[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Wedding Party – chen12ina

wedding party-poster

Wedding Party

.

.

“Ini undangan untukmu, aku tidak akan menerima segala alasan yang menyatakan kau tak akan hadir” Sena menghela nafasnya lelah, di hari minggu yang cerah ini Hyesul temannya semasa sekolah menengah tiba-tiba saja datang dan memberikan surat undangan pernikahan. Dan yang luar biasa adalah pengantinnya itu Kibum kekasih Hyesul sejak masih memakai seragam. Siapa yang menyangka jika cinta monyet itu kini berubah menjadi cinta sejati dan akan berakhir dengan janji suci.

“Aku bisa datang tidak ya”

“Jika kau berani tak datang maka persahabatan kita PUTUS”

“Hahahahahhahaa, aigoo calon pengantin ini sensitif sekali. Aku pasti datang,kau tenang saja” Hyesul tersenyum cerah mendengar jawaban Sena. Membuat wanita tersebut geli sendiri, baru saja sahabatnya ini memasang wajah marah namun seketika senyumnya sudah terkembang lagi.

“Oia Kibun juga mengundang Jongdae” ujar Hyesul.

“Memangnya dia bisa datang?  Jongdae kan sekarang sudah menjadi idol besar” jawab Sena.

“Awas saja jika si bebek jelek itu sampai tak datang aku akan menendang tulang keringnya!! ” ujar Hyesul berapi-api membuat Sena tak mampu menahan tawanya kali ini.

Sekitar satu jam lamanya Hyesul dan Sena terlibat pembicaraan seru membicarakan masa-masa ketika sekolah dulu hingga akhirnya wanita cantik itu sadar jika ia masih harus mengirimkan undangan ke tempat lain.

Sena terduduk di sisi ranjangnya, membuka surat undangan perlahan dan kembali tersenyum namun senyumnya kali ini tak secerah tadi.

Flashback

“Aku menyukaimu, bisakah kita lebih dari teman” Sena mengerjapkan kedua matanya, kini ia sedang berada di sebuah taman dekat sekolah dengan seorang namja yang selama dua bulan ini selalu mencuri segala perhatiannya.

“Jongdae-ya kau serius? ”

“Aku tak pernah main-main dengan ucapaku” jawab Jongdae tegas membuat sudut bibir Sena terangkat. Satu anggukan dari Sena dan sebuah pelukan hangat dari Jongdae mengawali kisah cinta mereka.

“Aku akan mengikuti audisi di SM Ent. Dan mengejar impianku sebagai seorang penyanyi” Malam itu Jongdae datang ke flat milik Sena. Ia membawa beberapa makanan untuk di santap berdua. Kini keduanya telah lulus dari bangku Sekolah Menengah dan tengah mempersiapkan diri untuk ke universitas, Sena tinggal sendirian di Siheung karena kedua orang tuanya yang berada di Busan.

“Aku akan selalu mendukungmu” Sena menggenggam erat kedua tangan Jongdae. Meyakinkan sang kekasih jika ia akan selalu mendukungnya apapun yang terjadi.

Malam ini terasa berbeda, udara dingin terasa sangat menusuk. Ditambah sebuah kalimat yang mampu membuat hidup Sena mati rasa.

“Kita akhiri saja, aku akan segera debut. Setelah ini aku akan sangat sibuk karena aku di masukan ke tim Cina jadi aku akan banyak melakukan promosi disana, aku tak akan ada lagi waktu untukmu. Aku tak akan bisa lagi menemanimu. Dan aku sudah tak bisa lagi menjadi kekasihmu” Sena menatap mata Jongdae lekat. Semua yang ia katakan serius dan tak main-main.

Sena menggenggam kedua tangan Jongdae, mencoba mencari kekuatan untuk menguatkan dirinya sendiri.

“Lakukanlah, karena aku akan selalu mendukungmu” ujar Sena disertai senyum dan di temani air mata yang membuat Jongdae tak kuasa  memeluk gadisnya untuk yang terakhir.

Flashback off

 

Hari dimana Hyesul dan Kibum menikah pun tiba. Sena sudah bersiap sejak pagi, menghias diri dengan beberapa make up yang mampu menutupi kekurangan di wajahnya. Dengan gaun merah muda dan rambut yang di ikat ke atas Sena berjalan penuh percaya diri memasuki gedung resepsi.

“Lee Sena!! ” Sena menoleh ketika namanya di panggil. Senyum kembali tersemat ketika melihat beberapa teman Sekolahnya dulu sudah berkumpul.

“Kau sendirian? ” tanya Shikyung.

“Apa aku terlihat membawa seseorang” balas Sena. Mereka selalu seperti ini saling tatap dengan tajam dan di detik berikutnya tawa merdu yang akan terdengar.

“Hadirin sekalian marilah kita sambut Chen ” suara pembawa acara menghentikan tawa Sena dan Shikyung. Pandangan Sena terkunci pada seorang pria dengan balutan jas hitam juga kaca mata yang kini tengah melangkah keatas panggung, membawa mic dan bersiap bernyanyi.

Geudaereul mannago geudaeui meoritgyeoreul manjil suga isseoseo

Suara indah sang vocalist utama mulai menggema di dalam gedung, beberapa pasang mata yang melihatnya mulai membuka ponsel dan mengabadikan momen dimana sang idol tengah bernyanyi untuk sahabatnya.

Sena diam di sudut ruangan tanpa berniat bergeser walau seinci pun. Sudah berapa lama ia tak mendengar suara ini secara langsung. Bayang-bayang memori manis masa lalu seketika menghantui otak Sena membuat cairan bening di sudut mata indahnya memaksa untuk keluar.

“Aku harus ke kamar mandi” setelah mengucapkan itu Sena langsung pergi meninggalkan Shikyung yang kini menatapnya sendu.

Prok

Prok

Prok

Tepuk tangan langsung menyambut Jongdae ketika ia selesai dengan nyanyiannya. Ia membungkuk hormat dan melambaikan tangan hal yang selalu ia lakukan sebagai Chen Exo.

“Selamat ya, aku turut bahagia” ujar Jongdae sambil memeluk Kibum.

“Tapi aku sebal kalian ini sengaja sekali berciuman di hadapanku” tambah Jongdae.

“Hahahahaha wae?  Kau ingin ku cium juga ” jawab Kibum sambil memajukan bibirnya membuat Jongdae mendelik.

“Oia Jongdae terima kasih sudah hadir, kami tahu jadwalmu sangatlah padat” Jongdae tersenyum tampan untuk menjawab ucapan Hyesul.

“Ngomong-ngomong Sena juga datang, kau tidak ingin bertemu dengannya? ” Jongdae terdiam ketika Hyesul menyebutkan nama Sena. Mantan kekasihnya yang masih mengisi satu tempat di dalam hatinya.

“Benarkah?  Sudah lama sekali aku tak bertemu dengannya” ujar Jongdae, entah kenapa nada suaranya kini berbeda.

“Makanya sapa dia!! ” Jongdae kembali tersenyum untuk menjawab ucapan Hyesul. Sang pengantin wanita ini jelas tahu bagaimana hubungan antara Jongdae dan Sena dulu, tentu saja bertemu kembali setelah bertahun-tahun akan terasa canggung. Di tambah Jongdae tak tahu apakah Sena sendirian?  Apakah ia sudah memiliki kekasih atau mungkin ia sudah menikah?

“Jika kau berpikir wanita malang itu sudah menemukan pengganti Kim Jongdae maka kau salah” ujar Hyesul membuat Jongdae menoleh.

.

.

Sena dengan cepat menghapus air mata yang kini mengejek dirinya, ini sudah hampir 5tahun sejak perpisahannya dulu dengan Jongdae dan selama itu pula Sena masih belum bisa move on. Hatinya bagai sudah terkunci rapat dan Sena benci dengan kenyataan itu, kenyataan jika ia masih memiliki perasaan yang sama pada Jongdae. Jongdae sudah berubah ia kini seorang idol besar dengan jutaan fans yang setiap hari selalu menyebutkan namanya, dengan para wanita cantik dari berbagai profesi yang setiap saat selalu ada di sekitarnya, tidak mungkin jika Jongdae masih memiliki perasaan itu, bahkan untuk mengingat Sena pun ia ragu.

Sena berjalan kembali memasuki gedung utama resepsi, memikirkan Jongdae membuat tenggorokannya sakit, kakinya melangkah menuju stan minuman dan sebuah gelas berisikan air putih memikat matanya.

Sret

“Sejak kapan kau bisa minum alkohol? ” Sena mengerjap ketika sebuah tangan kekar menggentikan tangannya yang akan mengambil gelas. Ia masih belum sepenuhnya sadar bahkan ketika tangan itu sudah terlepas.

“Eoh!!  A-aku haus, ini air putih kan? ” jawab Sena setelah ia bisa menetralkan diri karena yang kini di sampingnya adalah Kim Jongdae, laki-laki yang sama yang tanpa ia sadari sudah membuat Sena menangis.

“Semua yang ada di meja ini adalah alkohol, jika kau ingin air putih itu di meja yang sebelah sana” jelas Jongdae sambil menunjuk kearah meja seberang.

“Ya ampun, untung saja ada kau. Jika tidak aku pasti sudah meminum ini, lalu berakhir mabuk di pesta pernikahan. Astaga itu memalukan, gomawo Dae-ah”

Deg

Jongdae menatap Sena, wanita itu masih memanggilnya dengan panggilan yang dulu sering ia ucapkan ketika mereka masih berpacaran.

Jongdae tak pernah merasa sebahagia ini sebelumnya, Sena masih belum berubah. Ia masih Sena yang dulu, gadis ceroboh yang sangat cerewet. Jongdae yang awalnya mengira akan merasa canggung kini justru tersenyum lebar karena Sena selalu bisa membuat lelucon untuk mencairkan suasana.

“Jongdae-ah bisakah kau berfoto dengan anak ku” Jongdae menoleh ketika salah seorang seniornya dulu datang. Dengan senyum lebar ia menyambut permintaan dari sang kaka senior dengan senang hati.

“Lee Sena kau yang fotokan ya ” dan Sena pun kini menjadi tukang foto dadakan. Siapa yang dapat menolak pesona seorang Chen?  Tentu tidak ada karena setelah satu orang selesai berfoto para gadis mulai mendekat, ada yang minta tanda tangan, berfoto bersama bahkan sampai menyatakan cinta saja ada. Sena mundur perlahan sadar jika namja yang tadi mengobrol dengannya tengah menjadi Idol mode on.

Sena berjalan keluar gedung setelah sebelumnya berpamitan pada Hyesul dan juga Kibum. Ia memutuskan untuk pulang saja. Namun hampir setengah jam menunggu tak ada satu pun taksi yang lewat membuatnya harus merasakan pegal yang luar biasa karena kini ia memakai sepatu dengan hak yang cukup tinggi.

 

“Sena!! ” Sena menoleh ketika suara yang sangat familiar menyapa gendang telinganya. Jongdae duduk di balik kemudi mobil, Sena melambaikan tangannya membuat Jongdae menepuk jidat.

“Disini dingin, ayo aku antar pulang” ujar Jongdae kini laki-laki tersebut sudah berdiri dihadapan Sena. Namun melihat Sena yang diam saja akhirnya Jongdae pun berinisiatif menarik tangan Sena agar ia masuk ke dalam mobil.

“Dae-ah apa ini tak akan membuatmu dalam masalah?  Maksudku kau kan idol jika ada fans mu yang melihat bagaimana? ” ujar Sena pelan namun Jongdae dapat dengan jelas mendengar nada takut dari wanita yang kini duduk di sampingnya.

“Tidak akan terjadi sesuatu, percayalah. Lagipula fans ku adalah malaikat tanpa sayap mereka tak akan menyakitimu” jawab Jongdae penuh keseriusan.  Suasana di dalam mobil terasa sangat canggung, Sena yang ketika di pesta tadi sangat ceria kini berubah diam dan Jongdae benci itu.

“Sekarang kau bekerja dimana? ” tanya Jongdae.

“Aku mengajar di sebuah sekolah dasar” jawab Sena.

“Jinja?  Ku pikir kau akan melanjutkan study mu sebagai seorang dokter anak” Sena menoleh, Jongdae masih mengingat cita-citanya dulu yang ingin menjadi dokter anak. Hal itu membuat Sena tersenyum dalan hati.

“Kau masih mengingatnya” ujar Sena pelan.

“Aku tak mungkin melupakan sesuatu yang berhubungan dengan orang yang kusayangi” Sena diam mendengar jawaban Jongdae. Ada satu sisi di hatinya yang menghangat namun ia tak berani untuk berharap.

“Dae-ah di pertigaan nanti kita belok kiri dan rumah dengan cat biru itu adalah rumahku” Jongdae mengangguk dan menjalankan mobilnya sesuai intruksi dari Sena.

Sena melepas sabuk pengaman dan membungkuk sopan kearah Jongdae tak lupa mengucapkan ‘terima kasih’ karena sudah mengantarnya pulang.

Tap

Tap

 

Tap

Grep

Sena membeku ketika Jongdae tiba-tiba saja keluar dari mobil dan memeluknya erat.

“Maafkan aku” ujar Jongdae penuh permohonan membuat Sena mengernyit, rasanya Jongdae tak melakukan kesalahan lalu untuk apa ia minta maaf.

“Izinkan aku untuk menjadi egois kali ini. Apakah kau bisa menungguku lebih lama?  Aku hanya membutuhkan waktu yang tepat untuk benar-benar menjadi pria egois. Karena aku ingin memiliki mu seutuhnya, menjadikan mu satu-satunya dalam hidupku.” ujar Jongdae penuh ketulusan dan keseriusan.

“Bahkan tanpa kau pinta pun selama lima tahun ini aku tetap menunggu” jawab Sena penuh senyuman.

Tak apa jika harus menunggu lebih lama, Tak masalah jika Jongdae kembali membuatnya menunggu karena Sena tau Jongdae tak pernah main-main dengan ucapannya.

End

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s