[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Absurd ― ARRYLEA’s VERHAAL

seoul-national-assembly-02

A fan fiction with,
Comedy and Slice of Life
Staring by Kim Jongdae’s of EXO
Author’s Point of View
G for rating & Ficlet for length

DISCLAIMER

Cerita fan fiksi ini murni milik saya yang kebetulan sedang lancar berimajinasi. Kim Jongdae miliknya sendiri, disini saya hanya meminjam namanya. Ini hanyalah sebuah fan fiksi, bukan untuk laba fan work. Jika ada kesamaan nama, cerita, waktu dan tempat harap maklum karena faktor ketidak sengajaan. Segala upaya penjiplakan harap dipikir dua kali karena ide tidak muncul sembarang dan semudah copy-paste. Terimakasih.

2016© ARRYLEA’s Presents All Rights Reserved ―

SUMMARY

Harusnya ini tidak terjadi, tapi sungguh ini di luar dugaan!

⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛ Selamat Membaca! ⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛

o

ABSURD
ARRYLEA’S

o

Masih dengan seragam rapi, hitam-putih khas interview, menapak jalan keluar gedung resimen B. Kim Jongdae atau yang sering dipanggil Jongdae, berbalik menatap sekali lagi gedung panjang di belakangnya. Terpaku sejenak setelah apa yang ia lakukan empat jam yang lalu di dalamnya.

Sedang apa Jongdae disana? Ada urusan apa Jongdae disana? Interview kerja? Anak pejabat yang mengunjungi ayahnya yang sedang bekerja? Atau office boy yang baru dipecat bos?

“Jongdae-ya, bagaimana? Sukses?” suara berat dari laki-laki berbadan besar, berkulit sedikit hitam menepuk pundak Jongdae dengan tangan-tangan kekarnya tiba-tiba. Terbaca tulisan “SECURITY” di dada kanan dan “Jaejoong Kim” di dada kirinya. Oh, bapak sekuriti ini mengagetkan laki-laki pecinta bebek goreng ini saja.

“Yah, begitulah.” Balas Jongdae pasrah. Dari jawaban ini terlihat segurat kekecewaan yang tak bisa digambarkan di wajahnya yang kotak. Membuat si empu nama terlihat semakin seperti ingin mengakhiri hidupnya saat ini juga.

“Aku ragu kalau kau tidak diterima, Nak.” Bapak sekuriti itu berjalan meninggalkan Jongdae. Kembali ke tempatnya berada. Duduk di balik tembok putih khas pos satpam, meneguk secangkir kopi dingin yang tergeletak di depan televisi layar empatbelas inch.

Jongdae menatap bapak sekuriti itu sejenak, seolah berpikir keras mencari alasan dibalik lontaran kalimat lelaki berpostur dua kali lipat darinya. Akhirnya, diikuti langkah kaki sepatu berukuran 270mm menuju bangunan kotak bercat putih di dekat gerbang. Jongdae berniat protes.

“Aku diterima, Pak.” Aku Jongdae. Si bapak hampir menyemburkan kopi sekali teguknya ke depan televisi. Dan buru-buru menelan cairan kental berwarna hitam pekat berasa pahit-asam itu ke dalam kerongkongannya. Menatap manik hitam di dalam bola mata Jongdae sambil melotot.

“Kau diterima nak?! Seharusnya kau bangga! Sudah kuduga kau tidak mungkin ditolak tuan Presdir!” sungutnya. Baiklah, sebenarnya apa hubungan mereka berdua ini? Dan apa yang sedang mereka bicarakan sesungguhnya? Kenapa harus sebahagia itu? Kerja seperti apa yang Jongdae lakukan?

“Aku senang. Tapi aku lebih kecewa. Karena, satu …,” Jongdae membuat angka satu dari jarinya, menodongkannya ke wajah bapak sekuriti sampai-sampai tertohok. “Aku diterima karena alasannya konyol. Ayahku bekerja disini juga jadi aku mudah mendapatkan akses begitu saja sehingga aku seolah-olah menyogok tuan Presdir Park. Kedua …,” lanjutnya sambil meneruskan membuat hitungan dari jari, “Bapak tahu tidak dengan aku yang bekerja disini berarti membuatku sulit untuk berkomunikasi dengan kekasihku, ralat, maksudku, mantan kekasihku yang masih aku cintai. Dan ketiga, aku ini lulusan SMA. Mana bisa aku tiba-tiba jadi sekretaris asisten tuan Presdir?!!! Ini konyol, Pak!”

Oh ternyata bukan office boy yang baru dipecat, bukan juga anak pejabat yang sengaja mengunjungi ayahnya dengan pakaian rapi layaknya interview kerja sekalipun memang tujuannya kemari untuk itu. Tapi seorang anak dari atasan perusahaan yang sedang membutuhkan uang disaat ijazahnya masih berstatus SMA.

“Ini konyol. Sudah kubilang ini konyol. Dan ini aneh. Ah sudahlah. Aku mau pulang, Pak!” masih dengan tampang gahar, Jongdae meninggalkan pos satpam. Berbalik masuk ke dalam halaman gedung mengambil mobil yang terparkir di sektor 9 yang berarti bersebelahan dengan gedung resimen B. Bahkan bapak sekuriti bermarga Kim itu terkejut saat melihat mobil siapa yang diambil Jongdae dari pelataran parkir.

Jongdae masuk ke dalam mobil, menjalankan mobil berplat paling simpel, yaitu P. Just P. Kemudian izin keluar sambil menurunkan kaca mobil di depan pos satpam. “Pak, dan ini hal konyol terakhir. Aku tiba-tiba disuruh membawa mobil ini pulang ke rumah oleh Bapak Presdir!”

Dan untuk kesekian kalinya Jongdae kesal, si bapak sekuriti tertohok sampai tidak mau mengatupkan bibir. Laki-laki berdagu kotak itu menaikan lagi kaca mobil dan meninggalkan gedung besar paling berpengaruh bagi seluruh rakyat di daerah Seoul.

 

Gedung Dewan Perwakilan Daerah.

 

 

FIN

Arr’s Notes :

ANJIR INI APAAN GAJELAS BANGET-_- wkwkwk. Hallaw, first post for b’day member. Hahaha. Maaf pendek, tadinya sih mau dibuat oneshot, jadi terusannya itu Jongdae dateng kerumah mantan pacarnya bawain gorengan khas Korea. Tapi sepertinya malah ngelantur karena ini niatnya comedy tapi kok jadi berujung romance dan malah berbaper ria. Kurang sreg aja gitu hahaha. Mending gini aja kan hahahaha. /tawanista
BTW. HAPPY BORNDAY, KIM JONGDAE A.K.A CHEN-CHEN A.K.A DUCK LOVERS. SALAM SAYANG DARI ANAKNYA PAPI CHANYEOL❤️❤️❤️

2 thoughts on “[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Absurd ― ARRYLEA’s VERHAAL

  1. Ping-balik: [CHEN BIRTHDAY PROJECT] Absurd ― ARRYLEA’s VERHAAL | ARRYLEA NOKAOKU

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s