[EXO FFI FACEBOOK] Life and Money (Chapter 7)

13754389_1028974307219953_4496098130235393630_n

 

Title : Life and Money (Chapter 7)
Author : Sellafeb (@sellafeb)
Main Cast (School) : Park Raena (OC) | Kim Kai (EXO) | Oh Sehun (EXO) | Park Jiyeon (T-ARA) | Kim
Suho (EXO) | Oh Hayoung (Apink) | Byun Baekhyun (EXO) | Son Wendy (Red Velvet)
Support Cast (Fams) : Park Chanyeol (EXO/Jiyeon’s Brother) | Yoon Riah (Raena’s Mom) | Park Joosung (Raena’s Father) | Lee Sora (Raena’s Grandma) | Park Geumjoo (Raena’s Grandpa) | Jung Jihyun (Jiyeon’s Mom) | Park Kwonjoo (Jiyeon’s Father) | Jung Haein (Suho’s Mom) | Oh Jaebum (Sehun’s Father)
Genre : Romance, School life, Family life, Angst, Little bit comedy, Friendship.
Rating : PG-13
Length : Chaptered.
*NB : Ff ini terinspirasi dari drama/film tentang Tahta dan Sekolah.

Chapter sebelumnya:

Happy Reading~

Life and Money – Who are you?

“Raena diantar mobil semahal itu? Apa ini?” Seseorang melihat Raena.
Dia melihat Raena melambaikan tangannya pada seseorang yang mengantarnya. Dia menatap punggung Raena yang masuk ke dalam Kyunghee.
“Siapa dia sebenarnya?” Gumam gadis itu.
“Waktu itu aku mendengar pembicaraannya dengan Jiyeon tentang Geum Group, tapi dia tidak mungkin bagian dari Geum Group karena dia miskin. Dan sekarang dia diantar mobil mahal, apa ini? Aku tidak mengerti.” Gumamnya lagi.

Life and Money – Who are you?

Raena masuk ke dalam kelas, setelah tak lama Jiyeon sampai. Jiyeon menatapnya, dia hanya tertawa kecil melihat ekspresi Jiyeon.
Bagaimana dia bisa sampai secepat ini? Siapa yang mengantarnya? –Batin Jiyeon.
Suho melihat Raena, “Raena-ya, dimana Kai?” Tanya Suho.
“Kai? Apa maksudmu? Aku ‘kan baru datang, mana aku tahu dimana Kai.” Heran Raena.
“Dia tidak menjemputmu? Dia bilang dia menjemputmu.” Ujar Suho.
“Eum, aku juga melihatnya lewat depan rumahku pagi ini. Seperti kemarin, itu pagi sekali.” Hayoung masuk ke dalam pembicaraan.
Raena langsung mengambil ponselnya. Dan benar saja miscall dan pesan masuk dari Kai sangat banyak. Raena menempelkan ponselnya ditelinganya. Tiba-tiba saja Kai berlari dari luar kelas. Lelaki itu berhenti didepan kelas untuk mengambil napas. Raena langsung menghampirinya.
“Yak! Kau pindah rumah? Kenapa tidak bilang padaku?” Ujar Kai.
Raena bingung mau menjawab apa, “Kau… Kau ke rumahku?”
Kai mengangguk, “Tetanggamu bilang kau pindah rumah. Kau tahu? Aku menunggumu selama 1 jam disana. Dingin.” Keluh Kai.
“Mianhae. Kemarin aku harus menata barang-barangku, jadi tidak sempat memberitahumu.”

Life and Money – Who are you?

Raena keluar dari kamarnya.
“Huh, kenapa harus tertinggal di kelas? Bagaimana aku bisa belajar kalau begini?” Keluh Jiyeon dari kamarnya.
Raena bisa mendengar itu karena pintu kamar Jiyeon sedikit terbuka. Raena kembali masuk ke dalam kamarnya. Dan keluar beberapa saat kemudian. Raena mendorong pintu kamar Jiyeon. Mereka saling bertatapan.
“Pakai punyaku saja! Aku sudah belajar.” Raena menaruh buku catatannya di atas ranjang Jiyeon, kemudian hendak pergi dari sana.
“Apa yang kau lakukan?” Tanya Jiyeon.
Raena menatap Jiyeon, “Wae? Aku hanya meminjamkan buku catatanku. Kau tidak mau?”
“Sudahlah, aku ingin kembali ke kamar.” Lanjut Raena yang kemudian masuk ke kamarnya.
Satu malam sudah dilewati. Hari minggu pagi yang cerah ini Raena berencana untuk jogging. Raena bersiap keluar rumah. Raena membuka gerbang dan kaget melihat Sehun didepannya. Sehun juga kaget melihat sosok yang tak ia sangka akan muncul dari dalam sana.
“Park Raena, apa yang kau lakukan disini?” Heran Sehun.
“A… A… Aku…” Raena gagap.
Diujung jalan terlihat sosok Jiyeon. Jiyeon ada diluar pagi-pagi karena jogging.
“Apa yang kau lakukan pagi-pagi disini?” Heran Sehun.
Jiyeon menghela napasnya saat melihat Sehun disana. Raena menyadari kehadiran Jiyeon, begitu pun juga dengan Sehun. Mata Raena dan Jiyeon bertemu seolah bertanya ‘apa yang harus kita lakukan?’.
Jiyeon menghampiri mereka berdua.
“Apa ini? Kenapa Raena keluar dari rumahmu?” Tanya Sehun pada Jiyeon.
Jiyeon diam. Sehun menatap Jiyeon dan Raena bergantian.
“Eum… Kami jogging bersama.” Ujar Raena yang sudah mendapat ide.
“Jogging? Kalau jogging kenapa kau keluar dari sana? Kau jogging di dalam rumah Jiyeon?” Heran Sehun.
“Aku…” Raena bingung mau menjawab apa.
“Dia habis minum didalam rumahku, dia bilang dia haus.” Jiyeon memulai alibinya.
Raena mengangguk cepat.
“Apakah kalian sedekat itu sampai berbagi minuman sehabis jogging bersama?” Heran Sehun.
Raena merangkul bahu Jiyeon, “Tentu saja. Hanya saja kami tidak pernah menunjukannya di sekolah. Benar ‘kan, Jiyeon-ah?” Raena menatap Jiyeon.
Jiyeon mengangguk cepat, “Raena benar.” Ujar Jiyeon, “Tapi ada apa kau ke sini pagi-pagi?” Tanya Jiyeon.
Sehun memberikan buku catatan milik Jiyeon, “Aku menemukannya diatas mejamu kemarin karena aku pulang paling akhir.”
“Begitukah? Gomawo.”
Tiba-tiba saja Chanyeol datang sehabis jogging, “Selamat pagi, adik-adikku yang cantik.” Sapa Chanyeol, “Eoh, nugu? Kau teman Jiyeon dan Raena?” Tanya Chanyeol pada Sehun.
Sehun mengangguk, kemudian membungkuk. Raena dan Jiyeon menghela napas mereka karena melihat Chanyeol disini.
Bagaimana kalau Sehun curiga? –Batin Raena.
“Apa kalian tidur nyenyak? Bukankah tadi malam listrik padam? Apa kalian tahu?” Chanyeol dengan cerewetnya mengatakan itu, “Raena-ya, kau bangun lebih…” Raena menutup mulut Chanyeol sambil tertawa canggung.
“Astaga, Oppa. Masuklah! Didalam banyak snack karena aku dan Jiyeon baru saja membelinya tadi.” Raena menuntun Chanyeol masuk ke dalam gerbang.
Giliran Jiyeon yang harus menangani kecurigaan Sehun, “Oppa-ku memang sedikit cerewet. Tolong dimaafkan.”
“Tapi sepertinya Raena dan Oppa-mu sudah sangat dekat, bukankah kau juga baru kenal dengan Raena di Kyunghee? Apa kau sudah berteman dengannya sejak lama?”
“Aku dan Raena… Eum, kami… Kami dekat begitu cepat. Dan Oppa-ku juga orang yang ramah, jadi mereka bisa sedekat ini.” Alibi Jiyeon sangat jitu.
Sementara itu, Raena melepaskan tangannya dari mulut Chanyeol setelah sampai di taman rumah mereka.
“Yak! Kenapa kau seperti ini?”
“Oppa, kau ‘kan tahu kalau aku menyembunyikan identitasku di sekolah. Kenapa kau malah hampir mengungkap semuanya? Kalau ketahuan bisa gawat.” Keluh Raena.
“Ah, aku lupa. Lagipula jika ketahuan juga tidak apa-apa, kenapa harus menutupinya?” Balas Chanyeol.
“Pokoknya jangan melakukan itu lagi. Aku dan Jiyeon sepakat untuk merahasiakan ini.” Tutur Raena.
“Jiyeon merahasiakan identitasmu karena dia ingin menjadi satu-satunya cucu gadis yang dimiliki Geum Group ‘kan? Kenapa kau mau melakukan itu?” Heran Chanyeol.
“Karena aku tidak mau dunia tahu identitasku.”

Life and Money – Who are you?

Raena menghabiskan waktu istirahatnya untuk duduk di taman sekolah bersama Kai, sekarang Kai tidak ada disampingnya karena dia pergi membeli beberapa snack dan minuman. Gadis itu hendak kembali ke kelas karena Kai terlalu lama. Wendy dan teman-temannya menghadang jalannya. Raena menatap mereka malas.
“Aku kira kalian berhenti menggangguku karena beberapa hari ini kalian tidak pernah cari masalah denganku. Ternyata aku salah.” Ujar Raena.
“Aku hanya ingin tanya. Siapa kau?” Ujar Wendy.
Raena menatap Wendy bingung, “Apa maksudmu?”
“Aku melihatmu diantar mobil mahal ke sekolah.” Ujar Hyejeong.
Raena membelalakan matanya.
“Dan sebelumnya Hyejeong juga mendengar pembicaraanmu dengan Jiyeon tentang Geum Group. Siapa kau?” Ujar Hani.
Raena hanya diam.
“Wae? Kau tidak bisa jawab?” Wendy menatap Raena.
“Apa kalian tidak bisa berhenti mencampuri urusan orang lain?” Raena menatap tajam Wendy dan teman-temannya.
“Kami hanya penasaran. Bagaimana seorang pelayan Café dan Hotel bisa diantar mobil semahal itu? Dan juga… Kenapa Jiyeon dan kau punya pembicaraan rahasia seperti itu padahal kalian tidak dekat? Wah, ini mengejutkan!” Tutur Wendy.
“Siapapun aku kalian tidak perlu peduli, karena aku juga tidak peduli siapa kalian.” Tandas Raena.

Life and Money – Who are you?

Raena berdiri didepan lokernya. Jiyeon lewat didepannya. Raena menatapnya.
“Park Jiyeon!” Raena memanggil Jiyeon.
Jiyeon menatapnya, “Wae?”
“Bicara denganku sebentar!” Pinta Raena yang kemudian jalan lebih dulu dan diikuti oleh Jiyeon.
Mereka sampai di taman sekolah. Mereka saling berhadapan.
“Wendy dan teman-temannya mulai curiga.” Ujar Raena.
“Mwo? Apa maksudmu?”
“Mereka mendengar pembicaraan kita dan melihat aku diantar oleh Chanyeol Oppa ke sekolah. Mereka bertanya siapa aku.” Tutur Raena.
“Dan jawabanmu?” Tanya Jiyeon.
“Aku bisa mengelak. Tapi aku tidak tahu jika mereka bertanya seperti itu lagi nanti. Mereka benar-benar mendesakku. Mungkin saja dia akan bertanya padamu nanti. Kau harus hati-hati dengan jawabanmu.” Tutur Raena.
Seseorang sedang menguping pembicaraan mereka.
Apa ini? Aku benar-benar tidak mengerti. –Batin orang itu.
Orang itu adalah Kim Kai. Kai menatap mereka dari kejauhan. Tiba-tiba saja kejadian sebelumnya terlintas dipikirannya, dia juga melihat Raena yang bicara dengan Wendy dan teman-temannya. Kai melihat dan mendengar semuanya.
Ada apa ini? Apa yang mereka sembunyikan? –Batin Kai.

Life and Money – Who are you?

Kelas 11-1 kembali bising karena Lee Saem sudah keluar dari sana. Wendy dan teman-temannya berdiri dari kursi mereka dan berdiri menghadap Jiyeon. Seisi kelas melihat itu.
“Apa ini? Kenapa dia mengganggu Jiyeon?” Bisik salah satu siswi.
“Setelah Raena, Jiyeon kah target mereka?” Bisik yang lainnya.
Raena merasa khawatir sekarang. Dia takut Jiyeon yang emosi akan membuat semuanya berantakan. Kai melihat kegelisahan Raena.
Jiyeon menatap malas mereka, “Enyahlah dari hadapanku!” Tandas Jiyeon.
Wendy dan teman-temannya tertawa kecil, “Wae? Kami hanya ingin bertanya padamu.” Ucap Wendy, “Siapa Park Raena?” Tanya Wendy.
Seisi kelas menatap Raena. Raena menatap tajam Wendy, begitu juga dengan Jiyeon.
“Wae? Apa pertanyaanku sulit?” Wendy melipat kedua tangannya didepan dada.
“Kenapa kau bertanya padaku? Tanyakan padanya!” Ujar Jiyeon.
“Dia tidak mau jawab, maka dari itu kau yang harus jawab.” Balas Wendy.
“Son Wendy, hentikan omong kosongmu! Tidak bisakah kau tenang sehari saja?” Tandas Hayoung.
“Wae? Kau mau menjawab pertanyaanku. Kau juga dekat dengan Raena.” Ujar Wendy.
Hayoung menatap Raena, “Park Raena? Dia teman baik kekasihku dan seorang pekerja keras. Wae? Ada apa dengannya? Kenapa kau terus mendesak Jiyeon dengan pertanyaan itu? Jiyeon tidaklah dekat dengan Raena.”
“Kau tidak tahu apapun, Oh Hayoung. Mereka punya rahasia besar. Aku benar-benar penasaran.” Ujar Wendy sambil menatap Raena dan Jiyeon bergantian.
“Tutup mulutmu! Kau yang tidak tahu apapun!” Sehun mulai bersuara.
Sehun berdiri, kemudian memasukan telapak tangannya ke dalam saku celananya dengan cool-nya. Lelaki itu menatap Wendy.
“Rahasia besar? Mereka hanya berteman, tapi tidak mau menunjukannya pada kalian. Itukah rahasia yang kau maksud?” Ujar Sehun.
Raena dan Jiyeon menghela napasnya saat mendengar ucapan Sehun.
Kenapa dia harus menambah masalah? Kalau begini caranya matilah aku! –Batin Raena.
“Berteman? Apa maksudmu?” Heran Hani.
“Mereka jogging bersama dan berbagi minuman, bahkan Oppa-nya Jiyeon juga dekat dengan Raena. Itukah rahasia besarnya? Jangan terlalu campuri urusan orang lain, Son Wendy! Urusi saja kehidupanmu!” Tandas Sehun.
“Jogging bersama dan berbagi minuman?” Kaget Suho, “Raena-ya, sejak kapan kau sedekat itu dengan Jiyeon?” Lanjutnya.
Jogging bersama, berbagi minuman, bahkan sampai dekat dengan Oppa-nya Jiyeon. Apa ini? Apa yang mereka sembunyikan? –Batin Kai.

Life and Money – Who are you?

Bel pulang berbunyi. Kai menghampiri Raena, “Aku tidak bisa mengantarmu ke Café hari ini, aku ada janji. Nanti aku akan menjemputmu di Hotel.”
“Aniya, kau tidak perlu menjemputku. Aku akan pulang sendiri.” Tolak Raena.
“Aniya, aku akan tetap menjemputmu. Sampai nanti.” Pamit Kai.
Kai berlari mengejar Sehun yang sudah keluar lebih dulu dari kelas. Kai menghadang Sehun. Sehun menatapnya malas.
“Mereka sedekat itu?” Tanya Kai.
“Mwo?” Sehun tidak mengerti.
“Raena dan Jiyeon.” Ucap Kai.
Sehun diam.
“Katakan padaku!” Ujar Kai.
“Kenapa aku harus memberitahumu?” Tanya Sehun.
“Sehun-ah…”
“Raena tidak bertanya padamu tentang Hyeji? Aku menceritakan semuanya padanya.” Tandas Sehun.
“Mwo?” Kaget Kai.
“Ah, dia tidak bertanya padamu rupanya. Mungkin dia memendamnya karena takut kau tersindir.” Ujar Sehun.
“Tersindir? Untuk apa? Kaulah yang membuat Hyeji seperti itu, kenapa terus menyalahkanku?” Kai menatap Sehun sengit.
“Aku? Apa yang aku lakukan? Semuanya karenamu, kau yang terus menyalahkanku.” Balas Sehun, “Ah, soal Raena dan Jiyeon. Aku melihat Raena keluar dari rumah Jiyeon di pagi hari dan ternyata mereka jogging bersama. Aku sudah menjawab pertanyaanmu, jadi aku harap ini terakhir kalinya aku bicara denganmu.” Sehun pergi meninggalkan Kai.
Kai mematung disana.
Raena keluar dari rumah Jiyeon di pagi hari? –Batin Kai.
“Mereka tidak mungkin sedekat itu, aku tahu betul bagaimana sifat kedua gadis itu. Apa ini?” Gumam Kai.
Kai mengingat pengakuan Sehun yang mengatakan bahwa Raena tahu tentang Hyeji.
Kenapa Raena tidak bertanya padaku setelah Sehun menceritakan itu? Apa Sehun mengatakan yang buruk tentangku pada Raena? –Batin Kai.

Life and Money – Who are you?

Raena mengantarkan banyak pesanan. Ditengah kesibukannya seseorang tengah menatapnya, gadis itu menyadarinya. Dia kaget saat melihat Appa-nya ada disana. Appa-nya langsung menghampirinya.
“Raena-ya, kau bekerja disini? Appa kira kau hanya bekerja di Café.” Tutur Appa-nya.
“Apa yang Anda lakukan disini?” Tanya Raena.
“Aku sedang makan dengan rekan kerja. Raena-ya, dengarkan Appa! Berhentilah bekerja! Kau harus fokus belajar.” Tutur Appa-nya.
“Anda seperti ini karena mengira aku sudah melupakan kejadian 12 tahun lalu? Anda salah. Hanya dengan aku tinggal disana, bukan berarti aku melupakan semua itu. Tolong jangan campuri urusanku!”
“Raena-ya, sudah berkali-kali Appa bilang, Appa minta maaf. Tolong dengarkan Appa kali ini saja! Berhentilah bekerja! Eomma-mu juga menginginkan hal itu.” Appa-nya menatap Raena dengan penuh harap.
Raena hanya diam membisu. Sementara itu, dari kejauhan Kai melihat mereka. Kai tidak bisa mendengar pembicaraan mereka.
“Siapa Ahjussi itu?” Gumam Kai.

Life and Money – Who are you?

Raena keluar dari dapur karena ini sudah waktunya pulang. Dia melihat Appa-nya yang duduk di sofa tunggu Hotel. Appa-nya tersenyum saat melihat Raena. Raena menghampirinya.
“Ayo pulang!” Ucap Appa-nya.
“Aku bisa naik bus.” Balas Raena.
“Kau itu orang yang hemat ‘kan? Walaupun naik bus tidak mahal, tapi tetap saja ada pengeluaran. Kau tidak akan menghambur-hamburkan uang hasil jerih payahmu itu ‘kan? Maka dari itu pulanglah dengan mobil Appa.” Tutur Raena.
Raena hanya diam.
“Kajja, Raena-ya!” Ajak Appa-nya yang langsung merangkul bahu putri satu-satunya itu.
Raena kaget dan langsung menatap Appa-nya, “Putri Appa tumbuh menjadi gadis cantik dan tangguh. Maaf karena tidak mengamati pertumbuhanmu, Raena-ya.” Lelaki itu tersenyum begitu tulus pada Raena.
Raena menahan air matanya yang sudah menganak di kelopak matanya. Appa-nya mengacak-acak rambut Raena pelan.
Mereka keluar dari Hotel. Appa-nya membukakan pintu mobil untuk putri kesayangannya itu. Setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil, mobil itu melaju meninggalkan Hotel.
Kai menatap mobil itu.
Siapa kau sebenarnya, Raena-ya? Aku juga penasaran. Aku yang dekat denganmu bahkan sudah seperti kekasihmu, kenapa kau tidak memberitahuku apapun tentangmu? –Batin Kai.
Kai mengeluarkan ponselnya. Mengetik sesuatu dan mengirimkannya pada Raena. Tak berapa lama, pesan itu sampai pada ponsel Raena. Raena membuka dan membaca pesan itu.
Maaf aku tidak bisa menjemputmu, ada sesuatu yang harus aku lakukan. Kau pulang naik apa?
Raena mengetik balasannya dan mengirimkannya pada Kai. Kai membaca pesan itu.
Gwenchana. Aku pulang naik bus. Jangan khawatir!
Kai menghela napasnya.
Bahkan kau berbohong soal ini. Apa yang sebenarnya kau sembunyikan, Raena-ya? –Batin Kai.
Sementara itu, didalam mobil sangat hening.
“Aku akan memikirkan soal berhenti bekerja.” Raena mulai bersuara.
“Jinjja? Baguslah kalau begitu! Itu baru putri Appa.” Appa-nya tersenyum.
“Aku melakukan ini karena Eomma.” Balas Raena.
Appa-nya tersenyum canggung. Setidaknya dia mau bicara denganku. –Batinnya.
Setelah 20 menit perjalanan, mobil Appa Raena sudah sampai di rumah mewahnya. Mereka turun bersama dari mobil dan berjalan beriringan ke dalam rumah.
Semua anggota keluarga sedang berbincang di ruang tamu. Otomatis mereka semua melihat kebersamaan Raena dan Appa-nya.
“Kalian pulang bersama? Wah, aku senang melihatnya.” Ujar Halmeoni Raena.
Raena membungkuk untuk pamit pergi ke kamarnya. Eomma Raena melihat senyuman suaminya yang tengah menatap punggung Raena yang menjauh. Perlahan senyuman itu juga terukir dibibirnya.
Eomma Raena juga pamit pergi, suaminya mengekorinya, “Aku berhasil membuatnya berpikir tentang berhenti kerja.” Ucapnya.
“Jinjja? Baguslah kalau begitu.” Balas Riah, “Kau senang?” Tanyanya saat melihat suaminya terus tersenyum.
“Tentu saja. Tapi aku juga merasa menyesal karena tidak ada disampingnya dalam waktu yang lama.” Joosung alias Appa Raena menundukan kepalanya.
“Aku sudah mengerti posisimu, sekarang kau hanya perlu meyakinkan Raena.” Riah menepuk-nepuk lengan suaminya itu pelan.
Joosung tersenyum, kemudian memeluk istrinya itu, “Gomawo, Riah-ya. Terima kasih sudah mengerti dan memaafkanku.”

Life and Money – Who are you?

Park Joosung alias Appa Raena berdiri didepan kamar Raena. Lelaki paruh baya itu membuka pintu kamar putrinya itu. Lampu sudah matikan, Raena sudah tidur diatas ranjangnya. Appa-nya masuk ke dalam sana.
Menatap wajah putrinya yang cantik walaupun tengah tertidur. Joosung tersenyum. Tangannya mengelus lembut kepala Raena.
“Maafkan Appa-mu ini, Raena-ya. Kau harus tahu bahwa Appa menyesal, sangat menyesal. Kau juga harus tahu bahwa Appa sangat menyayangimu. Terima kasih karena kau tumbuh dengan sehat, gomawo.” Tuturnya.
Joosung keluar dari kamar Raena setelah menaikan selimut yang menutupi tubuh Raena sampai lehernya.
Perlahan Raena membuka matanya. Air matanya menetes. Dia menutup mulutnya untuk menahan isakannya.

Life and Money – Who are you?

Appa-nya mengantar Raena sampai halte bus dekat Kyunghee. Raena hendak turun dari mobil.
“Kenapa kau tidak mau Appa antar sampai depan Kyunghee?” Tanya Appa-nya.
“Gwenchana-yo. Aku akan jalan dari sini.” Balas Raena yang kemudian keluar dari mobil.
Appa-nya membuka kaca mobil, “Ini! Uang saku.” Appa-nya memberi 50.000 won pada Raena.
“Aku punya uang sendiri.” Tolak Raena.
“Ambilah! Kenapa kau terus menolak pemberian Appa?”
Raena mengambil 20.000 won, “Kenapa kau tidak ambil semua?” Heran Appa-nya.
“Ini sudah lebih dari cukup.” Balas Raena, “Aku masuk dulu. Hati-hati dijalan.” Raena membungkuk kecil, kemudian pergi dari sana.
Dari seberang sana, Kai melihat semuanya.
“Ahjussi yang sama dan mobil yang sama. Siapa Ahjussi itu?” Gumam Kai.
Kai menyalakan mesin mobilnya dan melaju ke dalam Kyunghee. Mobil Kai berhenti disamping Raena yang tengah berjalan. Ia membuka kaca mobilnya agar bisa melihat Raena lebih jelas. Mereka saling tersenyum satu sama lain.
“Tunggu aku! Aku akan parkir dulu.” Ujar Kai, Raena mengangguk.
Kai pergi memarkirkan mobilnya. Raena menunggu disana. Kai keluar dari mobilnya dan menghampiri Raena. Kai merangkul bahu Raena. Raena tersenyum begitu manis padanya.
“Apa tadi malam dingin? Kau bilang kau naik bus.” Ujar Kai.
Raena mengangguk.
“Kau berangkat naik apa? Bus?” Tanya Kai.
“Eoh? Eum.” Dusta Raena.
Kai menunduk kecil.
Kau berbohong lagi, Park Raena. –Batin Kai.

TBC

KOMEN JUSEYO~

One thought on “[EXO FFI FACEBOOK] Life and Money (Chapter 7)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s