[EXOFFI FREELANCE] I Live With Satan Soo (Chapter 11)

27416d6ac4f07dbbef21a649c9737e7f_resized.jpg

I live With Satan Soo

Evina93 || Chapter || PG 15

Comedy,Romance

Shin Mingi (Oc), Do Kyungsoo (Exo), Bang Minah (G.Day), Kim seokjin (BTS)

Chapter 11

Semenjak kejadian atau Mingi menyebutnya sebagai insiden ciuman pagi itu, Mingi berusaha untuk tidak bertatap muka atau bertemu dengan kyungsoo dengan kata lain ‘Shin Mingi menghindari Do Kyungsoo’. Mingi bangun lebih pagi dari kyungsoo menyiapkan sarapan lalu pergi lebih dulu sebelum kyungsoo bangun hal itu pun ia lakukan di tempat kerjanya, membuat luhan terheran karena mingi meminta tidak satu sift dengan kyungsoo. Luhan pikir mereka bertengkar namun melihat dari situasi yang ada sepertinya tidak mungkin.

Selama 3 hari mingi berusaha menghindar dari kyungsoo namun untuk kali ini dewi fortuna sedang tidak berpihak padanya. Karena apa?? Usaha mingi selama 3 hari seakan sia-sia saja. Ia yang selama 3 hari berusaha menghindar harus satu kelas dengan Do Kyungsoo sang tuan menyebalkan itu sekarang ini, lebih parahnya kyungsoo duduk disampingnya dan terus saja memandanginya membuat mingi jengah.

Kesal? Ya itu yang dirasakan mingi sekarang namun perasaannya lebih cenderung pada malu dan takut. Ia malu karena ketika ia melihat kyungsoo maka ia akan teringat kejadian memalukan itu dan takut jika kyungsoo akan mendengar detak jantumgnya yang tidak normal ketika bersama kyungsoo namun secepat mungkin ia menutupi perasaannya dengan sifat aslinya.

“Berhenti menatapku dan perhatikan apa yang dijelaskan dosen!” perintah mingi pelan. Bukan kyungsoo namanya jika ia langsung menurut, kyungsoo masih betah memandang mingi oh janhan lupakan senyum bodohnya sekarang ini. Entahlah mungkin jatuh cinta membuat seorang Do Kyungsoo terjangkit virus senyum lebar chanyeol.

“Shireo, aku hanya ingin memperhatikan wajah istriku karena aku merindukannya” ujar kyungsoo. ‘heol’ pikir mingi sejak kapan seorang the lil evil soo bisa berkata sechissy ini.

***

Jam pelajaran berakhir dan Mingi segera keluar dari kelas tanpa memperdulikan kyungsoo yang terus saja memanggilnya.

“Mingi-ya”

“Shin Mingi”

“Do Mingi”

Aish kyungsoo dibuat sedikit geram, sebuah ide terlintas di otaknya dan seketika senyum iblis pada wajah kyungsoo pun terlihat.

“Do Mingi! Berhenti atau akan ku cium kau!” ujar kyungsoo dengan lantang.

Mingi langsung saja menghentikan langkahnya. Semua orang menatap mereka ada yang berbisik-bisik dan sebagainnya.

Kyungsoo tersenyum lebar dan berjalan menghampiri mingi.

“anak pintar, sekarang temani aku makan” perintah kyungsoo sambil menggenggam tangan mingi.

“Tidak mau, aku ada kelas lagi” tolak mingi. ‘ck’ decakan keluar dari bibir kyungsoo. “kau ingin menipuku ya, aku tau kelasmu dimulai 2 jam lagi. Kau berusaha menghindariku huh?” tanya kyungsoo.

“si siapa yang menghindarimu!” bela mingi.

“kau pikir aku bodoh! Jelas-jelas kau menghindariku. Hei apa ini karena ci.. Hump” bibir kyungsoo langsung saja di bekap oleh tangan mingi. Kyungsoo meronta, ia bisa kehabisan nafas jika begini terus. Dengan mengandalkan kekuatannya sebagai laki-laki kyungsoo membalik keadaan sehingga mingi terhuyung dan jatuh pada pelukan kyungsoo. Kyungsoo tersenyum sangat puas berbanding terbalik dengan wajah mingi yang kaget setengah mati.

“kau benar-benar ingin ku cium lagi ya, apa salahnya sih menurut padaku” bisik kyungsoo.

Mingi yg tak bisa berkata kata hanya terdiam, sialnya detak jantungnya kembali bermaraton.

“ehum, aku tau kalian masih pengantin baru. Tapi bisakah jangan bermesraan di kampus” ujar suho.

Mingi yang sadar lebih dulu segera mendorong kyungsoo, membuat kyungsoo terhuyung ke.belakang. Untung saja kyungaoo bisa menyeimbangkan tubuhnya agak tidak terjatuh.

Mingi melihat kearah lain asal tidak melihat suho. Oh dia benar-benar malu sekarang.

“Hyung kau mengganggu saja” gerutu kyungsoo.

“Apa? Aku? YA! Kalian yang salah beradegan romance di tengah jalan. Kau pikir aku saja yang melihat coba lihat sekitar kalian” ujar suho.

Mingi memandang sekitarnya’blush’

“do kyungsoo sialan” gumam mingi.

“apa peduliku. Lagi pula dia is . . Yak appo!” mingi segera menginjak kaki kyungsoo sebelum kyungsoo bicara aneh-aneh lagi.memandangnya tajam dan pergi meninggalkan kyungsoo yang kesakitan dan suho yang menatapnya takjub.

“Dia benar-benar lawanmu yang seimbang soo” ujar suho.

“aish, hyung urusan kita, kita lanjutkan nanti awas saja” ancam kyungsoo. Setelah itu ia segera mengejar mingi.

“Mingi”

“ya! Do mingi berhenti kau!” teriak kyungsoo.

“ck ck dasar anak muda, tapi setidaknya kyungsoo menjadi dirinya kembali” suho tersenyum senang. Oh oppa dirimu juga masih muda ckck.

***

Mingi terua saja berjalan tanpa menghiraukan kyungsoo yang terua saja memanggilnya.

“Mingi tunggu:

” Ya do mingi!”

Dan hup

Akhirnya kyungsoo bisa meraih tangan mingi. Untuk ukuran seorang perempuan jalan mingi termasuk cepat. Kyungsoo saja dibuat sedikit kewalahan tadi.

“apalagi?!” hardik mingi.

“temani aku makan,jebal” ujar kyungsoo.

“shireo” tolak mingi.

“kau tidak kasihan pada suamimu ini jika ia kelaparan” uh kyungsoo kau mulai lagi.

“apa peduliku” ujar mingi acuh.

“ck, kau ini. Apa susahnya menurut sih” kyungsoo mulai habis kesabaran.

“Makan saja sendiri atau dengan temanmu yang lain. Aku tidak la . .’kruyuk’ par” ujar mingi dengan malu. ‘uh kenapa harus berbunyi di saat yang tidak tepat’ pikir mingi.

“haha . . Kau bisa bicara tidak tapi perutmu berkata lain. Kajja, aku tau kau belum makan dari pagi” kyungsoo segera menarik mingi ke tempat makan terdekat. Ia tau istrinya masih ada kelas lagi nanti. Ia tidak akan membawanya jauh-jauh.

” Tapi aku tidak. .”

“Tutup mulutmu dan ikut saja denganku. Aku tidak mau kau sakit lagi”

“uh baiklah”

***

Mingi dan kyungsoo sudah berada di salah satu restoran. Tak perlu mewah yang penting makanan itu bersih dan enak itu pikir kyungsoo. Mingi? Dia hanya menurut saja. Lagi pula ini termasuk seleranya.

“Ini makanlah yang banyak” kyungsoo mengambil beberapa lauk dan diletakan di atas nasi mingi. “Aku bisa mengambilnya sendiri” ujar mingi.

“aish, kau ini. Enak tidak?” tanya kyungsoo.

Mingi hanya mengangguk sebagai jawaban.karena mulutnya sedang sibuk mengunyah makanan.

Kyungsoo terus saja memperhatikan mingi sambil tersenyum senang. Ia benar-benar merindukan orang yang berada di hadapannya ini sekarang. 3 hari tidak bertemu pikirannya menjadi tak menentu.

“Kau tidak makan?” tanya mingi.

“Aku akan makan jika kau menyuapiku” ujar kyungsoo.

‘uhuk’ mingi tersedak makanannya tangannya berusaha menggapai gelas berisi air. Kyungsoo yang khawatir segera memberinya air. Mingi dengan cepat meminum air hingga habis. Kyungsoo menepuk – nepuk punggung mingi.

“kau baik-baik saja?” tanya kyungsoo setelah mingi terlihat bisa bernafas kembali.

“ini semua salahmu” tuduh mingi.

“hah? Aku? Apa salahku?” tanya kyungsoo.

“kau dan perkataanmu semua salah” jawab mingi.

“apanya yang salah, aku hanya ingin disuapi” kyungsoo mempoutkan bibirnya. ‘ uh, sial kenapa dia terlihat sangat manis’ pikir mingi.

” jangan membuat ekspreai seperti itu. Itu menjijikan” mingi membuat ekspresi seakan akan ia mual.

“Ck, dasar gadis bar bar” gerutu kyungsoo. Setelah itu kyungsoo hanya memainkan makanannya. Mingi yang melihatnya menghela nafas kasar. ‘anak ini benar-benar’ mingi menggelang ringan.

“Baiklah, aku akan menyuapimu. Buka mulutmu aaa” mingi mengambil sesendok nasi dan mengarahkannya pada kyungsoo.

Wajah kyungsoo langsung berbinar. Ia segera membuka mulutnya dan melahap suapan mingi. Jika orang yang mengenal kyungsoo melihat ini mereka tidak akan percaya jika ini kyungsoo. Sejak kapan pria dingin, berpandangan tajam jangan lupa ucapannya juga. Bisa berkelakuan seperti bocah begini haha . .

“aigo . . Aku iri sekali pada kalian. Kapan aku disuapi seperti itu” gerutu baekhyun sambil menopang tanganya di atas meja.

Mingi dan kyungsoo berbalik menuju asal suara.

“oppa” ujar mingi.

“baek, sejak kapan kau disini?” tanya kyungsoo.

“sejak tadi kau mencoba aegyo agar mingi menyapimu” jelas baekhyun setelah itu ia beralih pada mingi.

Kyungsoo memelototkan matanya.’apa? Selama itu? Kenapa aku tidak menyadarinya’ pikir kyungsoo.

“Mingi – ya, aku juga ingin disuapi” pinta baekhyun dengan puppy eyesnya.

Uh mingi bisa luluh kembali. ‘tidak boleh’ tekadnya.

“kau bisa makan sendiri oppa” tolak mingi.

“uh dasar pelit” baekhyun mengerucutkan bibirnya.

“haha rasakan itu baek ” tawa kyungsoo namun beberapa detik kemudian ia terdiam. ‘oppa’ ‘oppa’ ‘oppa’. Kyungsoo langsung menatap mingi tajam.

“Ya! Mingi. Sejak kapan kau memanggil baekhyun dengan oppa?” tanya kyungsoo.

“sudah lama” mingi kembali memakan makanannya. Di setujui dengan anggukan baekhyun.

Kyungsoo tambah melebarkan matanya. “Ya! Aku juga lebih tua darimu. Tapi kau tak pernah memanggilku oppa” gerutu kyungsoo.

“kau, aku panggil oppa, hanya dalam mimpimu do kyungsoo” ujar mingi.

“ya kau ini . . Bla bla bla” uh kyungsoo mulai kembali berkoar.

Jika kalian bertanya apa yang dilakukan mingi? Ia dengan tenang menghabiskan makannannya. Lalu baekhyun? Ia sibuk melihat model supr*** keluaran terbaru di hp nya. Tak ada yang menanggapi kyungsoo sedikitpun.

Mingi sudah selesai dengan makannya. Ia meminum air di gelasnya lalu beralih pada kyungsoo “Apa kau sudah selesai marah-marahnya? Jika masih panjang kau teruskan saja nanti. Karena aku ada kelas sekarang” mingi mengambil tas yang berada di samping bangkunya. Pamit pada baekhyun yang dibalas dengan lambayan tangan saja.

“ya aku belum selesai. Ya ya ya kau mau kemana? Ya do mingi” gerutu kyungsoo

“aish, anak itu” kyungsoo mengacak rambutnya dan kembali duduk masih dengan gerutuannya.

Chu~

Seseorang mencium pipinya sekilas. Kyungsoo memalingkan wajahnya untuk melihat sang pelaku. Matanya melebar

“terima kasih makananya. Jangan mengomel terus. Dan habiskan makananmu. Aku pergi dulu” mingi berujar dengan pipi merona merah. Lalu ia benar-benar pergi.

Kyungsoo masih syok dengan kejadian tadi. Seperti gerakan robot ia menghadap baekhyun. Baekhyun yang melihatnya menahan tawa.

“Baek” panggil kyungsoo.

“nde~” balas baekhyun.

“apa ini mimpi?” tanyanya.

Plak

Baekhyun menampar kyungsoo. “Ya! Kau cari mati huh! Sakit pabo!” bentak kyungsoo.

“Berarti itu bukan mimpi haha” balas baekhyun. “astaga uri soo sedang jatuh cinta” ledek baekhyun.

Tanpa mereka sadari seorang gadis dari luar restoran memperhatikan kejadian tadi. Ia mengepalkan genggaman tangannya.

***

“uh apa yang aku lakukan tadi?! Itu memalukan. Pabo!” mingi sedikit memukul-mukul kepalanya setelah sebelumnya memegang pipinya dan berkata sendiri. Jika orang-orang melihatnya mereka bisa menganggap mingi gila.

“Mingi-ya, bisa kita bicara sebentar?” tanya seseorang.

“huh?”

TbC

Author’s note

Holla, maaf baru update. Ku belum ada waktu nulis. Masih pendek? Kurang fellnya?

Semoga chap berikutnya aku bisa buat lebih panjang, lebih gereget dan semoga gak lama.

Makasih buat readers yang setia nungguin nih ff abal dari author yang masih abal sampai ada yang pc langsung haha. .

Terakhir dari author . .

Coment please, don’t be a sailent reder.

 

5 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] I Live With Satan Soo (Chapter 11)

  1. akhirnya update juga aku hampir lupa, kyungsoo makin manis aja ea’ pasti yg mau bicara sm mingi mantannya kyungsoo aku lupa juga namanya hehe…. cek dulu ah “”
    nextt chapter di tunggu….

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s