[Chen’s Birthday Project] Cafe Con Leche – by Twelveblossom

Cafe

Twelveblossom (twelveblossom.wordpress.com) | Ficlet | Romance | Chen & Kris | PG 13

“I taste you and I drink you.” ―Overdose, EXO

Deteriorasi enggan menyentuh Casa de Correos yang terbangun sejak tahun 1776. Sepasang netra yang terbalut warna abu-abu masih bisa menyaksikan dengan gamang sudut memoriam. Alun-alun kota tak kunjung kehilangan penggemarnya. Ukiran antik juga tetap bertengger tidak bergeser pun benderang matahari mulai meredup.

Sementara matanya meminda ujung selatan Puerta de Sol dengan menembus kaca, tangannya menyangga dagu. Sedangkan, serebrumnya memutar masa lalu.

Tiga tahun silam, dirinya yang dulu juga terduduk di sini. Lantaran mengamati House of The Post Office serupa sekarang, ia malah terfakur di samping El Oso y El Madroño yang menjadi lambang Kota Madrid. Kala itu dirinya kehabisan kesadaran sebab tautan pasangannya yang enggan beranjak.

Ada gelitik familiar yang menjalar syarafnya. Ia masih bisa merasakan bekas sentuhan yang mulai layu dilindas waktu. Dirinya sadar jika tubuhnya merindu, sungguhan.

“Cafe Con Leche,” kelakar pelayan wanita yang menyajikan coffe latte di meja―menyela lamunannya. Ia mengangguk, menyelipkan senyum ringkas sebagai ungkapan terima kasih.

Hanya ada geming yang panjang, menyadari komposisi dari minumannya. Terkandung sepertiga espresso dan dua pertiga susu plus foam setebal 5 milimeter. Bukan salah satu racikan favoritnya, namun cerita di dalamnya menjadi kesenangannya.

Apabila dalam keadaan normal ia akan lebih memilih Macchiato yang getir. Akan tetapi, kesenduannya enggan berkolerasi. Tubuhnya ingin pemiliknya beristirahat sejenak lalu melupakan kenangan di balik Cafe Con Leche―agaknya tak berhasil sebab dia terlalu keras kepala.

Perlahan ia menyicip Cafe Con Leche yang masih mengepulkan asap. Setiap kecapan mengulurkan adegan lain yang tersisip. Rasa yang tertinggal di indra pengecapnya, menjadikan paras wanita yang lama tak ia jumpai terwujud semakin nyata.

Perseptifnya masih utuh ketika isi cangkirnya tinggal seperempat. Membuat monolog beralun mengisi kepalanya.

“Madrid jadi lokasi yang pas untuk bulan madu.” 

“Itu ‘kan tempat dimana kita pertama kali bertemu.”

Bagai genta angin yang bersiulan dan berbenturan, terpatri baik nada tawa ringan dari si gadis dalam kenangan ketika mengakhiri argumen itu.

Lantas membuatnya semakin merindu.

Rindu wanginya, campuran antara parfum dan aroma alami tubuh si gadis.

Rindu surai hitam pakatnya yang terasa lembut.

Rindu lekuk sudut bibir itu.

Rindu… segala argumen cerdas si gadis dan kegemarannya akan Cafe Con Leche.

Cafe Con Leche membuatnya semakin rindu, sekaligus menjadi pelipur kenangan. Menyeruput racikan kopi itu, layaknya mencumbu si gadis menggunakan bibirnya. Menyelami kehadiran dan meneguk kembali sisa-sisa kenangan.

“Chen?” Sapa pria yang langsung ia pahami sebagai kenalan lamanya.

Dia berdiri untuk menyambut uluran tangan. “Kris, tidak mengira bertemu denganmu di sini.” Dia berujar.

Lantaran beraut riang, Kris menunjukkan kemurungan. “Chen, aku ikut berduka atas Louisa Jung,” ucap Kris, menyebutkan nama si gadis yang selalu muncul dalam kepedihan Chen.

Chen tersenyum simpul berusaha kuat. Sementara nalarnya menuju memori lain pada calon mempelainya yang berpeluh darah akibat insiden tabrak lari, tepat sehari sebelum pernikahannya. Mengakhiri kehidupan si gadis, merenggut bahagia pasangannya dan lapisan mimpi bercampur cinta.

Membuat janji, tetap menjadi sebuah omong kosong.

Mengakibatkan dia harus tersedu sendirian, didampingi Cafe Con Leche dan Puerta de Sol sebagai latar.

Sendirian.

-oOo-

  • Selamat ulangtahun Chenku (u.u)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s