[EXOFFI FREELANCE] Hold Me Tight (Chapter 17)

CYMERA_20160720_225844.jpg

Hold Me Tight

#17

RahayK

–Main Cast–

Irene Bae as Park Ae Ri

Byun Baekhyun as Baekhyun

Song Yun Hyeong as Yun Hyeong

–Support Cast–

Da Hyun Kim ‘Twice

Wang Jackson ‘GOT7

Do Kyung Soo ‘Exo

AU | Married -Life | Romance | Sad | Life | Human | Little Medical

Karya ini dapat tercipta atas inspirasi  satu musik berjudul ‘Hold Me Tight’ dari BTS. Dan diambil dari potongan kehidupan manusia. Tidak ada plagiat atau unsur peniruan yang bersifat merugikan seluruh pihak.

Tidak di Copy – Tidak di plagiat –

*Mohon banget buat para pembaca yang nemuin ff dengan jalan cerita yang sama kayak gini segera bilang ke aku.

#Prolog _ #1_#2_#3_#4_#5_#6_#7_#8_#9

_#10_#11_#12_#13_#14_#15_#16(now)

#17

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

“Pastikan ia meminum obatnya, Noona. Agar  keadaannya pulih kembali.” Jelas Kyung Soo layaknya seorang dokter sungguhan. “Aigoo, kau sungguh cerdas  Tuan Do. Terimakasih telah membantuku, tapi.. ada apa dengan wajahmu?” tanya Ae Ri yang langsung menyadari perubahan wajah Kyung Soo. “Apa begitu terlihat?Perubahan espresiku maksudku,Noona.” Tanya Kyung Soo ragu yang hanya disambutan sebuah anggukkan antusias Ae Ri.

“Dia, ex –girlfriend –‘ belum sempat melanjutkan kata katanya  sudah dipotong oleh Ae Ri

“Mwo?Kau pernah berpacaran dengan seorang Noona, Do Kyung Soo?” Ae Ri bersuara sangat keras, Kyung Soo kemudian hampir membekap bibir Ae Ri jika saja gadis itu tidak segera terdiam.

“Bukan, dengarkan aku dulu sebentar. Noona itu adalah ex –girlfriend –nya Jin Hwan –hyung. Karena  itulah aku kenal dengannya.”

Ae Ri melihat Seung Wan sebentar, sepertinya hal menarik untuk mempertemukan mereka kembali, itu bukan ide buruk pikirnya.

“Apa.. sebaiknya kita beritahu saja, Jin Hwan –sunbae?” tanya Ae Ri tersenyum penuh arti. Kyung Soo menaikkan bahunya tidak  yakin.“Entahlah,aku tak tahu apa itu ide yang bagus atau tidak, Noona.”

Ae Ri  menepuk bahu Kyung Soo.“Basa –basi saja, setidaknya Seung Wan butuh seseorang untuk ia ajak bicara. Sejak ditelponnya yang terakhir pagi tadi, ia tak ingin membahas apapun denganku.” Ujar Ae Ri dengan menatap Kyung Soo memohon.

“Bagaimana jika kekasihnya marah nanti?Terakhir kali, Jin Hwan –hyung cerita bahwa ia disiram dengan coffe oleh kekasihnya saat tak sengaja mengantar noona waktu itu.” Ae Ri mengernyit kaget mendengar perkataan Kyung Soo,ia pun lupa pada fakta Jin Hwan yang sudah punya orang lain juga.Tapi, sepertinya tak masalah, ini untuk penyembuhan luka Seung Wan juga.

“Aah.. Ye Ji –sunbae?Dia memang seperti itu.Tapi bagaimanapun, jika Jin Hwan –sunbae  manusia pasti ia akan datang,tentu saja sebagai teman. Karena, Seung Wan sahabatku dan Jin Hwan –sunbae adalah tetanggaku dan sahabatmu.Anggap saja, kita tak tahu apa –apa soal mereka.Sementara ini, aku mencari tahu apa Jong Dae datang keapartemennya  Seung Wan atau tidak, Karena ponsel Seung Wan rusak,jadi pasti ia tak bisa menghubunginya.”

“Sepertinya ia benar –benar frustasi, keuchi –sunbae?” tanya Kyung Soo. Ae Ri malah  terkekeh. “Soal ponselnya, aku yang sengaja merusaknya. Agar Jong Dae kesusahan mencari Seung Wan.Lagipula, aku yakin ia juga pasti akan memintaku begitu nantinya.”

“Ae Ri –ah..ponselku dimana?Aku harus meminta penjelasan pada Jong Dae, ia pasti bukan lelaki seperti itu.” Kata Seung Wan dari kamar Joo Eun. “Noona? –‘

“Tenang  saja, lebih baik kau  menemui Jin Hwan –hyung untuk menenangkan Seung Wan. Aku yang akan mengurus ponsel –nya.”

“…tunggu sebentar..” kata Ae Ri yang segera kekamar dimana Seung Wan berada, sementara Kyung Soo segera ke unit –nya Jin Hwan berada.

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

“Umm, maaf  Seung Wan –ah. Saat perjalanan kerumahku tadi tak sengaja ponselmu jatuh ditengah jalan dan terlindas oleh sepeda yang lewat. Tapi, kau tenang saja aku sudah membawanya ketempat servis, mungkin sekitar dua hari akan usai. Jika, Jong Dae mencarimu pasti ia akan menghubungiku,jangan khawatir. Istirahatlah~” ujar Ae Ri  dan kembali menyelimuti Seung Wan. Gadis itu hanya diam dan tak berkata apapun namun matanya mengatakan semua itu, seluruh kecewaan ada dimatanya. Gadis itu terduduk dan mengajak Ae Ri duduk disisinya.

“Jong Dae bukan pria kurang ajar seperti itu ‘kan?Aku mengenalnya dengan sangat baik, ia  pasti tidak menghamili  orang lain ‘kan?” Seung Wan mulai terisak, akhirnya gadis itu menangis juga setelah ia tahan rasa sesaknya untuk beberapa saat.

“Kita tidak benar –benar tahu sifat seseorang, Seung Wan –ah. Hingga kau berada dalam satu komitmen yang terikat dengannya, baru kau benar –benar mengenalnya. Setidaknya itu yang aku pelajari setelah 28 tahun aku hidup.” Ae Ri memeluk Seung Wan yang masih dalam tangisnya.

“Apa yang harus kulakukan, Ae Ri –ah!? Aku harus bagaimana!?” teriak Seung Wan yang masih terisak.

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

“Baekhyun –ssi, ponselmu  terus bergetar sejak tadi.Aku fikir ini penting karena, hanya satu nomor itu yang menelponmu sejak tadi.”

“Benarkah?Terimakasih, Nam Joo –ssi.”

Baekhyun terdiam sejenak, ia teringat pada pesan teks yang ia dapat tengah malam kemarin, dan itu adalah nomor yang sama. Baekhyun pun akhirnya menggeser tombol hijau dan menempelkan ponselnya ditelinga.

“Baekhyun –ssi, ini aku –‘

Baekhyun langsung mematikan sambungan begitu mendengar suara penelpon diseberang. “Ada apa? Wajahmu tiba –tiba kesal begitu?Telpon penipuan?Spam?Atau selingkuhanmu?” tanya Yeol yang sudah berada disampingnya.  Baekhyun hanya memutar matanya mendengar pertanyaan Yeol. “Perusak  kehidupan orang, lebih baik Sunbae tak  usah bersuara, aku sedang tidak mood bercanda denganmu.”

“Perusak kehidupan orang?” tanya Yeol, namun Baekhyun tak menghiraukannya. Baekhyun masih sibuk dengan ponselnya dan kini ada pesan teks dari nomor yang sama.

‘Apa kau tahu dimana Seung Wan?_Jong Dae’

“Sekarang, baru mencarinya. Dasar lelaki bajingan!”

“.. apa, mungkin orang yang menelponmu itu adalah kekasih dari teman istrimu itu?”

“Darimana kau tahu?”

“Insting dan logika?Entahlah, hanya menebak.”

“Yeol dan juga Baekhyun, segera ke bus karena kita akan segera kelapangan untuk mengerjakan proyek kita. Kalian masih punya waktu 15 menit lagi untuk bersantai.” kata seorang rekan kerja mereka.

“Geurae-yeo?Terimakasih infonya, Won Woo -ssi.” kata Yeol dan segera mengambil tas punggungnya. “Ayo, kita ke bus.”

“Duluan saja, Sunbae. Aku mau menelpon istriku dulu.”

“Baiklah.”

Baekhyun menekan dial 1 yang langsung tersambung ke nomor Ae Ri. Terdengar nada sambung begitu lama, baru saja ia ingin memutuskan ada yang menjawab disebrang telpon.

“Yeobseyeo?Ae Ri -ah, apa kau sudah sarapan?”

“Eo?Maaf, ini aku Seung Wan -Baekhyun -ssi. Ae Ri sedang membuat sarapan sekarang.”

“Aah, begitu?Oh ya, bagaimana keadaanmu?Apa sudah membaik?”

“Nde, maaf sekali jadi merepotkanmu dan juga Ae Ri, Baekhyun -ssi.”

“Gwaenchannha, sementara ini aku tidak ada dirumah jadi tinggal saja dengan nyaman.Ehm, nanti aku akan hubungi kembali jika ada waktu lagi, aku tutup telponnya.”

“Nde..”

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

“Kau menjawab panggilan dari siapa?” tanya Ae Ri yang datang dan membawa sarapan bubur dengan segelas air putih.

“Suami -mu. katanya dia akan menghubungimu lagi, jika ada waktu.” Seung Wan menerima sarapan yang dibawakan Ae Ri. “Gumawo, Ae Ri -ah.”

Ae Ri hanya tersenyum kecil, ia kemudian mengambil ponselnya dan mengetik beberapa kosa kata belum sempat menekan tombol ‘send’ bel interkom berbunyi.

Tett

Tett

“Makanlah yang banyak, setelah itu kau harus minum obat.” ujar Ae Ri dan segera beranjak menuju pintu, untuk melihat siapa yang datang. “Siapa?”

“Ini aku, Noona.” ujar seseorang dibalik pintu itu. Ae Ri segera membukanya dan ternyata itu Kyung Soo  dan juga Jin Hwan yang membawa sebuket bunga.

“Eoh, kalian.. masuklah.” kata Ae Ri, kedua lelaki itu pun masuk kedalam namun, Kyung Soo tak membuka sepatunya. “Noona, aku tidak bisa masuk karena ada urusan dikampus.”

“Geurae?” tanya Ae Ri. “Dimana Seung Wan?” tanya Jin Hwan dengan raut wajahnya yang tampak khawatir. “Dikamar Joo Eun. Baiklah, hati-hati kalau begitu, Kyung Soo -ah.”

Kyung Soo pun berlalu, sementara Jin Hwan masuk kekamar Joo Eun yang memang pintunya dibiarkan terbuka. “Seung Wan -ah?Annyeong?” sapa Jin Hwan yang berdiri diambang pintu dengan seulas senyum kecil yang dipaksakan. Sedangkan yang disapa hanya memaku ditempat, tepatnya ia hanya tak tahu bagaimana ia harus bereaksi karena Jin Hwan sama sekali bukan orang yang ia harapakan kedatangannya, bahkan terlintas dipikirannya saja tidak tapi, malah orang itu yang datang.

“Aku dengar kau sakit. Jadi, ini aku bawakan kau bunga.Apa kau masih sangat sakit?” tanya Jin Hwan lagi dan menyerahkan bunganya, Seung Wan masih terdiam dan hanya bereaksi untuk mengambil bunganya. “Eoh, sudah baikkan jangan khawatir. Apa,  Ae Ri yang memberitahukanmu tentang  keadaanku?” tanya Seung Wan seraya meletakkan sarapannya dinakas dekat tempat tidurnya.

Jin Hwan hanya tertegun sejenak melihat pergelangan tangan kiri Seung Wan yang diperban dan masih mengeluarkan darah walau tidak banyak.

“Aku bohong jika tahu sendiri, Aku tak tahu jika kau mencintai Jong Dae hingga sebesar itu.-‘ Seung Wan mengernyit tak mengerti, Jin Hwan lalu mengangkat tangan kiri Seung Wan. “.. hingga melukai dirimu seperti ini.Lantas, apa Jong Dae sudah menemuimu sekarang?” lanjut Jin Hwan lagi, Seung Wan langsung menarik tangannya dan terdiam ia hanya menjawabnya dengan gelengan lemah.

“Terimakasih atas bunganya, tapi maaf sekali -sunbae aku mau istirahat, lebih baik kau pulang saja. Aku tak ingin kekasihmu marah lagi,hanya karena aku.” Seung Wan menarik selimutnya dan tertidur membelakangi Jin Hwan. “Kau pasti tak akan seperti ini jika kau masih bersamaku, Seung Wan -ah. Karena, aku tak akan pernah membiarkanmu dalam keadaan terpuruk, Son Seung Wan.” ujar Jin Hwan

“Tahu apa kau!?tak perduli sebesar apapun cintamu, perasaanmu dan sayangmu untukku. Aku tak kan pernah merasa cukup jika Ibumu terus menghalangi kita, itu sebabnya aku memilih putus darimu. Dan, berfikir bahwa Jong Dae adalah orang yang tidak akan pernah melukaiku untuk itu aku sangat mempercayainya.”

“Mengapa kau begitu percaya padanya?Mengapa kau tak pernah bisa percaya dan yakin kalau aku juga bisa membuatmu bahagia, sama seperti Jong Dae?!?Eoh?” Jin Hwan berbalik dan berjalan kearah Seung Wan dan memeluk gadis itu. Sedangkan, Seung Wan meronta minta dilepaskan namun Jin Hwan enggan untuk melepaskannya.

“Mengapa.. kau yang harus datang?Mengapa.. kau orang yang pertama menemuiku dan menanyakan keadaanku?Aku membutuhkan Jong Dae bukan dirimu!” isak Seung Wan dan memukul punggung lelaki itu.

“.. aku harus meminta penjelasan tentang wanita itu dari mulutnya langsung.”

“Terserah apapun maumu, ketika kau sudah tahu kebenarannya dan kau kembali terluka, aku yang akan menjemputmu.”

Ae Ri baru mau masuk kekamarnya untuk men-charge ponselnya, namun ia menghentikkan langkahnya, karena Jin Hwan sedang mencium bibir Seung Wan.

‘ternyata masalah Seung Wan pelik juga.’ pikir Ae Ri.

Seung Wan melepaskan ciumannya, ia terdiam sejenak. “Mengapa Sunbae  mau menjadi orang yang menjemputku jika aku terluka lagi nanti?” tanya Seung Wan, ia menatap Jin Hwan dalam. “Sederhana.Aku menyayangimu, hingga saat ini.”

“Wooo~~ aku mendapat adegan melodrama gratisan.Maaf ya, Tuan dan Nona Kim aku mau ambil charger ponselku. Silahkan lanjutkan waktu kalian.” ledek sang pemilik rumah seraya tersenyum usil dan segera keluar lagi dari kamar itu.

Drrrt

Drrtt

–Incomming Call–

(Jang Ahjussi)

“Yeobseyeo?Museun -irilkka-yeo Ahjussi?”

“Aah, maaf mengganggumu Nona Park.Bisakah kau kepos penjaga sebentar ada seseorang yang mencarimu.”

“Aah, nde.. aku akan segera kebawah, bilang padanya untuk menunggu.Nde.. gamsahmnida~”

Ae Ri segera memakai cardigannya dan mencari sandal santai. “Seung Wan dan Sunbae aku kebawah sebentar sekalian pergi kesupermarket ya.”

Tak ada jawaban dari kamar, kini hanya terdengar kulit yang bersentuhan dan desahan yang ditahan kedua insan itu.

“Eoh~~Ae Ri -ah hh” jawab Seung Wan lemas, setelah itu Jin Hwan kembali melumat bibir Seung Wan sehingga gadis itu tak bisa bersuara lebih lama lagi selain mengeluarkan desahan kecil. Seung Wan melepaskan ciumannya namun, Jin Hwan malah beralih pada leher Seung Wan. “Op–pa.. hentikkan! Aku tak mau melakukannya sebelum menikah.” kata Seung Wan, Jin Hwan langsung menghentikka  aktivitasnya. “Eoh, mianhe..”

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

Ae Ri kepos penjaga dan disana sudah ada Jong Dae yang berdiri. “Eoh, kau datang?Ini orang yang mencarimu.” kata Jang Ahjussi.

Ae Ri memberikan salam hormat begitu juga dengan Jong Dae. “Bisakah, kita berbincang ditempat lain saja,Ae Ri -ssi?” tanya Jong Dae dan berjalan meninggalkan Ae Ri. “Baiklah. Ahjussi, terimakasih.Aku pergi dulu.” Ae Ri membungkukkan badannya dan pergi mengikuti kemana arah Jong Dae pergi.

“Nde, Nona Park hati -hati.” ujar Jang Ahjussi.

–Dalkkom Cafe–

“Kau mau minum apa, Ae Ri -ssi?”

“Tidak, tidak usah. Aku tidak mengkonsumsi coffe dipagi hari, Jong Dae -ssi.” Jong Dae mengangguk akhirnya ia hanya memesan segelas ice americano, yang datang tak lama setelahnya.

“Apa Seung Wan bersamamu?Jawab aku dengan jujur, Ae Ri -ssi.” ujar Jong Dae terlihat serius, ia lebih persis sedang menginterogasi para kriminal dikantor polisi. “Lalu, apa yang Seung Wan katakan padaku benar adanya?Kau juga jawab dengan jujur, Jong Dae -ssi.” kata Ae Ri membalikkan perkataan Jong Dae.

“Itu urusanku dengan Seung Wan, kau tak perlu ikut campur.Apa Baekhyun menjadi orang sibuk sekarang? Mengingat ia sama -sekali tak menjawab panggilanku dan hanya menjawab lewat pesan teks.” cibir Jong Dae dengan nada meledek.

“Jika aku menjawab memang benar, suamiku mulai bangkit dari keterpurukkan kenapa?Itu berita buruk untukmu dan kakamu? Soal Seung Wan, jika kau sudah tahu jawabannya..mengapa  kau tak langsung saja menemuinya?Dan, jawaban pertanyaanku sepertinya itu adalah fakta.” jawab Ae Ri tak mau kalah seraya tersenyum sakartis.

Jong Dae menyeruput minumannya. “Untuk itu, aku menemuimu agar aku tahu apa Seung Wan benar -benar bersamamu atau tidak, Ae Ri -ssi.” kata Jong Dae dengan nada menekan, matanya mulai menunjukkan kekesalan dan amarah. “Jika kau kekasihnya, seharusnya kau tahu siapa nomor dial paling pertama diponselnya, aku benar bukan?Seharusnya, beberapa jam setelah kejadian itu kau segera berlari keapartemenku jika Seung Wan tak ada di unit -nya. Bukan begitu?”

“Aku menghubungi ponselnya,tapi tak aktif.”

“Tentu saja, aku yang merusaknya.Mengapa?Kau mau menyalahkanku?Dengar, Jong Dae -ssi..sudah kukatakan seharusnya kau mencarinya, jika ia tidak ada. Kau tahu?hampir saja aku kehilangan sahabatku jika saja aku tak menjawab panggilannya. hampir saja ia kehilangan nyawanya sia -sia hanya untuk lelaki bajingan sepertimu.”

“Maafkan aku.”

“Bukan aku orangnya, Jong Dae -ssi. Tapi, Seung Wan. Ia yang membutuhkan kata-kata itu, Seung Wan yang membutuhkan penjelasan darimu yang jujur. Ia menunggu dirimu bukan sebagai sandarannya tapi untuk meminta penjelasan yang sebenarnya.” Ae Ri pergi meninggalkan cafe, ia lalu menghentikkan langkahnya dan berbalik.

“Tunggu saja di atap apartemenku sore ini, aku akan menyuruh Seung Wan kesana dan aku mohon jelaskan semuanya padanya, tanpa ada yang terlewat satupun. Aku permisi dulu.” Sepeninggal Ae Ri, Jong Dae hanya mengacak rambutnya frustasi.

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

“Maaf sekali, Yun Hyeong -ssi. Jika kinerja keponakkanku kurang memadai.”

“Paman..”

“Aniyeo, dia bekerja sangat baik dan juga dia adalah lelaki unik.Tapi, sepertinya aku harus mencari karyawan lain untuk aku jadikan sekretaris dan bagaimanapun, Ji Won tetap bisa menjadi supir pribadiku.”

“Sepertinya itu ide bagus, Yun Hyeong -ssi. Apapun ide mu aku akan menyetujuinya.” kata Yoo Ahjussi paman dari Ji Won.

“Cha~ bus ku sudah mau berangkat. Ji Won -ah, jangan membuat pamanmu ini malu. dan Yun Hyeong -ssi terimakasih sudah mau menerima Ji Won menjadi karyawan Song Corporation.” Yun Hyeong tersenyum dan memeluk Yoo Ahjussi.

“Aku juga berterimakasih, karena anda adalah pengganti ayahku sementara beliau tak sadarkan diri kemarin. Hubungi aku atau Ji Won jika sudah tiba ya, Ahjussi.” ujar Yun Hyeong seraya tersenyum lebar. “Sama-sama, Yun Hyeong -ssi.aku doakan semoga beliau bisa cepat kembali memimpin perusahaan. Ji Won -ah, layani Yun Hyeong dengan baik, arraseo?” kata Ahjussi Yoo seraya memeluk Ji Won. “Nde!Algeseubnida.”

Setelah berpamitan, Ahjussi Yoo segera naik kedalam bus, taklama Bus mulai meninggalkan parkiran dan akhirnya berlalu meninggalkan Yun Hyeong dan Ji Won.

“Setelah ini, kita mau kemana?Sajang -nim?” tanya Ji Won, Yun Hyeong tampak berfikir sejenak. Ia menepuk bahu Ji won kemudian. “Sepertinya, akan bagus jika kita ke Good Mart sejenak. Kajja, Ji Won -ah~” ajak.Yun Hyeong menuju parkiran mobil mereka, sementara Ji Won mengekorinya dari belakang.

Sepanjang perjalanan, Yun Hyeong hanya terdiam, matanya hanya menerawang kearah luar. Setidaknya, itulah yang Ji Won lihat lewat kaca yang ada dekat kemudi mobilnya.

“Apa yang ada dipikiranmu, sajang-nim? Ji Won mulai bersuara untuk memecah keheningan. Seketika Yun Hyeong yang tadinya menerawang kearah luar segera mengalihkan pandangannya kearah Ji Won.

“Geunyang.. Ayah memintaku untuk membawa kekasihku kerumah.” ujar Yun Hyeong dan menyedekapkan tangannya didada.

Ji Won tertawa pelan dan masih sibuk menyetir. “Waeyeo?Anda pria keren, baik hati dan tampan. Tidak mungkin jika kau tak punya pacar ‘kan?” tanya Ji Won polos. Yun Hyeong hanya menggeleng dan mengulas senyum kecil. Hanya terlintas satu hal. Bagaimana jika ayahnya tahu jika ia sama buruk seperti ibunya.

Ji Won menghentikkan mobilnya. “Sudah tiba, Sajang -nim” kata Ji Won seraya mentautkan cengiran yang menampilkan giginya yang tak begitu rapih dan matanya yang sipit seperti tertutup.Lelaki itu segera turun dan membukakan pintu penumpang dibelakang.

Yun Hyeong melepaskan kacamatanya dan turun dari mobil. Beberapa orang langsung memberi salam hormat yang dibalas oleh Yun Hyeong sebuah senyuman ramah, ia juga membantu beberapa karyawan. “Anyeonghasimnikka, Hwajang -nim.” sapa seseorang dengan berpakaian jas hitam. “Anyeonghaseo, Manajer Kim, bagaimana persediaan barang untuk beberapa bulan kedepan?” tanya Yun Hyeong seraya mengecek data yang sebelumnya diberikan oleh orang yang menyapanya. “Tentu saja, aman. Hwajang -nim.” Yun Hyeong mengangguk mengerti.

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

Yun Hyeong menghentikkan langkahnya, begitu ia melihat seseorang yang berada beberapa meter didepannya yang sedang asik memilih barang belanjaan.

“Sudah lama tidak melihatmu.” sapa Yun Hyeong. Yang disapa hanya menoleh dan sedikit terkejut.

TBC~~

 

3 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Hold Me Tight (Chapter 17)

  1. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] Hold Me Tight (Chapter 19) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] Hold Me Tight (Chapter 20A) | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s