Stuck On You! (Chapter 06) – Shaekiran & Shirayuki

stuck-on-you

Stuck On You!

A Colaboration FanFiction By Shaekiran & Shirayuki

 

Main Cast

Bae Irene, Oh Sehun, Park Chanyeol, and Son Wendy

Genres

School life, romance, funny, friendship, AU etc.

Length: Chapetered

Rating: Teenagers

Disclaimer

Ada yang kenal dengan author dengan pen name Shaekiran atau Shirayuki? Cerita ini adalah hasil buah pikiran kami berdua. Merupakan sebuah kerja keras dari dua buah otak yang terus saja bersinergi untuk merangkai ratusan kata demi kata hingga menjadi sebuah cerita utuh. Hope you like the story. Happy reading!

Previous Chapter

Prolog | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | [NOW] Chapter 6 |

Just the way you are..”

 

Author’s side

 

Irene merasakan aura tak enak di sekelilingnya, penasaran, gadis itu lantas memutar kepalanya ke segala penjuru dan benar saja, saat ini hampir seratus pasang mata yang pemiliknya sedang berada di kantin sedang menatapnya janggal. Irene meyakini bahwa tidak ada yang salah dengan penampilannya. Irene kembali menyedot susu strawberrynya seraya melirik-lirik sekelilingnya lagi. Dan kali ini telinganya berhasil menangkap sekilas pembicaraan sekumpulan gadis-gadis dikantin itu.

“Aku kira wajahnya jelek jika tanpa make up..”

Heol, kalian tahu hari ini seluruh pria dikelasku asyik membicarakan dirinya.”

“Dia sangat cantik tanpa make up, aku iri dengannya.”

“Astaga si pembuat onar itu ternyata sangat cantik.”

Irene hanya mengabaikan perkataan-perkataan mereka sambil sekilas mengulum senyum tipisnya, lalu lekas berjalan menuju kelas.

Sepanjang koridor pun kini mulai ramai pengunjung  karena ingin melihat perubahan drastis sang Bae Irene yang tengah menjadi buah bibir seantero sekolah, bukan karena kenakalannya lagi, tapi karena cantik alaminya yang sukses membuat geger satu sekolahan. Bukannya senang, Irene malah merasa tidak enak menjadi pusat perhatian seperti sekarang, padahal nyatanya sudah sedari dulu gadis Bae itu selalu menjadi pusat perhatian.

Noona..”

Sial!” Umpat Irene dalam hati. Kali ini adik-adik kelasnya bahkan mulai menggodanya. Irene yang biasanya bakalan baper jika digoda hari ini malah nampak ngeri dengan godaan-godaan tersebut, seakan ada perasaan aneh yang membuat bulu kuduknya menegang.

“Irene noona..” Kali ini Irene bahkan hampir saja melakukan hal yang sama dengan Wendy beberapa hari yang lalu, menyemprotkan susu melalui mulut karena kaget melihat seorang adik kelas pria yang tengah berdiri di depannya.

“Kim Taehyung?” gumam Irene pelan, tentu saja dia mengenal laki-laki itu. Kenapa? Oh ayolah, tentu saja karena dia pernah mengintipnya kemarin-kemarin.

“Maukah noona jadi pacarku?” Susu yang tadinya hendak Irene masukkan ke dalam kerongkonganya dengan bantuan gerak perastaltik itu kini sukses membuatnya tersedak sekaligus terbatuk-batuk. Bahkan beberapa siswa yang fokus memperhatikan mereka kini ikut terbatuk-batuk, seakan batuk Irene barusan adalah magnet bagi tenggorokan mereka.

“Kau bilang apa?” tanya Irene dengan suara serak. Jujur saja saat ini Irene merasa ngeri dengan kalimat itu.

Noona, mau jadi pacarku? Akan kulakukan apapun asalkan noona setuju menjadi pacarku. Meski harus membeli pembalut sekalipun aku akan tetap melakukannya untukmu noona.” Kali ini Irene meneguk ludahnya kasar mendengar kalimat barusan. Apa ini? Lamaran?

Kenapa bocah biad*b ini membahas pembalut segala? Dan kenapa tiba-tiba dia menyukaiku? Bukankah kemarin dia berteriak histeris sewaktu aku mengintipnya. Tsk, dia bahkan berteriak kalau aku sudah merebut kesucian otot dadanya.” Irene membatin kesal sambil mengambil ancang-ancang, daripada ambil pusing gadis itu lebih memilih untuk kabur saja.

“Maaf saja, tapi aku tidak menyukaimu!” Irene berlari secepat yang dia bisa, tujuannya hanya satu yakni kantor osis.

Noona!” Irene kembali menoleh sekilas ke belakang, kali ini adik kelas lainnya yang muncul.

Noona aku Jeon Jungkook dari kelas 10 B, maukah kau jadi pacarku?”

Sialan!” Irene mengumpat lagi dalam hati, kenapa hari ini semua orang yang pernah merasa jijik padanya kini berdalih menyukainya? Ini aneh.

“NOONA!” Irene semakin mempercepat larinya ketika teriakan bass itu terdengar lagi olehnya, ia hafal betul suara itu. Itu adalah suara Kim Taehyung. Kenapa duo sialan ini malah mengejarnya?

“Bae Irene, jangan berlari di koridor!” Irene menggeram kesal, terpaksa ia mengurangi kecepatannya dengan cara berjalan cepat di depan Lee-ssaem. Selang beberapa menit Irene melirik ke arah guru killernya itu, Irene bergumam yes! Lalu kembali berlari secepat yang dia bisa meski harus menabrak beberapa orang yang tengah berjalan santai di koridor yang akhirnya membuat koridor menjadi gaduh.

Ya! Kalian bertiga jangan berlari di koridor!!”

Meski sudah diteriaki ketiga manusia itu sama sekali tidak peduli. Bahkan mereka semakin asyik berlari mengelilingi koridor sekolah. Belum sampai diruang osis, Irene sudah lelah. Namun duo kunyuk yang sedari tadi mengejarnya seakan tak mengenal lelah. Tak hanya sampai disitu, kini dua orang kembali bertambah mengejar gadis itu, membuat Irene semakin memendam amarah sambil berlari tidak karuan.

NOONA! NOONA! JADILAH PACARKU!”

NOONA! JADI PACARKU SAJA!”

NOONA! AKU MENCINTAIMU NOONA!”

YA! BERHENTI MENGEJARKU! YA! JANGAN SENTUH AKU! YA MENJAUH DARIKU!!!”

YA!! PERGI KALIAN SEMUA! YA!”

“Ada keributan apa ini?” Irene dan empat orang siswa laki-laki yang merupakan juniornya itu mendadak berhenti.

“Irene?” Sehun menautkan kedua alisnya.

“Se-sehun, tolong aku.” Irene memasang wajah memelas -merasa bersyukur Sehun tiba-tiba muncul di depannya sekarang- sementara Sehun hanya mampu memasang tampang heran begitu pula dengan Wendy dan calon kekasihnya –mungkin– Chanyeol.

Noona… aku mencintaimu..” Suara lembut nan merdu itu untuk kesian kalinya membuat Irene menatap horor ke sumber suara, sedangkan Sehun? Jangan tanya soal lelaki itu, karena dia benar-benar heran dicampur kesal dan marah saat ini, ntah kenapa tapi moodnya benar-benar tidak bagus setelah mendapati 4 orang juniornya mengganggu Irene.

“Kalian berempat kembali ke kelas dan segera tulis surat permintaan maaf karena sudah menimbulkan keributan. Dan Irene, kau ikut denganku.” Suara Sehun memang datar, namun semua tahu dibalik suara datar Sehun ada kemarahan yang tersembunyi. Buktinya ke empat manusia astral tadi segera kembali ke dunianya masing-masing, kurang kuat mental ketika Sehun sang Ketua Osis sudah bersuara.

“Ta-tapi Oh Sehun aku tidak melakukan apapun, lalu kenapa aku harus ikut denganmu, eoh?” Irene berucap tak terima. Sehun menelan ludahnya kasar.

“Jangan banyak tanya, cepat ikut denganku ke ruang osis!” Irene tersentak, begitu pula dengan Chanyeol dan Wendy. Kenapa tiba-tiba Sehun berubah menjadi … monster?

Irene mengepal erat kedua tangannya.

“Kenapa harus membentakku? Memangnya ini salahku?!”, pekik Irene semakin tidak terima. Sehun lantas menatap gadis itu tajam, seakan ingin memakan Irene hidup-hidup sekarang. “Kenapa gadis ini tidak pernah mengerti?”, batinnya dalam diam.

“Diam! Apa sulitnya pergi ke ruang osis tanpa protes apapun?” , balas Sehun  sambil meninggikan suaranya yang sukses berakhir dengan Irene yang menatap lelaki bermarga Oh itu kesal.

Ya.. Oh Sehun, kenapa kau tiba-tiba marah padanya? Memangnya ini salahnya?” , potong Wendy yang juga seakan tidak terima, entahlah, ia juga tidak tahu kenapa.

“Ya ini sudah pasti salahnya, siapa lagi yang menjadi biang keributan kalau bukan Bae Irene?”, lolos bibir Sehun tanpa sadar. Mendengar itu, air muka Irene langsung berubah masam.

PLAK!

Sehun mengelus pipinya yang baru saja mendapat sebuah hantaman berupa tamparan dari tangan mungil Irene yang ntah kenapa terasa sangat ngilu.

Sehun segera menoleh, mendapati aliran air mata telah terbentuk di kedua pipi Irene.

“I-Irene..?”

Irene berlalu, pergi begitu saja mengabaikan panggilan Wendy maupun Chanyeol serta lirihan Sehun.

“Kenapa kau mengatakan hal seperti itu?” pertanyaan Chanyeol seakan menjadi tamparan keras bagi Sehun. Sehun juga sebenarnya tidak tahu kenapa dia berkata seperti itu. Bibirnya seakan lepas kembali dan kalimat itu lolos begitu saja tanpa bisa dia cegah.

“Cepat kejar dia Oh Sehun.” perintah Chanyeol kemudian, namun seakan kakinya tiba-tiba terserang lumpuh mendadak, Sehun hanya mematung diam, sama sekali tidak bergerak barang selangkah pun.

“Dasar bodoh!” Chanyeol berlari, mengikuti jejak Irene barusan.

“Chanyeol-ah!” Wendy memanggil nama Chanyeol, namun sepertinya pria jakung itu berusaha mengabaikannya.

“Bagus sekali, Oh Sehun.” Wendy mengeluarkan ekspresi marah karena rasa cemburunya dan segera meninggalkan Sehun yang masih tetap bersikukuh dengan posisinya.

 

^^

 

Ya, Bae Irene!” Irene menoleh, dia tahu betul suara itu. Tapi kenapa dia mengejar Irene?

“Chanyeol? Kenapa? Kau?” Irene bahkan kehabisan kata-kata, ia sungguh bingung kenapa Chanyeol harus repot-repot mengejarnya.

“Iya ini aku, memangnya kenapa? Kau berharap Sehun yang mengejarmu?” , goda Chanyeol sambil duduk di samping Irene, memandangi atap sekolah mereka yang sepi.

“Ti-tidak juga.” Meski Chanyeol tidak melihatnya, tetapi lelaki itu yakin  99,99% kalau pipi Irene tengah memerah sekarang. Keadaan kemudian hening lagi, akward. Mereka berdua hanya diam, sementara Chanyeol kini memain-mainkan sepatunya sambil  sesekali melirik gadis di sebelahnya sekilas, memastikan bahwa Bae Irene benar-benar sudah berhenti menangis. Begini-begini Chanyeol juga adalah mantan kekasih Irene.

“Kenapa kau kemari?” Irene menoleh ke arah Chanyeol yang tengah duduk di sampingnya setelah sekian lama hanya memilih diam. Chanyeol menatapnya sebentar, lalu membuang muka ke arah lain.

“Jangan ge-er aku hanya ingin menyadarkan Sehun saja.” Irene memicingkan matanya mendengar jawaban mantan pacarnya itu, bukan penasaran tapi lebih pantas disebut bingung karena tidak mengerti maksud dari perkataan Chanyeol.

“Maksudmu?”, kelakar gadis itu kemudian, berniat mencari tau maksud Chanyeol yang membingungkan itu. Hei, dia bahkan bukan anak Pramuka yang suka belajar sandi, tapi kenapa kalimatnya barusan sangat membingungkan bagi seorang Bae Irene?

“Yah kau tahu kalau Sehun itu ternyata –”

“Bae Irene!” Teriakan itu sukses membuat Irene dan Chanyeol serempak menoleh ke belakang, tak disangka, mereka kini mendapati pemandangan wajah ngos-ngosan ala Sehun. Jadi Sehun akhirnya tidak lumpuh lagi dan memilih mengejar Bae Irene?

“Selesaikan masalah kalian berdua.” Chanyeol berbisik ke telinga Irene akhirnya, lalu segera merajut langkah meninggalkan atap sekolah. Dia tidak ingin ikut campur dengan masalah Irene ataupun Sehun, lagipula hatinya sudah yakin dan percaya bahwa Wendy pasti tengah mencarinya sekarang.

Setelah punggung Chanyeol menghilang dari pandangannya, Sehun segera melangkah mendekati Irene. Irene memalingkan wajahnya, istilah gaulnya sok jual mahal.

“Buat apa kau kemari?” Irene berucap ketus serta memasang tampangnya yang paling masam.

“Aku minta maaf soal yang tadi.” Sehun berujar, membuat wajah masam Irene berkurang seperempatnya.

“Tidak usah minta maaf, lagipula yang kau katakan memang benar adanya.” Irene menghela nafas pelan.

“Maaf, aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu, hanya saja..” Sehun menggantung kalimatnya membuat Irene terpaksa secara perlahan-lahan menoleh ke arah Sehun.

“Hanya saja?” Irene menaikkan sebelah alisnya membuat Sehun menelan ludahnya kasar.

“Hanya saja aku marah karena kau menyebabkan keributan di sekolah kita.” Irene memasang tampang kecewa. Iya dia kecewa, entah kenapa kalimat Sehun barusan tidak sesuai dengan ekspetasinya.

“Iya, iya, aku memang si pembuat onar, pembuat masalah, sumber keributan, norak, menor, keras kepala, tidak tahu diuntung, merugikan orang lain. Iya aku tahu aku ini semacam parasit yang harus kau basmi di sekolah ini, aku tahu semua itu.” Irene memutar bola matanya malas, ia tahu orang-orang akan selalu mencapnya sebagai si pembuat onar tidak peduli apapun yang tengah dia lakukan.

“Rene, kenapa masalah selalu berhubungan dengan penyelesaian?” Irene diam sesaat, menatap manik Sehun yang kini tengah beradu dengan maniknya. Kenapa Sehun tiba-tiba bertanya dengan kalimat yang agaknya lari dari pembicaraan?

“Kenapa? Aku juga tidak tahu. Menurutmu kenapa?” Irene memalingkan wajahnya lagi.

“Aku juga tidak tahu betul alasannya namun yang pasti itu adalah sebuah keharusan. Sama seperti si pembuat onar dengan sang ketua osis.”

“Ohh betul juga ya kata– eh?” Irene menoleh seketika, merasa ada yang janggal dengan kalimat Sehun.

“Kau bilang apa barusan?”

 

^^

 

Chanyeol tersenyum ketika mendapati Wendy yang tengah duduk malas di bangku pinggir kolam hias sekolah mereka.

“Wendy.” Gadis itu menoleh , namun segera memalingkan wajahnya kembali. Chanyeol yang melihat respon Wendy kini benar-benar yakin kalau gadis itu tengah kesal padanya. Bosan dikacangi ,Chanyeol yang sedari tadi hanya berdiri lantas duduk di samping Wendy,  yang sekon selanutnya sukses membuat gadis itu tanpa pikir panjang langsung bergeser menjauh.

“Kau marah, ya?” Chanyeol mencolek pundak Wendy pelan.

“Aku marah? Yang benar saja.”, Elak Wendy cepat sambil merogoh sakunya, berniat mengambil buku sakunya agar tidak terlalu gugup. Oh ayolah Wen, Chanyeol tahu itu bohong.

“Aaah.. begitu ya. Kalau begitu aku ke kelas duluan.” Chanyeol kemudian berdiri dan hendak melangkah.

Grep!

Chanyeol tersentak kaget ketika tangan Wendy kini menahan pergelangan tangannya. Dia menoleh ke arah Wendy yang kini tengah menundukkan kepalanya -menyembunyikan pipi merahnya- sementara buku saku kesayangan gadis itu sudah tergeletak begitu saja di tanah.

“Wen, aku mau ke–”

“Se-sebentar saja! A-aku ingin mengatakan sesuatu.” Chanyeol kembali duduk, Wendy secara perlahan melepaskan genggamannya.

“Katakanlah.” Chanyeol berucap lembut sambil memungut buku bersampul merah kepunyaan Wendy yang tergolek tak berdaya di atas tanah.

“Dengarkan aku baik-baik karena aku hanya akan mengucapkannya satu kali.” Wendy masih belum mengangkat kepalanya.

“Jangan kejar gadis lain selain aku karena kau tahu, aku kesal saat kau melakukan itu. Tatap aku saja, hanya aku saja.” Chanyeol membelalakkan matanya, dia yakin pipinya sudah seperti kepiting rebus sekarang, apalagi pipi Wendy yang sudah sama merahnya dengan sampul buku Fisika yang tengah dipegang Chanyeol.

“Saat kau mengejar Irene tadi aku marah dan kesal itu semua karena aku men–”

Jika tadi Chanyeol yang membelalak maka sekarang gantian Wendy yang membelalak kaget. Chanyeol menarik tengkuknya dan mencium bibirnya, jangan lupakan buku bersampul semerah rona pipi mereka yang muncul sebagai penutup adegan berating cukup tinggi yang tengah dilakukan di arena sekolah itu. Posisi itu bertahan sejenak, hingga akhirnya mereka berdua kehabisan oksigen dan mengakhiri ciuman mereka. Chanyeol menurunkan buku itu, kemudian menatap gadisnya lekat.

“Aku mencintaimu.” Wendy menatap wajah Chanyeol yang kini tengah dihiasi dengan senyuman, lengkap dengan sebuah lesung pipit di pipi kanannya.

Wendy memukul pelan pundak lelaki yang baru saja merebut ciuman keduanya itu, “Kenapa kau tidak membiarkanku meneruskan kalimatku?”, katanya setengah kesal.

“Karena cukup aku saja yang mengatakan hal seperti itu.” Chanyeol merengkuh tubuh gadis itu ke pelukannya, mendapat perlakuan semanis gulali, tentu saja Wendy lantas melunak lalu beralih balas memeluk Chanyeol, meresapi harum khas mint yang menguar dari tubuh yang kini mungkin sudah berstatus sebagai pencuri hatinya. Mereka masih dalam posisi berpelukan mesra, masa bodoh dengan  siswa dan siswi tengah memperhatikan mereka sambil berteriak histeris, tak jarang bahkan terdengar blitz kamera yang bersahut-sahutan. Satu kalimat yang paling Wendy dengar dan langsung membuatnya tertawa kecil.

“Eomma, Chanyeol oppa selingkuh.”

“Ya! Kau tidak takut kehilangan fansmu?”, bisik Wendy kemudian,sadar kalau kalimat barusan adalah salah satu kalimat frustasi dari fans Chanyeol yang kebetulan tengah melihat adegan romantis mereka. Chanyeol hanya menggeleng kecil, kemudian semakin memperat pelukannya.

“Asalkan bukan kau yang menghilang, aku rasa aku pasti akan baik-baik saja.”

 

^^

“Aku tidak bilang apa-apa.” Sehun mengelak, membuat Irene semakin gemas karena penasaran.

“Tadi kau bilang sesuatu, aku mendengarnya tapi tidak cukup jelas.” Irene menunjuk-nunjuk wajah pria itu, kesal karena Sehun yang agaknya bersikap mengelak sekarang.

“Kau salah dengar mungkin.” Kalimat Sehun membuat Irene mengerucutkan bibirnya dan berhenti bertanya.

“Oh…” Irene hanya ber-oh ria dan itu membuat Sehun menggigit bibirnya , berusaha mengumpulkan kembali keberaniannya yang mungkin masih tertidur di dasar hatinya.

“Irene kau memang pembuat masalah, biang onar dan sumber keributan.”

“Iya, bukankah tadi aku sudah mengakuinya?” Irene melirik Sehun malas.

“Tapi kenapa aku sang ketua osis tidak bisa lepas dari kau si pembuat onar?”

“Se-sehun?”

“Kenapa kau selalu ada dipikiranku? Kenapa kau menjadi candu bagiku yang dulunya kecanduan dengan laporan dan proposal?” Sehun mendekatkan wajahnya dengan wajah Irene yang kini merah.

“Be-bercandamu tidak lucu.” Irene mendorong pundak Sehun agar menjauh darinya. Dia bangkit dari duduknya -hendak beranjak- namun naas Sehun berhasil menarik dasi gadis itu. Wajah dan mata mereka otomatis kembali bertemu.

Irene memalingkan bola matanya agar tidak bertemu langsung dengan mata Sehun. Posisi mereka begitu antimainstream dengan Sehun yang duduk dengan santai sedangkan Irene berdiri seraya menunduk karena dasinya ditarik.

“Boleh aku bertanya satu hal lagi?” Irene masih membuang muka, membuat Sehun terkekeh.

“Pembuat onar, maukah kau jadi kekasih sang Ketua Osis?” Irene menelan ludahnya dengan susah payah, kenapa saat ini Sehun begitu menggoda baginya?

“Bagaimana mungkin kau menembakku dengan cara seperti ini?” Irene menggembungkan pipinya gugup, membuat Sehun semakin gemas.

Sehun menarik dasi Irene dan kali ini bibir mereka bertemu. Mata Irene membulat sempurna, rasanya ada beribu-ribu kupu-kupu yang terbang bebas di perutnya.

Sehun mengakhiri tautan mereka lalu menatap wajah Irene.

“Kau cantik sekali hari ini.” Irene yakin wajahnya sudah sangat merah saat ini, rasanya dia ingin menyebur ke sungai Han sekarang sakin malunya menatap Sehun.

“Diam kau.” Kalimat terakhir Irene sukses mengundang tawa mereka berdua. Jadi, apa sekarang si pembuat onar dan ketua Osis benar-benar resmi pacaran?

 

^^

 

Dua hari berlalu semenjak kejadian berbunga-bunga itu. Meski masih banyak yang belum percaya dengan dua pasangan baru di sekolah mereka, namun berita itu sudah menyebar luas. Sungguh lucu, bagaimana mungkin Ketua Osis dengan pembuat onar dan pangeran picisan dengan nerd menjadi sepasang kekasih? Apa ini adalah tanda-tanda dunia akan kiamat? Maaf, abaikan saja.

Para junior yang dulunya mengumpat Irene kini malah berdalih mengumpat Sehun. Jujur saja, sebenarnya Irene masih sering mendapat pernyataan cinta meski kini dia sudah menjalin status sebagai sepasang kekasih dengan Sehun.

Jika pojok kiri kelas 12 A ada Wendy dan Chanyeol yang tengah asyik memecahkan soal fisika maka di pojok kanan ada Irene yang tengah melamun kesepian. Sehun? Dia sedang rapat mengenai pentas seni yang akan diadakan lima hari lagi. Dan selama itu mereka akan jarang bertemu.

Jangan lupa dengan penampilan mereka berempat. Berita itu juga sudah tersebar. Meski sebagian fans Chanyeol telah kecewa namun yah.. apalah daya para fangirl.

Sudah dua hari mereka berlatih tanpa Sehun. Irene bahkan sudah mengucapkan kalimat sakral semacam ‘apa laporan lebih cantik daripada aku?’. Wajar saja, Irene ‘kan juga butuh kasih sayang dari pacarnya.

“Lagi-lagi sendirian, sebenarnya kau dan Sehun itu pacaran sungguh-sungguh atau tidak sih?” Jimin si kaca mata tebal itu mulai ngedumel lagi , untung saja Irene sedang mager kalau tidak sudah dia pindahkan rambut lelaki culun namun banyak omong itu ke bokongnya.

“Tanyakan saja pada rumput yang bergoyang.” Jawab Irene asal, Jimin hanya berdehem singkat -malas menanggapi Irene lagi- lalu meninggalkan gadis berstatus taken yang tengah dilanda kesepian itu.

“Irene, bergabunglah dengan kami. Kau ‘kan jagonya fisika.” Wendy tersenyum ramah, namun Irene hanya menatap Wendy datar sambil menggelengkan kepalanya. Irene sedang tidak mood saat ini sehingga semua orang yang mengajaknya bicara terlihat begitu memuakkan baginya, namun mungkin itu akan sedikit berbeda kalau itu adalah seorang Oh Sehun.

“Silahkan menikmati kencan kalian bertiga.” Kata bertiga yang diucapkan Irene agak bermakna menyindir Chanyeol, Wendy, dan soal fisika mereka. Tsk, sepertinya mood Irene benar-benar tidak baik.

Chanyeol dan Wendy hanya mengangkat bahu mereka serempak. Irene yang tengah badmood jangan coba-coba diganggu.

“Irene sunbae, ada berita buruk!” Irene menatap jengkel adik kelasnya yang bernama Park Sooyoung itu.

Mwoya?” respon Irene malas.

“Sehun sunbae pingsan saat rapat, sekarang dia berada di UKS.”

“APA?!” Suara Irene hampir saja memecahkan kaca jendela dan lensa kacamata tebal Jimin.

 

^^

 

Irene’s side

Aku bergegas menuju ruang UKS, ya Tuhan bagaimana mungkin mahkluk semacam Sehun bisa pingsan?

Sesampainya di UKS aku bisa melihat sosoknya tengah terbaring lemas di kasur putih itu. Aku menatapnya iba, meski rasanya lucu jika ternyata manusia seseram Sehun bisa pingsan juga.

Aku duduk disalah satu kursi di damping kasurnya. Daripada bosan menunggunya sadar, aku memutuskan untuk menikmati karya Tuhan yang luar biasa yang tengah aku elus saat ini.

Eung..”

Sialan, dia bukan pingsan tapi tidur? Diagnosa macam apa sih yang Sooyoung laporkan padaku? Mana mungkin orang yang tengah pingsan mengerang seperti itu.

“Hei Oh Sehun, bangunlah. Hari sudah siang..” Aku menepuk pipi Sehun pelan. Perlahan mata Sehun terbuka dan aku menyambutnya dengan senyuman.

“Irene? Astaga, aku ketiduran!” Sehun segera bangun dan mencampakkan selimut tipis yang tadinya menutupi separuh tubuhnya dengan sembarang.

“Tidak boleh, kau harus istrirahat dulu.” Aku mencegahnya, aku yakin dia tidak tidur semalaman karena laporan dan laporan yang menjengkelkan itu.

“Irene-ah, aku harus menyelesaikan laporan itu.”

“Sehun-ah, kesehatanmu juga penting. Laporan itu akan menunggmu jadi istirahatlah saja dulu.” Aku menarik lagi selimut yang tadi dia campakkan dan menutupi tubuhnya dengan selimut itu kembali.

“Rene, laporan itu harus diselesaikan dua hari lagi. Aku tidak boleh terlambat memberikannya kepada kepala sekolah.”

“Jadi laporan sudah yang paling utama? Jadi meski aku tidak ada asalkan laporan itu selesai tidak masalah, begitu? Ya, baiklah. Lakukan sesukamu. Berkencanlah dengan laporan-laporan itu atau sekalian saja menikah dengan kertas.” Aku berucap kesal lalu segera pergi meninggalkan Sehun.

Aku sudah tidak peduli lagi. Masa bodoh dengan laporan dan Oh Sehun!

 

Wendy’s side

“Wendy-ah, kau lihat Irene?” Aku menggeleng pelan saat Sehun menanyakan hal yang sama untuk kedua kalinya hari ini.

“Sejak kapan aku mementingkan Irene? Bukankah kau lebih suka dengan laporanmu?” Aku berucap sinis, sekedar menyindir Sehun yang belakangan ini selalu mengacangi Irene.

“Aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja–”

“Itu masalah kalian, bye see you tomorrow!” Aku melangkahkan kakiku meninggalkan sepupuku yang gila laporan itu sebelum dia semakin mencercaku dengan segudang pertanyaan, lebih baik aku segera menuju lapangan basket sekolah. Chanyeol ada pertandingan persahabatan hari ini jadi aku harus menunggunya pulang.

Sesampainya di lapangan basket itu, aku segera disambut sinar matahari yang begitu terik, jangan lupa tatapan sinis para fans Chanyeol yang agaknya lebih panas dan mencekam dibanding sinar sanga raja siang. Tapi tak masalah buatku, toh sekarang ini aku adalah kekasih sah Chanyeol.

Aku kemudian duduk di salah bangku tribun lapangan basket. Tak berselang lama Chanyeol yang sepertinya baru melihatku langsung melambaikan tangannya dan aku membalasnya dengan hal yang sama, ditambah dengan senyuman manis tentunya agar pacarku itu semakin semangat. Hei, aku tidak berlebihan kan? Toh dia pacarku.

Mengikuti pertandingan basket sepertinya cukup meyenangkan juga meski ini adalah kali pertama aku rela dijemur matahari demi seorang lelaki, tak apalah. Toh sepertinya pertandingan persahabatan ini akan seru karena kulihat bertanding dengan serius. Penonton pun antusias, tak jarang bahkan ada yang berteriak-teriak hingga telingaku serasa seakan pecah saja.

Tapi tunggu, sepertinya aku melihat yang menjadi lawannya team Chanyeol sekarang bermain sedikit kasar. Meski bukan ahlinya, tapi aku yakin mataku ini tidak salah. Mereka bahkan mengepung Chanyeol habis-habisan. Tapi syukurlah karena Chanyeolku tetap bisa menerobos kepungan mereka dan berlari medribling bola menuju keranjang lawan. Chanyeol bersiap men-shooting bola dengan loncatan tingginya dan bola itu pasti–

BRUKK!

“Pritttt!!”

“Chanyeol-ah?!”

 

[To Be Continued]

Holaholalawww…

Ada yang menunggu chapter inikah? Atau semuanya udah pada lupa sakin lamanya ni epep update new chapter? Wwk, kira-kira udah berapa bulan ya epep ini berlumut? :v

32 thoughts on “Stuck On You! (Chapter 06) – Shaekiran & Shirayuki

  1. akhirnya udah 10000000000 tahun aku menanti ini ff baru dikeluarin, dan aku baru tahu hari ini! haduh Chanyeol dan Wendy udah ditimpa masalah?! padahal aku maunya hubungan mereka mulus nggak ada bulu kayak kaki Wendy, haduhhhhh bikin senyam senyam pas ada shalalalla di ff ini. eh aduh, updatenya jangan lama dong ahhahahahhaa saya penasaran mbak berdua~

    • Yalors, sampek sepanjang itu yah angka 0 nya..😂😂
      Mian , lama banget yak ini updatenya chingu?😂
      Hubungan tak pernah semulus betianya wendy chingu, pasti ada lecetnya kayak betisnya eki /plakk/ (*kalo shira mah mulus..😂)
      Syalalala dung dung..😂😂
      Thanks for reading. Ditunggu yaw next chapnya, Cinta kamih padamuh.❤❤

  2. Sejak 2 Agustus aku menunggu min, gomawo ya udah di update, emg si sedikit lupa ceritanya, tapi lama2 nyambung juga si, aku buka web ini cuma mau nyari yg judulny ‘stuck on you!’ Doangan wkwk, semangat ya min bikin ceritnya, oiya itu Chanyeol kenapa kok bisa ambruk wkwk, banyakin adegan irene sehun ya min, kayaknya mereka bakal marahan tuh wkwk, okelah min hwaiting nulisa ceritanya, ditunggu chapter berikutnya😊

    • Duh, makasih li chingu udah Setia nunggu epep abal” dari 2 author somplaks ini,hiks…kami terhura..😢😆
      Hayoo, kenapa bang ceye bisa ambruk hayoo???
      Doain yah, ntar hunrene ditambahin kok partnya, doain juga fast update yaw chingu, wkwk..😆
      Thanks for reading,ditunggu yaw next chapnya. Cinta kamih padamuh.❤❤

  3. aduh kak. akhirnya yg ditunggu muncul di pages update publish jugaa. aku kangen ffnya kak. ah akhirnya mereka jadian juga:)) suka deh,tapi irene kasian diabaikan sm sehun cuma gara2 laporan. nextchapnya jgn lama² ya kakk? hwaiting kakak² ^^

    • Duhh terharu banget sama yang setia nunggu ni ff abal-abal 😘😘 akhirnya para pasangan astral ini sah menjadi dua pasang kekasih 😁 Didoain yaa biar next chapnya kencang 😁😁 Thankyou for reading and waiting ♥

  4. “Karena cukup aku saja yang mengatakan hal itu”
    Kyaaaa! akuu bacanya sampe gigit gigit bantal saking gemessnya dengan pasangan ini chanyeol-wendy kalian bikin aku gregettt ih soswitttt ><

    "Pembuat onar maukah kau jadi kekasih sang ketua osis?" astagaaa sehuuunn gak disangka sangka aihh iii irene lucu bgt malu malu kucingg gak kalah soswittt pasangan unyu wkwkkw

    Uyeeee aku suka aku sukaaa selaluu seruuu bikin penasaran pkoknya ditunggu yaa next chapternya
    kak eki-yuki author kece ^^

    • Ya Lord gigit bantal? Sini kamu yang aku gigit lagi, ‘kan kasihan bantalnya 😁 Mereka semua memang sosweet 😄 kami aja ikut iri ,wkwkw 😁😁

      Pasangan malu-malu kucing mah gitu:v Suka gak?:v Mereka Unyu yah? 😁 Thankyou banget udah mau nunggu ni ff abal-abal 😄 doain yaa next chapnya secepatnya dirilis /eak/ thankyou putrii ♥

  5. Yehett..
    Akhirnya setelah sekian lama menunggu., di Up juga^^ dan sempet gx inget cerita sebelumnya..kkkk

    Uuhhh., chap ini maniisss banget yah 😊😊 aku suka deh..

    “Jangan kejar gadis lain selain aku karena kau tahu, aku kesal saat kau melakukan itu. Tatap aku saja, hanya aku saja.” ., EKII.. Ini yg buat bag ini Eki kah??..wkwkwkwk

    “Pembuat onar, maukah kau jadi kekasih sang Ketua Osis?” Huaaa., aigoo knapa aku yg seneng#Plaakk^^v.. Yuki mah bisa aja 😊😊😊
    Teriak tertahan bneran..kkkk

    Duhh bneran deh, setelah menunggu sekian lama ff ini muncul lagi dan pembaca di beri berbagai kejutan yg begitu maniisss#jiahbahasanya..wkwkwk^^v

    Buat Eki smangat buat nerusin ff Rooftop Romancenya ya..😊
    Buat Yuki juga smangat buat nerusin ff Romance Phobianya..😊
    Eonni tunggu selalu^^

    Hwaiting!!!

    Oke deh., cukup sekian Terima kasih#Plakkk..wkwkwk

    Lopeyouuu buat Eki & Yuki..wkwkwk^^v
    💕💕💞💞💕💕 😂😂😂😂

    • Waduh eonnie ninggalin ficlet disini?:v
      Maklum eon, real life yang sibuk banget dan terpaksa mogokkin nih ep-ep ♥ /gomene/

      Maniskah? Apa lebih manis dari aku? /Plak/

      “Jangan kejar gadis lain selain aku karena kau tahu, aku kesal saat kau melakukan itu. Tatap aku saja, hanya aku saja.” itu aku yang buat eon:v eonnie salah tebak nih:v

      Kenapa teriaknya ditahan? Keluarin aja kali eon 😄 wkwkw banyak kejutan? Aduhh.. kok aku jadi malu sendiri yaa?

      Iyaa eonn doain yaa itu ff bedua cepat di next 😄
      Thankyou and loveyouu too eonnie 😄♥♥

      • Hahaha.. Ficlet yahh., maaf deh..kkk
        Iya eonni ngerti kok^^
        Hehehe.. Lebih manis dari gulali(?)..wkwkwk

        Eoh., jadi itu Yuki yg buat..kkkk
        Tadi sempet debat sedikit, masalah tentang kata itu yg buat yuki apa eki, ternyata Mereka lebih tau..hahaha
        Aku kira yg buat eki coz itu di giliran chanchan sih..kkkk maaf yah yuki^^.,

        Nanti kalo triak eonni dikira apa(?)..hahaha
        Iya banyak kejutan yg maniss
        Malu kenapa hayoo??..kkk

        Oke oke 💕💕💕

      • Eoniie aku jadi pengen gulali nih 😄😄
        Iya itu aku yang buat, kami sama Eki gantian 😁 kali ini giliran aku yang ngetik seluruhnya dan eki yang edit nextnya si Eki lagi nanti 😄 tapi gak tau sih 😁

        Siapa sih yang keberatan eonnie teriak? ♥

      • Mau gulali??
        Beli aja di toko sebelah#Plaakk..

        Hehehe..

        Gx ada sih kayaknya., tapi nanti dikira gx waras..hehehe

  6. Woaahh makin kesini makin keren ya ceritanya😀 aku suka sm penokohan dan alurnya, kurasa ini kehidupan high school bgt hahaha😀 karakter yg dipake juga pas, apalagi yaa?? Udh deh sgtu aja dulu komennya, untuk chap slnjutnya mungkin bisa dipercepat publishnya, trs dibikin tmbh greget deh ya wkwkwk😀

    • Ihh thankyou banget yahh, kami bisa aja 😂
      High school banget? Kamu suka alur dan penokohannya? Kok bisa? 😁😁
      Doain next chapnya kencang yaa :v Thankyou for reading ♥

    • Maaf ya udah buat kamu nunggu ♥ kesibukan para author jadi berimbas ke ff ini 😁😁 maaf banget 😆
      Makin seru kah? Thanks yaa ♥
      Coba terkait deh bang Yeol kenapa?:v Thankyou fo reading ya ♥

  7. akhirnyaa update jugaa udh lama banget , jadi lupa ” gituu tpi tetep seru di tambah mereka berempat jadi pacarann yuhuu ^^ next author jangan lama ” ya updatenya

    • Hihi kamu sampe lupa-lupa ingat ceritanya ini? Maaf banget yaa udah membuat kalian menunggu, author tau kok menunggu itu gak enak banget 😄 doain yaa nextnya secepatnya 😁 Yukk nari hula-hula ngerayain dua pasangan astral yang baru jadian, thankyou for reading ♥

  8. yey.. akhirnya update juga .. 😁🙆
    dan akhirnya wendy ama ceye jadian. moga2 mereka jdian beneran di real life #plak ✌
    hun ama irene jg uda jdiaaan. tp kyknya sehun lebih so sweet ama laporannya haha
    lha ntu ceye kenapa ??
    oiya author-nim mau tanya . author yg buat rooftop romance ya??
    .
    semangat thor .keep writing and uP 😊

    • Hihi maaf ya udah nunggu lama 😂 kesibukan real life para author terpaksa membuat ff ini Hiatus sementara 😁 Akhirnya mereka jadian juga yaa 😘 kamu bener Sehun lebih Sweet sama laporannya dia 😀
      Rooftop Romance itu Authornya Shaekiran, sedangkan ff ini colab kami berdua 😄 thanks yaa udah mampir ♥

    • waah.. makasih kakak kakak uda mau dilanjutin padahal sibuk di real life masih disempetin lanjutin.. saranghae author-deul 😊🙆🙆🙆 #chu~

      @shaekiran aku kangen rooftop romance kak, semangat ngelanjutinnya yaaa ~ 😊🙆

      semangat , keep Up 😁

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s