[FICLET] The Vault Room (Urban Legend)

|| Title : The Vault Room ||

|| Author : Lizzle Ayumu Rin ||

|| Main Cast : Kim Jongin a.k.a Kai ||

|| Length : Ficlet ||

|| Rating : PG13 ||

|| Summary : Cerita menakutkan ini terjadi pada Kai, Ia terjebak di dalam sebuah ruang bawah tanah penuh jenazah dalam peti mati. Apa yang akan terjadi pada pemuda itu?

FF ini terinspirasi dari urban legend yang pernah aku baca dari artikel sebuah situs. Mohon maaf apabila ada kesamaan cast, typo’s bertebaran, dll saya berusaha menampilkan yg terbaik

 

Happy Reading ^_^

.

.

.

DON’T BE SILENT READER

Sudah sangat lama Kai menjadi seorang pengangguran, dan pada akhirnya ia menerima pekerjaan sebagai pengurus makam. Ini sebenarnya bukan jenis pekerjaan yang ia inginkan. Namun apa boleh buat, ia sangat membutuhkan uang dan hanya pekerjaan ini yang berhasil ia dapatkan dalam waktu singkat.

Sebetulnya Kai sangat takut pada mayat, namun untunglah pekerjaannya hanyalah pekerjaan-pekerjaan ringan. Tugasnya hanyalah menyapu, memotong rumput, dan membersihkan makam. Sedangkan tugas-tugas yang berhubungan dengan mayat seperti menyiapkan jenazah dan prosesi pemakaman adalah tugas para pengurus makam yang lebih senior.

Namun ada satu hal yang dibenci oleh Kai. Ia memang tak perlu melihat mayat secara langsung saat bekerja. Namun ada kalanya ia bekerja di ruangan bawah tanah tempat peti-peti mati berisi jenazah disimpan. Di negara Barat, orang-orang kaya biasanya membuat sebuah ruangan bawah tanah dimana peti-peti mati mereka dan keluarga mereka diletakkan, bukan dikubur seperti orang biasa.

Kai  sangat membenci ruang bawah tanah, sebab ruangan itu gelap, berdebu, dan penuh mayat.

.

.

.

Suatu hari, Kai ditugasi untuk membersihkan sebuah ruang bawah tanah. Dengan berat hati ia melakukan tugasnya itu.

“kenapa harus aku yang ditugaskan, huftt” Kai menghela nafas berat

Saat Kai sedang membersihkan papan-papan nama yang ada di ruangan itu, angin kencang bertiup dan menutup pintu kamar bawah tanah itu. Kai langsung panik dan berusaha membukanya, namun percuma.

“ada apa ini” ucap Kai mulai kalang kabut.

Ia terkunci di ruangan penuh mayat itu.

“TOLOONGGG!!! Apakah ada seseorang di luar sana!! Aku terkunci di dalam!! Apakah ada seseorang yang bisa mendengarku? TOLONGGG!!” Teriak Kai sekencang mungkin seraya menggedor pintu itu.

Kai  mencoba berteriak, namun tak ada yang mendengar teriakannya. Ia lalu mencoba menenangkan dirinya dan tanpa sengaja ia melihat sebuah jendela di atas ruangan.

“mungkin jendela itu satu-satunya harapanku agar bisa keluar, tapi bagaimana caranya? Letak jendela itu terlalu tinggi untuk diraih” Kai masih mengamati jendela tersebut.

Cahaya matahari menembus jendela itu dengan enggan. Berarti ia bisa merangkak keluar lewat jendela itu. Masalahnya, jendela itu letaknya sangat tinggi. Ia tak mungkin dapat mencapainya.

Kemudian, Kai melihat ke sekeliling ruangan.

Yang ada di situ hanyalah peti-peti mati.

“haduhhh….bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini?” ia berbicara pada dirinya sendiri. Mencoba berpikir untuk menemukan jalan keluarnya.

Setelah beberapa menit ia berkutat dengan pikirannya, pada akhirnya Kai mendapatkan sebuah Ide.

“hanya ada peti mati disini. Mungkin benda itu bisa ku manfaatkan untuk mencapai jendela itu. Dan mau tidak mau aku harus melakukannya” Kai kembali menghembuskan nafas berat

Bila ia menumpuk peti-peti itu, ia dapat membuat semacam tangga yang dapat digunakannya untuk mencapai jendela itu. Kai lalu mencoba mengalahkan ketakutannya dan mulai memindahkan peti-peti mati itu.

“kenapa peti ini begitu ringan” Ia kembali bermonolog

Di luar dugaannya, peti-peti itu ternyata ringan. Mungkin karena mayat di dalamnya sudah lama membusuk dan meninggalkan tulang belulang saja.

“huftt..akhirnya selesai” Kai menepuk-nepuk kedua tangannya

Ia berhasil menumpuk beberapa peti mati dan mulai naik.

“Ouch!” teriak Kai lirih. Ia merasakan sakit di tumitnya. Ia menduga kayu dari peti mati itu yang menggoresnya. Kai mencoba berpikir positif

“Ouch!” rasa perih itu kembali lagi. Namun ia terus melanjutkan mendaki peti-peti mati itu, meskipun nyeri itu terus terasa seakan tak memperdulikannya.

Akhirnya ia berhasil mencapai jendela itu dan merangkak keluar.

Kai berjalan kepincangan dan akhirnya bertemu dengan penjaga makam yang merupakan bosnya.

“Apa yang terjadi padamu?” tanya bosnya keheranan.

Kai pun menceritakan segalanya.

“Lalu kenapa kau berjalan terpincang seperti itu?”

“Tadi kaki saya tergores kayu dari peti mati.”

“Mana, coba aku periksa.”

Kai duduk di atas sebuah batu nisan, kemudian Bosnya memeriksa tumit Kai.

Penjaga makam itu lalu menatap Kai dengan wajah pucat.

“Tapi ini bukan luka goresan kayu, Nak.”

“Lalu apa?”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Ini bekas gigitan manusia …”

 

THE END

 

A/N : Yayyy ketemu lagi sama saya di fic edisi urban legends, cerita ini aku dapet di salah satu situs web yang pernah aku kunjungi sebelumnya. BTW disini aku sedikit menambahkan beberapa kata, sama kalimat. Ngeri ya itu kekurung di ruang bawah tanah sendirian mana sama mayat lagi ikhhh ngga kebayang banget.

Masih kurangkah feel nya? Kalau masih kurang tolong dimaafkan saya masih amatiran.

RCL DIBUTUHKAN. KARENA SAYA SENANG JIKA ADA YANG MEMBERI TANGGAPAN ATAU KOMENTAR TENTANG KEKURANGAN DARI CERITA YANG SAYA BUAT^^.

Sekian dulu cerita kali ini. see you in next ff^^~:*

Lizzle ayumu rin

 

4 thoughts on “[FICLET] The Vault Room (Urban Legend)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s