[EXOFFI FREELANCE] Everything Has Changed (Chapter 1)

screenshot_2016-08-20-10-32-51

Everything has Changed

RahayK

‘First’ Chapter

Oh Sehun | Arial Ahn | Xi Luhan

Chapter (Slow Update)

AU;Drama;Dark;Romance;School-life;Friendship;Brother-ship

PG-15 /G

p.s ; dikarenakan penulisan fanfic cuman sewaktu-waktu jadi maaf kalo updatenya lama. So, yang sabar yaa.

Wajib Komentar!!Tinggalkan jejak di bawah abis baca ff yang author tau masih abal ini kkk

*

*

*

“Karena semuanya sudah berubah dan tak sama lagi.”

 

 

 

Incheon Airport

 

Seorang lelaki terlihat santai dan sedang menunggu dipintu kedatangan luar negri dibandara Internasional Airport. Ia menurunkan kacamata hitamnya begitu sesosok yang mungkin menarik perhatiannya atau seorang yang ia tunggu telah datang dan berada dipintu kedatangan.

 

Setelah merasa benar, ia menyunggingkan sebuah senyuman dan melepaskan kacamata hitamnya  yang membuat penampilannya terlihat sempurna.

Ia melambaikan tangannya dan berjalan menghampiri  seorang yang memang sengaja ia tunggu kedatangannya itu.

“Yaa, Oh Sehun.. kau bolos sekolah ya dan memilih untuk menjemputku?” sapa seorang lelaki  yang baru saja keluar dari gerbang kedatangan luar negeri. Ia memeluk lelaki yang menjemputnya itu erat, saling melepas rindu untuk sekian detik.

“Sekolah memberiku hak khusus, untuk siswa jenius sepertiku. Jadi, kau tak usah risau. Hyung.”  Sehun menyombongkan dirinya dengan nada candaan.

Ia segera mengambil alih barang yang dibawa oleh lelaki yang lebih tua darinya itu. Mereka berjalan berdampingan menuju tempat parkiran bandara. “Appa bilang, kau datang dengan Ibumu?”  Sehun memandang Hyungnya itu yang datang hanya sendirian. Lelaki bermata bulat itu hanya membenarkan dengan sebuah anggukkan.

“Ia akan menyusul nanti malam dari  Guangzhou, karena nenekku sakit.”

Sehun menangguk mengerti, ia segera membuka bagasi mobilnya dan menaruh semua barang Hyungnya disana. “Appa tak marah kau membawa mobil sendirian?”

 

“Hyung..” Sehun menggantung kata -katanya. “Apa?” respon Hyungnya seadanya. “Lu Han Hyung, aku rindu padamu.” Sehun mengganti topik pembicaraan tiba-tiba. “Tapi aku tidak..” giliran  Luhan yang menggantung kalimatnya membuat  Sehun mendecak sebal dan mengerucutkan bibirnya.

“Bercanda…jangan suka mengganti topik seenaknya.” ujar Luhan bernada santai.

Sehun melempar kunci mobilnya ke Luhan, beruntung lelaki itu adalah penangkap yang handal  walau Sehun melemparnya tinggi-tinggi, Luhan masih dapat menangkapnya dengan cepat.

“Karenamu, moodku jadi jelek. Jadi, Hyung saja yang menyetir.” Sehun masuk kedalam mobil masih dengan wajah yang sebal.

Luhan hanya terkekeh dan hanya menurut saja perintah adik tirinya itu.

Mobil mulai berjalan meninggalkan parkiran bandara. Sehun melirik arloji Luhan yang berada ditangan kanan. Kemudian, menyenderkan kursinya sedikit kebelakang sehingga tubuhnya bisa lebih rileks lagi.

“Antarkan aku kesekolah, aku masih harus ikut kelas malam.” tutur Sehun lagi-lagi memerintah Luhan, tanpa melihat kearah Luhan yang sedang terkekeh geli tanpa suara karena tingkah Sehun yang kekanakkan.

“Baiklah, adikku tersayang. Tuan Muda Oh~”

goda Luhan namun Sehun tak menanggapinya.

Sehun hanya berpura tak dengar perkataan Hyungnya itu.

 

™Everything Has Changed™

Sepanjang perjalanan Luhan terus saja berbicara dari hal perubahan yang dialami Korea, lalu kembali kisah hidupnya ketika di China selama beberapa tahun menetap disana dan tak pulang ke Korea, semua itu tak ditanggapi oleh Sehun.

 

Sehun masih merasa sedikit kesal pada Hyungnya soal pergantian topik tadi. Ia hanya memejamkan matanya dan berpura -pura untuk tak mendengar cerita Luhan yang seperti dongeng 1001 malam.

 

“Ketika tiba disekolahmu, aku ingin melihat Arial. Kau sekelas kan dengan gadis menggemaskan itu?”

 

Sehun menoleh ketika sebuah namanya masuk ketelinganya atas perkataan Luhan. Matanya mendelik kearah Luhan yang masih fokus menyetir.

“Menggemaskan apanya?Kau makin membuatku badmood dan ditambah muak dengan kau membahas dia.Tak ada yang berubah pada Arial.”

 

Sehun memejamkan matanya lagi, Luhan hanya tertawa mendengar perkataan Sehun yang lebih mengarah kekutukkan untuk gadis bernama Arial itu.

“Kalian sahabat. Arial itu gadis mengagumkan saat aku melihatnya dari beberapa sisi. Kau hanya belum sadar, Oh Sehun.”

Sehun tak menjawab lagi. Sebuah pesan masuk keponselnya. Sehun dengan malas menyalakan ponselnya dan membaca pesan itu.

 

From: Arial Bee

Hey, Oh Sehun!! sungguh hari ini Luhan Oppa akan datang? bagaimana kalau kita pulang bersama untuk hari ini? aku ingin melihat Oppa mu itu.

BALAS !! SEKARANG!!

 

Sehun mengabaikan pesan itu, karena ia sudah memasuki wilayah sekolahnya. Luhan memberhentikkan mobilnya. Sebagian siswa yang telah pulang lebih dulu,mulai ramai memandangi kedatangan mobil sport itu, tak terelakkan  para siswa perempuan mulai berteriak ketika melihat orang yang turun dari mobil.

 

*

*

Arial memutar-mutar bolpoint miliknya, pelajaran Kang -Saem sangat membosankan baginya. Tapi, tidak untuk Se Hun. Dan, jika lelaki itu andai saja berada disini sekarang, berada tepat didepannya terduduk tegap dan sibuk menulis sehingga ia yang tertutupi dapat tertidur pulas tanpa gangguan dari Kang -Saem hingga jam mengajar guru kolot itu berakhir.

“Oyy.. Oh Sehun, mengapa kau tidak muncul juga saat dibutuhkan.Mataku sudah berat sekali.” gumam Arial yang masih saja menguap padahal Kang -Saem tengah mengawasinya namun gadis itu hanya tersenyum kecil seraya menundukkan kepalanya. Sesekali, Arial menatap ponselnya yang berada dikolong meja.Tak ada perubahan sedikitpun sejak ia mengirimkan pesan untuk Sehun terakhir kali, mengingat hal itu Arial kembali bersemangat.Alasan mengapa Sehun belum juga hadir dikelas pertama jam tambahan.

“..Benar!Aah, hari ini Lu Han Oppa akan datang.” Arial meninju tangannya keudara, bergumam kecil sendiri hingga akhirnya Kang -saem sudah menatapnya tajam begitu juga dengan teman-teman sekelasnya, sebagian ada yang melanjutkan mencatat materi dan beberapa orang lainnya hanya memandang Arial jenuh. Karena, tidak hanya sesekali ia begitu bahkan bisa dibilang hampir setiap pelajaran Kang -saem walau ia memang selalu melakukan hal itu karena ‘tidak sengaja’.

“Ahn Arial?” panggil Kang -saem dengan nada menekan, ia berjalan menuju bangku Arial berada.Arial merapatkan bibirnya. “Nde,jeoseong-hamnida..”

“Aku tanya apa kau Ahn Arial?Aku tak menyuruhmu untuk meminta maaf.” Kang -saem tersenyum miring dan memegang tongkat kayunya.

“Ne?” Arial hanya menunduk dalam diam.Jika ada Sehun, pasti ia sudah  dibela. “Berapa kalinya kau mengacau dijam mengajarku?Apa kau tidak lihat,sedang ada guru didepan?Eoh!!!Keluar..”

“Nde?”

“Keluar!!!”

*

*

Arial menuruni tangga dan tak sengaja menabrak seseorang, hampir saja gadis itu terjatuh jika tangan lain tak sigap menahannya lebih dulu. “Kau tak apa?” tanya lelaki itu. “Gamsahamnida.Maafkan aku.” ujar Arial tanpa melihat kearah orang yang menolongnya, ia kembali menuruni tangga.

 

“Oraemanida..Arial Ahn!”

Arial menghentikkan langkahnya, ia tertegun sejenak mendengar orang itu memanggil namanya.Dengan takut-takut ia menoleh kearah sumber suara, betapa bodohnya ia tak mengenali suara itu.

 

“Oppa!” kata Arial dan segera memeluk seseorang itu. “Lu Han Oppa,aku sangat merindukanmu.Kau seharusnya istirahat,bukannya kesini. Apa Sehun yang menyuruhmu?”

Mendengar begitu banyak hal yang keluar dari mulut Arial, Lu Han hanya terkekeh pelan dan mengusap rambut hitam gadis itu.

“Aku juga rindu padamu.Sehun masih dibawah umur,jadi aku yang menyetir.Aku berencana akan kekelasmu tadi.Tapi, kau terlihat berbeda saat kau tak tahu orang yang menolongmu tadi itu aku. Ada apa?”

*

*

Sehun baru saja mengambil minuman kaleng dan ia ingin segera kembali kekelas, ia menghentikkan langkahnya tatkala ia melihat Lu Han dan Arial yang sedang berdiri berhadapan. Dan, kaka tirinya itu tengah memegang dahi dan menyingkap poni Arial menatap gadis itu penuh makna.Dengan segala tatapan yang rasanya ia ingin sekali ia hindari untuk Arial. Entah mengapa, ia tak suka situasi seperti itu.

 

Lu Han mendekatkan wajahnya, Arial membulatkan matanya.

‘…Jangan Arial..’

 

To Be Continued

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s