Xing Boarden [Chapter 4]

xingb-morschek96

Xing Boarden by. morschek96

Dark-Crime, Romance, Mystery || PG-17!

Lee Junghwa & Lu Han

Lee Minji, EXO members and etc.

Credit BabyChanie @ArtZone 

PRE : [prolog][1][2][3][password]

“there’re a harsh, fierce swirl, and storm.“

***

Memandang Minji, Luhan merasa tidak enak kepada gadis itu karena harus dibangunkan dari tidurnya dan diseret ke kantor guru di hari yang masih sangat pagi ini.

Luhan berdiri di dekat jendela, memperhatikan jalan, sambil mendengarkan. Ia tidak menyukai apa yang sedang terjadi disini, kelihatannya seperti sebuah penyelidikan daripada pertanyaan biasa. Tapi suasananya sangat mendesak. Seseorang telah membunuh Yuju dan membuat Xiumin mendapatkan luka kritis, dan sampai pelaku itu belum ditemukan, maka ketakutan dan teror akan terus menghantui sekolah ini.

Kris si petugas kedisiplinan bersandar di pintu seolah menghalangi seandainya Minji kabur. Tapi gadis itu terlihat masih terlalu mengantuk untuk melakukan itu. Juga ada dua satpam, dan si wakil kepala sekolah yakni Kim Jaejoong.

Dr. Song si guru BK bersikap lebih tenang dan duduk dihadapannya juga si wakil kepala sekolah, setidaknya berhasil mengendalikan situasi. “Kau dan Yuju sekamar, kapan dia keluar?”

“Aku tidak tahu dia keluar!” Kulit Minji terlihat lebih putih diantara rambut hitamnya, “Dia masih terjaga ketika aku mulai tidur. Dan… dan tahu-tahu, mereka…” Minji menunjuk pada kedua satpam yang berada di pojok ruangan, “Menerobos masuk kamarku seperti penggerebekan polisi dan menyuruhku ikut dengan mereka.” Merasa kesal, Minji menatap nyalang pada guru perempuan itu.

“Baiklah.” Dr. song menulis setiap kata yang keluar dari bibir Minji.

“Apa yang terjadi? Aku melihat helicopter dan seseorang diterbangkan keluar dari sini, apa yang terjadi? Apa Yuju terluka?” Mata Minji membelak. Ketakutan. “Dengar, dia teman sekamarku— dan aku berhak tahu.”

Luhan setuju.

“Aku akan mengeluarkan pernyataan sebentar lagi.” Kata Kim Jaejoong.

“Pernyataan tentang apa?” desak Minji.

Luhan sudah cukup mendengarkan, ini saatnya mereka berhenti bertanya-tanya, “Yuju meninggal.” Ucapnya.

“Apa?” Minji nyaris meloncat dari kursinya, “Meninggal?? Tidak— tidak mungkin… dia ada di kamar semalam. Dan— dan…” Minji memandang mata Luhan ketakutan. “Tapi mereka tidak akan membawa tubuhnya pergi dengan helicopter, kan? Dia pasti masih hidup.”

“Itu Kim Xiumin, keadaannya kritis. Dan kami membawanya ke rumah sakit Seoul.”

“Apa? Xiumin?” Minjji mengerjap, “Aku tidak mengerti.”

“Kami menemukannya di ruang penyimpanan olahraga pagi ini. Yuju sudah meninggal, dan Xiumin dalam kondisi kritis. Jadi— terakhir kali kau melihatnya adalah…”

“Tadi malam, di kamar kami.”

“Tapi topi merk Izro punyamu ditemukan disana, didekat tubuhnya.”

“Apa?” Topi hitam yang ia gantung disamping lemari itu? Topi yang hampir menemaninya kemana-mana.

“Ya, kami temukan ditumpukan pakaiannya.”

“Dia… dia tidak mengenakan pakaiannya?” Tanya Minji, Luhan mengangguk. “Kenapa tidak?”

“Kenapa topimu ada disana?”

“Aku tidak tahu! Terakhir kali aku meletakkannya digantungan samping lemari.”

“Cukup.. cukup.” Kata Jaejoong. “Sebaiknya kita tunggu polisi sebelum menanyainya lebih lanjut, Sherif Shindong akan tiba sebentar lagi.”

“Tunggu— Sherif? Detektif? Ini bukan kecelakaan, mengapa kau memanggil orang-orang itu? Yuju dan Xiumin dihajar sampai habis. Pastinya ada seseorang….” Minji menelan ludah, mengerjapkan mata. “A-apa kalian berpikir bahwa aku…” sontak ia tertawa, tawa remeh yang seperti mengatakan betapa sempit pemikiran mereka semua karena menganggapnya yang membunuh. “Hanya karena topiku ada disana kalian—“

“Sudah cukup nona Lee. Silahkan kembali ke kamarmu.” Ucap Dr. Song, semuanya terdiam.

.

.

***

Junghwa mendapatkan pekerjaan. Namun layaknya hanya sebuah misi penyelamatan, yakni untuk mengeluakan adiknya dari Xing Boarden. Junghwa telah meletakkan semua peralatan dan pakaian yang ia butuhkan selama disana dalam sebuah koper besar. Dan telah siap untuk dikirim kesana.

Karena lowongan ini mendesak, maka Junghwa diperkenankan untuk segera pergi kesana. Dua hari lagi ia akan tinggal disana. Kembali melihat adiknya.

Dengan lega, ia melihat pintu keluar jalan tol, jarinya memegang erat kemudi karena udara sangat dingin. Melihat kedepan, jalan panjang yang sekarang putih tertutup salju tipis. Tak lama kemudian ponselnya berbunyi, dengan hati-hati ia menyetir menggunakan satu tangan.

“Halo?”

“Nona Lee Junghwa?” Tanya suara perempuan diujung sana, “Ini Go Minyoung dari staf Tata Usaha Xing Boarden.” Oh tentang sekolah itu, “Kurasa aku punya berita yang tidak bagus.”

Oh Tuhan, saat wiper kaca membersihkan salju. Junghwa rasa perasaannya mulai tidak enak. “Ada apa?”

“Ada kecelakaan.”

Minji! Tepat. Ada apa kali ini? Kau terlambat. Sesuatu yang buruk terjadi pada adikmu.

“Aku tidak ingin membuatmu cemas. Tapi kurasa kau akan mendengarnya di siaran berita, seorang siswa kami meninggal, dan satu lagi sedang dalam kondisi kritis.”

“Siapa?”

Tak ada jawaban.

“Dengar guru Go, aku juga seorang staf disana. Aku berhak tahu.” Desak Junghwa, pikirannya sudah kalut.

“Aku benar-benar tidak bisa menyebutkannya sekarang. Kau akan mengerti ketika tiba disini, dan perahu untuk mengantarmu ke sekolah akan berada di dermaga pada pukul 2 siang besok lusa. Kuharap kau tidak terlambat. Terima kasih nona Lee.”

Sambungan terputus.

Sambil terus menjalankan mobilnya menuju rumah, Junghwa bertanya-tanya. Ketakutan seperti apa yang menghantui adiknya disana.

.

.

***

Masa-masa kelam membayangi Xing Boarden, kecemasan menguasai setiap guru, staf, dan murid yang tinggal disana.

Minji menyimpan ponsel Yuju yang telah diberikan padanya, meletakkan didalam tas sambil berjalan menuju aula. Para deputi sudah mencatat pernyataan sebagian besar murid, dan kini dikumpulkan per masing-masing kelas. Semua berbicara dengan penuh semangat dan berspekulasi tentang Yuju.

“Kurasa dia bunuh diri.” Kata Kim Sora dengan angkuh. Gadis yang dua tahun lebih tua dari Minji itu berbicara kepada Nana dan Adachi Mei, keduanya mendengarkan dengan serius. “Dan Xiumin sunbae, ia bunuh diri juga.” Ucapnya sambil menarik gelang karet yang berada di tangan kirinya, melakukan hal itu berulang-ulang, dasar gadis aneh. “Ini sebuah bunuh diri ganda, seperti Romeo dan Juliet.”

“Benarkah?” Mei benar-benar percaya, seolah itu tragedy romantic yang hebat. Ia mengibaskan rambutnya ke belakang, sedikit mencondongkan tubuhnya kearah Sora dan Nana, “Itu sangaaattt—“

“Mengerikan.” Sela Minji cepat, ia tak tahan lagi. Gadis-gadis bodoh itu melihat kejadian dengan pemahaman yang salah.

“Siapa yang tahu dengan hubungan mereka?” Baekhyun, orang paling menyebalkan dalam penilaian Minji kini angkat bicara, Kai dan Kyungsoo berada di sebelahnya. “Aku cukup mengenal Xiumin sunbae, dia salah satu anak TA yang cukup dekat denganku. Bisa saja Yuju berhubungan seks dengan Xiumin, lalu begitu selesai gadis itu mencoba untuk menyingkirkannya.”

“Menjijikkan.” Ucap Mei. Gadis ini juga bisa dibilang cukup dekat dengan Yuju. “Yuju bahkan telah meninggal Baek! Astaga! Bagaimana dia melakukan itu.”

Beberapa anak TA memasuki ruangan dan duduk di sebelah kelas Minji. Baekhyun dan kedua temannya menghampiri mereka. “Kau tahu, Xiumin mempunyai banyak gadis lain selain Yuju. Mengapa harus merelakan dirinya demi gadis jalang itu?” seorang lelaki berambut hitam dengan name tag Zhang Yixing angkat bicara, menaatap tajam kearah Minji, Sora dan Mei.

“Dan apa alasanmu memanggil Yuju ‘jalang’?” jawab Minji.

“Apa pedulimu? Oh, apakah karena dia temanmu? Dan kemungkinan kau juga melakukan hal hina seperti Yuju.” Ucap Lay angkuh, beberapa anak TA yang mendengarnya tertawa.

“Dan apakah kau germo-nya?” Minji menciptakan perang, ucapannya selalu tidak bisa diatur.

Tanpa aba-aba Lay berdiri dari kursinya, menghampiri Minji dan mendaratkan pukulan di pipinya. Minji limbung dan terjatuh di lantai, sontak semua pasang mata tertuju padanya.

Dengan amarah di puncak ubun-ubun, Minji berdiri dan dengan cepat memukul hidung Lay dengan keras. Lelaki itu mengaduh sambil memegangi hidungnya— mengeluarkan darah. Tak terima atas tindakan Minji, Lay menerjang tubuh Minji, mencekik dan menindih tubuh Minji. Sora dan Mei mencoba untuk menarik tubuh Lay, namun percuma, lelaki itu tidak bergerak sama sekali. Malah semakin keras mencekik leher Minji.

“Hentikan!” seorang satpam melerai keributan mereka, menarik Lay. Dari semua kelas, hanya kelas ini yang suaranya terdengar hingga pintu masuk.”Wakil kepala sekolah akan segera tiba dan memberikan sedikit apel. Jadi duduklah baik-baik.”

Sontak semuanya terdiam. Minji duduk di sebelah Sora, sedikit terbatuk karena cekikan lelaki TA sialan tadi.

“Mengapa bukan kepala sekolah yang memberi apel?” bisik Sora.

“Beliau keluar kota.”

“Tunggu— bagaimana kau tahu?”

“Aku diberitahu tadi pagi saat di interogasi.” Ucap Minji kesal. Gadis ini banyak tanya. Leher Minji terasa mati rasa. Kini ia melirik ke arah si lelaki pendiam, Sehun yang sedang menikmati secangkir kopi dengan Luhan. Beberapa kali Minji menangkap keakraban mereka, entah keduanya memiliki hubungan kekerabatan seperti apa.

Sehun menjadi sedikit lebih cerewet jika bersama Luhan, dan membuatnya lega. Setidaknya Sehun tidak segila yang ia bayangkan.

***

Sedangkan di sisi lain bangunan, sang pemimpin memandang geram bawahannya. Seorang lelaki yang lebih pendek darinya itu pun menunduk diam.

“Apa yang kalian lakukan hah? Melakukan tindakan ceroboh ini tanpa perintahku. Kini lihat! Empat mobil sheriff diturunkan untuk menyelidiki kasus ini. Siapa dari anggota kita yang sebodoh itu??”

Lelaki satunya memejamkan mata, terlalu takut untuk melihat kemurkaan sang pemimpin. “Ini bukan ulah kami Tuan. Aku sudah menanyai satu-satu anggota kita, dan mereka tidak mengetahui insiden pembunuhan Xiumin hyung dan gadis itu.”

“Pastinya tidak akan ada yang mengaku, tapi akan ku selidiki. Jika ada satu dari kalian yang ketahuan melakukan hal seceroboh ini, aku akan menembak kepala kalian dengan tanganku sendiri..!!”

Aku ragu jika pembunuhnya berasal dari salah satu anggota kita.

Mereka sangat penurut, takkan melakukan hal sekecil apapun tanpa perintah sang pemimpin.

***

Malam harinya, Junghwa telah terlelap diranjangnya. Beberapa kali angin membentur kaca jendela kamar, hingga menimbulkan bunyi khas. Diluar tumpukan salju pada dahan dan daun terjatuh searah dengan hembusan angin yang menerpa.

Kini potongan mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya terlihat lebih jelas. Junghwa bergerak tak nyaman dalam tidurnya. Keringat sedikit demi sedikit keluar dari pelipis.

Junghwa kembali berjalan menuju ruang kerja sang ayah. Kini ia sedikit mengingat awal dari –mengapa ia bisa menemui ayahnya-, yakni karena teriakan kesakitan beberapa detik yang lalu sempat mengagetkannya.

Disana hanya ada mereka berdua. Ketika junghwa membuka pintu lebih lebar, dapat ia saksikan genangan darah yang keluar dari tubuh sang ayah. Kini mimpi itu terlihat lebih jelas. Pisau yang digunakan untuk membunuh, jendela ruang kerja yang terbuka, dan gorden putih yang kini ujungnya berubah warna menjadi merah pekat karena mengenai darah sang ayah.

Lantai didekat jendela, terdapat jejak kaki sang pelaku. Ia mengetahuinya, karena jejak kaki itu telah terkena darah ayahnya juga. Jejak kaki itu menghilang tepat didepan jendela, seperti gerakan memutar badanmembentuk huruf S.

Tak lama kemudian ibunya memanggil polisi. Namun nihiltidak ada sidik jari yang ditemukan.

“Akan sangat sulit jika kasusnya seperti ini. Kami yakin bahwa pembunuhnya mengenakan sarung tangan atau sejenisnya yang dapat menahan sidik jari.” Ucap si polisi berwajah tegas dengan potongan rambut cepak.

Satu lagi kisah gelap masa lalu. Junghwa merasakan tenggorokannya kering, ia beranjak ke dapur untuk mengambil segelas air.

.

.

-TBC-

Author Note :

Annyeong guys.. chapter 4 is up!

Dan— eng ing eng… aku sudah memberi sedikit clue loh siapa pembunuhnya, tapi aku yakin kalian pasti masih belum mudeng.. Ingat gak di chapter lalu, pas Yuju mau masuk ke ged. Gymnasium kan dia masuk lewat jendela, terus topinya jatuh pas dia naik ke jendelanya. Hmmm… kira-kira siapa yah pelakunya?

Leave your comment jusseyo~

Kunjungi juga Instagram : luhanie_shop

Dan dapatkan kpop stuff favorite kamu. Ada hoodie, t-shirt, jacket, semua fandom. Bisa reqst warna dan nama. Juga berbagai skincare perawatan tubuh biar gak kalah sama eonni-eonni korea.^^

Regard.

-morschek96

https://morschek96.wordpress.com

23 thoughts on “Xing Boarden [Chapter 4]

  1. Ping-balik: Xing Boarden [Chapter 5] | EXO FanFiction Indonesia

  2. Kaaa author maaf bnget bru bisa komen,,akhir” ini aq sibuk bnget jdi gk smpet komen ff cmn smpet bcaa,,tpi niat mau komen,,sekali lgi maaf yaa ka author,,ka author ko mkin nmbah chapter mkin bikin penasaran yaa mkin krenn lgi udh kya drma ajj,,itu knpa lay oppa sinis bnget ke minji lay oppa jngn jaht dunk ntr cutenya ilang,,akhh bntar lgi junghwa ktmu luhan truusss clbka dehh,,kikiki*hrapannya trllu tinggi

    Ka author aq udh komen kn di chap3,,smoga udh aq ingatnya juga sdah komen

    Kauthor di tunggu kelanjutannya tetap semangatt

  3. omg…aing shocko_O astagfir si laily disini karakterny astagaTT TT yawla yawla gabisa byangin dia kek gt:'(
    aah kira” siapa y yg bunuh yuju…ko curiga sm si laily:-\
    ah molla…eh btw salpok sm topi izrony deh wkwk
    eh trus itu yg pmimpin gang itu siapa y?? semoga minji kuat yeth…btw kak aku udh kirim email ke kaka tlg bls juseyo emailku utieechaseo@gmail.com thks

  4. Aku kaget bgt dengan karakter lay dsini selama ini hanya dia yang terlihat kalem dimataku tapi sekarang jadi antagonis begini huhu entah knp aku mikir pembunuhnya lay? Atau sehun? Tali feelingku lbh ke lay sihh ah mollaa~ tapi ya kak aku bingung nih lalu apa hub nya dg pembunuh ayah junghwa dam minji apa pembunuhnya org yang sama? Tapi krn apa? Aku byk tny ya? Hehe maap yaa soalnya aku antusias bgt dg fanfic ini ditunggu next chapternya kak ^^
    Fightingg!!

  5. Kak uda chapter4? Terakhir aku coment dichapter2 chapter3 nya uda diprotect? Boleh ya kak minta pass nya sebelumnya aku uda coment kirim 3x tapi gak muncul2 huhu aku ketinggalan skrg uda chapter4 huwaaa ini emailnya lanadr30@gmail.com
    makasi yaa kak sebelumnya ^^

  6. Ehh.,???
    Kakk perasaan tadi chap 2, chap 3nya eodii?, aku ketinggalan..hehehe

    Yg chap ini juga nanti yah bcanya 😂.,
    Chap tiganyakan belum..hehe

      • Ehh., aku udah baca kah??
        Aku lupa soalnya..hehe

        Pas tadi baca untuk minta Pw udah 3 kali koment tapi komentku gx ada/ ilang kak.,
        Duhh., tapi beneran deh kak aku ini udah baca apa blm sih yg chap tiga#dimaklumipelupa

        Coba nanti aku cek di gmail deh..

      • Ehhh., berarti iya kak aku udah bca chap 3nya..hehe#maaflupa
        Kalo yg chap3 masalah pembunuhan yuju dan xiumin.. Aku baru inget..hehe

        Ihh., aku kok punya feeling yg gx enak tentang Lay oppa yah apa lagi baekhyun oppa.,#cumanfeelingoke^^v

        Ihhh., lay oppa juga, kok tega sih pukul yeoja..ckckck

        Pembunuhnya?? .,uhmmm..
        Duhh siapa ya?., aku lupa” inget kayanya pas yuju mau ke Gymansium itu ada org apa gx sih yah??

        “Aku cukup mengenal Xiumin sunbae, dia salah satu anak TA yang cukup dekat denganku. Bisa saja Yuju berhubungan seks dengan Xiumin, lalu begitu selesai gadis itu mencoba untuk menyingkirkannya.” apa baekhyun oppa pembunuhnya??? Coz kata” nya itu loh kak.

        “Ini bukan ulah kami Tuan. Aku sudah menanyai satu-satu anggota kita, dan mereka tidak mengetahui insiden pembunuhan Xiumin hyung dan gadis itu.” xiumin hyung!!, berarti dia deket dong sama xiumin, manggilnya aja pake Hyung.
        Bner gx ya kalo yg ngebunuh itu baekhyun oppa??#ahhmolla

        Ohh iya nanti akuinta Pw chap3nya ya kak, buat mastiin waktu yuju keluar malem itu ada org gx.

        Email ku : nurlelly0401@gmail.com
        Next kak dtunggu

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s