[EXOFFI FREELANCE] Cafe Late (Chapter 1)

PhotoGrid_1473564360429.jpg

Café Latte

 

Tittle                           : Café Latte (Chapter 1)

 

Author                       : Dancinglee_710117

 

Main Cast                 :

  • All EXO member
  • Ji Hae Young (OC)
  • Park Misun (OC)
  • Jung Jae Rim (OC)
  • Rae In Sung (OC)
  • Tae Kyura (OC)
  • Jo Na Ri (OC)
  • Moon Hyera (OC)
  • Lee Minyeo (OC)
  • Go Muyeol (OC)
  • Lee Haeri (OC)

 

Genre                        : Romance, Comedy (a little bit), and other

 

Rating                        : T

 

Length                       : Chapter

 

 

~Happy Reading~

 

-I Don’t Want To Hurt-

 

 

Bangunan yang baru saja selesai di renovasi itu kini agak ramai dengan beberapa pekerja dan empat orang gadis yang akan menjadi pengelola bangunan tersebut. Bukan untuk merenovasi lagi, bangunan itu hanya tinggal butuh dibersihkan dan ditata sesuai kehendak mereka. Tapi sepertinya tidak semulus yang diduga, masih saja mereka berselisih soal penempatan barang-barang. Maklum, empat kepala dengan empat pemikiran berbeda tidak bisa disamakan.

 

“Bukankah lebih baik kalau meja bartender di sebelah kiri?” usul Jae Rim yang tidak puas dengan posisi meja bartender saat ini.

 

Misun menggeleng, “Disana lebih pas. Kalau sebelah kiri malah akan berhadapan dengan pintu masuk, jadi tidak penasaran nanti.” Katanya dengan penuh keyakinan.

 

“Oke, tapi… jika terlalu menempel tembok apa tidak mengganggu jalan masuk ke dapur?”

 

“Benar juga. Ajhussi!, tolong geser ke kiri sedikit saja!”

 

Sementara Misun dan Jae Rim sibuk memperhatikan tata letak barang, Na Ri bertugas mencatat keperluan dan pekerjaan yang sudah tuntas. Hae Young beda lagi, dia menata interior kecil seperti lukisan, taplak meja, vas bunga dan lainnya serta membersihkan debu disekitar. Sesekali Na Ri ikut membantu dan mengomeli teman masa SMA-nya itu jika terlalu sering bercanda.

 

“Oh iya!, soal jabatan dan pekerjaan masing-masing bagaimana?” pertanyaan dari Misun membuat Na Ri kembali membuka buku catatan dan segera membacakan posisi mereka untuk café tersebut.

 

“Sesuai kesepakatan, kita semua leader. Jae Rim leader dalam keuangan, aku leader dalam urusan menu dan pencatatan…ugh, anggap saja begitu. Lalu Misun bertugas sebagai leader pelayanan untuk pelanggan, dan Hae Young, kau leader untuk urusan kerusakan properti café dan makanan.”

 

Hae Young mengeluh, “Kenapa sepertinya tugasku banyak sekali ya?” ia kemudian menyandarkan kepala pada meja yang barusan dia bersihkan.

 

Yang lain tak mengacuhkan gadis itu, dan Jae Rim memikirkan satu hal untuk tambahan pegawai café baru mereka.

 

“Kita butuh tambahan pelayan dan koki untuk membantu Hae Young, lalu… pengisi acara untuk opening nanti, juga, bartender!”

 

Misun, Na Ri, dan Jae Rim terkejut saat mendengar suara bising di sebelah mereka. Rupanya Hae Young terjatuh dari kursi.

 

“Yak!, kenapa denganmu?” tanya Misun seraya membantu Hae Young bangun. Hae Young menggeleng dan tersenyum konyol seperti biasa, “Mungkin kejutan listrik hehe…” jawab Hae Young.

 

Jae Rim menjentikkan jari, “Untuk bartender, usahakan laki-laki dengan paras menawan, atau tidak… punya karakter yang kuat dan bisa memikat pelanggan wanita. Call?”

 

Na Ri dan Misun mengangguk setuju. “Oke, call!” ujar mereka bersamaan.

 

Mereka terdiam dan memandang Hae Young, menunggu jawaban dari gadis itu. Hae Young yang sadar terus dipandangi akhirnya berdehem sambil mengangguk tanda setuju. Ia mengambil ponsel dan melihat apapun yang bisa dia lihat. Pikirannya terus tertuju pada pesan kemarin dan permintaan Jae Rim hari ini.

 

“Kalau pelayan tambahan aku bisa mengikutsertakan Haeri, kalian masih ingat dia kan?”

 

Jae Rim mengangguk, ia masih ingat nama gadis yang Misun maksud. Haeri, Lee Haeri adalah teman mereka semasa SMP. Gadis yang terkenal sangat tomboy dan satu spesies dengan Hae Young. Dia setuju, begitu pula dengan Hae Young yang sangat senang bisa bertemu teman lamanya. Na Ri ikut saja, walau tidak tahu bagaimana kinerja Lee Haeri itu nanti.

 

“Kalau begitu aku akan menambahkan temanku sebagai koki pembantu, namanya Do Kyungsoo dan dia sangat hebat dalam memasak pasta!” usul Na Ri dan yang lain langsung setuju karena kehabisan ide. “Dan untuk pengisi acara, bukankah Tae Kyura bisa melakukannya?” dia beralih kepada Hae Young.

 

“Yah, dia bisa menyanyi dan punya band.” Hae Young mengingat teman SMA-nya dulu, “Dan… YAK KALAU MENGAJAK DIA BERARTI PARK CHANYEOL IKUT BEGITU?!” histerisnya begitu ingat betul dengan band dari Kyura.

 

Na Ri menggosok telinganya karena teriakan Hae Young. “Tidak perlu teriak!, TOH KAU BILANG SUDAH TIDAK MENYUKAI CHANYEOL LAGI!”

 

Misun dan Jae Rim tidak mengerti dengan pembicaraan kedua gadis itu. Mereka hanya menonton dan berspekulasi siapa Park Chanyeol yang mereka sebut sejak tadi.

 

“Park Chanyeol itu siapa?, mantan kekasih Hae Young?” tebak Misun, “Sejak kapan kau punya -eh maksudku pernah pacaran?” imbuh Jae Rim.

 

Hae Young lantas menunduk lesu, “Tidak usah dibahas lagi.” Cara bicaranya yang serius membuat mereka paham dan tidak bertanya kembali. “Aku setuju saja dengan Kyura dan… band-nya.” Ucap Hae Young kemudian. Dia kembali memainkan ponsel, membuka beberapa aplikasi dan berhenti pada pesan kemarin.

 

‘…aku ingin melamar sebagai bartender. Aku butuh pekerjaan…’

 

“Aku ada bartender yang sesuai dengan kriteria Jae Rim.”

 

Ketiga gadis yang mendengar penuturan Hae Young langsung sumringah. “Yang benar?, siapa?” ujar mereka berbarengan.

 

“Eung… namanya Byun Baekhyun, kemarin dia mengirimiku pesan, dia mau melamar jadi bartender karena butuh pekerjaan. Wajahnya lumayan dan dia punya selera humor yang bagus. Kurasa dia akan cocok.”

 

“Siapa? Seseorang yang kau sukai?”

 

Hae Young melempar kain lap pada Jae Rim. “Dia itu musuh abadiku!, jangan bicara macam-macam!” serunya kesal.

 

Misun tersenyum jahil, “Ooh, selain Kim Jong In rupanya kau punya musuh lain.” Tapi yang bereaksi malah Jae Rim. “Bisa tidak jangan membahas Kim Jong In?” dengan penuh penekanan.

 

“Iya maaf.” Kata Misun menyesal, “Hae Young!, kalau begitu kau segera beritahu dia untuk datang hari ini, atau paling tidak besok untuk membawa surat lamaran dan menunjukkan dirinya!”

 

Hae Young mengangkat jempol dari luar bangunan, sepertinya sedang menelpon seseorang. Misun penasaran dengan orang yang Hae Young maksud, dia mengenal gadis itu bukan sehari dua hari, dan bagaimana dia mengajukan Byun Baekhyun… seperti ada yang aneh.

 

***

 

“Kyura!, kau serius?!. Akhirnya setelah pensiun setengah tahun kita bisa tampil lagi!”

 

Chanyeol berseru kegirangan, bahkan sampai berlari memutari halaman rumah Kyura.

 

“Hei Kyura!”

 

Kyura menoleh dengan panggilan dari salah satu personil band-nya.

 

“Apa tidak masalah?, kau masih menjadi guru olahraga kan?”

 

“Yak!, apa aku sudah terlalu tua untuk ini?!”

 

Chanyeol yang sudah kembali menggeleng heran. Kyura selalu menjadi sinis dan pemarah kalau sudah menyangkut soal usia.

 

“Bukan begitu, hanya saja, kau benar-benar tidak masalah kan?. Soalnya kalau kami sih santai saja, kami masih kuliah dan tidak ada beban sepertimu yang bekerja sambil kuliah.”

 

Chanyeol mengangguk, ia setuju dengan perkataan pemain gitarnya. “Tapi kalau tidak masalah yasudah!. Yang penting kita dapat bayaran, kembali bermain musik, dan kalau bisa minta makanan gratis!”

 

“Park Chanyeol!”

 

Panggilan Kyura membuat Chanyeol berhenti sejenak untuk berkhayal.

 

“Apa?”

 

“Pemilik café itu… ah tidak, yang meminta kita tampil untuk café itu adalah Jo Na Ri. Kau ingat dia?”

 

Chanyeol menggeleng, “Sama sekali tidak.” Katanya santai lalu duduk disebelah Kyura.

 

“kalau Ji Hae Young?”

 

Semua anggota band terdiam. Mereka kenal nama itu, pemain gitar tadi hendak tertawa tapi tidak jadi karena sikutan dari pemain bass yang duduk di sebelahnya. Mereka berdehem lalu pergi, pamit untuk membeli makanan, meninggalkan Kyura serta Chanyeol yang masih terdiam dengan Kyura yang menatap tajam pada Chanyeol.

 

“Ingat. Tapi itu bukan urusanku lagi.”

 

“Kenapa kau seolah membencinya? Apa dia mengganggumu?”

 

Chanyeol tidak menjawab, dia membuka minuman kaleng dan meneguknya hingga tak bersisa. Kyura mendengus, sikap Chanyeol sekarang sangat menyebalkan.

 

“Dia teman baikku, dan kau mungkin cinta pertamanya. Saat tampil nanti, usahakan jangan membuat masalah. Atau kau akan mati di tanganku.”

 

Chanyeol tertawa keras, sikap konyolnya kembali menanggalkan sikap dingin dan menyebalkan tadi.

 

“Hiii takut!” ejekanya pada Kyura.

 

***

 

“Baik!, semuanya berkumpul!”

 

Seruan Jae Rim membuat semua pegawai atau siapapun yang terlibat dalam pembukaan café itu berkumpul. Mereka berbaris berjajar tanpa disuruh, seragam juga sudah dipakai, tinggal menunggu catatan Na Ri untuk memberitahu tugas mereka hari ini.

 

“Sebelumnya kita absen!”

 

“Baik!”

 

Kemudian dari orang yang berbaris paling pojok kanan memperkenalkan dirinya.

 

“Park Misun!, leader pelayanan, hari ini sebagai waiters!”

 

Gadis disebelah Misun tersenyum lebar, “Lee Haeri!, hari ini sebagai pelayan!” katanya bangga.

 

“Ji Hae Young!, sebagai koki hebat! -dan kenapa aku berdiri disebelahnya?!” tidak ada yang menjawab pertanyaan Hae Young. Ia tak diacuhkan dan pria disebelahnya memperkenalkan diri.

 

“Byun Baekhyun!, untuk seterusnya bekerja sebagai bartender!” ia tersenyum manis membuat beberapa gadis disana menahan agar tidak histeris.

 

“Sok tampan!” seru Hae Young.

 

“Do Kyungsoo!, sebagai koki pembantu -boleh aku bilang asisten koki?”

 

Jae Rim mengangguk, mempersilahkan pria bermata bulat itu.

 

“Oh Sehun!, sebagai pelayan -kalau boleh tahu pelayan tugasnya apa?”

 

Mereka semua terdiam, tidak menyangka akan pertanyaan dari Oh Sehun itu.

 

“Nanti aku beritahu!” kata Jae Rim selaku orang yang bertanggung jawab pada Sehun, karena dia yang membawa pria itu untuk bekerja di café.

 

“Aku Jung Jae Rim!, hari ini akan menjadi penjaga counter kue!”

 

“Dan aku Jo Na Ri, sebagai… anggap saja penerima tamu!”

 

“Tugasnya tidak jelas!” celetuk Hae Young setengah terbahak.

 

“Berisik!”

 

Misun menepuk tangannya keras sekali. “Kalau begitu sambil menunggu band-nya datang, kita bersiap di posisi masing-masing!”

 

“BAIK!”

 

Hae Young menguap. “Kalau band-nya datang aku langsung tidur!” dia beranjak menuju dapur. Seseorang, ah tidak, dua orang pria mengikutinya dari belakang. “Sial sekali tempat bartender dan dapur saling berhubungan.” Katanya tanpa menoleh kebelakang.

 

“Namaku Byun Baekhyun, kau Do Kyungsoo kan?” pertanyaan Baekhyun mendapat anggukan sebagai jawaban dari pria disebelahnya. “Jangan dekat-dekat dengan gadis itu, dia mudah jatuh cinta.”

 

Sebuah tinjuan keras Baekhyun dapat dari Hae Young, gadis itu punya telinga yang peka jika ada yang membicarakan tentang dirinya. Ia tersenyum puas lalu menuju dapur sambil menarik Kyungsoo ikut dengannya. Baekhyun mengelus perutnya yang sakit, tapi dia sudah terbiasa dengan pukulan itu. Hae Young sudah sering melakukan serangan fisik padanya.

 

“Permisi… JO NA RI!”

 

Na Ri berbalik dan seseorang sudah memeluknya erat. Na Ri melepas pelukan itu kasar, tapi begitu melihat wajah orang itu, Na Ri tersenyum dan memeluk orang itu untuk menyalurkan rasa rindu setelah lama tidak bertemu.

 

“Cih, Tae Kyura sang guru olahraga eoh!. Akhirnya kau bisa bekerja sesuai cita-cita konyolmu!”

 

“Ck!, TERIMA KASIH. By the way kau terlihat lebih feminim!”

 

Mendengar suara ribut, Hae Young keluar dari dapur. Melihat keberadaan Kyura ia langsung menghampiri dan adegan saling peluk terjadi kembali.

 

“Sekarang sudah jadi Kyura saem eoh?”

 

“Iya, aku malah terkejut kau jadi koki disini.”

 

Hae Young tertawa, “Sebelumnya aku jadi pekerja instalasi listrik di pabrik tempat pamanku bekerja. Sekarang sudah berhenti.” Jelasnya.

 

“Kenapa?, bukankah kau hebat dalam urusan listrik?”

 

“Ya karena-”

 

Sebuah tepukan pelan di bahu Kyura membuat perbincangan tiga gadis itu terhenti.

 

“Alat-alat sudah datang, tanyakan pada manajer café dimana kita harus menaruhnya!”

 

“Oh, kau Chanyeol.” kyura berbalik pada temannya lagi, tapi Hae Young sudah tidak ada. Tinggal Na Ri yang menatap Kyura dengan tatapan ‘kau-tahu-sendiri’. “Ah ini, Jo Na Ri.” Ia memperkenalkan Na Ri pada Chanyeol. “Na Ri-ya, siapa manajer café ini?”

 

Na Ri memanggil Misun, dan gadis itu buru-buru datang setelah dibantu memakai celemek oleh Jae Rim.

 

“Ya?”

 

“Ini Kyura dan band mereka-”

 

Code band!” potong Chanyeol.

 

“Eung, Code band. Mereka tanya manajer kita.”

 

Misun mengangguk mengerti, “Begini, manajer kami sedang sibuk dan tidak bisa ikut campur urusan café. Jadi kalau kalian butuh bantuan atau hendak bertanya, kalian bisa mendatangi para leader café ini. Ada aku, Na Ri, Jae Rim…” ia menunjuk Jae Rim yang sibuk membantu Haeri memakai celemek. “…dan Hae Young, saat ini dia sedang sibuk di dapur.”

 

“Ah, begitu.” Kata Kyura mengerti, “Kalau begitu, siapa yang mengurus sound system dan peralatan band kami?”

 

“Na Ri-ya!, aku sibuk!, bye!”

 

Misun lantas kabur, membuat Na Ri terbelalak. “Dasar payah!” fokusnya tertuju pada Jae Rim. “Jung Jae Rim-ssi!, soal band-”

 

“Maaf!, aku sibuk dan tidak mengerti soal itu. Minta Hae Young saja!”

 

“JI HAE YOUNG SIBUK!” potong Hae Young dengan cepat dari arah dapur.

 

“Kyungsoo bisa membantu. Sebaiknya kau kesini sekarang!” Na Ri berteriak balik, walau tak sekeras teriakan Hae Young tadi. Akhirnya Hae Young keluar dengan langkah malas, dia juga memakai masker entah untuk tujuan apa.

 

“Yo!, Ji Hae Young disini. Apa yang bisa kubantu?”

 

Biarpun bertanya begitu Hae Young langsung menuju mobil diluar yang membawa peralatan band dan sound system serta mengatur penempatannya.

 

“Dia professional, jangan khawatir.” Ucap Na Ri, “Band kalian akan tampil diluar tapi untuk malam hari kalian tampil di dalam. Ini daftar lagu yang harus dimainkan.”

 

Kyura menerima catatan tersebut, membacanya dan langsung memberikan pada Chanyeol.

 

“Kenapa semua lagunya tentang cinta sepihak?”

 

Na Ri terkejut, dia merebut kertas itu dan membacanya lagi.

 

“Ji Hae Young!, kau merubah daftar lagu huh?!”

 

“Masalah untukmu?, lagu itu yang terbaik! Sudah pakai itu saja! Tidak banyak waktu!”

 

Na Ri mengepalkan tangan kesal, dan terpaksa mengembalikan daftar itu pada Chanyeol dan Kyura. “Kalian bisa membawakannya kan?” kedua orang itu mengangguk.

 

***

 

Pembukaan café baru mulai didatangi beberapa pengunjung, karena masih promo makanan dan minuman mendapat potongan setengah harga, selain itu para pengunjung yang memesan juga mendapat kue gratis. Beberapa pengunjung wanita juga tertarik dengan penampilan Code band, dimana sang pemain drum, Park Chanyeol, memiliki fans yang terbilang lumayan banyak. Mereka juga tertarik untuk memenuhi meja bartender hanya untuk melihat Baekhyun, tapi ada beberapa yang memesan hanya demi mendapat wink dari pria itu.

 

Yang lain juga bekerja dengan baik, terutama bagian pelayan yang kewalahan untuk menangani pelanggan wanita. Apalagi yang sudah fanatik pada Chanyeol dan Baekhyun. Belum lagi yang terpikat dengan pesona Oh Sehun, pria polos yang tampan. Na Ri merasa lega karena Kyungsoo ditempatkan di dapur, jika dia lebih sering terlihat oleh pengunjung wanita mungkin mereka akan lebih menggila lagi.

 

“Kurasa café ini lama-lama bisa jadi flower boy café kan?” tanya Misun pada Jae Rim disela waktu istirahat mereka. Setidaknya belum ada yang memanggil pelayan lagi dan tidak ada yang meminta jatah kue gratis. Jae Rim setuju, dia melepas celemek dan keluar dari counter.

 

“Misun-ah!, aku titip sebentar ya?. Aku mau minta minuman, kau juga mau?”

 

“Iya!, mocca float satu!”

 

Jae Rim mengangkat jempol dan segera ke meja bartender yang masih cukup ramai pengunjung. Beruntung Baekhyun melihatnya dan mendahulukan pesanan Jae Rim. Tidak ada yang protes, tentu saja, berkat wajah Byun Baekhyun tidak ada pengunjung yang protes. Mereka hanya fokus dengan setiap apa yang dilakukannya.

 

“Pesanan di meja tiga!, dua porsi sup ikan tuna dan dua ice lemon tea!”

 

Haeri berseru, ia meletakkan kertas berisi pesanan tersebut di meja Baekhyun. Kyungsoo keluar dari dapur dan mengambil kertas tersebut. Untuk sesaat pengunjung histeris melihatnya, lalu kembali fokus pada Baekhyun saat Kyungsoo kembali masuk.

 

Hae Young mengambil sup ikan tuna dengan cepat. Bagian Kyungsoo adalah memberi tambahan daun seledri dan menata sendok serta mangkuk nasi di nampan lalu membawanya keluar untuk segera disajikan oleh pelayan. Mendengar suara bel dibunyikan, Haeri segera datang dan mengambil makanan tersebut.

 

Malam harinya adalah puncak acara pembukaan café tersebut. Pengunjung masih ramai walau tidak seramai siang tadi. Keadaan café lebih tenang dari sebelumnya, jadi para pegawai bisa bersantai sedikit. Apalagi lagu jazz dari Code band menenangkan perasaan setiap orang di café. Siapa sangka pemain gitar dari band tersebut sangat ahli dalam genre musik itu.

 

“Aaah rasanya sedikit lega bisa beristirahat kan Kyungsoo-ssi?”

 

Hae Young duduk diatas pantry, dia mengambil minuman kaleng yang diberikan oleh Haeri tadi kemudian memberikan salah satunya pada Kyungsoo.

 

“Ternyata acara promo ini berhasil. Melegakan…”

 

Mereka terdiam beberapa saat, sampai suara Kyungsoo terdengar dan bertanya pada Hae Young.

 

“Kalau boleh tahu, kenapa kau terlihat sangat membenci Baekhyun-ssi?. Eung, sungguh aku hanya penasaran karena kau selalu memukulnya.”

 

“Oh itu.” Hae Young turun dan melepas celemek, “Karena aku memang benci padanya. Tidak ada alasan tertentu, hanya benci.”

 

“WAKTU TUTUP!”

 

Hae Young langsung keluar dari dapur untuk menuju ruang tengah. Tak sengaja ia berpapasan dengan Baekhyun, Hae Young langsung memberikan tatapan tajam yang dia punya lalu melenggang pergi begitu saja. Seluruh pegawai juga berkumpul di ruang tengah, membentuk lingkaran.

 

“Sebentar lagi aku akan memperkenalkan manajer café kepada kalian semua!” seru Misun dengan nada sangat bahagia. Suara bel pintu terbuka terdengar, mereka menoleh dan mendapati seorang pria berkulit putih dan berwajah malaikat memasuki café lantas bergabung dengan mereka.

 

Introduce the Our’s Café manajer… Kim Joonmyeon a.k.a Suho!!!”

 

Gadis itu bertepuk tangan sendiri, dan akhirnya membuat yang lain terpaksa tepuk tangan untuk menghargainya walau itu sebenarnya tidak perlu.

 

“Hai semua, salam kenal.” Suho tersenyum angelic membuat siapa saja yang melihat senyum itu turut bahagia melihatnya.

 

Oppa!, aku punya kue enak untukmu!. Ayo kita coba!” Misun menarik Suho menuju counter kue dan akhirnya berduaan disana tanpa ada yang ingin mengganggu.

 

“Mereka mesra sekali, jangan-jangan…”

 

Hae Young merangkul pundak Haeri, ekspresinya pura-pura serius tapi terlihat konyol seperti biasa.

 

“Betul sekali, mereka adalah pasangan kekasih… wahai Lee Haeri!”

 

“Berlebihan!” Haeri memukul kepala Hae Young dan gadis itu langsung cemberut. “Kau mau jalan-jalan? Ceritakan padaku bagaimana Busan!” Haeri setuju, mereka berdua pamit pulang setelah membereskan sound system band. Alat-alat tetap tinggal karena masih digunakan untuk besok.

 

“Aku juga pulang dulu!” ujar Jae Rim sambil menenteng sekotak kue. “Misun! Aku bawa pulang ini ya?” dan Misun mengangkat jempolnya keatas masih dengan memperhatikan Suho makan.

 

Na Ri juga pamit, ia keluar dan menyusul Jae Rim, kebetulan arah pulang mereka sama.

 

“Kyungsoo-ssi! Sehun-ssi! Ayo pulang bersama, ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengan kalian!” ajak Baekhyun pada dua pria itu. Mereka keluar dengan Kyungsoo dan Sehun yang memandang Baekhyun bingung. Meninggalkan Misun berduaan dengan Suho.

 

Sementara anggota Code band sedari tadi berada diluar menunggu mobil jemputan datang.

 

“Maaf!, aku ada kencan hari ini jadi kalian saja yang naik mobil.” Tanpa menunggu tanggapan yang lain Kyura berlari menuju motor yang baru datang. Ia memakai helm lantas pergi bersama kekasihnya.

 

Chanyeol mendengus, “Dasar pasangan kekasih!” gumamnya. Ia menunggu dengan memainkan ponsel sementara kedua anggotanya sibuk bercanda satu sama lain.

 

“Sebentar Haeri-ya!, aku melupakan sesuatu di café!”

 

Chanyeol mendongak mendengar suara itu, perhatiannya beralih pada seorang gadis yang berlari kearahnya. Oh bukan, tapi menuju café dan masuk begitu saja tanpa menoleh pada Chanyeol. Tak lama dia keluar dengan wajah memerah. Chanyeol penasaran, tapi tidak langsung ditunjukkan. Dia hanya memperhatikan dalam diam lalu melihat kedalam café. Ternyata Misun sedang berciuman dengan Suho, mungkin gadis itu tak sengaja melihat dan akhirnya keluar dengan memalukan.

 

“Ah sial!” keluh gadis itu sambil mengacak rambut. Chanyeol akhirnya kembali bermain ponsel.

 

“Park Chanyeol-ssi.”

 

Chanyeol heran karena suara bising dari dua anggotanya langsung berhenti saat panggilan gadis itu terdengar. Ia mendongak, lagi. Kemudian memasukkan ponsel ke saku celana dan bertanya apa mau gadis itu.

 

“Terima kasih.”

 

Alis Chanyeol naik sebelah, tidak mengerti untuk apa dia berterima kasih pada Chanyeol. Sementara kedua anggota band-nya menahan untuk tidak teriak sebisa mungkin.

 

“Untuk?”

 

Gadis itu menghela nafas, suaranya sedikit bergetar entah kenapa. “Atas segalanya, termasuk rasa sakit darimu. Terima kasih.” Lalu lari secepat mungkin, menghampiri Haeri yang kebingungan.

 

“HAHAHAHA… ATAS SEMUA RASA SAKIT DARIMU!” pemain gitar itu terbahak. Pemain bass menimpali, “Puisi yang indah. Pffft… hahahaha, dia masih suka padamu!”

 

Chanyeol putuskan tidak peduli dan kembali memainkan ponsel sampai akhirnya mobil jemputan mereka datang. Di dalam mobil, kedua anggota band masih mentertawakan kejadian tadi, mengacuhkan Chanyeol yang protes karena mereka terlalu berisik. Sementara pria itu tidak peduli, mencoba untuk lebih acuh lagi.

 

“Aku tidak mau berurusan dengan Ji Hae Young, lagi.”

 

 

~TBC~

 

Halooooo~

Entah mau ngomong apa karena masih awal, tapi yang sudah baca FF author yang lain yaitu The One Person Is You maaf karena itu FF harus hiatus, juga pembaca Our Handsome Cat maaf menunggu lama, tapi minggu depan bakal saya lanjut FF-nya dan kembali kirim ke wordpress ini. (kalau mau baca prolognya cek keà berlindaxoxoexo.wordpress.com) bukan sengaja mau promosi sih, tapi kalau dikirim disini ntar author gabisa kirim yang pengumuman buat FF TOPIY-nya T.T

Okedeh RCL Juseyooo~~~

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Cafe Late (Chapter 1)

  1. awal baca rada bingung karna castnya twrlalu banyak…
    tapi smakin di baca smakin penasaran jugaaa
    penasaran soal chan sama ha young
    tapi lbh penasaran lgi dgn baek dan hayong
    apalagi sehun unyu bgt… suka jga dgn karakter nya hayoung…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s