Rendezvous Again [Chapter 4] – Christy Wu

kak-christy

Rendezvous Again

Original Story By Christy Wu

Original Poster By Lee ShinHyo Art

Main Cast :

Oh Sehun ( EXO) as Sehun Rouler| Kim Jong In (EXO) as Kai Ozera | Krystal Jung ( Fx) as Krystal Wu | Park Anna (Oc ) as Anna Vandersmith | Park Chanyeol (EXO) as Chanyeol Vandersmith| Wu yifan ( Ex – EXO) as Kevin Wu | Jesica Jung ( Ex – SNSD ) as Jesica Wu.

Genre : Fantasy, Romance, Dark| Rating : PG – 17 | Lenght : Chanptered

Desclaimer :

FF ini murni hasil pemikiran Christy dan hanya dipublish di  WP pribadi. tolong jangan memplagiati. bedakan antara menginspirasi dan plagiat terima kasih.

CHAPTER 4

Pintu berpelitur hitam itu terbuka dengan kasar, suaranya menggema berbenturan dengan dinding bersamaan dengan hentakan stileto di lantai marmer mempertegas luapan emosi Krystal yang menjilat – jilat bak korona. Dari balik kursi kebesarannya Kris hanya tersenyum, menyambut dengan rentangan tangan lebar tubuh ramping Krystal yang alih – alih melengos menjatuhkan diri ke sofa putih di ruangan. Faham dengan kemarah anak tersayangnya, pada dasarnya Kris hanyalah ayah yang sangat sabar dibalik sifat dingin yang kerap ia tunjukkan.

“Ada apa dengan ekspresimu itu sweat?” walau sudah tahu alasannya namun Kris masih ingin bermain dengan emosi anak tersayangnya yang terlihat kemarahannya sampai ke ubun – ubun.

Krystal mencebik, melirik Kris dengan tatapan tajam yang ia dapat dari garis keturunan Wu yang dominan. “Tidak sepantasnya perusahaan kita bekerja sama dengan Imagine Corporation. Dad, tidakkah kau salah memilih klien kali ini?” to the point dan tidak bertele – tele. Krystal sudah kesal dan ia berharap ayahnya bisa memberikan alasan yang membuatnya tidak bertambah kesal lagi.

Bukannya menjawab Kris malah duduk di sebelah Krystal dan mencium kedua pipi anak gadisnya dengan gemas. Membuat Xiumin yang sejak tadi berdiri disamping pintu ikut tersenyum melihat kedekatan ayah dan anak ini.

“Dad stop it!” teriak Krystal namun tak diindahkan sama sekali. Kris mengacak surai kecoklatan anak gadisnya yang semakin membuat Krystal jengkel. “Sweat ini adalah kali pertama kau melakukan Meeting dengan perusahaan lain. Bagaimana bisa kau menjatuhkan keputusan kalau Imagine Corporation tidak berdedikasi baik untuk kesuksesan Wu Corperation. Dad sangat tahu kalau Imagine Corporation adalah perusahan multimedia terbaik saat ini.”

“Baik dari mananya.” Krystal berdiri sambil menyilangkan tangan didepan dada. “Si Rouler itu dengan seenak jidatnya membatalkan rapat begitu saja setelah aku dan Xiumin menunggunya 2 jam. Klien macam apa yang ingin Dad cari, Huh? Pemimpinnya saja tidak bertanggung jawab bagaimana dengan kinerja semua karyawannya. Aku sarankan lebih baik kita mencari perusahaan lain untuk melakukan kerjasama.”

“Wow . . . wow slow Sweat, apa yang lelaki itu lakukan padamu sampai kau bisa semarah ini hhmm?”

“Dia membuatku melakukan hal yang tidak kusuka.” Tutur Krystal. Kris hanya menyunggingkan senyum menatap anak gadisnya yang sedang jengkel. “Benarkah? Tapi dalam hidup ini kau tidak selalu mendapatkan apa yang kau inginkah sayang. Dad tahu kau sangat benci dengan kegiatan menunggu, tapi jika kau masih ingin mendapat kebebasan ini maka hal itu yang kerap akan kau temukan dikemudian hari. Inilah kehidupan Sweat, tak semua yang kau suka dan benci dapat kau hindari dan dapatkan dengan mudah kau alihkan begitu saja. Tak selamanya menunggu itu mengecewakan, mungkin suatu saat kau akan mengerti arti menunggu dari pada terburu – buru.” Jelas Kris.

“Dad, sudahlah aku sedang tidak ingin mendengarkan wejangan darimu.” Satu sentilan mendarat di kening Krystal. Tidak keras namun cukup membuat kepala gadis bersuarai cokelat itu terdorong ke belakang.

“Dasar gadis nakal.” Omel Kris. “Jadi bagaimana menurutmu dengan Presdir Imagine Corporation?”

Memutar bola matanya malas adalah hal pertama yang Krystal lakukan saat mendengar sekali lagi pertanyaan dari Kris. “Aku sudah bilang kan tadi kalau si Rouler itu tidak tepat waktu, semaunya sendiri, tukang perintah, terlihat sombong, di bajunya terlalu banyak parfum wanita. Ah pasti dia suka berganti wanita tiap malam, lalu dari bau darahnya aku tahu dia suka minum alkohol. Ck sayang sekali di umur semuda itu dia sudah kecanduan alkohol dan terdapat kadar obat penenang yang kental di darahnya. Dia mempunyai mata yang tajam dan mengintimidasi namun ku rasa ada kerapuhan di sana. Kurasa hidupnya tak semulus perjalanan karirnya. Padahal dia cukup tampan untuk mendapatkan wanita baik – baik.” Cicit Krystal di akhir tanpa sadar sambil memutar – mutar dress yang ia kenakan dengan telunjuk.

Kris mengernyitkan dahi. “Tampan?” ulangnya, dan Krystal sedikit tergagap namun tersembunyi dengan baik di balik poker face yang ia tunjukkan.

“Aku hanya bilang cukup tampan Dad, jangan melebih – melebihkan apa yang ku katakan.” – Krystal.

“Melebih – lebihkan seperti bagaimana?” Kris bertanya dengan memasang wajah bingung yang bagi Krystal sungguh menjengkelkan.

Krystal bangkit dari duduknya. “Terserah Dad saja, aku mau main ke Apartement Anna.” Akhirnya Krystal keluar dari ruangan Kris dengan gerutuan disepanjang perjalanan. Xiumin mengekor dibelakangnya setelah membungkuk hormat pada Kris yang masih menggelengkan kepala menatap anak gadisnya yang sudah menghilang dibalik pintu.

o0o

Sinar matahari terasa hangat, ini seperti suasana musim semi. Terdapat padang bunga yang sangat luas dengan gradasi warna yang cantik. Di sudut tertentu terdapat ilalang setinggi lutut yang mana saat kita berjalan dapat tergapai dengan tangan. Hembusan angin membawa kepingan mimpi bersamaan dengan sapuan kelopak – kelopak bunga. Sehun terjaga, menatap sekelilingnya dengan tatapan asing, namun kakinya tetap menapak, menelusuri jalan didepan mata. Ia tak tahu arah namun kakinya masih dengan pasti berjalan seakan ada yang menuntun jalannya untuk mencapai tempat tertentu. Tepat di pertengahan jalan obsidian safirnya menemukan sosok yang ia puja sepanjang eksistensinya. Masih dengan senyum secerah mentari pagi kala mata mereka bertemu, hatinya bergetar membangun rindu. Dress putih selutut yang sosok itu kenakan menari – nari tersapu angin.

“Nara.” Gumaman satu nama itu lolos dengan linangan air mata yang tak dapat di cegah. Kaki jenjangngnya melangkah lebih cepat agar dapat merengkuh dalam pelukan gadis yang amat ia rindu. Namun secepat apapun ia melangkah jarak diantara mereka tidaklah berkurang sama sekali. Sehun terjatuh berkali – kali di rerumputan dengan gumaman nama sang gadis yang tak pernah berhenti.

Masih di tempat yang sama saat pertama Sehun melihat sosok itu, di balik punggungnya terdapat tangan mungil yang menggenggam Dress selutut sang gadis hingga tak tersapu angin lagi. Ia memandang pilu diliputi tanya.

“Kami menunggumu di sini, cepatlah bangkit dan kita akan bertemu lagi.” Ujar sosok itu.

“Tidak Nara jangan pergi, ku mohon Nara jangan tinggalkan aku lagi.” Racau Sehun saat sosok itu hilang bersamaan dengan hembusan angin dan kelopak bunga yang berterbangan.

“Nara. . .Nara.” igaunya, lama kelamaan hamparan bunga dan langit sore di depannya sirnah berganti dengan atap berwarna putih dan bau obat yang menyengat.

“Tuan Sehun anda sudah sadar, tuan apa apakah anda bisa mendengar saya.” Itu adalah Yixing Bodyguardnya yang sedang memegang tangannya sambil beberapa kali memencet tombol di atas tempat tidur.

Sehun terbangun di atas tempat tidur rumah sakit, uap pemanas ruangan mendesis melenggak – lenggak. Air pada tetesan infus mengalir cepat namun semua berjalan lambat baginya. Tapi satu yang Sehun sadari, kalau semua yang ia alami tadi hanyalah puing – puing fatamorgana yang di buat alam bawah sadarnya akan kerinduan yang tak terbendung untuk gadisnya. Wanitanya yang mati di tangannya sendiri. Sebuah mimpi yang tak tergapai dan membawanya kembali pada kesendirian dan pahitnya kenyataan.

Dokter dan beberapa perawat yang masuk kedalam ruang rawat. Sehun masih menggunakan masker oksigen dengan kelopak mata mengerjap perlahan seperti menelaah apa yang terjadi. Di seluruh badannya masih terpasang alat – alat medis, dokter menempelkan stetoskopnya ke dada Sehun beberapa kali, mengecek monitor, berbicara dengan perawat dengan kode medis yang tak Sehun ketahui dan yang terakhir dokter yang memang sudah menjadi kepercayaan keluarga Rouler itu memanggilnya dengan hangat seperti biasa.

“Sehun bisakah kau mendengarku?” perlahan sehun menoleh dengan mata yang mengerjap pelan sebagai respon kalau ia tidak tuli kalau hanya sekedar mendengar.

“Apa yang kau rasakan sekarang Sehun, apa kau bisa menjawabku?” kali ini tangan Sehun yang terpasang infus bergerak perlahan dan melepas masker oksigen yang ia kenakan. Nafasnya masih terengah tanpa menggunakan masker, kadar Spo2 langsung turun membuat petugas medis panik dan memaksa Sehun menggunakan masker kembali. Namun Sehun tetaplah Sehun yang kekeh pada keinginannya walaupun ia dalam kondisi yang terburuk sekalipun. Tenggorokannya sakit saat ia ingin bicara, beberapa kali Yixing membujuk untuk mengenakan masker kembali namun percuma, kembali Sehun menghempaskan cekalannya.

“K – ai, Kai.” Setelah berusaha mengeluarkan suaranya, akhirnya Dr. Ravi dapat menangkap apa yang ingin Sehun sampaikan.

“Kai?, kau ingin bertemu dengan Kai.” Ulang sang dokter, yang mendapatkan anggukan dari Sehun.

Dr. Ravi tersenyum dan memasangkan masker oksigen ke Sehun tanpa adanya penolakan. “Setelah ini Kai akan mengunjungimu, sekarang kau harus istirahat dan segera pulih. Kau terlalu banyak meminum obat penenang Sehun. Sementara waktu kau harus istirahat dan melakukan terapi yang ku jadwalkan. Mengerti. Jadilah anak yang baik seperti Sehun kecil dulu.” Sehun memejamkan mata saat Dr. Ravi mengusap surai hitamnya, toh ingin menolakpun tenaga Sehun masih belum cukup. Jadi Sehun hanya  bisa memalingkan wajahnya menghadap Yixing sebagai bentuk penolakan.

Bukannya tersinggung Dr. Ravi malah terkekeh menanggapinya, ia mengenal Sehun sejak kecil. Ia sudah , menjadi dokter keluarga Rouler sejak usia pemuda albino itu 12 tahun. Ia sudah sangat hafal karakter Sehun.

“Setelah ini biar aku saja yang menghubungi Kai, kau bisa pulang beristirahat sebentar. Biar asistenku yang menjaga Sehun.” Ujar Dr. Ravi pada Yixing yang memang sudah hampir satu minggu tidak beranjak dari ruang rawat, semenjak Sehun tidak sadarkan diri.

Yixing menggelengkan kepalanya. “Tidak usah repot – repot, mungkin sebentar lagi Baekhyun akan kemari mengantarkan pakaian ganti dan makanan untukku.” Tolak Yixing.

“Sama sekali tidak, aku sedang tidak ada Praktek dan janji dengan pasien hari ini.” Kekeh Dr. Ravi sambil mengibaskan tangannya. Laki – laki berusia memasuki kepala empat itu meraih Jas Yixing yang tergeletak di Sofa lalu merangkulnya keluar dari ruang rawat Sehun.

“Sudah sekarang pulang dan beristirahatlah. Kantung matamu sangat menyeramkan, mana ada gadis yang mau melirikmu nanti” Guraunya, yang hanya di tanggapi Yixing dengan cengiran berlesung pipinya yang terlihat polos. “Urusan Sehun biar aku yang akan membicarakannya dengan Kai.” Walau sedikit berat akhirnya Yixing menuruti kemauan dokter Ravi. Yah, sepertinya Yixing akan menghabiskan seharian untuk tidur.

o0o

Perusahaaan di depannya ini begitu besar bangunannya gagah, pondasinya tinggi mencuat seakan membelah langit dengan  logo naga dan tulisan yang dapat di baca semua orang dari jauh maupun dekat. Wu Corporation. Kai memasuki gedung perkantoran itu bersama Baekhyun yang selalu mendampinginya kemanapun. Jas biru armani melekat pas di tubuhnya yang atletis tak ayal beberapa karyawan berbisik – bisik memuja menatap parasnya yang rupawan. Baekhyun dengan senyum ramah dan wajah imutnya mengecoh semua orang pada profesi yang sebenarnya adalah bodyguard atau Kai lebih senang menyebutnya agen khusus kepercayaan.

“Kenapa kau kekeh ingin menemui Presdir perusaan ini secara langsung Kai, ku rasa Yixing saja sudah cukup mampu untuk menghandle Imagine Corporation selama Sehun Colaps.” Mereka sedang di dalam lift menuju ruangan  Presdir Wu Corporation.

“Aku merasa ini perlu, apa kau tidak kasihan pada Yixing yang belum istirahat menunggui Sehun di rumah sakit hampir seminggu ini. Dan aku punya rencana lain.” Ujar Kai dengan pandangan menerawang. Dahi Baekhyun mengernyit bingung.

Rencana?

Rencana macam apa yang tidak Kai bicarakan dengannya, Baekhyun menggelengkan kepala. Ya, kadang dia harus mengakui kalau Kai bisa sedikit Egois dan pelit informasi di saat tertentu. Ia senang memikirkan masalahnya sendiri dari pada harus menjadi beban orang lain. Lebih baik Baekhyun ikuti saja apa mau Tuannya ini.

Ting

Lift yang mereka naiki berhenti namun belum sampai di tempat yang akan mereka tuju. Mungkin ada karyawan lain yang akan menaiki Lift. Pintu terbuka namun tak ada orang, Baekhyun segera memencet tombol agar pintu tertutup. Saat pintu hampir tertutup Kai tiba – tiba memencet tombol yang menyebabkan pintu lift terbuka lagi, dia segera berlari keluar seperti mengejar sesuatu. Baekhyun mengikuti Kai yang lari entah dengan alasan apa, hingga akhirnya menemukannya berhenti di pertigaan dengan nafas masih naik turun.

“Astaga apa yang kau lihat sampai meninggalkanku?” Baekyun menstabilkan deru nafasnya disebelah Kai yang masih memperhatikan sekeliling dengan Jeli.

“Aku seperti melihat seseorang yang ku kenal.” Kai masih menatap sekelilingnya, merasa aneh bisa kehilangan jejak secepat itu di dalam lokasi gedung yang tergolong sepi dan bukan di jalan raya yang ramai.

 “Siapa?” tanya Baekyun. Namun Kai hanya mengibaskan tangannya.

“Sudahlah mungkin aku salah lihat, mana mungkin dia tampak begitu glamor.” Kai meninggalkan Baekhyun lagi dengan segudang pertanyaan yang memenuhi kepala pria berwajah imut itu.

Di balik dinding netra Hijau Anna tak hentinya menatap Kai yang sudah masuk ke dalam Lift, ia menghembuskan nafasnya kemudian sambil memegangi dada seakan ia bernafas.

“Untung saja.” Gumamnya sambil memejamkan mata.

“apanya yang untung?” Anna kaget, ia segera membuka netra hijaunya dan mendapati wajah kakaknya yang memasang ekspresi polos dengan bibir bawah yang maju beberapa centi dari bibir atas agar terlihat menggemaskan.

“Iiissshh dasar kakak durhaka, kau mengagetkanku.” Dengus Anna, namun Chanyeol malah memicing menatap Anna.

“Kenapa kau menghindari pemuda itu?” – Chanyeol.

“Bukan urusanmu dan jangan membaca apapun di pikiranku.” Larang Anna sambil mengacungkan telunjuk di hadapan Chanyeol. Pemuda berambut hitam itu hampir saja menggigit jari adiknya kalau si pemilik jari tidak segera menariknya.

“Dasar adik durhaka, itu salahmu sendiri yang senang menutupi identitas di tengah manusia. Padahal kau kan tetap bisa berbaur dengan manusia menggunakan nama keluarga Vandersmith. And by the way wajah kakakmu ini juga tidak terlalu memalukan untuk kau pamerkan pada semua teman wanitamu, lho.” Chanyeol menaik turunkan alisnya, dan kalau sudah begini Anna jadi merasa kesal karena punya kakak yang narsisnya tidak ketulungan. Demi tuhan wajah kakaknya memang tampan, ia termasuk dalam jajaran pangeran Vampire yang kharismatik di tempat asalnya Swedia. Tapi, kalau penyakit narsisnya sudah kambuh. Sampai mati pun Anna tidak akan mau mengakui ketampanan kakak tersayangnya. Tapi mereka kan makhluk abadi mana bisa mati dengan mudah. Abaikan.

“Semaumu sajalah.” Dan hanya itu yang akan Anna ucapkan selanjutnya, bersamaan dengan tawa puas Chanyeol yang menggema.

o0o

Kai tengah duduk berhadapan dengan Kris yang menurut informasi umurnya sudah menginjak kepala empat, tapi herannya Kris masih tampak seumuran dengannya. Wajah tegas, hidung mancung, kulit putih pucat dan postur badan yang menjulang. Warna rambut cokelatnya berkilau saat terkena sinar matahari, mata tajamnya mengingatkan Kai pada seseorang.

“Apakah benar anda adalah Kris Wu, Presdir Wu Corporation?” itulah pertanyaan yang Kai ajukan saat mereka sudah berhadapan.

Kris tersenyum maklum, ia paham pasti orang di hadapannya merasa heran karena wajahnya masih terlihat awet muda. “Ya saya adalah Kris Wu, apa yang membuat anda berkunjung kekantor saya? Kalau tidak salah bukankah anda adalah Kai Ozera kuasa hukum dari Imagine Corporation.”

“Benar sekali, maaf atas kelancangan saya meragukan anda sebagai Kris Wu. Karena anda benar – benar terlihat awet muda padahal data yang saya terima anda sudah menginjak kepala empat. Apa kah itu benar.” – Kai.

Kris tersenyum tipis. “Kadang umur hanya menjadi patokan angka yang tak berarti.”

Dibelakang Kai, Baekhyun nampak mengerutkan keningnya mendengar jawaban Kris yang sedikit aneh. Ia merasa seperti Kris adalah orang yang tak pernah takut akan bertambahnya umur dan kematian.

“Jadi tujuan saya kemari adalah untuk mengembalikan proposal yang beberapa hari lalu sempat perusahaan kita akan rapatkan. Maaf sebelumnya karena Presdir kami sedang dalam masa penyembuhan sakit, kami mengurangi beberapa kerjasama karena takut tidak bisa menghandle dengan baik.” Kai menyodorkan proposal yang di letakkan Baekhyun di atas meja, Kris memandangnya dengan senyuman miring di bibir. Ia menariknya mendekat lalu mendorongnya lagi ke arah Kai.

“Maafkan saya juga Tuan Ozera, tapi saya hanya akan menyetujui pembatalan kontrak jika sudah berhadapan Langsung dengan Tuan Rouler sendiri. Saya rasa itu bukan kuasa anda jika membatalkan kesepakatan seperti ini.” – Kris.

“Tuan Wu, ini demi kebaikan anda dan perusahaan.” – Kai.

“Saya rasa anda punya maksud lain dengan penolakan ini Tuan Ozera.” Kris menautkan kedua tangannya di atas meja, memandang Kai yang seperti kaget dengan tebakan Kris. Ya tentu dia punya maksud lain. Alasannya bermula dari peristiwa beberapa hari yang lalu di Apartement Anna, saat ia melihat foto sosok replika sahabatnya Nara yang tengah tertawa lepas dengan gadis bersurai hitam yang memenuhi hari Kai belakangan ini.

“Dia anak pemilik panti asuhan yang dulu menampungku. Dia yang kuceritakan tempo hari sebagai saudaraku saat di cafe. Memangnya kenapa, apa kau mengenalnya?” tutur Anna yang di simak dengan seksama oleh Kai. Netranya tak lepas dari foto dalam genggaman.

“Boleh aku tahu siapa namanya?”

“Namanya Krystal Wu”

Masih segar di ingatan Kai kalau nama wanita itu adalah Krystal Wu, dan pagi harinya ia mendapati kabar kalau Sehun pingsan di kantor dan dilarikan kerumah sakit setelah bertemu dengan salah satu klien dari Wu Corporation. Wu, fikiran Kai langsung terbang pada sosok gadis bernama Krystal Wu. Mungkinkah dunia sesempit ini.

Sebelum terlambat Kai akan menghentikan semua, terlepas dari siapa sebenarnya gadis itu apakah dia kembaran Nara atau wajahnya yang kebetulan mirip. Kesalahan beberapa tahun silam tak akan terulang lagi. Ia tak akan membiarkan Sehun menyakiti hati perempuan baik – baik untuk kedua kalinya. Cukup Nara sahabatnya dan tidak untuk yang lain.

Kai memejamkan matanya kuat – kuat saat satu tepukan di bahu menyadarkannya, itu Baekhyun dengan handphone ditangan sedang meminta izin untuk menjawab panggilan dari Dr. Ravi. Kai mengangguk, begitupula Baekhyun segera menegakkan diri dan membungkuk singkat pada Kris untuk keluar ruangan.

Kembali lagi tatapan mereka bertemu, wajah angkuh Kris menatapnya datar. “Ini demi kebaikan anda sendiri Tuan Wu, saya harap anda bisa mengerti.” – Kai.

“Kebaikan dari segi apa yang sedang kita bicarakan Tuan Ozera, saya sangat tahu apa yang saya lakukan demi kebaikan perusahaan ini.” Jeda sejenak. “Dengan tegas saya menolak pembatalan kerjasama yang anda sodorkan Tuan Ozera. Saya akan mengatur pertemuan selanjutnya dengan Tuan Rouler sendiri setelah keadaannya pulih. Anda bisa keluar dari ruangan saya sekarang karena saya sedang sibuk.”

“Tapi – “

“Saya mohon anda keluar dari ruangan saya sekarang Tuan Ozera, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada anda.” Dengan tegar Kris memberikan perintah, walau keberatan toh Kai akhirnya mengalah dan keluar dari ruangan dengan tangan terkepal di sisi tubuh. Baru kali ini dia kalah dalam berdebat dengan orang.

Setelah Kai keluar dari ruangan, Kris segera menyambar telfon di sampingnya dan menekan kombinasi angka yang menghubungkannya pada seseorang. “Bisa keruanganku sekarang, kita membutuhkan rencana.”

o0o

Tercium kuat aroma rumput yang dicumbu oleh hujan. Secangkir rindu dan segenggam gelisah menemani hujan yang masih luruh mengetuk jendela. Sehun terjaga di kesendirian, ruangannya kosong hanya uap dari pemanas yang melenggak dan ketukan hujan dari jendela kaca yang memanggil. Kepalanya masih pening, tubuhnya lemah namun ia berusaha bangkit. Ia mencabut infus dan peralan medis yang masih menempel di tubuhnya.

Bruukk

Tubuhnya terjatuh dengan keras dilantai yang dingin saat kaki pertamanya menapak kepermukaan, pandangannya masih buram dan kedutan dikepalanya tak urung berkurang malah menjadi. Namun panggilan di luar jendela membuatnya tak bisa untuk menolak. Dengan terseret ia membuka pintu geser kaca, darah yang menetes mengotori lantai putih rumah sakit. Tubuhnya jatuh lagi menimbulkan bunyi yang tak pelan.

Batinnya terhempas ketanah, raganya terhuyun kelangit, langkahnya tersembunyi di balik bayangan. Raganya tertatih melaju tak kuasa bertahan pada hening yang menyakitkan. Tetesan air hujan mengenainya, yang perlahan membuatnya semakin basah. Namun ia masih saja terlentang menantang langit yang masih menghitam. Rintik hujan adalah simfoni pilu. Dinginnya menyadarkan kesendirian dan kesedihan yang tak termaafkan oleh waktu. Semilir angin getarkan hati. Membawa kembali pada memori lalu namun ia tak bergeming. Raganya hanya pasrah pada alam yang menghakimi lewat hujan. Peristiwa alam yang selalu mengingatkannya pada satu nama yang kekal bersemayam di hati sang iblis.

“Astaga Sehun apa yang kau lakukan.” Seruan panik Kai, membuatnya Sehun makin pusing saat pemuda berkulit eksotik itu dengan langkah lebar membawa tubuh basah Sehun keatas tempat tidur. Baekhyun memencet tombol yang menghubungkan ke Nurse station, lalu membantu Kai membuka pakaian Sehun yang basah saat beberapa petugas medis berdatangan dan memekik tertahan melihat betapa kacaunya ruang rawat Sehun dengan alat medis yang berserakan dan darah yang tercecer.

Kai berbalik menghadap para perawat yang berjumblah tiga orang itu dengan geram. “Apa saja yang kalian kerjakan sampai hal ini bisa terjadi huh?” amuk Kai tak bisa menahannya lagi. Ia sudah cukup kesal dengan rencananya yang gagal dan sekarang melihat kondisi sepupunya yang malah semakin kacau membuatnya naik darah.

Semua yang disana masih menunduk takut, hingga Dr. Ravi datang dengan ekspresi tak kalah terkejut seperti petugas lainnya. Wajah murka Kai adalah yang selanjutnya ia perhatikan.

“Maafkan mereka Kai, seharunya aku yang menjaga Sehun namun mendadak aku di panggil ke ruangan Kepala Rumah Sakit. Ini bukan slaah mereka.” Ujar Dr. Ravi.

“Bisakah kalian berhenti marah – marah dan saling menyalahkan, demi tuhan orang ini sedang terkena Hipotermia. Lihat bibirnya sudah membiru dan wajahnya sangat pucat.” Baekhyun akhirnya buka suara setelah melihat perdebatan yang seharusnya tidak penting di tengah situasi emergency.

“Bereskan kekacauan ini.”Titah Kai tak terelakkan lagi. Semua orang langsung bergerak satu perawat perempuan kembali ke Nurse Station untuk mengambil baju kering, satu perawat laki – laki membantu melepaskan baju Sehun yang basah dan segera menggantinya dan satu perawat lagi tengah memasang ulang infus ditangan Sehun yang lain.

“Baiklah biar mereka yang membereskan kekacauan ini. Aku perlu bicara padamu tentang kondisi Sehun.” Mereka duduk di Sofa yang ada didalam ruangan. Sedangkan Baekhyun memilih duduk disamping ranjang Sehun sambil mendesis sinis seperti biasa. “Dasar merepotkan, kenapa tidak mati saja sekalian.”

“Sejak kapan Sehun mulai meminum obat penenang Kai, dia overdosis dan lagi kebiasaan minum alkoholnya benar – benar membuat semua menjadi semakin parah. Kerja hatinya bermasalah, belum lagi efek yang ditimbulkan akibat obat penenang yang ia konsumsi membuat jantungnya tidak bisa bekerja seperti sedia kala, sarafnya tubuhnya melemah dan ada pembesaran pembulu darah di otak. Ini masalah serius Kai, dia butuh terapi kalau ingin tetap hidup.” Kai mengusap wajhanya kasar, tak tahu lagi harus bagaimana. Masalah seperti datang bertubi – tubi, atau hanya perasaan Kai saja.

“Aku sama sekali tidak tahu sejak kapan Sehun mengkonsumsi obat itu Dokter. Kalau kebiasaan Sehun minum aku sudah mengrtahuia sejak lama. Apakah ia bisa sembuh?” tanya Kai dengan sorot mata khawatir.

“Semua pasti ada jalan Kai, jika Sehun masih punya keinginan kuat untuk hidup pasti ia bisa sembuh walau semua butuh proses.” Kai menghembuskan nafasnya berat.

“Alasan untuk hidup? Aku ragu dia mempunyai hal itu.” Ujar Kai tertawa miris.

Kelopak mata Sehun perlahan mengerjap, bibirnya bergetar merasa dingin yang menggigit sampai ke tulang. “Kai.” Ucapnya lirih.

Baekhyun yang berada disampingnya tersadar dan segera memanggil Kai yang sedang duduk di Sofa tak jauh dari ranjang bersama Dr. Ravi.

“Sehun aku disini.” – Kai.

Sehun langsung menari Kai mendekat lalu berbisik di telinga Kai dengan suara lirih. “Cari informasi tentang keluarga Mikael Corner dan aku perintahkan kau untuk habisi mereka tanpa sisa.” Mata Kai melebar tak percaya dengan perintah Sehun yang mengharuskannya membunuh satu anggota keluarga lagi dan menghancurkan perusahaan lawan sampai ke akarnya. Demi mata kucing Baekhyun pria didepannya ini sedang dalam kondisi sekarat dan masih memikirkan menghabisi nyawa orang lain.

“Sehun kau masih sakit, kita bicarakan ini saat keadaanmu sudah pulih.” – Kai.

“Aku tidak menerima penolakan Kai, habisi mereka tanpa sisa. Ingat aku tak mentolelir kesalahan seperti tempo hari.” Sehun menjauhkan Kai setelahnya, Baekhyun yang mendengar perintah Sehun makin menatap Sehun dengan benci.

“Kondisi sekarat saja masih sempat memberi perintah membunuh orang. Dasar iblis sialan, cepatlah mati sana biar tak menyusahkan Kai.” Umpatnya yang hanya tertahan di dalam hati.

TBC

Hai Fairy’s maafkan Christy yang sangat Slow Update sekarang hihihi. Christy gag marah kalau beberapa dari kalian sudah ada yang meninggalakan cerita ini ditengah jalan dan berpaling ke lain hati #baperseketika. mulai minggu depan  Christy akan usahain untuk update kayak biasanya semasa Last generation yang tiap minggu tayang. banyak tanggungan cerita yang harus kelar sebelum ilang dimakan pikun yang akut ketularan Yixing. jangan kaget kalau beberapa nanti diprotek ya, udah tahu aturan mainnya kan .

Udah mau Idhul Adha nih, siapa yang mau motong kambing atau sapi trus dikirimin kerumah Christy :p #abaikan.

salam sayang Christy Wu

XOXO

35 thoughts on “Rendezvous Again [Chapter 4] – Christy Wu

  1. kk moment sehun krystal nyaa dong kakkkkkk…
    .ga sabarrrt ihhhhh..pengeennn bgt banyak moment merekaaaa hikshiksss..
    ..sehun, ck emang dasarnya ajaa berhati iblis kwkwkw.. uda sekarat masih aja pikirannya buat ngebunuh orang, serius dehh.. dia ga pernah mikir dosa apaaa yaa..??

  2. Kak chris sorry telat baca soalnya aku ga tau kalo cerita ni udah di update, kAlo bisa sih siapa hari di update jangan sampe ff ini berakhir di tengah jalan ya kak

  3. Kak Christy kangen,, aku kira bakal update di wattpad jadi nungguinnya di notif wattpad, karena penasaran aku akhirnya nemu chapter baru disini.
    Kirain sehun pengen ketemu kai karena ketemu sama seseorang yang mirip nara, taunya malah nyuruh bunuh orang -_-
    Duhh kapan ya sehun ketemu Krystal lagi nya??

  4. numpang baca y k’ Christy..
    baru nemu ni ff dari td bacanya ngebut ketingglan dari awal soalnya😀
    sehun kejem amat, udah sekarat masih aja mikirin ngebunuh orang..
    penasaran kelanjutannya apa sehun bisa nerima kehadiran krystal dengan mudah,,
    updat.nya tiap hari apa k’

  5. Kakak mumumuu 😘😘 akhirnya update juga , buset dah itu kenapa si abang sehun kok nyuruh bang kai bunuh keluarga corner , hmmm jangan² ……. , ditunggu ya kelanjutannya semangattt kakakkk ❤

  6. Wow sedalam itukah dendam sehun akan hidupnya. Siapa lagi mikael corner itu. Jangan jangan ada hubungannya dengan nara. Ya nara mungkinkah dia hamil karna keluarga itu. Dan sehun menghabisi nara karena kemarahannya.
    Ingat pecakapan nara dan sehun saat bertemu nara dalam mimpinya.

  7. Wuihh, makin seru thor…
    Ada apa dengan keluarga corner,, qok tiba” baru bangun lngsung nyruh kai bunuh kluarga corner..
    Trus kris wu qok kekeh bnget mau kerjsama dg perushaannya sehun sich, smpe btuh rencna” sgla, rencna apa dan untuk apa itu??

  8. Aku kira gak akan di lanjutkan lagi, soal nya uadh lama banget gak update. Tapi ternyata masih lanjut.
    Makain seru eonn,sama makin penasaran cerita nya.
    Maaf juga baru komen sekarang.
    Fighging terus yha nulis nya .

  9. Disaat ak mengharpkn si sehun bakalan lebih serng ktmu krystal, eeh si sehunnya malah dirmh sakit, dan baek bener2 udh gk tahn sm sehun yg seenaknya padahl lg sekrt,,
    Dan kai jadi sepupu yg sabar bnget,,
    Semngt untk next nya cristy

  10. jahatnya sehun dlam keadaan sakit masih aja kepikiran bunuh org, elah.
    Btw aku bru kmen chap 4 aja kak, nanti klo ada wktu aku bkl kmen di chap 1-3 mkasih.

  11. Yaa ampun kaaa….
    Kaka tau betapa senang nya aku lihat ada update an dari kaka? Apalagi rendezvous again. Aku kangen banget sama sehun Krystal. Huhuhu….
    Semangat ka untuk update setiap minggu. Aku selalu mendukung mu. Hehehe….
    😘😘😘😘😘

  12. Lahhh kelurgaa Courner sapa?????
    Sehun sbnernya cinta maati sma Nara tp apa sih alasan dbalik dy jd sngat jahat????
    Aq bner2 bingung dn akrng bner2 benxi smaaa Sehun d ff skrng… Ouhhhhh Sehun nya parahhhh iblis … Apa Krystal bisa bkin Sehun normal yh???? Berharapppppp

  13. Akhirnyaa setelah berjamur aku menunggu:’) itu sehun sakit masih kepikiran ngebunuh orang ya ampun:( jahat sekali tapi ceritanya makin seruuu😁 masih ngeraba raba kenapa sehun masih sayang nara padahal dia udah ngebunuh nara:( huh aku tunggu next nya ya eoonn💖💖

  14. kurang ajar itu baekhyun…ngomongin bos nya ..hahahah..ketahuan sehun baru tau rasa lho…
    itu sehun jg kenapa masih sakit kok udah mikir bunuh orang??
    dan rencana apa yg dbuat kris wu??? penasaran…..
    lanjut yaa..jngn lama” dong updatenya

  15. aaaah ini ff pasti bakan panjang banget ceritanya.. tapi mudah2an gak kayak sinetron dalam negri yaa 😂😂
    sehun disini galon sekali (gagal Moveon), kesian kamu nak 😞😞
    kak christy daebak 🎉😘😘

  16. Haha gwaenchanavoenni, walaupun sempey lupa dikit2 hehe😀. Tapivmasih setialah nunggu ff ini. Sukaaa banget. Menghibur sekali kak. Oke dech see u on next chapter

  17. lama bgt nunggu ff ini update, akhirnya diupdate jg, senangnya🙂
    kasian bgt sehun ampe sekarat kyk gitu, dia begitu mnderita setelah kepergian nara….
    sebenarnya apa sih alasan dia bunuh nara, jika pada akhirnya malah bikin dia mnderita kyk gini? bukankah sehun sangat mncintai nara, lalu knp dibunuh….

    kris punya rencana apa sih? penasaran deh….
    moment sehun-krystalnya banyakin ya kak…
    mereka baru ktemu sekali dan sehun lgsg pingsan stelah itu, sedih deh😥

    aq sih berharap krystal bisa mmbantu sehun mengatasi penyakitnya….
    jangan sampe sehun minum obat penenang lagi…..
    lagipula sehun jg gk bakal bisa mmbunuh krystal kan? secara krystal kan vampir..

  18. Akhirnya, di update juga :v
    Aku kebilang rajinloh check blog kakak, karena ya penasaran sama kelanjutan FF kakak^^
    SeStal momentnya masih lama ya kyaknya??? Uhh greget :v
    Smoga minggu depan bisa update lagi ya^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s