[CHEN BIRTHDAY PROJECT] 7과 4분 의3 VER. 3 — IRISH’s Story

irish-7%ea%b3%bc4%eb%b6%84%ec%9d%983

   7과 4분 의3 VER. 1  

  EXO`s Chen & DIA`s Yebin 

   with EXO`s D.O.  

  crime, psychology, thriller story rated by T served in ficlet length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved

Just for my love.

Series list:

〉〉 Lay x IreneKris x MomoChanyeol x JinsolD.O. x KeiKai x MijooXiumin x SeulgiSehun x SeungheeLuhan x ChunghaTao x MijooBaekhyun x SowonSuho x Sana 〈〈

Chen x Yebin – Ver. 1Ver. 2 

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

KIM JONGDAE VER.

“Kudengar akhir-akhir ini kau punya teman dekat lain.”

Aku tersentak saat mendengar ucapan Dokter Do. Bisa-bisanya ia tahu tentang kedekatanku dengan orang lain? Apa selama ini ia mempekerjakan seseorang untuk mengikutiku? Atau ia memasang perekam suara di suatu tempat yang ada di dekatku?

“Apa urusannya denganmu jika aku dekat atau tidak dengan seseorang?” aku berucap acuh padanya, berharap ia tidak akan menganggap apa yang aku ucapkan meski kemungkinannya sangat kecil.

“Tapi kenapa? Kupikir kau tertarik pada Yebin. Aku bahkan sudah berpesan pada rekanku untuk memperlakukannya seolah ia adalah pasien VIP. Kenapa sekarang kau mengacuhkannya?”

Aku menatap Dokter Do dengan pandangan tidak percaya. Apa ia tidak bisa melihat apa alasanku? Apa sikapnya pada Yebin saja tidak cukup bagiku untuk tahu jika ia tengah merencanakan sesuatu yang buruk terhadapku?

“Aku benar-benar tidak bisa memahamimu.” ia beranjak dari tempat duduknya, mendekatiku dan menepuk bahuku beberapa kali sebelum lagi-lagi ia membuka mulut. “Berhati-hatilah, Jongdae. Pasti ada orang yang merasa tidak nyaman karena kau terus berdekatan dengan gadis itu.”

Seseorang itu, memangnya aku tidak tahu kalau dia lah orangnya? Dokter psikopat yang orang-orang pikir tidak akan tega bahkan untuk sekedar menyakiti serangga namun nyatanya adalah seorang pembunuh ulung yang begitu jenius dalam memperalat orang lain untuk merealisasikan rencana liciknya.

Rencana apa yang sekarang tengah ia buat untuk membunuhku? Ia tidak berpikir jika aku akan mudah terjebak dalam rencananya bukan?

██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

BAEK YEBIN VER.

 Apa yang akan terjadi padanya jika aku setuju pada ucapan dokter kemarin? Apa dia akan benar-benar mati? Apa dokter itu akan membuatku tahu bahwa ia benar-benar mati? Tapi mengapa? Mengapa dokter itu mau repot-repot menunjukkan kematian seseorang padaku?

Ia bahkan meminta imbalan—ah, sial. Sekarang aku tak bisa berhenti berpikiran buruk tentang dokter itu. Sudah kukatakan bahwa aku tidak percaya jika di dunia ini ada orang yang benar-benar baik bukan?

Aku sendiri bahkan bukan orang baik. Sekarang, aku tengah berdiri di ambang baik-buruk yang kuciptakan dalam duniaku sendiri. Mengingat bagaimana penderitaan yang akan aku hadapi karena kecacatan yang sudah Jongdae ciptakan, aku rasa cukup adil bagiku untuk menuntut kematiannya.

“Buktikan kalau dia benar-benar mati, ssaem.” aku akhirnya berucap, sudah beberapa menit dokter ini menunggu, dokter yang bahkan tidak kuketahui namanya, dan tidak juga kuketahui apa ia benar-benar seorang dokter.

“Jangan khawatir, kau dan aku, akan menyaksikan kematiannya. Sudah kukatakan hal itu kemarin bukan?”

██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

DO KYUNGSOO VER.

“Melenyapkanmu, tentu saja. Sudah kukatakan aku akan membantumu bukan?”

“Apa dia akan dibunuh?” pertanyaan gadis yang kini berdiri di sebelahku tanpa sadar membuat tawaku ingin meledak.

“Ya, bukankah kau ingin melihatnya terbunuh?”

“Kau merencanakannya?” pertanyaan selanjutnya dari gadis itu justru membuatku menahan tawa. Untuk apa aku repot-repot merencanakan hal seperti ini saat seseorang sudah dengan suka rela melakukannya?

“Kau tidak ingat apa yang kukatakan padamu kemarin? Dia akan mati, dengan atau tanpa rencanaku. Yang kujanjikan padamu adalah bagaimana proses kematiannya. Bukankah begitu?”

Gadis di sebelahku—Baek Yebin—terdiam sejenak. Jemarinya kini bergerak menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga, membuat senyumku tanpa sadar melebar, teringat bahwa tidak akan lama lagi, aku akan mendapatkan apa yang kuinginkan.

“Apa yang sekarang terjadi padanya?”

“Seorang pria membekapnya hingga tidak sadarkan diri, dan sekarang tengah menyeretnya ke tempat lain. Kau ingin melihatnya?” tanyaku pada Yebin, ekspresinya sekarang berubah khawatir.

“Bagaimana jika seseorang melihat kita?”

Aku tertawa pelan. “Tidak akan ada yang melihat kita, tenang saja.” ucapku, menarik lengannya untuk mengikuti langkahku. Jongdae nyatanya di seret ke sebuah ruangan di sudut yang dipenuhi barang-barang tidak terpakai.

“Apa yang terjadi?” lagi-lagi Yebin bertanya.

“Tangan dan kakinya diplester, begitu juga dengan mulutnya. Oh, kau pasti suka melihat ini, Yebin. Kupikir pria itu sedang berusaha membuat Jongdae terlihat seperti bunuh diri.”

“Apa maksudmu?”

“Sebuah tali tambang diikatkan ke lehernya, dan tali itu di hubungkan ke kayu langit-langit ruangan. Sekarang Jongdae tengah ditarik ke langit-langit, ia terbangun dan berusaha melepaskan diri dengan ekspresi yang sangat menggelikan.

“Jongdae sekarang kesulitan bernafas, wajahnya memerah dan matanya membelalak, tapi dia masih berusaha meronta seperti ikan yang dibiarkan di daratan. Oh, Jongdae sudah tidak banyak meronta, dan sekarang bahkan sudah lemas. Dia sudah mati, kurasa.”

“Benarkah?” pertanyaan Yebin membuatku menatapnya.

“Kau tidak percaya? Haruskah aku membawamu ke sana untuk menyentuh mayatnya saat pria itu nanti pergi?” tawarku segera membuat Yebin menggeleng cepat.

“Tidak perlu. Apa yang sekarang terjadi padanya?”

Aku lagi-lagi memandang ke arah kejadian kecil di depanku.

“Pria itu membuka plester yang ada di kaki dan tangan Jongdae, juga mulutnya. Dia menaiki kursi bekas yang tadi ia pakai untuk mengikatkan tali ke kayu langit-langit untuk naik dan membuat ikatan tali tersebut terlihat seolah Jongdae yang membuatnya.

“Ah, aku sedikit kecewa karena pria itu tidak menggunakan palu untuk memecahkan kepala Jongdae, padahal tadi kupikir ia akan melakukan hal menarik semacam itu. Tapi ternyata dia memilih cara paling simpel.”

Kuperhatikan ekspresi Yebin, ia menyernyit membayangkan hal mengerikan tersebut. Tentu baginya pemandangan semacam itu akan mengganggu, padahal bagiku pemandangan semacam itu sangat menyenangkan.

“Pria itu sudah pergi. Meninggalkan Jongdae yang terlihat seolah bunuh diri.” ucapku ketika pintu ruangan kecil tempat tubuh Jongdae sekarang tergantung sudah ditutup dengan rapat.

Yebin masih terdiam. Ia dengan canggung memainkan jemarinya.

“Imbalan apa yang kau inginkan, ssaem? Kau belum memberitahuku sejak kemarin.” tuturnya lembut.

“Ah, ya. Aku hampir saja lupa.” jawabku sambil tersenyum kecil. “Aku tidak minta hal yang sulit. Sebenarnya, aku hanya ingin menyenangkan hati orang yang aku cintai.”

“Siapa?” tanyanya ragu.

“Adikku.”

“Apa yang adikmu inginkan?” tanyanya membuat senyum kembali mengembang di wajahku. Ia sudah menawarkan diri untuk memenuhi keinginan adikku, bukan?

“Dia ingin aku membunuhmu, Baek Yebin.”

FIN

.

.

.

IRISH’s Fingernotes:

Ini enggak begitu thriller. Serius. Gak thriller sama sekali dan emang aku lagi enggak ada mood buat bikin thriller. Otak aku akhir-akhir ini dipenuhi sama sejarah dan politik, jiwa aku lagi berubah haluan jadi anak berjiwa IPS akhir-akhir ini.

Akhir-akhir ini aku curiga aku sudah jadi korban nyamuk tse-tse karena kalau liat layar laptop bawaannya pengen merem. Apa ini efek hawa di tempat pelatihan yang begitu adem ayem dan mendukung buat terus-terusan tidur? Entahlah.

Mungkin juga karena series ini sudah mencapai titik darah penghabisan jadi aku sudah enggak bisa begitu sadis membunuh anak-anak EXO. Mungkin juga karena Jongdae bias jadi enggak tega buat bunuh dia, LOL.

Atau mungkin karena hari ini tanggal dua tiga september, tanggal bersejarah untukku dan kelangsungan hidupku, LOL. Btw, nanti edisi Lay akan jadi penutup series thrillerku, huhu. Nanti tunggu ide lain lagi buat series Birthday EXO, LOL lagi.

.

.

.

[HELP! Aku lagi-lagi butuh vote → HELP! I NEED YOUR VOTE (2) ]

.

.

| MY SHOW |

| Instagram | Line | Twitter | Wattpad | WordPress |

9 thoughts on “[CHEN BIRTHDAY PROJECT] 7과 4분 의3 VER. 3 — IRISH’s Story

  1. Kak iriiiiiiiiish… Ya ampun ya ampun… Aku bener2 dibuat bingung deh. Jadi dio itu beneran mati ya? Jadi yg dimakan sehun itu beneran dio..? Aaaaakk… Tidaaaaaaak!!! Aku dah dibuat terkejut lantaran dio-ku yg selama ini kalem, imut, unyu, polos pokoknya…….. Ampun deh… Bner2 kagak nyangka jadi kejem begitu…. Kagak ikhlas sumpah matinya kek gitu. Hiks..
    Kagak mudeng dibagian adiknya baekbaek. Siapasih? Apa janjangan akunya yg gafokus ya.. Ah entahlah.. Pokoknya ini T.O.P bangeutttttss.. Gaksabar gimana kelanjutannya.

  2. Maafkan, baru komen sekarang..
    terlalu serius baca story ini dari awal Lay ver. ga kerasa ini udah mau akhir..
    kenapa kaka jdi kan kyungsoo saiko gini ka? tpi entah kenapa aku suka wkwkwkkwkk..
    ditunggu lay nya yah ka🙂
    mangat.. mangat..^^

  3. Yah…udh selesai aja rish…kirain jong dE penutup…
    Tp jujur aku masih penasaran ama nasib Do Kyungsoo, dia mati gak sih?
    Aku kira jawabannya ada di kisah chen ini…
    Tahunya..
    Masih menunggu lagi…
    Menunggu…rasanya aku selalu menunggu…
    Menunggu update chapter baru dari setiap fic yang kamu buat…
    Fighting! Semoga tangannya cepet sembuh dan cepet update aplg one and only. Aku udh karatan nungguin kisah bebek ama yeri..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s