[Ficlet] Boredom

Boredom.jpg

-Boredom-

EXO’s Sehun & OC’s Runa

Ficlet | AU | lil-Comedy | slightRomance | Psyco | Other | T

.by l18hee

.

.

Runa mengekspresikan kejenuhan dengan berdiri di tepi atap gedung tinggi tengah kota.

.

Malam yang indah untuk melihat kerlap-kerlip lampu kota. Berhubung sekarang masih ada beberapa orang yang baru saja pulang kerja, suara klakson samar-samar menyambah telinga. Udara malam membawa aroma dari kedai kebab yang masih buka.

Untuk gadis seperti Runa, ia punya cara tersendiri menikmati waktu dimana dirinya masih terjaga. Naik ke atap gedung tinggi seraya bersenandung sendiri. Merebahkan diri beberapa lama untuk menikmati langit tanpa bintang di malam hari. Sebelum akhirnya menuju ke tepi. Melongokkan kepala ke bawah dan menggumamkan kata indah.

Kini dia berdiri seraya bercacak pinggang. Menatap kerlip lampu di bawah sana dengan dengusan bosan. Dia belum melakukan hal menarik akhir-akhir ini. Salahkan setumpuk tugasnya yang mengharuskan ia bertemu dengan banyak manusia, dan bagian paling menjenuhkan adalah hampir semua kliennya lanjut usia. Huh, kalau lama-lama hanya mengurus masalah lansia, ia bosan juga. Apa atasannya tidak menyisakan satu, dua pria tampan untuknya?

Kembali dilongokkan kepalanya ke bawah sana. Sedikit banyak mampu mengenyahkan penat dalam benaknya. Yah, walau tak semua.

“Bosan sekali. Kapan pindah tempat, ya?” Dia mulai menggumam, “Tidak asyik punya atasan seperti Sehun yang hanya mau memberiku tugas mengurus lansia. Dasar.”

“Kau membicarakanku?”

Runa hampir saja kehilangan keseimbangan jika ia tidak cepat-cepat menarik diri untuk kembali berdiri tegap. Kala ia menoleh, eksistensi Sehun dengan jas hitam menyambah pandangnya. O, apa atasannya itu baru saja pulang kerja? Ah, apa pedulinya?

“O, hai.” Ini adalah sapaan paling tidak sopan yang pernah diucapkan seorang bawahan pada atasannya. Tapi Runa tak peduli. Jika setelah ini Sehun memindahkannya ke tempat lain justru terdengar lebih baik baginya.

“Kau membolos kerja. Mengambil beberapa lembar catatan kerjaku. Membiarkanku mengurus beberapa klien terakhirmu. Dan sekarang kau menyapaku seperti itu?” Sehun berdecih, melangkahkan kaki lebih mendekat pada sang gadis. Menyebabkan angin malam ikut membelai rambutnya yang terlihat semakin legam.

“Salah sendiri selalu menyajikan lansia di depan mukaku. Dasar pilih kasih! Pada Olivia saja kau beri yang tampan-tampan.” Seperti anak kecil, Runa melayangkan protes tak masuk akal. Dia harus belajar dengan apa yang orang katakan sebagai profesionalisme dalam bekerja, rupanya.

“Lho, kenapa harus marah? Kan aku sudah tampan. Kau lihat saja aku jika bosan.”

“Makin bosan! Paling tidak beri aku yang berbeda, Sehun. Aku juga mau mencoba mengurus yang lain.” Gadis itu bersedekap, mencoba memberikan tatapan menuntut paling bagus yang bisa ia tunjukkan. Mau tak mau, Sehun akhirnya mengedik bahu juga, “Oke. Kau kerjakan saja catatan yang kau ambil dariku. Sekarang, masih bosan?” Dia ikut-ikut menyedekapkan tangan. Mengatasi Runa tak semudah apa yang kawan-kawannya bayangkan. Tapi untuk memertahankan Runa di kubunya, Sehun benar-benar harus menggunakan banyak cara. Jika tidak, bisa-bisa gadis itu berpindah ke kubu Chanyeol. Sama sekali tidak lucu bagi Sehun.

“Sudah berkurang. Tapi janji ya, jangan beri aku yang itu-itu saja.” Akhirnya Runa mengembus napas lega juga. Setidaknya perjuangannya sampai menapak tepi atap gedung tak sia-sia. Ah, sayang sekali aroma kebab sudah tak muncul lagi. Dia sedikit merasa tak lengkap saat ini walau anggukan setuju yang Sehun tunjukkan meninggalkan kelegaan di hati.

“Mau kutunjukkan cara supaya bosanmu hilang?” Tawaran yang Sehun ajukan memancing Runa mengangguk senang.

Namun, Runa tak paham kenapa Sehun justru mendorong pundaknya dan membiarkannya mencium udara. Tak ada lagi tempat untuk menapakan kakinya. Runa bisa merasakan angin kencang menerpa tubuhnya sementara maniknya menatap trotoar di bawah sana. Tidak bercanda, dia sedang jatuh dari gedung berlantai tinggi di tengah kota. Bahkan secuil teriakan pun tak dapat ia luncurkan dari katup bibirnya.

Sementara itu, Sehun di atas sana justru menunjukan senyum bangga. Menatap bagaimana sosok Runa semakin mengecil di bawah sana.

“Bagaimana? Masih bosan?” Dia bergumam, hampir tertawa. Sungguh seperti orang gila.

Dia masih melipat tangan di depan dada kala suara itu terdengar.

“Gila! Sehun, seru sekali! Aku baru tahu jika malaikat pencabut nyawa bisa bermain seperti ini!” Runa, di bawah sana berjingkrak semangat. Tertawa keras dan tak memedulikan tatanan acak rambutnya. “Boleh aku coba lagi?” Runa tak perlu berseru keras untuk membuat Sehun mengangguk di atas sana.

“Aku temani sampai bosanmu hilang. Cepat naik, sini!”

Dan dari sejuta kejadian di malam hari yang tak kau lihat, dua malaikat pencabut nyawa yang sedang bersenang-senang hanyalah hal kecil saja.

.

.

.

Runa mengekspresikan kejenuhan dengan berdiri di tepi atap gedung tinggi tengah kota.

Dan jika kau bukan malaikat pencabut nyawa, sebaiknya jangan dicoba.

.end

Mari baca hamdalah Sehun gak jadi saiko di sini HAHA😄 Jadi ceritanya ternyata itu Runa sama Sehun bagian dari para malaikat pencabut nyawa ihik :v Ya berhubung ini (aslinya) genrenya juga fantasy, bayangin aja perkumpulan (?) malaikat pencabut nyawa itu kek orang kantor gitu LOL

Udah gitu aja, yang mau ngobrol-ngobrol sama Mbak Runa bisa langsung cuss aja:

Twitter: @l18hee

ID Line: nidanid18

IG: @nidakhaulaa (no DM, bikos masih gak tau cara DM di hape Windows HAHA)

Atau mampir yuk, ke blog pribadi: Coffee Hee

Jangan kaget ya kalok aku balesnya lama. Bukan gimana-gimana, nasib anak pakek kuota midnight ya gini :’) Sering on-nya pagi :v Kecuali kalok dapet gratis Wifi HAHA

Oke, makasih banyak yang udah baca, apalagi yang ninggalin komentar❤

.kecengan Sehun; nida

7 thoughts on “[Ficlet] Boredom

  1. Astogeeehh wkwk sampe baca balik lagi pas sehun dorong runa, lambat ngeuh klo mereka malaikat astogeehh kirain si sehun jadi psikopat ganteng ck daaeebak ;3;

  2. Yeaayy sehun-runa comeback wkwkw
    Akhirnya yah mereka muncul juga walaupun bukan di
    le dernier arret tapi setidaknya mengobati rindu pada pasangan ini heheh.. aku kira sehun-runa dsini bneran pscyo ternyata mrk cuma malaikat :v
    Ditunguu yaa kak next fanfic sehun-runa nya ^^

  3. kukira sehun runa mengidap gangguan kejiwaan dan semacamnya.. hahaha
    eh ternyata mereka malaikat toh
    oke ditunggu next fanfic sehun runanya ya.. hehe

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s