[EXOFFI FREELANCE] Love Tender (Chapter 3)

image1.JPG

Poster by Ayame Yumi @ posterfanfictiondesign.wordpress.com

Tittle : Love Tender | Author : Rach | Genre : Friendship, Angst, Romance | Rating : G | Main Cast : Bae Suzy, Oh Sehun, Park Chanyeol | Other Cast : Chou Tzuyu, Choi Siwon, Im Yoona

Summary : Bae Suzy, gadis yang cukup populer dan cantik memiliki keberuntungan karna bersahabat dengan dua orang pria tampan sejak kecil. Mereka bertiga tumbuh dewasa bersama dan saling mendukung satu sama lain. Namun bukankah didunia ini sebatas ‘persahabatan’ antara pria dan wanita sulit berhasil?

Disclaimer : Only storyline belong to me, the rest of characters and background belongs to God. Please do not be plagiarism, let’s respect the work of others. Warning! typo scattered. This Fanfiction has been publish in Kingdom Fanfiction Bae Suzy Indonesia, Oh Sehun Fanfiction Indonesia and My Privat Blog.

Happy Reading~

Seperti biasa, rumah cukup mewah milik Hakim Bae selalu sepi, hanya ada Suzy yang menempatinya saat Hakim Bae sibuk dengan sidang-sidang yang membuatnya selalu pulang larut malam.

“Yobbosaeyo Appa” ucap Suzy saat panggilannya tersambung keponsel hakim Bae

“Hmm, kenapa sayang?” Jawab hakim Bae yang masih berada diruangannya di Pengadilan Distrik Gangnam

“Besok bisa antar aku kekampus?” ucap Suzy memohon pada Ayahnya yang berada disebrang telepon itu.

“Memang dua pangeranmu itu kemana?” Tanya hakim Bae yang dimaksud yaitu Sehun dan Chanyeol.

“Chanyeol besok tidak ada kuliah. Sehun akan ada ujian siang hari, jadi dia ingin fokus belajar” jawab Suzy dengan nada lemas

“Hmm baiklah, lihat saja besok ya sayang. Appa masih banyak kerjaan, jangan tidur malam-malam” ucap hakim Bae dengan suara berwibawa namun memberikan kesan lembut pada anaknya.

“Iya Appa.” balas Suzy sebelum memutus panggilan telepon diponselnya.

Setelah selesai menelfon Ayahnya, Suzy mendapatkan pesan singkat dari Oh Yoona yang menyuruh Suzy untuk datang kerumah Sehun yang juga rumah Yoona.

“Eonni annyeong” Suzy menyapa Yoona yang sedang sibuk didapur rumahnya.

“Suzy-ah, Sini cepat” Yoona melambaikan tangannya meminta Suzy menghampirinya kedapur.

“Ada apa, Eonni?” Ucap Suzy yang merasa penasaran, melangkah mendekati Yoona

“Aku ingin masak Sup Ayam pedas tapi jadinya seperti ini” ucap Yoona seraya memperlihatkan panci berisi air penuh yang disebutnya sebagai Sup

“Eonni, kau melihat resep dimana lagi?” Suzy terkekeh geli melihat rebusan air yang disebut Sup oleh Yoona

“Internet, tapi aku rasa aku terlalu banyak memberikan air” jawab Yoona polos menatap miris kearah masakannya

“Ini berlebihan namanya” Suzy tertawa geli melihat wajah Yoona yang menatapnya kesal

“Kalau begitu kau saja yang memasak ya, Aku ingin merapihkan koper dulu” ucap Yoona mencubit pipi Suzy dan melangkah meninggalkan dapur menuju kamarnya

“Baiklah” jawab Suzy yang langsung beraksi dengan peralatan dan bumbu dapur yang sudah tersedia

Jangan diragukan lagi, Suzy wanita yang mempunyai keahlian membuat masakan apapun terasa nikmat, karna sejak Ibunya meninggal dunia, dia lah yang mengambil alih dapur dirumahnya, maka dari itu dirumah mewah nya ia tidak berniat menyewa asisten rumah tangga ataupun juru masak sekalipun.

***

“Sehun-ah” Suzy mengetuk pelan daun pintu kamar Sehun yang berada dilantai dua.

Hmm, masuklah” jawab Sehun yang sedang fokus dimeja belajarnya dengan tumpukan buku dan kacamata diwajahnya yang memperlihatkan bahwa ia memang pantas menjadi seorang juara olimpiade sains.

“Makan malam sudah siap” ucap Suzy yang kini mendudukan dirinya dikasur empuk milik Sehun

“Ayo” Sehun berdiri dan berjalan mendahului Suzy keluar kamar menuju ruang makan rumahnya.

“Bagaimana?” Yoona tersenyum kearah Sehun saat adiknya itu mulai mencicipi Sup ayam pedas yang menjadi menu makan malam mereka kali ini

“Bukan Noona kan yang memasak?” Sehun mengernyitkan alisnya, merasa tak percaya pada sang Kaakk.

“Hya! Memang kenapa kalau itu masakanku?” Yoona memukul kepala Sehun dengan sendok makannya.

“Tidak mungkin! Benarkah Noona yang masak?” Sehun terkejut kearah Yoona, ia tau betul bahwa kakak semata wayangnya itu tidak pintar dalam urusan dapur.

“Tidak, Suzy yang memasak” Yoona berucap seraya tersenyum bangga melirik kearah Suzy yang duduk disamping Sehun.

“Lezat kan?” Suzy tersenyum bangga kearah Sehun yang asik memakan Sup buatannya.

Not bad.” jawab Sehun singkat membuat Suzy menatapnya sinis detik itu juga.

“Apa? Kenapa?” Sehun membalas tatapan Suzy tak kalah sinis.

“Sudahlah! Sehun-ah, jangan menggoda Suzy!” Yoona melerai tatapan tajam kedua adik kecil didepannya itu.

“Tidak, kapan aku menggodanya? Tidak sama sekali” sergah Sehun yang saat ini tersenyum miring mengejek Suzy yang masih menatapnya kesal.

“Aigooo, andai saja Suzy jadi adik iparku” ucap Yoona yang saat ini sedang asik menikmati masakan lezat Suzy

Suzy tersedak dan membuyarkan makanannya begitu mendengar ucapan Yoona dengan mata yang membulat.

“Hya! Aish jorok sekali!” Sehun membersihkan butiran-butiran nasi yang tak sengaja menempel ditangannya karna ulah Suzy

“Kenapa Suzy-ah? Kau tidak apa-apa?” Yoona dengan cepat memberikan segelas air mineral kearah Suzy yang masih terkejut.

“Ah, Tidak Eonni. Aku baik-baik saja” jawab Suzy tersenyum canggung kearah Yoona yang menatapnya khawatir.

“Sehun-ah, menikahlah dengan Suzy” Yoona lagi-lagi mengatakan hal yang tidak masuk akal, entah apa yang difikirkan pramugari itu sejak tadi selalu berhasil membuat Suzy terkejut.

“Tidak mau!” saut Suzy secepat kilat membuat Yoona dan Sehun menatapnya bingung

“Kenapa? Kalau aku mau bagaimana?” Sehun mendekatkan wajahnya menggoda Suzy yang kini menampilkan semburat merah dipipinya

“Hya!” Suzy dengan cepat menjitak kasar kepala sehun yang berada dekat dengan wajahnya.

“Who’s know Suzy-ah?” Yoona tersenyum ikut menggoda Suzy yang semakin gugup.

“Eonni!” Suzy menatap tajam kearah Yoona yang tertawa geli menggodanya

“Apa? Kenapa kau serius sekali sih?” Jawab Yoona masih tertawa geli bersama Sehun yang juga tertawa melihat tingkah Suzy.

“Hya! Kau fikir aku mau? Aish memikirkannya saja sudah membuatku merinding” ucap Sehun menggidikan bahunya dan menggelengkan kepalanya mengejek Suzy.

***

Suzy terbangun dari tidur singkatnya pagi ini, karena semalaman ia asyik bertukar cerita pada Yoona yang setelah dua minggu baru bertemu lagi dengannya. Alarm dari jam kecil berbentuk karakter unicorn itu berbunyi tepat setelah mata suzy terbuka.

“Kenapa baru bunyi sekarang” Suzy meraih jam kecil itu di atas nakas meja samping tempat tidur miliknya

“Ommo!” Suzy berteriak terkejut melihat jarum pendek jam itu menunjukan pukul 7 dan jarum panjang menunjuk angka 6, yang sudah pasti artinya Suzy bangun terlambat karna pada pukul 08:00 Suzy sudah harus berada dikelas kuliah paginya hari ini.

Suzy bergegas lari menuju kamar mandinya, tanpa berfikir panjang Suzy hanya mencuci wajah dan sikat gigi pagi ini. Ia memakai asal knitwear biru dongker dan jeans hitamnya keluar kamar dan mencari Appa nya diruang makan

“Aish*t! Kenapa Appa tidak membangunkanku” teriak Suzy kesal begitu membaca note kecil tertempel dilemari es miliknya berisikan ‘Sayang, maaf. Appa ada urusan penting mendadak. Kau pergi kekampus naik taksi saja ya. Saranghae’.

Tentu saja tulisan itu semakin membuat emosi Suzy bergejolak pagi ini, Oke! Hakim Bae berhasil menambah mood Suzy pagi ini semakin buruk.

Suzy berlari keluar rumah tanpa berniat sekalipun untuk sarapan pagi ini, dan lebih sialnya disaat-saat seperti ini kedua pangerannya itu tidak akan kekampus pagi ini. Dengan nafas tersenggal-senggal ia berlari keluar komplek berniat mencari taksi, dan bodohnya Suzy tidak terlintas difikirannya untuk memesan taksi dengan menelfon pool-taxi terdekat dari komplek rumahnya.

Menunggu taksi didaerah perumahan elite memang cukup sulit, tentu saja para supir taksi pasti akan berfikir orang-orang yang tinggal dikomplek ini pasti memilki mobil pribadi masing-masing, tanpa diketahui ada pengecualian yaitu Bae suzy gadis ceroboh yang tak bisa mengemudikan mobil dizaman seperti ini.

Tin… Tin..

Suara klakson dari mobil Aston Martin DB9 coupe berwarna putih terdengar dari belakang tubuh Suzy yang sedang berdiri menunggu taksi

“Astaga, jalan raya masih luas!” Ucap Suzy dengan nada kesal tanpa memalingkan tubuhnya untuk melihat kearah mobil yang menurutnya berisik dibelakangnya

“Suzy-ah” suara berat khas pria terdengar menyapa Suzy dan sepertinya berada didalam mobil mewah itu

“Chanyeol-ah” Suzy tersenyum sumringah bagaikan bertemu unicorn yang akan membawanya terbang menuju kampusnya saat telat seperti ini begitu ia melihat Chanyeol tersenyum dibangku kemudi mobil putih dibelakangnya

“Masuklah, ayo aku antar kekampus” teriak Chanyeol yang langsung disambut Suzy dengan langkah cepat masuk dan duduk dikursi penumpang sebelah Chanyeol

“Terima kasih, Kawan” Suzy memeluk erat tubuh Chanyeol disebelahnya dan tersenyum senang karna beruntung memiliki sahabat yang ada disaat ia membutuhkan bantuan

“Hya! aku sedang menyetir, jangan seperti ini!” Chanyeol menggerakan tubuhnya berusaha membuat Suzy melepaskan pelukan ditubuhnya

“Maaf.” Suzy tersenyum gemas kearah Chanyeol yang hanya meliriknya kesal

“Telat lagi?” Ucap Chanyeol yang sedang fokus mengemudikan mobilnya super cepat yang demi mengejar waktu kuliah Suzy

“Iya” jawab Suzy menghela nafas panjang dan menyenderkan punggungnya dikursi empuk mobil Chanyeol

“Sampai kapan mau jadi wanita ceroboh seperti ini?” Ucap Chanyeol dingin melirik sinis kearah gadis disampingnya

“Entahlah, Ah iya.. kau mau kemana pagi-pagi begini? Berniat ingin mengantarku kuliah?” Tanya Suzy menatap Chanyeol dengan senyum menggodanya

“Tidak, Bagaimana mungkin! Jangan terlalu percaya diri!” Chanyeol berteriak menyangkal secepat mungkin ucapan konyol Suzy

“Hya! Biasa saja, tak perlu berteriak begitu!” Suzy membalas berteriak kearah Chanyeol

“Kau terlalu percaya diri!” Jawab Chanyeol tersenyum sinis kearah Suzy yang menatapnya kesal

“Lalu? Kau ingin kemana pagi-pagi begini?” Suzy mengangkat dagunya menatap Chanyeol

“Hmm.. Ak-aku mau ke supermarket!” Jawab chanyeol menelan salivanya gugup, berusaha fokus menatap jalan raya didepannya

“Hya! Jam segini supermarket belum ada yang buka!” Suzy menatap curiga kearah Chanyeol yang menghembuskan nafas panjang.

“Aish sudahlah tak usah banyak tanya, masih untung aku kebetulan keluar jadi kau tak perlu menunggu taksi segala kan?” Chanyeol memiringkan senyumnya membuat lesung pipi manis itu terlihat menggemaskan diwajahnya

“Hmm” suzy hanya menganggukan kepalanya setuju dengan ucapan sahabatnya barusan

Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit dari rumah ke kampus jika menggunakan mobil Chanyeol yang super cepat itu, Kini Chanyeol telah menginjak pedal rem dan memainkan persenelingnya berhenti didepan gedung tempat kelas Suzy akan berkuliah pagi ini.

“Cepat turun!” Perintah Chanyeol menatap dingin kearah Suzy

“Chanyeol-ah, ada yang kau sembunyikan ya dariku?” Suzy mendekatkan wajahnya menatap curiga kearah pria berlesung pipi disampingnya

“Apa? Kenapa?” Chanyeol membulatkan matanya kesal dan ikut mendekatkan wajahnya kewajah Suzy

“Kau ingin bertemu dengan seorang gadis ya pagi ini? Hya! Siapa gadis itu? Ceritakan padaku!” Suzy menatap antusias kemanik mata chanyeol

“Hya! Terserah apa katamulah! Cepat turun!” Chanyeol menjauhkan wajah Suzy dengan telunjuknya mendorong dahi putih milik gadis disebelahnya

“Astaga, Park chanyeol kau-“

“Cepat!” Chanyeol berteriak kesal menatap Suzy yang sedang tertawa menggodanya

“Baiklah, terima kasih kawan.” Suzy melemparkan senyuman manis kearah Chanyeol begitu keluar dari mobil putih yang mengantarnya sampai kekampus tanpa terlambat

Suzy langsung melangkahkan kaki jenjang cepat menuju kelas meninggalkan mobil Chanyeol yang masih terparkir didepan gedung tempat kelasnya berada.

Sedangkan pria tinggi yang duduk dibangku kemudi hanya tersenyum memandangi sosok gadis yang diantarnya berjalan sampai menghilang dari pandangannya

“Iya, kau benar aku ingin bertemu dengan seseorang, gadis itu kau… Bae Suzy” ucap Chanyeol pada dirinya sendiri didalam mobil tanpa diketahui siapapun.

Flashback

Rumah Chanyeol – 07:00

-Chanyeol POV-

Seperti biasa aku selalu bangun tidur tepat pukul 07:00 karna Alarm manusia yaitu teriakan Oemma yang selalu membangunkanku untuk sarapan bersama dengan anggota keluarga yang lain diruang makan. Aku pun bergegas membasuh wajah kusutku dan berjalan menuju ruang makan dengan langkah lemas.

“Kau tidak kuliah?” Tanya Siwon Hyung yang sedang menyantap nasi goreng buatan Oemma dimeja makan

“Tidak hyung” jawabku duduk dibangku depannya dan menyeruput susu vanilla didepanku

“Ikut ke kantor Hyung-mu saja Chanyeol-ah” ucap Oema yang masih sibuk didepan kompor

“Tidak mau, Ah… Abeoji kemana?” Tanyaku begitu tersadar kepala rumah tangga dirumah ini tidak menampakan sosoknya dimeja makan

“Sudah berangkat pagi tadi, ada urusan dengan Ayah Suzy” jawab Oemma seraya berjalan menghampiri meja makan dengan segelas orange juice untuk Siwon Hyung

“Benarkah?” Aku mengingat ucapan Suzy bahwa ia akan minta diantarkan Appanya kekampus pagi ini, dan sekarang Appanya sudah berangkat duluan, bagaimana nasib anak itu?

“Kenapa Chanyeol-ah?” Tanya Siwon Hyung menatapku bingung

“Ah, tidak Hyung” jawabku yang langsung menghabiskan sarapanku dengan cepat dan kembali menuju kamar tidurku.

Sudah 15 menit aku memandangi keadaan jalanan didepan rumahku dari jendela kamarku yang berada dilantai 2. Menunggu sosok gadis yang seharusnya sejak tadi sudah lewat depan rumahku untuk berangkat kekampusnya.

Aku menghela nafas khawatir karna sosok itu belum juga lewat padahal jam sudah menujukan pukul 07:30, aku berniat berfikir positif.

‘Ah, mungkin dia sudah berangkat dari tadi pagi sebelum aku bangun tidur’

‘Ah, tapi tidak mungkin gadis sepertinya bisa berangkat sepagi itu, bangun jam berapa dia’

‘Bisa jadi dia berangkat saat aku sedang sarapan tadi’

‘Ya benar, dia pasti sudah berangkat’

‘Ya tuhan! Apa yang aku fikirkan, Sadarlah Park chanyeol’ aku menepuk-nepuk pipiku mencoba menyadarkan ku dari keributan batinku

Aku melemparkan tubuhku keatas tempat tidur dan mencoba memenjamkan mataku diantara fikiran-fikiran tak karuan menggerayangi otakku

Grettttt…

Suara decitan pintu pagar terdengar dari rumah disebelah kanan rumahku.

Aku spontan membangkitkan tubuhku dan mencuri pandang dari jendela kamarku dan berhasil menemukan sosok gadis dengan rambut kecoklatan berantakan menggunakan knitwear biru dongker berlari tergesa-gesa.

‘Hah, terlambat lagi’ ucapku menghela nafas melihat gadis itu berlari seolah mampu mengejar waktu dengan langkah kaki yang tidak seberapa cepat itu

Tanpa berfikir panjang, aku raih kunci mobil pribadiku diatas nakas meja samping tempat tidurku, tanpa mengganti piyama ku dengan baju yang lebih layak untuk keluar rumah aku berlari menuju lantai bawah dan masuk kedalam garasi mobil rumahku

“Kau mau kemana?” Teriak Siwon hyung yang juga baru masuk kedalam mobil BMW hitam mewah miliknya yang terparkir digarasi

“Ada urusan penting” jawabku cepat dan langsung masuk kedalam mobil dan menginjak pedal gas melaju keluar garasi dan meninggalkan rumah

‘Aih, kau gila Park chanyeol! Mau bilang apa kau kalau dia bertanya kau ingin kemana pagi-pagi begini’

‘Ah bilang saja jujur ingin mengantarnya kekampus’

‘Jangan! Kau tidak boleh berkata seperti itu!’

‘Lalu aku harus berkata apa padanya, dia pasti akan terus berbicara hal yang aneh-aneh kalau aku tidak menjawab pertanyaannya’

‘Ah benar! Bilang saja ingin ke supermarket, membeli pesanan oemma’

Yap, batinku terus berargumentasi sendiri didalam hati sambil merutuki betapa nekatnya aku bisa langsung membawa mobil menghampirinya diujung komplek.

Aku memelankan laju mobilku saat melihat sosok gadis dengan tas ransel dipunggungnya berdiri menunggu taksi yang sudah pasti akan membuatnya semakin terlambat datang kekampus, aku tarik nafasku panjang meyakinkan tekatku untuk menekan klakson dan mengantarnya pergi kekampus.

Dengan hasil yang sudah bisa ditebak ia tersenyum bahagia melihat kehadiranku bak malaikat penolongnya dan memeluk erat tubuhku dengan senyuman yang memamerkan gigi kelinci manis miliknya.

~To be Continue~

Hai… Aku kembali…

Minta maaf kalau isi Fanfic-nya tidak sesuai keinginan kalian… *bowtoodeep*

Aku ingin ber-terima kasih buat yang sudah membaca Fanfic dan mau meninggalkan jejak di Fanfic abal-abalku ini.❤️

Love,

Rach.

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Love Tender (Chapter 3)

  1. Fix nih chanyeol suka sama suzy? Kyaaaaaaa ^^ makin bingung mau ngeship yang mana ekwkw
    Dua2nya gentle banget walaupun diem2 sukanya, how sweet!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s