[EXOFFI FREELANCE] Regret (Chapter 9)

byunpelvis

Regret (Chapter 9)

Poster by : https://dirtykindi.wordpress.com

Author : ByunPelvis

 

Cast : Byun Baekhyun // Lee Kyungra (OC/You) // Kim Jong In.

Other cast : Kim Minji,Member EXO lainnya.

Genre : Hurt // Romance // Angst.

Rating : 17+.

Leght : Chapter

Disclaimer : Cerita murni dari pemikiran saya. No copy, no paste .Maaf untuk typo  yang bertebaran ^^.

“Nareul seuchyeo jinagado dwae niga nal da ijeosseunikka.

Geudaeyeo nareul barabwajwoyo yeojeonhi geudaedo nareul saranghanayo?”

*

“Kau mengabaikanku, kau melupakanku, tak apa. Sayang, lihatlah aku
Apakah kamu masih mencintaiku?”

*

(Ost Scarlet Heart Ryeo: For You)

Preview

Kyungra tertegun , Baekhyun baru saja membentaknya.

“apa maksudmu berpura pura?”

Baekhyun tak sanggup membuka suaranya untuk langsung menjelaskan, ia akan menenangkan hatinya sejenak. Ia tak tau ini akan berhasil atau tidak.

“kau…….”

.

.

Chapter 9 End.

“Kau masih peduli padaku kan? Kau masih,,, –  mencintaiku?”

Kyungra dapat melihat tatapan Baekhyun tertutup cairan bening.  Hatinya sesak saat itu juga, ia tak pernah tega melihat orang yang dicintainya menangis. Jadi ia memilih mengalihkan wajahnya.

Baekhyun semakin mendekat, menghapus jaraknya dengan Kyungra. Diraihnya tubuh mungil Kyungra kedalam dekapannya. Baekhyun tak peduli jika Kyungra mengumpat atau memukulnya setelah ini. Kyungra meronta dalam pelukan itu tapi Baekhyun semakin mengeratkannya.

“aku tau ini sangat egois Kyungra-ya”

Kyungra hanya diam, tangannya yang meronta perlahan terhenti.

“rasanya sangat sakit melihatmu mengacuhkanku . Lebih sakit saat melihatmu bersama Kai. Aku mohon jangan abaikan aku. Maafkan aku Kyungra-ya.”

Tanpa sadar Baekhyun menjatuhkan air matanya, ia sudah tidak bisa menahannya lebih lama.Biarlah pertahanannya runtuh di depan gadis itu. Mengingat Kyungra bersama Kai akhir-akhir ini membuatnya marah dan tak bisa mengontrol emosi.

Tapi Baekhyun juga salah. Ia terlalu pengecut untuk sekedar merebut Kyungra dari  Kai.

Kyungra masih diam , ia terus mendengar penyesalan yang Baekhyun sampaikan. Hatinya perlahan goyah dan ia tak pernah tega seseorang terus memohon seperti itu padanya.

“Aku memaafkanmu. Sekarang lepaskan aku!”

Baekhyun melepas pelukannya, namja itu tidak begitu yakin karena bahkan Kyungra masih tak mau menatap matanya.

“aku-“

‘Cklek’

Kata-kata Baekhyun terpotong karena tiba-tiba  seseorang membuka pintu dengan cukup kasar. Otomatis keduanya meoleh untuk mengetahui siapa yang muncul dibalik sana.

Dan betapa memuakan karena dalam situasi seperti itu muncul satu pengacau.

“owhh lihat-lihat! ck ck drama macam apa ini?”

“Kim Minji?”

“sayang, kenapa masih disini heuh? Aku menunggumu. Bukankah kita akan pulang bersama heum?” Dengan manja Minji bergelanyut di lengan Baekhyun. Bersikap manis seolah tak memiliki dosa sama sekali. Baekhyun yang langsung sadar menyingkirkan tangan Minji dari lengannya.

“Anyeong Kyungra-ssi . Apa yang kau lakukan disini dengan namjaku? Ah.. kau mau merayunya? Aigo aku lupa sedang berhadapan dengan gadis jal-”

“HENTIKAN!” Baekhyun membentak Minji karena kata-kata gadis itu yang sudah seperti paku tajam. Sedangkan Kyungra sudah biasa mendapat perlakuan maupun cacian dari Minji. Walau wajahnya tak berekspresi tapi sebenarnya hatinya bergemuruh.

“Kyungra, kajja! ” Baekhyun menarik tangan Kyungra tapi Minji dengan kasar menepis genggaman. Minji mendorong Kyungra cukup keras hingga membentur dinding.

“Kim Minji kau gila hah?” Baekhyun balik mendorong Minji sampai terpojok dipintu. Namja itu tak bisa menahan amarahnya melihat Kyungra diperlakukan buruk.

“wae? kenapa kau terus peduli padanya Baek?”

“karena aku-“

“ahh iya. Karena kau masih ingin melanjutkan taruhan itu kan?”

Baekhyun mengepalkan kedua tangannya, ia menahan diri agar tidak menampar Minji didepan Kyungra. Sungguh situasi seperti itu tak diinginkannya sama sekali. Disaat Baekhyun ingin meyakinkan Kyungra selalu saja gagal.

“jangan bicara seolah kau tau semuanya”

“kau mau melanjutkan taruhan itu karena ingin kembali padaku. Sayang kenapa kau harus susah payah melakukan itu huh?” Ucapan Minji semakin membuat Baekhyun marah. Gadis itu bertingkah seolah ingin memojokan Kyungra.

“tidak. Kau salah Minji-ya. Aku benar-benar ingin kembali pada Kyungra . Aku ingin Kyungra berada disisihku.”

Kyungra menahan punggungnya yang terasa lumayan sakit. Sedari tadi ia mendengar perdebatan Baekhyun dan Minji. Gadis itu tak tau harus percaya yang mana. Mungkin benar apa yang dikatakan Minji, jika sebenarnya  Baekhyun memintanya kembali hanya untuk melanjutkan taruhan yang melibatkan dirinya.

Kyungra hampir saja goyah, hatinya hampir saja tertipu oleh penyesalan Baekhyun beberapa saat lalu.

“Sudahlah. Kalian tidak usah bertengkar karenaku. Masalah taruhan itu sudah kuanggap selesai” ucap Kyungra pada akhirnya.

Kyungra berjalan dan berdiri tepat dihadapan Minji. Tatapan Kyungra dibalas tak kalah tajamnya oleh Minji. Kedua gadis itu saling pandang dengan tatapan benci.

“Kau, Kim Minji. Tidak perlu merasa takut! Baekhyun tidak akan menyukai gadis miskin sepertiku. Byun Baekhyun tidak akan sudi meninggalkanmu hanya karena gadis seperti diriku. Aku ini hanya sampah.”

“hentikan Kyungra-ya! mengapa kau berbicara seperti itu huh?” Baekhyun menengahi. Namja itu tak bisa melihat Kyungra ditindas seperti itu.

“Baguslah. Kau menganggap dirimu sebagai sampah. Itu terdengar sangat cocok untukmu Lee Kyungra.” Miji tersenyum puas berhasil membuat Kyungra menjatuhkan harga diri sendiri.

“eum. Tapi aku lebih suka diriku yang seperti ini. Aku tidak suka menjual harga diri seperti dirimu Kim Minji.”

“m-mwo? Neo!”

Kyungra belalu dengan menabrak bahu Minji. Minji ingin mengajar untuk memberi pelajaran tapi lagi-lagi Baekhyun menahannya.

“lepaskan aku Baek. Dia menghinaku.”

“gadis bodoh! Apa kau tak sadar lebih menghinanya hah?”

“Baek-“

“jangan mengganggu aku maupun Kyungra. Atau aku hancurkan harga dirimu. Gadis gila!”

Baekhyun melepas kasar tangan Minji dan berlalu, dia harus menjelaskan kembali tentang perasaan tulusnya pada Kyungra.

Minji masih terdiam di tempat tadi, gadis itu membanting vas bunga yang ada disampingnya sebagai pelampiasan emosinya.

“arrgggg… kau tak boleh mencintai yeoja lai Byun Baekhyun. Wae? Kenapa kau memilih gadis jalang itu? Mati saja kau Lee Kyungra!”

.

.

.

Baekhyun terus berlari, ia tak peduli dengan nafasnya yang terputus-putus karena lelah. Matanya menyapu jalan besar yang penuh dengan kendaraan di sebrang sana. Baekhyun yakin Kyungra pasti belum cukup jauh, ia masih berusaha untuk menemukannya.

Saat melihat kesamping kanan Baekhyun menemukan Kyungra berhenti menunggu lampu lalu lintas berubah merah untuk bisa menyebrang. Namja itu berlari mendekat diiringi gerimis yang mulai turun.

Baekhyun berhenti sesaat karena melihat Minji turun dari mobil dan mendekati Kyungra. Dengan paksa Minji menarik Kyungra. Ia tau pasti Minji akan nekat melakukan hal yang buruk untuk memberi Kyungra pelajaran.

“sial”

Baekhyun semakin mempercepat jalannya, ia tak peduli dengan hujan yang semakin deras. Apalagi sekarang langit sudah mulai menggelap, membuat cuaca dingin semakin menyengat.

.

.

“Jebal. Lepaskan aku Minji-ssi”

“tidak. Kau harus kuberi pelajaran. Karena kau Baekhyun membenciku sekarang.”

“Mwo? Kau salah. Dia hanya mencintaimu Minji-ssi”

Minji berdecih dan terus menarik Kyungra untuk memasuki mobilnya.

“berhenti melawan dan ikut saja! Aku belum puas menyiksamu”  katanya dengan smirk.

Kyungra berusaha melawan saat tubuhnya hampir masuk kedalam mobil. Ia  yakin malam ini akan jadi malam yang buruk jika Minji berhasil membawanya. Saat di kampus saja ia merasa akan mati disiksa gadis itu.

Dengan sekuat tenaga Kyungra menyikut wajah Minji dengan sikunya. Berhasil, Minji terlihat kesakitan memegangi wajahnya. Kesempatan itu digunakannya untuk mendorong tubuh Minji.

Kyungra langsung lari, dalam hati ia sungguh lega karena berhasil lolos. Minji memang gila menurutnya, Minji lebih terlihat seperti seorang psycho karena terobsesi pada Baekhyun.

Kakinya masih menelusuri jalan raya, ia tak sadar jika rambu lalu lintas masih berwarna hijau.Kyungra mendengar beberapa klakson mobil memekakan telinga, dan saat ia menoleh sorot lampu menyilaukan matanya.

‘brakkkk’

“ANDWEEEE!” suara teriakan itu bahkan terdengar setelah tubuhnya terhantam cukup keras dan jatuh di aspal.

Kejadian itu terlalu cepat, tubuhnya terkulai lemah bagai tak bertulang.

.

.

.

Baekhyun mematung ditempat, tubuhnya bergetar hebat menyaksikan kejadian tragis tepat didepan matanya.

“andwe..” ucapnya semakin lirih. Dengan langkah lemas ia berjalan mendekati tubuh yang terkapar ditengah jalan itu. Beberapa orang  berlarian untuk mendekat, Baekhyun terjangkau hanya beberapa langkah saja. Genangan merah yang tercampur dengan air hujan mengalir membasahi aspal.

Baekhyun berharap yang tadi dilihatnya hanya halusinasi, ia ingin memastikan jika matanya salah melihat.

“cepat panggil ambulan” Teriakan seseorang menyadarkan Baekhyun, dengan cepat ia menerobos kerumunan dan meraih tubuh Kyungra.

“K-Kyungra-ya. Hei sadarlah! Kenapa kau tidur heuh? KENAPA KAU MENUTUP MATAMU?”

Baekhyun berteriak seperti orang gila, nafasnya naik turun menahan sesak dalam dadanya. Baekhyun berkali-kali mengguncang tubuh Kyungra yang mulai dingin. Wajah Kyungra penuh darah, Baekhyun mengelap dengan lengan jaketnya.

“ya! jangan bercanda Kyungra-ya. Jebal! Kau boleh marah padaku tapi jangan bercanda seperti ini. hei buka matamu…hikss..”

Baekhyun tak berani memandang darah yang semakin banyak menodai bajunya. Kyungra  tak menunjukan pergerakan, Baekhyun memeluk gadis itu dan terisak sangat pilu. Orang-orang yang berkerumun memandang perihatin. Ada beberapa yang cemas sembari menunggu ambulan datang.

“uhukk…akhh..”

Baekhyun mendengar suara Kyungra walau sangat lirih. Tubuh Kyungra juga sedikit bergerak, Baekhyun bisa melihat mata Kyungra terbuka secara perlahan. Rintik hujan membuat pandangan menjadi buram, samar-samar Kyungra melihat wajah Baekhyun.

“Kyungra aku mohon bertahanlah! Kau tak boleh meninggalkanku!”

Kyungra  berusaha membuka suaranya tapi gagal, pada akhirnya ia mengucapkan maaf  tanpa suara, Baekhyun menggeleng dan kembali memeluk Kyungra. Tangan Kyungra mencengkram kerahnya sangat kencang.

“ s-sa..kit” ucap Kyungra sekuat tenaga, nafasnya semakin tercekat. Begitupun pandangannya yang kembali mengabur.

“Kita akan kerumah sakit secepatnya. Kita-…a-andwe Kyungra-ya! Jebal bertahanlah! KYUNGRA!”

Baekhyun menagis sekeras-kerasnya , ia sangat tidak siap jika sesuatu yang buruk terjadi pada Kyungra. Baekhyun lag-lagi merasa bodoh, Baekhyun memang sangat tak pantas untuk menjaga gadis itu.

.

.

.

Ruang Operasi.

Baekhyun terduduk didepan pintu ruang operasi dengan tak bertenaga, pandangannya kosong menatap lantai putih yang terkena noda darah. Tangan,baju,serta celananya juga penuh dengan noda darah. Tangan Baekhyun masih bergetar, masih terasa bagaimana hangatnya cairan merah kental itu.

Baekhyun menjambak rambutnya sendiri, saat ini ia dilanda frustasi yang teramat dalam. Tak ada pasokan air mata yang dapat dikeluarkannya lagi. Mata Baekhyun terlalu lelah untuk mengeluarkan cairan bening itu.

“Kyungra-ya aku mohon, jangan tinggalkan aku!”

Tap…tap…

Beberapa lankah kaki  terdengar semakin jelas, Baekhyun menoleh dan mendapati Chanyeol dan lainnya datang. Chanyeol adalah yang pertama kali mendapat kabar buruk dari Baekhyun, namja itu bahkan rela meninggalkan kegiatannya bermain biliard hanya demi melihat keadaan sahabatnya dan Kyungra.

Baekhyun menangis saat menelphon , jadi semua sangat panik dan langsung bergegas datang ke Rumah Sakit.

Mereka juga heran, ini pertama kalinya Baekhyun begitu terpuruk mengatasi sebuah masalah.

“Baekhyun-ah. Bagaimana dengan Kyungra?”

“Yeol, Kyungra masih dalam operasi. Ini sudah 2 jam tapi dokter belum keluar. E-eothokae?”

Chanyeol menepuk pundak Baekhyun untuk sekedar menguatkan hati. Namja tinggi itu menarik Baekhyun untuk berdiri dan pindah duduk dikursi. Yang lainnya tak kalah sedih melihat keadaan  Baekhyun sangat kacau. Baju basah penuh darah,rambut acak-acakan dan wajah pucat.

“Hyung, sebaiknya kau ganti baju dulu. Kami membawakan kaus dan celana untukmu.” Sehun maju untuk menyerahkan paper bag yang berisi baju ganti untuk Baekhyun. Baekhyun menerimanya tapi tak langsung bergegas.

“kau tunggu apa lagi? Cepat ganti bajumu. Lihatlah darah itu? kau…terlihat sangat kacau Baek.”

Baekhyun melirik baju yang dikenakannya. Ia memang terlihat seperti diguyur darah satu ember.

“nanti saja, aku harus menunggu dokter keluar”

“Baek, ada kami disini.”

Baekhyun menatap  Chanyeol dengan pandangan sendu. Namja itu menghela nafas berat dan beranjak. Tapi belum sampai tiga langkah dijangkaunya ia sudah kembali berhenti. Dadanya bergemuruh dan matanya memerah menatap seseorang yang bersembunyi dibalik tubuh Sehun.

“Kau!”

Terlalu cepat untuk Minji menghindar, tanpa perasaan Baekhyun mendorong tubuh Minji hingga hampir terjatuh. Tangannya terulur untuk mencekik leher gadis itu.

“Yaakk HYUNG!” Sehun panik seketika melihat Baekhyun bertingkah seperti pembunuh.

“Ini semua gara-gara kau Kim Minji”

“akk uhukk.. B-baek”

Wajah Minji semakin memerah karena Baekhyun semakin keras mencekik Minji. Sehun menarik tubuh Minji sampai cekikan Baekhyun terlepas.  Chanyeol juga tak tinggal diam, ia menahan tubuh Baekhyun yang terus ingin menyakiti Minji. Minji ketakutan dan memeluk Sehun.

“lepaskan aku Yeol! Wanita ini harus mati!”.

Chanyeol terus menahan tubuh Baekhyun yang tak bisa diam. Chanyeol  juga sudah terlanjur emosi karena menghadapi sikap liar Baekhyun.

“Hyung! apa maksudnya ini semua karena Minji? Kenapa kau menyalahkan Minji?”

“diam kau Oh Sehun! Buang saja gadis pcycho sepertinya.”

“yak kau!”

Tempat yang tadinya tegang itu malah menjadi ribut lantaran pertengkaran itu.

“Hentikan Baek!” Chanyeol menarik Baekhyun pergi, ia harus mengantar Baekhyun untuk ganti pakaian.Jika tidak seperti itu nanti akan terus terjadi keributan.

Beralih pada Sehun yang menatap tajam Minji. Minji masih menangis karena mendapat perlakuan kasar dari Baekhyun. Sebenarnya Sehun sangat ingin membawa Minji pergi, tapi namja itu juga penasaran dengan apa yang terjadi.

“Minji-ya! Bagaimana bisa kau disalahkan?”

Minji menggeleng lemah dan masih menunduk. Tangannya mencengram lengan Sehun cukup erat.

“apa Kyungra seperti ini karenamu?” tanya Sehun lagi. Minji mulai mengangkat wajahnya dan menatap Sehun. Bibirnya kelu untuk mengucapkan satu kata, keberaniannya menjadi ciut karena Baekhyun.

“K-yungra….”

.

.

TBC

Astaga…astaga… ini cerita macam apa wehhh?

Readersdeul maafkan author Byun yang selalu aneh membuat kelanjutan cerita. Cerita versi 3 chapternya happy ending tapi yang ini malah ampe Kyungra sekarat.

Jujur author juga lelah kalau jadi Kyungra, hidup Kyungra nelangsa banget. Baiknya gimana nieh??

Kai mana?

Ngilang tuh anak ^^ .

Readers, mungkin satu chapter 10 nanti bakal End.

So, tolong partisipasinya untuk comen dibawah ini^^.

Bagaimana dengan chapter ini?

Berharap happy ending kah?

Entah readers kurang yakin akan hal itu .

Okeh deh tunggu aja next chapternya…..

Sampai bertemu minggu depan my lovely readers. ^^

17 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Regret (Chapter 9)

  1. Yeoja sekki..
    Sinting sumpah, manas”in keadaan pdhal td kyungra udah mau nerima baek lg tuh.
    Huh,. Ada” aja.
    Moga cepet sadar

  2. Huft huft huft apa ini
    Kyungra kasihan T.T
    minji minta di cincang2 huwaaa ottokhae. .
    Aku nyesek bacanya.. baek sabar nak, sabar..
    Semua akan indah pada akhirnya wkwk
    Next next juseyooo
    Keep writing 😉

  3. huuffh..kyungra ko kesian amet ya..dia sekarat(?)o_O
    duuh ini mauny sh happy ending aja…trus kai ngeralain baek sm kyungra jeball
    eeh itu minji yaampun jd cewe ko brutal banget si ewhh pen ku bunuh di rawa” aja…yaah berarti satu chap lg end dong…huhu kukira msh panjaang hehee..btw maap bru comment dchap ini abis marathon.bacanyaXD

  4. Yaampun si Minji rasanya pengen nampol tuh orang 😈 kasihan kyungra udh ga pnya siapa2 disakitin pula.. huhu sedih 😢
    Tambah seru thor, dinext cepet ya thor! Fighting!!

  5. ini pasti mwnya jadi chapter terakhir, alnya di atas ad tulisan chapter 9 end,,,,tpi karena kyungra dibikin sekarat gini, jdi lebih pnasaran endnya

    • haloo….. chingu-ya!!!
      kartika kamu sering komen ff’ku, jeongmal gomawo^^.
      tentang ff ini aku rombak abis dari yang sebelumnya. maaf kalo mengecewakan dan tambah absurd.
      dan tentang aku post 1 minggu sekali itu karena aku hanya sebagai author freelance disini.
      sabarlah menunggu ne…^^.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s