[EXOFFI FREELANCE] Autumn (Chapter 16)

20160425_201615.jpg

Byun Baekhyun • Kim Yoora

.

Yes, Finally..

Sebenernya kemaren cuma bonus sama kejut jantung aja, jadi pendek banget deh.

Ngerasa seneng bgt, ff yg udah ku gadang2 tamat dari dulu dan sekarang baru tamat.

Sekali lagi makasih temen2 udah ikutin Autumn dari awal, selama kurang lebih 6bulan bukan waktu yg singkat. Dengan waktu mepet aku, dengan nulis yg seadanya dan ga pernah nyampe 2 jam nulis ditiap chapter. Ga pernah dibaca ulang, asal, eyd berantakan, banyak typo tapi banyak yg suka. Hwaaa aku terharu

Makasih udah support, udah berkenan ngechat aku dan banyak juga yg suka curhat, jadi temen Maya aku dan yaa aku ga pernah nemuin teman Maya sehebat kalian.

Dan permintaanku untuk yg terakhir di story ini, aku mau temen2 yg kurang lebih 700 pembaca ditiap chapter bisa memberikan komentarnya dari first chap sampe end. Entah itu resume perjalanan BaekYoo, kritik saran atau kesan kalian. Aku tunggu yaa~

Dan setelah ini aku bakal post chapter awal untuk In Your Eyes, semoga responnya lebih dari Autumn.

Ya, sekali lagi makasih dan maaf jika selama ff ini berjalan terdapat kesalahan prakata dariku atau mungkin secara tidak sadar menyakiti, maaf yg suka curhat karena jadi cengeng karna baca Autumn. Aku bukan bermaksud menyalurkan jiwa cengeng, tp yaa this just fiction. Aku seneng berarti angst nya berhasil. 

Jangan lupa baca storyku yang lain di Puspita.desu, dan bagi yg mau chat silahkan aku terbuka kapanpun.

line : puspitadesu

Wa : 089668126142

Ig : @puspita.desu

Okey, this is finally and happy reading

.

.

.

Aku menutup mata lantas membukanya kembali, aku merasakan hembusan nafas yang nyata. Aku selalu takut jika ini mimpi, tapi kenyataan ini bukan mimpi bahkan selalu membuatku terkejut lagi dan lagi. 

-Kim Yoora. 

.

Apa yang aku rasakan sekarang? Bahagia. 

Apa yang aku inginkan sekarang? Selalu bahagia. 

Apa yang membuatku selalu bahagia? Kim Yoora, tentu saja. 

-Byun Baekhyun. 

.

Setiap orang selalu menghindari masa lalu, takut jika itu terulang lagi. Namun bagiku, aku selalu ingin hidup dimasa lalu. Masa dimana aku dan dia bersama. 

-Lee Jinki. 

.

Saat itu pertama kalinya jantungku bak kelebihan hormon hanya melihat mata cokelatnya, dan semakin berdebar kala melihatnya tersenyum. Jika diibaratkan sebuah pohon, akulah sang akar yang selalu mengharap bunga jatuh dan mencari dirinya. Tentu mustahil. 

-Do Kyungsoo

.

Apa yang kudapatkan dari kejadian ini? Jangan pernah melepas orang yang mencintaimu atau kau akan menyesal. 

-Kim Taeyeon. 

.

Aku memetik sebuah pelajaran, adalah jika Cinta tak selalu tentang hati yang berdebar dan selalu ingin melihatnya sepanjang hari. Tapi Cinta yang saling membutuhkan satu sama lain. 

-Park Chanyeol. 

******

Perjuangan.

Kata yang tak pernah lepas dari hidup Yoora yang berubah drastis tak sampai satu tahun.

Berjuang mendapatkan hati Baekhyun,

Berjuang demi anaknya,

Berjuang untuk mendapat haknya.

Sekarang dia berjuang yang merupakan sebuah perjuangan yang sangat wanita idamkan.

Konon seorang wanita belum sempurna jika tidak melewati fase ini, fase dimana harus mempertaruhkan nyawa sendiri demi mengeluarkan manusia lain dalam perutnya.

Dia sedang menikmati proses pembukaannya yang kedelepan, dengan raut sakit dan Baekhyun yang tak henti-hentinya menenangkan Yoora sembari memeluknya. Entah berapa kali Yoora merasa malu akan beberapa dokter kandungan yang melihatnya dipeluk erat Baekhyun dan dibelai nya.

Yoora lupa jika kadar rasa malu pria itu sudah hilang.

“Sebentar lagi sayang, bertahan ya?”

“Mana Eomma dan Appa?”

“Oh, mereka dalam perjalanan!”

Yoora mengangguk dan meremas lengan Baekhyun kencang ketika kontraksinya semakin kuat, Baekhyun panik dan hendak memanggil dokter namun dengan brutalnya Yoora mencakar lengan, bibirnya yang sedari tadi meringis kini berubah menjadi teriakan.

Oh tidak, sekarang saatnya.

“Dok Dokterrr. Tolong istri saya, arhhg dok awww sakit sayang! ”

“Arrgghh aku lebih sakit Oppa, cepat panggilkan dokter! ”

“Yah, Lepaskan rambutku ahh aw!”

Baekhyun meradang, merasakan tarikan keras di rambutnya. Lihatlah, bahkan wanita melahirkan jauh lebih menyeramkan. Dan bagaimana dia bisa memanggil dokter jika Yoora tak kunjung melepasnya?

“AISH SIALAN, DOKTER CEPAT KESINI SIALAN! ”

baekhyun mengumpat keras dan tak lama dokter dan beberapa suster menghampirinya, berusaha melepaskan pegangan Yoora masih histeris. Menyiapkan segala peralatannya dan memposisikan Yoora dengan benar.

“Baiklah Nona Yoora, tarik nafas anda perlahan dan buang. Ayo kita coba! ”

Yoora melakukan instruksi dokter dan Baekhyun mengusap peluh Yoora sembari membimbingnya. Dia takut bukan main, lebih takut dari menaiki roller coaster atau mengunjungi rumah hantu.

Lebih dari apapun, dia takut dan gelisah. Namun harus tetap tenang dan membuat Yoora tak gelisah sepertinya.

Lebih dari itu, Baekhyun menikmati proses dirinya yang akan menjadi ayah sebentar lagi.

Apa dulu ayahnya juga seperti ini?

Mungkin setelah ini Baekhyun harus bersujud padanya karena melewati masa seperti ini dengan kuat. Sungguh, dia ingin pingsan.

Kim Yoora kesakitan didepan matanya, dan dia tak tahu harus berbuat apa.

“Sekarang dalam hitungan 5 detik, tarik kembali nafas anda dan dorong perlahan! ”

“AKU TIDAK MAU! ”

“YAK! ayolah sayang.. ”

“ITU SAKIT BYUN BAEKHYUN! ”

“Ya Tuhan Yoora, ayo berjuang sedikit lagi sayang! ”

Baekhyun memeluk Yoora yang menangis terisak, sungguh jika bisa dia ingin menggantikan apa yang Yoora rasakan.

“Kenapa harus selalu aku yang berjuang, hiks”

“Setelah ini kita berjuang bersama Yoora, kita akan membesarkannya bersama. ”

Yoora sedikit tenang, dokter dan susterpun tersenyum melihat adegan drama ditengah momen menegangkan. Sungguh, Baekhyun yang berada dilayar televisi sangat berbeda dengan disini.

Pria itu amat menyayangi istrinya.

“YAK JANGAN TERTAWA, APA KAU TAHU INI SANGAT SAKIT HA? ”

Yoora menunjuk dokter dan beberapa suster yang tersenyum itu, lantas kembali menarik rambut Baekhyun keras kala sakit nya kembali datang. Baekhyun mempertahankan pelukannya dalam siksaan Yoora.

Biar saja, dia rela.

“Ayo nona, kepala bayinya sudah keluar! Satu kali lagi yaa”

“Argghh yak kenapa kau selalu menyuruhku bodoh? Sa kiit hwaaa.”

“Aw jangan menggigitku Yoora! ”

“Yak RAMBUTKU BISA BOTAK! ”

“EOMMAA HWAAA”

Ayolah, apa yang terjadi setelah itu? Bahkan Baekhyun hanya bisa menghela nafas pasrah.

.

.

Kim Yoora terbangun dalam tidur singkatnya, meraba perutnya yang telah rata dan dia kini yakin bahwa tadi itu bukan mimpi.
Dia sungguh telah melahirkan.

Sesuatu yang selalu dia takutkan dalam malamnya, bahkan beberapa kali tidak tidur karena hal itu. Dia tersenyum, sangat manis. Melupakan rasa sakitnya yang masih sangat kentara, lantas kehilangan senyumnya kala mengingat Baekhyun.

Suaminya yang selalu memeluknya saat tertidur,

Suaminya yang akan memijat kakinya yang keram dimalam hari,

Suaminya yang tak tidur jika Yoora takut melahirkan dimalam hari,

Suaminya yang dia siksa habis-habisan.

Dimana dia?

“Ah sayang, kau sudah bangun?”

Itu ibu dan ayah Yoora yang muncul dibalik pintu sembari menggendong bayi. Yoora tersenyum dan ayahnya membantu untuk duduk.

“Lihatlah bayimu nak! ”

Nyonya Kim duduk disamping anaknya dan memperlihatkan bayi kecil yang tertidur dibalik selimutnya.

Kecil. Rapuh. Manis

“Ini bayiku?”

Yoora tak pernah melepas pandangannya pada mata mungil yang tertutup itu. Betapa hidung dan bibir itu milik Baekhyun.

Mengerjap dan air mata luruh dipipinya, dia bahagia. Demi Tuhan dia bahagia.

Tuan Kim merangkul anaknya dan mengecup dahinya pelan.

“Dia laki-laki dan tampan seperti ayahnya. Lihat mata dan raut wajahnya mewarisi ayah dan kau Yoora!”

Yoora mendongak melihat wajah ayahnya dan memang sama persis seperti bayinya. Sejenak melupakan segalanya dan menyadari fakta baru bahwa dia dapat melihat wajah ayahnya kapanpun dia mau dari replika anaknya.

“Ayo gendong dia! ”

Yoora kembali memutar perhatiannya pada Nyonya Kim yang kini menyerahkan bayi itu padanya. Yoora mundur otomatis.

“A aku tidak bisa, aku tidak mau menyakitinya ibu! ”

“Tidak sayang, mana ada ibu yang menyakiti bayinya hem? Ayo coba! ”

Yoora meraihnya perlahan, menempatkan bayi itu dengan bantuan Nyonya Kim. Kaku dan bergetar, dia ibu yang buruk.

“Nah ya, seperti itu. Nanti kau akan bisa Yoora! ”

Gadis itu tersenyum, mengusap pipi gembilnya lalu mengecup kening bayinya pelan. Membuat air matanya jatuh dikening bayinya.

“Dia kecil sekali ibu,”

“Itu dirimu dulu sayang, apa yang kau rasakan sekarang dulu ibu juga merasakannya saat pertama kali melihatmu”

Yoora memandang ibunya, merasakan aliran yang semakin deras dipipinya.

Ibunya berjuang sama kerasnya demi dirinya,

Ibunya membesarkan dia sepenuh hati, sampai kini dia sendiri yang merasakan bagaimana gigih dan kuatnya ibunya dulu.

“Terimakasih ibu! ”

Nyonya Kim mengangguk dan menghapus air mata anaknya. Lalu sedikit terkejut karena bayi dipelukan Yoora menggeliat dan menangis.

“I ibu, bagaimana ini? Kenapa dia menangis? ”

“Dia lapar nak, ayo berikan air susumu! ”

Kini ayahnya yang menjawab dengan sedikit geli. Anaknya sungguh telah dewasa.

“Apa? Bagaimana? ”

“Aih, kau ini ibu macam apa hah? Ayo cepat buka bajumu! ”

“Oak oak.. ”

“Yak ibu, aku tidak mau! ”

.

.

Byun Baekhyun lagi-lagi tertawa geli melihat Yoora yang terus saja tertunduk sembari menyusui bayinya. Tadi dirinya sempat meninggalkan Yoora sebentar ketika gadis itu tertidur untuk menjemput orang tuanya, dan ketika dia kembali, Yoora serta ayah ibunya telah berbicang hangat sembari gadis itu menyusui bayi kecil mereka.

Baekhyun melihat anaknya pertama kali, bahkan menggendongnya kemudian menangis haru. Sungguh dia mencintai keduanya demi apapun. Sungguh dia akan berjuang demi keduanya sampai kapanpun.

Namun Kim Yoora yang sedari tadi, bahkan sampai orangtua mereka pulang pun tak pernah melihat kearahnya apalagi menyapanya. Hanya menunduk malu sembari mengusap-usap pipi bayinya yang kembang kempis.

Baekhyun berdehem, dan mendudukkan dirinya diatas ranjang. Yoora sedikit terkejut dan memandangnya sebentar lantas menunduk kembali.

“Kau tidak berniat meminta maaf? Seluruh badanku kesakitan Yoora! ”

Yoora memberanikan diri memandang Baekhyun kembali, memperhatikan rambut dan telinga Baekhyun yang telah dia tarik dengan brutal, dan beralih pada pundaknya yang dia gigit sekuat tenaga.

“Ma maaf! ”

“Hanya itu? ”

Yoora menggigit bibirnya dengan rasa bersalah. Dia benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya tadi.

Yoora menunduk merasakan bayinya berhenti meminum susunya, dia tertidur. Maka dengan perlahan melepaskannya, Baekhyun membantunya menggendong bayi itu dan menidurkannya di box bayi. Sejak kapan pria itu bisa menggendong bayi?

Pria itu kembali duduk disampingnya dan membantu membenarkan pakaian Yoora.

“Namanya Byun Daehyun. Berarti pria sejati dan bijaksana. Kau suka?”

Yoora mengerjap sembari memperhatikan senyum Baekhyun yang mengembang.

Byun Daehyun?

“Apa nama anak pertama kita? ”

“Dia Byun Jihyun. Gadis pintar dan mempesona.”

Yoora menarik senyumnya bahagia,

“Kau pintar sekali memilih nama. Aku menyukainya Oppa”

Baekhyun tersenyum dan menarik Yoora kepelukannya.

“Terimakasih Yoora, terimakasih telah memberikan kebahagiaan tak terbendung sayang, ”

Yoora mengangguk dan menyerukkan wajahnya didekapan hangat suaminya. Menikmati nyanyian merdu yang mulai mengalun dari bibir pria itu.

“Aigoo. Kita datang diwaktu yang salah Hyung.! ”

Baekhyun seketika melepas pelukannya dan melihat segerombolan rekannya didepan pintu. Yang tadi itu Sehun dia berani bertaruh.

“Yah kalian datang diwaktu yang salah sekali, sebaiknya pulanglah!”

Baekhyun sedikit kesal. Baru saja dia menikmati momennya bersama Yoora dan lagi-lagi pengganggu mereka datang.

“Yak oppa jangan begitu, ayo masuk Oppa dan oh? Ada Lee Hyejin?”

Yoora terkejut mendapati sahabatnya datang bersama anggota Exo, gadis itu harus menjelaskannya setelah ini. Dan bagaimana reaksi Hyejin sekarang? Hanya tersenyum tanpa dosa.

Namun setelahnya Yoora hanya tertawa mendengar semua ocehan yang tercipta diruangannya.

Yoora bagaimana keadaanmu? 

Apa melahirkan itu sakit? 

Oh, bayinya lucu sekali. 

Ya Tuhan, aku ingin mencubitnya. 

Yak jauhkan tanganmu dari bayiku. 

Siapa namanya? 

Dan. 

Kim Yoora, aku benar-benar telah merelakanmu sekarang. Semoga kau selalu bahagia. 

.

.

“Apa ini tidak berlebihan Oppa?”

Yoora terpukau melihat puluhan bahkan ratusan kado yang kini memenuh apartemennya. Lagi-lagi seperti ini.

Bulan lalu saat Daehyun berusia genap satu Bulan, apartemennya dibanjiri hadiah dari penggemar Baekhyun. Bahkan terkejut karena berisi hadiah-hadiah dengan harga selangit.

Seperti sepatu, pakaian bahkan tempat tidur bayi.

Dan kini bahkan jauh lebih sesak dibanding sebelumnya, bahkan Yoora dapat melihat kereta bayi diujung ruangan.

“Tidak sayang, mereka memberikannya untuk Daehyun. Mereka menyayanginya. ”

Ya, sejak pertama kali Baekhyun memperkenalkan bayinya didepan umum hadiah demi hadiah terus saja berdatangan dan ini merupakan yang terbanyak. Yoora bahkan bingung harus menyimpannya dimana, kamar bayinya bahkan sudah menyerupai toko peralatan bayi.

Yoora meraih satu kado berbentuk pakaian bayi dan membaca surat yang tertera disana.

Uri Daehyun. 

Aku sangat menyukai bayi kalian dan aku juga sangat berharap jika Daehyun besar akan menjadi pria yang tampan dan hebat seperti ayahnya. 

Yoora tersenyum sumringah. Mereka benar-benar telah menerima dirinya bahkan Daehyun.

“Kau lihat?  Mereka menyayangi bayi kita. Berhenti berfikir ini berlebihan sayang. ”

“Ya ya ya. Penggemarmu sangat kaya yaa.! ”

Baekhyun tertawa dan seketika berlari menuju kamar Daehyun tatkala mendengar tangisannya. Yoora tersenyum geli, ayah yang begitu siaga bukan?

.

Yoora dan Baekhyun memperhatikan gerak-gerik lucu Daehyun di box nya. Bayi itu kini mengerjap dan tersenyum lantas menjulurkan lidahnya melihat keduanya yang memperhatikan dirinya diatas ranjang kecilnya.

Mungkin Daehyun bahagia memiliki orang tua cantik dan tampan,

Mungkin Daehyun bahagia karena terlahir diantara kesalahan orang tuanya,

Mungkin Daehyun bahagia karena dia tahu masa depannya akan bahagia.

Baekhyun memeluk Yoora dari balik punggungnya, mengecup rambut istrinya sayang dan sesekali tertawa melihat Daehyun lagi-lagi tersenyum.

Baekhyun mencium pipi Yoora lantas berbisik, dengan sepenuh hati dengan segenap perasaannya.

Sungguh,

Aku mencintaimu, Kim Yoora. 

 

9 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Autumn (Chapter 16)

  1. Happy ending!!!!! Yeay!
    Huaaaaa ini ff DAEBAK!
    perasaan ku campur aduk ngebaca nyaa ><,sukses terus yah kak,ff nya bener" keren,yah walaupun aku belum baca parf 13 nya,gpp deh,ntar diulang lagi aja kaloo aku udah dapat pw nga dari kakak 😂,fighting!!

  2. Happy ending 👏 wah senangnya bisa lihat mereka bahagia setelah melalui banyak perjuangan apalgi dgn kehadiran malaikat kecil mereka jadi terharu 😊 buat author yg cantik makasih dari awal sya ngikutin autumn smpai skrang saya sngt menyukai ff ini dan tanpa sadar sya sudah jadi penggemar karya puspita.desu hehehe😘😘 sya jga mau ngucapin salam perpisahan untuk author smoga kita di pertemukan lgi di ff selanjutnya dngan cast baekhyun 😭 sya tunggu karya selanjutnya author fighting 💪💪

  3. Waaa happy ending. Akhirnya mereka menemukan kebahagiaan setelah melalui berbagai masalah dan perjuangan. Pesan dr ff ini kalo boleh aku menyimpulkan, hidup itu selalu penuh rintangan dan cobaan. Hanya saja itu semua tergantung dr bagaimana cara kita menyikapinya dan berusaha untuk melaluinya. Tp 1 hal yg g boleh ditiru dari ff ini, KALIAN JANGAN NGELAKUIN APA YG DILAKUIN BAEKHYUN DAN YOORA!!!!
    Sayangi hidup kalian sayangi orangtua kalian sayangi teman sahabat dan keluarga kalian. Jangan rusak masa depan kalian dengan berbuat hal2 negatif yg dapat merusak masa depan. Pacaran yg sehat yaaa. Inget g semua hidup tu seindah cerita ff!!!
    *apa sih gw sok nasehatin 😂😂😂*
    Good job deh buat author yg uda berhasil ngerampungin ceritanya *ni uda kelar kan??*
    😂😂

  4. Huhuhu akhirnya happy ending 😄 senangnya baek-yoora udah punya daehyun jadi senyum2 sendiri bacanya 😁 keren sekali ka!! Ditunggu ff kak selanjutnya.. hehhe .. fighting!!!

  5. Akhirnya bahgia jgaa baekhyun ma istri wlau bnyak badi yg mnghadang di awal,,oiyaa in end to dh tamat yaa ko gk ad kterngan,,ttp smngat kauthor,,aq bkal tunggu ktya kk yg lain

  6. huaaaa ngga nyangka akhirnya bakal kek giniiiii..
    akhirnya bahagia jugaa baekhyun sma yoora ..
    trus d.o bagaimana thor ? msa ngga dapet pasangannya..??
    heheh bikin squelnya dong yg ver d.o hehehe #mintaditabok

    tpi ini tetep keren ko😀 semangatt !!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s