ingin kau terganggu. Bukankah kau benci berisik heum?”

Baekhyun tersenyum dan menggenggam tangan dingin Kyungra. Pemanas diruangan itu tak membuat sipenghuni merasa hangat. Bakhyun membenarkan selimut Kyungra hingga batas leher . Tabung oksigen selalu bertengger dihidung gadis itu sebagai alat bantu pernafasan.

Tak apa, Baekhyun akan tetap tegar walau hatinya rapuh melihat kondisi Kyungra.

Dareun gongganui dareun siganijiman nae sarangi majeulgeoya
barame seuchineun neoui hyanggirodo
nan neoingeol alsu isseo

but i don`t know
nae mamsoge eonjebuteo niga sangeonji
i don`t know
neoreul bomyeon seolleneun iyu

nareul seuchyeo jinagado dwae niga nal da ijeosseunikka
niga gieoghal ttaekkaji naneun neoreul gidariltenikka

geudaeyeo nareul barabwajwoyo yeojeonhi geudaedo nareul saranghanayo
geudaeyeo nae nuneul bogo yaegihaejwoyo
saranghaneun mameun sumgyeojiji anhayo

neoegen naega gyeote isseossdan sasireul jeoldaero ijjineun ma
neol wihae modeungeol bachil su isseossdeon nae maeumeul jiujima

 but i don`t know
naemamsoge eonjebuteo niga sangeonji
i don`t know
neoreul bomyeon seolleneun iyu

nareul seuchyeo jinagado dwae niga nal da ijeosseunikka
niga gieoghal ttaekkaji naneun neoreul gidariltenikka

gateun gonggan gateun sigan hamkke issjanha
eonjerado nae gyeote wa neoui jarilo

Ta ta ra ta ra ta ra ra ra ra
ta ra ra ta ra ta ra ta ra ra ta ra

geudaeyeo nareul barabwajwoyo yeojeonhi geudaedo nareul saranghanayo

Baekhyun menghentikan nyanyiannya. Namja itu menggigit bibir bawahnya untuk menahan isakan. Selama bernyanyi tadi ia berusaha tak menangis, ia tak ingin persembahan lagu spesialnya gagal karena kecengengannya.

Seperrti arti lagu yang Baekhyun nyanyikan. Ia berjanji akan terus berada disisi Kyungra walau gadis itu melupakannya,mengebaikannya atau bahkan membencinya. Baekyhun akan terus bertanya tentang perasaan cinta Kyungra dulu padanya.

Ia berharap hingga saat ini cinta itu masih tersimpan untuknya.

“terimakasih Tuhan”

 

Baekhyun tersenyum saat mengingat grafik perkembangan kesehatan Kyungra yang dokter tunjukan. Disana tertulis keadaan Kyungra semakin membaik dan kemungkinan akan sadar dalam waktu dekat. Mimpi buruk yang selalu menghantuinya hampir setiap hari tak benar sama sekali.

Baekhyun melirik jam, ini masih pukul 1 dini hari. Itu artinya masih banyak waktu untuknya menjaga Kyungra. Baekhyun akan pergi saat subuh , lebih tepatnya sebelum ada orang yang menggantikan menjaga Kyungra.

Tanpa ragu namja itu bercerita kesehariannya dikampus. Menganggap Kyungra mendengar kata-katanya.

Baekhyun memang sudah gila, mungkin. Ia seperti itu karena terlalu menyayangi Kyungra.

.

.

Jong In memandang Baekhyun dari kejauhan. Dari situ ia bisa menangkap wajah Baekhyun sangat kacau. Kantung mata terlihat jelas, pucat dan seperti kurang tidur. Hampir saetiap hari Baekhyun seperti itu.

Ia tak perlu bertanya apa penyebab semua itu, sejak kejadian yang menimpa Kyungra tak pernah sekalipun ia melihat Baekhyun terawa bahagia.

“jadi kau benar-benar merasa gila Hyung?” lirihnya. Ia kembali melakukan kegiatannya untuk mencatat materi yang dosen sampaikan. Setelah ini namja itu harus kerumah sakit untuk menjaga Kyungra. Bibi Do menelfon katanya sedang ada urusan penting yang tak bisa diabaikan.

Waktu bergulir sangat cepat, kini Jong In sudah berada diruang rawat Kyungra. Ia menyapa ramah para perawat yang barusaja mengelap tubuh Kyungra juga menggantikan pakaian.

“eum permisi tuan. Apa kau pemilik benda ini? Semalam saya temukan dilantai.”

Jong In mengerutkan dahinya saat melihat sebuah ponsel yang suster sodorkan. Jong In tau betul siapa pemilik ponsel itu.Tanpa ragu ia mengambil benda itu dan memasukan kedalam saku mantelnya.

“gomawo suster. Ah iya apa ada yang menjaga Kyungra selain aku?”

“ne? oh tentu saja ada Bibi dan sepupu nona Kyungra.”

“maksudku bukan itu. eum ahh sudahlah.”

Jong In membungkuk terimakasih dan duduk dibangku dekat ranjang Kyungra. Dirogohnya ponsel yang tadi disimpannya.

“ternyata kau diam-diam kemari?”

Jong In berusaha membuka layar ponsel tapi tidak bisa. Ia tak tau pasword apa yang di gunakan si pemilik ponsel. Sejenak ia berfikir, mungkin saja angka kelahiran namja itu.

‘Salah’

Tanggal lahir Kyungra

‘Salah’

Tanggal lahir Minji

‘Salah’

Jong In terus mencoba dengan berbagai angka khusus yang mungkin Baekhyun pakai, tapi lebih dari lima kali mencoba ia tidak bisa. Pada akhirnya Jong In menyerah,ada baiknya ia mengembalikan pada pemiliknya.

Kini matanya teralih pada sesuatu yang membuatnya lebih terkejut.

“Kyungra?”

Jong In langsung berdiri dan menggenggam tangan Kyungra. Barusaja ia melihat sedikit pergerakan tangan gadis itu.

Semakin lama gerakan itu bisa dirasakannya. Jong In memencet tombol darurat untuk memanggil dokter. Senyum bahagia terpatri dibibir manisnya saat melihat mata Kyungra perlahan terbuka.

.

.

.

Ditempat lain seseorang terlihat pusing mencari benda yang sudah seperti jimat baginya. Pria itu sudah mengobrak-abrik seisi kamarnya tapi tak menemukan yang dicari. Sampai ruang tamu,dapur,dan kamar madi diperiksanya tapi tetap sama.

Ia menggerang frustasi, sejenak ia mengingat terakhir kali saat menggunakan ponsel.

“akhh bodoh! Aku meninggalkannya disana”

Ia menyambar jaket yang berada dibalik pintu dan bergegas untuk pergi. Ponsel yang hilang itu harus cepat ditemukannya, jika tidak masalah baru pasti akan muncul. Walaupun ia sangat tau ini sudah sangat telat.

.

.

Baekhyun ragu untuk  keluar dari mobilnya. Ini masih jam 10 malam dan pasti kamar Kyungra belum kosong. Mungkin ia harus menunggu 1 atau 2 jam lagi agar bisa masuk ke ruang rawat Kyungra.

Baekhyun menghidupkan musik untuk mengusir bosan, waktu untuknya berkunjung masih lama.

“huh”

Tapi rasanya ia tak sabar, perasaannya mendadak aneh. Ia merasa ada sesuatu yang terjadi pada Kyungra. Dengan keyakinan penuh Baekhyun turun dari mobilnya.

.

.

Baekhyun mendapat informasi dari suster katanya Kyungra tak ada yang menjaga. Dengan percaya diri namja itu masuk.

Didalam keadaan masih sama, Kyungra masih terdiam kaku diranjang.

“Kyungra-ya! Aku datang lebih awal dari biasanya. Huh aku sangat ceroboh karena meninggalkan ponselku.” Ucap Baekhyun sembari mengarahkan pandangannya kesekitar. Namja itu sudah mengecek hingga sudut ruangan sampai laci nakas tapi tak ada sama sekali. Ponselnya hilang entah kemana.

“mungkin bukan hilang disini”

Baekhyun menghela nafasnya dan mendekat pada Kyungra. Ditatapnya wajah pucat itu dengan tatapan sendu.

“aku berharap menjadi orang pertama yang kau lihat saat sadar nanti. Kyungra-ya, aku memiliki banyak lagu yang kutulis khusus untukmu. Saat bangun nanti kau harus mendengarnya eoh.”

Baekhyun mengingat saat dirinya masih menjalin dengan Kyungra. Dulu gadis itu meminta untuk dibuatkan sebuah lagu spesial. Baekhyun menyesal pernah menolak permintaan Kyungra.

Ia tersenyum dan mengusap rambut panjang Kyungra, tanpa ragu Baekhyun mendekatkan wajahnya untuk mencium kening gadis itu.

“Saranghae Lee Kyungra. Tunggu sebentar eoh! Aku akan bertanya pada suster.”

Baekhyun menjauhkan wajahnya dan berbalik.

‘tap’

Detik selanjutnya Baekhyun terdiam, tangannya serasa digenggam seseorang. Ia masih diam membelakangi Kyungra. Hatinya berdebar kencang dan tubuhnya mati rasa. Namja itu seolah tak bisa menggerakan tubuhnya sama sekali.

“Kau?”

.

.

TBC.

 

.

.

Hallo reader^^

Huaaa Baekhyunee…… !

Eotokaeh dengan cerita absurd’ku ini?

Semoga gak tambah aneh^^.

Maaf ya kalo alurnya kurang memuaskan. Aku frustasi, sangaaat frustasi.😥

Semoga ada ide buat bikin ending yang bahagia.

Jujur ini jauh dari cerita yang sebelumnya kubuat. Dari awal emang udah rencana rombak total cerita ini, so yang pernah baca maklum aja ya kalo cerita yang dulunya gaje bertambah semakin gaje.

Semoga chapter ending nanti bisa buat readers memberi banyak bintang dan komentar^^.

See you next chapter dan leave your coment juseyo he he….. (gak maksa kok dear)

Pai pai my lovely readers…….:*

8 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Regret (Chapter 10)

  1. annyeong haseo author-nim.. Thor pelvis knp di lanjut ff Regret x? Udh penasaran bgt sma kelanjutan x.. Tlng di next ya author pelvis.. Klo bsa lebih panjang lagi biar tmbh seru baca x.. Hm, mf jrng komen tpi aku slalu ngelike lewat fb.. Semangat author-nim berkarya x..

    Pada tanggal 22/09/16, EXO FanFiction Indonesia

  2. Aigoo.. dikira kyungra bakal mati beneran ternyata cuma mimpi baekhyun.. huhu
    Kasihan banget kyungra bakal lumpuh 😢 hidupnya makin hancur yaampun.. semoga baek bisa bener2 bahagiain kyungra ya ..

    Next thor! Fighting

  3. Lama lama aku jadi kasihan ama baekhyun, hmm semoga aja kyungra bangun bangun gk amnesia ya dan masih inget baekhyun, bagaimana setianya baek yg ngejaga kyungra yaa tuhan itu sweet bangettttt 😄
    Ditungu ditunggu next chapter nyaaa 😉😊

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s