[EXOFFI FREELANCE] Let me love you (Chapter 2)

20160812053231

Tittle : Let Me Love You
Author : Babyseo
Length : Chaptered
Genre : Romance, comedy, school-life
Rating : T
Main Cast : Oh Sehun
Park Seoyeon
And Other
Disclaimer : FF ini murni hasil buah fikirku. Nama cast hanya meminjam dan tidak bermaksud untuk mengubah karakter aslinya. Don’t plagiarism and sorry for typo. Happy Reading^^
Poster by : AceArt
Chapter 1
Keesokan, keesokan dan keesokan harinya. Seoyeon dengan terang terangan menjauhi Sehun. Seoyeon akan membuang muka jika berpapasan dengan Sehun. Atau jika Sehun memanggilnya, maka Seoyeon akan lari terbirit birit. Uh, Seoyeon memperlakukan Sehun layaknya pesakitan yang harus dikucilkan dari muka bumi ini.
Sehun tidak mengerti mengapa Seoyeon menjauhinya. Sehun hanya mengatakan sejujurnya tentang perasaannya saja (ditambah ciuman panas). Sehun tidak merasa melakukan dosa besar (Oh Sehun! Ciuman itu dosa), tapi Seoyeon menghindarinya seolah olah Sehun adalah pendosa besar yang laknat.


#####
Sehun mulai jengah dengan kelakuan Seoyeon. Ini sudah hari kelima Seoyeon menjauhinya. Menyatakan perasaannya bukanlah dosa besarkan? Jadi dengan semangat yang berapi-api Sehun menarik tangan Seoyeon yang kebetulan sedang lewat disampingnya. Sungguh sebuah penghargaan, karena Seoyeon sama sekali tidak memprotes saat Sehun menariknya paksa menuju halaman belakang sekolah yang sepi.
“Kenapa kau menghindariku?”
Sehun bukanlah orang yang pintar berbasa-basi.
Seoyeon berdeham, matanya yang tajam melirik pergelang tangannya yang dipegang erat oleh Sehun. Sehun yang menyadari tatapan membunuh dari Seoyeon segera melepaskan genggamannya.
Seoyeon berdehem lagi, “aku tidak menghindarimu”
“Kau membuang muka saat berpapasan denganku, kau berlari saat aku memanggil namamu.”
“itu hanya perasaanmu saja”
Sehun memutar bolamatanya, hanya perasaannya saja? Seoyeon jelas jelas menghindarinya.
“Baiklah mungkin itu hanya perasaanku saja” Oke, Sehun mengalah kali ini.
“Jadi waktu diruang jurnalis –“
Seoyeon buru buru memotong pembicaraan Sehun, “diumur ini hormone kita mengalami ketidakstabilan, jadi ciuman kemarin itu hanya pengaruh dari hormone. Lebih baik kita lupakan saja ciuman kemarin”
Inilah alasan kenapa Seoyeon terus terusan menghindaari Sehun, Seoyeon menghindari pembicaraan tentang ciuman memalukan diruang jurnalistik.
“maksudku diruang jur –“
“Lupakan sajalah, bukankah sudah kubilang itu hanyalah pengaruh ketakstabilan hormone remaja kita”
Astaga, Oh Sehun ingin menanyakan jawaban atas pernyataan cintanya bukannya ciuman.
“Bukan it –“
“Lupakan saja Se –, hummph“
Merasa jengah karena kalimatnya selalu dipotong Seoyeon, Sehun membekap mulut Seoyeon.
“oke, dengarkan aku bicara dulu”
Seoyeon mengganggukan kepalanya, lantas tangan Sehun turun, tidak lagi menutupi mulut Seoyeon.
Sehun berdehem “Bagaimana jawabanmu?”
“Jawaban?”
Seoyeon memutar otaknya, jawaban apa?
“Apa yang kau ingat hanya ciuman saja? Aku juga menyatakan perasaanku”
Ah, Seoyeon baru mengingatnya, Oh Sehun menyatakan perasaannya pada Seoyeon. Dan sejujurnya Seoyeon tidak berniat mengikat hubungan dengan seseorang. Seoyeon adalah gadis bebas, dia tidak suka terikat.
“tidak bisakah kau tidak menyukaiku?”
Sehun menatap Seoyeon lama, “apa aku baru saja ditolak?”
Sehun membuat ekspresi sangat terluka , walau sebenarnya dia memang terluka “wah, sakitnya”
“kau harus bertanggung jawab karena membuatku terluka, sepulang sekolah nanti temani aku jalan jalan”
Seoyeon menimang-nimang ajakan Sehun. Jalan jalan terbilang sangat menggiurkan bagi Seoyeon daripada berdiam diri diapartemen sepinya. Tapi kemudian Seoyeon menatap curiga pada Sehun yang membuat kening Sehun terlipat.
“Kenapa kau menatapku seperti itu?”
“ku tidak berniat mencekokiku dengan alcohol dan mengajakku kehotel kan? Agar aku yang bertekuk lutut dengannmu”
Sehun tertegun dengan ucapan Seoyeon. Bukankah itu ide yang sangat cemerlang.
“Hey, itu ide yang bagus”
Kedua mata Seoyeon melotot “jika kau berani melakukan itu maka aku akan membunuhmu”
Sehun tersenyum geli melihat ekspresi Seoyeon. Sehun semakin menyukai gadis ini, sepertinya Sehun sangat cocok dengan kata kata ‘ semakin kau ditolak semakin pula kau menginginkannya ‘
“Sepulang sekolah kutunggu digerbang, jangan kabur Park Seoyeon”
Sehun melangkah pergi meninggalkan Seoyeon yang sedang mengumpat karena ditinggalkan begitu saja.
#####
Seoyeon melirik jam tangannya. Oh Sehun masih belum datang padahal lima belas menitt yang lalu bell sekolah sudah berbunyi. Seoyeon baru saja hendak meninggalkan gerbang sekolah saat Sehun menghampirinya.
“Aku bukanlah seseorang yang dapat mentolelir keterlambatan,”
Sehun memutar matanya. apa tadi yang berkata tidak mentolelir keterlambatan adalah Park Seoyeon? Gadis yang selalu terlambat 5 menit saat rapat klub jurnalistik?
“Baiklah nona Park, aku akan mentraktirmu ice cream strawberry kesukaanmu sebagai permintaan maafku”
Gadis bermarga Park itu menatap Sehun dengan mata berbinar binar. Namun sedetik kemudian tatapan itu menjadi tatapan heran
“Sejak kapan kau tahu aku menyukai ice cream strawberry?”
“entahlah, mungkin sejak aku sadar bahwa aku mulai menyukaimu”
Sehun menarik tangan Seoyeon, mengabaikan wajah merona Seoyeon karena ucapannya tadi “Kajja, aku ingin berjalan jalan di hongdae”
Mereka berdua berjalan jalan mengelilingi Hongdae, kadang mereka berdua mampir disebuah toko baju ataupun toko accesoris (mereka hanya melihat melihat tanpa membeli asal kalian tahu). Sebenarnya tangan sehun sudah gatal, ingin sekali meraih tangan lentik Seoyeon dan menggenggamnya, tapi Sehun takut Seoyeon mengeluarkan aura kegelapan jika Sehun dengan kurang ajar menggenggam tangannya. Jadi Sehun memutuskan untuk menyenggol tangan Seoyeon, kode keras dari Sehun. Tapi Seoyeon tetaplah Seoyeon yang tidak peka dengan sekitar.
Seoyeon hanya menoleh menatap Sehun sejenak, lalu melanjutkan langkahnya. Dalam hati Sehun memaki ketidakpekaan Seoyeon.
“toko topi, kita harus mampir kesana”
Seoyeon menarik tangan Sehun, dengan sedikit berlari mereka menuju toko topi yang dimaksud Seoyeon. Sehun tersenyum bahagia, pada akhirnya Seoyeon sendirilah yang menggenggam tangan Sehun.
Mereka berdua cukup lama ditoko itu, Sehun tentu saja betah berlama lama dengan benda favoritenya begitu juga Seoyeon. Tapi pada akhirnya mereka keluar dari toko itu tanpa membawa apapun, mereka hanya melihat melihat lagi omong omong.

Setelah cukup lelah, mereka berdua pulang dengan es cream ditangan masing masing (Sehun menepati janjinya membelika ice cream strawberry). Sehun mengantar Seoyeon hingga didepan pintu apartemen Seoyeon.
“Sampai Jumpa lagi Seoyeon-ah, setelah ini kau pasti akan jatuh cinta padaku”
Seoyeon hanya tersenyum menanggapi ucapan Sehun.

To Be Continued~

Mianhae readers tersayang :’ author tersuper ngaret ini baru ngirim chapter 2 sekarang :’ . Akhir akhir ini tugas sekolah menggunung, jadi FF ini sedikit terlupakan :’ mianhae readers :’) Dan juga syukurlah kalo ada yang masih inget FF ini :’v
Tinggalkan jejak ya readers~ :*

 

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Let me love you (Chapter 2)

  1. Wuaaa asikk ada fanfic sehun-soyeon yang chapteran hehe.. aku mulai suka dgn pasangan ini sehun lucuu soyeon malu malu kucing >< ditunggu next chapternya kak ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s