[EXOFFI FREELANCE] Namjachingu? (Oneshot)

n2wpid-1435050963521

by bebebaek_

| Namjachingu? |

https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2016/09/08/exoffi-freelance-baekhyun-namjachingu-oneshot/#more-52338

Main cast : Byun Baek Hyun (EXO), Kim Na Na (oc).

Addicional Cast : Shim Yun Mi (oc), Kim Jong Dae (EXO).

Genre : romance, school life

Length : Oneshoot | Rating : General.

Hasil khayalan sendiri, dont plagiat.

Cerita ini sudah pernah di publish di akun wordpress pribadi bebeb (BABY BEE) https://beebbaek.wordpress.com dengan judul yang sama

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Yunmi duduk di kursinya yang berderet disamping jendela kelas. Hari ini dia tiba di sekolah lebih awal. Ya, karena kim jongdae kekasihnya akan melakukan pertandingan basket melawan Hanshin High School jadilah dia dijemput lebih pagi.

Yunmi menunduk menatap buku di atas mejanya dengan menopang dagunya menggunakan sebelah tangan.

Bosan. Ya, yunmi bosan. Ia juga kesal karena tidak bisa melihat langsung pertandingan kim jongdae, bukan apa-apa sebenarnya yunmi bisa saja keluar dari kelas hanya saja mengingat jam pertama adalah mata pelajaran Lee saem yang minggu lalu dia telah membuat kesalahan dan di hukum. Yunmi tidak mau mencari masalah dengan guru itu untuk kedua kalinya.

Setelah lama diliputi kesunyian. Beberapa siswa lain akhirnya berdatangan. Dan saat yunmi melihat kedua sahabatnya tiba di depan pintu kelas senyumnya pun mengembang.

Heyy sapa yunmi dengan melambaikan sebelah tangannya.

Nana tersenyum dan membalas lambaian tangan yunmi, kemudian kembali berjalan masuk ke dalam kelas. Sementara baekhyun namja itu hanya tersenyum dan berjalan dengan kedua tangan terselip di kedua saku celananya.

Yunmi bingung. Ada apa dengan kedua sahabatnya. Mengapa terlihat kaku sekali.

Yak, kau tidak membalas lambaian tanganku ? Protes yunmi seketika setelah baekhyun duduk dikursinya tepat dibelakang kursi nana.

Kenapa harus ? Tanya baekhyun acuh.

Isshhh kau semakin menyebalkan desis yunmi.

Yunmi-ya tidak biasanya kau datang pagi ? Tanya nana.

Eoh, itu. Aku dijemput jongdae lebih pagi karena dia ada pertandingan jawab yunmi.

Hmmmm nana bergumam.

Ngomong-ngomong kalian terlihat beda hari ini ?

Huh ?, B-berbeda bagaimana ? nana balik bertanya dengan gugup yang tidak bisa disembunyikannya.

Yunmi mengelus dagunya dengan sebelah tangan, memandang nana dan baekhyun secara bergantian.

Hhmmm, anak ini tidak biasanya diam dan eoh.. mengapa kau gugup ? Tanya yunmi lagi. Lalu bangkit dari tempat duduknya dan berdiri diantara meja baekhyun dan kursi nana.

Nana yang merasa seperti di introgasi oleh yunmi hanya diam dan menunduk menatap mejanya. Sedangkan baekhyun, namja itu membalas tatapan yunmi.

Yak, aku banyak bicara kau protes dan aku diam malah kau bilang aneh, ckck decak Baekhyun.

Tidak, tidak. Ini tidak biasanya.. suasananya juga berbeda. Hmmmm seperti ada sesu yunmi menggantung kalimatnya dan sejenak berpikir. Ahhhh apa kalian berkencan ? Lanjut yunmi sukses membuat nana terkejut. Namun baekhyun sama sekali tidak, ia bahkan memasang wajah biasa saja.

Benar, kalian seperti sedang berkencan lagi yunmi bekata. yak, jawab aku mengapa kalian hanya diam ? Lanjut yunmi.

Baekhyun sama sekali tidak bergeming, dia hanya memandang sisi wajah nana yang menunduk. Bukan tidak ingin menjawab, hanya saja baekhyun ingin tahu bagaimana jawaban nana, apakah nana menganggapnya sebagai seorang namjachingunya dan mengakuinya atau tidak.

Merasa Baekhyun juga tidak menjawab, nana yang gusar mendengar rentetan pertanyaan dari yunmi merasa jengah dan akhirnya bersuara.

Benar yunmi-ya, kami berkencan kata nana sembari menunduk dengan suara rendah namun dapat didengar dengan jelas ditelinga yunmi dan Baekhyun.

Mendengar perkataan nana, baekhyun akhirnya menyunggingkan senyumnya. Ya, baekhyun merasa lega. Nana benar-benar menganggapnya.

Berbeda dengan baekhyun, yunmi terkejut hingga menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.

Benarkah ? Kata yunmi akhirnya wahhhh, akhirnya kenapa baru sekarang ? Tanya yunmi.

Maksudmu ? Nana balik bertanya.

Ahh tidak, yak! aku benar-benar bahagia mendengar kabar ini kata yunmi. Uuuu Baekhyun-ah, akhirnya kau berani juga lanjut yunmi menggoda.

Yak berhenti suruh Baekhyun.

Eyyyy kau marah ? Akhirnya sahabatku yang pemarah kembali yunmi menepuk pundak baekhyun. kau benar-benar tidak cocok menjadi pendiam lanjutnya kemudian duduk ke kursinya disamping nana.

Beberapa saar hening diantara ketiganya hingga yunmi kembali bersuara.

Yunmi menoleh, memandang baekhyun dan nana bergantian Yak, kalian baru berkencan ? Kapan kalian mulai berkencan ? Tanya yunmi tidak bisa menahan rasa penasarannya.

Eoh, it-itu kata nana kembali tergagap.

Jangan bilang kemarin malam ? Yunmi tesenyum kemudian menatap baekhyun dan dibalas namja itu dengan senyuman pula lalu mengangguk.

Mendapati anggukan dari baekhyun, yunmi tidak tahan untuk tidak tertawa. Eyyy jadi aku harus berkencan dulu agar kalian sadar kalau kalian saling menyukai yunmi kembali menggoda. Yak yunmi menunjuk kearah Baekhyun. Bukan kah semalam kau protes aku pulang dengan jongdae lanjut yunmi yang dibalas baekhyun dengan dengusan.

Yunmi tidak menanggapi ekspresi tidak suka baekhyun, ia tetap tenggelam dalam euforia kegembiraan berkencannya dua sahabatnya itu.

Ehem, karena kalian baru berkencan kita harus merayakannya kata yunmi dengan mata berbinar.

Merayakan apanya ? Tanya baekhyun.

Ya merayakan berkencannya kalian, kalian harus mentraktirku. Kita akan makan-makan

Yunmi-ya mengapa kami harus mentraktimu ? Tanya nana.

Tentu saja, karena aku yang berkencan duluan kalian akhirnya berkencan bangga yunmi. Ahhhh, pokoknya kalian harus mentraktirku. Sepulang sekolah nanti kita merayakannya setuju ? Lanjut yunmi.

Tidak ada yang menjawab yunmi, baekhyun dan nana hanya diam memperhatikan tinggah sahabatnya itu.

Baiklah, baiklah. Karena tidak ada yang protes itu tandanya setuju yunmi kembali bersuara.

Yak, memangnya aku mau mentraktirmu ? Suara baekhyun.

Tentu saja, karena kau baru memliki yeojachingu. Dan kalau kau tidak mau maka nana yang akan membayar jawab yunmi acuh yang sukses membuat baekhyun kehabisan kata-kata.

Tunggu, aku akan mengirim pesan kepada jongdae kalau sepulang sekolah kita akan makan-makan

Kau mengajaknya ? Tanya nana

Hmmm tentu, karena kalian pasangan bukankah akan aneh kalau kita datang bertiga

Heyy yunmi-ya itu hanya akal-akalanmu saja agar jongdae bisa ikut kali ini baekhyun kembali bersuara.

Tidak, kau bayangkan saja jika aku tidak dengan jongdae. Aku tidak mau jadi pengganggu yunmi bergidik diakhir ucapannya.

Mentraktirmu saja kami belum tentu menyetujuinya. Dan sekarang kau mengajak jongdae ? Yang benar saja Baekhyun tersenyum meremehkan.

Kalian harus mau. Karena pesannya sudah ku kirim kepada jongdae kata yunmi tersenyum sembari memamerkan layar ponselnya.

Mendengar itu, baekhyun kembali kehabisan kata-kata dan nana ? Dia hanya tersenyum meliat keduanya.

 

 

Setelah bel pulang berdering nyaring, yunmi dengan sigap membereskan buku-bukunya dan berdiri.

Nana-ya, baekhyun-ah, aku ke kelas jongdae dulu ya ? Kalian tunggulah diluar sekolah eoh. Aku tidak akan lama kata yunmi dan setelahnya berlalu.

Baekhyun-ah, yunmi sepertinya bahagia sekali

Eoh, benar. Gadis itu memang benar-benar kata baekhyun dengan senyum tipisnya.

Setelah selesai membereskan buku-bukunya baekhyunpun berdiri dan mendekat ke arah nana. Kau sudah selesai ?

Eoh, sebentar lagi. Aku lupa dimana meletakkan penghapusku

Apa kau tidak menjatuhkannya ?

Entahlah jawab nana dan fokus mencari penghapusnya dengan memeriksa tas ranselnya.

Baekhyun yang melihatpun ikut membantu dengan melihat sekeliling di sekitar meja dan kursi nana. Tidak beberapa lama baekhyun menemukan  benda hitam kecil itu disamping kaki kursi nana.

Eoh ini dia kata baekhyun berjongkok dan mengambil penghapus itu.

Mendengar baekhyun menemukan penghapusnya, nana memalingkan wajahnya kearah baekhyun tepat saat namja itu mendongak. Wajah mereka begitu dekat, hingga membuat nana terkejut dan membatu ditempat. Dan baekhyun, namja itu memandang wajah gadisnya tepat dimanik matanya. Baekhyun tersenyum dan mengangkat tangannya tepat di depan wajah nana.

Ini dia kata baekhyun dengan senyum mengembang di bibir tipisnya.

Nana yang masih diam ditempat mengerjap pelan dan berkata Eoh, kau menemukannya Nana lantas mengambil penghapus itu dan memasukkannya ke dalam kotak alat tulisnya.

Melihat nana yang gugup dengan pipi mmeerah seperti itu membuat baekhyun kembali menyunggingkan senyumnya.

Baiklah ayo kita keluar ajak nana.

Kajja! Seru baekhyun dan melengkungkan lengan tangannya bermaksud agar nana mengamit dan berjalan bersama.

Yak, kau apa-apaan baekhyun-ah kata nana menepuk pundak baekhyun dan berlalu mendahulu namja itu.

 

 

Setelah sebelumnya baekhyun dan nana yang keluar kelas terlambat kembali harus menunggu yunmi dan jongdae di depan gedung sekolah membuat baekhyun memasang ekspresi kekesalannya. Bukan apa-apa, yunmi yang keluar kelas terlebih dahulu nyatanya tetap terlambat karena jongdae yang harus mengganti pakaiannya dulu sukses membuat baekhyun semakin tidak suka dengan namja bebek sahabatnya itu.

Tidak lama mereka berjalan, akhirnya mereka tiba dikawasan geondae. Ya pusatnya kedai-kedai yang menjual banyak makanan. Akhirnya mereka masuk ke kedai resto ayam khas korea atas desakan yunmi.

Mereka memesan beberapa jenis ayam goreng dan juga beberapa kaleng cola. Ya, mereka hanya minum cola walaupun kata orang-orang ayam sangat cocok dengan bir, tapi karena mereka masih dibawah umur maka mereka hanya memesan cola sebagai ganti bir.

Jongdae-ah bagaimana pertandinganmu ? Tanya yunmi

Eoh, kami menang ya walaupun dengan skor yang tipis jawab jongdae. Tapi chagi, mereka sangat curang. Aku beberapa kali di dorong dan lihat, pelipisku sampai sobek terkena bola lanjut jongdae dengan menunjuk pelipisnya.

Mendengar jongdae berkata demikian membuat baekhyun seakan ingin muntah dan bergumam Yak, kau namja apa yeoja ?

Nana yang mendengar gumaman Baekhyun segera menepuk lengan namja yang duduk disampingnya itu.

Namun seolah tidak mendengar perkataan baekhyun, yunmi berkata Uuhhhh, kasian sekali uri jongdae dan mengelus wajah namja itu.

Jongdae tersenyum dengan perlakuan yunmi dan baekhyun ? Namja itu memandang keduanya dengan tatapan ya ampun

Yunmi sibuk mencari sesuatu di dalam tasnya, setelah beberapa saat dia mengeluarkan kotak kecil dan membukanya. Ya, bisa dibilang itu kotak P3K darurat.

Yunmi, membuka kotak itu dan mengoleskan sesuatu pada cutton buts dan mengoleskannya pelan kepelipis jongdae. Yunmi meniup-niup pelipis jongdae yang robek tersebut setelahnya.

Yak, yak.. apa yang kalian lakukan di depan kami ? Protes baekhyun.

Aku hanya mengobatinya jawab yunmi cepat.

Kalian benar-benar. belum selesai baekhyun berkata yunmi memotong terlebih dahulu.

Jika kalian iri, kalian juga bisa melakukannya

Lagi perkataan yunmi membuat baekhyun kehabisan kata-kata. Mengapa hari ini dia selalu kalah dengan yunmi. Dan itu membuatnya kesal sementara yunmi, yeoja itu tersenyum mengejek.

Setelah selesai makan-makan mereka akhirnya akan pulang. Baekhyun dan nana berpisah dengan jongdae dan yunmi karena ya, arah rumah mereka memang berbeda.

Baekhyun mengantarkan nana pulang, keduanya berjalan beriringan. Lama kesunyian menyelimuti keduanya. Sesekali baekhyun melirik nana disampingnya dan memandang tangan nana di sisi tubuhnya. Ragu, baekhyun sebenarnya ingin sekali menggandeng tangan nana namun beberapa kali ia urungkan.

Setelah beberapa kali mengurungkan niatnya, baekhyun akhirnya berani menggandeng tangan nana, perlahan baekhyun menggenggam jari jemari nana dan menyelipkan jarinya diantara jari nana.

Menyadari hal itu nana menundukkan kepalanya dan tersenyum. Tidak berbeda dengan baekhyun yang malu-malu dan memandang kearah lain sambil tersenyum lebar dan menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.

Tiba di depan rumah nana, baekhyun melepaskan gandengan tangannya pada gadisnya tersebut kemudian mempersilahkannya untuk segera masuk ke dalam rumah.

Nana tersenyum dan mengangguk kemudian membalikkan tubuhnya dan berjalan membuka pagar rumah dan menutupnya kembali.

Tepat setelah nana menutup pagar rumahnya, baekhyun memanggilnya.

Nana-ya.. panggil baekhyun

Nana mendongak dan menatap baekhyun di depan sana.

Aku bahagia memulainya denganmu ungkap baekhyun. Kemudian melambaikan tangannya, berpaling dan melangkah pergi.

Na na memandang punggung baekhyun yang semakin menjauh dan berujar di dalam hati dengan senyum yang tersungging diwajahnya Aku juga bahagia memulainya denganmu.

Fin

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s