[EXOFFI FREELANCE] Stupid Pain (Vignette)

stupid-pain

[Park Chanyeol and Sera Hwang]

[ Romance, sad, Drama]

[PG]

[Vignette]

[Storyline by Nano]

[Desclaimer : ff ini murni dari pemikiran nano. I just own the plot. Maaf jika ada kesamaan kata,alur ,tokoh atau pun yang lainnya,karena nano juga adalah seorang reader jadi suka baca semua cerita, terus mungkin tanpa sengaja nulis alur, tokoh dan lain-lainnya itu dalam ff ini.]

[Sorry for typo. And happy reading…]

.

.

.

 

 

 

“Aku akan menjemputmu. Jangan kemana-mana, oke?”

“Hm.”

“Sera, tunggu aku lima menit lagi.”

“Terserah.”

“Hey, kau marah?”

“Tidak.”

“Jangan bohong…”

“Sungguh, aku tidak marah.”

“Benarkah? Kalau begitu aku tutup ya ?”

“Hm, sel-”

Klik.

Sambungan telepon itu ditutup sepihak . Gadis itu menatap putus asa  pada ponselnya. Selalu saja seperti ini. Orang yang tadi menutup sambungan itu adalah kekasihnya, Park Chanyeol. Kekasih yang begitu ia cintai, sayangi, bahkan menjadi orang yang paling berharga dalam hidupnya. Mungkin terdengar berlebihan, tapi seperti itulah kenyataannya. Ia telah dibutakan oleh cinta.

Kekasihnya itu selalu di penuhi kesibukan. Sehingga jarang sekali mereka saling bersua. Dan Chanyeol sang kekasih memiliki sikap yang egois, yang terkadang membuat hati Sera berdenyut sakit.

Ia tidak bisa marah sedikitpun pada kekasihnya, meskipun tingkahnya itu terkadang melampaui batas kesabarannya, dan anehnya, ia selalu bisa memaafkan kesalahan-kesalahan Chanyeol.

Contohnya saja seperti tadi, sambungan teleponnya bahkan segera di tutup tanpa meminta kepastian darinya. Hatinya walaupun berusaha agar terbiasa, tetap saja berdenyut sakit.

Dan bodohnya lagi, ia tetap menunggu sang kekasih berjam-jam padahal janji yang Chanyeol berikan adalah lima belas menit.

Bahkan, perutnya yang kosong kini mengeluarkan suara yang memalukan. Oh, untung saja di halte ini tidak ada siapa-siapa selain dirinya. Aduh, bagaimana ini? Sera sebenarnya ingin sekali beranjak pergi dari sini sebentar untuk membeli sebuah makanan, tapi, ia takut jika kekasihnya itu tiba-tiba datang dan tidak menjumpai dirinya.

Hm, mungkin beberapa menit tidak akan membuang waktu terlalu lama. Di pikir-pikir, jika kekasihnya itu datang dan tidak menjumpai dirinya, bukankah dia akan menghubungi Sera?

Akhirnya, dengan berat hati Sera segera beranjak dan berlari ke sebuah kafe yang terletak lumayan jauh dari halte yang ia tinggalkan.

Kakinya melangkah mendekati tempat tersebut yang hanya tersisa satu meter lagi.

Langkah kakinya tiba-tiba berhenti di depan kafe itu. Netranya menatap jendela kafe tersebut, namun fokusnya berada di dalam jendela itu.

Hatinya terasa diremas dan di tusuk oleh pedang.

Ia kemudian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

Tuuut… tuut….

“Halo?”

Panggilan yang dilakukannya tersambung. Sera menatap kosong pada apa yang berada di depannya.

“Chanyeol… kau dimana?”

“Aku?”

“Ya. Kau dimana?”

Suara diseberang agak lama menjawabnya sehingga Sera berpikir jika orang yang ditanya olehnya sedang memikirkan sebuah alasan.

“Aku di rumah. Memangnya mengapa?”

Bingo! Hipotesisnya benar sekali.

“Kapan kau menjemputku, Chan? Ini lebih dari lima belas menit.”

“Jemput? Oh, ya! Aku lupa! Kau tunggu aku, oke? Aku benar-benar akan kesana!!”

“Aku mengerti.”

Klik.

Kali ini Sera yang memutuskan hubungan.

Ia melihat orang yang duduk di dalam kafe itu mengernyitkan kening. Kepalanya mendongkak karena seorang wanita yang berada di hadapan orang itu bertanya. Suara mereka terdengar dari luar karena mereka duduk di dekat jendela.

“Siapa? Kekasih gelapmu?”

“Hm. Dan sialnya aku lupa menjemputnya sebelum kau mengajakku ke sini. Tidak apa kan jika aku berasamanya?”

“Ya, aku tidak apa-apa. Tapi, segera putuskan dia, oke?”

“Oke. Aku pergi dulu…”

“Hati-hati…”

Mereka bahkan berciuman singkat tanpa menyadari bahwa objek yang dibicarakan tengah memandangi mereka.

Sera segera berbalik badan dan berlari ke halte semula ketika dilihatnya orang yang tadi diperhatikannya akan pergi dari kafe.

Napasnya terengah-engah sehingga dia mencoba untuk menetralkan napasnya.

Sebuah motor tiba-tiba berhenti di hadapan Sera yang tengah duduk berselonjoran di kursi halte. Helm sang pengendara terbuka sehingga Sera bisa mengetahui bahwa orang itu adalah Chanyeol.

Sera segera menghampiri Chanyeol sembari tersenyum manis. Tangan Chanyeol mengusap lembut kepala Sera dengan sayang ketika Sera berada di sampingnya.

“Maaf membuatmu menunggu lama…”

“Gwaenchana…”

Sera menjawab sambil mengangguk.

“Ayo naik.”

“Ya.”

Sera kemudian naik motor yang dibawa oleh Chanyeol dan ia memeluk erat pinggang sang kekasih.

Selama perjalanan, tidak ada konversasi yang menemani mereka. Perjalanan itu begitu hening. Hingga mereka sampai di rumah Sera, barulah keduanya bercakap-cakap.

“Terimakasih, Chan. Atas segalanya…”

Sera kini telah turun dan berada di samping Chanyeol yang telah melepas helmnya.

“Tidak apa. Sudah tugasku untuk mengantarmu pulang.”

Sera tersenyum mendengar penuturan Chanyeol.

“Dan mungkin ini adalah tugas terakhirmu.”

Kening Chanyeol terlipat, ia tidak mengerti arah pembicaraan Sera.

“Aku ingin hubungan kita berakhir, Chan…”

“Apa?!!”

“Aku bilang aku ingin hubungan kita berakhir.”

“Tapi, mengapa? Apakah kau marah karena aku terlambat menjemputmu? Iya, begitu? Kau ini kekanak-kanakan sekali sih!! Hanya karena masalah sepele kau ingin hubungan kita berakhir?!! Dasar Childish!!”

Tidak ada satu kata yang terucap dari Sera. Malah ia membalikkan badan dan berjalan menuju depan gerbang rumahnya. Tubuhnya tiba-tiba saja berbalik karena seseorang yang melakukannya sembari mencekal kuat pergelangan tangannya.

Orang itu adalah Chanyeol. Rupanya ia turun dari motor besarnya.

“Urusan kita belum selesai. Kau pikir mau kemana?”

Sera menunjukan wajah datar dan sinis yang tidak pernah ia tunjukan sebelumnya.

“Urusan kita sudah selesai. Kau dan aku sudah berakhir, dengan atau tanpa jawaban darimu.” Ucap Sera diplomatis.

Sera segera menyentakkan kasar tangannya. Akan tetapi hal itu tidak membuahkan hasil, tangannya masih saja tercengkram kuat oleh Chanyeol.

“Hey, lepas! Lepas kan tanganku Chanyeol!! Kau pikir ini dimana hah!! aku akan menjerit jika kau tidak melepaskan tanganku!”

Chanyeol yang sebelumnya menatap kosong pada Sera, kini semakin mencengkram kuat dan memojokkan tubuh Sera di dinding gerbang.

Netra Sera semakin membara menatap Chanyeol dan mulutnya sudah terbuka bersiap mengeluarkan jeritan.

“To- hmpffff!!!!”

Tangan Chanyeol membekap mulut Sera.

“Kau ini kenapa Sera?”

Sera semakin memberontak karena Chanyeol yang berada dihadapannya memberikan tatapan yang mengerikan. Ia ketakutan. Apalagi kedua tangannya kini terletak di atas kepalanya dalam cengkraman satu tangan Chanyeol. Sementara tangan Chanyeol yang lain membekap mulutunya.

Pandangan Sera buram karena air mata yang menggumpal di bulu matanya. Dalam satu kedipan, air mata tersebut segera mengalir turun melewati pipi.

Cengkraman Chanyeol melemah dan mulut Sera juga terbebas dari bekapan Chanyeol. Napasnya memburu akibat dari adrenalinnya yang terpacu. Ia menatap Chanyeol yang juga menatap dirinya dengan ekspresi yang tidak terbaca.

“Aku? Kau tanya aku kenapa? Aku sakit Chanyeol!! Aku menderita selama berhubungan dengan mu!! Awalnya aku merasakan fall in love padamu, tapi lama-lama aku menjadi fall in HELL!! Kau berbohong padaku, Chan. Kau mengerti?!!”

Chanyeol hanya terdiam.

“Kuanggap diam mu sebagai tanda mengerti.”

Sera untuk kedua kalinya membalikan badannya menuju gerbang. Kali ini tidak ada yang menahannya.

Air matanya terus bercucuran menyebabkan dirinya menghapus kasar air itu yang berada di pipinya. Lihatlah, mantan kekasihnya hanya diam saja tidak merasa bersalah sedikitpun. Oh, betapa butanya Sera selama ini.

“Maaf…”

Tangan Sera yang membuka gerbang terhenti. Tapi hanya beberapa detik saja, karena detik selanjutnya ia segera masuk dan menutup gerbangnya lalu menguncinya.

Chanyeol menggedor-gedor  gerbang yang tertutup itu. ia merasa… entahlah. Mungkin ia menyesal?

“Sera!! Aku minta maaf!! Kumohon maafkan aku!! Aku tidak akan bersikap kasar lagi!! ”

Tidak ada sahutan, dan hal itu membuat Chanyeol semakin menjadi.

“Sera!! Buka gerbangnya! Aku tahu kau mendengarkanku! Kumohon maafkan aku Sera! Aaargh!!!! Sera kau membuatku gila!!”

Chanyeol benar-benar menyesal. Bahkan ia mengeluarkan air mata. Ya, ia menangis sembari menjerit meminta permohonan maaf pada Sera.

Ia tetap menggebrak kasar gerbang Sera dengan sesekali mengusap air matanya. Demi apa seorang Park Chanyeol menangis? Apalagi ini menangis karena seorang wanita! Mau disimpan dimana harga dirinya?! Tapi rasa sesak yang Chanyeol rasakan tidak juga hilang dan semakin membuatnya frustasi. Peduli setan dengan harga dirinya!!

“Sera…. Kumohon maafkan aku. Aku tidak akan membuatmu merasakan fall in hell, jadi kembalilah padaku, Sera…”

Hal yang sia-sia Chanyeol lakukan karena Sera sudah tertidur pulas di kamarnya. Ia tentunya segera berlari menuju kamarnya tanpa mempedulikan Chanyeol, sang mantan kekasih yang hanya menyakiti dirinya.

Orang tuanya belum pulang dan itu membuatnya untung sehingga orang tuanya tidak akan mengintrograsi dirinya. Telinganya tersumpal headset yang sedang memutar lagu rihana- bitch better have my money dengan volume tertinggi. Masa bodoh dengan  gendang telinganya yang mungkin akan pecah dan juga ia tidak mempedulikan rasa sakit yang terasa sampai ke ulu hati.

Chan, you know? Bitch better have my heart!!!! Why? Because I know bitch never got my heart.

Fin

10 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Stupid Pain (Vignette)

  1. Beh… ini sad? Tumben amat melon bikin sad, yah lumayan kena di hati, apalagi sama kata-kata nya ‘fall in love jadi fall in hell’ ‘Chan, you know? Bitch better have my heart!!!! Why? Because I know bitch never got my heart’ wuuu… daebak… good fic mel😀😀

  2. Huhh., chan lo apaan sih., kok gitu baget!
    Ujung ujungnya nyesel juga kan.

    Ditunggu cerita yg lainnya kak Nano^^
    Series yg baek juga dtunggu, juga kelanjutan ff sehun dan hayoungnya ya^^

    Fighting!!

    • Wkwkwk… kesel ya ama Chan? Sama saya juga kesel, abis tu anak menggoda banget di mv lotto wkwkwk…

      Pft, harus punya kesaabaran Yang penuh kalo nunggu series baekhyun. Hm, sehun hayoung? Saya belum pernah membuat cerita yang cast nya itu^^

      BTW, terimakasih^^

      • Apa hubungannya ama Mv lotto kak..wkwkwkwk

        Oke harus sabar^^
        Ehh bukan kakk kah?, coz aku lupa sama judulnya 😂, coba aku cek lagi deh^^

      • Ha ha ha(ktawacanggung)..
        Iya yahh bukan kak yg buat..hehehe maluuuu#tutupmuka/ngumpetdiblakangsehun..kkkkk^^v

        maaf bngett kak 🙏, coz aku lupa kirain yang bikin ffnya kak nano..hehe
        Sekali lagi maaf loh kak^^v#ampuunnnmalluunya

      • Ada dong hubungannya, soalnya gini nih, waktu menentukan siapa yang jadi cast di ff ini, aku masih bingung. Nah terus tiba tiba aja aku inget si chan yang gandeng cewek di mv lotto, ya udah deh si chan, itung itung bales dendam ke chan yang udah megang tangan cewek itu*tolong abaikan

        Ah iya gak apa apa^^

  3. owww…kasian Sera but rasain lu Chan (sorry sbenernya g iklas ngatain chaneyeol gt) emang penyesalan slalu dtng belakangan,OK author ditunggu ff yg lainnya bye…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s