[EXOFFI FREELANCE] The Little Prince (Chapter 8)

tlp2

Author     : Nurul Margaritha Aulia

Genre     : Romance, Action, Angst, Sad

Rating     : PG 15+

Length     : Multi Chapter

Main cast     :

        Cho Hyun Ah (OC)

        Oh Sehun (EXO)

Support cast    :

        Park Chan Yeol (EXO)

        Cho Kyu Hyun (Super Junior)

Im Yoona (SNSD)

Choi Siwon (Super Junior)

        U-know Yunho (TVXQ)

Kim Wo Bin (Actor)

        Lay (EXO)

        Cho Jo Kwon (OC)

        Oh In Sung (OC)

        Other Cast

Note     : Just enjoy reading my Fanfic, I hope you like it. Honestly, I like writing and reading but to explain what I feel its so hard so Hope you like it and I need your (Readers) comment or some advice to correct my fanfic (Author)

Cho Hyun Ah

“ Hidup seperti air yang mengalir, walaupun ada penghalang tak menutup kemungkinan air itu akan tetap mengalir sampai menemukan tempat dan membentuk sebuah kubangan, danau, sungai lalu mengalir ke laut, itulah aku ”

Oh Sehun

“ Walaupun berlian tergeletak di tempat sampah, tetap akan menjadi berlian yang sangat indah karena dimanapun dia berada dia tidak akan kehilangan nilai yang ia miliki ”

Story begin

Cho Hyun Ah Pov

Kali ini aku pulang dengan Sehun, Oppa yang akan menjaga ayah. Hari ini aku terlalu banyak menggunakan tenaga ku untuk menangis, entahlah. Di dalam mobil aku hanya diam saja, otak ku masih melayang apa yang dokter katakan.

Flashback on

“ Peluru yang bersarang di dalam tubuhnya hampir saja menambrak bagian vitalnya. Peluru tepat 5 cm dari jantung beliau jadi kemungkinan beliau akan mngalami koma selama beberapa saat tapi dia baik-baik saja setelah kami mengeluarkan peluru itu tapi beliau akan mengalami koma ” Ujar Dokter

“ Mwo ?? Koma?? ”

JEDDARR

Seakan petir itu datang tepat di telinga ku, koma ? bahkan dokterpun tak bisa memperkirakan kapan ayah akan bangun dari komanya. Luka yang ia alami cukup dalam walau tak mengenai alat vitalnya tapi tetap saja ayah mengalami koma. Apa yang dilakukan oleh para peneror itu sangat-sangat biadab. Lihat saja aku akan membunuh kalian yang bisa-bisanya membuat ayah ku koma, apa selama ini ayah ku mempunyai musuh? Beliau orang yang tegas tapi beliau masih mempunyai perasaan.

Flashback off

“ Sehun bisakah kau tidak membawa ku ke rumah?? ” Aku tak mau melihat ibu khawatir dengan keadaan ku yang sangat kacau ini apalagi dress ku dipenuhi darah ayah, itu akan membuat ibu semakin khawatir dengan keadaan ku

“ Terus mau kemana?? Bukannya Ahjumma akan semakin khawatir kalau kau tak pulang?? ” Ah benar juga. Aku mengeluarkan ponsel ku untuk menghubungi Ibu

“ Eoh Eomma. Hmm Dad is gonna be alright ”

“…. ”

“ Hmm, I’m okay. Oppa sedang menjaga Abeoji ”

“ …. ”

“ Ania Eomma. Hari ini aku pulang ke apartement Sehun. Jalanan disini banyak yang ditutup jadi aku menginap satu malam ”

“… ”

“ Hmm, Eomma juga. Bye ”

Kulihat Sehun terkejut saat aku bilang akan menginap di apartementnya. Cih berlebihan sekali dia.

“ Apakah menyetir harus dengan melotot seperti itu?? ” Dia langsung menetralkan wajah tampannya haha kena kau Oh Sehun

Authour Pov

Mereka telah sampai di apartement yang lumayan elit disekitaran Seoul ini, Hyun Ah langsung masuk karena tak tahan dengan hawa dinginnya angin malam apalagi saat winter.

“ Mandilah, badan mu bau darah sekali ” Ucap Sehun ketika mereka sampai kamar Sehun, yah kamar disini hanya satu karena Sehun hanya tinggal seorang. Hyun Ah langsung menerima handuk yang dilempar Sehun namun ia tak beranjak dari bed Sehun.

“ Tenanglah aku tak akan mengintip ”

“ Ya siapa juga yang berfikiran seperti itu ” Jawab Hyun Ah cuek

“ Aku tak membawa baju ganti ” Lanjut Hyun Ah, Sehun yang mendengar itu langsung tertawa

“ Hahaha aku lupa, cah pakai baju ku dulu. Cepatlah !!! Atau kau mau mandi bersama ?? ” Seketika Hyun Ah langsung berlari menuju kamar mandi dan langsung menutup pintu dengan keras yang menimbulkan bunyi yang cukup keras. Sehun hanya tersenyum melihat kelakuan Hyun Ah

Sehun sedang menyiapkan makan malam untuk mereka berdua, Sehun sudah biasa hidup sendirian jadi untuk menyiapkan makan malam saja ia tak kesusahan. Saking sibuknya ia tak menyadari kalau Hyun Ah sudah selesai mandi dan duduk di ruang makan yang tak jauh dari dapur sehingga Hyun Ah dapat melihat apa yang dilakukan pria itu. Sepertinya Sehun sangat handal dalam hal memasak terbukti ia terlihat sangat cekatan. Hyun Ah melihat apa yang Sehun lakukan dengan menumpu wajah cantiknya pada kedua tangannya.

“ Eoh, kau sudah mandi?? ” Sehun menyadari kehadiran makhluk yang sedang melihat dia memasak itu dan dijawab dengan anggukan kecil dari gadis ini

“ Apakah baju ku muat? ”

“ Terlalu muat ” Yah lihatlah dia menggunakan sweater berwarna biru muda dengan motif larva, cih sungguh kekanak-kanakan menurut Hyun Ah, seorang Oh Sehun mempunyai baju seperti ini. Hyun Ah terlihat termakan oleh sweater kebesaran Oh Sehun, badan Hyun Ah itu mungil di tambah lagi Hyun Ah menggunakan celana training milik sehun yang terlalu panjang untuknya. Sungguh mengenaskan gadis ini

“ Hahaha mengenaskan sekali kau Hyun~ah ” Sehun tertawa melihat gadis didepannya ini, kini ia jongkok dihadapan Hyun Ah lalu melipat celana trainingnya agar tidak menyentuh tanah. Hyun Ah hanya diam saja toh dia tak bisa melipat training itu sendiri karena tangan dia sudah hilang termakan sweater kebesaran milik Oh Sehun

“ Baiklah kau ambil makanan itu di sana. Lalu bereskan makan malam kita. Aku mau mandi dulu ” Hyun Ah mengangguk lalu berjalan menuju kitchen, dia dari tadi penasaran apa yang Sehun buat rasanya sangat penasaran melihat Sehun sangat berkonsentrasi membuatnya. Apakah dia membuat Steak? Cream pasta? Spagethi marinara atau carbonara? Pizza? Sandwich?beef stroganoff? . Hyun Ah langsung menuju makanan yang Sehun buat

“ Ige mwoya?? ” Hyun Ah melihat dua mangkuk yang terisi makanan yang bahkan tak terbayang oleh Hyun Ah. Hampir 5 menit Hyun Ah hanya melihat makanan itu enggan pindah dari tempat ia berdiri. Dasar gadis aneh, 5 menit hanya untuk memandangi masakan Sehun

“ Ya jangan melihatnya saja. Bawa kemari !! ” Sehun tenyata sudah mandinya. Mandinya cepat sekali. Rambutnya basah dengan kaus oblong berwarna putih menambah kesan maskulin dalam diri namja ini.

“ Ya Sehun aku butuh penjelasan mu. What is it?? ”

“ Ramen Ttang ” Mata Hyun Ah sepertinya mau copot. Benar-benar tidak sesuai ekspektasi dari Hyun Ah, Sehun hanya membuat ramen ttang (kalian tahu Sehun membuat Ramen ttang di acara Yummy bersama Kai), ramen mentah yang di masak dengan butter lalu menambahkan madu. Sesimple itu tapi dilihat dari cara dia memasak sungguh seperti membuat makanan ala bintang lima. God !!!

“ Cepat makan jangan hanya memandanginya saja!! ” Sehun sudah duluan makan ramen ttang yang ia buat itu

“ Makan yang mana? ” Tanya Hyun Ah polos

“ Ramen ttang ku ”

“ Shirreo!! Ya Sehun aku lapar dan kau memberi ku makanan ini?? ” Kesal Hyun Ah

“ Cobalah ini enak dan bisa mengenyangkan mu ” Dia terlihat santai sembari memakan makanan buatanya itu. Mau tak mau Hyun Ah memakan ramen ttang buatan Chef Oh Sehun itu, ingat yah dengan terpaksa karena ia sangat lapar dan lelah untuk memasak makanan sendiri. Setelah makan Hyun Ah mencuci piring itu, ingat ini juga terpaksa karena merasa berhutang budi karena sudah dibuatkan makanan yang bahkan baru kali ini ia merasakan makanan seperti itu dan yang punya apartementnya hanya duduk santai sembari menonton televisi.

“ Woah, keadaan kali ini benar-benar kacau ” Hyun Ah telah selesai menyelesaikan tugasnya dan langsung menuju Sehun yang sedang menonton berita yang sedang menayangkan kejadian yang baru saja mereka alami

“ Sangat ” Sehun menegaskan, Hyun Ah melirik ke arah Sehun lalu bangkit dari sofa mengambil kotak P3K yang ada di dapur, dia melihat wajah Sehun terluka

“ Kemarilah!! ” Ucap Hyun Ah, Sehun melihat Hyun Ah dengan raut wajah bingung. Lalu Hyun Ah segera menempelkan alcohol pada luka di wajah Sehun. Sehun meringis

“ Ya…ya…Appo…”

“ Ya bahkan aku belum menyentuh luka mu, manja sekali. Diamlah !! ” Hyun Ah kembali membersihkan luka Sehun lagi-lagi Sehun menjauhkan wajahnya mau tak mau Hyun Ah memajukan badanya untuk menyentuh wajah Sehun yang luka itu. Posisi mereka seperti Sehun dibawah Hyun Ah bahkan wajah mereka sangat dekat, Hyun Ah langsung menempelkan plester dengan kasar lalu bangkit dan kecangguangpun terjadi.

“ Bagaimanapun aku harus bisa menemukan peneror brengsek itu dan membunuhnya !!! ” Mata Hyun Ah tak lepas dari layar datar didepannya itu yang sedang memberitakan kejadian yang baru saja ia alami

“ Caranya?? ” Tanya Sehun, mereka sudah melupakan kecanggungan yang mereka buat

“ Apapun ” Sehun langsung meninggalkan Hyun Ah lalu kembali lagi dengan membawa sesuatu seperti koper. Hyun Ah bingung dan hanya mengedipkan kedua matanya.

“ Buka lah!! ” Hyun Ah membuka tas yang seperti koper itu dan kaget setelah mengetahui isinya

“ Apa ini ?? ”

“ Ini adalah barang kesayangan ku, kau ingin membalaskan dendam mu kan? Hanya ini yang kita bisa lakukan yakni balik menyerang mereka tapi kau tak tahu apa-apa mengenai senjata atau apapun itu yang kau tahu hanyalah IT. Kurasa kau membutuhkan keahlian semacam ini karena kita akan menyerang meraka secara fisik ” Hyun Ah hanya mengerjapkan kedua bola matanya

“ Jadi maksud mu aku harus ikut menyerang mereka?? Bahkan aku memegang senjatapun tidak pernah ”

“ Mereka bukan orang yang sembarangan buktinya mereka berani meneror tempat rapat yang dijaga sekitar 3.ooo anggota kepolisian. Kurasa mereka juga yang mencoba merusak jaringan Negara ”

“ Lalu? ”

“ Kau bilang ingin membunuh mereka semua ?? Lalu apa yang akan kau lakukan? Diam saja menunggu mereka terkena azab dari Tuhan? ”

“ Arraseo. Aku akan melakukan apapun agar mereka merasakan apa yang Abeoji rasakan ”

“ Baiklah kurasa kita membicarakan selebihnya nanti saja, tidurlah ! ”

“ Lalu buat apa senjata-senjata ini kau keluarkan? ” Hyun Ah bingung untuk apa Sehun mengeluarkan semua senjata yang entah apa namanya itu

“ Hanya ingin pamer pada mu ” Ucap Sehun santai seraya menutup lagi senjata-senjatanya itu

Hyun Ah yang kesal langsung meninggalkan Sehun dan langsung menuju kamar Sehun, persetanan dengan siapa yang mempunyai apartement ini yang penting ia bisa tidur nyenyak dalam kehangatan karena dia tak kuat dingin.

Hyun Ah sudah bak kepompong didalam selimutnya, bahkan tak tahu kalau Sehun menghampirinya. Dia sudah terlelap dalam mimpinya. Sehun mendekati ranjang lalu menyingkirkan anak rambut yang menghalangi gadis yang sudah masuk alam bawah sadarnya itu dengan lembut.

“ Have a nice dream ” Sehun mencium puncak kepala Hyun Ah lalu menuju sofa, dia tidak mungkin tidur satu ranjang dengan Hyun Ah.

“ Hyung luka mu cukup parah, peluru ini terlalu dalam menancap di lengan mu ” Ucap Ryeowook yang sedang mengobati Hyung yang mempunyai seringai iblis itu. Ryeowook cukup handal dalam medis jadi dia yang merawat Hyungnya yang tertembak peluru

“ Cepat ambil peluru itu !! ” Ucap pria berseringai iblis itu

“ Tapi ini akan terkena infeksi Hyung, aku tak membawa alcohol hanya membawa kasa, obat luka dan plester ” Ucap Minhyuk

“ Tapi kalau tak di ambil ini akan menyebabkan infeksi dan bisa membuat Hyungnim kehilangan nyawa ” Jawa Ryeowook

Tanpa disangka pria yang mempunyai seringai iblis itu mengambil peluru yang bersarang di tangan kanannya menggunakan tangan kirinya, dia mengorek luka yang disebabkan tabrakan antara daging dan timah panas hanya untuk mengambil peluru sialan itu. Ryeowook yang melihatnya hanya bisa meringis, Jongin dan Jongdae pun sama. Telihat tangan kiri yang sedang berusaha menambil peluru itu mengeluarkan darah segar. Ringisan terdengar dari mulut pria berwajah iblis itu. Terdengar suara daging yang terkoyak akibat tangan yang mencoba masuk kedalam luka untuk mengambil peluru itu, luka di lengannya pun semakin menganga lebar dengan darah merah pekat tak henti-hentinya mengalir, hingga mampu membuat seluruh ruangan ini anyir

“ Hahh…hahh…akhhh…” Akhirnya peluru itu lepas dari lengan kanan pria ini, ryeowook langsung menutup luka Hyungnimnya dengan kain seadaanya. Hanya untuk sementara setelah keadaan di luar cukup terkendali.

“ Kalian tak apa?? ” Terdengar suara

“ Oh Hyung ” Teriak Jongin langsung menghampiri orang yang di sapa Hyung itu

“ Makanlah!! Hyung kau tak apa ?? ” Pria itu mendekati Hyungnim yang sedang diperban dengan kain oleh Ryeowook

“ Hanya luka tembak, oh yah bagaimana dengan singa jantan itu? Apakah meninggal ? ” Yang mereka maksud adalah Cho Jo Kwon

“ Dia koma ” Lalu pria itu menghampiri Jongdae dan Jongin yang sedang makan makanan yang baru ia kasih

“ Mantan anggota militer terbaik Korea Selatan tak akan mati hanya karena 1 tembakan ”

“ Hyung bagaimana keadaan diluar sana? ” Sehun tidak tidur melainkan memastikan keadaan diluar itu aman terkendali, dia tak bisa membantu karena harus menjaga Hyun Ah.

“ Tenanglah, Siwon Ahjushi sudah mengirim Taemin Hyung untuk menjaga rumah Tuan Cho Jo Kwon bersama istrinya. Di rumah sakit pengamanan sudah diperketat untuk tamu yang ingin berkunjungpun tak diperbolehkan. Demi alasan keamanan ” Ujar Baekhyun

“ Baiklah, aku mengandalkan mu Hyung. Besok Wo Bin Hyung meminta kita berkumpul di tempat biasa ”

“ Arraseo. Ya gunakan waktu mu dengan putri es itu hahaha bye ”

“ Mwo !! Ya ya Hyung !! ” Baekhyun sudah lebih dulu mematikan sambungan telefonnya itu, Sehun langsung membaringkan tubuhnya di sofa dan dia langsung masuk dalam dunia mimpinya

Sang mentari sudah menampakkan wajahnya menandakan ini sudah pagi, Hyun Ah menggeliat dari sangkar kepompongnya itu. Dia langsung bangun dan melihat Sehun yang masih tidur dengan tenangnya. Hyun Ah membawa selimut lalu menyelimuti Sehun. Dia bisa melihat kepolosan pria ini dalam tidurnya, tanpa ada tampang menyebalkan atau cengiran bodoh yang khas miliknya dari dirinya. Hyun Ah tersenyum melihat seseorang yang telah menyelamatkan hidupnya dari kejadian tadi malam yang sangat mengerikan menurutnya.

    Sehun merasa terusik dengan silauan cahaya yang masuk lewat celah jendela kamarnya itu, sehingga ia membuka matanya. Ia melihat selimut yang menutupi dirinya, seingatnya tadi malam ia tak menggunakan selimut karena dia sudah menyalakan penghangat ruangan jadi ruangan disini tak terlalu dingin toh dia kuat dengan rasa dingin tak seperti Hyun Ah. Ah kemana perginya gadis itu, ranjangnya telah kosong dan rapi menandakan kalau sang empunya sudah bangun tapi kemana dia. Sehun mencari di kamar mandi dan ternyata tak ada, dengan mata yang masih sayu khas orang yang baru bangun tidur mencium aroma harum dari bawah, siapa yang mengganti aromatic nya? Dia pun turun dan melihat gadis yang tengah berkutat dengan segala equipment khas kitchen, dengan baju yang kebesaran itu. Sehun duduk di kursi meja makan sama seperti yang dilakukan Hyun Ah saat melihat dirinya memasak.

“ Oh kau sudah bangun? ” Hyun Ah menyadari kehadiran sosok yang baru bangun dari tidurnya itu, hanya gumaman yang terdengar dari mulut sosok itu. Cih malas sekali hanya untuk menjawab satu kata saja

Cah, Enjoy your breakfast ” Sehun membuka matanya lebar-lebar setelah melihat apa yang gadis itu masak. Sehun langsung bangkit dari duduknya dan melihat apa yang gadis itu masak. Toast yang di oles butter, tak lupa sebelumnya Hyun Ah memanaskan pan lalu menuangkan minyak zaitun lalu toast yang sudah dioles butter itu di taruh dipan yang sudah panas lalu Hyun Ah menekan-nekan toast itu agar mendapatkan panas setelah itu dia meletakan cheese. Chedar dan mozzarella di kedua toast itu lalu setelah dilihat sudah cukup kering kulit toastnya itu Hyun Ah langsung membalikkan toast itu dan ditumpuk menjadi dua lalu menekan-nekan lagi untuk mendapatkan panas hingga keju itu meleleh setelah dikiranya meleleh langsung diangkat dan diletakan di plate dan siap untuk disajikan. Sehun hanya membuka mulut rak percaya apa yang sedang ia lihat sekarang ini

“ Cepatlah makan selagi hangat ” Hyun Ah lalu mengambil kursi didepan kursi milik Sehun tapi empunya masih mematung didepan gas stove.

“ Kalau kau tidak mau maka…” Sehun langsung memakan roti itu dan woah lihatlah keju itu bak permen karet saat di gigit, memanjang. Kress itulah bunyi saat Sehun memakan toast buatan Hyun Ah itu

“ Dari mana kau belajar memasak? ” Tanya Sehun yang tak lepas mulutnya dari toast buatan Hyun Ah

“ Its so fuckin delicious, really !! I’m not kidding, Hyun~ah. its crazy !! ” Hyun Ah hanya tersenyum mendengar itu, Sehun itu bodoh atau apa sih. Ayah Hyun Ah itu mempunyai hotel bintang lima yang pasti mempunyai banyak pro-chef disana, Hyun Ah pun belajar dari mereka.

“ Samchon, kemarin kau kemana?? ” Tanya Chanyeol saat pamannya itu baru pulang dengan wajah yang sangat kelelahan

“ Aku lembur Yeol~ah ”

“ Harusnya kau beritahu aku dulu, tadi malam ada terror dan kau belum pulang. Kau tahu bagaimana perasaan ku mengkhawatirkan mu? Cih bahkan sekarang kau terlihat santai ” Omel Chanyeol pada Samchonnya, tadi malam dia setengah mati khawatir dengan pamannya yang tak ada kabar dan belum pulang, hingga ia tertidur di sofa hanya untuk menunggu pamannya pulang itu

“ Ya sejak kapan kau terlihat seperti Ahjumma eoh? ” Pamannya itu bingung dia hanya meninggalkan keponakannya itu sehari bahkan tidak sampai berbulan-bulan tapi lihatlah tingkahnya sangat cerewet seperti Ahjumma

“ Ah molla. Aku mau ke café ” Chanyeol langsung pergi meninggalkan pamannya yang baru datang itu, pamannya hanya tersenyum melihat keponakannya yang terlihat kesal itu. Hanya 15 menit Chanyeol sampai di café milik Suho. Dia langsung tiduran di sofa besar yang ada di sana, bahkan ia tak memperdulikan pelanggan yang melihat aneh dirinya. Suho mendekati Chanyeol yang dengan seenaknya dia tiduran di sofa.

“ Ya apa yang kau lakukan? ” Tak ada respon dari orang yang di ajak ngomongnya itu

“ Aish anak ini, ya ireona !! Ini bukan kos-kosan. Bangunlah !! ” Suho yang jengkel segera menarik telinga Chanyeol yang cukup lebar itu

“ Hyung biarkan aku tidur sebentar eoh?? ” Dia mengeluarkan aegyonya dan Suho hanya menghela napasnya lalu membiarkan anak aneh ini tidur di sofanya, walau membuat pengunjung tidak nyaman. Dia mengambil kertas lalu menuliskan sesuatu, diletakannya kertas itu di meja yang sofanya sedang Chanyeol tiduri itu.

Jangan ganggu !! Goblin galak !!!

Chanyeol tak sadar karena dia sudah masuk alam bawah sadarnya. Para pengunjung pun tersenyum melihat tulisan itu dan kau tahu yang menulisnya hanya tersenyum geli melihat apa yang sudah ia lakukan pada pria yang sedang sekarat karena mengantuk itu.

Choi Siwon, Kim Wo Bin, Do Kyung Soo, Byun Baekhyun, Oh Sehun dan Cho Hyun Ah sedang berkumpul di suatu tempat yang bisa dibilang tempat itu adalah tempat yang pernah ia kunjungi sebelum rapat delegasi dilaksanakan.

“ Baiklah sekarang mari kita kumpulkan semua informasi yang kita dapatkan ditempat kejadian, apapun itu ” Ujar Choi Siwon

“ Kurasa mereka menembak melalui gedung-gedung tinggi yang tedapat disekitar gedung pertemuan, telihat di antara gedung pertemuan terdapat 2 gedung yang tingginya melebihi ruangan rapat, dan itu mempermudahkan sesorang membidik dengan mengggunakan snipper karena jarak pandang dan jarak tembak yang strategis. Bangunan itu tower dan menara penyiaran yang terletak tak jauh dari tempat kejadian ” Ujar Kim Wo Bin, tak salah analisis seorang mantan anggota CIA

“ Betul kata Wo Bin Hyung, dengan bangunan yang terbuat dari kaca memudahkan mereka melancarkan aksinya ” Ujar Oh Sehun

“ Cctv tak berfungsi sebelum semua lampu digedung pecah dan anehnya yang mati hanya ruangan rapat itu. Semua crew operator kehilangan kesadaran, saat saya menyelidikinya ada seseorang yang melemparkan gas beracun hingga semua crew tak sadarkan diri dan itu juga mempermudahkan seorang Cyber Crime meretas semua jaringan yang kita punya. Setiap cctv di jaga satu orang dan dengan computer yang berbeda dan dengan software serta password yang berbeda selang beberapa menit. Jadi akan sulit kalau semua operator yang menghandle satu computer dengan membuat mereka tak sadarkan diri, itu mempermudahkan seorang Cyber Crime untuk meretas semuanya hanya dalam satu software karena rotasi password itu akan terputus bebrapa menit. Password yang digunakan operator adalah operasi cincin, yang artinya setiap menit password itu berubah sesuai dengan urutan computer dan kembali berputar seperti cincin ” Kyung Soo menambahkan opininya

“ Target mereka adalah Tuan Cho, setelah Tuan Cho tertembak tidak ada lagi baku tembak. Kurasa mereka sudah merencanakan penyerangan ini jauh-jauh hari, karena jalan mereka benar-benar mulus tanpa cacat ” Baekhyun tak lupa juga untuk menambahkan opininya

“ Mereka sengaja membuat keadaan menjadi kacau, setelah semuanya tak terkendali mereka melancarkan rencananya. Dengan meretas semua cctv setelah itu padamnya semua penerangan di ruang rapat, setelah itu mereka membabi buta dengan menembak dengan countinue lalu setelah kejadian semakin kacau dan tak terkendali dan semua petugas keamanan yang kalang kabut hingga mereka melihat satu kelalaian petugas keamanan baru mereka memulai misi mereka, yakni membunuh Cho Jo Kwon ” Oh Sehun pun tak kalah. Semua mata terarah pada Hyun Ah, dan yang ditatapnya hanya menunjukan wajah datarnya

“ Ya, apa yang kau dapatkan saat kejadian tadi malam?? ” Wo Bin geram dengan tingkah gadis ini tapi sekali lagi gadis itu hanya diam dan menunjukan wajah polosnya

“ Ya !!! ” Kini kesabaran Wo Bin tak terbendung lagi

“ Baju kotor terkena darah ” Jawab Hyun Ah singkat, dia tak melihat bagaimana muka Wo Bin sekarang ini ia terlihat benar-benar akan memakan gadis didepannya ini dan semua orang yang ada didalam ruangan ini hanya melongo mendengar apa yang baru saja gadis ini katakan

“ Oh ya apa yang kau lakukan pada ponsel ku? Dari tadi aku bahkan belum menyentuh ponsel ” Gerutu kyung Soo gara-gara Hyun Ah dia tak bisa memainkan ponselnya

“ Ah matta, give it to me ! ” Hyun Ah menerima ponsel dari Kyung Soo lalu Hyun Ah bangkit  menuju computer yang terdapat diruangan itu. Lalu segera menyambungkan ponsel itu dengan computer yang terdapat di ruangan itu. Terdapat banyak video yang terdapat di computer itu. Hyun Ah memutar video satu persatu dan kalian tahu apa yang ada didalam video itu? Itu adalah rekaman yang terjadi di ruang rapat delegasi kemarin

“ Woah. Bukannya semua cctv di ruang rapat di retas? ” Tanya Baekhyun

“ Memang benar ” Jawab Hyun Ah santai seraya membuka satu persatu video itu

“ Lalu? ” Tanya Wo Bin

“ Cih rupanya otak mu tak sepintar yang kubayangkan ” Cecar Hyun Ah pada Wo Bin, yang merasa di singgung memberikan death glare pada Hyun Ah tapi Hyun Ah hanya membalas tatapan itu dengan datar

“ Saya memasang penyadap yang sekaligus bisa merekam. Kerja benda ini sama halnya dengan cctv tapi yang ini lebih simple. Benda ini tidak tersambung dengan cctv di ruangan karena benda ini berdiri sendiri dan perantaranya adalah ponsel milik Kyung Soo sunbae. Sebelum saya memasang benda itu, saya terlebih dahulu memasukan aplikasi yang mampu menghubungkan dengan benda itu sekaligus langsung secara otomatis menyimpan apa yang direkamnya. Saya meletakkan benda itu di bendera Korea Selatan yang terdapat di tengah-tengah rapat, karena strategis jadi saya meletakkannya disitu. Jangkauan benda ini pun cukup besar yakni mampu merekam kegiatan satu gedung hanya dengan benda ini, dengan otomatis benda ini akan merekam. alikasi yang saya gunakanpun tak ada yang tahu karena itu aku membuat aplikasi ini sendiri dengan benda ini. Awalnya saya hanya ingin menguji hasil eksperimen saya, ini adalah rapat besar yang melibatkan semua orang-orang hebat dalam IT jadi saya tak mau meninggalkan satu kesempatan pun untuk meliput mereka, maka dari itu saya menciptakan benda itu dan perantaranya adalah ponsel Kyung Soo sunbae  ” Semua orang yang ada didalam ruangan itu hanya bisa diam mendengar penjelasan Hyun Ah, seketika hening beberapa saat

“ Wah, daebak~ida ” Komentar Baekhyun

“ Jadi itu yang kau pasang sesaat sebelum rapat di mulai?? ” Tanya Sehun dan Hyun Ah hanya mengangguk. Choi Siwon tersenyum bangga melihat apa yang baru saja mereka dapatkan karena kecerdasan gadis manis ini. Mereka melihat satu persatu video yang didapatkan dari benda milik Hyun Ah itu. Dari dimulainya rapat yang berlangsung dengan sangat lancar dan saat Cho Jo Kwon ingin memberikan suaranya seketika ruangan menjadi gelap, semua orang yang ada diruangan itu sangat berkonsentrasi melihat video itu.

“ Putar kembali saat sebelum kejadian semua lampu pecah ” Ujar Siwon pada Kyung Soo, sekarang Kyung Soo yang mengendalikan computer itu. Hyun Ah berdiri disamping Sehun. Kyung Soo memutar kejadian sebelum pecahnya lampu diruangan itu.

“ Stop !! ” Choi Siwon kembali berujar dan kyung Soo mempause video itu terlihat ada satu pers yang mencurigakan, dengan seragam khas seorang wartawan dan Id crad yang menggantung dilehernya tapi tingkah lakunya sangat mencurigakan, sebelum kejadian semua lampu pecah, terlihat dia menganggukan kepalanya lalu melihat kamera yang ada didepannya lalu mulai merekam kejadian yang ada di ruang rapat seperti layaknya pers namun setelah dia menekan tombol yang ada di kameranya semua lampu pecah, apakah itu hanya kebetulan? Semua orang yang melihat video itu kaget dengan apa yang mereka lihat, sangat kebetulan sekali

“ Cih Trik lama ” Satu statement yang berhasil membuat mata yang ada diruangan itu menatap kearahnya. Siapa lagi kalau bukan satu-satunya gadis yang ada diruangan ini, Hyun Ah.

“ Dia meretas pusat penerangan ruangan itu dan menghubungkannya dengan kamera yang dibawa press itu. Hanya dengan menggunakan software sederhana sudah dapat melumpuhkan jaringan pemadam ruangan itu, dia menganggukan kepala sepertinya itu adalah arahan dari seseorang yang telah meretas cctv lalu memberi tahu orang ini untuk melanjutkan misinya. Dia tidak menggunaka earphone tapi menggunakan benda kecil yang berada di tumpukan rambutnya itu. Aku yakin sekali ” Hyun Ah menjelaskannya dengan sangat rinci, benar-benar otak jenius

“ Genuis !!! ” Puji Wo Bin, tumben sekali orang ini mau memuji seorang Cho Hyun Ah yang notabene adalah seorang musuh bebuyutannya

“ Kyung Soo~ah bisakah kau mengindentifikasi wajah orang itu kalau sudah langsung beri tahu ku, kalian semua ikut aku!! ” Siwon langsung meninggalkan Kyung Soo yang tengah berkutat dengan computer itu, dia ditugaskan untuk mengindentifikasi orang yang mencurigakan itu, dengan bantuan semua catatan sipil milik Negara yang ia punya dapat memudahkan pencariannya. Sedangkan Choi Siwon mengajak anggotanya itu masuk kedalam ruangan yang terlihat seperti ruangan rapat lalu mereka duduk dikursi

“ Baiklah, kalian adalah tim ” Semua mata yang ada diruangan rapat itu melotot, apa maksudnya dengan ‘tim’

“ Yah, kalian akan menjadi agent rahasia dalam kasus ini, saya sudah membicarakan ini dengan kepala Kepolisian Lee Sungmin dan beliau setuju dengan rencana ku, mereka bilang kalau butuh bantuan mereka akan membantu 24 jam. Aksi peneroran yang menyebabkan korban jiwa di pusat hiburan kota Seoul, lotte world. Aksi peneroran terhadap putri bungsu Cho Jo Kwon lalu yang terakhir adalah aksi terror di ruang rapat delegasi yang menyebabkan korban jiwa juga apakah itu secara kebetulan terjadi dalam kurun waktu yang sangat singkat?? Tentu tidak. Inilah tugas kita, menyelidiki motif dan pelaku kejadian ini, mungkin juga kelompotan ini ada hubungannya dengan peredaran narkoba dan penjualan barang tentara ilegal di Negara kita ”

“ Kenapa harus kita?? ” Tanya Oh Sehun

“ Kalian adalah orang yang terpilih dan layak dalam misi ini ” jawab Choi Siwon dengan penuh keyakinan

“ Kim Wo Bin adalah seorang leader agent rahasia yang sangat handal, pernah menjadi anggota CIA 3 tahun yang menangani kejahatan luar negeri. Penembak jitu jarak jauh maupun dekat, daya analisis yang sangat kuat, pembuat strategi yang sangat hebat, jiwa penyerang sangat tinggi dan dia akan menjadi leader dalam tim ini ” Kim Wo Bin hanya mengangguk

“ Oh Sehun adalah seorang lulusan sekolah tinggi FBI USA dengan mendapatkan nilai tertinggi, menguasai semua jenis bela diri, penembak jitu jarak jauh dekat, keahliannya dalam menggunakan handgun, handal membaca situasi, IQ diatas rata-rata dan ahli membaca ekspresi wajah ” Sehun hanya tersenyum mendengarnya tidak dengan Hyun Ah sedari tadi dia bingung kenapa dia bisa berada disini kenapa tidak dengan Kyung Soo saja

“ Byun Baekhyun adalah seorang anggota NIS yang handal, mempunyai insting yang kuat, penjinak bom dengan daya ledak kecil maupun besar, ahli medis. Dulu Baekhyun anggota SWAT lalu memutuskan untuk masuk NIS ”

“ Do Kyung Soo kurasa kalian sudah tahu apa keahlian Kyung Soo. Dia adalah antenna dalam kelompok ini ”

“ Dan Hyun Ah…”

“ Naega?? Naega Wae?? ” Hyun Ah bingung kenapa nama dia disebut apa ini yang Sehun maksud dengan ikut menyerang karena meraka akan menyerang fisik mereka, tapi demi apapun Hyun Ah tak berfikiran akan seperti ini

“ Kau akan mengikuti sepak terjang tim ini, intinya kau adalah anggota tim ini. Cho Hyun Ah handal dalam bidang telekomunikasi dan tekhnologi, IQ diatas rata-rata, pandai mencerna sesuatu dalam waktu singkat dan dapat membuat benda baru dengan kepintarannya dalam bidang IT. Dia mendapat lisensi pemanah terbaik, mengikuti club pemanah hampir 4 tahun, menang gold medal di kompetesi nasional antar middle school, gold medal competition under 15 age. Total 16 gold medal, 2 silver medal, 0 bronze medal dalam kompetisi pemanah ” Hyun Ah membelakkan matanya, apa dia tahu semua tentang dirinya?? Aish menyebalkan siapa yang menyebarkan itu semua pikir Hyun Ah.

“ Mwo pemanah?? ” Wo Bin tidak percaya dengan apa yang ia dengar tentang anak ingusan itu

“ Hmm, Do you know hunger games?? Katniss everdeen?? Mungkin aku bisa disamakan dengannya ” Hyun Ah berbicara dengan santai tak memperdulikan yang sedang ia ajak bicaranya itu jengkel mendengarnya

I will give you something that you can try in your home. So simple but look delicious. I get from movie “CHEF 2014”. Check this out

To Be Countinue

Untuk chapter kali ini lebih panjang, kalau ada yang Tanya little princenya mana thour?? Nanti jawaban kalian akan terjawab di setiap chapternya…don’t forget to READ LIKE COMMENT. Karena itu membantu sangat membantu Authour, comment dari readers semua. Thankyou…

6 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] The Little Prince (Chapter 8)

  1. ini tuh berasa film” action spy gitu yaa..
    harusnya judulnya bukan the little prince…tapi the little spy ato little secret agent…
    hahaha..tapi terserah authornya sih…hahahaha

    woah bangga tuh sehun…berasa ngefly…cuma hyun ah doang yg sewot dibangga”in gtu
    lanjut dahhh

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s