[EXOFFI FREELANCE] Autumn (Chapter 15C)

20160425_201615.jpg

Autumn stories by Puspita.desu

Byun Baekhyun • Kim Yoora

Romance • Sad • Angst • Idol Life. • Family

15+ • Chaptered

.

******

Jika penyebab dari penyesalan adalah melakukan kesalahan fatal di awal, itu benar. Aku menyesal.

.

.

Dibulan kedelapan kehamilan Yoora dia masih saja naik turun eskalator dengan menenteng bungkusan berisi bekal makan siang ditangannya, dengan perut buncit, dengan senyum mengembang. Ini merupakan ritual wajibnya selama beberapa Bulan terakhir dia menikah dengan Baekhyun, jangan lupa. Sekarang dia telah menjadi istri seorang superstar dan akan segera melahirkan anak pertamanya. 

Bukan, anak kedua. 

Anak yang ditaksir berjenis kelamin laki-laki dan Yoora selalu berharap bahwa kelak anaknya akan menjadi anak tampan dan kuat seperti ayahnya. 

Yoora masih tersenyum sembari mengamati pergerakan eskalator menuju lantai 7 tempat latihan grup Exo. Mereka latihan untuk konsernya di Beijing minggu depan, dan lagi-lagi Yoora harus ditinggal sendirian di apartement. Ya, walaupun Baekhyun nyaris menelponnya satu jam sekali dan bertanya entah ‘kau sedang apa?’ ‘apa perutmu tidak sakit?’ dan selalu tersipu ketika Baekhyun mengatakan cinta padanya di akhir telepon.

Yoora belum terbiasa, ya tentu.

Dia masih belia untuk menerima semua perlakuan layaknya suami istri, tapi Baekhyun dengan baiknya selalu memaklumi dan menegur dengan lembut padanya ketika Yoora melakukan kesalahan. Seperti ketika dia lupa tidak memberikan garam di masakannya atau yang terburuk mengabaikan telepon Baekhyun karena meninggalkannya di kamar. 

Baekhyun yang posesif,

Baekhyun yang perhatian,

Baekhyun yang cerewet,

Sungguh, Yoora tak tahan jika melewatkan hari tanpa ocehan pria itu. Dia bahagia.

Sungguh, Yoora bahagia dengan kesalahan terbesarnya. 

Lift berdenting, dia keluar dari tempat itu dan diikuti oleh seorang petugas kebersihan yang sedari tadi terbingung melihatnya selalu senyum sendiri. Yoora bahkan lupa menyapa petugas itu, dia terlalu senang akan bertemu Baekhyun.

Satu langkah,

Dua langkah,

Menghampiri ruangan bertuliskan Exo dan menyapa knopnya pelan, memutarnya sedikit dramatis dan mengintip disela pintu yang baru terbuka sedikit.

Seperti kosong,

Maka Yoora membuka lebih lebar pintunya, dia mengerjap.

Hal yang membuat batinnya bertanya-tanya apakah itu betul punggung suaminya?

Apakah itu betul rambut hitam suaminya?

Jika benar, apa yang sebenarnya terjadi?

Apakah itu kejutan? Dia terkejut luar biasa.

Jangan tanyakan apa,

Byun Baekhyun yang bercumbu liar dengan seorang gadis.

Bahkan gadis yang dia sangat ketahui bernama Kim Taeyeon itu telah berhasil membuka satu persatu kancing kemeja Baekhyun.

Kemeja itu, kemeja dengan warna biru favorit Yoora.

Yoora mengancingnya tadi pagi. Dan berhasil dibuka oleh wanita yang berbeda.

Mereka terus bercumbu, tanpa melihat apa yang ada di belakangnya. Seorang istri yang menangisi suami bejadnya.

Keduanya berbalik, menyaksikan dengan raut terkejut karena Yoora malang berhasil melihat apa yang mereka sembunyikan. Yoora melempar bekalnya kearah Baekhyun dan berlari setelahnya.

Baekhyun berdebar, dia salah sungguh dia salah.

Menepis kasar tangan Taeyeon yang bertengger di pundaknya dan membenarkan kemeja nya secepat kilat, berlari menyusul Yoora dan ya, dia terlambat.

.

.

Kim Yoora memperhatikan aliran tenang didepannya, di bawah pembatas yang kini sedang dia pijaki. Hanya diam dan hatinya berdenyut perih. 

Tangan mungilnya mengusap bayi yang mungkin sedang tertidur di perutnya, atau mungkin ikut merasakan kegundahan yang ibunya rasakan. Sekali lagi Yoora membuat bayinya secengeng dirinya. 

Atau mungkin sebentar lagi membawa bayinya meninggalkan dunia selamanya. 

Yoora tak bisa berfikir apapun, entah itu bagaimana masa depannya nanti atau bagaimana cara bertahan hidup tanpa Baekhyun. Fikirannya hanya berputar dikejadian yang dilihatnya tadi siang. 

Dan berjalan beberapa jam tanpa Baekhyun ketahui bukan perkara mudah, mereka bahkan kerap kali hampir berpapasan. Tapi tidak, kali ini mungkin Baekhyun jauh darinya atau menemui Taeyeon dan melanjutkan kegiatan mereka yang telah Yoora rampas. 

Ya, dia menyesali semuanya dan akan menguburnya dalam-dalam. 

Dia menyesal sampai ke ubun-ubun, dia bahkan menyesal hidup menjadi manusia. 

Toh yang dia dapat hanya sebuah hinaan, walau kasat mata. 

Yoora menaikkan kedua kakinya diatas pembatas sungai, tekadnya sudah bulat. Tak ada lagi yang bisa dia lakukan disini. 

Meregangkan kedua tangannya dan menutup mata, 

3

2

1

Byurrrrrrrrr…. 

Ya, setelah itu hanya luka dalam yang Yoora bawa sampai mati. 

.

.

“Halo saya Baekhyun Exo. Terimakasih sudah datang dan bernyanyi di konser kami. ”

Baekhyun dengan senyum simpulnya memperkenalkan diri, seminggu sesudah kematian Yoora dia terpaksa harus mengikuti konsernya di Beijing. Dengan penuh kesakitan, dengan penuh penyesalan. Bahkan Baekhyun sering melamun di atas panggung, membuat rekannya khawatir.

Sayup-sayup terdengar beberapa isakan dari beberapa fansnya, Baekhyun mengamati mereka dan tanpa dia inginkan Baekhyun menitikan air mata. 

Kim Yoora

Kim Yoora. 

Lihatlah berapa ratus orang yang menangisimu, mereka bahkan menyayangimu sekarang. 

Maaf Yoora, maafkan aku. 

Chanyeol menepuk punggung Baekhyun yang kini terisak kencang, dia juga masih tidak percaya adiknya yang dia sayangi telah tiada. 

Kim Yoora yang Malang, tidak satu hari pun dia habisi untuk tidak menghawatirkan Baekhyun. Dan suaminya itu dengan sialannya melakukan kesalahan fatal. 

Baekhyun menegak, mukanya pucat dan dia meraih mic -nya kembali.

Berteriak bak tiada lagi hari esok. 

KIM YOORAAAA.. 

.

.

KIM YOORAAA.. 

.

“Berisik oppa, menganggu saja.! ”

Baekhyun mengerjap dengan lelehan air mata di pipinya, dia meraba tempat yang sedang dia pijaki. 

Tempat tidurnya, 

Dan tadi hanya mimpi. 

Dia bahagia, dia lega luar biasa. 

Lalu menoleh ke sampingnya dan gadis itu tidak ada disana. 

Maka dengan serampangan Baekhyun beranjak dari kamarnya, berlari menuju ruangan demi ruangan apartement nya dan Yoora tetap tidak ditemukan. 

Dia benar, tadi itu hanya mimpi kan? Mengapa di dunia nyata Yoora tetap menghilang? 

Oh, dia gila. 

“YOORAA! ”

“Aih, bisakah tidak berteriak? Aku sedang membereskan kamar bayi. ”

Yoora muncul dibalik pintu kamar bayinya, pipi gembulnya mengerut lucu dan Baekhyun tersenyum lega setelahnya. Melangkahkan kakinya menuju kamar itu dan ikut melihat apa yang istrinya lakukan. 

“Kau menangis?”

Yoora terheran dan mengusap pipi basah Baekhyun, namun Baekhyun menepisnya dan malah memeluknya erat. Membuat perut sembilan Bulan Yoora terhimpit keduanya, merasakan bahwa anak mereka telah lahir dan membawanya dalam pelukan hangat keduanya. 

Baekhyun mengusap punggung Yoora lembut dan dirinya kembali terisak mengingat mimpi menyeramkan tadi. 

Dia bahkan lebih baik tidak tidur semalaman dibanding harus melihat Yoora pergi walaupun hanya dalam mimpi. 

Yoora tak boleh meninggalkannya baik itu nyata maupun tidak. 

“Kau kenapa? ”

“Aku mimpi buruk”

“Apa? ”

Baekhyun melepas pelukannya dan menggeleng, dia tersenyum lantas berjongkok dihadapan perut Yoora. Memeluknya hangat dan merasakan getaran lembut di pipinya, seperti menyapa kedatangan sang ayah. 

Dia memejam, hanya berucap dalam hati. Merasakan kembali usapan lembut di rambutnya dan mendongak menikmati raut bingung istrinya. 

“Berjanjilah padaku.! ”

“Apa? ”

“Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku,!”

Yoora tersenyum dan mengangkat Baekhyun agar berdiri, ya dia mengerti akan mimpi buruknya Baekhyun. Mengerti akan sikap anehnya kini. 

“Ck, kau bahkan sering meninggalkanku. Kenapa aku tidak boleh? ”

“Itu karena pekerjaanku Yoo, lalu jika aku tak bekerja kau akan makan apa? Kutu beras? Kau bahkan bisa belanja mewah dan jika kau tidak lupa, kemarin hanya untuk belanja semua keperluan bayi sampai menghabiskan gajiku selama tiga Bulan. Aku heran, kau itu istriku atau rampok sebenarnya?”

“Apa? Kau menuduhku rampok? Itu juga untuk anakmu oh? Kalau begitu jual saja semuanya,  biarlah nanti anakmu telanjang bulat dan hanya minum air putih. Kau puas? ”

Yoora berbalik dengan kesal, menghentakkan kakinya dan meninggalkan pekerjaannya begitu saja. Baekhyun tertawa terbahak-bahak dengan tingkah laku Yoora, dia tetap berprilaku sesuai dengan usianya dan ya, itu selalu lucu di mata Baekhyun. 

.

.

“Ya, aku mau spagethy..! ”

Baekhyun meradang sekaligus kesal karena Yoora yang sedari tadi tak pernah mengeluarkan suaranya dan sekarang hanya memberinya satu roti strawberry untuknya sarapan. 

Apa dia tega memberinya itu sedang Baekhyun akan bekerja sampai nanti malam. Bahkan Yoora tidak membuatkannya bekal makan siang. 

Oh, betapa wanita hamil itu amat mengerikan. 

“Kau bilang tak boleh menghamburkan uang, makan saja itu dan jangan berkomentar! ”

“Ya Tuhan Kim Yoora, aku tak bermaksud seperti itu. Aku juga bekerja untukmu sayang, untuk anak kita juga.!”

“Kau bekerja untuk seorang perampok? ”

“YAK HENTIKAN! ”

“ARRGGHH..! ”

.

.

To be continued. 

7 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Autumn (Chapter 15C)

  1. Aigoo kirain yoora beneran bunuh diri trus sad ending eh trnyata cuma mimpi 😂😂 hbisnya trauma sma uncontrollably fond yg sad ending. Saya maunya yg happy ending untuk yoora dan baekhyun 😄 di tnggu next chapternya min fighting 💪

  2. Aku kira yoora beneran nyebur ke sungai, udah panik aja aku, dan dikira juga udah tamat setelah yoora nyebur ternyata belum dan itu juga cuma mimpi.. hehehe 😁
    Yoora kenapa tuh ya? Sensi ya.. jgn2 efek mau melahirkan.. hihi..

    Next ka! Fighting

  3. Astaga, aku udh sedih sampe nangis-nangis. Nangis tapi tak bersuara gegara ditahan. Gegara baca awal chapter ini, kirain beneran yalord tau nya mimpi kamvrettt😂 ehhh tapi mereka lucu banget yawlaa berantemnya😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s