[EXOFFI FREELANCE] Bad Dream (Oneshot)

poster-chanyeol

Usia 17 tahun mungkin bagi sebahagian orang ataupun kalian adalah usia yang penuh kegembiraan, dan saatnya merayakan moment-moment yang manis bersama keluarga ataupun teman terdekat. Tapi bagiku Usia 17 tahun adalah hal yang paling mengerikan yang kualami.  Di saat  aku menghitung jam demi menit, menit ke detik dan akhirnya tepat Jam 00.00. dan itu adalah saat yang tepat untuk merayakan ulang tahunku. 

Namun apa yang ku dapat? Aku tidak mendapat kue yang manis, ucapan yang hangat namun yang kudapat saat itu, aku melihat sendiri Ibuku berselingkuh dengan Pria lain di  depan mataku. Dan itulah kado terburuk yang aku dapatkan.

Dan tak sampai disana, kado mengerikan itu masih ada. Ayahku mengetahui hal itu,- perselingkuhan ibuku!. Ayah marah besar saat itu dan aku tidak pernah melihatnya seperti itu sebelumnya. Ayahku yang dulu hanya seorang pegawai pajak yang irit bicara kini berubah menjadi monster yang bisa menerkam ibu hanya dalam hitungan sekon.

Pupil matanya membesar, rahangnya mengeras dan mukanya beubah merah sangat merah menggambarkan emosinya yang kini meluap-luap.

“dasar wanita tidak tahu diri! Aku bekerja siang malam untuk memberimu uang, namun kau malah bermain dengan pria asing di rumahku! Apa kau tidak punya hati?” teriak ayah dengan penuh emosi kini tangannya dikepal seraya menahan geram kepada ibuku.

Namun ibuku hanya tetap berdiri tenang di posisinya dan melipat kedua tangannya di dada. Pandangannya kini beralih menatap wajah ayah dengan tajam dan dingin disertai senyuman sinisnya.

“Ckk! Apa kau bilang? Uang? Kau memberiku Uang? Apa kau sadar dengan perkataanmu Joon Seok?” Ibu maju beberapa langkah seranya menunjuk tubuh ayah dengan telunjuknya dengan kasar.

“apa maksudmu?”

“kau  tahu? Aku sangat menyesal menikah dengan pegawai pajak rendahan sepertimu! Kau pikir aku hanya bisa makan dokumen-dokumen lusuhmu itu? ayolah! Aku perlu uang untuk hidup! Apa kau pernah memberiku uang di atas rata-rata? Membayar uang sekolah anakmu saja kau masih susah! Apalagi untuk keperluanku?”

 

“SUDAH!!”

.

.

“KUMOHON BERHENTILAH!”

Aku keluar dari persembunyianku dan berjalan mendekati mereka aku menatap maniak-maniak mata mereka dengan intens. Aku hanya ingin melihat kasih sayang bukan hal ini.

“Eomma berhentilah menghakimi ayah, atas segala kesalahanmu!” Aku berteriak kepada ibu dan membuat ibu terkejut seketika.

“seharusnya kau yang sadar  Na Rin –ah ayahmu ini hanya menambah beban bagi keluarga ini!” ibu menekankan setiap kalimatnya kepadaku.

“EOMMA!!” aku mengepalkan tangannku dan tanpa terasa air di pelupuk mataku sudah turun deras bagai air terjun.

“Na Rin sudahlah…” Ayah menepuk bahuku dan membuatku sukses mengalihkan pandanganku kepadanya.

“Maafkan Ayah sudah membuatmu susah, Ayah tidak akan membuatmu terbebani lagi, Maafkan Ayah. Ayah Menyayangimu Na Rin” Ayah berkata dengan lembut dan terisak. Air mata yang dari tadi dia tahan akhirnya keluar.

Setelah itu Ayah pergi meninggalkanku dan Ibu begitu saja. Di hari itu aku tidak tahu mana yang ku benci, Ayahku yang meninggalkanku atau Ibuku si pengkhianat.

Aku hanya bisa menurut ketika Ibuku memberitahu bahwa ia akan tinggal bersama Pria itu. walaupun mereka belum menikah dan bahkan Ibuku belum resmi menyandang gelar                       single parent. Namun apa yang bisa dilakukan gadis bodoh sepertiku?

Ibuku menyuruhku agar bersiap dan segera mengemasi barangku. Aku hanya menurut dan mengemas semua barangku. Jujur aku ingin waktu bisa berputar kembali agar aku bisa merasakan kembali kenangan-kenangan indah itu. aku mohon hanya itu permintaanku.

Dan tak lama aku menunggu di Rumah, tibalah sebuah Mobil yang akan membawaku ke Rumah Baruku. Kemudian keluarlah seorang Pria yang aku kenal, Pria selingkuhan Ibuku.

“ Ha Ni kau sudah siap” Pria itu tersenyum kepada ibuku. Namun menurutku itu sangat menjijikkan.

“kau Kim Na Rin kan? Kau sangat cantik ternyata, perkenalkan namaku   Park Geo Bum.” pria itu kini menghadapku dan tersenyum.

“bisakah kita pergi sekarang?” aku menjawabnya acuh tanpa memperdulikan perasaannya. Karena aku memang tidak peduli.

Ibuku yang melihat tingkahku menyenggol bahuku dan memasang muka yang berartikan agar aku menjaga sikapku. Namun aku hanya membalas dengan muka yang acuh.

Selama perjalanan aku hanya bisa melihat ke arah Jendela Mobil, karena tidak ingin melihat Drama Romeo dan Juliet di depanku. Aku melihat langit yang mulai mengeluarkan suara gemuruhnya serta awan yang mulai berubah Warna.  tak lama turunlah rintik-rintik hujan yang membuat bunyi ketika membentur atap Mobil. Aku rasa sekarang langit mengerti apa yang ku rasakan.

Mesin Mobil terhenti di sebuah Rumah besar dan bercat putih yang semakin menambah megahnya Rumah itu. aku kemudian keluar dari Mobil dan berjalan dengan Malas di belakang Ibuku.

Saat Pintu Rumah itu terbuka terlihatlah Interior-interior yang megah di dalamnya.  Dan tak ketinggalan furnitur-furnitur mewah tertata rapi menghiasi sudut rumah. Apakah Ibu menyukai Pria ini karena hartanya?

“Selamat datang Tuan” seorang wanita tua yang berpakaian hitam putih dan sepertinya ia adalah seorang Pelayan jika dilihat dari bentuknya.

“bibi, tolong segera siapkan makan malam yang spesial” perintah Pria itu yang akan segera menyandang gelar Ayah tiriku.

TAK TAK !!

Aku mendengar suara langkah menuruni tangga dengan cepat dan di sekon selanjutnya terlihat seorang pria tinggi dengan senyuman manis di wajahnya.

 

“Dad, sudah pulang?? Apakah ini Aljumma cantik yang kau ceritakan itu?” pria itu tersenyum manis dan membungkukkan tubuhnya kepada ibuku.

“kau memang anak yang baik siapa namanmu?” Ibuku memegang pundak pria itu dan tersenyum sok manis menurutku. Kenapa? Karena dia tak pernah senyum semanis itu kepadaku.

Dan  bukan itu saja yang menarik sekarang, aku yakin aku mengenal pria yang tengah tertawa dengan ibuku. Namun yang dengar  adalah pria ini adalah seorang siswa yang sangat terkenal dengan masalah yang dibuatnya dan bisa dikatakan dia termasuk orang yang ditakuti di sekolahnya. Dia kasar, Playboy dan sangat berkuasa…

“namaku Chanyeol aljumma” Sekali lagi pria itu membungkukkan badanya ke arah ibuku.

Aku bingung sekarang siapa yang palsu Ibu atau dia yang sekarang bersikap sok manis?

“kau anak yang tampan perkenalkan ini anak ku Kim Na Rin “ ibu menggandeng tanganku agar dekat dengannya. Dan dengan refleks aku membungkukkan badanku.

“Annyeong…” sapaku agak ramah.

Aku bisa melihat tatapannya yang tajam namun begitu misterius maniak cokelatnya seakan membuat siapapun bisa tenggelam dengan tatapannya. Apakah  dia..?

“Chanyeol, tolong kau bawa ini dan antar Na Rin ke kamar!” Geo Bum yang tadi diam dan hanya menjadi penonton akhirnya membuka suara dan menyerahkan koper ku ke arah Chanyeol.

“Na Rin –ah kajja!”

Aku hanya mengangguk dan mengekornya dari belakang meninggalkan pasangan tua itu di pintu utama. Selama aku berjalan  mengikutinya tidak ada pembicaraan dan bahkan suasana menjad hening. Apa sekarang hari hening sedunia?

Aku masih berkutat dengan pikiranku sampai aku menabrak sesuatu. Aku menabrak punggung Chanyeol.

“ya! Kenapa kau berhenti tiba –tiba ha?” aku terkejut bukan main pasalnya aku menbrak punggungnya cukup keras.

“ini! Kamarmu ada diatas tinggal belok  dan kamarmu ada di sebelah kanan mengerti!” ujarnya dingin kemudian meninggalkanku begitu saja. Aish!apakah dia dilahirkan di Kutub Utara dan pernah tenggelam di Samudera Antartika? Hatinya begitu dingin seperti Es.

Dengan Malas aku menaiki satu persatu anak  tangga dan akhirnya tapak Sepatu Maronku mendarat tepat di ubin lantai dua. Dan sekarang keadaan makin memburuk dengan adanya pembelokkan.

“baiklah, dia bilang belok kanan.” Aku mengembungkan sebelah pipiku seraya mengingat pernyataan pria dingin itu.

Aku kemudian berbelok ke arah kanan dan menemukan dua kamar yang berderet simetris. Sekarang kamar yang mana?. Aku bingung kamarku yang benar yang mana.  Dengan segenap keberanian aku memutuskan mengambil kamar yang kedua. Ya mungkin saja kamar yang pertama sudah ada pemiliknya kan?

Streett!!

Suara berdesit pintu yang menyapu lantai terdengar ketika aku sudah mengayunkan gagang pintu. Aku mulai mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru kamar. Nuansa White Cream dan Formal sangat terasa. Kamar ini sangat rapi dan bisa dibilang sempurna. Semua tersusun dengan benar dan bahkan buku-buku yang di Rak tersusun berdasarkan Objek Studynya.

Aku kemudian meletakkan Koperku di samping tempat tidur, dan membantingkan tubuhku di atas kasur yang berukuran king size ini. Kasur ini sangat nyaman dan bahkan aku tidak merasakan setitik debu sekalipun.

Aku kemudian menyelimuti diriku dan menutup mataku agar segera terlelap. Perjalan panjang sungguh membuat badanku hampir remuk seketika. Dan tanpa ku sadari aku mulai terbang  ke Zona mimpi.

Hingga…..

Aku merasakan selimut yang menyelimutiku tadi ditarik dan ada yang memukul-mukul pipiku pelan.

“Eomma,  aku masih ngantuk, lima menit lagi”

“Ya! Gadis bodoh, kau kira aku bakal membiarkanmu tidur di kamarku lebih dari lima menit ha?”

Tunggu, itu bukan suara Eomma. Aku kemudian membuka mataku perlahan dan mulai membiasakan mataku dengan sinar lampu yang terang. Hingga aku berhasil membulatkan mataku ketika aku melihat Chanyeol sedang berada tepat di depanku, dan wajahku dan Wajahnya hanya berjarak beberapa senti….

Oh tuhan, apa lagi sekarang??

Smiley says :

Hai-hai-hai….

Smiley Comebak!!! Dengan genre baru!!/azeekk!!

*Author you are mana? Obliv?kok hilang sih?Author gak tepatin janji/ini author apaansih/sekarang malah keluarin ff baru/sebel deh/kesel..*

Aku tahu sebagian readers yang udah kenal aku pasti marah besar sama aku, tapi aku gak bermasksud sama sekali PHP in kalian karena author pernah jadi korban PHP/curhat -_-

Aku udah bilang kan kalau aku banyak tugas yang belum diselesain belum lagi kuota ya ampun! You Are sama Obliv bakal dimasukin ke bengkel sementara waktu oke!/psssttt bukan berart gak akan di post ulang ^_^ Aku masih bakal ngerevisi ke dua FF abstrak aku itu/hehehe..

Jadi untuk sekarang nikmatilah ff aku yang baru ini…

Aku sekarang mencoba yang terbaik dan FF ini bakal dipenuhi cogan/azeek!!                                   FF yang baru ini aku bakal buat tokoh cowoknya Bad banget ya, gak kaya di FF aku sebelumnya yang manis dan ramah.

Tetaplah Komen dan Like Guys! Aku mengharapkannya….

Salam Smiley…..

 

 

7 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Bad Dream (Oneshot)

  1. Haik kakk, ketemu lagi^^
    Salam kenal ulang siapa tau kakk lupa..wkwkwk Lyoungie98 imnida😊

    Jadi ini bukan Oneshoot kah??
    Berarti ada lanjutanya??
    Kalo gituu Aku tunggu kakk^^,
    Fighting!!
    Ceye oppa jadi bad boy..kkkkk
    Oke dehh 👌 smangatt yah kak

    Uhh., aku gx marah kak, gx seperti yg kakk bayangkan kok^^, aku akan sabar menunggu kelanjutan You Are & Obliv nya yahh kak^^.,

  2. genrenya one shot tapi apa ini blm the end thor? na rin ma ceye bkl sodaraan tpi kyany si na rin bkl dkerjaiin deh ma ceye.. cz kta authorny ceye bad boy.. dtunggu lnjutnny…

    • Pemberitahuan….
      Hehe
      Jadi ni ff adalah ff gagal…
      Kenapa? Karena belum revisi dan terkirim..
      Ini bukan oneshoott….
      Aku bakal repost ulang..
      Ini kecelekaan genks jadi ya begini…

      Makasih untuk perhatiannny

      Smiley 30

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s