Everything Has Changed by Heena Park

ehs

-HEENA PARK PRESENT-

.

Starring by Lu-Han and Park Ji-Hyun

.

RomanceSadHurtSongfictGeneral

.

Visit my WORDPRESS

Follow me on WATTPAD

.

Notes : FF ini sudah pernah aku post sekitar tahun 2014 di personal blog aku.

.

.

Everything Has Changed

.

 

All I knew this morning when I woke,

Is I know something now

I didn’t before

And all I’ve seen,

Since 18 hours ago

Is green eyes and freckles and your smile

In the back of my mind making me feel like

 

Aku tidak tahu sejak kapan kebiasaan ini dimulai. Mungkin setelah aku berpisah dengannya, namun entahlah, intinya setiap hari Minggu aku selalu bangun lebih pagi dan bahkan bisa dibilang sangat pagi. Aku menjadi pribadi yang rela membuka kedua mata ketika rasa kantuk masih menerpa hanya untuk ‘jogging’ di Taman dengan satu alasan.

Aku ingin melihatnya.

Semua tentangnya menjadi sangat menarik ketika kami telah berpisah. Entah mengapa aku baru menyadari hal itu sekarang. Ia sering menggunakan softlens bewarna hijau yang sebelumnya tidak pernah kuperhatikan sama sekali karena dulu aku jarang menatap matanya. Aku terlalu sibuk pada diriku sendiri dan bisa dikatakan sebagai wanita egois sehingga ia menjadi geram dan memilih untuk mengakhiri semua ini.

 

I just want to know you better

Know you better, know you better now

 

Selesai menali pita kedua sepatu olahraga putih milikku. Aku segera keluar rumah dan berlari kecil dari komplek ke Taman yang jaraknya tidak terlalu jauh. Sesekali mataku melirik ke sana-sini untuk mencari tahu apakah dia berada di dekatku atau tidak?

Well, biasanya aku melakukan ini bersama adik sepupuku yang bernama Park In-Jung, namun karena hari ini ia merasa tidak enak badan, akhirnya aku terpaksa lari pagi sendirian, dan ini terasa aneh.

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman, kuputar lagu di ponsel menggunakan earphone, sehingga aku tidak harus mendengar suara-suara yang tidak terlalu ingin kudengar.

 

Cause all I know is we said hello

And your eyes look like coming home

All I know is a simple name

Everything has changed

 

Sekitar sepuluh menit berlalu dan aku telah sampai. Aku berlari kecil sambil tetap memasang mata dan sesekali mengusap keringat yang bercucuran. Tiba-tiba aku tersentak. Seorang pria berambut ‘blonde’ dan berkaus biru tua sedang duduk di bangku Taman sendirian sambil menengguk air dari botol minumnya.

Segera aku berpikir bagaimana caranya untuk lewat di depannya, dan ya, benar. Aku harus berbalik arah dan berlari lebih pelan sambil memasang wajah seolah tidak tahu bahwa dia ada di sana. Benar sekali.

Akhirnya kulakukan hal tadi. Kakiku terasa agak berat untuk berlari, dan entah kenapa tiba-tiba pikiranku kacau. Aku lewat di depannya dengan agak goyah dan terlihat seperti orang bodoh yang sengaja lewat di depan mantan kekasihnya untuk mencari perhatian.

Aku bisa melihat bahwa Lu-Han sedang memperhatikanku yang bersikap aneh sampai akhirnya aku menghilang di balik perempatan. Rasanya lega sekali karena bisa memandangnya sebentar dan mendapati bahwa ia sedang memperhatikanku. Entah apa yang dipikirkan pria itu ketika aku lewat tadi, yang penting aku sudah melihatnya, hanya itu saja.

“Hai..”

Seseorang tiba-tiba menepuk punggungku yang sedang menumpukan kedua tangan pada lutut. Aku berbalik dengan pelan dan betapa terkejutnya aku begitu mengetahui bahwa Lu-Han sudah berada di depanku. Matanya memandangku ramah dan penuh kasih, sama seperti dulu. Hanya saja, Lu-Han tidak menggunakan softlens hijau hari ini, dan satu hal lagi, perasaan rinduku padanya terasa bergemuruh kembali.

“Kau sendirian?” ujar Lu-Han lagi, ia memiringkan kepalanya untuk melihatku secara lebih jelas.

Cepat-cepat aku mengangguk tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, lagipula jika aku mengeluarkan suara saat ini maka tenggorokanku akan terasa kaku dan malah terlihat aneh. Aku terlalu shock melihat dirinya.

Lu-Han menarik kedua ujung bibirnya hingga membentuk bulan sabit dan berkata lagi, “Boleh aku menemanimu Jihyun-ssi?” tanyanya sopan.

Aku tidak tahu harus menjawab apa, tapi hatiku sangat-sangat-sangat-dan sangat memperbolehkan jika ia ingin menemani. Bahkan aku bisa berteriak karena saking senangnya. Namun, aku tidak bisa melakukan itu, aku tetaplah wanita yang harus menjaga imej di depan mantan kekasih.

Kugigit bibir bawahku seolah-olah sedang mempertimbangkan permintaannya dan tidak lama kemudian membuka mulut, “Ya, ide yang lumayan bagus,” gumamku kemudian berbalik dan bersiap untuk melanjutkan kegiatan.

 

Come back and tell me why

I’m feeling like I’ve missed you all this time

And meet me there tonight

And let me know that it’s not all in my mind

 

Sepanjang perjalanan kami memang tidak terlalu banyak bicara, namun ada beberapa saat dimana Lu-Han seolah-olah memberi isyarat bahwa ia senang bersamaku, atau aku yang hanya merasa percaya diri—Entahlah.

Lu-Han berlari menyeimbangiku, ia sesekali menatap dan tersenyum, kemudian kembali fokus pada jalanan, dan percayalah bahwa sekarang aku benar-benar merasa seperti seorang gadis remaja yang sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Semua terasa indah dan entah, aku tidak bisa menggambarkannya. Namun hatiku terus bergejolak dan mulai berpikir, bagaimana mungkin dulu aku menyia-nyiakan pria sebaik ini? Pria yang pada kenyataannya sangat kucintai dan pria yang membuatku hampir tidak bisa bernapas karena kelakuannya?

Kalau saja Lu-Han bersedia memberikan hatinya padaku lagi, maka aku akan berusaha dengan sebaik mungkin untuk mengubah sifatku yang egois. Sayangnya, selama perjalanan aku tidak menemukan sedikitpun sinyal bahwa ia ingin kembali padaku, ia hanya nyaman bersamaku. Bukan ingin kembali.

 

All I know is you held the door

You’ll be mine and I’ll be yours

All I know since yesterday

Is Everything has changed

 

Sampai akhirnya kami memutuskan pulang karena nyatanya jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Sebenarnya aku masih ingin menghabiskan waktu bersamanya, bahkan jika diperbolehkan aku ingin selamanya bersama dengan Lu-Han, tapi kenyataan berkata lain.

Kami telah berdiri sendiri-sendiri tanpa pundak satu sama lain untuk saling bersandar. Kami menjadi dua sisi berbeda yang memiliki masa lalu bersama dan mungkin hanya dapat dikenang tanpa bisa diulang.

Kami berhenti di depan rumah bercat krem. Luhan melambaikan tangannya padaku sambil mengucapkan ‘Have a nice day’ dengan intonasi yang ceria. Namun, tanpa menungguku membalas lambaiannya, ia langsung berbalik dan membuka pintu kemudian masuk ke rumahnya.

Dan satu hal yang kusadari hari ini dari sifat Lu-Han ketika bersamaku tadi. Ia seperti sudah tidak membutuhkanku dan bersikap bahwa perpisahan kami adalah yang terbaik, dan karena itu aku harus mulai belajar untuk merelakannya pergi, karena pada kenyataanya memang semua telah berubah.

 

.

THE END

One thought on “Everything Has Changed by Heena Park

  1. “ia hanya nyaman bersamaku. Bukan ingin kembali.”
    “Kami menjadi dua sisi berbeda yang memiliki masa lalu bersama dan mungkin hanya dapat dikenang tanpa bisa di ulang.”
    NYESEKKK :’) kenyataan bahwa kita tak bisa kembali itu nyesekk banget sumpah :’) seandainya waktu dapat diputar kembali :’) aku ngga bisa berkata-kata lagi, suka bangetlah sama ficnya ><
    Keep writing!!❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s