[EXOFFI FREELANCE] Dream (Chapter 24)

dream-chapter-24

DREAM  –  CHAPTER 24

[HURT]

Author: Azalea
Cast : Bae Suzy (Miss A), Byun Baekhyun (EXO), Kim Sejeong (IOI), Kim Myungsoo (Infinite)
Genre : Romance, Sadness.
Rating : PG-17
Length : Chapter
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Kalian juga bisa baca ff ku ini di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita DREAM. Jangan plagiat, ataupun me re-upload ff ini tanpa sepengetahuanku.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita Sebelumnya : CHAPTER 1 ( DREAM )  ->  CHAPTER 2 (REAL?)  ->  CHAPTER 3 (DEJA VOO)  ->  CHAPTER 4 (FATE) -> CHAPTER 5 (설레다 [ SEOLLEDA – BERDEBAR ])  – > CHAPTER 6 (LOCKVOGEL – PEMIKAT) -> CHAPTER 7 (SWEET MORNING) -> CHAPTER 8 (VERWIRRT) -> CHAPTER 9 (LÜGE – KEBOHONGAN) -> CHAPTER 10 (INSTINKT – INSTING) -> CHAPTER 11 (DINNER) -> CHAPTER 12 (BAEKHYUN STORY)  -> CHAPTER 13 (JEJU DO – JEJU ISLAND) -> CHAPTER 14 (GEHEIMNIS – RAHASIA) -> CHAPTER 15 (SUNRISE) -> CHAPTER 16 (BEAUTIFUL LIAR) -> CHAPTER 17 (JEALOUS) -> CHAPTER 18 (KIM YERI) -> CHAPTER 19 (JOURNEY) -> CHAPTER 20 (MISSING YOU) -> CHAPTER 21 (SECOND WOMAN) -> CHAPTER 22 (WEDDING DAY) -> CHAPTER 23 (KIM SEJEONG)

 

“Tidak biasanya kau mengajakku makan siang.” Ucap Sejeong menyadarkan Myungsoo dari lamunannya.

Eoh. Kau sudah datang?” balas Myungsoo saat melihat Sejeong mendudukkan dirinya di kursi yang berhadapan dengannya. Sejeong hanya tersenyum simpul sebagai jawabannya atas pertanyaan yang diajukan sepupunya itu. Myungsoo memanggil seorang pelayan untuk memesan makanan. “Kau mau makan apa?” tanya Myungsoo saat membaca daftar menu makanan yang diberikan oleh pelayan.

Sejeong berpikir sebentar sebelum menjawab pertanyaan Myungsoo. “Sepertinya aku akan pesan salad saja.” Sejeong langsung menutup buku menunya begitu dia sudah memutuskan makanan apa yang akan menjadi makan siangnya.

Myungsoo mengernyitkan keningnya tidak suka dengan pemilihan makanan Sejeong, sedangkan Sejeong sendiri hanya mengangkat bahunya acuh sebagai jawabannya. “Kau harus makan yang benar. Kau terlalu kurus dengan tubuhmu saat ini.” Ucap Myungsoo setelah memutuskan makanannya.

“Aku harus menjaga bentuk tubuhku agar tunanganku nanti tidak berpaling pada wanita lain.” Sejeong tersenyum membayangkan Baekhyun akan memuji bentuk tubuhnya, walau itu kemungkinannya kecil sekali.

‘Kau terlihat sangat bahagia?”

“Tentu saja. Pria yang sudah aku kejar selama beberapa tahun terakhir ini akan menjadi tunanganku pada akhirnya. Bukankah itu sebuah kabar yang bahagia?”

“Aku senang kau bahagia.” Myungsoo menghembuskan napasnya dalam setelah mengatakan hal itu membuat Sejeong menatapnya heran.

“Kau tidak sungguh-sungguh bahagia untukku?” ucap Sejeong yang merasa aneh dengan sikap Myungsoo kali ini.

“Tentu saja merasa bahagia untukmu. Hanya saja…” raut wajah Myungsoo langsung murung begitu dia menggantungkan ucapannya. Myungsoo terlihat berpikir sejenak sebelum melanjutkannya, lalu menatap Sejeong yang juga sedang menatapnya. “Aku merasa ada yang berubah dalam diri tunanganku.” Lanjutnya lesu.

“Apakah ini alasanmu mengajakku makan siang?”

“Aku butuh teman bicara, dan aku tidak menemukan orang yang tepat selain dirimu.”

“Aku senang kau mempercayaiku.” Ucap Sejeong tulus sambil tersenyum menenangkan. Myungsoo membalas senyuman itu walaupun hatinya sedang gundah.

Seorang pelayan datang membawa pesanan mereka menginterupsi percapakan mereka berdua. Myungsoo dan Sejeong memilih untuk makan siang terlebih dahulu sebelum melanjutkan percakapan mereka yang sempat tertunda. Walaupun mereka makan dalam diam, pikiran mereka tidak bisa diam sama sekali. Terlalu banyak pikiran yang terlintas di benak keduanya.

“Kau yakin dengan tunanganmu yang sudah mulai berubah?” tanya Sejeong setelah dia menghabiskan makan siangnya.

“Entahlah. Aku tidak yakin, tapi sedikit banyak aku bisa merasakannya.” Myungsoo kembali menghembuskan napasnya dalam.

Kau benar Myung-ie, tunanganmu memang sudah berubah. Ucap Sejeong dalam hatinya.

“Kenapa kau tidak memastikannya saja?”

“Memastikan apa?” Myungsoo mengernyit bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan sepupunya itu.

“Tentu saja kegelisahanmu selama ini. Siapa tahu tunanganmu itu memang berubah karena pria lain.” Dan pria lain itu adalah calon tunanganku. Lanjut Sejeong dalam hatinya.

Myungsoo menggelengkan kepalanya sebagai penyangkalan atas ucapan Sejeong. “Suzy adalah wanita yang baik, dan aku yakin dia setia padaku.”

Kau hanya tidak tahu apa yang telah dilakukan tunanganmu itu, Myung-ie. “Selalu ada kemungkinan yang tidak terduga, Myung-ie. Yah…walaupun itu persentasenya kecil.” Sejeong meminum jusnya acuh.

“Aku percaya padanya, karena aku sangat mengenalnya. Dia tidak mungkin melakukan hal sekotor itu. Mungkin saat ini dia hanya sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya.” Putus Myungsoo untuk tidak terlalu mempercayai ucapan Sejeong. Sejeong hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai tanggapan atas ucapan Myungsoo. Bukan sibuk dengan pekerjaannya, tapi dia sibuk dengan suami barunya.

“Kalau begitu terserah padamu, aku tidak dapat membantumu lebih lanjut lagi karena itu bukan wewenangku. Aku harap kau bisa segera menyelesaikan masalahmu dengan tunanganmu itu.” Myungsoo tersenyum mendengar ucapan dari Sejeong. “Kau tahu harus menghubungiku di mana jika kau membutuhkan bantuanku.” Sejeong tersenyum membalas senyuman Myungsoo.

“Terima kasih.”

“Aku senang bisa membantumu. Jam makan siang sebentar lagi berakhir, sebaiknya kita pergi sekarang. Kajja.” Sejeong beranjak dari kursinya dan berjalan meninggalkan Myungsoo di belakangnya. Sejeong memilih untuk tidak mengungkapkan apa yang telah dilakukan Suzy di belakang Myungsoo. Biarlah Myungsoo tahu dengan sendirinya.

 

***

 

Di hari yang sama tapi di tempat yang berbeda, Baekhyun sedang gelisah. Baekhyun tidak tahu harus mulai mengungkapkannya dari mana pada Suzy, karena Baekhyun tahu pada akhirnya hal itu akan tetap melukai istri tercintanya itu. Mengingat tentang percakapannya dengan Sejeong satu minggu yang lalu membuat darahnya naik seketika. Baekhyun tidak ingin Suzy mendengar berita tentang pertunangannya dengan Sejeong dari orang lain, sehingga mau tidak mau Baekhyun harus memberitahunya sendiri.

Saat ini Baekhyun sedang dalam perjalanan menuju ke penthouse nya. Jalanan yang padat membuatnya tidak bisa melajukan mobilnya dengan cepat. Perjalanan yang biasanya ditempuh dalam waktu tiga puluh menit saja, kali ini membutuhkan waktu dua kali lipat dari biasanya. Baekhyun berjalan tergesa-gesa menuju  lift karena ia yakin Suzy sudah menunggunya.

Saat pintu lift terbuka, aroma wangi dari masakan langsung terhirup oleh hidung Baekhyun. Tidak menunggu waktu lebih lama lagi, Baekhyun segera berjalan menuju sumber wangi tersebut. Senyuman di bibir Baekhyun langsung tercetak jelas saat dia melihat Suzy sedang berkutat dengan peralatan masak di dapurnya. Baekhyun berjalan dengan langkah ringan supaya tidak mengejutkan Suzy.

Dipeluknya pinggang Suzy begitu Baekhyun berada tepat di belakangnya yang belum menyadari kedatangannya. Suzy hampir saja menjatuhkan piring yang berisi masakannya karena terkejut dengan perlakuan Baekhyun yang tiba-tiba.

“Kau mengejutkanku.” Protes Suzy saat Baekhyun tidak juga melepaskan pelukannya. Baekhyun tidak menjawabnya dan malah membenamkan wajahnya pada ceruk leher Suzy. Suzy yang sudah terbiasa dengan perilaku manja dari suaminya itu hanya bisa tersenyum senang, lalu menaruh kembali piring yang dipegangnya karena takut dia akan menjatuhkannya.

Suzy menolehkan wajahnya untuk menatap wajah Baekhyun yang sedikit terhalang oleh rambut hitamnya. Suzy mengelus rambut Baekhyun yang terasa sangat lembut di tangannya. Baekhyun yang mendapatkan perlakuan tersebut hanya bisa tersenyum sambil memejamkan matanya dan semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Suzy.

“Kau baru pulang?” tanya Suzy khawatir saat melihat Baekhyun berdiam diri saja.

“Hm.” Jawab Baekhyun sedikit malas.

“Apakah terjadi masalah di kantor?”

“Ya. Dan tidak.” Jawab Baekhyun ambigu membuat Suzy menghentikan elusannya pada rambut Baekhyun. Suzy memutar tubuhnya untuk menatap Baekhyun secara langsung. Baekhyun pun melepaskan pelukannya walaupun sebenarnya dia tidak rela.

“Apa maksudmu dengan ya dan tidak?”

Baekhyun tersenyum menenangkan melihat raut wajah Suzy yang bingung, lalu membawa Suzy kembali ke dalam pelukannya. “Awalnya memang iya ada masalah, tapi sekarang sudah teratasi. Jadi, kau tidak usah khawatir.”

“Benarkah?”

“Hm. Kau tidak percaya kalau aku sudah menyelesaikan semuanya?”

“Tentu saja aku percaya. Hanya saja kau terlihat sangat lelah.”

“Akhir-akhir ini memang sangat melelahkan.” Karena berhadapan dengan Sejeong. Tambah Baekhyun dalam hati.

“Kau lapar?” tanya Suzy mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka.

“Sangat.”

“Aku sudah memasakanmu sesuatu. Yah, walaupun aku tidak yakin dengan rasanya. Aku harap itu masih bisa dimakan.”

“Apapun masakanmu pasti akan aku makan.” Jawab Baekhyun menenangkan Suzy yang tidak yakin dengan masakannya. Baekhyun melepaskan pelukannya dan dapat melihat pancaran keraguan dari mata Suzy. Baekhyun mencium singkat bibir Suzy secara tiba-tiba membuatnya membulatkan mata seketika. “Aku sudah tidak sabar untuk mencobanya.” Suzy merona malu dengan keinginan Baekhyun.

“Beritahu aku jika masakanku tidak enak.” Ucap Suzy sambil menyodorkan sepiring tumis berbagai macam sayuran yang dimasak sedemikian rupa. Suzy menatap cemas Baekhyun yang sedang mencicipi hasil masakannya. Kerutan di kening Baekhyun saat memakannya membuat Suzy merasa bersalah karena Baekhyun tetap memakan masakannya.

“Untuk ukuran pemula sepertimu, rasanya lumayan walau ada beberapa sayuran yang masih belum matang.” Ucap Baekhyun setelah berhasil menelan tumis sayuran tersebut. Raut wajah Suzy berubah menjadi lega saat Baekhyun mengatakannya.

“Syukurlah karena aku tidak meracunimu.” Ucap Suzy bernapas lega. Lalu dia juga mengambil sesuap masakan yang ada di tangan Baekhyun untuk mencicipinya. Suzy tersenyum senang saat merasakan hasil masakannya. “Tidak terlalu buruk, kita masih bisa memakannya.” Baekhyun mengangguk setuju dengan ucapan Suzy. “Duduklah, akan aku ambilkan nasi untukmu.”

Baekhyun langsung berjalan menuju meja makan yang sudah tersedia berbagai macam masakan lainnya. Tidak lama kemudian, Suzy pun ikut bergabung untuk makan malam bersama dengan Baekhyun.

“Aku sangat senang bisa berperan sebagai seorang istri.” Ucap Suzy dengan wajah merona merah saat mengakui hal itu.

“Aku juga senang bisa mempunyai istri sepertimu.” Jujur Baekhyun membuat rona merah itu semakin jelas terlihat. “Setelah makan ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Ucap Baekhyun sesaat sebelum mereka memulai makan malam.

“Baiklah.”

Setelah itu mereka kembali terdiam, namun terkadang mereka juga berbincang-bincang tentang kejadian selama seharian ini. Tidak ada perbincangan serius di antara keduanya. Bahkan terkadang mereka tertawa di sela-sela makan malam mereka. Setelah Suzy membersihkan piring kotor yang tadi digunakannya, dia pun segera menghampiri Baekhyun yang sedang bersantai di ruang keluarga. Suzy mendudukkan dirinya di samping Baekhyun, dan langsung menyandarkan tubuhnya pada dada bidang Baekhyun. Baekhyun pun mengelus lembut rambut Suzy. Suzy tersenyum senang sambil mengeratkan pelukannya pada perut Baekhyun.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Suzy sambil memainkan kancing-kancing kemeja Baekhyun.

“Tunggu sebentar.” Baekhyun melepaskan pelukan Suzy yang membuat Suzy mengerucutkan bibirnya kesal karena Baekhyun melepaskannya. Baekhyun lalu beranjak menuju ruang kerjanya untuk mengambil sesuatu. Tidak lama kemudian pun Baekhyun telah kembali lagi dengan membawa sebuah map di tangannya. Lalu Baekhyun mengeluarkan isi dari map tersebut setelah dia duduk kembali di tempatnya semula. Suzy menatap Baekhyun bingung dengan apa yang dibawa Baekhyun.

“Apa ini?” tunjuk Suzy pada kertas di atas meja.

“Bacalah sendiri, nanti kau akan tahu apa yang tertulis di sana.”

Dengan ragu-ragu Suzy pun mengambil kertas tersebut dan langsung membacanya. Bibirnya langsung melengkung ke atas begitu membaca isi dari kertas yang diberikan Baekhyun. Baekhyun yang melihat Suzy tersenyum pun ikut tersenyum.

“Kau benar-benar mendaftarkan pernikahan kita?” tanya Suzy yang tidak bisa menutupi rasa bahagianya.

“Tentu saja aku mendaftarkannya. Aku ingin kau sah secara agama maupun negara. Dan sekarang, kau sudah sah secara kedua-duanya sebagai istriku, Nyonya Byun.” Suzy kembali merona mendengar panggilan Baekhyun padanya dengan sebutan Nyonya Byun.

“Aku sangat senang. Terima kasih.” Suzy mengecup lembut pipi Baekhyun sebagai tanda terima kasihnya.

“Aku akan melakukan apapun yang bisa membuatmu bahagia.” Ucap Baekhyun senang sambil mengecup kepala Suzy yang kembali menyandar di dadanya. Sebenarnya Baekhyun sedang menyembunyikan kegelisahan hatinya tentang pertunangannya dengan Sejeong. Baekhyun akan memberitahu hal itu pada Suzy, tapi tidak hari ini. Dia tidak ingin menghancurkan kebahagiaan Suzy dengan kabar buruk itu. Lain kali. Ya, lain kali Baekhyun akan memberitahunya. Untuk sekarang biarlah dia menikmati masa-masa sebagai pengantin baru yang sangat bahagia. Sebelum badai itu datang.

Seminggu setelah Baekhyun mendaftarkan pernikahannya, hari-hari yang Baekhyun dan Suzy lewati berjalan dengan sangat manis. Berbagai kejutan romantis Baekhyun berikan pada Suzy. Baekhyun memperlakukan Suzy dengan sangat lembut, bak seorang ratu. Tidak ada hari yang lebih membahagiakan selain seminggu itu. Hingga semuanya pupus saat Baekhyun menerima pesan singkat dari Sejeong.

From : Sejeong

Kau sudah memberitahu istrimu kalau kita akan bertunangan?

Baekhyun hanya bisa menggeram kesal dengan kenyataan yang ada di hadapannya. Setelah membaca pesan singkat tersebut, Baekhyun memutuskan untuk tidak membalasnya. Baekhyun memijat pelipisnya pelan saat terpaksa harus memberitahu kenyataan pahit itu pada Suzy. Saat ini dia sudah berada di dalam penthousenya, menunggu kedatangan Suzy untuk membicarakan masalahnya dengan Sejeong.

Baekhyun meneguk wine yang ada di genggamannya, berharap dengan wine tersebut dapat membantunya untuk mengungkapkan semuanya. Setelah menunggu selama kurang lebih lima belas menit dari waktu yang dijanjikan, akhirnya Suzy pun tiba. Perasaan bersalah semakin menyesakkan dada Baekhyun saat dia melihat senyuman Suzy yang ditunjukkan padanya. Suzy yang belum mengerti situasi pun langsung mendudukkan dirinya di sebelah Baekhyun yang penampilannya sedikit kacau.

Suzy mengerutkan keningnya bingung saat melihat tatapan sendu yang Baekhyun berikan padanya. Perlahan dia menjulurkan tangannya untuk mengelus wajah Baekhyun yang terlihat begitu kusut. Baekhyun memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya pada tepalak tangan Suzy di wajahnya.

“Kau terlihat sangat kusut. Apakah ada masalah besar?” tanya Suzy penuh dengan kekhawatiran.

“Hm.” Jawab Baekhyun malas. Lalu dia membuka matanya untuk menatap Suzy dalam. “Ada satu hal yang ingin aku minta padamu.”

“Apa itu?”

“Kau harus percaya, bahwa aku sangat mencintaimu dan hanya ada kau yang ada di hatiku. Apapun yang akan terjadi nantinya.” Lirih Baekhyun.

“Tanpa diminta pun, aku mempercayai bahwa kau sangat mencintaiku.” Suzy pun mengecup bibir Baekhyun singkat. Sekilas Baekhyun tersenyum dengan jawaban yang diberikan Suzy, namun itu tidak berlangsung lama, karena ia kembali terlihat murung. “Ada apa?” tanya Suzy bingung karena melihat wajah murung Baekhyun lagi.

Baekhyun menghela napas dalam sebelum kembali berkata pada Suzy. “Ada yang ingin aku katakan.”

Mendengar nada serius Baekhyun membuat perasaan Suzy sedikit cemas. Takut hal itu adalah sesuatu yang buruk. Suzy terdiam, menunggu Baekhyun kembali melanjutkan perkataannya yang menggantung.

“Kau tahu Kim Sejeong?” tanya Baekhyun yang dijawab gelengan kepala oleh Suzy. “Dia adalah wanita yang beberapa minggu lalu bertemu denganmu di kantorku.” Ucap Baekhyun menjawab pertanyaan yang dilontarkannya sendiri.

“Aku akan bertunangan dengannya.” Lanjut Baekhyun sambil mengamati perubahan raut wajah Suzy. Lama Suzy terdiam, mencerna perkataan Baekhyun yang terasa seperti kabar kematian di telinganya. Sebisa mungkin Suzy menguatkan dirinya bahwa itu semua hanyalah sebuah lelucon yang coba dilontarkan Baekhyun.

“Lelucon yang tidak lucu, Baek.” Ucap Suzy sambil terkekeh geli walau dalam hati dia merasa sakit.

“Itu bukanlah sebuah lelucon.” Nada bicara Baekhyun berubah menjadi serius membuat kekehan Suzy pun terhenti seketika. Suzy mencoba mencari setitik kebohongan dalam ucapan Baekhyun, namun sayangnya tidak ada kebohongan yang dia cari.

W-waeyo?” tanya Suzy dengan suara yang bergetar menahan rasa sakit yang didera hatinya.

“Bisnis.” Baekhyun menundukkan wajahnya karena tidak ingin melihat wajah kesakitan Suzy.

“A-apakah aku tidak memuaskanmu?” setetes air mata jatuh dari mata indah Suzy saat memikirkan kemungkinan itu.

Baekhyun mengangkat wajahnya untuk kembali menatap Suzy. Dihapusnya air mata Suzy dengan ibu jarinya. Sungguh Baekhyun tidak tahan jika harus melihat ini semua. Baekhyun menggelengkan kepalanya berharap Suzy tidak berpikir lebih jauh lagi tentang alasan dia akan bertunangan dengan wanita lain.

“Bukankah sudah kukatakan, ini semua hanya bisnis.”

“Tapi mengapa? Bahkan kita belum genap sebulan menikah. Mengapa kau harus bertunangan dengannya?”

“Aku tidak ingin dia menyakitimu lebih jauh lagi.”

“Jadi, ini semua karena aku?” Air mata Suzy semakin mengalir derasnya.

“Bukan, tapi ini semua karena aku yang tidak bisa menjagamu dengan baik.”

“Aku tidak tahu harus berbicara apa, semuanya terlalu mendadak.” Suzy menunduk karena tidak sanggup untuk menatap Baekhyun yang seperti pasrah dengan keadaannya saat ini.

“Aku tahu. Maafkan aku.”

“Tidak bisakah kau membatalkannya?” tanya Suzy penuh pengharapan Baekhyun akan mewujudkannya.

“Maafkan aku.” sesal Baekhyun menambah luka hati Suzy. Mereka kembali terdiam. Bergelut dengan pemikiran masing-masing.

“Bagaimana bisa aku tetap percaya kalau kau hanya mencintaiku setelah kau bertunangan dengannya?” tanya Suzy setelah sekian lama berdiam diri. Mendengar nada suara Suzy yang tercekat membuat Baekhyun kembali menatap matanya.

“Aku tidak akan tidur dengannya.” Jawab Baekhyun mantap.

Suzy tersenyum kecut ke arah Baekhyun. “Bagaimana bisa kau menjaminnya disaat dia akan menjadi istrimu yang lain?” tuntut Suzy yang merasa keberadaannya terancam dengan rencana pertunangan Baekhyun, yang pasti akan berakhir dengan sebuah pernikahan.

“Karena itu jangan pernah melepaskan genggaman tanganku.” Ucap Baekhyun sambil menggenggam tangan Suzy untuk menyakinkannya.

“Kau menyakitiku.” Lirih Suzy membuat Baekhyun pun mengecup punggung tangan Suzy yang ada digenggamannya.

“Ini tidak akan lama. Kumohon bertahanlah.”

“Sebaik apapun wanita yang ada di dunia ini, tidak akan ada yang rela untuk diduakan, Baek.”

“Aku sungguh minta maaf. Ini pertama dan terakhir kalinya aku menyakitimu.”

Perasaan Suzy bertambah sakit saat mendengar ucapan Baekhyun. Wajah menunduk Baekhyun yang tidak ingin menatap langsung padanya membuat perasaan Suzy semakin kacau. Tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka. Hanya suara isak tangis Suzy yang terdengar di ruangan tersebut. Suzy menarik tangannya yang berada digenggaman Baekhyun. Lalu dia berdiri dari tempat duduknya.

“Sebaiknya aku pulang. Ini hari yang sangat melelahkan.” Suzy menggigit bibir bawahnya saat melihat Baekhyun masih setia menunduk, tidak berani untuk menatapnya langsung. Perasaan kesal, amarah, dan sakit hati pun begitu mendominasinya melihat Baekhyun yang tidak berusaha untuk menenangkannya.

“Selamat malam.” Ucap Suzy pada akhirnya sambil berjalan menuju ke arah pintu keluar, meninggalkan Baekhyun yang sedang tertunduk lesu. Bukannya dia tidak ingin mengejar Suzy, tapi Baekhyun akan goyah jika dia mengejarnya. Sehingga mau tidak mau, saat ini Baekhyun memilih untuk menyakiti wanita yang begitu dicintainya.

Maafkan aku, Suzy-ya.

~ tbc ~

 

Entah kenapa aku merasa chapter ini terasa hambar. Maafkan aku jika kalian juga merasakan hal yang sama. Aku harap chapter selanjutnya lebih baik lagi.

Sampai jumpa di chapter selanjutnya.

Bye-bye :-*

Regards, Azalea

 

11 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Dream (Chapter 24)

  1. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] DREAM – CHAPTER 25 | EXO FanFiction Indonesia

  2. glek,,aku ndak nyangka baek akan melakukan hal konyol sperti ini. bkin aku jntungan skrang. ndak suka aku sma skapnya baek hufft.
    kecewa bnget sma baek😞

  3. Waaah sebenrtnya aku gak nyangka kalo ceritanya akan seperti ini. Sedih banget kalo baekhyun beneran tunangan sama sejeong. Please author lakukan apapun tapi jangan sampe tunangan itu bener2 terjadi😦

  4. holla ka azalea…aduuh maapkeun aku baru comment di chap ini:'( sebenerny aku lupa sm ceritanya jd aku baca ulang dr awal..alhasil bacany marathon:-\ maap ka aku janji kedepanny bakalan comment trus ko ka. hehee
    aduuh itu ko sedih.bgt part baekzy:'( aku baper bacanya.-.baekki jahad oeh kenapa dia ga ngejar kembaran aku#plaak
    itu jg ngapain si nenek sihir sok kuasa bgt si heol
    ..pho aja sih iewhh
    aah semoga kembaranku kuat ya ngejalaninny#lol
    dan untuk myungsoo km ko cakep” tp ko dicampakan sih bang ckk kesian…nnt klo myungsoo tau apa yg terjadi y?oiya buat happy ending juseyoo kesian ama baekzy mereka udh bnyak bgt nglewatin rintangan:-/kan ga afdol klo g happy ending(just my opinion) ok gtu aja deh next next

  5. Anyeong kak azalea… aku readers baru nih.. mau komen yah..
    Itu kok baekhyun jahat bgt sii kan kasihan suzynya kenapa ga dikejar coba, itu kan jelas bgt suzy pgn di kejar.. seharusnya baekhyun bilang sama ortunya biar masalahnya kelar, ke gini kan tambah rumit grgr si ajuma yh menyebalkan itu ih bete aku.. tp bagus kok kak, aku aja nangis tadi pas baca partnya suzy sama baekhyun yg terakhir.. kak kalo boleh minta, aku minta endingnya suzy sama baekhyun hidup bahadia selamanya ya kak, happy ending gitu, kalo bisa itu si ajuma jahat suruh mati aja apa gmn lah kak, maaf yah kak aku lancang maaf juga komenku ga jelas kea gini… semangat kak azalea lanjutin ceritanya, jgn lama2 kak updatenya okey.. anyeong, fighting…😊😊😊

  6. Iya kurang dapet feel nya, kesannya nulisnya kek keburu2 dan alurnya kek dicepetin….(maaf ya just my comment)
    Btw, kenapa baekhyun g coba ngomong aja ke ortunya. Kali aja mereka bisa bantu…

  7. Akhiiirrrnyaaaaaaaaa du post jugaaaa. Aku pikir ini bakal hiatus lagi smpe berbulannulan. Ughh akhir” ini berasa kaya digantungin gara” nunggu ff ini wkwkwkw.
    makiiinn seruuuuu. Hayolooohh myungsoo udah curigaa.
    iya baek, kau menyakitiku juga wkwkwk #apa coba,
    Apa yg bakal suzy lakuin pas dia udh tau masalahnya.
    di part ini bacanya sambil dagdigdug berasa ikutan kesel + nyesek senyesek nyeseknya.
    Makin penasaran penasaran penasaran..
    ditunggu kelanjutannya hihih

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s