[Chen Birthday Project] Perfect-mate!

chen

[Chen Birthday Project] Perfect-mate!

Chen x You ׀ Romance, Slice of Life ׀ G ׀ Ficlet

“Aku tidak marah, oke?”

nokaav’s work on two thousands and sixteen after century

“Kenapa tidak mengangkat teleponku?”

Jongdae, yang entah muncul darimana, menjajari langkahku sembari mengulurkan satu cone es krim cokelat. Dilhat dari sudut mata, pemuda yang empat tahun lebih tua dariku itu tengah mengulas senyum.

“Aku sedang marah,” jawabku santai, membuka kertas tebal yang membungkus es krim cokelatku sebelum mengulurkannya pada Jongdae. “Kau mau?”

“Punyaku sudah habis,” balas Jongdae. “Kenapa marah? Aku buat salah lagi ya?”

“Kau lupa lagi dengan janjimu.”

“Janji yang ma–astaga! Mengantarmu ke toko buku ya? Maafkan aku.” Jongdae melangkah lebih cepat dan berhenti mendadak, menghadapku. “Aku memarkir mobil di ujung jalan ini. Kau mau menunggu?”

Aku tersenyum, menurunkan es krim cokelatku lebih rendah agar bisa menatap wajah menyesal Jongdae. “Sudahlah, lupakan. Lagipula ini sudah menjelang malam. Bagiku, bukan lagi waktu yang pas untuk mencari buku.”

“Kau mau apa sekarang?” Jongdae mengulurkan tangannya. Ibu jarinya mengusap sudut bibirku yang–sepertinya–belepotan es krim. “Aku siap menemanimu kemanapun malam ini. Maafkan aku ya?”

“Aku capek,” jawabku sembari mengulas senyum. Menoleh ke kiri, aku baru sadar sudah sampai halaman rumah. “Aku boleh masuk dan tidur saja? Lain kali kita pergi ber–”

“Kau masih marah,” potong Jongdae cepat. “Kau pasti masih kesal padaku sampai enggan berlama-lama denganku. Iya ‘kan?”

Hening. Aku menunduk menatap ujung sepatu Jongdae yang merupakan hadiah ulang tahun dariku tahun lalu. Menyadari Jongdae menggunakan barang pemberianku, entah kenapa aku merasa sangat sangat bahagia. Kekesalan yang baru saja bersarang karena dia melupakan janjinya, lenyap entah kemana.

“Sayang, kau ada tugas presentasi untuk besok pagi ‘kan?” tanyaku setelah mengangkat wajah dan menatap Jongdae. “Aku tidak marah, oke? Aku benar-benar lelah, dan aku tahu kau sama lelahnya. Bagaimana kalau kita atur ulang untuk akhir minggu?”

Deal.” Jongdae mengulas senyum sebelum mengusap rambutku dengan lembut. “Paginya ingatkan aku ya? Kau tahu belakangan ini penyakit lupa-ku semakin parah.”

Aku mengangguk. “Pulanglah dan istirahat. Hati-hati dan fokus menyetir, jangan pikirkan aku selama di jalan.”

“Kau juga selamat tidur,” ujar Jongdae pelan sebelum mendekatkan wajahnya dan berbisik jauh lebih pelan. “Es krimnya meleleh, ujung kemejamu berubah warna, Sayang.”

End.

Wohooo! Happy birthday, Jongdaeyi!

Maafkan diri ini yang hanya bisa memberi tiga ratus kata untuk hari spesialmu mz. Yang penting cintaku padamu ga sesedikit itu hahaha❤

and…

Happy comeback! See you soon❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s