[EXO FREELANCE] Mr. Mafia (Chapter 17)

mr-mafia-cover1

Tittle/judul fanfic: Mr. Mafia

Author: Leehaera17

Length: Chapter

Genre: Romance, Action, School Life, Married life, kekerasan.

Rating: PG-19

Main Cast & Additional Cast:

Main Cast :

Oh Sehun (EXO) , Hwang Hyerin, Yugyeom (Got7), Tiffany (SNSD)

Supporting Cast :

EXO member, Got7 member, SNSD member, Beast member

Disclaimer :

FF ini hasil kerja sendiri yang sudah pernah di publish di Wattpat author, bisa baca di sana, ID : Leehaera17, semua tokoh hanya sebagai aktor protagonist dan antagonist, tidak ada maksut untuk melecehkan fandom manapun.

jangan lupa Comment dan Like ya

add BBM author untuk perkenalan, pertanyaan, dan password (jika di perlukan) : 5C482AF1

CHAPTER 17

“ Siapa kau ? ”

[ aku calon istrimu ]

“ dari mana kau mendapatkan nomor ini ? ”

[ aku punya sumber tercercaya, lagi pula mulai sekarang kau harus terbiasa dengan telpon dariku ]

“ aku tak punya urusan denganmu ”

BUK!

Sehun membanting ponsel di tangannya ke atas meja,

“ ada apa ? ” Hyerin menyerengit melihat tingkah laku Sehun,

“ tidak.. ”

“ tadi.. siapa yang menelpon ? ” Hyerin kembali bertanya,

“ bukan siapa – siapa ”

“ sepertinya kau sangat marah ”

“ kenapa banyak tanya, cepat siapkan makananku ! ” Sehun mengeraskan sedikit suara dan itu membangunkan Luhan yang berada di kamar tamu,

suara pintu terbuka  terdengar, terlihat Luhan yang memegang perutnya sambil berjalan keluar masih dengan jarum insuf terpasang di lengannya,

“ Hyung.. kau tidak boleh bergerak dulu ” Sehun berjalan kearah Luhan,

“ tidak papa Sehun-aa, aku juga lapar ” kata Luhan memberi senyuman hangat,

“ aku akan mengantar makanannya ke kamar ” kini suara Hyerin terdengar,

“ ah… tidak usah repot Hyerin-sshi.. aku bisa duduk di meja makan bersama kalian, akan lebih baik rasanya dari pada aku makan sendirian di kamar ” Luhan mulai melangkahkan kakinya pelan – pelan,

mereka bertiga duduk di meja makan dengan Hyerin yang duduk di samping Sehun dan Luhan di depan Sehun,

“ sepertinya kalian tidak pergi bulan madu ? ” Luhan membuka pertanyaan,

“ aku sibuk Hyung, aku tidak bisa meninggalkan kakek tua itu sendiri ” Sehun menjawab,

“ begitukah ? jadi kapan kau akan menjadi ayah ? ”

UHUK UHUK UHUK

Hyerin terbatuk kencang saat mendengar pertanyaan yang di lontarkan Luhan begitu mudahnya,

Sehun dan Luhan memandang Hyerin yang meneguk air minumnya dan Luhan hanya menahan tawanya,

“ aku sibuk Hyung, untuk sekarang aku tidak ingin punya anak dulu ” Sehun kembali menjawab,

setelah selesai makan, Sehun juga Luhan mendaratkan tubuhnya pada Sofa di ruang tamu dan menonton acara televisi, sendangkan Hyerin masih berkutat di dapur memotong buah dan membawa beberapa minuman untuk Sehun juga Luhan,

Hyerin memberikan orange juice untuk Luhan dan wine untuk Sehun,

“ ya~ kau fikir aku anak kecil ” kata Luhan ketika Hyerin mengantar minumannya,

“ maafkan aku Luhan-sshi, tapi kau tidak di perbolehkan meminum minuman keras sebelum luka di perutmu sembuh ” Hyerin menundukan kepalanya,

“ baiklah… aku mengalah ” Luhan meneguk jus jeruk dari gelas panjang di depannya,

Hyerin melangkah pergi, ia menaiki loteng, kakinya membawa Hyerin untuk mengenang masa lalu,

Ia berjalan menuju sebuah ruangan yang berada di atas tangga,

Matanya menyipit menyadari bahwa rungan itu kini sedikit berdebu,

Hyerin memasuki ruangan itu pelan – pelan, ia menyentuh barang – barang yang kala itu berada di rumahnya,

Ia memalingkan pandangannya pada meja belajarnya,

Meja belajar yang cukup tua dan sudah terkelupas di sana – sini,

Hyerin tau apa yang akan ia lakukannya saat ia mambuka laci ke 3 dari atas meja itu,

Benar… ia ingin membaca surat kecil yang sampai sekarang masih membuat hatinya bergetar hebat,

“ hunnie-aa.. apa…. Kau melupakanku ? ” Hyerin merintih sendirian,

ia begitu bingung, ia tak mengerti mengapa ia masih saja mengharapkan laki – laki yang entah berada di mana,

tapi kali ini harapnya berbeda…

ia tidak menginginkan kedatangan seseorang baru dalam hidupnya,

ia menginginkan laki – laki yang sudah ada di depannya adalah benar seseornag yang waktu dulu pernah mengirimkan surat ini padanya,

entah berapa lama Hyerin hanya terdiam di tempat, ia masih saja menundukan kepalanya, ia hanya tidak mengerti tentang perasaan yang ia rasakan,

jika Sehun benar adalah Hunnie, apa sampai sekarang ia masih mengingat Hyerin?

Jika Sehun benar adalah Hunnie, apa ia mau menerima kenyataan bahwa Hyerin adalah Ye-en kecil,

Jika Sehun bukanlah Hunnie, apa yang terjadi jika suatu saat Hunnie yang sebenarnya muncul,

BRUG!

Suara pintu terbuka mengagetkan Hyerin dari dunia mimpi,

“ Sedang apa di sini ? ” Suara Sehun benar – benar membuat Hyeirn melonjak,

“ a…a…aku… tidak ada ” Hyerin hanya mencoba menyembunyikan kertas lusuh yang sedari tadi ia pegang,

Sehun mendekat, instingnya mengatakan jika wanita itu menyembunyikan sesuatu

“ apa itu ? ” Sehun menunjuk tangan Hyerin yang di sembunyikan di belakang badannya,

“ bukan apa – apa ” Hyerin menjawab singkat dan memalingkan pandangannya,

Dengan gerakan cepat Sehun berhasil merebut kertas itu dari tangan Hyerin,

“ kembalikan ! ” Hyerin berteriak kencang,

Mata Sehun terus memandang kertas itu, ia masih tidak percaya apa yang ia lihat,

Tulisan itu, kata – kata itu, kertas yang ia robek dari buku tulisnya, semuanya masih terlihat sama,

Sehun terpaku, begitu juga Hyerin yang terpaku,

“ kau masih menyimpan ini ? ” Sehun bertanya dengan nada sedikit tidak percaya,

“ tau apa kau ” Hyerin menyilangkan tangannya di depan dadanya,

“ tentu aku tau… aku yang menulis surat ini, untuk seseorang yang bernama Ye-en ” kata Sehun lagi,

kini Hyerin menurunkan kadua tangannya,

Senyum di bibir tipis Sehun seakan membuatnya kehabisan kata – kata,

“ kau… yang menulis surat ini ? ” Hyerin bertanya bingung,

“ benar, itu aku, ye en-aa ” Sehun kini menyebut nama yang tak asing bagi Hyerin,

“ selama ini… kau tau aku adalah Ye-en ? ” Hyerin kembali bertanya,

“ untuk apa aku menikah denganmu ” Sehun memberikan puppy eye-nya,

“ mak-maksutmu ? ” Hyerin terbatah – batah,

“ jangan salah sangka.. aku bukan penguntit, ini semua sudah takdir ” Sehun berkata singkat,

Hyerin masih terdiam, ia masih belum bisa menerima kenyataan,

Apa mungkin mulai sekarang akan ada secercah kebahagiaan di dalam hidupnya,

Apa mungkin mulai sekarang hidupnya akan lebih berwarna,

Sehun menggengam tangan Hyerin lembut, ia menuntun wanita itu menuruni tangga dan memasuki kamar mereka,

Hyerin duduk di tempat tidur dan Sehun duduk di sebelahnya,

“ apa kau tidak ingat dengan boneka ini ? ” Sehun bertanya dan memberikan boneka kecil berbentuk kelinci yang sudah usang itu,

“ tentu aku ingat, aku adalah pemilik aslinya.. ” Hyerin tersenyum,

“ boneka ini menemaniku kemanapun aku pergi ” Sehun mejawab lagi,

“ mengapa kau tidak mengatakaannya dari awal ? ” Hyerin bertanya bingung,

“ apa kau akan langsung setuju dan menikah denganku walau aku adalah seorang anak mafia ? ” Sehun berkata ringan,

“ aku… ”

“ aku tidak ingin penolakan.. kau tau itu kan ” Sehun memotong kata – kata Hyerin,

“ kau terlihat sedih, apa aku melakukan kesalahan ? ” Sehun bingung melihat keadaan Hyerin,

“ apa kau mempermaikan persaanku ? ” Hyerin kini berkata dengan sangat tegas,

“ hey kenapa harus marah seperti itu ? ” Sehun kini menjadi bingung,

“ hah.. apa yang aku harapkan darimu, aku tau pernikahan ini tidak lebih dari kebohongan besar yang kau buat agar tidak menikah dengan wanita itu ” Hyerin menundukan kepalanya,

perasaan itu, perasaan yang tak ingin ia tunjukan kembali datang,

nama itu menjadi taboo untuk di dengar, nama yang dalam satu malam merubah dirinya yang sebatang kara menjadi keluarga besar,

Sehun hanya memalingkan wajahnya,

“ tidurlah.. hari ini kau pasti lelah.. ” Sehun berkata,

Hyerin mulai berdiri dari tempat tidur dan berjalan ke tempat tidurnya yang bukan lain adalah sofa,

“ mau ke mana ? ” Suara Sehun terdengar,

“ tidur tentu saja ” Hyerin menjawab,

“ tidurlah di tempat tidur ” Sehun berkata lagi,

Hyerin hanya terpaku, ia tidak percaya bahwa laki – laki itu memberikan kesempatan untuknya tidur di kasur besar itu,

“ tidak usah berfikir macam – macam, gunakanlah kesempatan emas ini ” Sehun berkata lagi dan berdiri dari tempat tidur berjalan kearah Sofa,

“ hari terkadang terasa begitu berat ” Sehun mengucap tampa menghentikan langkahnya,

Hyerin menandang punggung Sehun dalam diam, ia tak bisa merasakan apa – apa saat ini, ia hanya terdiam tanpa melakukan apapun,

Sehun.. Laki – laki itu benar – benar bisa membuat dunia Hyerin jungkir balik.

Hyerin mendaratkan dirinya di tempat tidur besar itu, ia memandang punggung Sehun yang terduduk di sofa tempatnya biasa terlelap,

Semua ini seperti mimpi, tidak nyata dan seperti magic, aku takut, jika suatu saat aku terbangun dan semuanya akan hilang, apa yang harus aku lakukan ?

Karna pembicaraan panjang dengan pikirannya sendiri ia lelah dan terjun ke dunia mimpi,

Di sisi lain Sehun mendapat undangan untuk datang ke club malam yang bisa WOLF kunjungi,

Setelah meneguk minuman terakhirnya, Sehun berjalan membuka lemari pakaiannya dan masuk ke kamar mandi untuk bersiap – siap,

Malam itu sangat pekat, jarang ada bintang yang berkelap – kelip membuat jalanan kota Seoul agak redup,

Sehun masih berada di dalam mobil mewahnya, perasaannya begitu senang hari ini, ia memutuskan untuk menerima undangan teman – temannya untuk sedikit melemaskan otot yang tegang,

Sesampainya di Club Sehun memberikan kunci mobil mewahnya pada seseorang dengan seragam putih hitam di depan pintu masuk,

Sehun melangkahkan kakinya masuk melalui pintu utama, terlihat orang – orang yang sedang asik menggoyangkan badan mereka ke kiri dan ke kanan di sepanjang jalan,

“ HYUNG! ” suara seseorang membuat Sehun memutar kepalanya ke sana – sini,

“ Hyung! Apa kabar ? ” seorang laki – laki bertubuh atletis dan berwajah manis menghampiri Sehun,

“ Jungkook ? ” Sehun menyodorkan tangannya,

“ Hyung… sudah lama aku tak melihatmu bermain di sini ” laki – laki itu menyambut tangan Sehun,

“ aku sedikit sibuk dengan pekerjaanku ” Sehun hanya tersenyum manis,

“ WOLF ada di meja biasa ” kata laki – laki itu dan menepuk punggung Sehun pelan dan berjalan pergi menyambut teman – teman lainnya,

Sehun melanjutkan perjalanannya,

“ OH SEHUN!! ” kini suara rendah Chanyeol bergema di Club malam,

laki – laki yang berada di balik meja DJnya itu melambaikan tangannya ke udara,

“ LADIES AND GANTELMAN OH SEHUN IS IN THE HOUSE ! ” Chanyeol mengudara,

lampu sorot berada tepat di atas kepala Sehun, semua orang berkeliling memandang Sehun, mereka semua bersorak meneriakan nama Sehun dengan lantang,

“ OH SEHUN ! OH SEHUN! OH SEHUN ! ” para laki – laki dan perempuan yang berada di lantai dansa meneriakan nama Sehun,

Chanyeol mulai memakai Headphonennya dan memilih salah satu lagu favorite Sehun berjudul Monster dari EXO,

Sehun menundukan kepalanya dengan senyum mengembang di wajahnya, ia mengenang masa di mana ia masih setidaknya bersenang – senang dengan teman – temannya seperti ini,

Baekyun yang berada di antara orang – orang yang berada di sekeliling Sehun melempar topi yang ia pakai ke arah Sehun dan Sehun langsung mengenakan topi itu, terlalu bawah, hanya garis rahangnya yang tegas terlihat dari semua sudut,

Sehun mulai menggoyangkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan mengikuti irama music bersamaan dengan riuh tepuk tangan yang tak henti – hentinya juga teriakan para gadis yang mengagumi pertunjukan yang Sehun sajikan,

Lagu yang di mainkan hampir selesai dan Sehun memperlambat gerakannya, setelah lagu selesai Sehun memberikan Pose terbaiknya, penonton tak henti – hentinya menerikan namanya,

Chanyeol yang tersenyum dari atas panggung dan juga teman – teman WOLF lain yang terlihat puas dengan yang di sajikan Sehun juga ikut memberikan tepuk tangan,

“ kau tak pernah mengecewakan ” Baekyun memberikan pelukannnya,

Sehun hanya memberik senyum manisnya dan melambaykan tangan untuk Chanyeol yang asik memutar lagu untuk para tamu yang sudah membayar mahal untuk melihat aksinya,

Sehun berjalan bersama Baekhyun juga Xiumin yang sudah menunggu Sehun sedari tadi, mereka menuangkan minuman ke gelas kosong yang ada di atas meja,

“ Sehun-aa.. kau harus lebih sering bermain bersama kami ” Xiumin menepuk pundak Sehun pelan,

“ tidak bisa Hyung, sekarang aku punya istri ” Sehun mendaratkan tubuhnya ke sofa VIP yang sudah di pesan group WOLF,

“ Hyung… biarkan Sehun menikmati waktunya, jangan ingatkan ia dengan istrinya ” Baekhyun kembali memjawab,

“ OH SEHUN! OH SEHUN! OH SEHUN ” Chanyeol datang dari atas panggung sambil menerikan nama Sehun,

“ hentikan hyung.. ” Sehun mengibaskan tangannya,

“ sepertinya orang – orang di sini merindukan aksimu lebih dari kami ” Chanyeol menegug menuman di tangnnya,

“ tidak – tidak, kalian berlebihan ” Sehun menjawab di sambung tawa renyahnya,

malam itu suasana sangat mengembirakan, Sehun begitu senang akhirnya wanita yang ia cari benar – benar menjadi miliknya, mereka semua berpesta sampai pagi menjelang,

sekitar pukul 7 pagi, Sehun dan teman – temannya yang mabuk berat masih berada di club menunggu Kyungsoo yang akan menjemput mereka seperti biasa, benar, Kyungsoo adalah laki – laki yang membenci keramayan dan ai selalu tidak ikut dalam pesta apapun dan di manapun, di akhir cerita Kyungsoo adalah orang yang selalu datang dan mengantar semuanya pulang dengan selamat ke rumah masing – masing,

“ ooh.. kyungsoo-aa… kenapa kemarin malam kau tak datang ” Chanyeol yang hampir menutup matanya melambaikan tangannya pada Kyungsoo yang baru saja memasuki Club yang hampir tutup itu,

“ cih… selalu saja, aku yang kesusahan ”

dengan rasa kesalnya Kyungsoo membopoh satu per satu temannya masuk kedalam mobil fan yang sudah ia siapkan,

“ YA KYUNGSOO!! AKU MASIH INGIN BERPESTA ! LEPASKAN ! ” Chanyeol yang menjadi orang pertama yang ia bawa keluar dari gedung itu membabi buta,

“ AH HYUNG! AYOLAH AKU INGIN PULANG! ” Kyungsoo kesal dengan tingkah laku Chanyeol,

arraseo kyungsoo-aa… aigoo… kau begitu lucu saat marah ” Chanyeol memberikan pelukannya,

kyungsoo hanya mengabaikan semua yang Chanyeol katakan dan mengarik Chanyeol untuk keluar dari tempat itu,

yang kedua adalah Xiumin, Xiumin hanya diam dan tak berkata apa – apa tapi ia terus melambaikan tangannya dan tertawa riang,

“ dasar gila ” Kyungsoo bersumpah serapah,

kini giliran Baekhyun,

“ YA! Kyungsoo !! aku membencimu ! kau sangat pendek !! aku lebih tampan darimu! ” di ikuti tawa lepas Baekhyun,

“ kau yang seperti wanita ! ” kyungsoo kembali bersumpah di depan temannya yang tak henti – hentinya berbicara itu,

kini yang terakhir Sehun, ia terlihat tenang, mungkin tertidur,

“ Sehun-aa saatnya pulang ” Kyungsoo mengguncang badan Sehun sedikit keras,

“ hm ? ” Sehun membuka matanya dan menangkap bayangan seseorang,

“ ye-en-aa ! ” Sehun berseru dan memeluk Kyungsoo,

“ yeen-aa, aku mencintaimu, aku tidak akan meninggalkanmu, aku harus bersamaku selamanya ! yeen-aa… jangan pergi ! ” Sehun terus mengucap tanpa henti,

“ ye-en ? bukankan istrimu bernama Hyerin ? ” Kyungsoo yang kebingungan akhirnya hanya menyeret tubuh Sehun keluar Club dengan paksa,

setelah semuanya selesai kini Kyungsoo harus mengantar mereka semua satu persatu kerumah masing – masing,

karena rumah Sehun yang paling dekat, Sehun adalah orang pertama yang akan ia antar,

Kyungsoo menarik Sehun dan membopong tubuhnya ke arah pintu masuk, ia mengetok pintu rumah Sehun keras,

wae wae ?  apa kau mencariku ? kau seharusnya bilang jika kau rindu padaku yeen-aa ” Sehun masih tertawa tak henti – hentinya,

pintu terbukan dan terlihat Hyerin yang masih menggunkan piyama tidurnya,

“ selamat pagi Hyerin-sshi, aku hanya mengantar suamimu pulang ”

“ oo.. istriku yang cantik ” kata Sehun masih dengan wajah merahnya menghambur ke pelukan Hyerin,

“ istriku kau kemana saja ? ” kata Sehun dan terus memegang bokong Hyerin,

“ ya ! Oh Sehun ! apa – apan kau ! ” Hyerin yang terlihat jengkel karena perbuatan Sehun berusaha melepaskan Sehun dari tubuhnya,

“ dia mabuk, aku harus pergi, mereka semua menungguku ” kata Kyungsoo dan beranjak pergi dari rumah Hyerin,

Hyerin menutup pintu dan kini Sehun berada di belakang tubuhnya dan mulai memegang buah dada Hyerin,

“ YA ! OH SEHUN ! HENTIKAN ! ” Hyerin berteriak tapi sama sekali tak di hiraukan oleh Sehun,

dengan paksa Hyerin menyeret tubuh Sehun masuk kedalam kamar dan membanting tubuh Sehun kuat,

“Yeen-aa… bogoshipo ! ” Sehun mengigau saat matanya terpejam,

Hyerin yang mendengar kata – kata Sehun kaget dan menghentikan kegiatannya mencopot sepatu dan kaus kaki yang Sehun gunakan,

“ yeen-aa… jeongmal saranghae ” Sehun kembali mengucap,

Hyerin hanya tersenyum lucu, ia tau bahwa Sehun tak sadarkan diri saat ia berbicara seperti itu, tapi di sisi lain, ia berharap bahwa Sehun benar – benar mengatakaan apa yang ada di dalam hatinya,

nado.. Sehun-aa ” Hyerin mengucap pelan dan kembali melanjutkan kegiatannya.

Jam menunjukan pukul 3 sore, Hyerin yang melihat gerak – gerik Sehun di atas tempat tidur memutuskan untuk mulai memasak makan siang merangkap makan malamnya hari ini, Hyerin mulai menyiapkan bahan – bahan makanan dan meletakannya di atas meja, Ia mulai membersihkan ikan yang akan ia goreng juga sayuran yang siap di potong, tiba – tiba sebuah tangan kekar melingkar di pinggangnya kuat,

“ ooh… Sehun-aa, ada apa ? ” Hyerin menyembunyikan wajahnya yang memerah,

“ sebentar saja, kepalaku pusing sekali ” Sehun berbisik tepat di telinga Hyerin,

“ kenapa tidak menunggu di kamar saja ” Hyerin kembali mengucap sambil melanjutkan kegiatannya menyembunyikan debaran jantungnya yang begitu cepat,

“ apa kau sakit ? ” Sehun bertanya,

“ tidak.. memangnya ada apa ? ” Hyerin bingung,

“ sepertinya jantungmu akan copot sebentar lagi ” Sehun tersenyum di pinggir wajah Sehun, Hyerin meletakan pisau yang ia pegang dan melepaskan tangan Sehun dari tubuhnya,

“ aku harus memasak Sehun-aa, tunggu saja di ruang tengah ” Hyerin menatap Sehun dalam diam,

rambut laki – laki itu berantakan, kemejanya yang tak terkancing dan ia masih mengenakan celana hitam yang kemarin ia pakai, bau alcohol masih tercium jelas,

“ setidaknya bersihkan dulu badanmu setelah itu baru makan ” Hyerin berucap lagi,

“ bagaiman jika aku tidak mau ? ” Sehun kembali berkata,

“ aku tak akan masak untukmu ” Hyerin menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya,

“ benarkah ? aku bisa makan di luar ” Sehun tersenyum puas melihat Hyerin dengan wajah kesal favoritnya,

“ oh ayolah Oh Sehun ini bukan waktunya untuk bercanda, aku sangat lapar menunggumu untuk bangun dari tidur pandamu itu ! ” Hyerin berucap dengan wajah kesalnya,

“ baiklah nyonya Oh, berikan aku ciuman manismu dulu ” Sehun mendekatkan wajahnya sekitar 5 centi dari wajah Hyerin,

Hyerin berusaha untuk menahan tubuh Sehun agar tidak menghimpit tubuhnya di meja ini,

“ dasar gila ! ”

walaupun dengan mengumpat, Sehun berhasil mendapat kecupan dari Hyerin,

“ selamat memasak nyonya Oh ” kata Sehun dan beranjak pergi meninggalkan Hyerin yang kembali terfocus pada pekerjaannya,

Hyerin berusaha mengatur alur detak jantungnya yang dalam beberapa detik lagi akan meloncat dari tempatnya, suara Sehun memanggilnya dengan sebutan nyonya Oh membuat secercah kebahagian di sisi hatinya yang dulu ia kunci rapat – rapat, ini semua ia lakukan karena ia takut untuk berharap terlalu banyak pada laki – laki yang meninggalkannya selama kurang lebih 12 tahun, Hyerin menghempas nafasnya kasar, ia masih ingin melanjutkan pendidikannya tapi di sisi lain, ia juga harus mencari penjelasaan dari status yang ia pegang sekarang.

– TBC –

 

27 thoughts on “[EXO FREELANCE] Mr. Mafia (Chapter 17)

  1. Wkwkwk kyungsoo udahbjaya tukang pos aja, nganterin satu2 kerumah meraka masing2 hahaha. Sekarang Sosweet banget sehun sama hyerin. Taapi ada 1 yg harus diwaspadai yaitu tiffany-,-

  2. Akhirnya mereka berdua sama sama tau wkwk
    Yaelah tiffany ngapain nelpon nelpon sehun segala, sehunya juga gak mau ditelpon sama kamu wkwk
    Sehun itu dulunya juga dancer? Woaahh dancer yang jadi bos mafia haha chan juga dj
    Eitt apa apaan sehun pake acara pegang pegang dadanya yeen wkwk kocak thorr pas bangun juga sehun ngedadak manja, kenapa kayak gitu

  3. Itu siapa yg nelpon sehun di awal part? Nenek sihir kah? (re:tiffanny)😄
    Adem ayem deh keluarga kecil Oh :”D
    Smoga ga ada penghalang berat yah…
    Nextnya ditunggu eonn, keep writing~

  4. Cieee cieee yang uda saling tauu cieee wkwkwk
    Aaa aku sukaaa chapter inisehun uda gak dingin lagi sm hyerin ditunggu kak kelanjutannya^^

  5. aku udah nyangka dr dulu kalau sehun sudah tahu kalau hyerin itu ye’en, ternyata beneran #Alesan hyerin mulai bimbang nih sm statusnya….nexttt chapter di tunggu

  6. Akhirnyaaaa hyerin tau kalau sehun adalah hunnie yg di cari2nya… hahaha lucuu bayangin adegan wktu mereka mabuk trs di bntu sm kyungsoo😀 next chap lbh greget lagi ya kak😉 fighting!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s