[ONESHOT] Accidentally ― ARRYLEA’s VERHAAL

accidentally

A fan fiction with,
Some LOVE in the air with College!AU
Staring by Park Chanyeol and Annie Lee as OC’s
Author’s Point of View.
PG-17 for rating
(Ada beberapa kalimat yang ‘sedikit’ kasar di dalamnya, mohon dipahami dengan bijak. Dan juga dialog non-baku sebagai penghantar bahasa.)

Sequel from 10 RULES

Have been published too at ARRYLEA’s NOKAOKU

DISCLAIMER

Cerita fan fiksi ini murni milik saya yang kebetulan sedang lancar berimajinasi. Park Chanyeol miliknya sendiri dan juga beberapa nama yang disebutkan, disini saya hanya meminjam namanya. Ini hanyalah sebuah fan fiksi, bukan untuk laba fan work. Jika ada kesamaan nama, cerita, waktu dan tempat harap maklum karena faktor ketidak sengajaan. Segala upaya penjiplakan harap dipikir dua kali karena ide tidak muncul sembarang dan semudah copy-paste. Terimakasih.

2016© ARRYLEA’s Presents All Rights Reserved ―
Artwork credit to Pinterest

SUMMARY

Gara-gara ceroboh main Pokémon Go sih!

⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛ Selamat Membaca! ⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛

o

ACCIDENTALLY
ARRYLEA’S

o

Entah sudah berapa kali ia mengelilingi kompleks perumahan milik paman Son. Otot tungkainya sudah minta berhenti sedari tadi. Ia lelah. Ingin menyerah. Peluh juga tak henti-hentinya meluncur hebat dari akar-akar rambutnya yang tertutup topi. Ia berjalan semakin jauh, memilih beristirahat sejenak di bawah taman kompleks, ada pohon beringin besar di sana.

Sekali lagi ia menghembuskan nafas letihnya, mengipas-ngipas dirinya sendiri menggunakan kaos sambil melepaskan topi  jeans yang sedari tadi dikenakannya. Ponselnya juga tak henti-hentinya bergetar, layarnya berkedip memberi pop-up notification.

Hah…,” keluhnya.

Pip pip!!

Ia ingin mengeluh lagi. Ponselnya tak henti mengganggu dan itu membuatnya frustasi. Bahkan ia sampai tidak tahu harus diapakan lagi gadget canggih itu.

“Yaelah, dari tadi lu ngasih gua notif sampe rela keliling kompleks cuman gara-gara nyari elo, bego!” umpatnya.

Pip pip!!

“Bangsat…”

Kesal karena tak henti-hentinya menerima pemberitahuan dari ponsel. Laki-laki itu akhirnya terpaksa mengecek ponselnya.

5 LINE messages
Mijin
Kak, dimana?
Kak bales!
Woi Chanyeol Caplang dicariin Mama! Penting!

Jongin
Bang dmn?
Dicariin mama kata Mijin.

‘Ngapain mama nyari gue? Gue ngga nyolong duit dari dompet kak Yoora lagi anjir.’

Laki-laki itu menghembuskan karbon dioksida yang sudah tertahan di dalam paru-paru selama membaca notif pesan yang ada di pop-up-nya. Tangannya langsung mahir mengetik di atas layar. Membalas pesan kedua manusia yang tengah dalam masa-masa asmaranya melambung tinggi.

Lagi sibuk. Mau apa nyari gue?

Send!

“Ngeselin anjir ah, mana panas pula. Capek nih haus, ngga ada tukang es apa yak?” monolog Chanyeol sambil menaikkan kepalanya. Mencari-cari keberadaan tukang es yang siapa tahu lewat di depan mata.

Beberapa detik didiamkan, ponsel itu kembali berkedip dengan cepat. Wah, adik-kakak sama saja kecepatan mengetiknya.

Mijin

Sibuk apa sih? Palingan juga nyari pokémon.
Lu ‘kan jomblo.
Dah cepetan balik. Penting nih!
Mama nanyain ada tukang kredit baju langganan mama, bajunya bagus-bagus, ada jaket hoodie kesukaan lo juga. Siapa tau minat gitu
.

Chanyeol terkekeh membaca pesan dari adiknya. Mencari pokémon katanya. Memang iya sih. Sedari tadi yang ia lakukan berkeliling kompleks ini adalah mencari pocket monster yang sudah berkali-kali memberi notif kalau jaraknya sudah dekat. Tapi sudah berkali-kali melacak sampai tungkai kakinya lemas, Chanyeol belum juga menemukan pokémon yang dicari.

Sudah dirasa cukup ia beristirahat, Chanyeol berdiri dari duduknya. Bersiap-siap mencari pokémon lagi, bukan bergegas ke rumah. Sekalipun katanya ‘penting’, kalau kasusnya seperti dulu-dulu saat Chanyeol mencuri uang di dompet Yoora, barulah penting. Gara-gara itu juga Chanyeol jadi kena getahnya, uang bulanannya dipotong sampai tiga bulan lamanya. Mengingat kejadian itu, Chanyeol benar-benar kapok mencuri, jangankan milik orang lain, milik kakaknya saja dia akan menolak sampai mati. Daripada ia kelaparan selama tiga bulan di kampus karena tidak diberi uang, lebih baik jadi anak baik-baik yang menunggu diberi uang sesuai tenggat waktunya.

Maklumi saja, waktu itu Chanyeol terdesak membayar drone untuk keperluan fotografinya. Seperti yang kalian ketahui, Chanyeol ini anak kekinian kampus MID. Dia adalah satu per-sekian mahasiswa hits di kampusnya. Tak ada yang tak mengenal Park Chanyeol si mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan, anak UKM Mapala yang hobi berfoto, bukan memanjat gunung, hits tapi sayangnya single. Chanyeol bilang sih anak kampus MID tidak ada yang menarik. Alah…, itu hanya alasan Chanyeol. Dia hanya kurang bergaul dengan perempuan, paling-paling yang dekat dengannya hanyalah sesama anak hits MID, seperti Son Seungwan, Bae Joohyun, Kim Taeyeon, Kang Seulgi, dan Sandara Park. Omong-omong soal Sandara, pernah ada rumor kalau Chanyeol suka padanya. Tapi Chanyeol menangkisnya dan bilang; “Mending Seungwan dari pada Kak Dara.”

Yah, bukannya memperbaiki keadaan, dia malah memperburuk dan menambah rumor kalau Chanyeol dan Seungwan memang ada sesuatu. Ah…, the real troublemaker Park Chanyeol.

Chanyeol bergegas melangkahkan kakinya ke arah kompleks yang lebih luar, yang berarti keluar dari jalur aman perkompleks-an. Matanya hanya fokus kepada layar ponsel yang terpampang maps Pokémon. Lupa dengan pesan dari adiknya lima menit yang lalu. Siap-siap saja ia pulang ke rumah akan kena bogeman mentah sang adik karena hanya me-read pesannya.

Saking terlalu fokusnya pada ponsel, Chanyeol hampir-hampir tersandung, kaki-kaki besarnya saling terbelit dan sesekali hampir jatuh. Untungnya saja badannya yang besar ini cukup seimbang antara fokus mata dengan kaki.

Tapi yang namanya keberuntungan tidak selalu berada dipihak Chanyeol. Dengan segala kecerobohan yang ingin ia umpatkan sekarang juga dan pada seseorang yang sengaja menubruknya—menurut asumsi Chanyeol. Ia benci pada dirinya yang bisa-bisanya melepaskan ponselnya begitu saja.

Bug!

Plung!

“ANJING HAPE GUE!!!!” teriak Chanyeol spontan.

Wajah panik nan lesu langsung Chanyeol tunjukkan ketika melihat satu-satunya nyawa paling berharganya melayang dengan bebas dan terjun ke dalam parit yang tertutup dengan pagar besi yang saling menghimpit. Chanyeol berlutut melihat kemana arah ponselnya masuk. Sayang, aliran parit yang cukup deras itu mampu mendorong dan membawa pergi ponsel Chanyeol. Pasrah dengan ponselnya yang sudah raib dimakan air, Chanyeol langsung berdiri, menatap siapa yang berani menubruknya.

“LO PUNYA MATA NGGA SIH?!” sembur Chanyeol sinis.

Sementara yang dimarahi oleh Chanyeol malah berbalik memasang wajah tak kalah kesal. Walaupun sempat ia bergumam, bahwa ia mengenal Chanyeol. Tapi ia tak peduli, toh tetap saja Chanyeol yang salah sudah ceroboh.

“LO KALI YANG NGGA LIAT-LIAT! MAKANYA KALAU JALAN TUH FOKUSNYA KE JALAN! BUKAN KE HAPE!” sahutnya tak kalah sangar.

Chanyeol terenyuh. Orang di depannya ini tak kalah keras kepalanya. Apalagi dia seorang…,

GADIS.

Oke, Chanyeol aku-akui, ia benci membentak seorang gadis. Tapi ini sudah di luar batas toleransinya. Ponselnya bukan barang murah yang dengan mudahnya ia dapatkan dengan meminta-minta kepada kedua orangtuanya. Ponsel itu hasil menabung dan kerja paruh waktunya di kedai milik pamannya Baekhyun. Sejak kecil, Yoora, Chanyeol dan Mijin sudah dididik untuk menjadi anak yang tidak seenaknya bermanja-manja minta barang kepada kedua orangtuanya. Pantas Chanyeol merasa geram dan frustasi dengan raibnya ponsel kesayangannya itu.

“YA TAPI ‘KAN LO JUGA LIAT GUE LAGI MAIN HAPE, KENAPA JUGA LO NUBRUK GUE?!”

Telak, gadis ini menelan salivanya sebelum menjawab, “G-gue, gue ada urusan penting! Makanya gue lari. Lagian gue ngga sengaja nubruk lo!”

Chanyeol berkacak pinggang, ia berdecak lidah, “Ck, urusan penting dengan gelagat lo yang jauh dari orang penting?! Boong! Lo pasti sengaja ‘kan?!”

Tak tahu harus menjawab apa, gadis itu menampar Chanyeol. Membuat air muka Chanyeol semakin tak kalah terkejutnya. Gadis aneh!

“Kalau lo ngga tau seberapa pentingnya urusan gue, mending lo belajar sopan dulu deh sebelum ngehakimi orang!”

Gadis itu pergi meninggalkan Chanyeol sambil berlari. Bahkan tanpa sempat Chanyeol menahannya. Gadis itu ikut raib bersama ponselnya. Meninggalkan tatapan nanar dan kesal Chanyeol kepadanya.

Perlahan tangan Chanyeol menyentuh pipinya yang barusan ditampar si gadis. Baru kali ini ia ditampar oleh orang asing. Temannya bukan, kekasih apa lagi. Chanyeol tak habis pikir dengan gadis tadi.

Sambil mengusap-ngusap pipinya yang memerah, Chanyeol mendumal, “Gimana gue ngomong sama mama? Marah sih ngga, tapi bakal bodo amat dan nyuruh gue ngumpulin duit buat beli sendiri. Argh sh-t! Iphone 6S+ gue!!”

“Lagian siapa sih dia? Kenapa gue kayak pernah liat?”

 

 

Annie langsung lari terburu-buru ketika perutnya sudah tak bisa dikompromi lagi. Ini semua gara-gara Seungwan! Gadis sinting yang nge-hits seantreo kampus MID. Jangan tanya dulu punya hubungan apa Seungwan dan Annie. Yang jelas ini gara-gara Seungwan!

“Wendy bangsat lo!” umpat Annie kesal.

“Perut gue anjir….”

Seungwan atau yang Annie panggil Wendy itu hanya tertawa puas melihat sahabat plus teman satu kelasnya itu kesakitan. Sebenarnya Seungwan sengaja mengajak Annie untuk nongkrong di kedai tteokpokkie dekat kompleks rumahnya demi menjahili sahabatnya yang sedang berulang tahun.

Rencana Seungwan memang sederhana. Dengan alih-alih mentraktir Annie, diam-diam ia membubuhkan bubuk cabai dan sepuluh cabai rawit merah yang sudah ia potong sendiri di rumah ke dalam piring tteokpokkie Annie. Seungwan tahu, Annie membenci makanan pedas. Ia hanya ingin membuat Annie menderita di hari bahagianya.

Tak kuat menahan sakitnya perut yang ia rasakan, Annie langsung berdiri dan berlari meninggalkan Seungwan sendirian di kedai. Kemana Annie pergi? Ke rumah tentu saja. Kedai tteokpokkie dan rumahnya hanya berjarak beberapa meter.

Berlari sambil mendumal betapa sakitnya perut dan betapa keterlaluannya Seungwan kepadanya. Annie mengusap air mata yang keluar tanpa ia minta. Bisa dibayangkan betapa sensitifnya perut Annie diberi makanan pedas. Rasanya ia ingin pingsan di tempat.

Tapi sayangnya ibarat sebuah pribahasa;

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.

Begitulah Annie sekarang. Baru saja ia merasakan perihnya usus dan lambung, sekarang ia harus dihadapkan dengan keadaan dimana habis menabrak seseorang yang sebenarnya Annie kenal betul siapa dia.

Annie langsung berhenti ketika ia benar-benar tidak sengaja menabrak kakak tingkat yang juga anak hits satu geng dengan Seungwan. Parahnya, tabrakan yang ia hasilkan membuat ponsel kakak tingkatnya jatuh ke dalam parit.

“ANJING HAPE GUE!!!”

Annie langsung mematung di tempat mendengar umpatan kakak tingkatnya. Ia tak bisa beranjak kemana-mana setelah insiden tak terduga ini. Berkali-kali salivanya ia telan, sebisa mungkin ia mendinginkan otak sebelum disembur kata-kata laknat dari Chanyeol.

Benar, Chanyeol.

Park Chanyeol yang tampan dan tinggi menjulang, keren dan juga photogenic.

Tapi kenapa? Kenapa harus sekarang ia bertemu dengan laki-laki terkenal seantreo kampus MID? Kenapa waktunya tidak tepat? Kenapa waktunya salah? Tak bisakah Annie sedikit merasakan indahnya jadi bagian dari adegan ftv dimana si pemeran tak sengaja menubruknya, kemudian menolong dan jatuh cinta padanya? Oke Annie terlalu banyak menonton televisi tak bermutu di rumah.

Yang jelas, Annie benar-benar ingin mengutuk Son Seungwan sekarang.

Ia hanya mampu melihat gelagat Chanyeol yang kehilangan sambil berdiri dan memegangi perut yang masih terasa sakit walaupun sedikit—mungkin efek kejut gara-gara kejadian ini, sakitnya berkurang. Annie masih setia mematung.

Chanyeol berdiri, ia menatap Annie penuh murka.

Matilah kau hari ini, Annie Lee.

“LO PUNYA MATA NGGA SIH?!”

Tadinya Annie ingin meminta maaf dan bersedia mengganti ponsel Chanyeol dengan bertukar ponsel miliknya untuk sementara. Tapi melihat respon Chanyeol yang membentak. Annie urung melakukan dan merasa sakit hati.

Siapa dia berani membentak? Sudah jelas Chanyeol sendiri yang salah.

“LO KALI YANG NGGA LIAT-LIAT! MAKANYA KALAU JALAN TUH FOKUSNYA KE JALAN! BUKAN KE HAPE!”

Kelihatannya Chanyeol tak kalah terkejut  dengan perkataan Annie. Gadis itu hanya mampu mengumpat dalam hati, meminta maaf berkali-kali karena harus membentak balik. Ia tak tahan dengan bentakan, mana pula perutnya sedang sakit, emosinya semakin tidak bisa di kontrol kalau begini!

“YA TAPI ‘KAN LO JUGA LIAT GUE LAGI MAIN HAPE, KENAPA JUGA LO NUBRUK GUE?!”

Annie menelan salivanya. Mampus! Perlukah ia jujur pada kakak tingkatnya ini kalau dia sedang sakit perut dan buru-buru ke rumah demi mendapatkan pertolongan pertama dengan obat dan toilet?!

“G-gue, gue ada urusan penting! Makanya gue lari. Lagian gue ngga sengaja nubruk lo!”

Chanyeol malah berkacak pinggang. Annie tahu pasti laki-laki ini tidak akan percaya padanya. Tapi serius! Haruskah Annie jujur kalau ia butuh toilet sekarang juga?!

“Ck, urusan penting dengan gelagat lo yang jauh dari orang penting?! Boong! Lo pasti sengaja ‘kan?!”

Neuron yang saling berhubungan satu sama lain adalah langkah terakhir Annie memohon pertolongan. Otaknya bekerja keras untuk ini. Ia berpikir, apa yang harus dilakukannya untuk kabur dari Chanyeol.

Bukan maksud ia tak mau bertanggung jawab. Tapi perutnya sudah tak tahan lagi harus di apakan. Ini aib bagi Annie. Apalagi di depan kakak tingkat hits sekampus.

Awalnya Annie tidak ingin mengambil resiko kalau harus benar-benar menampar Chanyeol. Tapi percayalah, hanya itu yang bisa Annie pikirkan.

Plak!!

Annie sukses menampar Chanyeol.

Sebelum ia benar-benar pergi, agar kelihatan keren sedikit dan terlihat bahwa Chanyeol-lah yang bersalah, Annie memberi wejangan, “Kalau lo ngga tau seberapa pentingnya urusan gue, mending lo belajar sopan dulu deh sebelum ngehakimi orang!”

Dan berlarilah Annie menuju rumahnya dengan secepat kecepatan flash seperti di karakter fiksi buatan DC Comic. Untungnya dia benar-benar memikirkan timing yang tepat untuk kabur sebelum Chanyeol berhasil mencegatnya. Benar-benar bahaya kalau sampai-sampai Annie tertahan di saat-saat perutnya tidak mendukung seperti ini.

Sial. Ini gara-gara Son Seungwan sih!

 

 

Hari ini Chanyeol masuk kampus seperti biasa. Mengendarai motor sport-nya dengan gagah. Memarkirkan motornya dengan baik. Dan turun dari motor dengan aman. Tak ada gadis-gadis yang mengganggunya hari ini. Satu hal yang patut Chanyeol syukuri sebagai anak hits yang selalu saja diikuti kemanapun. Padahal dia hanya mahasiswa biasa dengan predikat hits, bukan artis papan atas, tapi hebatnya ia punya stalkers.

Terlihat dari kejauhan mobil milik Jongin ikut parkir. Oh, waktu kuliahnya hari ini sama dengannya.

Jongin turun dari mobilnya, diikuti Mijin, adik Chanyeol yang benci publikasi dan serentetan kata hits yang melekat kuat pada diri Chanyeol. Padahal kalau dipikir-pikir, Jongin juga salah satu geng hits, aneh saja kenapa Mijin mau. Sedangkan Chanyeol yang sudah hits dari dulu, Mijin malah membencinya.

“Oi, Bang!” sapa Jongin, seperti biasa sok ramah.

Chanyeol mendelik. Sedari dulu dia memang tidak suka pada Jongin, alasannya?

Satu, karena dia anak FT—semua orang dikampus MID tahu, mahasiswa FT rata-rata playboy. Dan Chanyeol benci itu.
Dua, dia jatuh cinta pada Mijin.
Tiga, dia mengencani Mijin.
Empat, dia terpaksa mengizinkannya berkencan dengan Mijin.
Lima, dia adik tingkat terkurang ajar.

“Udah ayok ah gausah nyapa dia, malesin banget sih. Dia lagi galau gara-gara hapenya nyemplung ke got.” Halang Mijin langsung menarik tangan Jongin menjauh dari Chanyeol.

Posisi mereka berdekatan. Chanyeol jelas mendengar apa yang Mijin ucapkan. Kurang sabar apa ia kepada adik perempuan satu-satunya itu. Untungnya stok sabar miliknya tidak pernah habis. Meskipun kadang Chanyeol membalasnya dengan mencubit pipi Mijin tak henti-henti sampai adiknya merasa heran dan berasumsi kalau kakaknya sedang kesal menahan sakit PMS. What the heck Park Mijin, dia laki-laki!

Jongin menurut, lebih tepatnya terpaksa menurut karena tangannya ditarik-tarik oleh Mijin. Jongin hanya tersenyum masam pada Chanyeol sebagai perpisahan. Sebisa mungkin Jongin berbaik hati kepada Chanyeol. Demi mendapat restu mengencani Mijin selain mencoba akrab dengannya, tentu saja.

Chanyeol melangkah menuju gedung FT, tempat dimana kelasnya berada. Chanyeol aku-akui, dia memang membenci anak FT meskipun dia adalah bagiannya. Sebenarnya alasan ia benci anak FT adalah Jongin. Laki-laki itu terlalu was-was kalau adiknya tiba-tiba sakit hati karena kelakuan Jongin yang menyakiti Mijin, sayangnya itu belum terjadi setelah enam bulan mereka jalan. Dan Chanyeol tidak berharap Jongin menyakiti adiknya itu.

Sebelum ia benar-benar masuk ke gedung FT yang berada di barat daya dari arah parkiran. Chanyeol menyempatkan diri datang ke gedung D atau gedungnya anak-anak UKM dan BEM. Tak usah dikira seberapa luas kampus MID yang dengan jahatnya mewajibkan seluruh mahasiswa untuk membiasakan diri berjalan kaki di dalam kampus, sejauh dan seluas apapun itu.

“Hei, Kak!” sapa seseorang. Suaranya familiar di telinga Chanyeol.

Si Seungwan deh ini.’

Chanyeol menoleh, dugaannya tepat. “Eh, Wan. Mau ke sekret UKM Seni?” tanyanya sedikit basa-basi.

Meskipun mereka pernah dirumorkan berbagai macam, tapi hebatnya keduanya tak ambil pusing. Mengingat Seungwan yang juga sudah mengaku punya pacar satu komplotan dengan Chanyeol—anak UKM Mapala—rumor itu lama-lama meredup juga.

Seungwan mengangguk. “Iya, sekalian ke sekret Mapala. Eh tapi lo mau ke sekret juga ‘kan Kak? Nitip carrier-nya Yoongi dong.”

Seungwan langsung menyodorkan carrier 40 liter yang sudah dibungkus rapi pada Chanyeol. Refleks, Chanyeol  menerima saja, lagipula ia tak keberatan direpotkan Seungwan, baginya Seungwan itu mirip dengan Mijin, tapi tentu saja tidak akan ada yang bisa mengalahkan rasa sayangnya kepada adiknya.

“Ada lagi ngga? Lu mah kebiasaan suka lupa, Wan.” Celetuk Chanyeol.

Seungwan nyengir. Chanyeol memang tahu betul tabi’atnya. Jauh beda dengan kekasihnya, Min Yoongi. Hal-hal sekecil ini, Yoongi mana peduli. Yang ada ia hanya akan dihujat tak habis-habis sambil bilang; “Makanya jangan teledor dong ah, kebiasaan.”

See?

Untung Seungwan sayang, coba kalau tidak. Sudah habis ia cabik-cabik laki-laki pucat itu.

“Engga kok, Kak. Udah cuman itu aja.”

“Ini habis di laundry?” tanya Chanyeol, seolah enggan meninggalkan tempat.

Seungwan mengangguk lagi.

“Pemalesan banget si Yoongi nyuci carrier doang harus nyuruh pacarnya. Dasar.”

Seungwan terkekeh, ada kalanya Chanyeol dan Yoongi terlihat sama di matanya. Sama-sama jujur dalam menghadapi sesuatu. Terlalu bablas dalam berbicara.

“Udahlah biarin, Kak. Itu carrier-nya juga bekas gue kok. Pas Minggu ‘kan gue ikut naik juga sama dia. Yah, isenglah pengen nyobain naik gunung kayak gimana, lagian gue ‘kan baru pertama kali, jadi Yoongi ngasih pinjem. Katanya kalau langsung beli sayang, takutnya gue ngga suka naik malah mubadzir ‘kan. Sayang duit.” Jelas Seungwan.

Chanyeol hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, “Yaudah, gue ke—“

“WENDY!!!”

Seungwan menoleh, tahu betul siapa yang memanggilnya begitu. Siapa lagi kalau bukan Annie. Sementara Chanyeol mematung melihat siapa yang memanggil Seungwan. Pantas saja ia merasa tidak asing dengan wajahnya, ternyata temannya Seungwan.

Annie sendiri yang barusan berlari menuju Seungwan langsung tersentak dan diam di tempat ketika maniknya menemukan Chanyeol yang menjulang itu tengah berbicara dengan Seungwan.

Kenapa waktu tidak pernah berpihak padanya?

Mampus lu An, pasti dia bakal nagih ha—

“Woy! Lo ‘kan yang—”

“Kalian saling kenal?” tanya Seungwan menyela.

Annie menelan salivanya, ia tak mampu menjawab. Berjalan perlahan mendekati Seungwan adalah yang ia lakukan sekarang. Takut-takut Chanyeol akan membentaknya lagi.

“Jangan sembunyi gitu, elah!”

“Seriusan deh, kalian berdua kenal?” Seungwan semakin penasaran dengan keduanya.

“Iya kenal!” sahut Chanyeol kesal.

“E-engga, Wen! Please, Wen pergi yuk! Kak Kyungsoo udah nyariin nih.” Sahut Annie berbisik pada Seungwan.

“Tunggu dulu! Lo ngga bisa pergi seenaknya kayak gitu. Kemarin gue biarin lo pergi, untung gue ketemu lo lagi. Gue mau nagih hape gue yang nyemplung gara-gara lo. Jangan main pergi aja kayak orang ngga bertanggung jawab, dong!” cerocos Chanyeol langsung pada intinya.

Ah…, Ya Tuhan, tak bisakah biarkan Annie bernafas sedikit saja untuk menghadapi Chanyeol? Masalahnya berbeda dengan kasus seorang fans yang tak sengaja bertubrukan dengan idol-nya. Tak ada iming-iming ekspetasi aneh-aneh seperti pikiran para fangirl.

Seungwan merasa bingung, yang satu bilang bahwa ia mengenal Annie, tapi yang satunya lagi bilang tidak mengenalnya. Mana yang benar?

“Err–, gini aja deh. Karena gue ngga tau permasalahan kalian apa. Mending kalian ngobrol aja ya berdua. Lo lagi ngga ada kelas ‘kan Kak jam sekarang? Kita berdua ada kelas jam duabelas nanti. Jadi gue titip Annie sama lo dulu aja deh ya. Inget nanti balikin ke kelas jam duabelas! Jangan lecet!”

Gadis bermarga Son itu beralih merebut carrier yang barusan akan ia titipkan pada Chanyeol. Daripada ia berada disituasi yang sama sekali tak ada sangkut paut dengannya, lebih baik dia pergi saja ‘kan? Lagipula salah Annie sendiri kenapa belum cerita ada apa soal Chanyeol kemarin dan memilih meninggalkan tteokpokkie yang tak salah apa-apa.

“Ih Wen! Ngga gi—”

“Udah jangan protes ah. Doi cowok baik-baik kok.”

Annie mendumal, kenapa jadi dia yang harus mengalah demi Chanyeol?!

Selain pasrah pada keadaan, Annie hanya mampu berdo’a pada Tuhan, berharap bahwa dia akan selamat sampai jam duabelas mendatang nanti. Bisa jadi ‘kan kalau Chanyeol dendam padanya kemudian membawanya ke tempat sepi, memperkosanya, membunuh dan mencincang-cincang tubuhnya seperti daging ayam di pasar?!

Oke-oke, singkirkan pikiran gila itu, Annie Lee. Chanyeol adalah mahasiswa berpendidikan, jelas ia berpendidikan, dia menyandang gelar ‘mahasiswa’, ingat itu!

Setelah kepergian Seungwan dari kedua pasang mata Chanyeol dan Annie. Awkward moment lebih tepat mereka rasakan sekarang.

Chanyeol mencoba bersikap senormal mungkin; bertingkah seolah sedang marah dan minta pertanggung jawaban. Meskipun hatinya berkata lebih baik memaafkan gadis ini saja. Lagipula menurutnya, Annie tidak terlalu buruk soal penampilan. She’s pretty as f-ck, seriously.

Dan Annie memilih diam walaupun sebenarnya dia ingin mengumpat. Kenapa laki-laki ini malah diam dan memandangnya seolah-olah sedang menggodanya?! Ya Tuhan, apa matanya tak salah lihat?

Laki-laki itu berdeham—setelah sekian menit Annie menunggunya untuk mengatakan sesuatu. Chanyeol memasukkan kedua lengannya ke dalam jaket hoodie yang sudah jadi icon fashion milik Park Chanyeol. “Ngobrolnya di kantin aja sambil duduk, ngga enak berdiri kayak gini.”

Akhirnya!’ Batin Annie senang.

Chanyeol kemudian memacu tungkainya bergerak ke arah berlawanan. Kantin. Plus diekori Annie.

 

 

Sorry, Kak.” Ungkap Annie mendahului.

Mereka kini tengah duduk di kantin kampus MID. Jangan pandang sebelah mata soal kantin ini. Kantin kepunyaan MID sudah hampir setara cafécafé yang biasa ditemukan di jalanan tertentu.

Kalau boleh jujur, Annie merasa risih sejak ia datang kemari. Pasalnya banyak pasang mata yang menatapnya tak percaya. Seolah ia adalah makhluk melata aneh yang berani-beraninya mengajak kencan kupu-kupu cantik. Sialan, dia disamakan dengan makhluk melata.

Chanyeol mengetuk-ngetuk meja dengan telunjuk. Tangan satunya ia gunakan untuk menopang dagu, menatap ke arah lain. Entah kenapa suasana ini malah terlihat seperti Annie tengah tertangkap berselingkuh dan sedang mencoba menjelaskan sesuatu pada kekasihnya meskipun kekasihnya itu enggan merespon.

Oke, terlalu banyak out of box dalam pikiran Annie. Dan parahnya selalu dirinya yang jadi sosok menyedihkan.

Laki-laki itu membusungkan dadanya sedikit, ia menghirup nafas dalam dan mengeluarkannya kasar. Pikirannya sudah baik-baik saja, sebenarnya kehilangan Iphone memang menyebalkan baginya, selain ia tak bisa memposting sesuatu ke dalam feed Instagram-nya, ia juga jadi kehilangan kontak dengan Jongin. Susah payah ia menahan gengsi demi meminta id LINE milik Jongin hanya untuk mengontrol Mijin.

“Udahlah, gapapa.” Sahut Chanyeol akhirnya.

Diibaratkan dengan komik-komik Jepang yang selalu memberikan efek bling-bling. Seperti itu sekarang mata Annie. Ia menatap Chanyeol dengan tatapan berbinar tak percaya.

“S-serius, Kak?!” tanya Annie.

Chanyeol mengangguk, memastikan jawabannya bukanlah hasil rekayasa atau halusinasi dari seorang Annie Lee. Chanyeol sudah merelakan Iphone-nya raib ditelan air selokan.

“Tapi gantinya…,”

“Gue bakal lakuin apa aja Kak demi nebus itu! Serius! Sekali lagi sorry, Kak. Gue ngga sengaja dan emang urg—

“Udah. Gue bilang udah. Udah gapapa.” Sela Chanyeol. Bahkan baritonnya terdengar tulus dibandingkan ketika pertama kali bertemu.

Annie menghela nafas. Ia bersyukur pada Tuhan yang masih menyayanginya.

By the way, lo serius mau lakuin apa aja?” tanya Chanyeol membenarkan ucapan Annie.

Ragu, Annie mengigit bibir bawahnya. ‘Ya engga apa aja sih, senggaknya yang lebih masuk akal dan manusiawi aja.’

“Apa aja, selama itu kedengarannya manusiawi dan masuk akal.” Jawab Annie.

Tentunya dia tidak mau dibodohi dengan iming-iming ‘apa saja’ yang ia beri pada Chanyeol. Bisa bahaya. Percuma saja dia sekolah hampir enambelas tahun dari SD sampai Kuliah kalau memikirkan mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan baginya saja masih tidak bisa.

“Oke.” Kata Chanyeol.

‘Oke? OKE?!’  batin Annie.

“Sebagai gantinya, gue cuman mau lo jadi pacar gue. Ngga susah ‘kan?”

Uhuk. . .

Annie tersedak ludahnya sendiri.

Apa?

Apa katanya?

Jadi kekasihnya?

“Ini beneran Park Chanyeol yang kemarin gue tabrak bukan sih?” tanya Annie balik.

Mendengar respon Annie yang jauh dari perkiraannya, Chanyeol tertawa terbahak. ‘Lah anjir lucu banget ini cewek. Malah nanya ini gue asli apa bukan. Padahal barusan gue baru aja nyuruh dia jadi cewek gue. Keren ‘kan punishment gue buat dia? Haha. Kapan lagi pacaran sama cowok ganteng ter-hits sekampus MID?

“Gue serius nanya nih. Ini pasti kembarannya Kak Chanyeol ya? Siapa? Cahyono?” Annie semakin melanturkan pembicaraannya. Ini sedikit memusingkan baginya. Maklumi saja, dia kelewat polos untuk hal percintaan. Satu-satunya yang bisa membuat terbang dan jatuh cinta sedalam lautan adalah senyuman Jung Yonghwa, vocalist CNBlue.

Chanyeol semakin tak bisa menahan tawanya. Cahyono dia bilang. Sekeren-kerennya nama Chanyeol, ia plesetkan jadi Cahyono. Dasar udik.

“Ini gue, An. Park Chanyeol yang kemarin lo tubruk sampe ponselnya jatoh ke got.”

Setelah mendengar pengakuan Chanyeol, Annie hanya membulatkan mulutnya saja. Membentuk huruf O, meng-ooh-kan percakapan.

“Gitu doang?” tanya Chanyeol.

“Ya…, terus? Harus gimana? Syukur ‘kan kalau emang beneran Kak Chanyeol yang kemarin gue tubruk sampe hapenya jatoh.” Balas Annie polos.

Sialan. Chanyeol ingin mengumpat sekaligus tertawa. Gadis ini bahkan lupa bahwa ia baru saja menyatakan perasaan yang bisa dibilang kurang masuk di akal. Apa mungkin karena ini Annie meminta imbalan dengan hal-hal yang masuk akal? Karena dia tidak akan paham?

Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya kuat-kuat. Ia tak tahan menahan gelak tawa serta gejolak hati yang semakin membuatnya dag-dig-dug sendiri gara-gara Annie yang kelewat polos dan menggemaskan.

“Kemarin baru aja marahin gue, sampe-sampe bilang gue ngga sopan gara-gara ngehakimin lo. Sekarang malah kayak bocah keilangan induknya.” Celetuk Chanyeol.

Annie hanya mengerutkan dahinya. Tidak mengerti pada sambungan kalimat sebelumnya dari Chanyeol.

Apa hubungannya antara ‘bersyukur kalau itu Chanyeol’ menjadi ‘marah dan bocah yang kehilangan induknya’?

Melihat ekspresi Annie yang semakin membuat Chanyeol tak kuasa menahan tawa sampai-sampai beberapa orang di kantin menatap ke arahnya. Chanyeol memilih berdeham untuk memulihkan imejnya.

“Intinya lo jadi cewe gue mulai detik, menit, jam ini. Oke?”

“Eh? KAK?! KOK MALAH—”

“Jadi cewe gue atau beliin gue Iphone 7 yang baru?”

Annie taluk. Ia mendengus sebal. “Serah Kakak ah.”

Chanyeol tersenyum lebar, penuh kemenangan. “Nah gitu dong.”

Kemudian laki-laki itu menatap jam Rolex silver yang melingkar di tangan kirinya, matanya merasa takjub melihat waktu yang cepat berputar. “Bentar lagi jam duabelas nih. Yuk gue anter ke kelas.”

Annie mangangguk lemah. Kenapa dia malah terjebak dengan laki-laki menyebalkan tak tahu diri macam Chanyeol? Kenapa dia barusan tidak memilih untuk membelikannya ponsel baru saja? Kenapa—

“Jangan ngelamun mulu. Ini bukan mimpi. Gue beneran pacar lo sekarang kok, Sayang.”

Yah, pada akhirnya Annie harus mengakui ke semua orang bahwa Park Chanyeol, laki-laki hits sekampus, anak UKM Mapala dan mahasiswa FT Pertambangan ini sudah resmi jadi kekasihnya. Meskipun tanpa ada acara romantis-romantis seperti yang Annie harapkan seperti yang ada di film-film.

 

—FIN

 

Arr’s Notes;

Sumpah ini apaan bangetlah wkwkw. For Nano who have been request this Sequel. Puaskah dirimu, nak? :’v wkwk.

ENJOY LAD’s. Mind to review? 🙈 thank you💕💕

6 thoughts on “[ONESHOT] Accidentally ― ARRYLEA’s VERHAAL

  1. Pertama tama dan yang paling utama, mari kita teriak YEAY YEAY YUHUUUUU TRALALALA BOOMBAYAH HIYAA HIYA HIYA HIYA…. BOOM BOOM BA BOOM BOOM BA BOOMBAYAH!!! akhirnya sequelnya jadi,terimakasih*pasang ekpresi malu malu meong

    Aduh syalalala banget sih ni cerita…. astajim, diriku tidak berhenti ngakak sampe sakit perut, akankah daku bernasib sama seperti annie yang bertemu cunyul?

    Jujur aja aku belum puas karena ceritanya asa menggantung*dan kemudian ditabok plus dilempar ke got*
    Gak kok, aku puas dengan cerita ini^^

    “Anjing hape gue!” Pas adegan itu agak kaget sama ngakak sih. Soalnya tanpa di sensor sensor lagi?*apabangetdah
    Dikira si annie keluarganya lagi sekarat makanya dia terburu-buru, eh ternyata dan faktanya, perut si annie yang lagi sekarat. Bhaks sekali ente annie.
    Si mijin durhaka amat bilang si chanyeol lagi galau gara gara hapenya nyemplung,ckckck….

    Pft, mau amat jadi si annie, udah nabrak eh malah harus jadi pacar. Tapi, si annie harusnya ke psikiater deh soalnya tu anak jiwa anak kecilnya masih nempel. Ya tuhan, si annie polosnya minta ampun…

    Sekian dari saya, wassalam.
    Btw, keep writing and fighting!!

    • HEBOH SENDIRI:((((( JADI PENGEN NGERUKIYAH wkwkwkwk :v

      Semoga saja, tinggal banyakin berdo’a sama ikhtiar buat pergi ke Korea terus sengaja nabrakin diri ke Chanyeol sampe bikin hapenya loncat ke got :v

      Wkwkw. Iya emang gantung, aku-akuin:( bingung lagi sih mau dilanjut gimana itu udah 4000 words soalnya. Kalau makin panjang tar readers bosen:(((

      Wess. Ratingnya udah PG-17. Dibaca hanya untuk kalangan minimal 17 tahun yang udah bisa nyerna tulisan baik/buruk wokwaoowaoa ;v jadi ngga di sensor :v
      Lagian itu refleks umpatannya :v Ceye pan anak baek, ngga suka bilang guguk :3 wkwkkw
      Salahin si Seungwan pokoknya bikin perutnya mules :v
      Adik durhaka level; MIJIN

      Annie polosnya karena buffer wkwkwkkwkw.

      YESHHH SANGKYUUUU FOR THE REVIEW /salam cinta mwa mwa😚😚😚

  2. nnzeeeng ngakaka syeekaaliiihh. anjay iphuun masuk ke got. anjay laah ceye holkay cyiin. etapi hilang iphun tapi kaga jomblo lagi eaaaak. wendy tataian. kenapa sih sahabat teh adalah org terjahad dimuka bumi ini. pernah aku makan baso sama 7 temen aku, eh aku yg disuruh bayaar. itu beneraan. taai anzaaaai. dan ceye ih makin cinta oemji kapaan gua pnya cwo kek ceyee maygat hanya dimimpi.

    • Wkwkwkw. Bangun nak, udah siang ini :’)

      Wes, disini kan ceritanya ceye orang kaya yang ngga semena-mena gais wkkwkw.

      Yahh. Kadang punya sahabat tuh goblok ya wkwk, ngebayarin semuanya njir, tujuh orang pula. Ludeslah uangmu haha.

      Makasih udah review yaa💕💕💕

  3. WHAT THE, AKU NGAKAK DENGARKAN Q NGAJAKNYA, GAK KEBAYANG CHANYEOL BENERAN NGOMONG KEK BEGITU, IPHONE6S+? KALO GUE NANGIS DARAH, CEYE MALAH MAAPIN GITU AJA, DUH BANG, MAKIN CINTA/PLAKK/😂
    TERUS APA KATANYA TADI? CAHYONO? WAHAI ANNE, KW KELEWAT POLOS NAK.😂
    HUKUMANNYA DIJADIIN PACAR? MBAK ANNE, TUKAR POSISI YOK MBAK, SAMA RELA LAHIR BATIN /PLAKK/

    KEEP WRITING KAK, HWAITING!!

    MAAF KAK, BARU NYADAR KEPSLOCKNYA JEBOL.😂

    • WWKWKWK ANJIR APAAN INI DATENG-DATENG LANGSUNG KEPSLOK :3 WKWKKWKW. GAPAPA GAPAPA :v

      BONUS:

      Aku beneran ngomong gitu kok, Sayang🙂 — Chanyeol

      Ya abis Annie cantik sih, kalau cantik gua ogah maafin dia :v — Chanyeol

      Tukeran posisi? Hmm gimana ya. Mau sih, tapi kapan lagi pacaran sama anak hits sekampus MID? Kapan-kapan aja deh ya tukeran posisinya — Annie.

      MAKASIHHHHHH BANYAKKKK MAU BACA DUHH KUSENENG BISA NGEHIBUR ORANG WKWKWKWKW.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s