[EXOFFI FREELANCE] Mr. Mafia (Chapter 14)

mr-mafia-cover1

Tittle/judul fanfic: Mr. Mafia

Author: Leehaera17

Length: Chapter

Genre: Romance, Action, School Life, Married life, kekerasan.

Rating: PG-19

Main Cast & Additional Cast:

 

Main Cast :

Oh Sehun (EXO) , Hwang Hyerin, Yugyeom (Got7), Tiffany (SNSD)

 

Supporting Cast :

EXO member, Got7 member, SNSD member, Beast member

 

Disclaimer :

FF ini hasil kerja sendiri yang sudah pernah di publish di Wattpat author, bisa baca di sana, ID : Leehaera17, semua tokoh hanya sebagai aktor protagonist dan antagonist, tidak ada maksut untuk melecehkan fandom manapun

jangan lupa Comment dan Like ya J

add BBM author untuk perkenalan, pertanyaan, dan password (jika di perlukan) : 5C482AF1

 

BRUG!

 

“ AAKKH!!! ”

 

Hyerin terjatuh karna terlalu bersemangat menhentakan kakinya dan membuat satu hills di kaki kirinya patah,

 

Sehun yang baru saja keluar dari mobilnya memandang Hyerin yang terduduk di halaman rumahnya,

 

Sehun berjalan kearah Hyerin dan memandang wanita yang menangisi kakinya sambil terus melempar hills yang ia gunakan tadi kesembarangan arah,

 

“ ada apa ? ” Sehun bertanya,

 

“ bukan urusanmu! ” Hyerin menjawab kesal di sela tangisannya,

 

Sehun mengulurkan tangannya untuk membatu Hyerin berdiri tapi dengan kesal Hyerin menepis tangan Sehun,

 

“ ya sudah.. duduklah di situ sampai pagi!  ” kata Sehun dan membalikan tubuhnya,

 

“ HUAAAAAAHHH!!!!”

 

Tangisan Hyerin semakin keras saat melihat Sehun melangkahkan kakinya meninggalkannya sendiri,

 

“aiisshh!!! YA!!! jangan berteriak ! ” Sehun memandang kesal kearah Hyerin yang seperti anak kecil,

 

Dengan masih mengumpat Sehun mengangkat tubuh Hyerin bridal style, membawanya masuk kedalam rumah dan melempar tubuh Hyerin ke sofa dan duduk di sebelahnya,

 

“ Berhentilah menangis seperti anak kecil ! ” Sehun mulai kesal, tapi di abaikan oleh Hyerin yang masih terus menangis seperti anak kecil,

 

“ YA! kenapa kau tidak bisa diam ? ” Sehun frustasi dan menyandarkan kepalanya ke sofa tempat mereka duduk,

 

Perasaan Hyerin campur aduk, ia baru saja bertemu dengan ibunya setelah enam tahun berpisah, ia juga baru tau bahwa Tiffany adalah saudara tirinya dan Tiffany di jodohkan dengan Oh Sehun sebelum Hyerin menikah dengan Sehun tiga bulan lalu dan sekarang,

 

ia tak mengerti perasaannya sendiri setelah mengetahui bahwa Sehun adalah laki – laki yang selama ini ia tunggu apakah ia mencintai Sehun ? apa karna hanya cinta monyet kecil yang masih terbawa ? pertanyaan – pertanyaan itu terus mengalir bagai ombak dan menghantam pikiran Hyerin,

 

“ HWANG HYERIN !!! ”

Sehun berteriak membuat Hyerin menghentikan tangisannya secara tiba – tiba,

 

“ BERHENTILAH MENANGIS !! ADA APA SEBENARNYA ? KENAPA KAU TIBA – TIBA MENANGIS SEPERTI ANAK KECIL! ” Sehun frustasi dan berdiri dari tempat duduknya,

 

Hyerin menundukan kepalanya,

 

“ APA KAU TAK PEKA ! AKU SEDANG SEDIH!! ” Hyerin kini mulai berteriak,

 

Sehun beranjak dari tempatnya meninggalkan Hyerin yang masih sesegukan,

 

“ dasar tidak peka ! ” Hyerin terus mengumpat sambil memejamkan matanya, rambutnya terurai menutupi wajahnya, ia terus memukul – mukul lengan sofa yang ia duduki dengan kepalan tangannya,

 

tiba – tiba tangannya di hentikan oleh sebuah tangan yang memegang erat tangnnya,

 

Hyerin membuka matanya perlahan dan mengangkat kepalanya,

 

Matanya bertemu dengan mata tajam Sehun, tapi kali ini pandangan Sehun sangat tenang, mengisyaratkan sebuah rasa yang membuat jantung Hyerin sedikit berdetak lebih cepat,

 

Tangan Sehun terulur untuk menghapus air mata Hyerin dan menyelipkan surai Hyerin di belakang telinganya,

 

“ sudah menangisnya ? ” tiba – tiba suara Sehun membuat Hyerin terbangun dari mimpi indahnya,

 

Hyerin hanya membuang pandangannya,

 

Ia berharap Sehun masih bisa terdiam beberapa menit lagi sebelum membangunkannya dari mimpi indahnya beberapa detik lalu,

 

“ minum teh ini.. ” Sehun menyodorkan segelas teh di tangannya,

 

Hyerin mengambil teh itu dan pelan – pelan meniup dan meminum teh hangat yang baru saja Sehun buat,

 

Sehun berdiri dari posisinya dan duduk di samping Hyerin,

 

“ hah… kau ini… kenapa seperti anak kecil, apa kau tidak sakit kepala menangis seperti anak kecil ? ” Sehun menatap TV yang tidak menyala di hadapannya,

 

“ apa benar kau di jodohkan dengan Tiffany sebelum menikah denganku ? ” Hyerin langsung bertanya to the point dengan tenang,

 

“ benar.. ” Sehun menjawab juga dengan tenang,

 

“ jadi aku hanya sebagai pelarian supaya kau tidak menikah dengan wanita itu ? ” Hyerin kembali bertanya,

 

“ siapa bilang ? ” kini Sehun kembali bertanya,

 

“ benarkan ? aku hanya sebagai pelarian saja… tentu saja… kenapa aku harus berharap lebih, cih… kenapa aku tidak lari saja dengan Geom oppa, sekarang pasti aku lebih bahagia… ” Umpat Hyerin yang tentu saja di dengar Sehun,

 

“ sudah mengumpatnya ? ” kata Sehun lagi,

 

“ kenapa kau selalu bertanya sudah ini, sudah itu, bagaimana kalau aku belum selesai ? ” kata Hyerin memandang mata Sehun kesal,

 

“ jadi belum selesai? Cah.. aku masih punya waktu ” kata Sehun memandang jam di layar ponselnya,

 

“ menyebalkan ! ” Hyerin kembali kesal dengan tingkah laku Sehun,

 

“ jadi apa yang kau inginkan ? aku sedang mendengarkanmu dan sekarang kau bilang aku menyebalkan.. jadi apa maumu ? ” Sehun benar – benar kesal,

 

“apa kau tidak tau… ketika seseorang sedih kau harus…. ”

 

tiba – tiba Sehun menarik Hyerin ke dalam pelukannya

 

“ Seperti ini ? ” Sehun kembali membuka suara,

 

Hyerin hanya terpaku saat kepalanya membentur dada bidang Sehun,

 

“ apa benar aku hanya pelarianmu saja ? ” kini Hyerin kembali bertanya di dalam pelukan Sehun,

 

“ kenapa memangnya ? kau cemburu ? ” Sehun balik bertanya,

 

Hyerin hanya kembali diam, hatinya saja masih belum tau apa yang ia rasakan,

 

“ sudah belum peluknya? apa tidak bisa di lanjutkan nanti saja? aku ingin mandi ”

Sehun kembali mengucap,

 

“ yang benar saja ! ” Hyerin benar – benar kesal, selalu saja di saat ia mulai menikmati sesuatu Sehun memotongnya,

 

“ jadi belum selesai ? tinggal bilang saja kenapa harus berteriak ! ” Sehun menjawab santai,

 

Sehun mulai membelai rambut Hyerin pelan,

 

“ kau bukan pelarian, jadi jangan berfikir macam – macam.. ” Sehun bersuara pelan,

 

“ benarkah ? Tiffany sangat cantik dan sexy, suatu hari kau pasti tergoda.. ” Hyerin kembali menjawab,

 

“ benar… Tiffany memang cantik dan sexy.. ” Sehun menjawab lagi,

 

Hyerin menarik diri dari pelukan Sehun,

 

Ia mengerucutkan bibirnya,

 

“ peluk saja Tiffany ! ” Hyerin menjawab kesal dan memalingkan wajahnya,

 

“ benarkah ? baiklah ” dan Sehun mulai berdiri dari tempatnya,

 

“ YA ! ” Hyerin melempar bantal yang ada di sebelahnya,

 

“ kau bilang aku boleh memeluk Tiffany ? kau ini bagaiman ? ” kata Sehun lagi menahan tawanya,
“ DASAR TAK WARAS ! ” kata Hyerin lagi dan beranjak dari tempatnya,

 

Sehun hanya bisa tertawa dalam diam melihat gadis yang belakangan ini diam – diam menjadi pusat perhatiannya,

 

Sehun memasuki kamarnya dan mendapati Hyerin yang berada di kamar mandi,

 

Ia memutuskan untuk duduk di tempat tidur menunggu Hyerin untuk selesai mandi,

 

Beberapa menit berlalu Hyerin keluar dari kamar mandi seperti biasa dengan handuk yang menutupi sebatas dadanya dan atas pahaya,

 

Hyerin hanya berjalan melewati Sehun yang masih mentapnya intens,

“ Siapkan minuman.. ” suara Sehun terdengar bertepatan dengan tertutupnya pintu kamar mandi yang menandakan Sehun akan mulai membersihkan badannya seperti biasa,

 

Hyerin menghelakan nafasnya panjang,

 

Hari ini Teresa berat untuknya dan ia sama sekali tidak bisa menenangkan pikirannya walau untuk beberapa saat,

 

Hyerin mengenakan pakaian rumahnya dan berjalan ke dapur menyiapkan beberapa botol minuman yang biasanya Sehun minum di malam hari,

 

Ia berjalan pelan menaiki tangga dan mengetok pintu kamar Sehun pelan,

 

“ Masuk! ” suara lantang Sehun terdengar jelas.

 

Hyerin masuk membawa nampan dan terlihat Sehun yang baru selesai mandi dan duduk di tempat tidur king size nya hanya dengan boxer-nya seperti biasa,

 

Hyerin meletakan minuman itu di sebelah nakas dan beranjak pergi,

 

“ YA YA ~~ apa apaan kau ? tuangkan minumanku ! ” Sehun memandang Hyerin intens,

 

Hyerin hanya berjalan malas dan mulai menuangkan minuman kedalam gelas kecil yang sudah ia bawa,

 

“ duduk! ” Sehun kembali membuka suaranya, tapi matanya masih menatap layar ponselnya tanpa henti,

 

Hyerin hanya menuruti perintah Sehun tanpa pertanyaan,

 

“ jadi kenapa kau menangis seperti anak kecil tadi ? ”

 

Suara Sehun seakan membuat Hyerin tersedak seketika.

 

“ apa pedulimu ? ” Hyerin menjawab asal.

 

“ aku hanya bertanya.. aku punya sekitar 1 jam untuk mendengarkan celotehmu ” kata Sehun sambil menatap jam di nakasnya,

 

“ kalau aku ceritakan, satu jam sepertinya tidak akan cukup ” Hyerin menundukan kepalanya,

 

“ kalau begitu aku akan memberikan waktu 1 jam 30 menit, bagaimana ? ” Sehun kembali bertanya,

 

“ tidak lucu Oh Sehun, perasaanku begitu kacau, aku tak punya mood untuk menertawakan lelucon tidak lucumu.. ” Hyerin memandang Bulan penuh dari jendela kamar Sehun,

 

“ apa kau lupa, sekitar 1 jam lalu, kita baru saja berciuman dan sekarang kau kembali menjadi orang yang menyebalkan ” Sehun masih berbicara tenang dengan wajah yang terlihat sangat frustasi mengetahui ia kalah dalam permainan di ponselnya,

 

“ kau yang menciumku, lagi pula aku tidak membalas apapun dan juga kita tidak berciuman, kau hanya menempelkan bibirmu di bibirku, kau fikir aku anak kecil yang tak mengerti tentang hal seperti itu.. CIH!.. ”

 

Hyerin hanya terus mengumpat, ia tidak mengerti mengapa Oh Sehun selalu punya percaya diri yang tinggi dan membuatnya ingin sekali menampar wajah laki – laki itu mentah – mentah,

 

Tiba – tiba Sehun membanting Handphone-nya ke tempat tidur dan meneguk minumannya,

 

Ia menuangkan satu gelas lagi dan menyodorkannya pada Hyerin,

 

Hyerin menatap gelas di depannya,

 

Ada apa dengan orang ini, ia sedingin es batu beberapa detik lalu dan sekarang ia menyodorkan minuman ini padaku. Sepertinya ia mulai benar – benar gila.

 

Hyerin masih berperang dengan pikirannya,

 

“ cepat minum ! ” Sehun menjadi kesal,

 

dengan hati yang bertanya – tanya Hyerin mengambil gelas kecil di tangan Sehun dan mulai meneguk isinya cepat, rasa pahit mulai menjalar dan Hyerin masih menutup matanya,

 

Sehun merebut gelas kecil di tangan Hyerin dan menuangkan kembali minuman untuk dirinya, ia kembali meneguk minuman itu cepat, setelah itu ia memberikan gelas ke dua untuk Hyerin,

 

Hyerin kembali menatap gelas yang ada di depan wajahnya,

 

“ Minum ! ” Sehun berseru.

 

“ aku tidak mau… bagaimana kalau aku mabuk ” Hyerin kembali mengucap.

 

“ Ya ! kita tidak sedang ada di pinggir jalan, jadi apa salahnyanya.. ” Sehun kembali berucap,

 

pelan tapi pasti Hyerin meminum minuman yang ada di gelas itu dalam sekali tegukan,

 

lagi dan lagi Sehun terus menyodorkan minuman itu pada Hyerin dan Hyerin masih terus menerimanya sampai gelas ke 5,

 

“ sepertinya aku tidak bisa minum lagi.. ” kata Hyerin sambil menutup wajah merah padamnya dengan kedua tangannya,

 

“ kita baru minum 5 gelas, kau payah sekali! ” Sehun kembali berucap dan terfokus pada PSP 4 di tangannya,

 

“ ah.. sial ! ” Sesekali ia mengumpat saat ia kalah dalam game-nya,

 

Telinga Sehun tidak menangkap suara apapun, akhirnya ia menatap pemandangan yang ada di depannya,

 

Hyerin yang tertidur pulas dengan wajah merah padam,

 

Seulas senyum terbentuk, tangannya terulur untuk membetulkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Hyerin,

 

Sehun berdiri dari tempatnya ia mengangkat badan Hyerin agar dapat tidur dengan posisi yang benar di sebelahnya,

 

Kini matanya tertuju hanya pada satu orang wanita yang berada tepat di sebelahnya,

 

Jangan salahkan siapa jika hati laki – laki itu berdetak bagai tornado menyambar,

 

Tidak… ia tidak mabuk…

 

Hanya saja…

 

Persaan yang dulu pernah hilang, kini bisa ia rasakan kembali pada wanita yang ia paksa menikah dengannya 3 bulan lalu,

 

Walau saat itu apapun yang ia lakukan terlihat sangat gila, menikahi seseorang yang menjadi seorang jalang murahan di rumahnya tapi hati laki – laki itu terus menyuruhnya untuk membuat wanita itu menjadi miliknya tidak perduli taruhannya,

 

Getaran yang dulu tidak pernah ada, kini ada,

Rasa gelisah dan takut kehilangan, kini begitu terasa,

 

Apa ini cinta ?  

 

“ ahhh…. Kenapa panas sekali.. ” Hyerin mendesah dan membuka pakaiannya sendiri dengan mata yang masih terpejam,

 

Sehun yang menatap kejadian itu menjadi salah tingkah,

 

Apa ia harus memandang Hyerin yang sekarang hanya mengenakan bra dan celana tidurnya ?

 

Apa ia harus malingkan pandangnnya dan tidur,

 

Ah.. tidak bisa.. mata elang laki – laki itu sudah menangkap mangsanya,

Mata Sehun hanya tertuju pada buah dada Hyerin yang masih terbungkus rapih di depannya,

 

Sial… perasaan yang selama ini Sehun takuti akhirnya datang, saat libidonya begitu tinggi.. ia ingin sekali menyentuh milih Hyerin sekarang juga,

 

“ ah.. apa – apaan ini… panas sekali! ” kini Hyerin meronta – ronta mencoba membuka celana panjang tidurnya,

 

Sehun kemabali membuka mulutnya lebar – lebar,

 

ah… bagaimana ini… adik kecih Sehun berusaha untuk keluar dari kantungnya,

 

Sehun terus memperhatikan gerak – gerik Hyerin di atas tempat tidur yang berusaha membuka selimut yang menutupu tubuhnya,

 

Kini benar – benar terpampang di depan wajah Sehun tubuh perempuan yang tidak begitu sexy di bandingkan dengan jalang – jalang yang ada di rumahnya,

 

Tubuh Hyerin tidak begitu kurus atapun gemuk, dadanya yang terisis pas dan bokong Hyerin yang terbilang cukup besar membuat Sehun terus meneguk air liurnya sendiri tanpa henti,

 

“ ah.. aku memang sudah gila! ” Sehun meronta dalam hati sambil memalingkan pandangannya menatap langit – langit kamarnya yang putih bersih,

 

tiba – tiba Sehun merasakan tampat tidurnya bergerak pelan, ia memalingkan wajahnya lagi, kembali melihat pemandangan yang membuatnya ingin sekali menerkam wanita yang sudah menjadi istri sahnya itu,

 

“ Oh.. ayolah Oh Sehun…. Mungkin kau hanya sudah lama tidak merasakan hal seperti ini, jadi kau menginginkan wanita yang ada di depanmu sekarang juga ”

 

laki – laki itu sama sekali tidak percaya dengan apa yang ia sarasakan,

 

“hmmmm… ” lunguhan keluar dari bibir dengan ketebalan sedang milik Hyerin dan badan Hyerin mulai bergerak mencari posisi yang nyaman,

 

tiba – tiba Hyerin meletakan kepalanya di dada Sehun dan memeluk pinggang laki – laki itu tanpa sadar,

 

“hye-hye-hye-hyerinn-aa… bi-bisa kau me-lepaskanku ? aku tak bisa bernafas.. ” Sehun terbata – bata kala jantungnya akan meloncat dari tubuhnya sekarang juga,

 

“ Sehun-aa… apa kau tak bisa menyadarinya ? aku Ye-en.. aku masih terus menunggumu.. aku masih terus membaca suratmu setiap malam… aku.. aku… hmmhmhmhmm ” Hyerin terus berceloteh sendiri dan entah apa yang wanita itu ucapkan,

Sehun membelalakan matanya, setiap perkataan itu, setiap ucapan yang hyerin lontarkan seperti sambaran petir di tengah kegelapan malam ini,

 

“ Ye Ye-en… ? ” Sehun hanya bisa mengucapkan nama itu, matanya membelalak, ia tidak mengerti apa yang harus ia lakukan, haruskan ia membangunkan Hyerin yang sedang mabuk berat dan bertanya apa yang ia katakan, atau ia harus berpura – pura tidak tau dan menunggu sampi Hyerin mengatakannya sendiri?

 

Akhirnya Sehun menutuskan untuk diam, ia tidak ingin kehilangan moment indah dalam hidupnya untuk kesekian kali, ia tidak lagi peduli dengan Hyerin maupun Ye-en, ia hanya ingin merasakan perasaan in terus menerus.

 

~ EXOGOT7 ~

 

Pagi menjelang kini kedua insan yang biasanya tidur di tempat yang berbeda berada di satu tempat dan di bawah selimut yang sama,

 

Pelan – pelan wanita itu membuka matanya dan memegang kepalanya, sialnya ia tidak mengingat sama sekali apa yang terjadi, memorinya seakang terputus saat ia memberikan minuman kepada Oh Sehun tadi malam,

 

“aakkhh.. ” wanita itu melenguh kencang,

 

tiba – tiba ia merasa sebuah tangan menyentuh kulit pinggulnya hangat, Hyerin benar – benar kaget, ia berharap yang ada di pikirannya sekarang tidak terjadi,

 

“ tidak – tidak… ini semua hanya minggu buruk! ”

 

Hyerin berusaha membuka matanya lebih lebar lagi dan saat tubuhnya ingin bergerak, tangan kekar itu malah mempererat pelukannya pada tubuh Hyerin,

 

Hyerin berusaha menormalkan detak jantungnya, ia mulai menggerakan tubuhnya kembali berusaha keluar dari kepunyan tangan kekar itu,

 

“ sudah bangun ? ” suara berat Oh sehun membuat Hyerin menghentikan aktifitasnya.

 

-TBC-

 

 

 

34 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Mr. Mafia (Chapter 14)

  1. aku udah baca dari episod 1-14 dan baru komen sekarang karna keasikan baca ffnya hahaha.ceritanya bagus,bikin deg degan,senyum senyum sendiri dan ngedumel sendiri…semoga terakhirnya bahagia yahh ehehehh semangat authornim

  2. Apa mereka melakukan malam pertama?? Hhihihihi
    Sweet yah suka dah berantem manis kayak gini bikin ketawa ketawa juga.
    Sangat penasaran kelanjutannya, sanhat di tunggu. ^^

  3. Kyaaaaa!!
    Seruu seruuu cepat dilanjut kak aku jadi gak sabar sama kelanjutannya iih aku suka bgt sama moment mereka disaat sehun uda sadar yuhuuu

  4. Oh astagaaaaaaaa…. aku ampe ktwa sendri bc prdebtan sehun hyerin. N pas hyerin mabuk haha sehun trsiksa skli hihihi… oh hyerim tnp sadar ngaku drix ye en. Ah tkh trjd ssuatu… g sbr dgn chp slnjutx

  5. Seru seru
    hyerin nya ngasih kode tapi sehun nya gak peka peka😀😀 pengen jedotin sehun jadi nya😀 sabar sabar😀

    next author.. Fighting

  6. Sehun nyebelin emang, seharusnya Sehun sadar Hyerin itu Ye Ennya dia.
    Tapi ko bisa ya mamanya Hyerin bersikap biasa” aja ketemu anak kandungnya

    Ini awalnya yg baik untuk hubungan mereka sepertinya, dan semoga semakin meningkat ^^

  7. maaf nih authornim, rere_DeerLu yg diatas itu aku loh. kayaknya aku salah nulis emailnya -,- hehe😀 maaf yah.. keep writing authornim^^

  8. Makin seru aja ne cerita nya…. Makin jatuh cinta ama Sehun and hyerin nya😘😘😘😘
    Tpi kenapa beda ama di wattpad ya thor???
    Maksudnya di wattpad kan uda chapter16 kenapa di sini masih chapter 14???

  9. Lah kirain kenapa,trnyata hyerin jatuh gegara high heels toh, wah udah inget semua tuh hyerin. sehun juga peka dong kalo itu bneran ye-en. ihh
    ditunggu lanjutannya lah authornim :)) fighting^^

  10. 👍👍👍👍👍👍..

    “ Sehun-aa… apa kau tak bisa menyadarinya ? aku Ye-en.. aku masih terus menunggumu.. aku masih terus membaca suratmu setiap malam… aku.. aku… hmmhmhmhmm ” huhhh., akhirnya hyerin ngomong juga klo dia ye en, yah walaupun dalam keadaan mabuk sih.
    Uhmmm aku gx tau mau ngomong apa lagi kak, yg jelas ceritanya nambah seruu, kerenn, bagus deh pokoknya aku suka bngettt..
    Aku penasaran sama klnjutanya kak.,
    Next kak dtunggu klnjutanya^^

    Fighting!!

  11. Akhhh udh dilanjut… Bener2 gak sabar mau baca kelanjutannya.. Apa yg bakal terjadi diantara mereka ber2?hahaha. Apakah sehun masih tetep dingin??hehehe. Keep writing and fighting!!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s