[EXOFFI FACEBOOK] Butterflies – Oneshoot

Tittle : Butterflies
Genre : Romance
Main cast : Oh Sehun (EXO)
Park ChonSa (OC)
Certa ini hanya fiktif belaka, jika ada beberapa beberapa yang tidak sesuai dengan faktanya mohon dimaklumi, karena ini sebuah cerita imajinasi saya. Terimakasih

-Happy Reading- ^^

-START-
Harus kuakui, aku sudah muak untuk hidup. Hidupku adalah musuhku, dan mana duniaku yang indah?? Oh tuhan.. kapankah hidupku akan segera berakhir?? ku harap hal itu akan terjadi secepatnya. Dan bereinkarnasi kembali menjadi seseorang yang bahagia…
Catatan kecil, Chonsa

*****
****

Pagi ini cuaca sangat cerah, tetapi tak secerah hatiku yang selalu mendung setiap saat, entah itu hari sedang cerah maupun berawan. Hari ini aku harus sekolah. Sebenarnya aku tidak tertarik untuk sekolah. Tapi bagaimana lagi, itulah yang harus kukerjakan sebagai seorang gadis berumur 18tahun. Sekolah, menggapai cita-cita dan menjadi seorang yang bisa dibanggakan, itulah kata orang tuaku ketika aku kecil dulu. Ciiihh.. untuk apa? Aku tak peduli akan hal itu.
Tak terasa lamunanku telah menemani perjalananku hingga akhirnya aku telah sampai didepan gerbang sekolah. Hhhssss… aku mendesah pelan, ‘selamat datang di penjara Park Chonsa’ pikirku dalam hati.
-000-
“Hei, kalian dengar tidak EXO akan mengadakan party date lima minggu lagi..”
“Apa, benarkah..??”
“Itu benar, mereka akan memilih pasangan mereka dari gadis di sekolah ini..”
“Ooouuhh. Kuharap aku akan menjadi salah satu dari pasangan mereka..”
“Aku juga berharap seperti itu..”
“Dan kalian juga harus tau, bahwa sepupu Kai EXO akan pindah ke sekolah kita..”
“Haaa.. apa benar seperti itu?”
“Emm.. dan katanya akan ditempatkan dikelas kita.”
“Oooh.. sepertinya do’a ku terkabul, meskipun bukan EXO yang ditempatkan dikelas kita, tak apalah saudaranya juga bisa..”
Huuh.. dasar menyebalkan, itulah yang ku dengar selama dikelas. Gadis gadis genit yang selalu mengoceh dan menggosip tentang EXO. Hhhh.. EXO, mereka adalah kumpulan dari 11 laki laki yaaa.. harus kuakui mereka memang sangat tampan, populer dan berbakat disekolah. Tak heran banyak gadis yang menjadi penggemar mereka, namun tidak dengan ku, mereka adalah musuh terbesarku disekolah. Hal itu berawal 2 tahun lalu ketika aku duduk dibangku kelas 10 sama seperti mereka.

Flashback ON
Waktu istirahat telah tiba, seperti biasa aku pun pergi ke kantin, memesan menu yang sama, bubble tea dan roti isi. Aku pun berjalan menuju meja nomor 9 tempat dimana aku selalu memakan semua pesananku disana. Uuuuh.. perutku sudah terlalu lapar, aku pun mempercepat langkahku sambil menatap makananku seraya tersenyum.
BRRUUkk.. Ah sial, aku menabrak seseorang. Bubbleteaku tanpa sengaja mengotori jasnya, roti isiku terjatuh. Perlahan aku menatap orang yang tanpa sengaja telah ku tabrak. Ya tuhan… aku menabrak orang yang salah, dia adalah Kai, ketua dari EXO. Kulihat ia mulai marah.
“Hei!! apa kau terlalu lapar hingga tak memperhatikan jalan, Hah??!!” mengapa dia bisa membaca pikiranku??
“Lihat! Jas mahalku kotor karena ulahmu..!!” huh.. sombong sekali dia.
“Bukankah kau orang kaya? Kenapa kau tidak beli yang baru saja??” telakku.
“Beraninya kau melawanku..” Ia pun menarik kerahku, hal itu membuatku berjinjit menyetarakan kerah kemejaku.
“Rasakan ini gadis aneh..” sepertinya ia hendak memukulku. Tapi…
PPLLaaakK.. aku menamparnya lebih dulu, ia pun merintih kesakitan dan melapaskan kerahku yang ditariknya.
“Rasakan tamparan panasku Kai EXO” ya aku sedikit menyindirnya dengan kata kata EXO, ku lihat sekelilingku, kami menjadi pusat perhatian saat ini dan terlihat juga anak anak EXO menghampiri kami. Tanpa basa basi aku pun berlari meninggalkan kantin dengan perut yang masih sangat lapar. Dan sejak saat itu mereka mulai memusuhiku, dan akan terus menggaguku
Flashback OFF

“Park Chonsa!!!” seseorang telah membuyarkan lamunanku.
“Oh kau, Hyemi. Ada apa?” tanyaku, puuuh dasar gadis menyebalkan.
“Apa kau melamunkan EXO?? dan berharap salah satu diantara mereka akan mengajakmu menjadi pasangannya diparty date lima minggu lagi?? itu tidak akan mungkin. Bukankah kau musuh terbesar mereka?!!” iiissss.. untuk apa dia bertanya seperti itu. Aku hanya bisa mendengus kesal.
“Mengapa kau bisa tahu isi otakku Han Hyemi?” balasku dengan malas dan tak bersemangat. Tiba tiba dengan kecepatan sepersekian detik aku bisa melihat tatapannya yang kesal.
“Ku yakin, harapanmu tidak akan terwujud Chonsa, Hiih..” katanya seraya meninggalkanku dengan wajah sinisnya yang tidak ku suka. Dasar gadis bodoh, siapa yang berharap seperti itu? AKU? Tidak akan pernah, bahkan sampai tidak ada laki laki lain didunia ini. Aku tidak akan pernah berharap mereka menjadi pasanganku atau bahkan kekasihku.
Beberapa menit kemudian bel berbunyi, tanda pelajaran pertama akan segera dimulai. Terlihat guru Young mulai memasuki kelas dan siapa dia? Seorang laki laki… mmmm apakah orang itu yang digosipkan oleh Hyemi dan teman temannya?? Kelas menjadi ramai karena kedatangannya, gadis gadis genit itu beraksi lagi. Haaaah… dasar
“Harap semua diam!!” guru Young mulai angkat bicara, huuuh.. syukurlah. Guru Young mempersilahkan laki laki itu untuk memperkenalkan diri.
“Selamat pagi, perkenalkan Namaku Oh Sehun. Senang bertemu kalian.” tak lupa laki laki bernama Sehun itu pun tersenyum, sontak gadis gadis genit itu pun ber-oh ria.
“Silahkan Sehun, kau boleh memilih tempat duduk.” bangku kosong dikelas ada 2, di sampingku dan di sebelah Neil, murid laki laki yang berkaca mata tebal. Ku yakin ia pasti akan duduk bersamanya, dan itu akan membuatku senang. Aaaarrgghh.. namun tebakanku salah, mengapa bisa bisanya ia memilih tempat duduk disebelahku?? Dasar orang aneh.
“Hai..” sapanya ramah, aku hanya memalingkan wajah keluar jendela disebelahku, untuk apa berurusan dengannya, bukankah dia sepupu Kai? Musuh terbesarku.
-000-
Jam istirahat tiba, aku memilih untuk tidur dikelas. Sebenarnya aku memang lapar, tapi jika aku ke kantin pasti akan bertemu dengan kumpulan 11 orang itu dan berurusan dengan mereka. Kelas sangat sepi hanya ada aku yang tak bergeming dan mencoba untuk tidur. Tiba tiba Hyemin dan teman temannya entah mengapa kembali ke kelas, dan sialnya mereka mulai menggosip dan mengoceh lagi.
“Kau melihatnya tadi?? secara resmi EXO menambah anggotanya menjadi 12 orang.”
“Ya ya aku tahu itu, bukankah orang itu Sehun?” apa? Sehun? Orang yang duduk disebelahku? Seketika aku terkejut dengan ocehan mereka.
“Dan hebatnya lagi, Sehun lah ketuanya untuk saat ini.”
“Wah hebat sekali dia, baru menggabung dengan grup sudah menjadi ketua.”
“Hey, bukan seperti itu ceritanya. Sebenarnya EXO ini sudah lama dibentuk dan Sehun lah ketuanya, tetapi Sehun memisahkan diri karena dia harus sekolah di Canada, dan berhubung Kai adalah sepupunya, maka Sehun memberi gelar ketuanya untuk Kai sementara waktu hingga dia akhirnya kembali lagi ke Korea…”
“Oouuuh begitu? Pantas saja, sejak pertama datang Sehun sudah keren.”
Ku cerna kata per kata yang dilontarkan oleh gadis gadis tersebut. Sepertinya masalah libih berat akan menimpa diriku. Aku beranjak dari tidurku dan mulai menulis sesuatu di buku diaryku. Singkat saja, aku hanya menulis ‘Tamatlah riwayatmu Park Chonsa (05-08-2013)’. Aku membalik balik halaman buku diaryku, dan berharap catatan kecilku masih ada. Dan syukurlah ternyata masih ada, aku membacanya sekilas dan menghela nafas panjang. Hidupku memang menyebalkan. Ku tinggalkan buku diaryku diatas meja dan aku pun bergegas keluar.
-000-
Sudah kuduga, Aaaarrrhh… anak anak EXO itu membuat ulah lagi, mereka meyembunyikan sepedaku. Berkali kali mereka melakukan ini kepadaku, terakhir aku menemukan sepedaku tergantung disebuah pohon yang berada ditaman belakang sekolah sekolah. Lalu dimana sekarang? Ooouuuhh… apakah aku harus pulang pukul 9 malam lagi hanya untuk mencari sepedaku? Aku pun beranjak untuk mencarinya.
-000-
Ku lirik arlojiku, waktu telah menunjukkan pukul 5 sore. Aku telah berkeliling disekitar sekolah, namun hasilnya nihil. Aku tidak menemukan dimana sepedaku. Kuputuskan untuk mencarinya didalam gedung sekolah, namun apa mungkin mereka menyembunyikan didalam sekolah? Aku berjalan gontai dikoridor sekolah dan terus memaki maki diriku sendiri.
“Hei gadis dungu!! kau mencari sepedamu bukan?” aku pun menoleh ke arah suara yang sepertinya memanggilku. Bukankah dia Baekhyun, salah satu anggota EXO yang katanya bisa memikat hati banyak gadis hanya dengan melalui ia bernyanyi. Ya tuhan… apalagi sekarang.
“Kau memanggilku??”
“Siapa lagi kalau bukan kau? Hanya ada kau yang berada diruangan ini. Apa kau pikir aku memanggil hantu??”
“Mengapa kau memanggiku?”
“Kau mencari sepedamu bukan?”
“Tentu, dimana kamu menyembunyikannya?!!”
“Ikut aku sekarang!!” kuturuti perkataannya agar aku cepat menemukan sepedaku dan segera pulang.
-000-
Ohh!! apa yang kulihat?? sepedaku yang telah tergantung dipintu kelas mereka, dan ya tuhan… mereka masih berkumpul didalam kelas mereka. Benar benar tamatlah riwayatmu Chonsa.
“Jadi namamamu Park Chonsa? Nama yang bagus.” ku lihat Sehun berkata padaku. Huuh musuhku tambah satu lagi. Aku meliriknya sinis.
“Apakah gadis ini yang selalu kau ceritakan padaku Kai??”
“Itu benar Sehun,” hey hey apa itu? Kulihat Kai tersenyum penuh kemenangan kearahku.
“Chonsa.. Chonsa berani sekali kau melawan kami, apa kau tidak tau siapa kami ini?”
“Tentu aku tahu!! kumpulan laki laki jelek, bodoh dan tolol!!!” sontak mereka semua tertawa mendengar perkataanku.
“Hahhaha.. baiklah, kau membuat dirimu terbawa masalah lagi dengan perkataanmu.” sepertinya Sehun berkata dengan tatapan yang serius.
“Aku akan membuat peraturan baru untukmu.”
“….” aku terdiam sambil menunduk, kumohon jangan ada apa apa
“Setiap pagi, kau harus membawakanku coffelatte dan roti isi dan letakkan dibangku taman belakang sekolah nomor 4, dan ketika pulang sekolah kau harus membawakanku milkshake dan ramen lalu letakkan dibangku taman belakang sekolah nomor 7, apa kau mengerti?”
“Ciihh,, aku bukan pembantumu bodoh!!”
“Hhhmm.. baiklah, jika kau tidak mau maka masalah yang lebih besar akan menimpamu, kutunggu coffelatte dan roti isi ku besok pagi. Ayo teman teman kita pergi, biarkan gadis ini bersusah payah menurunkan sepedanya.” Sehun pun menatapku tajam dan beranjak keluar kelas, diikuti dengan teman temannya.
“Kau tahu, Sehun akan membuatmu menyesal sekolah disini.” seringai Kai mengataiku ketika ia akan pergi. Aku hanya bisa terdiam dan memdengus kesal.
-000-
Malam harinya…
Hhhsss.. tangan dan kakiku serasa akan lepas. Kau tahu menurunkan sepeda yang tergantung tidaklah mudah, harus membutuskan tenaga extra. Dan parahnya anak anak EXO juga membocorkan ban sepedaku. Terpaksa aku harus mengayuh sepeda dengan tenaga lima kali lipat.
Malam ini aku ingin menulis, tentu menulis di buku diary yang biasa aku lakukan. Yaaah… banyak peristiwa yang aku tulis hari ini dan aku teringat akan suatu hal.
“Mengantarkan coffeelatte, roti isi setiap pagi dan mengantarkan milkshake serta ramen ketika pulang sekolah. Apa maksudnya? Apa dia ingin menguras dompetku?” gumamku pelan. Ah ya, dimana catatan kecilku? Sepertinya selama membalik balik halaman diary aku sama sekali tidak melihatnya. Aku terus mambalik halaman dengan panik. Aku berpikir keras, dimana terakhir kali aku meletakkannya.
DIMEJA, ya.. dimeja aku terakhir meletakkannya beserta buku diary. Aarrrrr aku ceroboh sekali, pasti ada yang mengambilnya, tapi siapa? Apakah Hyemi dan teman temannya?? Ahh aku merasa pusing dengan semua ini. Kuputuskan untuk tidur dan menunggu hari selanjutnya dan entah apa yang akan dilakukan anak anak EXO denganku esok, aku siap menerimanya.
-000-
‘Bangku taman belakang sekolah nomor 4’ pikirku sambil membawa coffelatte dan roti isi. Tidak ada orangnya disini, tepatnya dibangku nomor 4 ini aku tidak melihat Sehun. Lalu untuk apa dia menyuruhku meletakkannya dibangku nomor 4? Huuuff sudahlah apa boleh buat? Aku pun memutuskan untuk menunggunya hingga ia datang.
30 menit telah berlalu dan dimana dia? 10 menit lagi pelajaran pertama akan dimulai. Hah.. lebih baik aku meninggalkan coffeelatte dan roti isi dibangku saja. Aku pun beranjak berdiri dan berjalan menuju kelas.
“Apa kau menungguku Park Chonsa?” sepertinya aku tak asing dengan suara itu. Kutolehkan kepalaku kebelakang dan mendapati Sehun membawa coffeelatte dan roti isi tersebut seraya tersenyum kepadaku, senyum yang manis dan entah mengapa rasanya jantungku berhenti berdetak. Ooouuhh tidak.. tidak.. apa yang kau pikirkan Chonsa!! dia adalah musuhmu!! ingat itu, dia adalah MUSUHMU.
“Hhss.. percaya diri sekali kau, mana mungkin aku menunggumu. Aku hanya tidak ingin ada seseorang yang mengambil coffeelatte dan roti isi mu, dan kau akan menyuruhku membelikannya lagi.”
“Baiklah.. kuharap kau tidak akan bosan menemuiku hanya untuk mengatarkan makanan.”
“…” aku terdiam dan menuju kekelas dengan segera.
-000-
“Ehhm.. Neil, apakah aku boleh duduk disebelahmu?”
“Oh Chonsa, mmm.. silahkan saja.”
“Terimakasih.”
“Tentu.” puuh.. syukurlah Neil masih mau duduk disebelahku. Aku terpaksa pindah bangku. Mana mungkin aku bersebelahan dengan musuhku sendiri, padahal disanalah tempat duduk favoritku.
Terlihat Sehun mulai memasuki kelas, dan gadis gadis genit itu pun memulai aksinya lagi. Menyebalkan sekali mereka. Sehun berjalan menuju bangkunya dan terlihat bingung, dan sepertinya dia mencariku. Dan apa itu, ia berjalan ke arahku. Tidak.. tidak.. aku memalingkan wajah ke arah Neil yang sedang membaca buku.
“Kapan aku pernah memberi peraturan kepadamu bahwa kau boleh berpindah pindah tempat duduk?” sial!! kami menjadi pusat perhatian.
“Kembali ke tempatmu semula atau kau akan mendapat masalah yang lebih besar.”
“Baiklah..” RRrrr.. menyebalkan sekali dia. Terpaksa aku harus menuruti perintahnya
-000-
Kuletakkan milkshake dan ramen dibangku taman belakang sekolah seperti perkataannya. Entah mengapa rasanya ingin sekali aku menunggunya. Perasaan apa ini?? hentikan.. hentikan.. apa ini?? kau tidak boleh mempunyai perasaan apapun kepadanya. Dia adalah musuhmu Chonsa. Sekali lagi kutegaskan dia adalah MUSUHMU.
‘Untuk apa dia jam segini belum pulang?’ tiba tiba saja ada rasa penasaran yang hinggap dibenakku. Aku pun kembali menuju gedung sekolah untuk mencarinya.
Samar samar terdengar ada alunan musik pop diruang eskul dance. Apa dia sedang berada disana? Perhalan dan pasti aku mengendap endap dan berjalan menuju tempat tersebut. Aku berusaha mengintip apa yang sedang terjadi didalam rungan tersebut dari balik pintu. Dan aku melihatnya… benar benar melihatnya dengan jelas dan amat jelas.
Dia begitu… begitu.. jujur saja dia tampak begitu keren dan tampan dengan aksi dance nya yang hebat. Aku tak dapat mempungkirinya dan berbohong pada diriku sendiri bahwa saat ini aku benar benar terpukau karenanya. Aku terduduk lemas. Oohh ayolah.. ini konyol, aku tidak mungkin menyukainya, kau hanya kagum Chonsa, hanya kagum itu saja tidak lebih. Tanpa basa basi aku memutuskan untuk segera keluar dari gedung sekolah. Dengan gesit ku kayuh sepedaku, sepertinya langit mendung dan akan segera turun hujan aku pun mempercepat laju sepeda.
-000-
“Kau terlambat 3 menit 27 detik. Mana coffeelatte dan roti isiku?”
“Maaf, ini coffeelatte dan roti isinya.”
“Kau harus membayar keterlambatanmu Park Chonsa.”
“Apa? Aku hanya terlambat 3 menit saja kau sudah menghukum. Sedangkan kemarin aku telah menunggumu 30 menit dan kau tidak mengucapkan terimakasih.” menyebalkan sekali dia. Hukuman apa lagi sekarang..??
“Jadi kemarin kau menungguku?” aahh tidak, kau bodoh Chonsa, mengapa kau mengatakan hal yang sebenarnya?? sekarang apa yang harus kau katakan?? Sial!!
“Ah sudahlah, mengapa kau bertanya seperti itu?”
“Sepertinya kau mulai menyukaiku Park Chonsa.” seringainya.
“Ciih.. berbicara denganmu membuat waktuku terbuang sia sia.” aku bergegas meninggalkannya, dan kurasa pipiku memerah karena malu.
“Hey, aku belum memberi hukuman untukmu.” seketika langkahku terhenti karenanya.
“Cepat katakan!!” dia pun berjalan mendekatiku
“Kau tahu kan kemarin hujan? Dan tanpa sengaja mobilku kotor karena itu. Jadi ku harap sebelum aku pulang, mobilku sudah bersih tanpa sisa kotoran apapun. Apa kau mengerti Park Chonsa?”
“Hhhss.. Baiklah.” aku bergegas pergi meninggalkannya.
-000-
“Haah.. Ini sungguh melelahkan, Ahhh.. Sehun kau benar benar menyebalkan!! mengapa aku menyukai orang sepertimu.. aaaahh.. ini benar benar menyebalkan!!!” malam ini entah mengapa aku ingin berteriak sekeras kerasnya yang aku bisa, teringat kejadian pulang sekolah yang amat melakukan bagiku.

Flashback ON
“Apa kau yakin gadis ini bisa mencuci mobilmu hingga amat bersih?” tanya Lay yang merupakan anggota EXO ketika melihatku mencuci mobil, siapa lagi kalau bukan milik Sehun.
“Tentu, jika tidak aku akan memberikan ia hukuman tiga kali lipat.”
“Dia tampak seperti pembantu dirumahku.” kata Suho, yang berhasil membuat pipiku sedikit memerah menahan marah.
“Sehun, sepertinya mobilku juga kotor. Apakah aku bisa menyewanya juga?” dasar Chanyeol,, orang tolol itu bisa bisanya menambah bebanku.
“Tentu, ada yang mau lagi?”
“Lebih baik dia membersihkan semua mobil kita saja.” usul Kai membuat pipiku benar benar merah sekarang.
“Hey, Park Chonsa bukankah kau sudah mendengarnya?? bersihkan semua mobil kami, jumlahnya hanya dua belas saja. Cuci semua itu hingga bersih, atau kau akan mendapat hukuman yang lebih berat.” Sehuuun..!!! rasanya aku ingin sekali meneriakinya.
“apakah itu sangat hebat? Seorang gadis dapat membersihkan mobil hanya dengan waktu satu malam?” sepertinya Luhan sedikit meledekku.
“Semua orang harus tahu ini. Hey pengumuman!! apakah kalian semua ingin mendapat tontonan gratis?? disini tempatnya.. seorang gadis yang dapat mencuci dan membersihkan 12 mobil hanya dengan waktu kurang dari semalam.. cepatlah kemari jika kalian ingin melihatnya.” Sontak teriakan Dio membuat banyak orang memusatkan perhatiannya kepadaku. Dan apa itu?? mereka juga mengambil gambarku. Arrrggh.. ini benar benar memalukan..!!! Jangan heran jika ada gambarmu yang sedang mencuci mobil disurat kabar besok pagi, Chonsa.
Flashback OFF

-000-
Hari hari telah kulewati dengan ditemani oleh beban beban yang melelahkan. Peraturan Sehun yang semakin hari semakin tidak masuk akal, ejekan anak anak EXO, Hyemi dan teman temannya yang menyebalkan, dan entah mengapa semakin cepat hari berlalu semakin besar aku menaruh perasaanku kepadanya. Uuuhhh.. membuatku seperti memasuki kandang buaya yang tak berujung dan menakutkan. Aku tak menyangka hidupku akan seburuk ini. Entah sampai kapan aku akan kuat untuk menjalaninya, dan jika aku boleh memilih, aku akan memilih untuk mati saja.
Hingga akhirnya hari itu tiba, hari dimana ada ribuan kupu kupu yang beterbangan disekitarku, hari dimana yang membuatku serasa bereinkarnasi kembali, hari dimana yang membuatku sangat bahagia. Aku tak menyangka akan hal itu. Kuharap hari hariku selanjutnya akan seperti saat ini. Bahagia selamanya bersamanya ditemani dengan ribuan kupu kupu yang indah…

Flashback ON
“Hey.. teman teman, partydate hanya tinggal satu hari lagi.” Puuuh.. Hyemi memulai aksinya lagi.
“Lalu.. apakah mereka sudah mendapatkan pasangannya??” terdengar gadis gadis lainnya mulai penasaran
“Tentu sudah,, haaah.. mereka memilih gadis gadis yang sekelas dengannya.”
“Ahhh.. mengapa seperti itu?? ini sungguh tidak adil.”
“Tapi, apa kalian tahu bahwa Sehun belum mempunyai pasangan??”
“Benarkah?? Kuharap dia memilihku..”
“Tidak, dia akan memilihku, aku yakin itu,,”
“Kenapa kau percaya diri sekali Han Hye Mi??”
Haaah.. sudah kuduga, pasti akan berakhir dengan sebuah pertengkaran. Aku pun memutuskan keluar kelas dari pada harus mendengarkan pertengkaran mereka yang tak beralur itu.
Aku berjalan santai disepanjang koridor sekolah, menikmati semilir angin yang memainkan helai helai rambutku. Sejenak aku berhenti melangkah, merasakan sesuatu yang ganjal ditelingaku. Aku mendengar sesuatu, sepertinya seseorang yang sedang mengobrol secara diam diam. Aku amat penasaran dengan obrolan tersebut, kucari sumber suara itu dan sepertinya itu berasal dari ruang musik, kudongakkan sedikit kepalaku untuk mengintip siapa yang sedang mengobrol didalamnya. Dan ternyata mereka adalah…
“EXO??” gumamku pelan sangat pelan hingga aku tak dapat mendengarnya. Karena penasaran, kuputuskan untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
“Partydate tinggal 1 hari lagi, tapi kau belum menemukan pasanganmu juga Hun?”
“Iya, dia benar benar payah.”
“Tidak begitu teman teman, aku hanya belum menemukan pasangan yang cocok untukku.”
“Kau hanya memilih gadis gadis yang ada dikelasmu, kau tidak perlu memacarinya dulu.”
“Ya aku tahu itu, namun aku belum menemukan gadis yang tepat.”
“Apakah dikelasmu tidak ada gadis populer satu pun?” sontak mendengar salah satu dari mereka berbicar seperti itu, 12 orang tersebut pun tertawa menggema.
“Kau tahu Han Hyemi? Bukankah dia gadis yang cantik? Mengapa kau tidak memilihnya saja?” Apa? Hyemi? Tidakkah aku salah dengar?
“Yaah.. akan kupikirkan itu sejenak…” tak kusangka Sehun memilih Hyemi, Ya tuhan… aku berlari menuju kelas, aku tak tahan mendengar percakapan mereka lebih lama.
-000-
“Ehhm.. Neil, bolehkah aku duduk disebelahmu lagi?”
“Chonsa?? sebenarnya aku tak keberatan, namun apa kau tidak takut jika Sehun akan…”
“Aaah sudahlah tak apa, disana udara sangat panas aku tak tahan.” alasan yang konyol memang.
“Mmmm.. baiklah.”
Aku pun mulai duduk, dan masih memikirkan hal itu lagi. Sehun akan memilih Hyemi… kau cemburu Chonsa. Apa? Aku cemburu? Itu tidak mungkin. Namun hatiku merasa begitu. Arrrhh apa yang ada dibenakmu saat ini Chonsa. Jangan berharap dengan apa yang tak akan terjadi nantinya. Apa? Aku berharap? Aku berharap Sehun memilihku menjadi pasangannya?? hhss.. Kau sudah berjanji tidak akan berharap seperti itu, apa kau lupa? Tidak jelas jelas aku tidak mengharapkannya, namun hatiku yang mengharapkannya.. Aaahh aku hampir gila. Mengapa kau dilahirkan menjadi gadis yang bodoh Chonsa?? Bodoh karena mencintai seseorang yang salah.. Oouuhh.. aku bersikeras untuk memikirkan semuanya dan sepertinya otakku mulai terbalik karena itu.
-000-
“Siapa yang menyuruhmu untuk pindah kesini Park Chonsa?!!” kutebak sumber suara tersebut berasal dari Sehun
“Aku hanya bosan berada disana.”
“Cepat kembali atau kau ak-”
“Akan mendapat masalah yang lebih besar?Aku tak takut akan hal itu.”
“Cepat kembali ke tempatmu semula!!” mendengarnya, aku pun beranjak dari dudukku.
“Kau bukan siapa siapaku. Mengapa kau terus mengatur hidupku Haa? Aku bukanlah boneka yang bisa seenaknya kau mainkan.!!”
“Cckk, kau sudah berani melawanku sekarang!!!” Sehun menatapku tajam, dan sebenarnya aku takut mentapnya.
“…” aku hanya bisa diam dan menunduk
“Ikut aku!!” dia menarik tanganku dengan paksa, dan aku tak tahu dia akan membawaku kemana. Ahhh.. ini benar benar hari yang menyebalkan, bahkan sangat menyebalkan. Akan ku perjelas, ini adalah hari paling manyebalkan selama hidupku dan yang pernah ada..!!! Ku yakin masalah yang lebih besar dan bahkan menakutkan itu akan jatuh padaku hari ini juga. Camkan itu Park Chonsa!!
-000-
Dan tanpa kusadari dia membawaku ke balkon sekolah. Ku tatap lurus kedepan, pemandangan yang indah, tapi untuk apa dia membawaku kemari? Apa dia menyuruhku untuk terjun kebawah?? Tidak.. tidak.. kumohon jangan terjadi apa apa.
“Park Chonsa..”
“…” aku tak menjawab panggilannya
“Maaf telah membuatmu menderita.”
“….” Di.. di.. dia mengucapkan kata maaf?? dadaku terasa sesak dan sulit bernafas. Ada perasaan senang yang tiba tiba hinggap dalam perasaanku.
“Maaf telah membuat bebanmu bertambah.” aku hanya meliriknya sekilas.
“….”
“Aku ingin membicarakan sesuatu padamu.”
“Cepat katakan apa itu..” sepertinya ia ingin mengungkapkan perasaannya.. apa yang kau pikirkan? Itu terlalu jauh bodoh!!
“Aku melakukan ini karena aku hanya ingin menjadi musuhmu.”
“Apa? Hanya ingin membicarakan itu? Kenapa hanya untuk membicarakan itu kau harus jauh jauh membawaku kemari?” apa yang ia katakan?? mengapa ia mengatakan hal sangat tidak ingin aku dengar? Aku berjalan menjauhinya. Aku tidak ingin mendengar kata kata yang hanya akan membuat hatiku semakin sakit.
“Aku ingin menjadi musuhmu karena aku ingin menjadi bagian hidupmu..” kuhentikan langkahku.
“….” aku masih terdiam mencerna kalimatnya.
“Bukankah kau telah menulis di catatan kecilmu bahwa hidupmu adalah musuhmu??”
“….” aku pun berbalik dan mengahadapnya dengan jarak yang dapat dibilang cukup jauh.
“Maaf, aku telah mencurinya darimu, ini aku kembalikan lagi padamu.” dia berjalan mendekatiku dan membawa catatan kecilku yang selama ini aku cari.
“Kenapa kau mengambilnya?”
“Karena sejak awal, sejak pertama kali aku menyapamu dan kala itu kau memalingkan wajahmu keluar jendela, aku sudah tertarik padamu. Dan kau tahu mengapa aku selalu membuat peraturan baru untukmu setiap harinya?”
“Tidak..” aku hanya menggeleng pelan
“Itu aku lakukan hanya karena ingin semakin dekat denganmu..”
“Apa yang kau katakan?? aku tahu ini hanya rayuan bodohmu. Kau pikir aku semudah itu percaya padamu??”
“Kumohon aku serius mengatakan ini, aku tahu kau selalu memperhatikanku setiap kali aku latihan dance sepulang sekolah, aku tahu kau selalu menungguku ketika akan memberikan coffeelatte dan roti isi setiap pagi, dan aku tahu mengapa kau tadi tiba tiba berpindah ke bangku disebelah Neil. Itu karena kau cemburu mendengar percakapanku bersama temanku bahwa aku akan memilih Hyemi sebagai pasanganku, benar begitu bukan? Andai saja kala itu kau mendengarkan percakapanku hingga benar benar selesai pasti pertengkaran ini tak akan terjadi. Kumohon, jadilah pasanganku…”
“….” aku masih terdiam dan tak mampu berkata apa apa.
“Jadilah pasanganku meskipun partydate itu telah berakhir. Jadilah pasanganku hingga hidupku berakhir. Jadilah pasangan pertama dan terakhir dalam hidupku Park Chonsa..”
“Aku.. aku.. tidak bisa..”
“…” terlihat ia menundukkan kepala dan ada semburat rasa kecewa diwajahnya.
“Aku tidak bisa menolaknya Oh Sehun..” aku tersenyum menatapnya. Dia pun memelukku seraya berkata…
“Terimakasih, Saranghae…” Kupu kupu tiba tiba saja berterbangan menemani kami,sangat indah..
aku hanya dapat bergumam pelan dalam pelukannya ‘Tuhan.. terimakasih telah membuat hidupku menjadi bahagia tanpa harus bereinkarnasi. Terimakasih telah memberiku banyak pelajaran tentang apa itu arti kehidupan. Dunia indahku kini sudah terpampang jelas didepan mataku dan kini aku hanya dapat berkata ‘Hidupku adalah sebuah Kebahagiaan yang Indah” dan sepertinya ini adalah hari paling menakjubkan yang pernah ada dalam hidupku dan terlalu sayang untuk dilupakan. Kuharap ribuan kupu kupu terus berterbangan hingga akhirnya mereka tahu kapan waktu yang tepat untuk tidak berterbangan menemani kami lagi…
Flashback OFF
-FIN-

One thought on “[EXOFFI FACEBOOK] Butterflies – Oneshoot

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s