[Chen Birthday Project] Shooting Star

tumblr_nsy6owvrqb1u2frn9o1_500

Shooting Star

A Short Fiction by PutriPucuk (@yeyehae23)

Starring by:

[EXO’s] Kim Jongdae & [OC’s] Kim Young Mi

PG-13 || Drabble || failed fluff

.

“Aku tidak tahu. Aku hanya memikirkanmu saat bintang itu jatuh.”

.

©PutriPucuk2016

***

Sesungguhnya Jongdae sudah sangat ingin untuk menenggelamkan diri di kasur  dan terlelap malam ini. Ketika kelopaknya mulai tertutup merekahkan bunga tidur, ponselnya yang terletak di atas meja belajarnya bergetar hebat dan panjang. Penanda sebuah telepon masuk.

Sangat mengganggu.

Ponsel itu kemudian membisu. Mungkin si penelepon tahu jika Jongdae kelelahan dan membiarkan ia beristirahat. Namun semua itu hanya sementara ketika ponselnya kembali bergetar, membuat Jongdae mau tak mau harus bangkit dari zona nyamannya. Dengan cepat ia meraih ponsel itu dan melihat nama yang tak asing tertera di layarnya. Nama yang membuatnya berpikir diluar kebiasannya untuk beberapa hari ini.

“Halo?”

“Halo? Jongdae-yah?” suara feminim Young Mi menyeruak. Jongdae kembali ke kasur nyamannya dengan ponsel yang masih tertempel di telinga.

“Ya, ini aku. Ada apa?”

“Apa aku mengganggumu?”

Sejujurnya Jongdae ingin sekali berkata ‘Iya’. Tubuhnya kelelahan akibat mengikuti latihan american football yang terkenal keras di sekolah tadi sore. Namun sepertinya ada sesuatu yang tidak ingin Jongdae lewatkan begitu saja, mengingat selama seharian ini pun ia tidak bertemu Young Mi di sekolah yang juga sibuk berkutat dengan tumpukan buku untuk olimpiade astronomi mendatang.

Jadi, biarkan Jongdae mengalahkan rasa lelahnya malam ini demi gadis bernama Kim Young Mi.

“Tidak. Ada apa?”

Terdapat sedikit jeda diantara lara mereka hingga akhirnya Young Mi bersuara, Umm~ Bisakah kau keluar sebentar?”

“Keluar? Maksudmu keluar rumah?”

Gadis itu mengurai tawa. “Tidak, tidak. Cukup di balkon kamarmu.”

Meski ragu, Jongdae membangkitkan raganya. Tungkai kurusnya merangkai langkah menuju balkon. Seketika itu pula udara malam menyapanya dengan anggun ketika ia tiba disana. Cukup membuat Jongdae menggigil, dan oh—Jongdae bahkan merasa dirinya mulai terserang flu mengingat kebisaan buruknya yang suka mandi larut malam beberapa hari ini.

“Baiklah, nona, sekarang ada hal menarik apa di luar? Aku kedinginan.”

Young Mi kembali tertawa. “Sekarang lihatlah ke atas.”

Jongdae mendongakkan kepalanya, mendapati langit kelam bersamuderakan ribuan bintang tak berujung hingga ke peraduan. Malam yang cantik dalam kedinginan yang berusaha menelanjangi manusia. Membawa kenangan manis bersama arus bintang yang tak pernah pudar dan berkesudahan.

“Baiklah, malam ini sangat cerah. Bintang bahkan berkedip genit ke arahku.”

Tawa Young Mi kembali meledak, kali ini lebih keras hingga membuat Jongdae ikut mengukir lengkungan bak bulan sabit itu di pahatan wajahnya. Ia suka membuat gadis itu tertawa. Sangat suka.

“Berhenti mengatakan hal konyol, Jongdae. Kali ini aku serius.”

“Aku juga serius, Young Mi. Bahkan Zeus pun mengakui ketampananku.”

Di seberang sana, gadis itu hanya bisa memutar kedua bola matanya atas frasa Jongdae yang kadar percayaannya berlebihan.

“Tiga menit lagi, Jongdae.”

Jongdae mengernyit, menghembuskan nafas kearah tangan kirinya yang mulai membeku. Berusaha mendapat kehangatan yang nyata. “Ada apa dengan 3 menit lagi?”

“Akan ada bintang jatuh—-“

Jongdae menengadah, membelah samudera bintang dalam lentera rembulan yang tak pernah memudar. Berusaha menemukan dan menerka berbagai titik yang mungkin bisa saja awal dari cerita istimewanya yang baru nanti.

“—-Dan tiga menit lagi adalah hari ulang tahunmu. Ayo buat permintaan~”

“Permintaan?” Jongdae bertanya, seolah-olah barusan adalah guyonan semata. Ia bahkan baru saja menyadari bahwa hari pertambahan usianya akan tiba dalam hitungan menit.

“Aku tidak tahu harus membuat permintaan apa.”

“Pikirkan sesuatu, Kim Jongdae!” Young Mi sedikit memaksa, juga menyentak. “Tidak mungkin kau tidak mempunyai sesuatu yang kau inginkan.”

Jongdae membisu. Begitu pula Young Mi.

Pria itu tenggelam dalam pikirannya sendiri, memikirkan sesuatu yang rumit yang ia sendiri heran mengapa harus secara tiba-tiba mengingatnya.

“Aku sungguh-sungguh tidak tahu ingin membuat permintaan apa.” Jongdae menyerah, otaknya terlalu lelah untuk berpikir bahkan untuk masalah yang menurutnya kekanakan seperti ini. Young Mi masih percaya mitos bintang jatuh, ternyata.

“Rasanya aku benar-benar ingin memukulmu. Cepat buat sebuah permintaan. Kejadian bintang jatuh ini sangat langka, Kim Jongdae.”

Jongdae berdecak ketika mendengar omelan dari sahabatnya itu. Sifat keras kepalanya mulai keluar dan Jongdae sangat malas untuk beradu debat saat ini.

Kemudian obsidian kelamnya menangkap segaris cahaya dilangit. Memanjang dan tipis namun cukup dapat dilihat dengan mata telanjang. Bintang yang membelah langit dengan perunjukan sebagai pemenang meski ujungnya tak berhaluan. Pelukisnya memang sungguh ajaib.

Bintang jatuh. Buatlah sebuah permintaan, Kim Jongdae.

“Kau lihat bintang tadi?”

“Ya. Bintang yang cantik.” Jongdae berbisik merdu dalam senyumnya.

“Boleh aku tahu kau membuat permintaan apa?”

“Aku ingin kita tetap berteman.. selamanya.”

Young Mi membeku. Tak berbeda jauh dengan hati yang kini berubah rasa. Berakar dari kepahitan. Hambar. Sakit.

Young Mi menelan pil kepahitannya sendiri. Menenggelamkannya jauh-jauh di dasar perutnya. “Lalu bagaimana dengan Sunyoung? Dia kekasihmu.”

Jongdae tertawa. Tawa yang sangat disukai oleh Young Mi. “Aku tidak tahu. Aku hanya memikirkanmu saat bintang itu jatuh.”

Young Mi benci ini tapi hatinya mendadak berubah. Surga seakan nyata untuk digenggam.

Bintang, masih bisakah aku berharap?

***

Aih maafkan fic gaje ini pliseu, kutau ini jauh dari kata layak abisan menboong mulu dan kutak bisa bikin fluff jadi kesannya maksa gini😥 dan juga ini kesannya ttg Young Mi yg potek gitu/?

Anyway, happy birthday mas kalajengking mas centong❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s