SWITCH – 7th MOSSAIC — IRISH’s Story

irish-switch-2

s      w      i      t      c      h

|  Jongdae x Hyunhee  |  Fantasy x Historical x Mystery x Romance  |  Chapterred x Short Story  |  Teen  |  by IRISH  |

|  prompt from EXO`s 3rd Repackage Album Song Title: She’s Dreaming  |

Show List:

ForewordPrologue1st Mossaic 2nd Mossaic3rd Mossaic4th Mossaic5th Mossaic6th Mossaic — [PLAYING] 7th Mossaic

When I see you, who is like an innocent child
I start to laugh too for no reason

♫ ♪ ♫ ♪

In Author’s Eyes…

“Aku harus memakai ini?”

Pertanyaan Hyunhee membuat Jongdae tergelak. Bagaimana tidak, gadis itu sekarang begitu kebingungan karena Jongdae memintanya untuk mengenakan pakaian yang biasa digunakan oleh pria.

“Woo Ryung yang memintanya. Kau tidak mungkin bisa berjalan-jalan dengan bebas di istana dengan pakaianmu.” tutur Jongdae, sementara dilihatnya Hyunhee masih kebingungan dengan tumpukan kain tersebut.

“Biarkan aku membantumu.” Jongdae berucap, segera ia beranjak dari tempat duduknya untuk melangkah ke arah Hyunhee, dengan santai membantu gadis itu mengenakan pakaiannya meski akhirnya Hyunhee-lah yang merasa canggung.

Entah mengapa ingatannya sekarang kembali berputar pada saat ketika Jongdae dengan santai menaruh obat di luka yang ada di dadanya. Akhirnya, Hyunhee tidak tahan juga. Ia akhirnya bertanya pada Jongdae. “Apa kau sering mengintipku?”

“A-Apa?” kegiatan Jongdae terhenti.

“Ya, kau sangat tidak canggung membantuku seperti ini. Apa kau sering melihat… tubuhku?” tanya Hyunhee, menyipitkan mata saat memperhatikan reaksi Jongdae sekarang.

Pemuda Kim tersebut malah mengulum senyum dan menggeleng.

“Kau sendiri yang terlampau sering membuatku melihatnya.”

Byeontae.” umpat Hyunhee tanpa sadar, tatapannya membulat kala menyadari jika ucapan Jongdae sekarang sangat mirip dengan sikap cheesy Jongdae yang ada di kehidupannya.

“Apa? Kau bilang apa?” tanya Jongdae tidak mengerti.

Hyunhee tidak lantas menyahut. Diam-diam ia mengerti kenapa Yeonhwa begitu sering mengatakan Jongdae adalah seorang mesum yang sering bermain wanita meski ia tidak mengaku. Well, mungkin saat kembali ke kehidupannya, Hyunhee akan berpikir untuk mengatakan pada Jongdae betapa mesumnya pemuda itu.

“Aku sering memamerkan tubuhku?” tanyaku akhirnya.

Jongdae lagi-lagi mengulum senyum. “Di rumah gisaeng, kau bukanlah seorang gisaeng yang kuat minum, itulah mengapa kau lebih memilih untuk menghabiskan malam dengan bermain gayageum daripada memamerkan tubuh dan menuangkan arak untuk para pria.

“Kau seorang gisaeng yang berbeda, Hyunhee-ah. Kau bukan seorang gisaeng yang bisa disentuh oleh para pria di sana. Tapi saat kau ada masalah, kau selalu minum arak dan berakhir mabuk. Kau mungkin tidak ingat, tapi kau selalu menanggalkan pakaianmu saat mabuk.”

Tatapan Hyunhee membulat. Fakta bahwa kebiasaannya dan Lady Jo sama persis adalah sesuatu yang tidak diduganya. Jelas Hyunhee ingat bagaimana Yeonhwa selalu mengomel jika ia sudah mabuk. Menurut Yeonhwa, Hyunhee akan berceloteh tentang sejarah, atau masa depan, saat mabuk. Yeonhwa juga sering mengomel lantaran kebiasaan Hyunhee yang berusaha melepaskan pakaian saat mabuk.

“Aah. Lalu bagaimana kau bisa tahu kebiasaanku itu?” tanya Hyunhee akhirnya.

“Kau selalu datang ke kediamanku saat mabuk. Seringkali, tanpa izin siapapun kau akan masuk ke ruanganku yang ada di rumah gisaeng.” Jongdae berucap, bersamaan dengan terhentinya kegiatan Jongdae membantu gadis itu mengenakan pakaian.

“Sekarang sudah selesai, Hyunhee. Siap untuk berangkat?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Hyunhee’s Eyes…

“Tetaplah di belakangku. Aku akan menghentikan mereka jika ada yang menghalangi.”

Aku menyernyit saat mendengar perkataan Jongdae.

“Mengapa? Aku bisa melawan mereka jika kita terdesak.” ucapku membuat langkah Jongdae terhenti. Ia lantas berbalik dan menatapku dengan alis berkerut.

“Kau bisa?” tanyanya menyadarkanku. Ah, benar. Lady Jo pasti bukan seorang gadis yang bisa bertarung seperti yang aku lakukan.

“Aku bisa menggigit lengan mereka kalau mereka berusaha mencekikku.” kataku ringan, lagi-lagi Jongdae tertawa. Ah, menemui Jongdae yang sama—di kehidupan Lady Jo—tidak kusangka akan begitu berbeda.

Jongdae yang kutemui pertama kali sangat tertutup dan terkesan dingin. Tapi Jongdae sekarang… mirip dengan Jongdae yang kukenal. Lebih hangat, dan ramah. Apa Jongdae sebenarnya memang berperangai seperti ini? Tapi ia berubah karena hubungannya dan Lady Jo yang merenggang?

“Hyunwoo ada di dalam sana. Di dalam tahanan tidak ada penjaga jadi aku akan berdiri di sini. Kita sudah sama-sama memakai pakaian yang sama seperti mereka, kalau kau bertemu salah satu dari mereka, berusahalah untuk menghindar.

“Kalau ada masalah, kau bisa berdeham. Aku akan mendengarnya. Dan kalau kau mendengar suara dehamanku, itu artinya ada masalah yang akan terjadi di luar. Mengerti?”

Aku mengangguk-angguk mendengar penjelasan Jongdae sekarang.

“Baiklah. Kutemui kau secepat yang aku bisa.” ucapku. Jongdae menyahuti dengan sebuah senyuman kecil. Aku sudah akan melangkah meninggalkannya jika saja lengan Jongdae tidak menahanku.

“Kenapa?” tanyaku tidak mengerti.

“Bicaralah baik-baik pada Hyunwoo.”

“Pasti.”

Ya. Tentu aku akan bicara dengan sangat baik pada adik yang sangat kurindukan di kehidupan nyataku.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Dengan hati-hati Hyunhee melangkah. Menyusuri tiap bilik kayu yang berisikan beberapa orang tahanan. Sampailah Hyunhee pada sebuah bilik di sudut tahanan, tatapan gadis itu kini berkaca-kaca, melihat sosok adiknya—Jo Hyunwoo—yang duduk bersimpuh di sudut tahanan dengan keadaan menyedihkan.

Menahan tangis yang kemungkinan besar akan pecah, Hyunhee akhirnya menarik dan menghembuskan nafas panjang sebelum ia melangkah mendekati pintu tahanan tersebut.

“Hyunwoo-ya.” panggil Hyunhee pelan.

Hyunwoo mendongak, menatap sosok yang berdiri di hadapannya dengan tatapan sedikit tidak percaya. Sebuah senyum kecil ia sunggingkan di wajah lelahnya yang kotor dan penuh bekas darah mengering juga luka lebam.

“Kau datang, nui—kakak perempuan—?”

“H-Hyunwoo-ya…” suara Hyunhee kini bergetar menahan tangis. Gadis itu terduduk di depan tahanan Hyunwoo, sementara tangis Hyunwoo sendiri sudah pecah, pemuda itu terisak dan merangkak menghampiri kakaknya.

“Maafkan aku, Hyunwoo-ya. Maafkan aku…” Hyunhee lekas mengusap air matanya yang terjatuh. Diraihnya tubuh sang adik dari celah kayu tahanan dan berusaha direngkuhnya. Tangis Hyunhee pecah kala dirasakannya tubuh Hyunwoo yang ada di hadapannya sekarang terasa sama persis seperti tubuh adiknya yang sudah meninggal sepuluh tahun lalu.

“Maafkan aku… Maaf karena aku baru menemuimu sekarang.” jemari Hyunhee bergerak mengusap wajah Hyunwoo saat pelukan tidak sempurna mereka terlepas. Berhati-hati Hyunhee mengusap tiap sisi wajah Hyunwoo, seolah jemari gadis itu enggan untuk terlepas dari tubuh sosok sang adik yang bisa dilihatnya lagi setelah sepuluh tahun, meski dalam identitas yang berbeda.

“Mereka akan menghukum gantung kami semua, nui.” Hyunwoo mengadu dengan suara gemetar. Kini Hyunhee terpejam, sungguh ia merasa begitu terluka karena mendengar hal tersebut.

Meski Hyunwoo yang ada di hadapannya kini bukanlah adik yang ia kenal, tapi ia tidak ingin melihat kematian sosok sang adik untuk kedua kalinya. Tidak, selama ia bisa menyelamatkannya.

“Aku akan menyelamatkanmu, Hyunwoo-ya. Aku akan membawamu keluar dari tempat ini.” ucap Hyunhee, berusaha tersenyum untuk menenangkan tangis Hyunwoo yang sekarang tertahan.

Nnui, kau tidak bisa. Dua hari lagi mereka akan menggantung kami semua. Jika aku pergi, apa yang akan terjadi pada teman-temanku?”

Hyunhee lagi-lagi memejamkan matanya. Menahan tangis juga teriakan frustasi yang ingin ia loloskan dari bibirnya. Menahan kemarahan yang kini tertahan karena kesamaan yang ada pada adiknya juga Hyunwoo yang ada di hadapannya.

Mereka sama-sama mementingkan orang lain dibanding diri sendiri.

“Kalau begitu aku akan menyelamatkan kalian semua.”

“A-Apa?” Hyunwoo menatap tidak percaya.

“Kau percaya pada noona, bukan? Aku pasti menyelamatkanmu, Hyunwoo-ya. Aku tidak akan kehilanganmu untuk kedua kalinya. Tidak, tidak di waktu ini.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Ayo kita pergi.” Jongdae menoleh terkejut saat Hyunhee sudah melangkah ke arahnya. Pemuda itu menyernyit saat menemukan mata Hyunhee sembab dan memerah, tapi tidak lantas bertanya apa yang sudah terjadi pada si gadis. Tentu Jongdae tahu gadis itu sudah menangis tersedu-sedu di dalam sana.

“Ya, baiklah.” ucap Jongdae mengiyakan.

Keduanya kini berjalan dalam diam. Isakan pelan masih lolos dari bibir Hyunhee sesekali, membuat Jongdae menatapnya khawatir tapi tidak juga berkomentar. Seolah Jongdae mengerti benar jika Hyunhee sekarang butuh waktu untuk berpikir sendiri.

“Jongdae-ya.” ucap Hyunhee.

“Ya?” sahut Jongdae.

Langkah Hyunhee sekarang terhenti, lebih tepatnya gadis itu sudah berpikir begitu banyak saat mereka sama-sama berdiam tadi. Ia sudah memikirkan apa yang mungkin terjadi jika ia memutuskan untuk menyelamatkan Hyunwoo, dan apa yang akan terjadi jika ia membiarkan Hyunwoo mati.

Mendahulukan ego dan keinginannya untuk setidaknya berhasil menyelamatkan sosok Hyunwoo meski bukan adiknya, Hyunhee akhirnya sampai pada satu kesimpulan. Ia harus mengatakan pada Jongdae bahwa ia tahu tentang siapa Jongdae sebenarnya, meski dengan alasan terbodoh sekalipun. Dan ia harus membuktikan pada Jongdae bahwa ia tidak akan berubah meski setelah ia tahu tentang siapa Jongdae sebenarnya.

“Apa kau membutuhkan bantuanku?” tanya Jongdae akhirnya.

Hyunhee menatap pemuda di sampingnya, dan mengangguk pelan.

“Selamatkan Hyunwoo-ku, Jongdae-ya.” Jongdae mengerjap cepat mendengar ucapan gadis itu. Sejenak ia terdiam, tapi kemudian senyum kecil muncul di wajahnya.

“Baiklah. Aku akan menyusun rencana bersama Woo Ryung untuk—”

“Tidak. Kau. Hanya kau yang bisa menyelamatkannya.” potong Hyunhee membuat Jongdae menyernyit tidak mengerti.

“Apa maksudmu, Hyunhee-ah?” tanyanya.

Beberapa sekon Hyunhee terdiam. “Jika kau dan Woo Ryung berencana untuk menyerang tahanan dan membawa Hyunwoo pergi, percuma saja. Puluhan prajurit lain akan menyerang kalian dan menggagalkan rencananya.

“Tapi kau bisa, Jongdae-ya. Kau bisa menyelamatkan Hyunwoo dan teman-temannya. Kau bisa karena kau—” ucapan Hyunhee terhenti, seolah kalimat yang sudah ia pikirkan dan ia gaungkan dalam benaknya sedari tadi sekarang sangat sulit untuk ia utarakan.

“Karena aku?” Jongdae menunggu, meski sepertinya pemuda itu sudah tahu kemana arah pembicaraan ini Hyunhee bawa, tapi tetap saja Jongdae ingin mendengar kalimat itu keluar sendirinya dari bibir Hyunhee.

“Karena kau bukan manusia, Jongdae-ya. Aku tahu itu.”

Jongdae akhirnya menarik dan menghembuskan nafas panjang.

“Aku manusia, Hyunhee-ah.” tuturnya lembut. Hyunhee mendongak, menatap Jongdae dengan tatapan tidak percaya.

“K-Kau seorang penyi—”

“Darimana kau tahu? Woo Ryung tidak mungkin memberitahumu. Dan aku juga tidak pernah menunjukkan siapa aku padamu. Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Jongdae membuat Hyunhee terdiam.

“Kenapa? Kau tidak memberitahuku karena takut aku akan membencimu dan menjauh darimu saat aku tahu?”

Keduanya kini sama-sama terdiam. Seolah hanyut dalam pemikiran masing-masing sampai akhirnya Jongdae menyerah. Dipegangnya kedua bahu Hyunhee lembut, membuat si gadis mendongak, menatapnya penuh harap.

“Imbalan apa yang akan aku dapatkan jika aku membantumu?”

“Imbalan apa yang akan aku dapat jika aku memberitahumu?”

Hyunhee terdiam. Ucapan yang sama pernah Jongdae ucapkan padanya di kehidupan nyata. Dan tentu Hyunhee ingat bagaimana ia menyahut saat itu.

“Kuturuti satu keinginanmu.” ucap Hyunhee membuat Jongdae tertawa pelan.

“Kau tidak akan bisa memenuhi keinginanku meskipun hanya satu.” ucapan Jongdae sekarang membuat tatapan Hyunhee membulat. Merasa heran juga lantaran dua orang berbeda bisa mengutarakan hal yang sama.

Tapi situasinya sekarang berbeda. Hyunhee tidak mungkin menawarkan bermalam bersama di kediamannya karena sekarang yang berdiri di hadapannya bukanlah Jongdae yang seringkali bermalam di apertemennya. Dan Hyunhee juga tidak bisa berpikir jernih saat ini.

Satu-satunya yang ia inginkan hanyalah menyelamatkan Hyunwoo secepat mungkin. Ia tidak ingin peduli pada apa yang mungkin terjadi karena keputusannya sekarang.

“Apa yang kau inginkan?” tanya Hyunhee akhirnya.

Jongdae tersenyum kecil.

“Luangkan satu malammu untukku. Ada banyak hal yang harus kita bicarakan.”

— 계속 —

.

.

.

IRISH’s Fingernotes:

Balapan sama waktu dan kuota yang kejar-kejaran, aku akhirnya berhasil menyelesaikan chapter pendek, lagi. Lagi-lagi pendek. Karena ini ngetiknya di hari yang sama kayak chapter enam jadi bener-benar enggak bisa panjang. Huhu. Besok deh, insya Allah yang chapter delapan panjang dikit karena banyak permasalahan yang harus dibahas di chapter delapan.

Termasuk ketidak jelasan hubungan Mba Hyunhee sama Jongdae. Oh ya, nanti Mba Hyunhee juga ketemu sama temen deketnya, si Mba Yeonhwa, dalam bentuk (?) reinkarnasi.

Akan seperti apa hubungan mereka, dan akan jadi seperti apa takdir berubah karena tindakan Hyunhee di chapter delapan, terus gimana jadinya kehidupan di waktu pertama kali Mba Hyunhee minjem badannya Tante Jo, semuanya akan terjawab nanti. Termasuk tentang penyebab Mba Hyunhee jadi pindah-pindah tubuh juga. LOL.

.

.

.

[HELP! Aku lagi-lagi butuh vote → HELP! I NEED YOUR VOTE (2) ]

.

.

| MY SHOW |

| Instagram | Line | Twitter | Wattpad | WordPress |

53 thoughts on “SWITCH – 7th MOSSAIC — IRISH’s Story

  1. Ping-balik: SWITCH [AFTERWORD] — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping-balik: SWITCH – EPILOGUE — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping-balik: SWITCH – 14th MOSSAIC [FINAL] — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping-balik: SWITCH – 13th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping-balik: SWITCH – 12th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping-balik: SWITCH – 11th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping-balik: SWITCH – 10th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  8. Ping-balik: SWITCH – 9th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  9. Adeknya kasian mau digantung..
    meluangkan satu malam?? Hihihi, itu mau cerita-cerita kan ya.. Hehehe..
    Gilaaa itu mabuk sampek buka baju,trus dilihat sama mas Jongdae?? Hehe, /ketawa gaje/

  10. Ping-balik: SWITCH – 8th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  11. eeaaa mereka semua jadi pada punnya reinkarnasi. aku jadi keinget drama rooftop prince yang sama sama jadi salah satu drama favorite aku. waaaah masalahnya makin runyam. sukwon apa kabar eaaa. jongdae gila baiknyaaaa. kmren nnton superman return, ngeliat chen jadi inget ff ini. wkwkwkw. ih seru daah. jangan jangan jongdae diwaktu skrng sama kerajaan itu sama. karena dia kan penyihir. jadi dia bisa bikin dirinya sendiri ga nambah tuaa. waaah gmnaa yaa. omejiiii

    • 😄 nah, ini adalah momen ketika masa lalu bertemu dengan masa depan. BUAKAKAKAKAKAKA, ASTAGFIRULLAH, ROOFTOP PRINCE KAN LAWAK SEKALEH ITU CERITANYA, AKU SUKA AKU SUKA😄 di sini sayangnya malah banyak misterinya dan bukannya comedy, huhu😄 thanks a lot ya udah bacaa😄

  12. Huaaa.
    Akhirnya, sampai chapter 7 juga.
    Btw, salam kenal Irish Oenni. Perkenalkan, saya reader baru disini, yang dengan tidak tau dirinya baru meninggalkan jejak. Maafkan reader baru yang masih polos ini ;(
    Saya mah, sukanya kasih komentar di akhirnya aja. Lebih puas gitu rasanya.
    Oke, mari kita mulai sesi curhatnya.
    Pertama kali saya liat judulnya, yang saya pikirkan ini adalah pertukaran gender. Yah, maklumkan saja ya Oenni, saya kalau liat kata switch pikirannya langsung kesitu.
    Kedua, setelah baca prologue saya gak bisa berhenti untuk baca sampai di chapter 7.
    Aaaaahhhhh, OENNI, CERITANYA BAGUS BANGET *pengennya sih teriak langsung didepan Oenni, terus kasih pelukan hangat ala saya.
    Ketiga, di tunggu ya Oenni, update-annya. Jangan lama2 Oenni. Dan jangan marah2 kalo kesannya maksa banget, saya hanya penasaran dengan lanjutan ceritanya.
    Dan yang paling terakhir, HWAIITING IRISH OENNI. AKU PADAMU. Wkwkwk.
    Semoga Oenni gak jijay, AMIN.

    • Halohaaa😄 salam kenal juga, pertama, dirimu tidak memperkenalkan nama, aku jadi bingung harus memanggil apa😄 kupanggil dek aja deh, biar diriku menua😄 wkwkwkwkwkwk dan yaahh ~ berhubung chapter 7 bukan chapter terakhir jadi aku engga bisa bilang kalo kamu komentar di akhir doang sih ya😄 wkwwkkwwkkwkwk
      nah, switch emang bikin mikir aneh ke sana ya😄 padahal kan belum tentu😄 padahal dibalik kata switch ada banyak makna😄 dan aku bener2 berterima kasih karena dirimu sudah meluangkan waktu buat membaca cerita astral binti gajelas ini, berhubung aku nekad juga ambil genre historical dimana aku bener2 kurang pengalaman sama cerita2 bergenre tersebut dan hanya bermodalkan gugel juga mood dan imajinasi… jadi aku sungguh berterima kasih kalau ada yang bisa mengapresiasi cerita ini😄 wkwkwkwkwk dan yaa ~ cerita ini bakal update tiap jumat sampai senin di bulan september😄 jadi tunggu saja update nya😄 thanks yaaa

      • Hehehe. Sengaja aku gak perkenalkan nama biar misterius gitu. Saya gak keberatan sama sekali loh Oenni manggilnya dek. Dedek sayang juga boleh banget. Wkwkwk.
        Maksudnya Oenni, aku komennya di akhir update. Kan belom tamat ceritanya, masih on going. Coba kalo udah tamat. Pasti komennya lebih panjang. Wkwkwk. Oke deh Oenni. Tetap semangat ya.

  13. Penasaran sma kelanjutannya… tpi Irish aku lbih penasaran sma kbar mbak baek yg ada di beberapa epep mu itu… aku rindu padanyaaaaaa😭😭 lanjutannya kapannnn???? Baek ayem rindu mis mis yuuuuu…

  14. YAAMPUN GASABAR GASABAR GASABAR BET GILAK!!
    AYO KAK LANJUT CEPETAN PEN BACA LANJUTANNYA, PENASARAN :3
    TD PAGI MAU BACA TP BERHUBUNG KULIAH DI PENDING DULU, DAN AKHIRNYA BARU KEBACA SEKARANG. KEREN, AJIB, KERENLAH YAA. SEMANGAT KAK!
    BIG LUV❤ BUAT KAKAK

    • YA TUHAN, ini kepslok juga😄 wwkwkwkkwwkkw udah lanjut tuh udah dilanjut😄 wwkwkwkwkkwk alhamdulillah karena kamu mementingkan kuliah dibandingkan fanfiksi, aku ikut seneng masa😄 wkwkwkwk

  15. BIARKAN EKI BERDEHEM SEJENAK, KAK RISH, TAUKAH KAKAK KALO EPEP INI NAMPAMH DI DEPAN LAPTOP PAS NGERJAIN PR KAK? IMANKU TERGODA KAK, CUMAN BERHUBUNG PR BANYAK JADI BARU KESAMPEAN SEKARANG BACANYA, WKWK /GAK NANYAK /PLAKK/😂
    YEHET, INI UPDATENYA CEPAT SEKALEH, SAYA SUKA-SAYA SUKA.. 😂😂😆😆
    CHAP 8 NYA YANG MAKIN GREGET DITUNGGU KAK..😆
    HWAITING!!

    • BERDEHEMNYA GAUSAH PAKE KEPSLOK GIMANA EKI? WKWKWKWKWK ENGGAK, AKU ENGGAK TAU KALO KEHADIRAN CHAPTER TUJUH BISA BEREFEK SAMA NGEBUT NYELESEIN PR PR😄😄 WKWKWKWKWK aku rajin dooongg, karena ini fanfiksi bakal end secepatnya, jadi aku juga sebenernya balapan sama fanfiksi ini😄

      • ABISNYA EKI EMOSI SAMA DIRI SENDIRI KAK, NIAT PENGEN NULIS TEORI TERBENTUKNYA NEGARA , TAPI EPEP INI MALAH MUNCUL, KAN EKI JADI BIMBANG/PLAKK/😄
        TAU AJA KAK IRISH —
        wah, kode beneran mau end ini. Tsk, kak Irish udah pande balapan rupanya , wkwk /plakk/😄

  16. Eeeyyyyy…… chentong byuntae!!!!!!
    Ah iyakan dugaanku, si hyunwoo sebelumnya mati karena di hukum, dan apakah na ti si hyunwoo bakal selamat? Kalo selamat, apakah berpengaruh juga kah pada mbak hyunhee beserta adiknya? Aih, te nyaho lah, tungguan bae chap selanjutnya.

    Aduk kak irish, jangan maksain buat nulis kalo jarinya sakit. Cepet sembuh ya^^
    Btw, keep writing and fighting!!!

    • Hush jangan negative thinking dulu😄 belum tentu dia berniat buruk loh itu😄 BUAHAHAHAHAHA SERIUS KENAPA DIRIMU SELALU NEMU CLUE YANG AKU TEBAR SIH?😄😄 KZL KZL MASA😄 WKWKWKWKWK thanks yaaa

  17. Maaf baru komentar di part ini, aku ngebut, aku senyum2 sendiri pas bagian akhir kok bisa de javu ya. Hehehe, jadi kematian adiknya ngeri juga ya. Ada hubungannya dengan kehidupan lady jo kah. Rumit juga ya. Huhuhu. Semoga cepat sembuh ya. Sembuh total. Amin… Gomawk

  18. Siapa juga yg nolak bermalam ma jongdae,,maulah dinyanyiin nina bobo ma suara mersu cheni…- haha ga nyambung.. tp syukurlah klo setiap mistery disini mulai terbuka..
    – dan swerr aku ga sangka Hyunhee bakal buka bukaan klo lg mabuk,d depan Jongdae pula,- yg jd pertanyaan apa selama itu Jongdae tak tertarik gtu liat Hyunhee tanpa baju..wawwwwww .
    – cepet sembuh ya Rish,jng terlalu memaksa klo nantinya merugikanmu,lgpula kita setia nungguin ko ,jd Yg SEMANGAT!

    • Astagfirullah😄 kembalilah ke jalan yang benar, nak😄 wkwkwkwkwkwkwkwwkkwkwkwkwwkkwkwkw itu beda cerita apa Jongdae tertarik atau enggaknya😄 dan alhamdulillah berhubung september udah mau abis jadi aku harus segera menghabiskan cerita ini juga😄 wkwkwkwkwk thanks yaa

  19. waah makin seruu aja gasabar kelanjutannya hihi
    pasti chap berikutnya tambah complicated kek gado”-_ haah kok bisa sih mereka reinkrainasi semua??huwaa makin puyeng…makin penasarin ae ka:-V btw penasaran sm mukanya hyumwoo#tbtbingetanakayam…

    • Duileh yang first😄 wkwkwkwkwkwkwk alhamdulillah chapter delapan enggak sembulet itu kok santai aja😄 di chapter delapan sedikit kukasih romance nya😄 wkwkwkwkwkwk

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s