[EXOFFI FREELANCE]They are my oppa (Chapter 11)

tamo 11.jpg

 

They Are My Oppa
Author : DOta
Length : Chapter
Gener : family, romance, drama, school life
Rating : PG 15
With EXO and Ahn Dayoung/ Samantha (OC), other u can find by ur self

The OC and story are belong to me. Please don’t do copy and paste without my permission
Warning! Typos everywhere..

Sorry for typo’s ^^

^Happy Reading^

Sebenarnya da young juga tidak ingin memutuskan video call-an nya dengan oppa-deul, tetapi mau bagaimana lagi. Ini juga demi kebaikan mereka berdua yang memang sama-sama harus menjalani aktifitas di pagi hari.
“maafkan aku oppa, aku juga sebenarnya ingin ber-lama-lama berbicara dengan mu, huft … mau bagaimana lagi, aku juga tau kalau kalian memiliki kegiatan yang sangat padat, jadi aku akan menahannya agar jadwal mu tetap tersusun rapih pada tempatnya” gumam samantha di dalam hatinya.
“good night oppa-deul” ucap samantha pada layar handphone-nya sebelum menutup kedua mata nya.
.
.
“mantha-mantha” teriak fara dari kejauhan
“mwooo!?~” tanya samantha sedikit kesal “pagi pagi sudah teriak-teriak saja” lanjutnya.
“lo tau kan cowo ganteng di kelas kita yang pernah gua bilang sama lo?!, lo tau gak?? Dia ikut ekskul basket, beehhh keren banget kannn manthaaaaaaa… coba gue tinggi kayak lo, pasti gue udah ikut tuh ekskul dari kemaren, ah.. sial!!” ucapnya panjang lebar.
“lo sebenernya mao ngapain sih, hah?!,, gajelas banget.. apa peduli gua, dan apa ngaruhnya coba’?!” kesal samantha yang memang edang sibuk mencari buku PR bahasa miliknya.
“ya ilahhh manthaaaaaaaaah…. masa gitu aja gak konek sih?!, lo ikut ekskul basket kann??” ucap fara dengan gaya bicaranya yang tidak beraturan.
“yaa terusss??!” samantha nampak semakin kesal, lantaran fara menghalangi jalannya untuk mencari bukunya yang menurutnya mungkin saja jatuh saat tadi dia berada di depan kelas.
“terus apa lagi… udah, pokoknya lu harus temenan sama dia, ok?!” ucap fara yang sudah memegang bahu temannya itu.
“udah ahhh, dikit lagi bell. Mending lu bantuin gua nyari buku bahasa, buku PR gua ilang nih!!” ucap samantha kemudian berbalik memegang bahu fara.
“ILANG!!! OMG HELLO, gila lu mantha, bisa-bisa dimakan sama bu berty kalo lo gak ngumpulin PR” teriak fara yang sudah melebarkan mata sipitnya itu.
“yaudah, cepet bantu cari” ucap samantha sambil melangkah keluar kelas
“gawat!! Lima menit lagi bell!” ucap fara yang sudah berlari entah kemana
.
.
.
Bell istirahat berbunyi, tetapi da young tidak ingin ke kantin, ia hanya ingin makan di kelas. Lagi pula sekarang ia sedang membawa bekal, jadi tidak usah repot-repot pergi ke kantin. Jadi, hanya fara saja yang membeli beberapa makanan yang ada di kantin untuk dibawa ke kelas dan memakannya bersama samantha. Samantha memang sengaja ingin membawa bekal. Sekarang makan di antin bagaikan makan di bazar. Berkat anak baru itu kantin yang tadinya tidak terlau ramai, manjadi ramai bahkan sangat berisik. Mengganggu fikir samantha setiap kali ia pergi ke kantin atau sekedar melewatinya saja.
“ehm, boleh aku ikut makan disini?” tanya seseorang namja
Samantha hanya diam sambil memandang ke luar jendela, ia terlalu fokus dengan fikirannya sehingga tidak mendengar perkataan namja di sebelahnya.
Merasa tidak di gubris, namja itu langsung duduk di bangku yang terletak di depan samantha, sebelumnya ia balik bangku tersebut hingga menghadap ke arah samantha.
“ehm, karna kau mengabaikanku aku akan langsung makan di sini” ucap namja yang bernama samuel itu.
“woah, kau juga membawa bekal rupanya. Apa yang kau bawa?” tanya samuel yang sebenarnya tidak mengharapkan jawaban dari yoja di depannya. Karna ke kepo-an-nya sudah memuncak, ia buka kotak bekal milik samantha.
“woah~ terlihat sangat lezat” pekiknya dengan wajah berbinar
“hya!! Sedang apa kau disini?!” teriak samantha yang baru saja menyadari keberadaan namja pengganggu, menurutnya.
“hya!! Izin dari siapa kau se-enaknya membuka kotak makanku?!” lanjutnya setelh melihat kotak bekalnya terbuka.
Yang dimarahi seperti tidak bergeming sama sekali, ia tetap menatap kotak makan milik samantha yang menarik menurutnya “mari kita ber-barter bekal!” serunya.
“mwoo!!” pekiknya “apa kau bilang?!, enak saja!! Aku membuatnya dari pagi-pagi buta, merelakan jam tidurku untuk ini, kau bilang dengan entengnya ingin mencobanya!!, lagi pula siapa kau ini, teman juga bukan, apa lagi kenal” lanjutnya panjang lebar
“kalau begitu mari kita berteman, namaku samuel zhang” ucapnya yang sudah menatap samantha, tidak lupa tanganya ikut mengapung di udara.
“ahh~ jadi ini kau” pekik samantha sambil menunjuk namja di depannya. Dan samuel haya mengangguk
“yaa, jadi kau kenal dengan ku??” tanyanya
“tentu saja tidak” jawabnya cepat, samuel hanya mengerutkan dahinya.
“karna kau aku harus seperti ini, aku jadi malas ke kantin dan berakhir seperti ini” kesal samantha.
“memangnya apa salahku??” tanya samuel dengan wajah plos tanpa dosanya.
“sudahlah, aku sedang tidak dalam mood baik hari ini” ucap samantha lalu menutup kembali bekalnya dan memsukkannya ke kolong meja, lalu beranjak dari bangkunya
“apakah kau selalu seperti ini kepada orang yang berjasa kepadamu?” tanya samuel yang sudah ikut berdiri.
Samantha hanya berdecak malas lalu melewati samuel begitu saja. Merasa di acuhkan samuel kembali menghadang samantha.
“hyaaa… setidaknya kau harus menjawab pertanyaanku!” ucap samuel yang sedikit menaik “beruntung aku menemukan buku PR mu, kalau aku tahu kau sekejam ini aku tidak akan memberikannya padamu” lanjutnya yang sudah menormalkan suaranya
“ah benar! Aish, kenapa dia sih yang menemukan buku itu” pekiknya dalam hati “a-aku tidak tahu kalau kau yang menemukan buku itu, seharusnya kau berikan langsung kepadaku bukan? Tidak asal taruh di meja saja” lanjut samantha yang sudah membuka mulutnya.
“rencananya memang seperti itu, tetapi kau tidak ada disini, aku sudah mencarimu tetapi tidak ada. Akhirnnya aku taruh di meja-mu, kau kira menjari satu orang dari beratus ratus orang di sekolah ini gampang, itu saja sudah butuh kerja keras tahu!?” ucap samuel panjang lebar
“kenapa tidak lagsung menaruhnya di meja saja kalau kau tidak ingin kerja kera?!” pekik samantha
“benar, perempuan tidak bisa mengalah” gumam samuel dalam hatinya “baiklah aku kalah kamu menang” ucap samuel pada akhirnya “mari kita makan, lagi pula kau tidak ingin jam istirahatmu habis hanya karena ini kan…” lanjut samuel yang sudah mendorong lembut punggung samantha lalu menudukkannya di bangkunya.
“benar” gumam samantha yang akhirnya menuruti perkataan samuel begitu saja, dn hanya diam disaat samuel memegang pudaknya. Salah, itu bukan diam melainkan tidak menyadarinya.
Dengan sendirinya samantha membuka bekalnya yang sebelumnya berada di kolong meja setelah samuel membuka kotak bekalnya.
“itu….” ucap samantha yang sedikit kaget melihat bekal yang samuel bawa.
“apa lagi?” tanya samuel “ah! Benar, mana handphone mu?” tanya samuel, dan bagaikan di hipnotis samantha langsung memberikan handphone nya pada samuel. Padahal samantha tipe yang paling anti memberikan barang peribadinya ke orang lain, bahkan fara sahabat terdekatnya saja sangat jarang menyentuh benda itu.
“aku sudah menyimpan nomor-ku dan aku juga menyimpan nomor-mu, apa itu sudah cukup untuk menjadi teman? Mengapa sulit sekali mendapatkan seorang teman(?)”
“mari kita berbagi bekal” ucap samantha yang membuat samuel sedikit kaget karena samantha langsung mensejajarkan posisi bekalnya dan bekal samantha.
Samuel hanya menaikkan dahinya, bingung “kenapa dia?… ah.. apakah dia tergiur dengan bekal ku?!” tannyanya dalam hati “bagus!” lanjutnya dengan suara yang mantap.
Samantha mulai mengambil gimbap dari kotak makan samuel kemudian memakannya
“a~aah~…kau suka gimbap rupanya” ucap samuel
“tentu saja! Sudah lama aku tidak memakan ini” ucapnya yang belum selesai mengunyah gimbap dimulutnya
“abiskan dulu makanan dimulut-mu bodoh” ucap samuel yang sedikit terkekeh melihat wajah lucu milik samantha.
“hyaaa!~ Siapa yang bodoh huh!~” pekik samantha tidak terima.
Tanpa aba-aba samuel kembali memasukkan gimbap ke mulut samantha, dengan tujuan menyumpal mulutnya yang gemar sekali beradu urat dengannya.
Baru saja samantha ingin memprotes tiba tiba handphone nya bergetar. Sebelum melihatnya ia mengunyah gimbap yang ada di mulutnya lalu menelannya.
“eoh! Oppa~” pekiknya sedetik kemudian menngeser layar handphone-nya
“annyeong oppa~” sapa samantha yang sedang ber-video call-an dengan oppanya. Ya, exo menghubunginya lagi setelah beberapa hari lamanya.
“youngi-ah~~~~ apa kabar-mu?” ucap suho yang memang sedang memegang i-phone miliknya mnggunakan tongsis.
“sedang tidak baik” ucap da young yang sedikit melirik kotak makannya yang sedang dimakan oleh samuel.
“eoh???, Wae?, Apa sesuatu terjadi??, Ada apa youngii?” tanya oppanya bergantian dari mulai suho yang agak terkejut karna biasanya da young selalu bersemangat dan baik baik saja, lalu dilanjutkan dengan nada bingung milik baekhyun dan selanjutnya nada khawatir milik chen lalu yang terakhir yaitu chanyeol.
“tetapi tidak juga” ucap samantha yang beralih ke kotak makanan samuel.
“eoohh~~ sebenarnya kamu baik apa tidak baik youngiiii-ahhhhh???” ucap chanyeol dan baekhyun berbarengan. Membuat samantha tersenyum lebar melihat itu
“dua duanya” jawabnya sambil tersenyum
“siapa sebenarnya itu, seperti anak kecil saja suaranya” ucap samuel pelan tetapi masih bisa terdengar oleh indra pendengaran milik samantha
“hya!! Apa katamu!!” pekik samantha
“ada apa youngi-ahh” ucap chanyeol yang sedikit bingung karena tiba tiba da young marah
“dia oppa, dia yang membuat mood ku tidak baik hari ini. Dan barusan dia mengatai-mu anak kecil, bukankah itu tidak sopan”ucap samantha yang diakhiri dengan mentap samuel tajam, samuel yang melihat tatapan mengerikan milik da young dengan susah payah menelan rendang yang baru saja ia kunyah.
“MWO!! Anak kecil!!??!!” pekik baekhyun dan chanyeol berbarengan “hya! mana orangnya!!??” tanya baekhyun dan chanyeol sudah mengambil alih handphone milik suho ke tangan-nya.
Dan langsung saja secara otomatis samantha menarahkan kamera depan handphone-nya ke arah samuel yang masih asik makan.
“hya!! Apa kau yang mengatai kami seperti anak kecil?!” tanya baekhyun dengan tatapan introgasi miliknya.
“hm~ wae” ucap sang empu yang sama sekali tidak takut dengan tatapan introgasi baekhyun.
“apa itu? Dia bisa bahasa korea?! Aish, menyebalkan, itu artinya aku tidak bisa sembarang mengatai dia” gumam samantha di dalam hatinya.
“heol!! Apa kau berani dengan ku!!?” uc ap baekhyun meninggi
“kenapa musti takut?” bukannya menjawab samuel malah balik tanya membuat baekhyun tambah naik darah, sementara chanyeol tetap pada posisinya menatap tajam samuel yang sedang makan, tidak sopan fikirnya.
“hya’ Youngi-ah, kau tidak boleh berteman dengannya” ucap chanyeol tanpa melihat ke arah samantha. Chanyeol tetap pada pandangannya, mengamati setiap pergerakan samuel.
“terlambat…” ucap da young
“eoh???” ucap chanyeol dan baekhyun berbarengan, lagi. Dengan ekspresi yang harusnya hanya dimiliki oleh kyungsoo.
“tenang saja oppa, aku dan dia hanya teman, tidak akan lebih, lagi pula dia bukan tipe-ku”
“memangnya kau ini tipe-ku apa..”
“hmm~!?!”
“wae?? Apa ucapanku salah??”
“hya’!!”
“pokoknya youngii.. kau tidak boleh dekat-dekat dengannya” ucap baekhyun denga nada yang sangat khas miliknya “benar, karena ada aura negatif dari tubuhnya” lanjut chanyeol
“aigooo, oppa! Tenang saja…” ucap samantha di akhiri dengan senyuman meremehkannya.
“tsk, memangnya aku ini apa ada aura negatif” decak samuel

.
.
.

Halohaaaa semuanya^^
Adakah yang kangen dengan ff amatiran aku??
Kayaknya enggak ya…. hehe
Maafkan aku yahh readers sekalian, aku terlalu lama nge-next ff ini
Harusnya aku lebih bisa me-manage waktu-ku yang amat sempit ini…
Wkwk.. kedengerannya lucu yah.. hehe😀
Sekali lagi mianhae chingguyaa
Saranghae^^
Aku harap kamu yang disana masih tetep ada yang menunggu ff-ku ya… /ngarepwehh/
Hehe^^
Thank you so much^^
Oh iya… satu lagi, happy birthday exofanfictionindonesia yang ke 4-th. terimakasih sudah mempublish-kan fiction amatiran milikku😀 lope lope di udara yahh^^. Aku tau ini udah telat banget… pake banget lohh… maaf yaa…. ^^

Jangan lupa komen dan like nya yah gaes ^^
Thank you^^

4 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE]They are my oppa (Chapter 11)

  1. Huhu thor yaampun lama banget sih updatenya, udah nunggu2 nih lanjutannya, dan akhirnya dilanjut.. hehe

    Wahwah itu samuel sebenarnya siapa sih? Jadi penasaran aku thor..
    Dinext thor! Jangan lama2 ya .. hehe

    • hehe…. mianhae…😀
      makasih ya udah rela nungguin, padahal lamanya udah pake banget..
      aku sih maunya cepet, tapinya aku lagi banyak banget urusan dan tugas
      kalo di jabarin pasti kaget /hahalebay/ wkwk
      thanks ya RCL nya^^

  2. Annyeong Lyoungie98 disini..wkwkwk
    Uhhh., Eonnie bogoshipoyo#pelukpeluk
    Kemana aja baru nongol(?)
    Akhirnya ff yg ku tunggu tunggu, dari lamanya penantian panjang dan akhirnya Di Up juga^^ seneng deh 😊

    Jadi anak baru itu namanya samuel Zhang??
    Kok aku jadi ke inget sama Zhang yixing yah lebih tepatnya Lay oppa, apa anak ini ada hubungannya dengan Lay oppa???
    Uhmm., ini perasaan aku aja atau gmna yah., prasan di chap ini lebih pendek dari biasanya, benarkah? / itu cuman perasaan ku aja#ahhmolla

    Bingung mau ngomong apa lagi..hehe😊
    Next kak ditunggu loh kelanjutan ffnya^^
    Hwaiting!!

    • ehm-ehm~~… hehe😀
      makasih loh yah udah setia nungguin ff amatiran aku, hehe iya ini emang lebih sedikit
      aku lagi banyak tugas, chinggu #tuhkanjadicurhat
      wkwk..
      lagi sibuk sama urusan mading dan emang bulan november udah mulai PKL jadi bigini deh,.,,.
      hm… tentang si samuel… hm…
      bikin penasaran gak yah… /enaknya sih iyak/
      wkwk..
      tunggu di next chap nya aja yah… aku akan usahain secepatnya🙂
      thanks RCL nya^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s