[EXOFFI FREELANCE] Let Me Love You (Chapter 3)

20160812053231

Tittle : Let Me Love You

 

Author : Babyseo

 

Length : Chaptered

 

Genre : Romance, comedy, school-life

 

Rating : T

 

Main Cast : Oh Sehun

 

Park Seoyeon

 

And Other

 

Disclaimer : FF ini murni hasil buah fikirku. Nama cast hanya meminjam dan tidak bermaksud untuk mengubah karakter aslinya. Don’t plagiarism and sorry for typo. Happy Reading^^

 

Poster by : AceArt

 

Kini hari hari Seoyeon penuh dengan Sehun. Sehun bahkan sudah seperti Kim Jongin yang keluar masuk apartemenya sesuka hati. Sebenarnya apartemen Seoyeon berpassword tapi si brengsek Kim Jongin memberi tahu Sehun setelah Sehun mengiming-imingi Jongin kaset kaset game.

 

Seperti malam minggu ini. Seoyeon baru saja mandi, bahkan handuk masih melilit dikepalanya. Tapi dengan kurang aja, Oh Sehun masuk ke apartemennya dengan membawa satu tas besar.

 

“Seharusnya aku datang lebih awal, agar aku bisa mandi bersamamu”

Seoyeon memutar bola matanya, lalu semenit kemudian handuk yang melilit di rambutnya telah terbang dan mendarat dengan tidak mulus wajah tampan Sehun.

 

“Sungguh sambutan yang meriah” ucap Sehun sarkasik lalu melangkah menuju sofa ruang tamu, membiarkan handuk Seoyeon terkapar menyedihkan dilantai.

 

“Mau apa lagi kau kesini? Oh Astaga, bahkan belum tiga jam setelah kau pergi dari apartemenku tadi sore”

 

Seoyeon memilih duduk disofa disebelah Sehun daripada menyelamatkan handuknya yang terkapar menyedihkan.

 

Seoyeon memajukan kepalanya, mencoba melihat yang Sehun keluarkan dari tas. Beberapa cd film, snack berukuran lumayan besar, dua botol cola besar, dan juga secup es cream berukuran 1 liter.

 

“Ini malam minggu, dan kau adalah gadis kesepian yang tidak menerima cinta dari namja tampan ini justru malah memilih sendiri. Jadi aku berinisiatif untuk menemani malam minggumu”

 

Seoyeon mendengus sebal. Ingin sekali dia merobek mulut Oh Sehun.

 

Kaki sehun melangkah menuju dvd yang memang berada diruang tamu apartemen Seoyeon. Sehun memasukan cd kedalam film dan detik selanjutnya layar tv milik Seoyeon mulai menampilkan opening film yang Seoyeon sendiri tidak tahu apa judulnya.

 

Hanya suara percakapan film dan kunyahan snack yang mendominasi ruang tamu Seoyeon. Mereka berdua terlalu sibuk dengan film, walau kadang timbul sedikit percakapan karena pertanyaan yang keluar dari mulut Seoyeon tentang film yang terputar di tv.

 

Beberapa sampah dari snack yang mereka makan telah terkapar dengan tidak erotis di lantai. Ini bahkan sudah film ke 3 yang mereka tonton.

 

“Bisa kau geser sedikit?”

 

Sehun menatap Seoyeon. Kenapa dia harus bergeser? Padahal mereka duduknya pun tidak terlalu dekat. Tapi pada akhirnya Sehun bergeser sedikit.

 

“maksudku bergeserlah sampai ujung sofa”

 

Sehun lebih mirip dengan anjing rumahan jika dia bersama Seoyeon. Sehun akhirnya bergeser hingga ujung sofa.

 

Sehun sedikit tersentak saat pahanya dibuat bantal oleh Seoyeon. Seoyeon meluruskan kakinya disofa. Ya,seoyeon berbaring disofa dengan paha Sehun sebagai bantalnya.

 

Gadis ini selalu punya cara untuk meluluhlantahkan irama jantung Sehun.

 

“Apa kau selalu seperti ini dengan semua pria?”

 

“Aku seperti ini hanya dengan pria baik baik, contohnya kim jongin, wu yifan, zitao, kim jongdae dan temanku lainnya”

 

Dalam hati Sehun merasa jengkel. Ya Tuhan, Sehun kira gadis anime ini tidak dekat dengan laki laki dilihat dari saat sekolah dia hanya kemana kemana dengan gerombolan wanita. Tapi siapa sangka jika dia berteman dengan laki laki sebanyak itu? Dan Seoyeon juga melakukan ini dengan teman prianya. Uh, tadi Sehun kira, dia diperlakukan special. Tapi disisi lain, hatinya juga bergembira karena Sehun masuk disalah satu list pria baik baik menurut Seoyeon.

 

Seoyeon mulai menguap dan matanya perlahan terpejam. Tapi, bukan Oh Sehun namanya jika tidak mengganggu kedamaian Seoyeon. Tangan Sehun dengan usil menekan – menekan pipi chubby milik Seoyeon.

 

“Jangan ganggu aku”

 

Seoyeon benar benar mengantuk dan Oh Sehun dengan kejamnya malah mengganggunya.

 

“jangan tidur, aku bisa saja menciummu saat kau tertidur. Kau tidak takut?”

 

“jika kau menciumku, maka wajah tampanmu akan menghilang karena pukulan tanganku”

 

Sehun bergidik ngeri membayangkan wajahnya yang penuh dengan luka seperti korban kekerasan yang sering Sehun liat di berita TV. Dan asal kalian tahu, Seoyeon adalah gadis dengan kekuatan pukulan super.

 

Dengkuran halus mulai terdengar dari mulut Seoyeon.

 

Tangan sehun masih belum menyerah untuk mengganggu tidur indah seoyeon.

 

“Yak! Park Seoyeon jangan tidur”

 

“Seoyeon-ah, aku akan menciummu jika kau tidur”

 

Mulut Sehun terus mengoceh, berniat menggangggu Seoyeon. Sayangnya, ocehan dari mulut Sehun tidak mampu membangunkan Seoyeon. Malam itu, Seoyeon benar benar tidur dipangkuan Sehun.

 

#####

 

Paginya—ralat- siangnya, atau lebih tepatnya jam satu siang, Seoyeon baru membuka matanya dari tidur nyenyaknya. Seoyeon memang pecinta bangun siang, tapi dia benci efek sakit kepala karena bangun siang. Jadi, dengan kepala berputar-putar, Seoyeon bangkit dari kamarnya dan berjalan menuju dapur.

 

Mulut Seoyeon mengunyah roti selai strawberry kesukaanya (Seoyeon belum sikat gigi omong omong). Setelah puas dengan sarapan yang sekaligus merangkap sebagai makan siang, Seoyeon mengambil ponsel yang ia charger diruang tamu dan kembali tiduran dikamar. Hidup Seoyeon memang semalas ini jika hari minggu.

 

Seoyeon mendesah saat pesan line dari Sehun menampak saat Seoyeon mengaktifkan ponselnya.

 

‘Seoyeon-ah, terimakasih telah menemaniku tadi malam. Omong omong, kebanyakan orang mengatakan seorang gadis akan terlihat cantik jika dalam keadaan tidur, tapi saat aku melihatmu tertidur kenapa kau terlihat sangat mengerikan? Tapi tenang saja aku akan tetap menyukaimu’

 

“Brengsek” Seoyeon mengumpat bukan karena pesan dari sehun, melainkan fotonya yang sedang tertidur yang dikirimkan Sehun.  Karena tidak sabar ingin memaki Sehun, Seoyeon dengan semangat menekan tombol panggil.

 

“YAK OH SEHUN! KENAPA KAU MEMOTRETKU SAAT TIDUR EOH?”

 

“Apa kau berniat membuatku tuli?”

 

“Ani, aku berniat memotong kedua tangan dan kakimu”

 

“bagaimana mungkin didunia ini ada spesies kejam sepertimu”

 

Mendengar kata ‘spesies’, sungguh aura mematikan menguar dari tubuh Seoyeon. Ingin sekali Seoyeon menggunting bibir Sehun.

 

“omong omong, aku sudah didepan pintu apartemenmu”

 

Seoyeon langsung melompat dari ranjang dan meletakkan ponselnya sembarang. Kakinya sedikit berlari kearah pintu apartemen. Saat Seoyeon membuka pintunya. Benar, Sehun sekarang berdiri didepannya dengan kantong plastic yang isinya entah apa.

 

“Ya Tuhan”

 

“Aku Sehun bukan Tuhan”

 

Seperti biasa, Sehun akan masuk ke apartemennya tanpa menunggu dipersilahkan. Entah mulai kapan, tapi Seoyeon menyukai keadaan seperti ini, menyukai perilaku tidak sopan Sehun yang keluar masuk apartemennya. Ya, Seoyeon mulai menyukai kehadiran Sehun dalam hidupnya.

 

#####

 

 

Hubungan Sehun dan Seoyeon semakin dekat, tapi tetap saja mereka hanyalah ‘teman’. Hingga pada sabtu malam saat Sehun mengajak Seoyeon ke taman, mereka duduk di salah satu bangku taman dengan es cream yang melekat ditangan masing masing. Sehun mencoba mengutarakan perasaanya untuk kedua kalinya.

 

“Park Seoyeon”

 

“hmm”

 

“Kapan kau akan jatuh cinta padaku?”

 

Seoyeon hampir tersedak es cream strawberrynya, kalimat yang ia hindari akhirnya keluar dari mulut Sehun.

 

“Maksudku, bukankah kita sudah sangat dekat. Kau sendiri tahu bagaimana perasaanku kan?”

 

Seoyeon menunduk, menatap es creamnya. Tidak berani mendongak untuk menatap Sehun.

 

“Bukankah seperti ini cukup? Aku hanya ingin berteman denganmu hun”

 

Sehun mendesah kecewa, apa dia di tolak untuk kedua kalinya?

 

“Maaf Seoyeon-ah, tapi aku tidak bisa berteman denganmu. Karena hatiku akan sakit jika kita hanya sebatas teman. Bagaimana mungkin kita berteman jika hatiku ingin memilikimu?”

 

“Mianhae” lirih Seoyeon masih dengan menunduk.

 

Sehun bangkit, langkah kaki panjangnya menjauh dari tempat Seoyeon. Sehun sudah berusaha, dia telah menunggu terlalu lama, dan hasilnya tetap sama, Seoyeon tidak ingin sedikitpun memberi Sehun kesempatan untuk menjadi bagian dari hari hari Seoyeon.

 

 

 

 

 

To Be Continued~

 

 

 

Minggu ini author kirim 2 chapter langsung :v biar membangkitkan ingatan kalian tentang FF super ngaret updatean ini :’v . chapter 3 sengaja dibikin panjang biar greget(?) , dan juga FF ini mini chapter jadi FF ini akan tamat di chapter 6 atau 7 . semoga kalian ga bosen dengan alurnya :’)

 

Tinggalkan jejak ya readers~ :*

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Let Me Love You (Chapter 3)

  1. komentq gk masuk nih…

    koq nyesek ya bacanya😥 sehun pergi… dia bner” menyerah nih.

    seoyeon awas ntr nyesel lho…
    biasanya kita baru akan merasa kehilangan, saat seseorang itu sudah pergi meninggalkan kita.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s