[EXOFFI FREELANCE] Two Rings (Chapter 5)

CYMERA_20160720_205741.jpg

Title | Two Rings

Author | RahayK

Main Cast |

Kim Jong In as Ha Seung Wo

Kang Seul Gi as Kang Sung Ah

Additional Cast |

 Ji Yeon as Ahn Ri Ahn

 Suho Kim as Choi Joon

 Genre |

 AU x Angst x Friendship x Family x Romance x Sad

 Rate |

 PG -15

 Length |

 Chapter

 Disclaimer |  Fanfic Ini milik penulis. Inspirasi dari  berbagai sumber. Apabila ada kesamaan cerita itu hanyalah ketidak sengajaan dan bukan tindak Plagiat.

Para tokoh yang ada hanya untuk visualisasi sebagai kebutuhan cerita dan tidak ada maksud untuk mengeship mereka didunia nyata!

 A/N |

 DILARANG MENG COPY -PASTE KARYA INI!

DILARANG PLAGIATISME KARYA INI!

DILARANG MEREBLOG CERITA INI KECUALI DARI PIHAK PENULIS FF!

 Comment be allowed!!

“Terimakasih teraktirannya hari ini, ketua tim!” ujar Sung Ah dan membungkukkan badannya.”Iya, terimakasih banyak..ketua Tim!” beberapa orang lain ikut membungkukkan badannya sebagai terimakasih.

“Yah, itu semua berkat kerja keras kalian.Oh Ya, aku harus pulang duluan karena ibuku masuk rumah sakit.Sampai bertemu dipertemuan lapangan.” ujar sang ketua Tim lalu pergi dari restaurant.

 

**Two Rings**

“Sung Ah-ya, maaf sekali aku tak bisa mengantarmu hari ini, aku ada urusan mendadak.Tak apa jika kau pulang sendirian?” Sung Ah hanya mengangguk tersenyum lalu menepuk bahu rekannya.

“Tak apa, Chan Yeol -ra. Aku bukan anak kecil lagi. Lagipula, kau harus menjaga jarak denganku, begitulah seharusnya.”

rekannya bernama Chan Yeol itu hanya mengernyit. “Kenapa memangnya?”

“Yah, aku tak mau memberitahumu soal ini. Tapi, itu menggangguku. Sebetulnya, Ye Ri memperingatiku beberapa waktu lalu bahwa kalian sudah berpacaran. Jadi, ia ingin kau menjaga jarak denganku, atau sebaliknya.”

Chan Yeol hanya terkekeh mendengar perkataan Sung Ah.”Ya~  kau itu temanku.Kita berteman sejak SMA tapi baru sekarang aku bisa dekat denganmu, untuk itu aku mensyukurinya.Selama ini, aku tidak bisa dekat denganmu karena kau dan Seung Wo seperti karet, jadi aku merasa aku hanya akan jadi pengganggu jika aku bergabung.Untuk itu, biarkan saja perkataan Ye Ri jangan dipikirkan.-‘

“..sudahlah. Aku mau pulang, hati-hati mengemudinya.Sampai ketemu seminggu lagi.”

Sung Ah berjalan meninggalkan Chan Yeol. “Sung Ah -ya!!Tunggu sebentar!” Sung ah menghentikkan langkahnya sementara Chan Yeol berlari menghampirinya. “..kau tahu, belakangan ini sering terjadi  kriminalitas dibus?Karena jam bus beroperasi hampir berakhir, jadi pastikan keadaan ramai. Atau, pastikan ada seorang wanita lain selain dirimu atau orang tua..-”

“sudahlah, Chan Yeol -ra. Kau berlebihan,khawatirmu itu berlebihan.Simpan saja untuk Ye Ri, ia juga gadis. Aku akan berhati -hati, hanya butuh 25 menit dari sini, tidak akan ada bahaya..”

Chan Yeol menahan lengan Sung Ah. “Atau, paling tidak aku tunggu kau sampai mendapatkan bus atau taksi..”

Sung Ah menghela nafas, sedangkan bus sudah berhenti dihalte. “Sudah ya, bus nya sudah datang. Aku pergi!” ujar Sung Ah, ia berlari dan masuk kedalam bus itu. Bus kembali melaju setelah Sung Ah masuk.

Sung Ah melambaikan tangannya pada Chan Yeol, keadaan bus tampak sepi, hanya ada beberapa lelaki lain yang duduk dibelakang Sung Ah beberapa bangku didepan SungAh, tak ada yang mencurigakan, Chan Yeol pun kembali masuk kedalam mobilnya.

**Two Rings**

Sung Ah POV

Aku terdiam sejenak, bus masih melaju. Aku melihat ponselku, jam menunjukkan pukul  22.31 pm.Entah mengapa, jalanan sudah tampak sepi. Aku menyapu pandang kesekeliling bus, hanya ada Ahjussi supir bus dan seorang kakek tua dan dua orang lelaki muda dengan tampilan yang sedikit aneh.

 

Bus tak berhenti dihalte yang kosong, sedangkan masih ada sekitar 7-10 halte lagi yang aku lewati sebelum akhirnya aku tiba dirumah. Aku menghela nafasku berat, lelaki yang duduk beberapa bangku didepanku melirikku dan tersenyum miring, aku hanya menunduk dan mengeluarkan ponselku.

 

Ia lalu memakai topinya dan memasang earphone. Aku kembali teringat pada kata-kata Chan Yeol, seketika aku merinding.

 

Sung Ah POV end.

 

Sung Ah berpura-pura sibuk dengan ponselnya, ia mencari kontak yang akan ia hubungi, sementara ekor matanya melirik bahwa lelaki aneh itu sudah duduk dibangku seberang sejajar dengannya.

–Ibu–

–Chan Yeol–

Sung Ah menggigit bibirnya, nomor yang terakhir di log-kontaknya adalah Seung Wo.

Dengan ragu, ia menggeser tombol hijau dan nada sambung terdengar..

 

Tuutt…

Tuuuutttt

 

“Angkatlah.. aku mohon..”

 

**Two Rings**

–Incoming Call–

*Uri Kang Sseul*

Seung Wo menatap layar ponselnya.Ia pun menggeser tombol hijau dan meletakkan ponselnya ditelinga.

“..Seung Wo -ya….” terdengar suara Sung ah yang mendesak dan bergetar diseberang membuat Seung Wo segera beranjak dari tempatnya duduk.

“Ini aku, ada apa?Apa terjadi sesuatu?” Seung Wo segera mengambil mantelnya dan meninggalkan pekerjaannya.

 

“Aku.. ada bus.. aku mau pulang kerumah, tapi.. ada seseorang yang terus mengawasiku dari tadi. Tampilannya terlihat aneh dan menyeramkan.. Seung Wo -ya.. aku takut sekali..”

Sung ah beranjak dan pindah kebangku dekat pintu.Sedangkan lelaki itu masih memerhatikannya.

“baiklah, jangan panik. bicara apa saja seolah-olah kau tidak menyadari kehadirannya. katakan padaku kau dihalte mana, aku akan kesana.”

Sung Ah menangguk “umm, baiklah. masih 5 halte lagi yang akan aku lewati.”

“Baiklah, setelah tiba di halte kedua kau berdiri dipintu keluar, aku akan kesana menjemputmu.Jangan panik, terus bicara padaku.” Seung Wo baru keluar dari gedung tempat kerjanya, ia berlari sekencang-kencangnya.

Sung Ah sudah menahan tangisnya, ia mengangguk lagi. “Baiklah, cepatlah datang.. Ha Seung Wo.”

 

Sung Ah POV

Halte pertama sudah lewat, sekitar 450 meter aku akan berada dihalte kedua. Dan, saat itu aku harus turun.

Sung Ah POV end

 

Lelaki itu berdiri dibelakang Sung Ah, bus memasuki halte kedua. Pintu keluar terbuka, saat itu tangan Sung Ah ditarik dari arah luar. Sedangkan, lelaki itu kembali ketempat duduknya.

Sung Ah terjatuh dalam pelukan Seung Wo, lelaki itu memeluknya erat. Sedangakan, bus kembali melaju. Nafasnya terengah-engah, membuat rambut Sung Ah sedikit tertiup karena badan Sung Ah yang tak lebih tinggi dari Seung Wo. “Kau baik-baik saja?Apa kau terluka?” Seung Wo melepaskan pelukannya dari Sung ah melihat seluruh tubuh gadis itu memastikan bahwa Sung Ah baik -baik saja.

Mata Sung Ah sudah berkaca-kaca ia hanya menunduk, dan memukul dada Seung Wo. “Kenapa?Kenapa kau lama sekali?Aku sangat takut, Seung Wo..-”

“…aku pikir, kau akan membiarkanku.. karena.. kau menangkat panggilanku lama sekali.. dan.. aku tidak tahu mengapa hanya kau yang dapat aku hubungi padahal  begitu banyak kontak diponselku..-”

belum selesai bicara, Seung Wo kembali memeluk Sung ah lebih erat dari yang sebelumnya. “..maafkan aku.. Sung Ah-ya. maafkan aku..”

Sung ah menunduk kebawah, tak sengaja ia melihat kaki Seung Wo yang masih mengenakan sendal kantor. “Kakimu, akan kedinginan Seung Wo.”

Seung Wo melihat kakinya yang hanya memakai sendal kantor dimalam musim gugur ini. “Tak apa..ayo pulang, aku akan mengantarmu.” Seung Wo merangkul gadis itu dan berjalan bersama, tak perduli dengan telanjang kaki ia berjalan, yang penting Sung Ah selamat dan tidak terluka, itu sudah lebih dari  cukup untuk Seung Wo.

 

—T W O R I N G S—

Sung Ah POV

Ibu menunggu kami diteras rumah, wajahnya begitu terlihat cemas walau ketika kami datang ia masih mengukir senyuman yang membuatnya tampak lebih muda.

Ia bangun dari duduknya. “Kalian sudah pulang bersama lagi?” itulah pertanyaan ibu yang ia lontarkan pada kami berdua. Ibu yang melihat raut wajahku segera mendekatiku dan kembali bersuara. “..ada apa?Sung Ah -ya. Dan, Seung Wo kau -‘ ibu menghentikkan ucapannya seraya melihat keadaan Seung Wo dari ujung kepala hingga ujung kaki. “..memakai sandal kantor untuk pulang? Apa yang sebenarnya terjadi, puteriku?” pertanyaan ibu hanya aku jawab dengan gelengan pelan, kemudian Seung Wo memberi salam hormat seperti biasa. Aku hanya berjalan meninggalkan mereka dan masuk kedalam rumah.

“terjadi kecelakaan kecil, eomoni. Untungnya, tidak ada yang terluka. Jadi, kau tak perlu cemas lagi.” jelas Seung Wo pada Ibu agar beliau tak khawatir, aku hanya melihat mereka dari balik pintu. Mereka berjalan masuk, aku segera berjalan ke arah dapur.

“Eomoni tahu?” tanya Seung Wo dengan sebuah cengiran kecil tertaut dibibirnya. Aku hanya melirik sekilas dan berjalan menaiki tangga. Sedangkan, Ibu memandang Seung Wo tak mengerti.

“..kami sudah berbaikan. Hubungan kami, kembali membaik. Aku senang, Eomoni.” katanya dan memegang tangan ibuku. Ibu hanya tertawa dan menepuk bahu Seung Wo pelan. “baguslah, ibu lega sekali sekarang. Kalau begitu, ibu mau tidur sudah larut malam.” ujarnya lalu kembali kekamarnya. Aku hanya tersenyum kecil, dan kembali masuk kekamarku.

 

Sung Ah POV

–T W O R I N G S–

 

Seung Wo POV

Aku segera masuk ke toilet, ketika aku buka kemejaku aku baru sadar, kalau lenganku terluka dan darahnya sudah mengering.Tiba -tiba saja Sung Ah masuk ke toilet dan duduk diatas wastafel, ia membuka kotak P3K yang ia bawa.

“Aku mau mandi, cepat keluar.” pintaku. Ia malah memandangku tajam dan menarik lenganku yang terluka. “Bersihkan dulu, baru mandi. Darahnya sudah kering, kau akan terinfeksi nanti.”  Sung Ah mulai membersihkan lukaku, aku hanya terdiam walau lukanya terasa sakit saat ia mengusapkan alkohol dilukaku.

 

“..demi keselamatanku, kau melukai dirimu sendiri. Maaf, sudah lama sekali tidak menghiraukanmu. Ha Seung Wo.” katanya masih tidak memberikan kontak matanya padaku, membuatku merasa aneh walau ia sudah berkata demikian.

Memang, ini salahnya juga terlalu pengecut untuk mengajak bicara Sung Ah. “Tidak, seharusnya aku yang minta maaf. Karena telah melakukan hal yang tak seharusnya aku lakukan pada sahabatku sendiri.”

Sung Ah hanya terdiam tak menjawab apapun setelah aku berkata begitu. Ia membereskan kotak P3K nya dan berjalan meninggalkan toilet tanpa memberikan kontak mata sedikitpun.

 

Tanpa aku sadari, itu membuatku masih merasa dihiraukan.

Aku merasakan kekesalan yang amat sangat.

Sekaligus, merasakan kesalahan yang amat sangat besar.

Ada apa denganku?

 

TBC .

 

 

 

 

 

 

 

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Two Rings (Chapter 5)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s