[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me (Chapter 11)

cover-bgbm-2

Bad Guy Beside Me (Chapter 11)

Author : Jung Shafa

Length : Chaptered

Genre : Angst, Crime, Drama, Romance, Sad

Rating : General

Main cast : Yoo Nayeon (OC), Oh Sehun, Byun Baekhyun

Additional cast : Xi Luhan, Kris Wu, Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Yoon Jihye (OC)

Note : maaf sebelumnya karena ngaret agak lama yaa, ospek membuatku sulit meluangkan waktu buat kirim fanfic ini hehe. Maaf yaaa…

 

🎬🎬🎬

Sehun melangkah gontai menyusuri jalan setapak menuju markasnya tanpa penerangan sedikitpun. Matanya sembab karena menangis terlalu lama. Jarum jam sudah lewat pukul 12 malam. Ia menghentikan langkah sejenak ketika sampai tepat didepan gedung tua tempatnya selama ini mengkhianati negaranya.

 

Terdengar beberapa orang tengah tertawa terbahak-bahak. Mereka pasti sedang berpesta, baru saja Sehun mendapat kabar bahwa ia berhasil membobol harta karun milik mafia Byun.

 

“Ajhussi! Ayo kita menembak lagi.”ajak seorang anak laki-laki berusia 11 tahun pada seorang pria 30an tahun. Youngho.

 

“Kajja!”

 

Keduanya begitu larut pada pistol masing-masing. Kadang sang anak berjingkrak girang saat pelurunya tepat sasaran. Kadang Youngho yang bersorak.

 

Sehun menggeleng kuat ketika kenangannya bersama Youngho kembali menghantuinya seolah mengingatkannya untuk selalu menjaga Nayeon. Tapi disisi lain Youngho lah yang membuatnya seperti ini, yang secara tidak langsung ikut memusuhi ayah kandungnya selama ini. Haruskah dia melepaskan Nayeon?

 

Pria itu segera beranjak masuk kedalam markas. Benar saja,anak buahnya terlihat begitu bahagia. Haruskah dia meninggalkan mereka?

 

Sehun meraih satu gelas wine lalu membawanya masuk kedalam ruangannya. Tak ada niat sedikitpun untuk minum wine mahal favoritnya itu. Ia tertegun memandangi telapak tangannya. Betapa kotornya tangan seputih susu itu. Berapa nyawa yang dia lenyapkan dengan tangannya?

 

Pria itu mengusap wajahnya lalu mencoba merilekskan dirinya. Sedari tadi hatinya berkecamuk tak jelas.

 

***

 

“Dimana Sehun,Kris? Sepertinya dia tidak pulang semalam?”tanya Nayeon ketika Kris menghampirinya untuk membantunya turun dari tangga.

 

“Dia dimarkas.”

 

“Apa dia membunuh orang lagi?”Kris sontak memandang Nayeon saat pertanyaan itu menyapa gendang telinganya.

 

“Tidak.”jawab Kris singkat.

 

Bahkan sejak semalam Kris tidak berani menghubungi Sehun untuk sekedar menanyakan apa keadaannya. Kris paham betul bahwa Sehun sangat kacau saat ini. Ia butuh ketenangan untuk mengambil keputusan yang tepat termasuk untuk melepaskan dunianya juga Nayeon.

 

“Kau memasak?”tanya Nayeon saat melihat menu sarapan telah siap dimeja makan. Kris mengangguk lalu membimbing Nayeon duduk.

 

“Selain dokter kau juga koki yang hebat Kris.”sanjung Nayeon lalu mereka tertawa.

 

“Oh ya, tadi Jihye menelpon dia akan datang menjengukku. Bolehkan?”

 

“Boleh, tentu boleh.”

 

Nayeon tersenyum lalu mengambil potongan daging panggang dan segera memakannya.

 

‘Ting tong!’

 

“Itu pasti dia Kris, tolong bukakan pintu ya?”

 

Kris kemudian melenggang kearah pintu depan. Jujur, Kris berharap itu adalah Sehun. Sehun yang pulang dengan keadaan baik-baik saja. Dan lagi-lagi Kris harus menelan kekecewaannya saat layar interkom menampilkan seorang gadis seusia Nayeon.

 

“Annyeong.”Jihye membungkuk sopan pada Kris, hell sejak kapan ada gadis yang sopan padanya? Kebanyakan dari mereka akan selalu tebar pesona padanya.

 

“Kau temannya Nayeon kan?”tanya Kris.

 

“Ne”Jihye tersenyum lebar hingga kedua matanya membentuk bulan sabit. Kris terdiam, pria itu seakan terbang dalam pesona Jihye.

 

“Ajhussi!”panggil Jihye.

 

Kris tersadar dari lamunannya. “Ah ya! Masuklah.”

 

“Jihye-ah!”sambut Nayeon ceria kala Jihye menghampirinya dimeja makan.

 

“Bagaimana keadaanmu? Kyungsoo membawakan vanila latte untukmu.”Jihye menyerahkan satu cup vanila latte dingin pada Nayeon.

 

“Yaaa aku pasti akan sembuh setelah minum ini. Oh ya, makanlah masakan Kris sangat enak!”tawar Nayeon namun Jihye menunjukan raut wajah keraguan. Jangan lupa bahwa Jihye itu penakut, jika saja Nayeon tidak memohon agar dia datang kerumah Sehun dia tak akan datang.

 

“Ini tidak beracun.”bisik Nayeon agaka keras hingga Kris yang duduk dihadapan mereka terkikik geli.

 

“Jihye, makanlah aku ini koki yang hebat!”puji Kris pada dirinya sendiri.

 

***

 

Kris berjalan tergesa-gesa menuju markas setelah mendapat telepon dari Sehun. Setelah 3 hari tidak pulang kerumah lalu dia menelepon sambil menangis, itu bukan gaya Sehun sama sekali. Sejak kapan Sehun bisa menangis? Kris tidak tahu itu.

 

“Brengsek kau Sehun!”gerutu Kris. Rasa khawatir begitu besar, karena Sehun tidak bisa dibiarkan sendiri jika sedang terkena masalah. Apalagi masalah seberat ini. Ketika Jonghun meninggal Sehun juga hampir mati karena overdosis ektasi. Oh itu kenangan paling buruk dibenak Kris saat mendapati Sehun tergeletak tak sadarkan diri didalam kamarnya. Betapa Kris begitu menyayangi Sehun hingga ia tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Sehun benar-benar menyerahkan diri pada polisi untuk membayar semua rasa bersalahnya pada ayah kandungnya juga Luhan.

 

“Sehun!”Kris berhenti sejenak diambang pintu ruangan Sehun. Sedikit perasan bahagia saat melihat Sehun masih bisa duduk disofa meskipun wajahnya begitu merah dan matanya sangat sembab, berbotol-botol wine kosong tergeletak disana sini.

 

“Kau datang Kris? Bagaimana Nayeon?”tanya Sehun lemah, seulas senyum terbentuk dibibirnya. Mata sayunya memandang Kris penuh harap.

 

“Dia sudah bisa berjalan. Sebentar lagi juga akan pulih.”jawab Kris singkat lalu memunguti botol wine yang berserakan dilantai.

 

“Katakan padanya kalau aku ingin menemuinya nanti malam di3$&@+”

 

Kris menghentikan kegiatannya lalu menatap Sehun curiga.

 

“Aku akan mengakhiri semuanya. Melepas Nayeon lalu memulai hidup yang lebih baik lagi.”ucap Sehun.

 

“Apa kau yakin kau akan baik-baik saja tanpa Nayeon?”tanya Kris pelan. Tak ada respon dari Sehun.

 

“Kuharap kau mengambil keputusan yang tepat hun.”

 

Ini bukanlah keputusan yang tepat. Sehun tak mungkin bisa jauh dari Nayeon. Dia sudah jatuh cinta pada gadis itu. Sehun hanya akan menambah berat beban fikirannya.

 

***

 

Malam ini Seoul begitu indah, bintang-bintang begitu mempesona diatas sana. Meskipun suhu udara cukup dingin, beberapa orang nampak menikmati suasana sungai Han malam ini. Sehun masih berdiri tepat didepan Nayeon, wajahnya begitu kacau. Rambutnya yang berantakan juga tubuhnya yang semakin kurus. Kantung matanya begitu nyata sekarang, Dia tidak pernah tidur dengan baik selama ini. Perlahan Nayeon menyingkirkan beberapa surai hitam Sehun yang menutupi sebagian wajah tampan kekasihnya itu.

 

“Neo… Gwaenchana?”tanya Nayeon , gadis itu berusaha kuat untuk menahan tangisnya. Meskipun Nayeon tahu bahwa Sehun sedang sangat tidak baik-baik saja. Sehun hanya diam, pria itu sedang memandang wajah Nayeon lekat seolah tak ingin menyia-nyiakan setiap detiknya.

 

“Lupakan aku.”dua kata yang berhasil terucap dari bibir mungil Sehun berhasil membuat Nayeon menjauhkan jari-jarinya dari wajah Sehun.

 

Nayeon menautkan kedua alisnya. “Wae?”

 

“Jangan pernah mengingatku lagi.”

 

Sehun melangkah mundur satu langkah dari Nayeon.Β  Namun pandangannya belum lepas dari wajah Nayeon.

Melepaskan Nayeon lebih baik saat ini daripada membuat gadis itu semakin menderita. Terlebih saat ini perasaan cinta Sehun perlahan berubah menjadi kebencian atas semua orang-orang yang berhubunan dengan Jonghun juga Youngho-ayah Nayeon-.

 

“Sehun-a?”panggil Nayeon pelan.

 

“Maafkan aku Na.” Sehun berbalik arah membelakangi Nayeon. Samar samar didengarnya isakan kecil Nayeon.

 

Sehun tak peduli, dia tidak boleh peduli lagi. Sejak kapan Sehun punya rasa peduli? Pria itu kemudian melangkah pergi meninggalkan Nayeon yang nyaris roboh.

 

“Saekki-ya! Sehun-ah neo saekki-ya!”tangis Nayeon. Sehun tak akan berbalik arah untuk memeluknya, untuk menghangatkan tubuhnya.

 

“Sehun butuh seseorang disampingnya selain aku, setelah ia tahu bahwa yang membunuh ayah kandungnya adalah para pejabat tinggi termasuk perdana mentri Kim Jaehyun. Kau tahu kan siapa yang membantu Kim Jaehyun untuk menjadi perdana mentri?”ucapan Kris masih teringat dibenaknya. Ya, Nayeon paham keadaan Sehun sekarang. Tapi untuk alasan Sehun meninggalkannya, sampai saat ini Kris tidak mau memberitahunya.

 

***

 

“Kau benar-benar melepaskan Nayeon?”tanya Kris seolah tak percaya.

 

“Ya.”jawab Sehun lalu ia masuk kedalam kamarnya tapi sesaat kemudian ia membuka pintunya lagi.

 

“Tolong kemasi barang-barang Nayeon dan antar kerumah Jihye.”ucap Sehun dan dia masuk kembali.

 

Kris hanya menggeleng tak percaya. Ingin rasanya kembali kewaktu dimana Sehun tetap menjadi seorang Oh Sehun yang bengis, yang kuat dan sangat suka bersenang-senang. Sekarang pria itu lebih memilih murung lalu mengurung diri ditemani wine kesayangannya, sesekali Kris mendengar isakan tangis dari dalam kamar Sehun. Saat itulah Kris merasa benar-benar kehilangan Sehun.

 

“Lalu? Kau akan ikut Luhan ke Cina?”tanya Kris didepan pintu kamar Sehun.

 

“Aku akan membunuh Kim Jaehyun.”teriak Sehun dari dalam kamar membuat Kris bergidik ngeri. Bagaimana bisa seseorang memiliki rencana seberani itu?

 

***

 

 

Sehun menapakan kakinya ke sebuah ruangan dirumahnya. Ruangan yang dipenuhi beragam senjata seperti, pisau,senapan laras panjang, pistol dan masih banyak lagi tentunya dengan kapasitas masing-masing. Pria itu mengambil sebuah pistol berwarna coklat kesayangan Jonghun. Pistol yang hanya akan dipakai Jonghun untuk membunuh orang-orang penting termasuk Youngho-ayah Nayeon-.

 

“Mari kita akhiri.”gumam Sehun pelan lalu diiringi seringaian mengerikan dibibir Sehun.

 

Kim Jaehyun, malam ini ia akan makan malam bersama perdana mentri Singapura di $-$&% lalu ia akan pulang ke Blue House setelahnya. Sungguh? Beliau akan sampai di Blue House tepat waktu. Sepertinya beliau harus dilarikan kerumah sakit lalu disemayamkan terlebih dahulu.

 

Sehun memacu mobilnya dengan kecepatan penuh. Sesekali pria itu melirik pistol yang berada dijok mobil sebelahnya.

“Kau pasti rindu membunuh orangkan?”

 

“Aku juga, sangat rindu.”ucap Sehun seolah tanpa beban sedikitpun.

 

“Kita sampai.”bisik Sehun pelan pada pistol coklatnya sebelum menyembunyikan dibalik jaket hitamnya. Pria itu melangkah masuk kedalam sebuah gedung yang berhadapan dengan hotel tempat kedua perdana mentri itu makan malam bersama.

 

Sehun meraih ponselnya lalu mengirim sebuah pesan untuk Kim Jaehyun.

 

‘Nikmati makan malam terakhirmu.’

 

Sehun memasukan kembali ponselnya setelah sampai diatap gedung. Ia menghentak-hentakan kakinya pelan sambil bersiul sambil menunggu waktu yang tepat.

 

“Kau mau apa hah?”tanya seseorang dari belakang.

 

Sehun tersenyum penuh kemenangan sebelum berbalik kearah orang tadi.

 

“Untuk apa repot-repot datang tuan Kim? Aku bisa menembus otakmu dari sini.”ujar Sehun sarkatis.

 

“Kenapa kau membunuhku?”

 

“Kau membunuh ayahku kan?”

 

Sontak raut wajah perdana mentri Kim Jaehyun berubah menjadi ketakutan. Dia sedang sendiri tanpa pengawalan sekarang. Sehun dengan mudahnya mengabisi nyawanya.

 

“Mari kita akhiri sekarang, kau mati dan rasa bersalahku pada ayahku terbayarkan.”

 

Sehun mulai mengarahkan pistolnya pada perdana mentri Kim.

 

“Kau juga akan mati.”ucap perdana mentri. Tak ada respon dari Sehun, pria itu lebih memilih fokus pada jantung pria dihadapannya itu.

 

“Sepertinya jantung lebih menarik ya.”ucap Sehun.

 

“Kau tidak ingin meninggalkan pesan untuk putri kesayanganmu tuan?”lanjutnya.

 

Beberapa saat kemudian suara sirine dari jalan raya terdengar sayup-sayup ditelinga Sehun.

 

“Wah, kau sudah membawa bala bantuan ternyata, kajja! Tidak usah membuang waktu.”ucap Sehun lalu ‘duar!!!’ peluru berhasil mengoyak jantung perdana mentri dalam sekali tembak. Membuatnya terkapar tak berdaya diatap gedung.

 

“Welcome to the hell.”ucap Sehun lalu pria itu turun dari atap dengan tangga darurat. Meskipun sempat adu hantam dengan anggota kepolisian akhirnya Sehun bisa sampai rumah dengan selamat,untuk hari ini.

 

***

 

Sehun melempar pistolnya keatas tempat tidur lalu ikut merebahkan tubuhnya. Matanya menatap nanar kelangit-langit kamar. Tak ada perasaan puas seperti yang ia harapkan sebelumnya. Perasaan janggal itu masih meliputi hatinya hingga kini.

 

“Argh!!”

 

Ia melirik sekilas pistolnya.

 

“Jaga dia seperti aku menjagamu.”ucapan Youngho kembali terngiang ditelinganya. Bahkan kini Sehun jelas-jelas meninggalkan Nayeon setelah membuatnya masuk kedalam kehidupan gelapnya.

 

Tbc…

 

 

 

22 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me (Chapter 11)

  1. kak, aku nungguin sejak berminggu minggu yg lalu.
    aku kangen bgt dengan kabar kelanjutan FFnya kakak.
    and finally, aku bisa baca next chapternya bad guy beside me T__T
    aku tunggu kak yg selanjutnya
    moga happy ending
    (Please, jgn pisahkan sehun dan Nayeon, cukup baper nonton W terus baca ini T__T)

  2. Ff yang ditunggu tunggu akhirnya di Up juga 😊

    Yahh yahh yahh knapa nayeon di tinggalin sih sehun 😒 .. Kan kesian 😒😒

    Tolong buat Sehun dan Nayeon balikan lagi dong kak ya ya ya#pasangaegyeo/dgeplak..^^v

    Duh., setelah Sehun nembak jaehyun, gimana jadinya??, gawat nanti nasib Sehun gimana??

    Duhh Next kak bener” penasaran sama klanjutanya^^

  3. ya ampun.. kak Shafa.. lama banget update nyaaa.. ada apa dg dirimu kak ?????
    Sehunn.. Kenapa Nayeon nya ditinggalin.. Kan kasian.. emang kamu bisa hidup tanpa Nayeon ???????
    Next.. Cepet update ya kak Shafa..

  4. yahhh udah nihh?? cepet banget tbc nya :((( aku nunggu sweet moment mereka padaahal😦 sehun jangan ninggalin nayoen dongg, kasian dia hiksπŸ˜₯ ihh moga aja endingnya happy yaa, udah baper banget akuu dari kmaren baca ff sad mulu T.T ditunggu next nya shafaa :DDD fighting!!

  5. Aaaaaaaa akhirnya update juga setelah sekian lama menunggu sampe jamuran πŸ˜‚πŸ˜‚ sumpah suka banget sama ff ini ceritanya keren πŸ˜ƒ
    Please thor jangan lama lama updatenya πŸ˜‚πŸ˜‚ hehe

  6. sehun jadi melepas nayeon…kok rasanya gk rela yaa…ahhhh
    trus nanti sehun ke cina sama luhan??? ya mending sehun ke cina aja kalo masalah di korea selesai…you must be strong hun!!

  7. nggak cocok nih kalo kek gini. sehun tetep ama nayeon aja lah. ngpain sih pake pergiΒ² gitu?
    authornim lanjutannya jgn lama2 ya? penasaran nih ntar nasib sehun ama nayeon gmn. oke? hwaiting authornim^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s