[Chen Birthday Project] This Feeling | by L.Kyo

arrvhv9

Title: This Feeling | Author: L.Kyo♪  | Cast: Son Wendy (Red Velvet), Kim Jongdae (EXO), Kang Seulgi (Red Velvet) | Genre: Romance, Fluff, Au! Life | Rating: PG-15 | Lenght: Ficlet | Disclamer: This story is mine. Don’t plagiarize or copy without my permission.

 

[ https://agathairene.wordpress.com/ ]

.

Summary: Bahkan aku ingin mimpi itu benar-benar nyata

_____

 

H A P P Y R E A D I N G

“Wendy-ya! Pegang tanganku!” Jongdae menengadahkan tangannya, menampakkan telapak tangannya yang bersiap meremat tangan Wendy dalam kehangatan. Awalnya gadis itu ragu namun ia menepisnya. Bahkan ia tak tahu kenapa semua indera dalam tubuhnya seakan mengikuti apapun didalam pikirannya.

 

Selama berjalan gadis itu terdiam, bahkan matanya masih terfokus pada punggung lebar milik lelaki itu. Ia ingin memeluknya. Sangat. Merasakan bagaimana hangat dan nyamannya punggung itu kala ia sudah lama tak menikmatinya. “Jongdae-ya! Aku sangat merindukanmu!” Semuanya gelap saat Wendy berhasil merengkuh punggung Jongdae dalam dekapannya.

 

***

 

Kantung mata tebal, rambut acak-acakan dan gerak tubuh malas saat pagi yang begitu cerah. Ayolah, ini adalah hari ujian sekolahnya. Dan baru kali ini ia tidur tak tenang. Belajar larut malam bahkan ia mendapatkan hadiah mimpi yang seharusnya ia tak dapatkan.

 

Kim Jongdae. Bahkan Wendy bertanya-tanya kenapa alam bawah sadarnya sama sekali tak mau bekerjasama? Bahkan ia sudah kenyang saat kejadian kemarin. Sungguh, ia tak tahu apapun. Bahkan ia ingin mengumpat tatkala teman-temannya menjebaknya untuk melihat presentasi Jongdae lusa kemarin.

 

Wendy malu, sangat malu. Didalam ruangan itu bahkan tak genap 20 orang. Dan sialnya ia harus terpaksa menjadi perwakilan kelas untuk menjadi audience. Bahkan ia sama sekali tak mempersiapkan pertanyaan untuk presentasi debat Jongdae yang akan diikuti minggu depan sebagai perlombaan.

 

Bahkan ia ingin merutuk dan mengumpat tatkala semua orang memandangnya curiga. Demi Tuhan, tak ada maksud lain selain menjadi perwakilan. Bukan karena ingin memberi dukungan. Demi apa, mereka sudah tak berhubungan lagi. Hanya sebagai teman saat ini. Itu saja.

 

“Wendy-ya! Kau baik-baik saja?” Seulgi memegang dahi Wendy yang tak panas. “Aku sehat Kang! Sangat sehat!” Pandangan Wendy lesu. Bahkan ia sama sekali tak lupa bagaimana Jongdae memandangnya kaget kala itu. Sungguh, ia bisa membaca matanya bahwa seolah kemunculannya adalah sebuah masalah.

 

Bukannya presentasi serius justru menjadi bahan olokan hubungan mereka. Wendy meremat seragamnya dan bahkan rasa malu masih kental diotaknya. “Kau tahu, 2 hari ini aku sering memimpikan Jongdae. Apa yang harus aku lakukan?” Wendy menggoyangkan bahu Seulgi kesal. Ayolah, ia ingin terbebas dari semua penderitaan ini.

 

Perasaan yang masih melekat selama setahun lebih bahkan tak hilang. Ia sudah mencari cara lain tapi alam bawah sadarnya seolah tak menuruti keinginannya. “Kau masih menyukainya. Jangan mengelak!” Kata Seulgi seolah tak peduli. “Kau sama sekali tak membantuku! Aku pergi!” Wendy beranjak dan meninggalkan Seulgi yang masih tetap berkutat dikertas gambarnya.

 

***

 

“Wendy-ya! Pegang tanganku!”

“Wendy-ya! Pegang tanganku!”

“Wendy-ya! Pegang tanganku!”

“Wendy-ya! Pegang tanganku!”

“Wendy-ya! Pegang tanganku!”

 

Suara Jongdae dalam mimpi itu bahkan membuat Wendy gila. Gadis itu berjalan cepat melewati koridor. Oke, hari ini sudah siang. Panas menyengat mengenai tiap pori kulitnya. Rasa kantuk yang sangat mungkin itu sedikit faktor suara Jongdae terngiang. Ia butuh cuci muka kali ini.

 

“Astaga!” Dan jantung Wendy seolah berhenti berdetak. Manik matanya menangkap sosok mengejutkan. Bahkan lebih menakutkan dari boneka kesayangan Kaonashinya. “Se … selamat siang!” Wendy membungkuk lalu berlari kecil menjauh seolah baru saja bertemu dengan seorang gangster.

 

“Kenapa dia?” Jongdae menggaruk tengkuk lehernya bahkan ia membiarkan bukunya terjatuh sementara matanya masih terfokus pada sosok gadis yang baru saja menabraknya. “Itu Wendy?” Dan senyum Jongdae merekah. Lelaki itu mengambil ponselnya dan mengambil gambar. Bahkan sosok gadis kecil itu terpampang jelas dilayar ponselnya.

 

“Kau sama seperti dulu”. Senyum khas Jongdae bahkan tak surut. Ia mengambil bukunya lalu berlalu. Bahkan ia tak sadar jika Wendy melihatnya berlalu dibalik pohon yang menjadi sumber pelindungnya. Nafas Wendy sesak. Dan pertama kalinya ia bertemu Jongdae sedekat itu. “Bahkan rasa ini bertambah hebat sebelum jatuh cinta dulu”.

 

Wendy merengut. Menatap punggung Jongdae yang sangat ingin ia peluk. “Bahkan aku ingin mimpi itu benar-benar nyata. Aku merindukanmu! Sangat merindukanmu!” Jika saja ia bisa, jika ia bisa berani mengungkapnya. Apalah daya ia hanya gadis pemalu dan hanyalah tetap menunggu Jongdae menyebut namanya. Berharap semua angan dalam alam bawahnya menjadi nyata.

 

-FIN-

4 thoughts on “[Chen Birthday Project] This Feeling | by L.Kyo

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s