[EXOFFI FREELANCE] Academy Of King (Teaser)

academy of king.png

JiYeol Park Present

Academy Of King (Teaser)

Staring

EXO’s Member OT12

OC’s Aurum Wu

OC’s Leania Kim

Other.

Genre

Fantasy, School Life, Romence.

Lenght

Chaptered

Rating

PG – 17

disclaimer

This story is pure mine. Don’t read if you don’t like this story, this story just a fiction with alternative universe plot. Hope you like this story and try to be a good reader’s, don’t bash and give me your comment. Thank’s!

.

.

.

.

.

.

.

.

 

 

 

 

Prolog

 

 

Other place…

 

 

Suara gemericik bekas air hujan yang membasahi jalanan menyertai langkah laenia menuju apartemen kecilnya disudut kota. Ia baru saja pulang dari les tambahan disekolahnya, laenia harus segera pulang kalau tidak mau mati kedinginan karna sebelum pulang tadi ia sempat mendapatkan ‘kejutan’ dari musuh terbesarnya yang membuat ia harus merelakan seragam sekolahnya basah kuyub. Kalau diingat lagi kejadian itu sungguh memalukan, ia dikerjai didepan semua teman sekelasnya. Andai saja ia mau membalas gadis itu dengan kekuatannya maka habislah gadis itu, tapi ia tidak mau membongkar rahasianya begitu saja. Terlebih dihadapan gadis setengah setan yang menjadi musuh terbesarnya selama ini.

 

Setelah menaiki berpuluh puluh anak tangga menyebalkan yang membuat kakinya pegal bukan main, akhirnya laenia sampai didepan apartemen sederhana miliknya. Tapi ia tidak segera masuk, leania melirik sekitar karna sejak ia keluar dari gedung sekolah ia merasa diikuti. Entah itu mahluk terlihat ataupun mahluk tak kasat mata ia tak tahu. Tapi koridor itu sangat sunyi dan hanya ada dirinya disana sehingga leania memberanikan diri mengambil ancang ancang untuk mengeluarkan kekuatan es miliknya, tidak ada tanda tanda kemunculan mahluk apapun sehingga leania kembali ke mode normalnya.

 

Diambilnya kunci yang berada disaku kemejanya yang basah lalu memasukkan benda kecil itu kelubang kunci dipintu. Ruangan yang gelap gulita langsung menyapannya, leania menekan saklar yang berada tidak jauh dari sisi pintu. Setelah menaruh tas ransel dan buku buku ditangannya ia segera masuk kekamarnya, berniat mengambil handuk untuk segera pergi membersihkan dirinya kekamar mandi. Baru saja memasuki kamar ia langsung dibuat terkejut dengan kehadiran seseorang yang sangat tidak diharapkan, sangat tidak diharapkan untuk hadir dihadapannya.

 

“Sudah saatnya kau kembali ke Academy Of King, adikku.” Ucap orang yang saat ini telah berdiri tepat dihadapan leania.

 

“Aku tidak mau!” -Leania.

 

“Kau harus mau, leania!” paksa orang itu.

 

 

~

 

 

Other place…

 

 

Sekotak jus strowberry ditumpahkan secara sengaja ditubuh seorang gadis cupu yang memakai kaca mata berbingkai tebal dengan kepangan rambut jadul oleh dua orang gadis dengan paras yang cantik, disudut lain dari ruang kelas yang telah kosong itu berdiri dua orang gadis lain yang terlihat tertawa riang melihat kejadian didepan mereka. Tentu saja, karna salah satu dari dua gadis itu adalah dalang dari semua kejadian itu. Aurum.

 

“Nala-ah, kenapa kau mengotori baju seo byun? Kasihan dia.” Tanya aurum sembari tertawa mengejek.

 

“Aku tidak sengaja, maafkan aku.” Ucap nala yang berada tepat disamping kanan seo byun, dialah pelaku yang telah menumpahkan jus kebaju gadis malang itu.

 

“Ups! tidak sengaja, maafkan aku.” Nam jung yang berada disamping kiri seo byun mengambil paksa kacamata yang dipakai seo byun hingga membuat gadis itu gelabakan mencari kacamatanya yang saat ini tengah menjadi mainan nala dan nam jung. Aurum berjalan mendekat kearah tiga orang itu kemudian berdiri dengan angkuhnya didepan seo byun yang saat ini hampir saja menangis.

 

“Kau seharusnya mengikuti apa yang aku katakan tanpa banyak bantahan. Besok, aku ingin semua tugas sekolahku sudah selesai dan berada dimeja guru saat pagi harinya setelah itu kau harus mengisi daftar kehadiranku.” Ucap aurum panjang lebar. Dia kemudian mengambil jus strowberry yang ada ditangan minah yang berada disampingnya kemudian meminum jus itu hingga habis, mem-bully seseorang membuatnya sangat kehausan. Sedangkan minah hanya bisa menghela nafas pelan mengetahui jus yang baru diminumnya sedikit itu sudah dihabiskan oleh aurum, dia harus merelakannya biar bagaimanapun.

 

“Bereskan dia.” Lanjut aurum sembari berjalan keluar dari kelas menuju parkiran.

 

Saat berjalan dikoridor aurum mendengar suara derap langkah kaki terus mengikutinya, namun ia mengacuhkannya. Saat sampai diparkiran suara derap langkah kaki itu sudah berhenti mengikutinya, aurum masuk kedalam mobil sport hitam kesayangannya tanpa curiga sedikitpun. Baru saja ia ingin menyalakan mesin mobilnya, sebuah suara dari orang menyebalkan menginterupsi kegiatannya. Membuat ia menoleh dengan tatapan mata tajam yang bagi beberapa orang akan sangat menyeramkan dan membuat orang itu tidak mau berurusan dengannya, dia princess terkejam yang pernah ada dimuka bumi.

 

“Keluar dari mobilku, bodoh!” desis aurum tajam kearah orang yang saat ini duduk disampingnya, orang itu hanya mengangkat bahunya acuh. Sudah terbiasa dengan perlakuan si princess padanya.

 

“Seharusnya aku menjemputmu untuk kembali lebih awal agar aku tidak diomeli oleh dad, lihatlah kelakuanmu disini? Aku malu menjadi kakakmu Aurum.” Ucap orang itu sambil memandangi aurum dari atas sampai bawah dengan tatapan prihatin miliknya.

 

“Kau pikir aku tidak malu memiliki kakak bodoh sepertimu? Sudahlah, aku tidak mau kembali ketempat mengerikan itu. pergi dari mobilku!” usir aurum kurang ajar.

 

“Aku akan memaksamu dengan berbagai cara kalau begitu.” Lanjut orang itu.

 

 

~

 

 

Dia membenci tempat ini karna tempat ini begitu kuno tidak seperti dimensi manusia yang berteknologi begitu canggih, disini hanya ada hutan dimana mana. Dia sudah terlalu teracuni oleh dunia manusia sepertinya. Dia hanya belum tahu apa yang disembunyikan oleh daratan Academy Of King. Memang apa yang ada di Academy Of King selain hutan? Pikir Leania acuh.

 

“I’m Aurum Wu.” Sebuah suara dari depan kelas membuat pandangan leania teralih kedepan menuju sumber suara, ia seperti familiar dengan suara itu. dan benar saja, didepan sana ada musuh terbesarnya yang kemarin sempat menyiram tubuhnya dengan seember air dan sekarang tengah berdiri dengan angkuhnya didepan semua murid satu kelas. Apa apaan ini?! Kenapa gadis setengah setan itu bisa ada disini? Bukankah itu berarti dia juga memiliki kekuatan, oh~ ini bencana kalau gadis itu sampai melihatnya. Bukan apa apa, ia hanya tidak mau membuat keributan dikelas barunya.

 

“Kau bisa duduk disamping leania, Aurum.” Seisi kelas langsung memfokuskan pandangan mereka ke meja milik leania, ia sendiri baru menyadari bahwa kursi disebelahnya memang kosong. Ini pasti buruk.

 

Mata aurum melihat kesekeliling kelas mencari tempat duduk yang dimaksudkan oleh si guru. Matanya berhenti ketika melihat seorang gadis yang tampak tak asing dimatanya, tentu saja karna gadis itu adalah sasaran bully nya yang entah keberapa disekolahnya dulu. Tapi kenapa gadis itu bisa ada disekolah ini? Jadi selama ini dia memiliki kekuatan super seperti yang ia miliki, ini pasti seru pikir aurum. Saat Aurum tengah memperhatikan gadis itu ternyata gadis itu juga memperhatikannya, saat ini Aurum hanya bisa mengeluarkan seringaiannya yang khas untuk gadis itu. habislah kau.

 

Ia mulai melangkah mendekati tempat duduknya yang berada tepat disamping kanan gadis itu. namun sial karna ia mendapati ada teman kakaknya yang bernama sehun dan jongin juga duduk tepat disamping didepan tempat duduknya, kenapa ia harus diawasi layaknya anak TK  yang belum bisa apa apa? Kakaknya sungguh menyebalkan.

 

Sebenarnya sehun dan jongin ada disana karna mereka memang murid dikelas itu. Mereka masih tingkat dua dan potensi kekuatan kedua milik mereka belum muncul sehingga mereka harus berada dikelas itu. Sehun dan jongin termasuk junior yang beruntung karna bisa bergabung dengan sekelompok anak luar biasa se Academy Of King, bisakah disebut seperti itu?

 

“Kau ternyata memiliki kekuatan, mau battle denganku? Kita lihat sehebat apa dirimu.” Tawar Aurum dengan pandangan lurus kedepan tapi ia tidak mendengarkan apapun yang dijelaskan dipapan tulis.

 

“Hutan bagian barat Academy Of King, jam 7 malam.” Balas leania tak mau kalah. Kali ini ia harus mempertahankan harga dirinya di Academy Of King.

 

 

~

 

 

Aurum berdecak kesal, ia sangat ingin menendang kakaknya saat ini juga hingga terpental kedanau shawless dibelakang sekolah mereka. Bisakah kakaknya ini membiarkan adiknya sendiri sebentar saja? Kenapa ia harus mengajak Aurum piknik tengah malam dihutan bersama teman teman kakaknya yang membosankan itu. Sebenarnya ini masih jam setengah delapan, Aurum saja yang terlalu berlebihan dengan menganggap sekarang adalah tengah malam. Teman Teman kakaknya membosankan tapi tampan sehingga Aurum tidak bisa menolaknya, tapi tetap saja ini pemaksaan. Aurum harus mempertahankan harga dirinya malam ini juga, bila ia tidak datang maka leania akan mencapnya sebagai gadis pengecut dan Aurum tidak suka itu.

 

“sudah kubilang untuk memakai baju hangat dan lebih tertutup tapi kau hanya memakai hotpants dan kemeja, lihat sekarang siapa yang kedinginan?” Kris-kakak Aurum- menyampirkan mantel hitamnya pada bahu sang adik, dia sungguh menyayangi adik satu satunya itu.

 

“Aku suka memakainya, dan aku tidak sedang kedinginan. Berhentilah menganggapku anak anak aku sudah dewasa, kris!” ucap Aurum sebal. Kris hanya menggeleng tak habis pikir dengan sifat adiknya yang tidak pernah berubah, selalu keras kepala seperti ayah mereka.

 

“Kau bahkan belum memiliki surat izin mengemudi, jadi kau bisa dianggap dewasa dari sudut mana?” Ucap kris meremehkan.

 

“Mungkin dari sudut fisik, bukankah aku sudah terlihat seperti wanita dewasa?” Jawab aurum asal, dan kris langsung menghadiahkan sebuah geplakan dikepala adiknya.

 

“Aish kau! Jangan bicara sembarangan.” Laki laki itu mengelus kepala adiknya dengan sayang kemudian.

 

“Kita sudah sampai, duduk dengan tenang dan jangan berulah. Jadilah anak manis sebentar saja.” Ucap kris setelah mereka sampai ditengah tanah lapang yang berada dipinggir danau shawless, disana sudah ada api unggun yang menyala sebagai penghangat dan tungku panggangan untuk membuat sebuah pesta barbekyu. Tunggu, apa ini pesta penyambutan dari kris untuknya? Aurum langsung menoleh kesamping kirinya, menatap kris penuh curiga.

 

“Ini pesta penyambutan?” tanya Aurum antusias, kris menganggukkan kepalanya pelan sebelum Aurum benar benar memeluknya dengan sangat erat dan mengatakan bahwa ia menyayangi kris lebih dari apapun didunia ini. Adiknya ini benar benar menggemaskan bila sudah bahagia seperti ini.

 

Kebahagiaan Aurum hanya bertahan sebentar, senyum diwajah manisnya langsung hilang saat melihat leania datang bersama sang kakak dan ikut bergabung dengan mereka. Tak jauh beda dari Aurum, leania juga menampakkan ekspresi tidak sukanya saat melihat kehadiran Aurum. Jadi sekarang gadis itu sudah mulai berani menampakkan ekspresi itu terhadap Aurum, huh?

 

Ia sedikit menyikut lengan kris yang berada disampingnya, membuat lelaki jangkung itu menatapnya bingung.

 

“Aku ingin pergi dari sini.” Ucap Aurum pelan pada kris, namun semua yang berada ditempat itu masih bisa mendengarnya. Mereka langsung menatap Aurum penuh tanya. Api unggun didepan mereka semakin menyala. Kecurigaan langsung mereka layangkan pada kris, chanyeol, dan Aurum. Karna hanya ketiga orang itu yang memiliki kekuatan elemen api terkuat, tapi kecurigaan terbesar dijatuhkan pada Aurum. Kekuatan api yang Aurum miliki belum sestabil milik kakaknya ataupun chanyeol sehingga emosi Aurum yang tiba tiba bisa saja menyebabkan bencana, contohnya api unggun yang semakin menyala walaupun belum bisa disebut bencana.

 

Aurum ikut berdiri saat leania berdiri, mereka sama sama meninggalkan tempat itu tanpa sepatah katapun. Beberapa saat lalu mereka baru saja saling bertelepati, dan hanya mereka yang tahu apa yang mereka bicarakan. Yang lain tidak berniat menghentikan kedua gadis itu saat punggung mereka mulai menghilang dalam kegelapan hutan barat.

 

WUSHH!

 

Aurum melayangkan api dari tangannya kepunggung leania yang membelakanginya. Membuat gadis itu terkejut dan refleks membuatnya berbalik, menatap mata aurum yang berkilat emosi. Ia tersenyum samar, api memang tidak pernah stabil begitu juga gadis didepannya.

 

“Apa kau merasa kalah?” ejek leania.

 

“Aku tidak akan pernah kalah dari mahluk sepertimu.” Balas aurum sengit, dia sangat marah saat ini.

 

“Baiklah, bersiaplah untuk membeku selamanya.” Ucap leania dingin.

 

Angin bertiup kencang secara tiba tiba disekitar mereka, pohon pohon bergoyang bak takut akan sesuatu. Udara menjadi dingin dan membuat bulu roma siapapun menjadi merinding, angin yang bertiup bagaikan sebuah bisikan malaikat kematian yang bersiap mencabut nyawa siapapun. Leania mulai kalap tanpa ia sadari. Sedangkan aurum, gadis itu mengambil ancang ancang. Sebuah lingkaran api raksasa mengelilingi mereka berdua, sejak awal emosi aurum memang sudah meluap luap. Angin bertiup semakin kencang dan membuat api berwarna merah itu semakin membara, udara sekitar menjadi panas dingin tak terkendali karna kedua gadis itu.

 

“Ini untuk semua perbuatanmu padaku!” Sebuah cahaya berwarna biru krystal melesat dengan cepat kearah aurum, namun gadis itu segera mengelak kearah kiri hingga akhirnya cahaya biru krystal itu malah membekukan pohon yang tengah terbakar dibelakang aurum.

 

Bahkan pohon yang tengah terbakar itu menjadi beku karna kekuatan beku milik leania. Aurum mengertakkan gigi kesal ditempatnya, bagaimana bisa api miliknya menjadi beku karna es batu milik gadis itu? Ia tidak boleh terlihat lemah. Tidak pula didepan musuhnya itu.

 

“Sialan!” Umpat Aurum.

 

Kalau di film film akan muncul sejenis monster api, saat ini aurum lah yang menjadi monster. Dia terlalu kalap hingga tubuhnya mengeluarkan kobaran api yang menyala, mata gadis itu seketika berubah menjadi merah darah karna amarahnya sendiri. Harusnya ada seseorang yang menghentikan aurum sebelum akhirnya gadis itu meleburkan seluruh dataran Academy Of King dengan kekuatannya.

 

Peluh membasahi hampir seluruh permukaan kulit leania akibat efek api milik aurum. Sebuah sayap biru lembut segera muncul di punggungnya, lebih baik ia segera pergi dari tempat itu sebelum ia menjadi abu tidak berguna. Entah darimana ia mendapatkan sayap itu, leania lupa kapan pastinya ia mendapatkan sayap itu. Ia hampir saja pergi namun lengannya segera ditahan oleh aurum, refleks ia mendorong keras badan aurum hingga mundur dan dengan telak menabrak sebuah pohon dibelakangnya. Gadis itu mungkin sebentar lagi akan mengeluarkan sepasang tanduk merah dari kepalanya. Leania tertawa meremehkan, tak perduli pada luka melepuh dilengan kirinya.

 

Ia berjalan mendekat kearah aurum yang masih mengambil nafas dan terduduk didekat pohon. Leania dengan kasar menginjak dada aurum hingga gadis itu berbaring ditanah menggunakan kaki kanannya, dia tertawa puas. Namun aurum tersenyum sinis tanpa leania sadari, gadis itu terlalu larut pada euforia kemenangan sesaatnya tanpa menyadari gelagat licik aurum.

 

Aurum mencengkram pergelangan kaki leania dengan kedua telapak tangannya yang membara, mungkin akan menyebabkan luka bakar yang cukup parah. Leania meringis kesakitan dan tidak bisa terlalu banyak berkutik karna aurum mencengkram kakinya dengan kuat dan tidak memberinya celah sedikitpun untuk lepas, ditengah kesakitannya itu leania mendapatkan sebuah ide. Tangan kanannya ia rentangkan diudara, dan perlahan udara dingin membentuk sebuah pedang perak bercahaya kebiruan. Ia segera melayangkan pedang itu ketangan aurum, membuat lengan gadis itu terluka dan melepaskan kakinya.

 

“Kau bermain senjata ternyata.” Gumam aurum.

 

Api ditubuh gadis itu segera menghilang dan tergantikan dengan dua buah pedang membara di setiap tangan gadis itu, terlihat beberapa bagian kemejanya yang robek akibat api yang membara di tubuh aurum beberapa saat yang lalu. Leania bergerak cepat, ia berulang kali berusaha menghujamkan pedang miliknya ke semua bagian tubuh aurum namun tidak berhasil karna aurum selalu berhasil menangkisnya. Suara gesekan pedang mereka memenuhi tempat yang dikelilingi api dan udara dingin yang entah kenapa bisa berada ditempat yang sama untuk waktu yang lama, seperti tidak ada yang mau mengalah.

 

 

**

 

 

“Apa yang terjadi, kris? tentang api unggun yang tiba tiba menjadi tidak terkendali ini. Kurasa kau adalah kandidat terkuat yang bisa menjelaskannya, ini tentang adikmu.” Ucap chanyeol tiba tiba, membuat hampir semua orang yang ada disana memandang pria itu dan kris secara bergantian.

 

Jujur, entah ini hanya perasaannya saja atau memang situasi disekitarnya berubah jadi kacau tanpa ia sadari. Pertama, ia mulai menyadari bahwa hawa di sekitar mereka berubah menjadi panas dan dingin secara tiba tiba. Dan lagi, tadi aurum pergi tanpa mengatakan alasan yang lengkap. Tapi apa yang membuatnya menjadi segelisah ini? aurum masih baru di Academy Of King, kemungkinan untuk gadis itu membuat masalah masih kecil.

 

“Ada bau terbakar.” Kali ini Minseok berujar sambil mengeratkan jaket yang ia pakai. Hawa disekitarnya sangat dingin namun kemunculan bau seperti benda terbakar ini sungguh membingungkan. Tiba tiba ia mengkhawatirkan leania, tidak biasanya gadis itu pergi tanpa banyak penjelasan seperti beberapa saat lalu.

 

“Ada getaran amarah diatas hutan bagian barat.” Gumam kyungsoo sambil meminum soda miliknya.

 

“Ucapanmu terkadang bisa tidak akurat.” Balas joonmyeon sambil menghabiskan sisa snack miliknya.

 

“Tidak kalau getaran amarah itu begitu kuat. Kuyakin seseorang disini juga merasakannya namun terus berusaha untuk tidak ikut campur.” Kyungsoo melirik sekilas pada luhan yang duduk berhadapan dengannya, sekilas namun tajam dan dipenuhi oleh senyuman sinis. Semua yakin kalau kyungsoo mulai kecanduan menonton film psikopat, darimana ia mendapatkan senyum dan tatapan sinis itu? Pasti kyungsoo mengetahui sesuatu dan luhan juga begitu, namun kyungsoo tidak mau mengatakannya sebelum luhan.

 

“Kau menyembunyikan sesuatu, Lu?” Tanya minseok pelan.

 

Luhan menghembuskan nafasnya cukup panjang sebelum menemukan kata kata untuk bicara.

 

“Kurasa yang bisa menjelaskan hal itu hanya Aurum dan Leania, mereka memiliki masalah tersendiri sejak dulu. Aku mendengar dengan jelas telepati mereka, kurasa mereka belum tahu batasan tentang kekuatan masing masing.” Jelas luhan, baik kris maupun minseok langsung mendelik pada pria itu. Kenapa ia tidak mengatakan hal itu sejak tadi?!

 

“Kusarankan kalian untuk mencari mereka di hutan bagian barat, itupun kalau kalian benar benar percaya pada instingku dan mengkhawatirkan mereka.”Kyungsoo mengangkat bahunya acuh.

 

“Kusarankan untuk pergi kehutan barat secara berpencar, semua terlihat akan menjadi sulit setelah kita sampai disana.” Saran Yixing.

 

“Apalagi ulahmu sekarang Aurum Wu?! Aku akan merajammu setelah ini!” Geram kris sembari mengacak acak rambutnya frustasi. Minseok menepuk bahu pria itu.

 

“Tenang kris, baik Leania maupun Aurum masih anak anak. Mereka masih labil, memang kekacauan sebesar apa yang bisa dibuat oleh murid dengan kekuatan tingkat dua seperti mereka?” Ucap minseok menenangkan. Namun jauh disana, kris bisa merasakan kekhawatiran yang sama seperti yang ia rasakan sekarang dalam nada suara minseok. Ini naluri seorang kakak.

 

“Sebaiknya kita segera pergi, ayo.” Lanjut minseok.

 

 

**

 

 

Siapa yang berkata pada minseok maupun kris untuk tetap tenang? Kedua orang itu akan menghajarnya bergantian setelah ini. Bagaimana bisa mereka tetap tenang saat melihat separuh hutan barat hampir terbakar dan sebagian lagi hampir menjadi es abadi, ditambah kedua orang yang sedang bertarung mati matian didalam lingkaran api merah itu sangat mengusik mereka. Mereka berdua belas tidak ada yang berani melerai, bisa dibayangkan betapa kuatnya kedua gadis itu hingga mereka bahkan masih bisa bertahan dengan luka luka itu sampai saat ini tanpa ada niatan untuk menyerah sedikitpun. Kalau mereka nekat maju untuk melerai, tidak terbayangkan apa konsekuensi yang akan mereka dapat setelahnya. Api yang mengelilingi kedua gadis itu sudah sepanas bara api neraka dari jarak sepuluh meter, apalagi kalau mereka sampai melewatinya.

 

“Mereka berdua akan mati jika tidak ada yang bisa menghentikan pertarungan ini.” Gumam jongdae sambil menatap ngeri lingkaran api didepan mereka. Joonmyeon segera memberi tatapan membunuh untuk jongdae.

 

“Joon, bisa kau membuat hujan untuk menghentikan kobaran api ini?” Tanya kris, peluh sudah membasahi pelipisnya sejak tadi. Dia tidak tenang sama sekali saat melihat aurum bagai kehilangan dirinya didalam lingkaran api, gadis didalam lingkaran api itu sama sekali tidak terlihat seperti adiknya.

 

“Itu malah akan membuat daratan ini beku, udara dingin dari amarah leania malah akan membekukan tempat ini jika kalian masih nekat membuat hujan buatan untuk mematikan api milik aurum. Tanpa api aurum, bisa dipastikan daratan ini sudah menjadi daratan es abadi.” Minseok berucap dengan nada yang turun naik, dia takut dan khawatir.

 

“Kalau begitu kita hentikan saja udara dingin ini menggunakan api chanyeol dan kris hyung.” Saran jongin. Kris menggeleng keras.

 

“Aku tidak mau mengambil resiko tempat ini akan menjadi sebuah neraka kedua setelahnya, udara dingin inilah yang menahan api aurum untuk tidak menjadi semakin ganas.” Jelas kris frustasi.

 

“Ini semua membuatku pusing, kenapa kedua gadis itu harus sekuat ini?!” Rutuk sehun ikut ikutan frustasi.

 

“Tapi kita lebih kuat.” Ucap tao, semua langsung menatap pria yang diam saja sejak tadi itu dengan tatapan berbinar.

 

 

 

 

 

 

-TBC-

 

It just a teaser guys kkkk. JiYeol gak terlalu percaya diri sama fanfic yang satu ini karna sepertinya ide fanfic ini emang sepasaran itu, mungkin diluaran sana ada yang bahkan lebih bagus dari ini. Tapi apa salah mencoba ya, kan? JiYeol cukup pasrah aja deh, soalnya disamping ini JiYeol juga masih punya banyak hutang fanfic. Udah itu aja, bagi kalian yang suka kalian bisa berbaik hati untuk komen karna JiYeol selalu terbuka untuk komenan kalian. See you next time~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s