[EXOFFI FREELANCE] The One Person Is You Season 2 (Chapter 4)

photogrid_1472866057452

Tittle                           : The One Person Is You Season 2 (Chapter 4)

 

Author                       : Dancinglee_710117

 

Main Cast                 :

  • Park Chanyeol (EXO)
  • Lee Hyojin (OC)
  • Kim Myungsoo / L (INFINITE)
  • Park Jiyeon (T-ARA)

 

Other Cast                :

  • Bang Yongguk (B.A.P)
  • Kang Rae Mi (OC)
  • Oh Sehun (EXO)
  • Park Yoora (OC/Chanyeol sister)
  • Kim Jong In / Kai (EXO)
  • Kim Hyoyeon (SNSD)
  • Choi Jun Hong / Zelo (B.A.P)
  • Kim Himchan (B.A.P)
  • Jung Yong Hwa (C.N. BLUE)
  • And other you can find in the story

 

Genre                        : Romance, Comedy, Drama, Friendship, Family, Sad, and other

 

Rating                        : T

 

Length                       : Chapter

 

 

~Happy Reading~

 

*Author POV*

 

“Harus ya mengadakan perkumpulan disini?” keluh Hyojin untuk yang kesekian kalinya. Tangannya mengelap gelas kaca penuh semangat, tentunya semangat membara untuk menendang Chanyeol serta teman satu bandnya itu. Ia mendengus pelan, agak kesal karena rencananya untuk menghindari Chanyeol tidak berjalan sesuai rencana.

 

“Kenapa? Bukannya kau senang karena akan sering bertemu dengan kekasihmu?”

 

Hyojin hampir lupa kalau Bang Yongguk serta ‘dua pengawalnya’ duduk dimeja bartender, mengamatinya yang sedang bekerja sekaligus minta traktir minuman sebagai bayaran atas rusaknya ponsel Yongguk yang dilempar Hyojin dua hari lalu.

 

“Kami tidak pacaran tuan Yongguk yang terhormat.”

 

Melihat mata Hyojin yang berkilat penuh amarah, pastinya membuat Himchan dan Jun Hong tak mau ikut masuk dalam aura gelap yang mengelilingi gadis itu. Jadilah kedua pengawal Yongguk itu pergi kemeja lain untuk mencari aman. Kalau Yongguk?. Pria itu tentunya sudah kebal dengan emosi Hyojin yang tak terkontrol.

 

“Aku bisa melihat sinar cinta dari matamu saat menatap kumpulan pecundang dipojok itu.” ujar Yongguk seraya menyeruput lemon tea buatan Hyojin.

 

“A-pa? aku tidak…” Hyojin tak melanjutkan begitu menyadari sang bos tengah memperhatikan kinerjanya. “…berhenti menjodohkanku dengan Park Chanyeol.” bisiknya kemudian.

 

Tiba-tiba Yongguk membalas tatapan mata Hyojin, lantas menyeringai seperti biasanya untuk melancarkan aksi menggoda gadis itu.

 

“Kalau dijodohkan denganku?”

 

Hyojin menghela nafas lalu mengusap kepala Yongguk lembut, membuat pria itu kelabakan menenangkan degub jantung serta menutupi wajahnya yang memerah.

 

“Anak manis dilarang menggoda noona lagi ya…”

 

Yongguk menepis tangan Hyojin dengan cepat lalu pindah tempat duduk, mendatangi Himchan dan Jun Hong yang saling pukul agar tak menertawakan ekspresi konyol Yongguk jika rayuannya pada Hyojin berbalik arah padanya.

 

“Kenapa dengannya?” tanya Hyojin pada dirinya sendiri, tidak mengerti akan kelakuan Yongguk yang terlalu aneh menurutnya. “Sepertinya aku harus menjadikan Yongguk pasien pertama untuk konselingku nanti.”

 

“Sebelum itu kau harus mengerjakan tugas penting untuk minggu depan bersamaku.”

 

Hyojin mendongak, sedikit terkejut karena Myungsoo tiba-tiba sudah berada didepannya, memasang senyuman tampan seraya mengerlingkan sebelah matanya.

 

“Ya ampun, pria ini lagi.”

 

“Iya, pria ini lagi. Pria tampan idaman wanita.”

 

“Hahaha…” tawa Hyojin datar, “Lebih seperti pria cassanova yang sok tampan.”

 

Hyojin tak begitu terpengaruh dengan ucapan Myungsoo padanya. Dia sudah terlalu sering diganggu oleh Yongguk yang memiliki ‘nuansa’ yang tak jauh beda dengan Myungsoo saat ini. Yah, meskipun Hyojin  merasa temannya yang memiliki dua marga itu agak aneh karena malu sendiri setelah menggoda Hyojin.

 

“Bagaimana kalau kita taruhan?”

 

“Maaf, aku tidak tertarik menghabiskan uang untuk hal tidak masuk akal.”

 

Terdengar decakan dari bibir Myungsoo. Hyojin tak ambil pusing, toh dia benar-benar tidak ingin berurusan dengan seseorang seperti Myungsoo.

 

“Setidaknya kau dengarkan dulu, bukan uang yang menjadi bahan taruhan kita, melainkan perasaan.”

 

“Perasaan?”

 

Myungsoo menarik ujung bibirnya, memperlihatkan seringai yang entah kenapa selalu mengingatkan Hyojin pada Yongguk. Sempat gadis itu berpikir bahwa keduanya memiliki hubungan darah yang disembunyikan oleh keluarga, seperti drama roman-picisan, hanya saja pemain utamanya sama-sama pria.

 

“Oh ya ampun! Pikiran kotor apalagi ini…” racau Hyojin dengan lirih sambil memalingkan muka. Tidak mau Myungsoo sadar bahwa dia sudah membayangkan sesuatu yang tidak seharusnya dibayangkan. “Ini semua gara-gara Rae Mi!, jika saja dia tak menyuguhkan komik-komik yaoi itu… ugh, kenapa gadis sepolos dia punya koleksi yang aneh sih?!”

 

Sadar bahwa Myungsoo masih memperhatikan, Hyojin pun memasang senyuman canggung yang malah terlihat aneh bagi siapapun yang melihat. Termasuk Myungsoo yang menaikan sebelah alis, heran.

 

“Euh…” lirih Hyojin, “Taruhan perasaan yang bagaimana?”

 

“Membuatmu jatuh cinta padaku.” Jawab Myungsoo dengan senyuman percaya diri.

 

Hening beberapa saat. Hyojin melongo, mengerjapkan mata bulatnya beberapa kali seraya membuka mulut karena kebiasaan jika ‘mencerna’ sesuatu yang sulit ia pahami.

 

“Pfft…” gadis itu bergegas menutup mulutnya, wajahnya memerah serta matanya berair. Myungsoo bisa mendengar kekehan kecil dibalik mulut Hyojin yang dibungkam oleh tangannya sendiri.

 

“Kau… menertawakanku?”

 

“Ti-tidak kok… pfft!”

 

Tentu saja itu sebuah kebohongan. Hyojin tertawa tanpa suara sampai terbungkuk, menutupi wajahnya dengan kain lap. Myungsoo dapat melihat punggung Hyojin yang bergetar, dan ekspresinya berubah kesal. Berkali-kali ia menghela nafas untuk menahan emosi.

 

“HAHAHAHAHA!, membuatku jatuh cinta? HAHAHAHA!”

 

Dengan teriakan ‘istirahat’ dari pekerja lain membuat Hyojin dapat dengan segera tertawa lepas. Ia abaikan tatapan dari pengunjung lain, termasuk perhatian Chanyeol dan anggota band yang beralih pada Hyojin. Tawanya cukup keras, sampai-sampai dia memukul meja bartender untuk melampiaskan rasa gelinya.

 

“Hahaha… pelanggan yang terhormat… tolong… hahahaha… jangan bicara omong kosong.” Katanya dengan suara putus-putus karena rasa gelinya belum mereda.

 

“Kau anggap ini candaan?”

 

Wajah serius Myungsoo membuat tawa Hyojin hilang seketika. Dia tidak menyukai situasi ini, apalagi tatapan Myungsoo membuatnya merasa diintimidasi. Seperti seribu anak panah menancap keseluruh tubuhnya, dan itu semua berasal dari dua bola mata Myungsoo.

 

“Euh… jadi ini serius?”

 

Pertanyaan konyol. Himchan, Jun Hong, serta anggota band yang masih berada di café sontak tersenyum bahkan ikut tertawa tanpa suara dengan kekonyolan Hyojin.

 

“Aku akan mengingat kata-katamu Jun Hong-ah, jaga jarak dengan Lee Hyojin atau otakmu ikut hangus beserta sel-sel lainnya!” ujar Himchan yang wajahnya sudah merah padam. Jun Hong hanya bisa mengacungkan jempol sebagai responnya, ia sibuk mengetik cerita ini di akun snsnya, supaya penggemar yang lain bisa ikut menertawakan kekonyolan Hyojin kali ini.

 

“Lee Hyojin, kau ini bodoh atau pura-pura bodoh?”

 

Perasaan Hyojin tak nyaman dengan wajah serius Myungsoo yang makin menyeramkan. Tapi ia masih berusaha mencairkan suasana tegang ini.

 

“Ah! Coba tebak!, aku bodoh atau pura-pura ya?”

 

Kali ini tidak ada yang menertawakannya karena Myungsoo sudah menarik tangan Hyojin erat sampai sebagian tubuhnya menabrak meja bartender dengan keras. Chanyeol dan Yongguk langsung berdiri, berjaga-jaga jika Myungsoo hendak melakukan hal buruk pada Hyojin. Sementara yang lain bersiap menelpon polisi jika terjadi perkelahian sengit diantara tiga pria tersebut. Ah, tambahkan pula seorang gadis kurang waras disana.

 

“Apa-apaan ini?!” sentak Hyojin yang mulai kehilangan kesabaran. “Sunbae, bisa tidak kau jangan menggangguku? Bahkan ditempat kerja?, setelah berniat membunuhku, kini kau mau diriku kehilangan pekerjaan?!”

 

“Ikuti aku!”

 

Myungsoo membawa Hyojin keluar café. Chanyeol buru-buru mengikutinya, begitu pula dengan Yongguk. Namun melihat Chanyeol dan tatapan cemas pria itu membuat Yongguk mundur. Dengan wajah sendu Yongguk menunggu di pintu café, menjadi penjaga kedua bagi Hyojin. Berjaga jika Chanyeol gagal menyelamatkannya, barulah dia yang akan bertindak.

 

Yongguk tersenyum miris, merasa bahwa perannya hanyalah sebagai pemeran pengganti tokoh utama pria.

 

Sunbae lepas!” teriak Hyojin seraya berusaha melepas tautan tangannya dengan Myungsoo. Tapi tenaga Myungsoo lebih kuat, bahkan Hyojin tak menyangka pria kurus itu mampu menariknya sampai keluar café hingga sekarang berada dimulut gang kecil tak jauh dari tempat kerjanya tadi.

 

“Myungsoo-ya!”

 

Rupanya tidak hanya mereka berdua, ada seorang gadis lagi yang sepertinya telah menunggu sedari tadi. Sebab, begitu melihat kedatangan Hyojin dan Myungsoo, gadis itu langsung berlari kecil menghampiri mereka, lantas berhenti ditengah gang begitu menyadari keberadaan Hyojin yang tak seharusnya disana.

 

“Si-siapa dia?”

 

Hyojin yakin pertanyaan itu bukan ditujukan padanya, melainkan untuk Myungsoo yang sudah memasang senyuman tampan.

 

“Dia kekasihku.”

 

Myungsoo meraih bahu Hyojin dan merangkulnya begitu saja. Hyojin menolak, dia terus mencoba melepas tangan Myungsoo yang sudah seenaknya menyentuh dirinya. Hampir saja dia berteriak, meminta tolong pada siapapun agar Myungsoo mendapat balasan setimpal karena telah melecehkannya. Tapi tamparan gadis yang menunggu tadi mengenai pipi Hyojin, jelas, karena sasarannya memang Lee Hyojin.

 

“Kenapa?” lirih Hyojin setelah rasa terkejutnya mereda, “Kenapa… kau menamparku?”

 

Myungsoo terdiam, tidak menyangka bahwa Hyojin akan menerima tamparan. Bukan ini rencananya, bukan ini yang dia inginkan.

 

“Berhenti berpura-pura menjadi kekasih Myungsoo!”

 

Hyojin mengepalkan tangannya kuat. Dia tidak mengerti alasan mengapa tamparan itu diberikan padanya. “Sebenarnya kau marah kepada siapa?” tanya Hyojin dengan dingin, tapi pelaku tamparan itu tak paham bahwa bencana akan jatuh menimpanya.

 

“Hyojin-ah!”

 

Chanyeol yang baru tiba melotot hebat begitu melihat adegan Hyojin menendang seorang gadis dengan kuat, sampai gadis tersebut jatuh tersungkur sambil memegangi perutnya. Tapi tak hanya itu, Hyojin kembali menyerang gadis tersebut dengan brutal. Myungsoo yang paling dekat dengan keduanya segera melerai. Namun gagal sebab Hyojin terlalu emosi.

 

“Hy-Hyojin-ah…”

 

Chanyeol paham kalau Hyojin adalah gadis yang kuat dan pandai berkelahi, tapi melawan seorang wanita? Yang bahkan terlihat lemah?.

 

“Hyojin-ah! Hentikan! Kau bisa membunuhnya!” seru Chanyeol seraya menarik tubuh Hyojin menjauh dari gadis yang sudah babak belur itu.

 

“Grrraaaaaa! AKU TIDAK PEDULI!. Dia sudah menamparku! Me-nam-par-ku!” teriak Hyojin sambil terus memukuli gadis tak berdaya itu bertubi-tubi. “Bahkan kalau dia mati mau apa?! Itu urusannya karena mudah kehilangan nyawa!”

 

“Kau sudah gila ya?!”

 

Hanya seruan lemah yang bisa Myungsoo suarakan untuk merespon. Kakinya terkilir karena dorongan Hyojin tadi, sehingga dia tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menghentikan gadis liar itu.

 

Tangan Chanyeol mulai pegal, dia harus segera memikirkan cara ampuh agar amarah gadis itu reda. Secepat mungkin!.

 

“Setidaknya pikirkan orangtuamu!” pekik Chanyeol, dan sedikit menghentikan kegilaan Hyojin. Pria itu memeluk Hyojin dari belakang, seraya membisikkan kata-kata menenangkan, bahwa Hyojin harus memikirkan keadaan ibunya jika tahu anaknya membunuh orang lain. “Kau tidak ingin beliau menjadi sedih kan? Kau baru saja bertemu dengan mereka, masih terlalu cepat untuk kehilangan lagi…”

 

Tubuh Hyojin melemah. Kesempatan itu digunakan Chanyeol untuk segera menjauhkan Hyojin dari gadis malang yang menjadi korban keganasannya. Beberapa saat kemudian barulah Yongguk beserta kedua pengawal dan anggota band Chanyeol datang. Lay segera menghampiri gadis yang babak belur tersebut, mengecek keadaannya. Tindakannya terlihat seperti dokter yang professional, Himchan dan Jun Hong berdecak kagum karena pria berlesung pipi itu tadi tak nampak seperti dokter.

 

“Lay gege hebat juga ya…”

 

Perkataan Hyojin barusan membuat Chanyeol kaget, “Kau sudah sadar?!”

 

Pria itu hendak melepas pelukannya lantas memarahi Hyojin habis-habisan. Namun urung dilakukan karena Hyojin menarik kembali tangan Chanyeol agar memeluknya lagi.

 

“Bu-bukannya… aku i-ingin dipeluk…”

 

Cara bicara Hyojin yang gagap membuat Chanyeol tak paham.

 

“Bicara yang lebih jelas!”

 

“Sssst!” Hyojin meminta Chanyeol untuk mengecilkan suaranya, “Ki-kita harus pura-pura seperti i-ini…”

 

“Why?”

 

Akhirnya Chanyeol mengecilkan suaranya.

 

“Aiissh! Kenapa menggunakan bahasa Inggris sih?. Sok sekali mentang-mentang sudah pergi keluar negeri!”

 

“Apa?!”

 

Hyojin memukul lengan Chanyeol yang mengalung dilehernya, “Sudah kubilang jangan bicara keras-keras!. Pokoknya, kau tunjukkan bahwa aku masih belum tenang. Dengan begitu aku bisa selamat dari tuduhan.”

 

“Maksudmu?”

 

“Jika gadis itu melapor ke kantor polisi, aku bisa gunakan alibi bahwa aku mengalami syok karena tamparan tiba-tiba.”

 

“Kau mau pura-pura gila?”

 

Hyojin berdecak, agak kesal karena sejak tadi disebut gila. “Syok! Bukan gila!. Pokoknya terus tenangkan aku supaya kita bisa selamat atau kau akan aku tarik kedalam masalah ini!”

 

“Hah?! Ke-kenapa-”

 

Chanyeol tak melanjutkan kata-katanya karena Hyojin sudah membenamkan kepalanya diantara lengan Chanyeol, menyandarkan punggungnya pada dada bidang Chanyeol. Pria itu terkejut dan sedikit bingung, namun akhirnya ia menuruti keinginan Hyojin. Dia mengeratkan pelukannya pada gadis itu, membiarkan Hyojin menghirup aroma tubuhnya lantas menyembunyikan senyumannya dari balik pelukan Chanyeol.

 

***

 

“Hyojin-ah!”

 

“Rae Mi-ya!”

 

Kedatangan Rae Mi di kantor polisi membuat Hyojin merasa lega. Gadis itu segera menghambur ke pelukan Rae Mi.

 

“Ada apa? Kenapa sampai tidak boleh menghubungi Sehun dan Jong In?” tanya Rae Mi cemas. Ia sudah sangat khawatir ketika ada yang menghubunginya, memintanya untuk datang ke kantor polisi sebagai wali dari Hyojin.

 

“Anda Kang Rae Mi?”

 

Pertanyaan polisi langsung dijawab tegas oleh gadis itu, “Iya. Apa yang terjadi sampai teman saya dibawa kemari?”

 

Polisi itu nampak bingung, “Teman? Anda bukan wali dari Lee Hyojin?”

 

“I-iya, memangnya bagaimana cara untuk menjadi walinya Lee Hyojin?”

 

Chanyeol menepuk dahinya pelan, dia sendiri juga tak mengerti kenapa Hyojin menghubungi Rae Mi bukannya Sehun atau Jong In untuk menjadi walinya. Karena gadis yang pernah menjadi mantan kekasihnya itu terlalu polos untuk mengerti hal-hal semacam ini, apalagi untuk berbohong agar Hyojin bebas dari masalah.

 

“Kenapa kau memangil temanmu? Bukannya wali huh?!. Setidaknya hubungi ayah atau ibumu! Mereka masih hidup kan?!” bentak polisi yang sudah kesal karena sedari tadi Hyojin tak mau mengakui kesalahannya. Padahal orangtua dari gadis yang sudah dia hajar telah memakinya habis-habisan, bahkan mengancam untuk membawa permasalahan ini sampai ke pengadilan.

 

“Hei nak, kalau begini terus kau juga bisa berada dalam masalah serius!”

 

“Kan sudah saya bilang!, saya terpisah dari orangtua saya sejak berusia sepuluh tahun dan sampai sekarang belum bertemu!” seru Hyojin, “Kalau saya bisa bertemu dengan mereka, maka saya akan sangat bahagia!” bohongnya. Tentu saja apa yang dia katakan tadi merupakan sebuah kebohongan, karena baik Rae Mi maupun Chanyeol tahu kalau Hyojin sudah bertemu dengan orangtuanya.

 

“Ta-tapi Hyojin-”

 

Chanyeol segera menghentikan Rae Mi yang hendak membocorkan yang sebenarnya. Ia menarik tangan gadis itu agar duduk disebelahnya, menjauh dari Hyojin yang terus masih berdebat dengan polisi dan orangtua korban.

 

“Sudah, abaikan apa yang dikatakan Hyojin disini, kita cuma perlu menjawab ‘ya’ dan ‘tidak’ untuk menolongnya.” Bisik Chanyeol.

 

Rae Mi menganggukan kepala meski tak sepenuhnya paham, “Kudengar ada Yongguk, Himchan dan Zelo tadi. Kemana sekarang?”

 

“Bukan hanya Yongguk, tapi juga anggota bandku. Mereka sudah pulang karena terbukti tak bersalah, sedangkan Lay hyung -ah, maksudku salah satu personilku sedang berada dirumah sakit untuk memastikan kondisi korbannya, dia mahasiswa jurusan kedokteran.” Jelas Chanyeol, sengaja meralat ucapannya tadi karena teringat bahwa Rae Mi tak mengenal anggota bandnya, bukan seperti Hyojin yang hafal nama mereka meskipun baru bertemu sekali. “Ck, jangan-jangan Hyojin bertemu mereka lebih dari sekali?, kurang ajar!”

 

“Eoh? Apa kau bilang tadi?”

 

Chanyeol tak menyangka bahwa Rae Mi mendengar ucapannya tadi.

 

“Bukan apa-apa. Oh iya, Zelo itu siapa?”

 

“Zelo itu Choi Jun… Jun… siapa ya namanya? Pokoknya anak buah Yongguk yang suka mengganti gaya rambut itu!”

 

“Jun Hong maksudmu?”

 

“Iya yang itu!. Aduh aku lupa! Kita dilarang menyebut nama panggungnya karena dia pasti akan sangat marah, eh tapi ini bukan dikampus… jadi kurasa tak masalah! Hehe.”

 

Chanyeol melongo sesaat lantas ikut terkekeh karena kepolosan Rae Mi yang masih belum hilang. Lagipula, Chanyeol tak ingin Rae Mi merubah sikap, sudah cukup pertengkaran mereka tempo lalu yang membuat Rae Mi menjadi gadis menyebalkan. Dia tak mau hal yang sama terulang kembali.

 

“Wah, bicara seperti itu, siapa yang akan menyangka kalau kalian itu mantan kekasih.”

 

“Hyojin-ah!”

 

Rae Mi langsung menghampiri Hyojin yang barusan bicara, menghentikan obrolan santainya dengan Chanyeol yang baru Rae Mi temui sejak perpisahannya ke Thailand.

 

“kata-katamu benar-benar tajam!” ledek Chanyeol, “Oh iya, dimana pria -sok- tampan yang membuatmu berakhir disini?. Sejak tadi aku belum melihatnya.”

 

“Maksudmu Myungsoo sunbae?. Kurasa dia pulang bersama rombongan Yongguk dan anggota bandmu itu. Lay gege bagaimana? Dia baik-baik saja kan?”

 

“Seharusnya yang kau tanyakan keadaannya itu si korban! Bukannya Lay hyung. Sekarang kau jujur padaku, kau bertemu dengan anggota band lebih dari sekali kan?”

 

“Huh? A-apa maksudmu? Aku cuma bertemu sekali kok, waktu mereka mampir ke apartemenmu!”

 

“Bohong!”

 

“Yak! aku tidak bohong!”

 

Rae Mi segera menjadi penengah antara pertengkaran Hyojin-Chanyeol yang kembali muncul.

 

“Bisa kan berdebatnya nanti saja kalau masalah di kantor polisi selesai?”

 

Dan keduanya pun terdiam. Gadis itu heran, tiga tahun berlalu namun mereka masih saja berselisih paham jika bersama, bahkan dari pertengkaran itu timbul benih-benih cinta yang sempat membuat persahabatan ketiganya menjadi renggang.

 

“Tapi sudah lama tidak melihat Hyojin bertengkar dengan Chanyeol. Yasudah, lanjutkan saja tak apa, lanjutkanlah hehe.”

 

Baik Chanyeol maupun Hyojin memalingkan muka, memasang ekspresi datar tapi pura-pura tersenyum canggung ketika Rae Mi menunjukkan wajah polosnya kepada Chanyeol dan Hyojin.

 

“Hyojin-ssi! Jadi bagaimana soal walinya?”

 

Seruan petugas polisi membuat Hyojin kembali mengingat apa yang diminta oleh petugas tersebut setelah dia berhasil meyakinkan semua pihak bahwa ini hanyalah kecelakaan semata.

 

“Rae Mi-ah, kau jadi waliku untuk saat ini ya?. Tanda tangani saja surat keterangan yang diberikan polisi itu, oke?”

 

Rae Mi mengangguk paham lantas berjalan menuju petugas yang meminta tanda tangan dan keterangan darinya.

 

“Jadi sudah beres?” tanya Chanyeol.

 

“Tentu saja! Apa yang tidak bisa Hyojin lakukan dengan masalah sepele seperti ini? -OH YA AMPUN!”

 

Kedatangan orangtua si korban yang tiba-tiba berada dibelakang Hyojin membuat gadis itu melompat dan tanpa sadar memeluk lengan Chanyeol. Maklum, wajah kedua orangtua si korban nampak begitu menyeramkan dan mereka mempunyai aura selayaknya hantu, dingin dan gelap. Setelah mereka pergi, barulah Rae Mi yang sudah menandatangani surat keterangan polisi muncul.

 

“Ehem! Romantisnya~” godanya pada skinship antara Hyojin dan Chanyeol.

 

Hyojin lantas mendorong Chanyeol sampai jatuh, menimbulkan keributan yang membuat petugas kembali marah kepadanya, meminta mereka segera pergi jika sudah tidak mempunyai kepentingan. Sambil mencibir Hyojin keluar dari tempat terkutuk tersebut, diikuti Rae Mi yang lantas menggamit lengan Hyojin, juga Chanyeol yang segera bangun dan mengejar Hyojin untuk membalaskan dendamnya.

 

***

 

“Ck, kenapa Hyojin tidak mengangkat teleponnya lagi?” keluh Sehun, menatap layar ponselnya dengan kesal.

 

Jong In membuka pintu mobil supaya udara segar masuk dan menenangkan kawannya itu.

 

“Mungkin baterai ponselnya habis, atau… yah kau tau sendiri betapa cerobohnya gadis itu. Jangan terlalu khawatir.”

 

“Tapi kita harus tetap waspada, Lee Dae Ryeong kan masih belum menghentikan aksinya.”

 

Jong In menghela nafas seraya menutup pintu mobil, “Aku tahu. Tapi kurasa kita tak perlu memata-matai Hyojin lagi. Kali ini ada Park Chanyeol, pria itu pasti bisa diandalkan.” Meskipun begitu Sehun masih belum tenang dan malah membuat Jong In makin kesal. “YAK! kubilang tenang saja!, kalau kau khawatir sekali kenapa tak jadikan dia kekasihmu?!”

 

“Apa kau tidak takut Presdir licik itu kembali menyakiti Hyojin… bahkan keluarganya?”

 

“Aku paham Sehun-ah… pahaaaam sekali. Tapi dengar, Hyojin tidak ingin kita terlalu mencemaskannya, dan dia pasti punya rencana lebih baik dari kita. Yang bisa kita lakukan sebagai sahabatnya hanyalah menunggu aturan main yang ditentukan oleh Hyojin. Apa dengan cemas seperti ini, Hyojin akan baik-baik saja?”

 

Sehun terdiam, apa yang dikatakan oleh Jong In ada benarnya. Tapi perasaannya mengatakan hal buruk tengah menimpa Hyojin dan dia tak bisa diam begitu saja. Akhirnya Sehun putuskan untuk keluar mobil, sekedar mencari cara agar Hyojin tak kembali terjerat dengan permainan Lee Dae Ryeong sekaligus menenangkan pikirannya yang kalut.

 

Namun masalah lain muncul. Seseorang tak sengaja tertabrak oleh pintu mobil yang Sehun buka. Akibatnya seseorang yang berjenis wanita itu jatuh terduduk ditanah, meniup poninya yang menutupi wajah dengan sebal. Tas dan ice creamnya jatuh, membuat wanita itu semakin kesal.

 

“Anda tidak apa-apa?” tanya Sehun, sekedar berbasa-basi. “Seharusnya anda berhati-hati sehingga tak perlu menabrak mobil saya.”

 

Mendengar ucapan Sehun yang bernada dingin membuat wanita itu semakin emosi. Ia segera berdiri sambil berkacak pinggang, “Aku yang mestinya bicara begitu!. Hoi anak muda! Kau yang salah, kenapa tak segera minta maaf?!”

 

“Anda bicara menggunakan banmal padaku?” tanya Sehun tak percaya.

 

“Tentu saja! Kau ini pasti lebih muda dariku!, dimana sebenarnya etikamu?. Aku tahu kau bicara dengan sopan, tapi menyalahkan orang lain? Tidak bisa dibiarkan!”

 

“Iya, kau lebih TUA dariku, puas?” sindir Sehun yang akhirnya bicara informal pada wanita tersebut.

 

“APA?!”

 

Mendengar suara ribut-ribut, Jong In pun keluar dari mobil. “Apa? Kenapa? Ada apa Sehun-ah?” tanyanya berkali-kali, “Eoh? Yoora-ssi…”

 

“Jong In-ssi!”

 

Sehun menoleh pada Jong In, “Yoora? Maksudmua dia ini Park Yoora kakaknya Chanyeol? temannya nona Kim yang aneh itu?” ia memastikan pada sahabatnya tentang wanita yang menabrak mobilnya itu.

 

“Siapa yang kau sebut aneh? Dan kau ini temannya Hyojin yang selalu menempel dengannya kan?”

 

Sehun mendengus, “Menempel? Kami memang dekat!” jelasnya, berbicara dengan nada tinggi. Jong In terkejut, tidak biasanya Sehun menjadi pemarah seperti ini. Sepertinya pria itu terlalu stress memikirkan keberadaan Hyojin dan masalahnya dengan sang ibu semakin membesar. Maka, agar tidak terjadi pertumpahan darah yang tak perlu, jadilah Jong In menjadi pihak ketiga untuk menenangkan keduanya.

 

“Euh… begini Yoora-ssi, aku minta maaf atas nama temanku. Sekarang kami sedang dalam keadaan yang tidak baik jadi tolong pahami keadaannya.”

 

“Jadi, keadaanku tidak perlu dipahami?!”

 

“Bu-bukan begitu… tapi dia sedang dalam stress hebat-”

 

Sehun memotong, “Siapa yang stress? Dan kenapa kau harus meminta maaf?!. Dia yang menabrak mobilku!”

 

“Aiissshh! BISA DIAM TIDAK SIH? AKU SEDANG MENCOBA MENYELESAIKAN MASALAH!”

 

Tentu saja Jong In tak akan mampu sesabar itu. Sifat aslinya yang pemarah muncul, membuat Sehun agaknya kembali tenang meskipun masih kesal pada Yoora.

 

“Oke, jadi masalah ini selesai, oke?”

 

Mau tak mau Yoora mengangguk tak rela, dia masih sebal dengan tingkah Sehun, tapi tak mau melihat amarah Jong In lagi. Sehun pun begitu, setelah dipaksa meminta maaf ia dan Jong In pun kembali memasuki mobil.

 

“Dasar wanita pengganggu!”

 

Meski lirih, Yoora masih bisa mendengar ucapan Sehun dengan jelas. Emosinya kembali memuncak, ia menarik Sehun kuat-kuat sebelum pintu mobilnya tertutup. Sehun mengumpat pada Yoora, tak menyangka wanita itu akan membuatnya jatuh dari mobil dengan cara tak elegan.

 

“Maumu apa huh?!”

 

Tatapan Yoora menajam, ia bersedekap dan mengucapkan kalimat yang familiar bagi Sehun.

 

“Tarik ucapanmu, dan jangan pernah menganggap wanita itu penggangu!”

 

‘Oh Sehun! Berhenti menganggap remeh seorang wanita!’

 

Ingatan Sehun tiba-tiba kembali pada masa SMPnya, dimana dia pertama kali bertemu Hyojin yang membentaknya.

 

“Memangnya setiap wanita itu pengganggu? Semacam virus yang harus kau benci?”

 

‘Tidak semua wanita itu lemah! Lihat sekarang! Kau dikalahkan oleh wanita! Wanita perkasa LEE-HYO-JIN!’

 

“Di-dia mirip dengan Hyojin si konyol, wanita setengah otak…”

 

Perkataan Jong In membuat pipi Sehun memerah.

 

“Temukan gadis lain yang mirip dengan Hyojin dan menikah dengannya.”

 

Kata-kata itu terus terngiang dikepalanya, kalimat yang Sehun buat sendiri waktu SMP, kalimat yang dia gunakan agar melupakan perasaannya pada Hyojin dan membuat persahabatan mereka awet hingga sekarang. Karena Sehun akan mencari gadis lain yang mirip dengan Hyojin, memiliki kesan yang sama dengan sahabatnya itu, sehingga dia tak akan kecewa jika Hyojin punya orang lain untuk dicintai, juga supaya persabatan mereka tak hancur.

 

“Cepat minta maaf!, Oh Sehun-ssi!”

 

Tapi dengan orang ini? dengan Park Yoora? Kakak dari Chanyeol?! gadis berambut pendek yang aneh ini?!.

 

“Tidak mungkin…”

 

 

~To Be Continue~

 

Kali ini mini ff / pojok author lumayan PENTING dan berkaitan dengan cerita jadi MOHON DISIMAK ya…

 

[MINI FF / POJOK AUTHOR]

 

‘Anda telah muncul di season satu dengan karakter yang selalu berada diantara Hyojin-Rae Mi-Chanyeol, bisa jelaskan maksudnya?’

 

Yong Hwa : “Seperti yang dijelaskan di Chapter 22 season 1, saya adalah mata-mata Lee Dae Ryeong yang awalnya diminta mendekatkan hubungan Chanyeol dengan Hyojin agar perjodohan mereka lancar, tapi tugas itu dibatalkan setelah Presdir Lee menemukan anak kandungnya.”

 

‘Lalu kenapa anda mendatangi makam kakek dan nenek Hyojin? Ada hubungan apa antara anda dan mereka?’

 

Yong Hwa : (tersenyum) “Mengapa itu menjadi penting?. Yang jelas saya punya hutang kepada kedua orang itu.”

 

‘Hutang apa?’

 

Yong Hwa : (memasang ekspresi serius) “Saya tidak bisa mengatakannya sekarang.”

 

‘Dan anda akan terus merahasiakannya dari Hyojin?’

 

Yong Hwa : (berubah jadi sendu) “Tidak, mungkin saya akan menjelaskan semuanya pada Hyojin, tapi tidak dengan orangtuanya.”

 

‘Apa anda tahu mengapa Presdir Lee bertindak buruk pada keluarga Hyojin?’

 

Yong Hwa : (menumpukan kaki kanan keatas kaki kiri) “Lee Dae Ryeong adalah ayah angkat dari ayahnya Hyojin, wajar jika pria tua itu hanya memanfaatkan sang anak untuk pasar saham. Lalu karena menantu yang tidak ia sukai melahirkan anak perempuan, dia menjadi marah dan mau tak mau mempersiapkan anak itu secara paksa menjadi pewaris ‘sementara’ terlebih lagi adik Hyojin masih terlalu muda untuk menggantikan kakaknya.”

 

‘Jadi Presdir Lee sebenarnya tahu anaknya akan muncul?’

 

Yong Hwa : (menatap tajam dengan senyuman misterius) “Kenapa tidak lihat sendiri kelanjutannya?”

 

(tiba-tiba Hyojin masuk keruangan tanpa salam atau ketuk pintu dahulu)

 

Hyojin : “Apaan neh? Sok serius amat!”

 

Author : -_- “Assalamualaikum dulu kek, OC durhaka!”

 

Hyojin : “Walaikumsalam. Yong! Lu dicariin makelar gitar, katanye utang buat senar kapan dibayar?”

 

Yong Hwa : (berdiri dengan cemas) “Mampos! Itu bule berkumis udah tahu gua sembunyi disini!” (kabur lewat pintu belakang)

 

Author : -_- “Ganteng-ganteng tukang ngutang!, bule berkumis? Apaan pula noh? Asemm dah.”

 

Hyojin : “Perlu dibantuin penutupan kagak thor?”

 

Author : “Bodo ah! RCL JUSEYOOOO~~~ dan nantikan hint hint lain dari FF ini!”

11 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] The One Person Is You Season 2 (Chapter 4)

  1. Aduhhh… author plisss dong banyakin chanyeol hyojin momentnya… jdi gk puas bacanya soalnya kebanyakan myungsoo hyojinnya. Jadi plisss CHANJIN momentnya perbanyakin dong. Kesel jadinya liat myungsoo selalu aja dekat2 dg hyojin dibandingkan chanyeol.

  2. Waah.. Myungsoo nyebelin! Jadi orang ke3 dihubungan hyojin-chanyeol. Ok deh ditunggu chapter selanjutnya, banyakim moment hyojin-chanyeol dan raemi yongguk. Trs panjangin yaa thor ffnya.

  3. Yeay.. Tambah seru aja thor ff nya. Tapi kependekan hiks. Banyakin hyojin-chanyeol couple dong thor! Trs munculin raemi n yongguk juga, kangen sm mereka. Ok fighting!

  4. emmmm kok aku bacanya msh ada yg kurang gitu ye thor, agak membosankan menurutku hehe. oh iya, bukannya hyojin kuat n pandai berkelahi ya thor, tp kenapa ngelepas tangan myungsoo aja gak bs? trus bukannya hyojin gak pernah main kasar sama sesama gadis ya thor, selain dg sindirin gitu? trus bukannya chanyeol gak bodoh” amat yaa, kok di sini dia malah gak ngerti sama penjelasan hyojin yg menurutku “simpel” itu, hehe itu aja sih thor, eh satu lagi, terlalu berlebihan di “aura ortu si korban” masak lyknya hantu, dingin, gelap?? 😞
    ff ini yg paling aku tunggu” dr semenjak aku baca thorr, tp di season 2 ini, kyk ada yg kurang gitu,. keep writing thor!! hwaiting!!

  5. Chanjin moment nya kurang banyak kaaa, ngomong2 sapa itu yang dihajar sama hyojin? Masa myungsoo kabur gitu aja siiiih
    Jadi sehun sama yooraaaa???

    Aku ga sadar masa kak komen 2 kali dipart 3😄 ~maapkeun

  6. Ciyee… update cepet!!.. kekeke :’) malah seneng kok😀
    Ciee… hyojin nempel” ^_^ wkwkwk
    Pliss… banyakin lagi momen chanjin.nyaa..😥
    Ditunggu update cepetnyaa🙂

  7. Di buat geleng2 kepala sma sikap hyojin… kesel jga sma myungsoo malah pergi gitu aja. euhh
    sbenernya klw di dunia nyata udh deh hyojin itu paling beruntung 4 cowo tampan sekaligus suka dia.. hehe mau aku jga di rebutin gitu sama mereka haha…
    kasian sma yongguk..
    butuh moment chanjin nya yg lebih banyak nihh

    next..

  8. berantem aja trusss….hahahaha suka deh aku
    hun-a mending sama aku aja…gk ush nyari yg mirip hyojin..hahaha
    truss itu myungsoo kok gk ada tanggung jawabny sma skali..kan dia yg mksa” hyojin…heran aku..

    next..next..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s