[EXOFFI FREELANCE] Namjachingu? (One shot)

121060080.png

by bebebaek_

Main cast : Byun Baek Hyun (EXO), Kim Na Na (oc).

Addicional Cast : Shim Yun Mi (oc), Kim Jong Dae (EXO).

Genre : romance, school life

Length : Oneshoot | Rating : General

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

“Cerita ini sudah pernah di publish di akun wordpress pribadi bebeb (BABY BEE) https://beebbaek.wordpress.com dengan judul yang sama”

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

                                                                        .

Dua gadis tengah duduk diatas anak-anak tangga halaman gedung sekolah mereka. Yah Anyang Art High School memang terkenal dengan halamannya yang luas dan indah.

Kedua gadis tersebut duduk dengan memandang langit biru. Raut lelah jelas tegambar diwajah keduanya hanya saja senyum masih setia bertengger dibibir manis mereka.

Keduanya baru saja selesai mengerjakan hukuman mereka. Ahh tepatnya tidak hanya berdua tapi bertiga. Yah sahabat beda genre mereka satu-satunya itu sedang membeli minuman untuk mereka.

Ketiganya dihukum karena berani membuat keributan di jam pelajaran Lee saem yang terkenal killer dan fanatik dengan belajar.

Entah apa yang menyembabkan keributan itu tercipta yang jelas ketiganya dihukum untuk membersihkan seluruh toilet di sekolah.

Berat ? Tentu saja. Lelah ? apalagi. Anyang art high school begitu luas dan toiletnya tentu saja banyak.

Saat keduanya masih setia memandang birunya langit seorang namja datang dan segera duduk diantara mereka dengan memberika sekaleng minuman untuk keduanya masing-masing.

“Yak Byun Baekhyun, mengapa kau begitu lama ? Aku sudah begitu kehausan” protes salah satu dari kedua gadis tersebut.

Baekhyun memasang ekspresi kesal “apa kau tidak tahu dimana mesin minuman ini berada eoh ? Aku bahkan berlari dan kau bukannya berterima kasih ?” protes Baekhyun.

“Tapi kau kan namja” kata gadis itu lagi.

“Yak shim yunmi, jadi kalau aku namja mengapa ?” Baekhyun sudah mulai tersulut emosi.

“Kau seharusnya lebih kuat dan cepat” kata yunmi dengan ketusnya lantas meneguk minuman yang diberikan Baekhyun tadi.

“Eohh… jangan diminum..” kata Baekhyun dan berusaha mengambil minuman ditangan yunmi.

“Yakk….” protes yunmi

“Kau mengataiku tapi tetap meminum minuman itu. Ckck” Baekhyun memasang ekspresi mengejek.

“Kau…” kata yunmi terpotong karena seseorang lebih dahulu mengintrupsi kegiatan adu mulut mereka.

“Apa kalian masih memiliki tenaga untuk berdebat hal yang tidak penting?” Tanya gadis itu.

“Hhhmmm” baekhyun mengurucutkan bibirnya “aku lelah nana-ya, bagaimana tidak toilet disini begitu banyak” lanjutnya.

“Eoh nado, lenganku rasanya ingin lepas karena terlalu banyak mengepel” keluh yunmi dengan mimijat-mijat salah satu lengannya.

“Ini karena kalian berdua aku juga terkena hukuman” kata Baekhyun kembali.

“Apa maksudmu baek ?” Tanya nana.

“Yahh karena kalian membahas apa? EXO, eco atau apalah itu. Kita jadi dihukum”

“Yak siapa suruh kau ikut membahas mereka ? Dan lagi kita dihukum karena dirimu Byun Baekhyun” yunmi kembali tersulut.

“Aku ?. kenapa aku ?”

“Ya jelas karena kau. Kau ikut pembicaraan kami dan menjelek-jelekkan mereka”

“Hhmmm mereka memang jelek. Aku bahkan lebih cute dari mereka” percaya diri baek dengan mendekap kedua tangannya di dada.

Mendengar ucapan baekhyun, nana tersenyum menahan tawa.

“Yak, lihat. Nana bahkan tersenyum. Aku benar-benar cute eoh ?”

Yunmi memasang wajah seolah ingin muntah “kau tau nana tersenyum karena kau yang begitu percaya diri, cute ? Hohoho cute dari mananya”

“Sudahlah ayo kita pulang. Ini sudah sore” ajak nana.

Akhirnya mereka bertiga bangkit dan berjalan beriringan.

“Cute ? Kau bahkan tidak pernah berkencan Byun Baekhyun” mulai yunmi.

“Siapa bilang ? Banyak yeoja yang menyukaiku”

“Iya dan itu hanya segorombolan noona-noona ganjen” ejek yunmi.

“Yak!” Baekhyun merasa kalah “Nana-ya lihat lah yunmi semakin menginjak injak ku” adu Baekhyun.

“Ckck, kau bilang banyak yeoja menyukaimu” yunmi tersenyum mengejek. “Baru begini kau bahkan mengadu, bagaimana bisa yeoja menyukaimu” lanjut yunmi.

“Kalaupun tidak ada yeoja yang menyukaiku dan berkencan denganku. Paling tidak aku bisa menikah dengan salah satu diantara kalian hmm” kata Baekhyun membela diri.

“Yak.. siapa yang mau menikah denganmu ?” kata yunmi nyaring

Baekhyun menutup kedua telinganya “siapa bilang aku mau menikah denganmu. Aku bilangkan salah satu diantara kalian” Baekhyun tersenyum di akhir kalimatnya lantas berjalan terlebih dahulu setelahnya.

“Sssss… bukan aku ? Kalau begitu… ahh anak itu memang aneh” kata yunmi lalu berlari mengejar Baekhyun.

Sepeninggal yunmi, nana tetap berdiri di tempatnya. Terpaku mencerna kalimat Baekhyun sebelumnya. Entahlah nana merasa aneh setelah mendengarnya.

Yunmi berlari mengejar Baekhyun dan menepuk pundak namja itu lalu berjalan disampingnya. Memang sesering apapun mereka beradu mulut dan saling menyalahkan, mereka sama sekali tidak pernah menganggap itu serius.

Merasa hanya berjalan berdua Baekhyun menoleh kearah belakang. Melihat nana tetap berdiri ditempatnya sudut bibir Baekhyunpun naik dan membentuk sebuah senyuman tipis.

“Eoh” yunmi juga menengok kebelakang “Yak nana-ya, mengapa masih disitu ? Bukankah kau ingin pulang ?” Teriak yunmi.

Mendengar panggilan dari yunmi, nana terkesiap dan sadar dari lamunannya kemudian bersuara “Eoh… tunggu aku” jawab nana lalu berlari kearah keduanya.

Ya ketiganya memang sangat dekat, berteman sejak sama-sama bersekolah di JHS dulu membuat kegitanya bersahabat dan beruntung setelah masuk SHS mereka juga berada di kelas yang sama.

Jangan tanyakan keributan apa yang mereka buat jika berasama. Karena hal sekecil apapun akan menjadi sangat bising jika dibahas oleh mereka. Tidak heran jika mereka menjadi langganan siswa yang sering kena hukum.

.

.

.

Na Na  berjalan di koridor lantai dua menuju kelasnya seorang diri sampai nana merasa tangan seseorang menepuk pundaknya. Nana menoleh dan mendapati Baekhyun yang kini berjalan disampingnya.

Baekhyun tersenyum “yunmi belum datang ?”

“Hhmmm sepertinya belum” jawab nana.

“Eoh biar kita duluan ke kelas saja” kata Baekhyun.

Mereka berdua berjalan beriringan hingga sebuah suara memanggil mereka. Ya suara yang begitu familiar ditelinga keduanya.

“Nana-ya, Baekhyun-ah” panggil yunmi.

Nana dan Baekhyun menoleh kesumber suara. Keduanya berbalik mendapati yunmi tengah berdiri bersama seorang namja. Ohh lihatlah bahkan tangannya mengamit lengan namja itu.

Nana dan Baekhyun bingung, siapa namja yang bersama yunmi. Mereka baru kali ini melihatnya.

“Yak, yak tidak perlu sekagum itu” oceh yunmi setelah tiba di depan kedua sahabatnya.

“Perkenalkan ini Kim Jongdae, namjachinguku” kata yunmi lagi. Lalu namja yang disampingnya menyunggingkan senyuman lebar.

“Namjachingu ?” Heran nana.

“Ya, ah sudahlah nanti saja bertanyanya. Sebentar lagi bel masuk tiba sebaiknya kita bergegas masuk kelas” kata yunmi.

Nana dan Baekhyun hanya diam dan menurut.

“Eoh sayang kita berpisah disini, kau masuk kelas lah” kata yunmi kepada namjachingunya.

“Baiklah, chagi. Sampai jumpa waktu makan siang” ucap jongdae akhirnya setelahnya berlalu menuju kelasnya yang berlawanan arah dengan kelas yunmi dan dua sahabatnya.

Setibanya dikelas nana duduk di kursinya bersampingan dengan yunmi. Baekhyun yang duduk dibelakang mereka memukul pelan bahu yunmi dengan pensilnya yang membuat yunmi menoleh dan menatap kedua sahabatnya bergantian. Nana menatap yunmi, ya tatapan bertanya.

Merasa jengah yunmipun akhirnya bersuara “ahhh baiklah aku akan bercerita. Aku bertemu dengannya sewaktu pulang sekolah di dalam bus. Ya, waktu itu aku pulang sendiri karena kalian sibuk dengan ekskul masing-masing kalian ingat ?” Tanya yunmi.

Nana mengangguk. Yah dia ingat beberapa hari yang lalu dirinya memang sibuk dengan club teaternya dan Baekhyun sepertinya sama sibuknya dengan club musiknya.

“Lalu ?” Tanya Baekhyun kembali.

“Yah dia menolongku sewaktu aku berada didalam bus yang benar-benar penuh, dia melindungiku dan beberapa hari setelahnya kami berkencan” cerita yunmi dengan jujur.

“Daebak!” kagum Baekhyun “secepat itu kalian berkencan”

“Hmmm kenapa ? Kau iri atau kau merasa cemburu ?”

“Heyyy tentu saja tidak” jawab Baekhyun cepat.

“Eoh chukkae yunmi-ya, semoga kau bahagia” kata nana memberi selamat.

“Eoh, gomawo nana-ya. Kau juga harus cepat memiliki namjachingu. Agar kita bisa berkencan bersama” ucap yunmi antusias.

Nana hanya tersenyum menanggapi perkataan yunmi, dan Baekhyun. Namja itu memandang sisi wajah nana lekat dengan setelahnya menatap yunmi ekspresi tidak suka.

 

.

.

.

Saat bel pulang sekolah berdering seluruh siswa menyeruak keluar dari kelas masing-masing tidak terkecuali nana, yunmi, dan Baekhyun. Ketiganya bersiap pulang bersama-sama seperti biasanya. Hingga tepat didepan pintu kelas mereka menemui jongdae telah menunggu yunmi disamping pintu.

“Eoh kau menungguku ?” Tanya yunmi.

“Tentu saja, kita pulang bersama chagi” jawab jongdae.

“Tunggu sebentar” kata yunmi kepada jongdae lalu menoleh kearah kedua sahabatnya dan berkata. “Mian chingudeul, aku pulang dengan namjachinguku. Kalian pulanglah duluan”.

Baekhyun memutar matanya jengah, lalu berjalan melewati jongdae. Sedangkan nana tersenyum dan berkata “gwenchana, yunmi-ya. Kami duluan ya” lalu berlalu menyusul Baekhyun.

“Yak, mangapa kau seperti itu kepada namjachingunya yunmi” tanya nana.

“Aku hanya tidak suka, dia menganggu kebiasaan kita. Setelah tadi yunmi tidak makan siang dengan kita. Sekarang dia juga pulang tidak bersama kita” keluh Baekhyun.

Nana tersenyum ” Heyyy itu wajar, mereka baru berkencan. Kau juga pasti seperti itu jika berkencan”

“Benarkah ? Entahlah hanya saja aku tidak suka dengan lelaki bermulut bebek itu” kata baekhyun lagi.

“Husst apa katamu, tidak baik seperti itu. Apa kau cemburu yunmi memiliki namjachingu ?” Tanya nana.

“Cemburu ? Aku. Yak tentu saja tidak” jawab Baekhyun cepat.

“Hmmmm ku kira mungkin saja”

“Eyyy tidak mungkin, aku akan cemburu jika itu kau” kata Baekhyun dengan nada rendah diujung kalimatnya.

Walau dengan nada rendah nana dapat mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Baekhyun. Mendengarnya membuat jantung nana memompa lebih cepat di dalam sana. Aneh. Nana benar-benar tidak mengerti.

.

.

.

Weekend kali ini ketiganya berencana akan menghabiskannya dengan berkunjung ke cheonggyecheon stream, sungai sepanjang 8,4 km yang mengalir dipusat kouta seoul dengan tempat berjalan dikedua sisinya. Bukankah itu indah ditengah kota sebuah sungai terbentang.

Yah selain itu ketiganya sepakat menghabiskan weekend ke cheonggyecheon stream karena bertepatan dengan diadakannya Latern Seoul Festival yang diadakan setahun sekali.

Mereka tidak ingin membuang kesempatan meliat indahnya festival lampion.

“Hhmmm pasti sangat indah, aku sudah tidak sabar” kata nana dengan senyum manis yang menghilangkan dua matanya.

“Tenanglah, nanti kau juga akan meliatnya” jawab Baekhyun.

Keduanya sedang duduk di halte bus menunggu yunmi bergabung. Tidak berapa lama yunmipun tiba dan menghampiri dua sahabatnya.

“Yahhh… kalian seperti orang yang sedang berkencan” kata yunmi setibanya di depan nana dan baekhyun.

Nana hanya menunjukkan ekspresi bingung. Sedangkan Baekhyun berkata “Apa maksudmu ?”

“Lihatlah pakaian kalian, warnanya senada. Apa kalian janjian ?” Yunmi masih menggoda keduanya.

Baekhyun memandang kesamping dan memperhatikan nana, benar pakaian yang dia kenakan memang senada dengan nana, sama-sama mengenakan kemeja blue jeans. Ahhh kenapa baekhyun baru menyadarinya dan tanpa disadari baekhyun menyunggingkan senyumananya.

Tak jauh berbeda nana juga memandang kearah baekhyun dan malu menyadari kebenaran ucapan yunmi. Mendapati nana yang tengah merona, Baekhyun semakin mengembangkan senyumnya.

“Kajja, sebaiknya kita berangkat sebelum festivalnya dimulai” kata Baekhyun mengalihkan suasana dan merangkul keduanya menuju bus yang akan mengantarkan mereka ketempat tujuan.

Setibanya dicheonggyecheon stream, mereka berjalan disisi kanan sungai dan menyaksikan festival lampion yang begitu indah. Ketiganya tersenyum cerah, berbagi tawa dan sesekali saling menjahili.

Tidak hanya itu mereka juga mencoba berbagai jenis makanan yang dijual dan membeli ice cream tentunya.

“Ini ice cream vanilla untuk yunmi dan cokelat untuk nana” kata baekhyun sambil menyerahkan dua cup ice cream yang baru saja dibelinya.

“Gomawo” kata nana dan yunmi bersamaan.

Masih menikmati ice cream mereka dan sesekali tertawa membicarakan sesuatu, tidak terasa hari sudah sore dan mereka harus pulang jika tidak ingin kemalaman.

“Kajja kita pulang, sudah sore” kata nana.

“Hmmm baiklah” jawab baekhyun setelah menghabiskan ice creamnya dan berdiri.

”Eoh, kalian pulanglah. Aku akan menunggu jongdae, dia bilang akan menyusulku kesini dan mengantarkan ku pulang nanti” jelas yunmi.

“Namja bebek itu lagi” cibir baekhyun.

“Yak, Byun Baekhyun. Kau kenapa sepertinya begitu membenci namjachingu ku ?” Marah yunmi.

“Sudahlah yunmi-ya dia hanya bercanda” Nana melerai keduanya.

“Baekhyun-ah kau iri ? Makanya cepatlah berkencan. Atau kalian berkencan saja” kata yunmi yang sukses membuat nana membatu ditempat.

“Ku rasa kalian cocok” yunmi berhenti sejanak “aku akan mendukung kalian” lanjutnya.

Baekhyun hanya diam tidak membalas perkataan yunmi.

“Eoh, itu jongdae. Okay chingudeul aku duluan eoh” kata yunmi dan setelahnya berlalu menghampiri jongdae.

.

.

.

Sepanjang perjalanan di dalam bus baekhyun dan nana hanya diam dengan pikiran masing-masing.

Masih memikirkan perkataan yunmi sebelumnya membuat nana tidak berani bahkan hanya untuk menatap baekhyun.

Setelah turun dari bus keduanya berjalan beriringan diatas trotoar, tidak biasa dengan suasa diam seperti ini baekhyun akhirnya membuka suara.

“Nana-ya, apa kau pernah memikirkan untuk memiliki namjachingu sebelumnya ?” Tanya baekhyun.

Nana yang mendapat pertanyaan tiba-tiba seperti itu terkejut dan menjawab “Eoh, tidak. Aku tidak pernah memikirkannya karena aku selalu bahagia bersamamu dan yunmi”

Baekhyun hanya tersenyum yang terkesan dipaksakan mendengar jawaban dari nana.

Sementara nana hanya menunduk memandang kakinya yang melangkah. Jantung kembali berdetak cepat membuat nana takut kalau-kalau baekhyun mendengarnya.

Nana yang berjalan sambil menunduk tidak menyadari dari arah yang berlawanan seseorang dengan mengayuh sepedanya menuju kearahnya. Menyadari hal itu baekhyun yang melihat dengan sigap menarik nana membuat gadis itu berada di pelukan baekhyun.

Nana terkejut mendapati wajah baekhyun begitu dekat dengan wajahnya. Sehingga membuat nana sedikit mendorong dada baekhyun berharap baekhyun mengerti dan melepaskan pelukannya.

“Baekhyun-ah” kata nana dengan suara rendah.

Bukannya melepaskan nana, baaekhyun semakin mengeratkan pelukannya dan berkata “Nana-ya, bagaimana kalau aku yang menjadi namjachingumu ?”.

Nana kembali terkejut dan otaknya sama sekali tidak bisa bekerja “Namjachingu ?” Tanya nana.

“Eoh, aku yang menjadi namjachingumu” kata Baekhyun lagi dan semakin mendekatkan wajahnya kewajah nana.

Nana tidak dapat menahan rasa malunya, mendapati wajah baekhyun begitu dekat dengan wajahnya. Bahkan nafas hangat baekhyun bisa dirasakannya membuatnya menundukkan kepala.

Baekhyun mengangkat wajah nana dengan satu tangan bebasnya dan tersenyum mendapati wajah gadis dipelukannya saat ini tengah merona.

Baekhyun semakin mendekatkan wajahnya dan menelengkan kepalanya. Untuk beberapa saat namja itu memandang bibir tipis nana dan kemudian memejamkan mata mengecup bibir itu lembut.

Merasakan sesuatu yang hangat menempel di bibirnya, nana ikut memejamkan matanya dan mencengkram erat kemeja di dada baekhyun.

Ciuman itu hanya menempel tidak ada kesan nafsu atau apapun. Hanya menyalurkan perasaan cinta yang selama ini keduanya tahan.

Dibawah lampu jalan tamaram itu Baekhyun akhirnya melepaskan ciuman singkat itu perlahan, lalu menatap lembut ke manik mata nana dan berkata “mulai sekarang aku namjachingumu”.

Nana hanya tersenyum dan kembali memeluk sahabat yang sekarang menjadi namjachingunya itu. Baekhyun membalas pelukan sahabat yang sekarang menjadi yeojachingunya. Kedua tersenyum bahagia.

Fin

 

3 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Namjachingu? (One shot)

  1. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] Namjachingu? (Oneshot) | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s