SWITCH – 5th MOSSAIC — IRISH’s Story

irish-switch-2

s      w      i      t      c      h

|  Jongdae x Hyunhee  |  Fantasy x Historical x Mystery x Romance  |  Chapterred x Short Story  |  Teen  |  by IRISH  |

|  prompt from EXO`s 3rd Repackage Album Song Title: She’s Dreaming  |

Show List:

ForewordPrologue1st Mossaic 2nd Mossaic3rd Mossaic4th Mossaic — [PLAYING] 5th Mossaic

Because when morning comes

You’ll wake up as if nothing happened

♫ ♪ ♫ ♪

In Author’s Eyes…

“Apa ada masalah, hyung?”

Jongdae mendongak, menatap ke arah pemuda yang sekarang tengah berdiri di ujung pintu rumahnya.

“Ada apa denganmu? Sejak semalam kau terus menyebutku hyung. Apa kau mulai kehilangan sopan santunmu, Woo Ryung?” tanyanya membuat pemuda tersebut—Woo Ryung—mengerjap cepat, terkejut.

“Semua orang menyebut saudara dekatnya seperti itu. Memangnya kau ingin aku memanggilmu hyungnim, begitu?” tanya Woo Ryung, menatap Jongdae penuh tanya.

“Bukankah seharusnya begitu?” Jongdae malah balik bertanya.

Woo Ryung awalnya sudah akan bersuara, tapi melihat ekspresi tidak biasa di wajah Jongdae, ia mengurungkan niatnya.

“Apa ada masalah? Sejak tadi kau mengurung diri di ruangan ini. Matahari bahkan sudah tenggelam sejak beberapa jam lalu.” ujar Woo Ryung memulai konversasi baru.

Jongdae kini terdiam. Ditatapnya langit malam yang mengintip di balik tubuh Woo Ryung dengan tidak bersemangat. “Aku khawatir pada Hyunhee.”

“Apa? Kenapa?” tanya Woo Ryung tidak mengerti.

“Sejak semalam ia belum terbangun.” ucap Jongdae.

“Apa maksudmu? Bukankah semalam ia bisa terlihat baik-baik saja?” tanya Woo Ryung dengan nada terkejut. Jongdae tidak lantas menyahut, ia hanya menatap diam ke arah bilik tertutup di belakangnya.

“Apa ia berpura-pura tidur untuk menghindariku?” tanya Jongdae membuat tawa pelan muncul dari Woo Ryung sebagai jawaban. “Jangan bercanda. Memangnya dia akan tahan tidak bergerak sedikit pun di dalam sana? Apa kau—” ucapan Woo Ryung terhenti, tatapannya pada Jongdae kini tidak dapat diartikan.

“Kenapa?” pertanyaan Jongdae menyadarkan Woo Ryung.

“Aneh, bukankah kau sudah terbiasa hidup dengan mengabaikannya? Kenapa sekarang tiba-tiba kau mengkhawatirkannya seperti ini?” kini giliran Jongdae yang terdiam. Ya, memang. Sudah delapan musim berlalu sejak ia tidak lagi melihat Hyunhee, apalagi bicara pada gadis itu.

Jongdae bahkan sudah sangat terbiasa dengan kesendirian. Mengapa sekarang keberadaan Hyunhee menciptakan perubahan yang sangat kentara?

“Aku seolah melihat Hyunhee yang dulu, Woo Ryung. Hyunhee yang kukenal. Bahkan caranya menatapku sama persis seperti dulu, seolah aku adalah bagian penting dari hidupnya. Tidak seperti beberapa tahun ini… saat ia menatapku seolah aku adalah seorang monster mengerikan.”

“Aku tidak mengerti apa yang sudah terjadi padanya, atau apa ini terjadi karena sihir-sihir mengerikan yang sudah kukirim untuk membuatnya menderita tapi—tapi semalam… ia adalah Hyunhee, Jo Hyunhee yang sangat aku rindukan selama beberapa tahun ini.”

Woo Ryung terkesiap. Ucapan Jongdae sekarang memang terdengar tidak masuk akal di telinganya. Bagaimanapun, ia tahu benar bagaimana jadinya Hyunhee sekarang. Ia tidak lagi jadi seorang gadis yang dulu berteman dekat dengannya dan Jongdae.

Setelah mengetahui siapa Jongdae sebenarnya, Hyunhee sepenuhnya berubah menjadi gadis bengis yang selalu menatap Jongdae seolah pemuda itu adalah monster mengerikan yang harus dijauhi.

“Ada yang salah, hyung. Ada yang salah dengan Hyunhee.”

“Apa maksudmu?”

“Penyerangannya. Alasannya tiba-tiba kembali seperti Hyunhee yang dulu, juga… Kim Sukwon yang sama sekali tidak mempertanyakan kemana perginya Hyunhee, kurasa seseorang tengah berusaha untuk menjebakmu.”

Tatapan Jongdae membulat. Sontak ia bangkit dari tempat duduknya sedari tadi, melangkah cepat ke arah bilik tertutup yang sedari tadi diabaikannya. Sebuah hembusan nafas panjang Jongdae lepaskan saat menemukan tubuh Hyunhee masih terlelap dengan posisi yang sama. Setidaknya dugaan pemuda itu tentang Hyunhee yang terus tertidur sejak semalam benar adanya.

“Kau tahu sendiri semua orang berusaha untuk mengungkap identitasmu, hyung. Di luar sana, tidak, bahkan sebagian besar penjaga malam yang bekerja denganku, mereka percaya kalau kau adalah seorang penyihir. Meski tidak bisa membuktikannya, tapi kurasa itulah alasan keanehan ini terjadi.”

“Apa maksud ucapanmu?” tanya Jongdae.

“Mereka sedang berusaha membuatmu menunjukkan sosok aslimu di depan semua orang, hyung.”

“Lalu penjelasan apa yang kau tuduhkan pada Hyunhee? Dia bahkan tidak sadarkan diri sejak semalam.” ucap Jongdae berusaha menolak penjelasan Woo Ryung sekarang.

Woo Ryung menghembuskan nafas panjang. Ditatapnya Jongdae sejenak sebelum ia berucap. “Hyunhee, mungkin saja adalah umpan yang mereka berikan. Memangnya siapa di negara ini yang tidak tahu tentangmu dan Hyunhee beberapa tahun lalu?” pertanyaan Woo Ryung berhasil membekukan Jongdae.

Tatapan pemuda itu sekarang beralih dari Hyunhee padanya, seolah berusaha menemukan kebohongan, maupun kesalahan, dalam pendapat Woo Ryung sekarang. Meskipun, Jongdae pada akhirnya tidak menemukan apa yang ia ingin.

“Kau harus menghentikannya sebelum berjalan terlalu jauh ke dalam perangkap mereka, hyung.” Woo Ryung berucap pelan. Ia tahu benar bagaimana senangnya Jongdae sekarang, Woo Ryung adalah satu-satunya orang yang tersisa dan bisa Jongdae percaya.

Mendengar bagaimana Jongdae berkata bahwa Hyunhee tiba-tiba saja kembali seperti Hyunhee yang dulu sebenarnya juga membuat Woo Ryung merasa senang. Tapi semuanya terasa janggal bagi pemuda itu. Semuanya terlalu tidak masuk akal.

“Aku butuh bantuanmu untuk mencari beberapa hal, Woo Ryung.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Akh!”

“Ada apa denganmu?” Yeonhwa menatap terkejut ketika tiba-tiba saja Hyunhee—yang tadinya tengah santai menulis deretan lirik lagu di sebelahnya—tiba-tiba saja mengerang kesakitan.

“Sakit…” Hyunhee merintih, jemarinya kini bergerak menekan bagian kiri dadanya yang tiba-tiba saja terasa begitu sakit.

Ya! Hyunhee-ah! Gwenchana?” tanya Yeonhwa panik.

Hyunhee tak lantas menyahut. Digigitnya bibir kuat-kuat guna mengurangi rasa sakit yang masih menyerangnya.

“Tunggu di sini, arraseo? Aku akan memanggil Jongdae.” ucap Yeonhwa ketika tidak dilihatnya Hyunhee bisa mengatasi rasa sakit tersebut.

“Ti-Tidak per—akh!” lagi-lagi Hyunhee mengerang kesakitan. Beruntunglah ia dan Yeonhwa sedang ada di studio pribadi milik Jongdae, sehingga Hyunhee tidak harus merasa malu pada siapapun karena kesakitan seperti sekarang.

Derap langkah tak lama terdengar setelah Yeonhwa meninggalkan Hyunhee.

“Hyunhee-ah! Kau kenapa?” Hyunhee bisa mengenali suara panik Jongdae di sana.

“Oh! Darah!” tiba-tiba saja Yeonhwa memekik. Sontak Hyunhee menatap ke arah tangan kanannya yang sejak tadi sibuk menekan sumber rasa sakit di dadanya. Tatapan gadis itu membulat kala didapatinya rembesan merah menembus kemeja biru muda yang ia kenakan.

“Bagaimana kau bisa terluka?” pertanyaan Jongdae sekarang membuat Hyunhee terkesiap. Ia tidak terluka sedikit pun. Lagipula, bagaimana ia tiba-tiba bisa terluka di da—

“Tidak mungkin.” Hyunhee mendesis pelan. Dengan cepat ia meraih tas jinjingnya yang ada di atas meja, mengabaikan coretan-coretan lirik lagu berharganya untuk melarikan diri.

Ya, Hyunhee mengabaikan panggilan Jongdae dan Yeonhwa, bahkan dengan yakin mendorong Jongdae kuat-kuat saat pemuda itu berusaha menolongnya. Hyunhee segera masuk ke dalam mobilnya, mengunci setiap pintu sebelum ia menatap ke arah kemejanya yang sekarang ternodai darah.

Melihat bayangan Jongdae dan Yeonhwa yang akan menyusulnya, Hyunhee terpaksa mengesampingkan rasa sakitnya untuk mengemudi. Ia lajukan mobilnya dengan cukup kencang meninggalkan studio tersebut, sambil sesekali mencuri pandang dari spion, mungkin saja Jongdae atau Yeonhwa mengikutinya.

Tidak mendapati bayangan plat mobil kedua sahabatnya tersebut mengikuti, Hyunhee akhirnya menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dengan hati-hati gadis itu menatap ke arah bagian kemejanya yang berdarah. Sekali lagi jemarinya bergerak menekan bagian tersebut dan lagi-lagi ia meringis kesakitan.

Setelah mengumpulkan keberanian, akhirnya Hyunhee membuka kancing paling atas kemejanya, ingin memastikan jika luka tersebut benar-benar seperti yang diduganya.

“Tidak… Tidak mungkin…” Hyunhee terkesiap kala sebuah luka ada di dadanya, masih basah dan mengeluarkan darah. Dengan panik Hyunhee menarik beberapa helai tissue yang ada di dasbor mobilnya dan membersihkan darah di sekitar luka tersebut.

Tatapannya melebar kala ditangkapnya dua buah luka serupa lubang ada di dadanya. Hampir saja Hyunhee memekik ketika menyadari luka apa yang tiba-tiba saja ada di tubuhnya tersebut.

Ia lantas segera menutupi dua luka kecil tersebut dengan beberapa helai tissue lainnya sebelum Hyunhee menutup kancing kemejanya. Ditatapnya jalanan kosong di luar kaca depan mobil dengan pandangan kosong.

Benak Hyunhee berusaha keras memahami apa yang sekarang tengah terjadi pada dirinya. Ia sadar benar bahwa luka yang sekarang ada di tubuhnya adalah luka yang seharusnya ada di tubuh Lady Jo. Tapi ia tidak bisa mengerti bagaimana bisa luka tersebut ada pada tubuhnya.

Akhirnya, sampailah Hyunhee pada satu-satunya kesimpulan yang masuk akal dan bisa ia percayai untuk saat ini.

“Pasti terjadi sesuatu pada Lady Jo.”

  ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Hyunhee’s Eyes…

Membingungkan. Satu kata itu sekarang terus berputar di kepalaku. Berulang kali membuatku merasa frustasi karena tak kunjung mendapatkan titik terang. Luka di dadaku sudah kuberi obat-obatan ringan, karena tak mungkin aku datang ke rumah sakit dengan membawa luka aneh seperti ini.

Memangnya selain anak panah, benda apa lagi yang bisa menciptakan luka berlubang seperti ini? Kuatasi rasa sakitnya dengan beberapa butir obat penenang, berharap setidaknya aku bisa tertidur sampai esok pagi tanpa harus terbangun karena rasa sakit.

Sebuah harapan kecil juga ikut kubawa sekarang, jika saja luka-luka ini sudah menghilang besok pagi sehingga aku tidak harus mempertanyakan dari mana asalnya, dan apa alasan yang membuatnya muncul secara tiba-tiba.

Terluka secara tiba-tiba. Sekarang aku teringat pada keadaan adikku, Hyunwoo, di hari kematiannya. Masih begitu jelas dalam ingatanku bagaimana hancurnya tubuh Hyunwoo saat itu. Seluruh tubuhnya membiru, memar, seolah ia telah dipukuli puluhan kali.

Tapi patahnya tulang-tulang Hyunwoo, juga darah yang tercecer di tengah jalan, jadi bukti bahwa ia adalah korban tabrak lari. Tapi sampai sekarang pertanyaanku tetap tidak terjawab, kendaraan apa yang bisa menghancurkan tubuh adikku dengan begitu mengerikannya?

Bagaimana bisa ia tiba-tiba saja ditemukan di jalan yang bahkan tidak pernah ia lewati? Aku yakin, ada hal yang belum kuketahui tentang kematian Hyunwoo. Dan aku harus mengungkapnya, sebelum waktuku berakhir dan habis hanya untuk menyelesaikan masalah milik sosok-sosok yang merupakan reinkarnasiku saja.

Aku harus memperjuangkan alasan aku tetap bertahan hidup hingga saat ini, alasan yang secara tidak langsung membuatku menuduh perpindahan tubuh selama hampir sepuluh tahun ini sebagai akibat dari keinginanku untuk hidup dan mengungkap alasan kematian Hyunwoo sebenarnya.

Setidaknya aku… tidak boleh mati sebelum aku tahu siapa sebenarnya yang membuat adikku terbunuh.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

“Kau yakin kita sudah melakukan hal yang benar?”

Woo Ryung menatap ke arah Jongdae saat mendengar pertanyaan pemuda itu. Meski konversasi mereka dilakukan di ruangan gelap dengan sinar bulan sebagai satu-satunya sumber cahaya, tapi Woo Ryung bisa mengenali ekspresi kecewa di dalam tatapan Jongdae.

“Esok hari kau tidak akan menyesali rencana ini, sungguh.” Woo Ryung berupaya untuk meyakinkan pemuda itu bahwa ia tidak melakukan hal yang salah. Bahwa mereka baru saja menyelesaikan sebuah rencana brilian yang bahkan tidak akan terpikir oleh siapapun termasuk musuh mereka.

Sebuah senyum kecil tersungging di bibir Jongdae.

“Lantas mengapa aku merasa begitu kecewa?” tanyanya pada Woo Ryung.

“Apa maksudmu?”

“Membayangkan Hyunhee bangun esok pagi dan tidak mengingat apapun… mengapa aku merasa begitu tidak bersemangat untuk membayangkannya?”

Woo Ryung terdiam sejenak. Sempat terpikir olehnya jika perasaan untuk Hyunhee yang dulu Jongdae buang jauh-jauh demi kebahagiaan si gadis kini kembali lagi. Jika saja ia tidak melihat bagaimana darah mengotori kedua tangan Jongdae sekarang—darah Hyunhee, tentunya—Woo Ryung mungkin sudah menanyakan hal tersebut.

“Apa kau ingat, hyung? Berapa kali aku pernah mencegahmu untuk mempergunakan sihir pada Hyunhee? Tapi kali ini, aku benar-benar memintanya. Karena aku yakin, seseorang tengah berusaha untuk menyakitimu.”

“Jika Hyunhee terlibat juga, aku tahu kau tidak akan bisa menerimanya. Aku tahu benar kau bisa menerima belasan luka di tubuhmu tapi tidak dengan tubuh Hyunhee. Jika saja tempo hari—saat Hyunhee diserang—aku tidak datang dan mencegahmu, mungkin orang yang menyarangkan anak panah di tubuh Hyunhee sekarang sudah mati karena sihirmu.”

“Dan kau tahu apa yang mungkin saja terjadi jika hari itu kau menunjukkan sihirmu? Saat ini kau pasti tidak duduk di sini. Semua orang pasti sudah tahu tentang siapa kau sebenarnya, hyung.”

Jongdae tidak dapat berkata-kata. Ucapan Woo Ryung seakan menyadarkannya, bahwa membuat Hyunhee melupakan semuanya adalah cara terbaik untuk mencegah keterlibatan gadis itu di masalahnya.

“Kau benar, Woo Ryung. Mungkin lebih baik jika Hyunhee tidak mengingatnya. Lebih baik lagi, jika Hyunhee tidak perlu tahu apa yang sedang terjadi. Melihatnya tertidur dengan tenang seperti itu saja sudah membuatku merasa lebih baik.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Hyunhee’s Eyes…

Berisik.

Ugh. Sejak kapan apertemenku jadi begitu berisik? Aku bahkan tidur dengan nyenyak semalam karena obat penghilang rasa sakit yang kuminum, masih beruntung aku sekarang bisa terjaga dan bukannya ditemukan mati overdosis obat penenang. Mengapa sekarang harus begitu berisik?

Sialan. Ini semua karena luka yang tiba-tiba saja—tunggu. Memangnya sejak kapan suara kicauan burung bisa begitu jelas di kota Seoul?

Aku sontak membuka mata saat sadar bahwa sesuatu yang aneh lagi-lagi terjadi. Menangkap pilar-pilar kayu tua yang menyambutku—bukannya atap putih mengelupas yang biasa kulihat di apertemen—sekarang, aku sadar aku sudah berpindah ke tubuh Lady Jo, lagi.

Apa ia lagi-lagi menghadapi masalah? Tunggu. Bukankah terakhir kali aku ada di tempat tinggal Jongdae? Luka. Ya. Lukaku. Aku sontak bergerak menyingkirkan kain yang menutupi tubuh bagian atasku, terkesiap lantaran tidak menemukan bekas luka apapun di dadaku.

Kemana pergi—tidak. Lukanya ada di tubuhku, tapi bagaimana bisa? Bagaimana bisa luka Lady Jo berpindah di tubuhku? Apa yang sudah terjadi? Lekas aku bangkit dari pembaringan, melangkah dengan ragu mendekati pintu dan membukanya dengan hati-hati.

Agasshi?” kukenali suara Sukwon memanggil. Saat kutolehkan pandangan, ia nyatanya tengah berdiri dengan membawa sebuah keranjang kayu di tangannya, berdiri tak jauh dari tempatku sekarang berdiri.

“Mengapa kau ada di sini?” tanyaku membuat tatapan Sukwon membulat.

“Kenapa, Agasshi? Bukankah aku memang seharusnya ada di sini?” pertanyaannya membuatku tersadar. Ya, memang benar bahwa ia seharusnya ada di sini. Memangnya kalau bukan di sini dia akan ada di mana lagi, Hyunhee?

“Bagaimana dengan Jong—tidak, maksudku, dia. Apa yang terjadi padanya?” tanyaku, menunjuk ke arah pintu tertutup di seberang sana.

Sukwon kini menatapku dengan alis berkerut. “Tidak ada apapun yang terjadi, Agasshi. Begitu pula dengannya. Kau baik-baik saja?” pertanyaan Sukwon kini membekukanku.

Apa yang sudah terjadi? Bukankah keadaannya tidak seharusnya seperti ini? Berapa lama waktu sudah berlalu sejak terakhir kali aku kembali ke tubuhku?

“Sudah berapa lama sejak aku diserang?”

“Diserang?” Sukwon mengulang dengan nada tidak mengerti.

“Ya, senja itu. Saat seseorang menyarangkan dua anak panah di dadaku. Sudah berapa lama? Aku tidak bisa mengingatnya.” bukankah aku memang punya ingatan yang lemah? Seharusnya pertanyaanku tidak akan jadi—

“Penyerangan apa? Anak panah? Agasshi, apa yang sekarang kau bicarakan?”

—masalah. Benar, ini masalah.

“Kau tidak mengingatnya?” tanyaku tidak percaya pada Sukwon.

Agasshi Jo. Kurasa kau salah mengingat lagi. Kau tidak pernah dilukai oleh siapapun, Agasshi. Dan anak panah? Astaga, memangnya penjahat mana di kerajaan ini yang tega melukaimu?”

Apa yang sekarang Sukwon bicarkan? Mengapa ia mengatakan bahwa aku tidak terluka? Lalu ada apa dengan luka Lady Jo yang tiba-tiba saja berpindah ke tubuhku. Bukankah seharusnya sesuatu terjadi pada—ya, memang. Sesuatu sudah terjadi. Sekarang. Dan aku tidak bisa menemukan jawabannya.

Jongdae. Ya, Jongdae pasti tahu apa yang sudah terjadi. Minimal, ia mungkin ingat apa yang sudah terjadi. Tapi bagaimana jika ia juga tidak mengingatnya? Tunggu dulu. Bagimana jika bukan ingatan mereka yang bermasalah, tapi waktunya?

Bagaimana jika pada kenyataannya aku tidak terbangun di waktu setelah penyerangan itu… melainkan waktu sebelumnya? Bagaimana jika aku sekarang terbangun ke masa lalu?

“S-Sukwon-ah…”

“Ya, Agasshi?”

“Apa aku… pernah bertengkar dengan Putri Munseong?” tanyaku membuat tatapan Sukwon membulat kaget. Mulutnya bahkan menganga, seolah ucapanku adalah hal paling tidak masuk akal yang pernah kuucapkan.

“Jangan bercanda, Agasshi. Kau bahkan tidak pernah mau berbicara dengannya.”

Sial, apa aku benar-benar terbangun di masa lalu? Tapi kenapa? Kehidupan Lady Jo yang sudah kusinggahi sebanyak dua kali saja masih menyimpan masalah yang belum terselesaikan.

Lalu mengapa? Mengapa aku justru dibawa ke waktu yang lebih lama lagi? Mungkinkah… ada masalah lain di waktu ini yang berhubungan dengan masalah yang tengah kuhadapi sebelumnya?

“Sukwon-ah… Berapa usiaku sekarang?”

“Astaga, Agasshi. Kau sekarang bahkan lupa tentang usiamu? Beberapa bulan purnama lagi kau akan berusia sembilan belas tahun, Agasshi.”

Sembilan belas tahun. Tidak. Tidak mungkin. Apa karena semalam aku terpikir tentang Hyunwoo sehingga sekarang aku—

“Sukwon-ah, apa aku… punya seorang adik laki-laki?”

“Apa Agasshi… bicara tentang Tuan Muda Hyunwoo?”

—terbangun di masa yang memungkinkanku untuk bertemu dengan Hyunwoo dan memecahkan misteri kematiannya? Lalu bagaimana jika aku nanti kembali sebagai Jo Hyunhee? Apa aku akan terbangun di usia sembilan belas tahun juga?

— 계속 —

.

.

.

IRISH’s Fingernotes:

Biarkan aku sejenak nari tor-tor demi merayakan bagaimana bahagianya aku ketika tiba-tiba saja aku berhasil mengetik Mba Hyunhee pindah ke waktu yang lain. WKWKWK. Sekejam itukah pemikiran aku sampe Mba Hyunhee harus mbulet ke waktu lain saat masalahnya di satu waktu aja belum selesai?

Enggak. Aku enggak begitu. Selalu ada sebab-akibat kok, selalu ada alasannya, dan hikmah (apaan banget) di balik kejadian yang sudah terjadi. Well, satu konsep yang aku pegang di sini sebenernya, Mba Hyunhee enggak akan banyak merubah sejarah. Jadi jangan kuatir sama tindak-tanduk Mba Hyunhee nantinya, LOL. Nanti, masih nanti. Sekarang biarin Mba Hyunhee nostalgiaan sama adenya dulu.

See you tomorrow, guys!

.

.

.

[HELP! Aku lagi-lagi butuh vote → HELP! I NEED YOUR VOTE (2) ]

.

.

| MY SHOW |

| Instagram | Line | Twitter | Wattpad | WordPress |

70 thoughts on “SWITCH – 5th MOSSAIC — IRISH’s Story

  1. Ping-balik: SWITCH [AFTERWORD] — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping-balik: SWITCH – EPILOGUE — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping-balik: SWITCH – 14th MOSSAIC [FINAL] — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  4. Aku baca ini jadi keinget drama ‘rooftop prince’, pindah pindah waktu buat nyelesain masalah yang susah ditebak wkwk. Kebayang puyengnya jadi hyunhee

  5. Ping-balik: SWITCH – 13th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping-balik: SWITCH – 12th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  7. Rumiiiiiiiiiiiiiiittttt nya hdp hyunhee y 😀 apa hyunwoo jg dibunuh dimasa lalu y???? Blm slsai mslh satu masalah lain ada lg q pikir titik mslhny ada d jongdae dh ^^

  8. Ping-balik: SWITCH – 11th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  9. Ping-balik: SWITCH – 10th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  10. Ping-balik: SWITCH – 9th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  11. Ceritanya mbulet wehhh, aku bingung.
    cieee yang mau nostalgia sama adeknya..
    Trus itu tubuhnya hyunhee itu kok bisa bolong itu kenapa?? Masa ketuker sama tubuhnya lady jo..
    kok hidupnya hyunhee sengsara banget sehh?? Kasian dehh jadinya.. Hahah..

  12. Ping-balik: SWITCH – 8th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  13. Ping-balik: SWITCH – 7th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  14. Ping-balik: SWITCH – 6th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  15. astagaa, ini cerita tamvah rumit ajaa, kasian hyunhee, terombang ambing bingung sama masalahnya. tenang aja hyun, di sini saya selaku readers juga bingungg, wkwkwk

  16. ini epep paling mumetin yang pernah aku baca.. tapi seru!!

    sangat bisa dipastikan untuk mmbuat epep semacam ini hanya bisa dibuat org yg punya imajinasi dan pemikiran yg super daebaaaak!! dan kak irish lah yang terbaik!!
    kak tukeran otak yuk.. hahahay biar sesekali bisa ngarasain gimana sih org yg punya an amazing imagination😀🙂

    • 😄 buakakakakak alhamdulillah kalopun mumet tapi masih layak baca ya😄 hahahahahaha😄 ya Allah padahal cerita ini astral sekali pas aku baca ulang, heran kenapa masih ada yang mau baca😄

  17. BIARKAN KAK IRISH BERIMAJINASI ASTRAL SAMBIL DENGER LAGU HISTORICAL PAS NGEBUAT EPEP MAS CHEN SI TUKANG SIHIR, KAK RISH, KENAPA SEMAKIN KESINI CERITANYA MAKIN GREGET? WAE?? /plakk/
    DAN KENAPA JUGA KEPSLOCK INI JEBOL? /PLAKK/
    NEXT CHAP KAK RISH, NEXT CHAP /KEMUDIAN DILEMPAR PANCI SAMA KAK IRISH.. 😂
    CINTAKUH PADAMUH KAK RISH..❤

    • Kalo ente biarin ane bisa semakin menjadi ini imajinasi gilanya, serius😄 hati2 loh😄 wkwkwkwkwk sampe sekarang playlist aku masih penuh sama lagu historical, 50 top played aku juga historical, emak aku bingung karena aku tetiba jadi nyetel lagu2 kuno😄 wkwkwkwk

  18. Ah aku bener-bener penasaran sama fanfict ini dari awal. Maafkan aku juga yang baru sempat komen, kak rish. Kalo gitu biarlah Hyunhee nostalgiaan bareng adeknya, udah gitu bareng Raisa aja sekalian/dikemplang/

  19. Kak rish, biarkan aku guling botol sejenak.

    Kenapa? Kenapa hangul itu harus muncul disaat yang paling gak tepat? Dan kenapa mba Hyunhee ini bolak-balik kayak setrikaan mulu? Kenapa aku penasaran? Suer deh ini greget banget. Next secepatnya kak, aku kepo banget! Ini pertama kalinya aku ngikutin ff yang maincastnya mas Jongdae /maaf mas Jong ku menistakanmu/ pengen tau endnya sekarang! Apa aku harus reinkarnasi juga kayak mba Hyunhee?? wkwkwk

    • Kenapa dirimu harus guling botol? gak ada yang lebih keren dikit gitu?😄 wkwkwkwkwkwkw hangulnya biar greget, itu tanda bahwa tangan aku udah engga kuat ngetik lagi😄 wkwkwkwkwk YA ALLAH, YA LORD, AKHIRNYA ADA YANG MAU BACA EPEP JONGDE YA ALLAH😄

      • Karena kalau aku guling roda, aku gak sanggup 😂 /lah?/

        Astaga, mba Rish kalo engga kuat gak usah dipaksain 😁 entar barabe jadinya 😂😂

        AKHIRNYA AKU KEPINCUT SAMA JONGDAE, MAAFKAN ADEK SELAMA INI BANG ♥

  20. Tambah mumet kak 😆😆 ternyata fokusnya ke reinkarnasi Lady Jo bukan ke yang lain padahal di awal awal Hyunhee reinkarnasi ke banyak orang
    Tapii daebak lah kak nmbah keren nmbah munet jugaa 😁😆

    • Pada dasarnya dari awal emang udah fokus sama reinkarnasi Lady Jo ini dan bukannya yang lain. Ini satu reinkarnasi aja udah mumet, kalo semuanya aku masukin cerita gimana? .-.

  21. Walah walah,tambah mumet aku iki,sebenernya ini semua tentang apa ,rahasia apa yg membuat Hyunhee jd mengalami hal aneh gtu,atw kuncinya ada d Jongdae yg sebenernya mengetahui apa yg terjadi
    – next Rissheu

  22. sempet bingung di bagian hyunhee yg lompat sebelum lady jo dipanah. hahah
    dan juga ada dialog wooryung yg dobel tapi di dua paragraf sama2 ditutup pake tanda petik … hm iya ga sih? seingetku kamu pernah melakukan ini dua kali. Setauku kalo dialog satu org beda paragraf itu satunya ditutup petik satunya gak, jadi:

    “Jika Hyunhee terlibat juga, aku tahu kau tidak akan bisa menerimanya. Aku tahu benar kau bisa menerima belasan luka di tubuhmu tapi tidak dengan tubuh Hyunhee. Jika saja tempo hari—saat Hyunhee diserang—aku tidak datang dan mencegahmu, mungkin orang yang menyarangkan anak panah di tubuh Hyunhee sekarang sudah mati karena sihirmu. (note this, no brackets)

    “Dan kau tahu apa yang mungkin saja terjadi jika hari itu kau menunjukkan sihirmu? Saat ini kau pasti tidak duduk di sini. Semua orang pasti sudah tahu tentang siapa kau sebenarnya, hyung.”

    baru keliatan diucapkan oleh org yg sama
    lain2nya bikin penasaran! keep writing!

    • buahahaha maaf karena sudah membingungkan dirimu kak Li😄 ohooo iya di sini emang ada yang begitu paragrafnya. sejujurnya diriku bingung karena dari tiap2 sumber beda-beda juga panutannya ada yang membenarkan cara penulisanku dan ada yang salah. tapi thanks a lot masukannya kak Li, sudah kuperbaiki lagi cara penulisanku ^^

  23. daebaaakk!!cerita di setiap chapterny di luar ekspetasi huhu..yawla kailish otakkny buat aku aja yaXDsumpah otakmu terbuat dr apa sih ka???kenapa selalu bisa bikin cerita abnormal bin fakta bin aneh bin abstrak bin masuk akal kek gini coba:'( aah km makanya apa sih ka?#ekwkk
    waah iya mba yunhee terjebak nostalgia mulu nih*ala”raiso
    huhu sebenerny tuh reinkreinasiny mb yunhee tuh buat ngebantu kematian orang” yg belum terungkap gt ya(?) ahh aku berpikirny begitu kkkk…waah mulia bgt y mb yunhee
    sebenerny msh binggung hubungan chentongque,woo ryung sm lady jo tuh gmn??ko chentongque bikin yunhee lupa lg??aah molla*mikir tarik
    terus msh penasaran jg yg soal sukwonTT TT haah pokokny msh banyak teka teki&masalah yg beliber#eh ko beliber sh haha
    oke kailish dtunggu next chap aja ya..semoga makin abmoal bin fakta bin aneh bin abstrak bin masuk logika yg akhirny hrs mikir tarik:-V pokokny luplup deh ka

    • Buakakakakakaka tiap chapter punya misteri sendiri2 btw ya😄 pada dasarnya kalo aku baca ulang ini cerita emang engga masuk akal… tapi kupaksain aja buat jadi masuk akal, biar greget😄 wkwkwkwkwkwkwk berhubung aku suka memaksakan kehendak ini ceritanya😄 wkwkwkwk
      konsepnya sih, intinya Mba Hyunhee dimintain tolong secara enggak langsung sama reinkarnasinya, semacem itu lah .-. tau ah biar Mba Hyunhee aja yang jelasin nanti😄

  24. Mamas jongdae akhirnya ada ff tentangmu 😁😁
    jarang bgt liat ff main castnya bias Makasih kak Rish 😝😝 semangat terus buat the next chapter 💪💪

  25. Pertama-tama dan yang paling utama,marilah kita bilang, Ayyyy…..>,< mas Chentong ku ternyata perhatian kembali pada hyunhee….
    Hm, pas awal si hyunhee (bukan lady jo) ngejelasin pas bagian kondisi adiknya di ujung mautnya?, sudah kuduga si hyunwoo juga punya reinkarnasi di masa itu. Dan juga si hyunwoo kayaknya mati gara-gara di hukum cambuk?*apaan sih?*
    Ah pokoknya tebakanku si Jongdae penyihir ini sumber utama masalah masalah mbak hyunhee(lady jo ama mbak komposer).
    Aduh, kasian si hyunhee (mbak komposer) harus nerima luka si lady jo… wah si kamjong errrr lelele banget, ngapain coba nyuruh mas Chen buat mantra-mantrain hyunhee supaya lupa? Tuh liat akibatnya, si hyunhee (bukan lady jo) nya kan kasian.*abaikan diskriminasi pada lady jo ini*
    Akhir kata, keep writing and fighting kak irish!!!^^

    • 😄 buakakakakak iya mas Chen emang begitu, dia peran paling ambigu loh di sini😄 serius😄 btw aku sebenernya bingung ketika ada kata-kata bukan Lady Jo😄 wkwkwkwkwkwk sampe ngekek sendiri aku bacanya😄 wkwkwkwkwwkwkwk jadi ceritanya, seharusnya dia mati tapi… nope, masa iya Hyunhee biarin adiknya mati lagi?😄 wkwkwkwkwkwkwk
      YA AMPUN LAGI2 AKU NGEKEK SAMA LADY JO YANG KENA DISKRIMINASI

  26. Astagaaa ceritanya makin rumit tapi bikin tambah penasaran otakku yang rada lola ini akhirnya mulai paham dikit dikit walaupun sekarang masih ada bingungnya wkwkwk
    Maaf yaa kak aku bacanya buru buru makanya langsung coment dichapter ini hehehe
    Ditunggu kak rish next chapternya^^
    Fightingg!!

  27. eeaaa ceritanya makin belibet yo. ka ga bingung apa bikin ceritanya. yaa akibat otak ber iq rata-rata aku kudu baca beberapa bagiannya 2kali minimal. tapi aku suka bagian yg terakhir. yang hyuhee tiba tiba dtg ke masa lalu. aku gamau punya spekulasi. aku mau ikutaan alurnya ka irish ajaaa aku bingung mau nebak gmna akhirnya. so kaa fighting buat chapter selanjutnyaaa!!!!! yeyayay!!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s