SWITCH – 2nd MOSSAIC — IRISH’s Story

irish-switch-2

s      w      i      t      c      h

|  Jongdae x Hyunhee  |  Fantasy x Historical x Mystery x Romance  |  Chapterred x Short Story  |  Teen  |  by IRISH  |

|  prompt from EXO`s 3rd Repackage Album Song Title: She’s Dreaming  |

Show List:

ForewordPrologue1st Mossaic — [PLAYING] 2nd Mossaic

In that place, you’re wearing glass slippers

You’re coming to me, shyly into my arms and smiling

♫ ♪ ♫ ♪

 In Hyunhee’s Eyes…

“Hyunhee?”

“Oh?”

Aku menggeliat pelan saat kudengar sebuah suara menyebut namaku. Ugh, agaknya semalam aku terlalu banyak menghabiskan waktu dengan Yeonhwa dan Jongdae, terlebih karena semalaman aku dan Jongdae terjaga untuk sekedar menghabiskan berbotol-botol soju dan—

“K-Kau bangun?” lagi-lagi suara yang sama terdengar, seorang perempuan, dan dari suaranya kuyakini dia bukan Yeon—tunggu.

“Dimana aku?” sontak aku membuka mata, terbelalak saat kutangkap wajah seorang gadis yang tampak seusiaan denganku tengah menatap khawatir.

“Astaga. Nona Jo, apa kau tidak ingat apa yang sudah terjadi?” gadis itu bertanya dengan nada khawatir. Aku tidak ingat? Bukankah aku yang harusnya bertanya padanya tentang siapa dia dan bagaimana ia bisa ada di—tidak. Ini bukan kamarku.

Dimana aku? Dan siapa gadis ini? Tunggu. Tenangkan dirimu, Hyunhee-ah. Sepertinya kau lagi-lagi terbangun dalam tubuh orang lain. Tadi aku ingat benar ia menyebutku sebagai Hyunhee. Dan kemudian ia memanggilku Nona Jo.

“Jo? Hyunhee? Apa aku… Jo Hyunhee?” tanyaku terbata, sedikit tidak percaya dengan ketidak masuk akalan yang sekarang tengah terjadi.

“Ya, kau Jo Hyunhee. Ada apa denganmu?”

Benar. Ada apa denganku? Bagaimana bisa aku terbangun dalam tubuh seseorang dengan nama yang sama persis denganku? Sudah enam bulan berlalu sejak terakhir kali aku terbangun dalam tubuh orang lain, tapi sekarang?

Bagaimana bisa?

“B-Bagaimana bisa… aku… terbangun sebagai Jo Hyunhee di zaman ini?” tanpa sadar bibirku berucap, meski aku begitu enggan mengakuinya, tapi sekarang aku tengah berada di tengah kebingungan.

Aku tak pernah terbangun dengan nama yang sama. Tidak pernah sekalipun. Samar kutangkap bayangan diriku di cermin yang terpasang pada paku yang ada pada salah satu pilar kayu ruangan ini.

Benar, wajah yang ada di cermin adalah wajahku. Hyunhee. Memangnya ada di dunia ini kesamaan nama dan wajah? Apa yang sedang terjadi?

“Apa yang kau bicarakan?”

Gadis itu bertanya dengan nada bingung. Dia pasti tidak mengerti karena sedari tadi aku menunjukkan sikap tidak mengenalnya. Sedangkan dari caranya berbicara padaku, kurasa ia adalah seseorang yang pasti Jo Hyunhee ini kenal baik.

“Apa yang sudah terjadi padaku?” tanyaku akhirnya.

Alisnya terangkat sedikit, pertanyaanku wajar bukan?

Sebentar, Hyunhee. perhatikan sekelilingmu. Gadis di hadapanku sekarang mengenakan hanbok—pakaian tradisional Korea—dan ia tadi juga bicara dengan bahasa formal padaku.

Apa aku terbangun di zaman kerajaan lagi?

“Kau terjatuh ke danau karena pertengkaran dengan Putri Munseong.”

“Putri Mun—”

Munseong? Kenapa nama itu terdengar famili—ah!

“Ah… Putri Munseong.”

Sekarang jelas sudah di mana aku tengah terjebak. Gwanghaegun. Dan dari nama Putri Munseong, sekarang pasti aku ada di dinasti ke-15 kerajaan Joseon.

Lalu bagaimana bisa diriku terlibat pertengkaran dengan seorang Putri? Sosok seperti apa aku hingga bisa memiliki kesempatan untuk bertatap muka dengannya? Tunggu dulu.

Putri Munseong adalah selir pertama dari Raja Gwanghae yang sekarang memimpin kerajaan. Dan aku, adalah Jo Hyunhee di kehidupan ini. Jo Hyunhee. Aku bahkan tak pernah merasa menemukan namaku di dalam buku sejarah.

Jo Hyunhee. Jo. Lady Jo. Mungkinkah…

“Sukwon-ah…”

“Ya, Nona?”

Ah. Benar. Dugaanku benar. Jo Hyunhee di kehidupan ini adalah Lady Jo yang ada dalam silsilah hubungan asmara Raja. Ya. Benar. Seingatku Lady Jo dulunya adalah seorang gisaeng yang menarik hati raja, ia punya seorang teman—sesama gisaeng—yang kemudian diangkat raja menjadi budak Lady Jo, tapi Lady Jo masih menganggap temannya sebagai seorang teman dekat seperti saudara sendiri dan ia lindungi, namanya adalah Kim Sukwon.

Gadis ini adalah Kim Sukwon. Dan aku adalah Jo Hyunhee, selir raja yang kesebelas. Astaga. Di kehidupan nyata aku baru saja diselingkuhi untuk kesepuluh kalinya, dan sekarang aku terbangun dalam tubuh seorang wanita yang menjadi wanita kesebelas seorang raja.

“Nona, kau baik-baik saja?”

Tapi mengapa… mengapa aku ditarik ke sini?

Apa wanita ini… membutuhkan bantuanku?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Aku harusnya belajar lebih banyak tentang kerajaan. Nyatanya karena terlalu sering terbangun di kehidupan normal, aku sedikit kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan di sini.

Meskipun aku tidak harus mengingat-ingat kembali semua huruf hanja—yang terakhir kali kugunakan saat aku terbangun sebagai Myunghee—karena di sini huruf-huruf hangul sudah digunakan, tetap saja… kehidupan kerajaan sangat melelahkan.

“Nona, ayo masuk ke dalam.”

“Kenapa?” aku menatap Sukwon saat ia menghampiriku ketika aku tengah duduk di depan bilik dan berusaha menemukan hal-hal aneh dalam kehidupan Hyunhee ini.

“Sebentar lagi akan malam. Para penjaga malam akan segera berkeliling.”

“Penjaga malam?” aku menggumam pelan.

Aigoo, nona. Apa kau lupa lagi?” ucap Sukwon tidak percaya.

Lagi? Apa Jo Hyunhee yang tubuhnya sekarang kutumpangi adalah seorang yang pelupa hingga temannya harus mengingatkan seperti itu?

Memangnya penjaga malam apa yang ia kata—tunggu, penjaga malam? Ah, benar! Di zaman ini kuingat selama puluhan tahun ada penjaga malam yang berkeliaran. Aku tidak tahu benar apa alasannya karena tidak tertulis di dalam buku sejarah.

Memangnya ada apa dengan zaman ini?

“Apa kita tidak bisa di sini saja?” tanyaku sekon kemudian.

Sukwon mengerjap cepat, menatapku tak percaya sebelum ia melirik ke arah sebuah bilik tertutup di seberang sana.

Dia tidak suka melihat Nona ada di sini, ingat?”

Dia? Siapa dia? Apa dia itu penyebab wanita ini meminta bantuanku?

“A-Akh!” aku baru saja akan bertanya pada Sukwon saat tiba-tiba saja kepalaku terasa sangat pening. Butuh waktu bagiku untuk menetralisir rasa sakitnya hingga aku sadar Sukwon sudah ada di sampingku.

“N-Nona! Apa kau baik-baik saja?”

“Ya, aku baik-baik saja. Aku hanya—akh!” lagi-lagi rasa sakit itu menyerang, jauh lebih nyeri dari yang pertama tadi.

Aku ingat rasa sakit ini tercipta di tahun-tahun pertama mimpi buruk ini terjadi. Apa kali ini aku kembali merasa sakit karena sudah enam bulan lebih aku tidak masuk ke memori seseorang?

Rasa sakit ini dulu muncul saat aku berhasil mendapatkan petunjuk kecil yang berhubungan dengan apa yang kupikirkan dengan kenyataan yang harus kukejar.

“Aku akan panggilkan tabib Heo, Nona.”

Tabib Heo? Tunggu. Tabib Heo pasti adalah Heo Jun, tabib legendaris itu. Memangnya siapa lagi tabib kerajaan bermarga Heo yang ada di buku sejarah?

“T-Tidak, Sukwon-ah. Aku baik-baik saja.” aku lekas mencengkram lengan Sukwon sembari berusaha memerangi rasa sakit yang sekarang menyerangku.

“T-Tapi Nona… matahari sudah terbenam dan kita masih di luar bilik. Dia sebentar lagi akan kelu—”

KRIET!

Sukwon belum sempat menyelesaikan kalimatnya saat suara decitan tajam masuk dalam pendengaranku. Perlahan aku membuka mata, nafasku memburu ketika aku berusaha menyesuaikan diri dengan cahaya minimal yang mendominasi.

Heo Jun. Aku pernah membaca namanya sebagai tabib kerajaan yang selamat dari penyihir puluhan tahun lalu. Ya, sekarang aku ingat jelas di zaman apa aku tengah terjebak. Dan sepertinya aku mengerti kenapa ada penjaga malam yang alasannya tidak disebutkan dalam sejarah.

Apa mungkin… pada kenyataannya, di zaman ini masih ada penyi—

“Kenapa kau masih di sini?”

Aku mendongak saat suara familiar terdengar sangat jelas dalam pendengaranku. Sekarang, tak jauh dariku berdiri seorang pria yang sangat kukenal baik. Meski wajahnya tampak samar karena minimnya cahaya, tapi aku jelas mengenali parasnya.

Bagaimana mungkin?

Bagaimana mungkin aku bisa bertemu dengan reinkarnasi dari seseorang yang kukenal di zaman ini?

Tungkaiku tanpa sadar bergerak mendekatinya, mengabaikan panggilan lirih Sukwon yang memperingatiku, aku terlampau bingung dan tidak memahami situasi apa yang sekarang tengah aku hadapi.

Saat tiba di hadapannya, kusadari ia memang seseorang yang sama, tidak ada beda sedikit pun dengan seseorang yang aku kenal dekat. Senyum tanpa sadar merekah di wajahku, ada rasa bahagia yang kini membuncah tanpa sadar, sementara jemariku bergerak menyentuh lengannya, memastikannya benar-benar ada di hadapanku dan bukannya aku seorang yang berhalusinasi.

“J-Jongdae…” tanpa sadar bibirku berucap.

Tatapannya melebar, seolah mendengar ucapanku bukanlah hal yang ia inginkan. Apa dia yang Sukwon maksud adalah sosok reinkarnasi Jongdae sekarang ini? Tapi bukankah Sukwon katakan bahwa pria di hadapanku tak suka jika melihatku?

“Kenapa…” alisku bertaut saat bibirnya bergerak membentuk kata. “Kenapa kau menyebut namaku?”

Jantungku hampir melompat dari persinggahannya ketika ia bertanya seperti itu.

“K-Kau… Kim Jongdae?”

Bibir pemuda di hadapanku terkatup rapat membentuk garis tegas. Tatapannya jelas menunjukkan bagaimana enggannya ia untuk terus berbicara denganku. Sementara aku masih berdiri terpana. Apa bukan aku seorang yang terbangun dalam tubuh dan nama yang sama? Apa ia juga punya nama yang sama dengan—

SRAT!

Akh!”

“Nona Jo!”

Aku tersungkur saat rasa sakit luar biasa menusuk tubuhku. Kutolehkan pandangan dan kudapati sebuah anak panah bersarang di dadaku. Apa ini? Apa yang sekarang terja—

SRAT!

Akh!”

“Hyunhee-ah! Hey! Ya! Jo Hyunhee!”

Aku tersentak saat seseorang mengguncang tubuhku dengan cukup keras. Jongdae. “J-Jongdae-ya!” aku hampir saja memekik, sontak kutarik lengan Jongdae yang baru saja membangunkanku.

Hey! Lepaskan aku!” Jongdae bergerak cepat melepaskan lenganku yang melingkar di lengannya, dengan tatapan kesal ia memandangku tidak mengerti.

“Mimpi buruk?” tanya Jongdae kemudian.

Nafasku kini memburu. Rasa sakit di dadaku masih sangat berbekas, tapi aku tidak terluka. Ingatan tentang bagaimana anak panah itu bersarang di tubuhku masih kuingat, ketika aku terbangun di kehidupan nyataku.

Bagaimana bisa? Aku tidak seharusnya bisa kembali begitu saja tanpa menyelesaikan masalah dari pemilik tubuh tempatku terbangun. Tapi mengapa aku kembali?

Aku kini menatap Jongdae, sementara ia menatapku dengan alis bertaut.

“Oh… Aku bermimpi buruk… dan kau ada di mimpi buruk itu.” gumamku.

Tatapan Jongdae tiba-tiba saja berubah datar. “Jadi maksudmu aku mimpi burukmu? Sialan.” umpatnya sebelum ia kembali membaringkan diri di kasur lipat yang ia bentang di bawah kasurku. Masih dengan mengomel ia menutupi tubuhnya menggunakan selimut, tampak tidak ambil pusing dengan kepanikanku sekarang.

“Dae-ya!” panggilku.

“Kau tadi benar-benar mabuk. Mimpi itu pasti efek alkohol juga. Basuhlah wajahmu dan tidurlah lagi.” ujar Jongdae tanpa memandangku, matanya sudah terpejam, dan tak lama dengkur halusnya terdengar.

Aku menghela nafas panjang, menatap jam dinding yang menunjukkan angka tiga dini hari. Menuruti ucapan Jongdae barusan, aku memilih untuk bangkit dan beranjak ke kamar mandi.

Pikiranku jadi sedikit lebih tenang seusai membasuh wajah dan meminum segelas air. Sekarang aku sudah kembali berbaring di tempat tidur, rasa kantukku hilang karena rasa sakit membekas yang masih kurasakan.

Alasan aku tiba-tiba kembali juga masih kupertanyakan.

Apa secara tidak langsung aku sudah menyelesaikan masalah yang Hyunhee di zaman itu tidak bisa selesaikan? Tapi aku hanya menghabiskan beberapa jam saja di sana.

Tanganku sekarang bergerak meraih ponsel, alih-alih melanjutkan tidur, aku lebih penasaran tentang cerita sejarah di zaman yang entah bagaimana, kurasa akan tiba-tiba menarikku lagi kapanpun.

Tatapanku terhenti ketika kutemukan sejarah tentang kepemimpinan Raja Gwanghae. Lekas aku mencari nama Lady Jo di sana, dan tersentak ketika cerita yang dulu pernah kubaca sekali-dua kali sekarang sudah berubah.

Ya. Dulu cerita tentang Lady Jo hanya berjumlah enam atau tujuh baris saja, tapi sekarang aku jelas membaca tentang bagaimana ia telah terlibat pertengkaran dengan Putri Munseong karena berusaha mengungkap keberadaan Putra Mahkota yang sebenarnya.

Ia kemudian berusaha bunuh diri dengan melompat ke danau saat raja memanggilnya, dan terbangun setelah empat hari tidak sadarkan diri. Beberapa saat setelah ia terbangun, ia kembali terluka karena dua anak panah yang menembus dadanya dan tidak terbangun selama hampir tiga bulan purnama.

Ia mengakhiri hidupnya tiga hari setelah ia bangun karena mengetahui bahwa budaknya—pasti Kim Sukwon, bukan?—sudah menjadi salah satu selir raja.

Mengapa ia melakukannya? Mengapa ia berusaha mengakhiri hidupnya? Mengapa pula Sukwon bisa berakhir menjadi selir raja?

Tidak. Tidak bisa. Itu artinya aku harus kembali ke tubuh Jo Hyunhee sebelum tiga bulan purnama berlalu di zamannya. Aku harus mencegah kematian Jo Hyunhee itu. Aku harus tahu mengapa ia tidak ingin berhubungan dengan Raja.

Aku harus tahu apa yang menjadi permasalahannya dengan Putri Munseong. Aku harus tahu siapa sosok Jongdae yang aku lihat di zaman itu.

Apa mungkin… ia meminta bantuanku karena masalah yang hanya ia sendiri tidak ketahui dengan jelas, sehingga aku bisa kembali saat masalahnya sedikit demi sedikit mulai terjawab? Benar. Mungkin benar seperti itu.

Itu artinya, jika aku bisa menguak sedikit demi sedikit tentang masalah itu, dan kemudian kembali ke kehidupanku sekarang sehingga aku bisa membaca cerita sejarahnya yang sudah berubah, lalu kembali ke zaman itu untuk menyelesaikan masalahnya lagi.

Ya. Mungkin ada sedikit pengecualian karena kali ini aku benar-benar terbangun dalam tubuh reinkarnasiku, Jo Hyunhee, dan bukannya identitas lain.

Tapi… apa aku bisa menyelesaikan masalahnya sebelum hidupku sendiri berakhir?

— 계속 —

IRISH’s Fingernotes:

Terjebak nostalgia itu lebih baik daripada terjebak sama sejarah yang tidak kalian ketahui. Iya engga? Iya. Itu iya banget. Itu juga yang aku rasain ketika ngetik cerita ini. Sedikit membingungkan juga buat kalian mungkin karena si Hyunhee terbangun di badan Hyunhee juga, meski di waktu yang berbeda.

Dan ya, dia ketemu mamas Jongdae yang minta dikurbanin juga di sini. Dan kerennya kali ini Mba Hyunhee bisa bolak-balik masa depan-masa lalu, sambil belajar sejarah sambil menolong tokoh sejarah, ceritanya.

Anyway, beberapa nama di cerita ini aku ambil dari nama yang beneran ada di sejarah Gwanghaegun tapi aku modifikasi sepenuhnya. Sedikit-sedikit aja nyuri-nyuri alur sejarahnya biar historicalnya enggak failed banget. Maklum baru kedua kalinya ngetik sejarah. Pft.

Okay, sekian dariku. Selamat malam minggu bersama mbek, mblo!

.

.

.

[HELP! Aku lagi-lagi butuh vote → HELP! I NEED YOUR VOTE (2) ]

.

.

| MY SHOW |

| Instagram | Line | Twitter | Wattpad | WordPress |

59 thoughts on “SWITCH – 2nd MOSSAIC — IRISH’s Story

  1. Ping-balik: SWITCH [AFTERWORD] — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping-balik: SWITCH – EPILOGUE — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping-balik: SWITCH – 14th MOSSAIC [FINAL] — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  4. Setelah UTS aku kembali nyasar di sini wkwk
    Masih kurang mudeng sama ff ini. Efek unsur sejarahnya kali ya hihi
    Tapi ini seru. Ganti2 tempat gitu ><
    Mau ngebut baca ini seharian ah 😁

  5. Ping-balik: SWITCH – 13th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping-balik: SWITCH – 12th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  7. Keren jg hyunhee bs bolak balik masa lalu msa depan gt eon 😀 wooooooaaahhhh dy jg ktmu hyunhee dimasa lalu tp dg keadaan rumit tp di masa dpn dy sahabatan malah 😀 neeeeeeext eon fighting

  8. Ping-balik: SWITCH – 11th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  9. Ping-balik: SWITCH – 10th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  10. Ping-balik: SWITCH – 9th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  11. Ping-balik: SWITCH – 8th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  12. Ping-balik: SWITCH – 7th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  13. Ping-balik: SWITCH – 6th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  14. Wahh wahh wahh, Di chap ini udah mulai seru..
    Itu Mas jongdae ngapain?? Kok ikut-ikut hyunhee keliling alam lain..
    kenapa juga lady jo itu bunuh diri pas temennya itu, siapa? sukwon? Atau siapalah itu jadi selir raja…
    wahh wahh wahh.. Karakternya sukwon kayak apa??

  15. Ping-balik: SWITCH – 5th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  16. Tiba2 ad jongdae yg juga pake nama sama
    Trus si jongdaenya di kehidupan joseon itu siapa?
    Dan aq penasaran awal pertama hyunhe bsa temenan am jongdae
    Soalnya hyunhe bilang udh satu dekade temenan am dia yg brarti udh 10tahun dan itukan rentan waktu adeknya hyunhe udh mati

    • 😄 bukaann, beda orang. Heo Jun itu tabib istana yang awalnya dia itu orang pinter (mungkin bahasa gahoel kita: dukun) yang biasanya ngelenyapin penyihir di masa kerajaan. nah Jongdae itu penyihir yang masih ada, padahal Heo Jun kan ada. begituuhh

  17. Ya ampun kak rish ini bener2 keren… kakak bisa banget sih bikin aku terhanyut dalam cerita ini (eak). Tema ini jarang banget aku temuin.. eh atau mungkin belum pernah sama sekali, hihi. Lanjut chap 3… fighting kak irish!

  18. Ping-balik: SWITCH – 4th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  19. Lalala banget pas adegan srat nya. Harus baca berulang ulang buat cerna apa maksudnya. Dan ternyata si hyunhee kembali ke masa yang sekarang. Terkadang pengen jambak rambut jongdae kalo lagi mudeg *dilemvar Chentong

    Ganbate, fighting, cheer up, semangat kak irish!!!

  20. waktu tau chapter 2 nya update rasanya ingin loncaat kegirangan ape ke awang awang (?) tapi setelah aku baca ceritanya, gak mudeng. untungnya ada bagian bagian yang bikin aku bergumam, “ohh. gtu maksudnya..” so, aku jadi megertos apa maksudnyaa dan akan terus membaca cerita ini. karena kalao ga bacanya rasanya ada yg salah atau yang ilang. so ka semngat buat lanjutinnya! dan aku simpen kata kata pertama kaka yang, “Terjebak nostalgia itu lebih baik daripada terjebak sama sejarah yang tidak kalian ketahui.” eeeaak bangggget gaag ka??

    • Buakakakakakaka jangan sampe ke awang-awang, itu btw chapter 4 sudah ku update loh😄 wkwkwkwkwkwk padahal ini cerita astral sekali…. ini cerita malah bikin terjebak di sejarah ya😄 wkwkwkwkwkwkw

  21. kyaa chentongquee…uuh udah mulai keliatan alurnya.huhu
    astaga chentongque disini sebenerny siapa??aah apa sukwon itu jahad yaa?ko bisa jd selir raja sih??haah mengundang banyak pertanyaan…
    jujur yah aku sebenerny ga ngerti samsek ttg sejarah kerajaan koriyaTT TT nonton drama saeguk jg bisa diitung jari-__yg paling paporit jewelry in the palace&moonlovers yg banyak cogannya weeh apalagi ada ayang bebek af♥♥.tbtb jd ketagihan sejarah(?)eeaaaa

  22. Ping-balik: SWITCH – 3rd MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  23. kasih W kasih O kasih W
    WOW!! keren kak, berasa kayak gabungan drama W dan drama moonlovers.. Alurnya menarik banget, bagus bagus.. Jadi penasaran jongdae jadi apa di zaman joseon .. Apa dia raja? Putra mahkota? Atau pangeran? aku tunggu ya kak rish kelanjutannya

  24. karakter sukwon masih jadi tanda tanya, dia sebenarnya jahat atau baik ya?
    aku sama sekali gak paham ttg sejarah korea, nonton drama saeguk juga cuma jewel in the palace sama scarlett heart, hihi

  25. Waaaaah makin penasaran😄 settingnya udh mulai keliatan. Aku mulai curiga jgn2 ini bawaan nonton Scarlett heart hahaha. Tapi sumpah ya aku iri bgt sama penulisan paragrafmu! Kyk alirannya enak bgt gitu aaa ajarin akuuu
    Keep writing!

  26. Ceritanya kak irish keren keren banget sumpah.. Rasanya lebih rela nunggu update-an ff kak irish dibanding nungguin doi yang ngelayar-luyur kesana kemari dan kadang datang kadang pergi lalu menghilang selamanya wkwkwkwk. Keep writing kak😁😁

  27. Mengapa ia melakukannya? Mengapa ia berusaha mengakhiri hidupnya? Mengapa pula Sukwon bisa berakhir menjadi selir raja?
    Jangan-jangan Sukwon merupakan antagonis di masa itu /asbun/ atau bersekongkol dengan Putri Munseong? 😲😲😲 atau…
    Jongdae ada di masa itu? Jodoh itu namanya 😂😂😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s