[EXOFFI FACEBOOK] Under An Umbrella (Chapter 1)

13940879_920347384758199_1321129745_n

 

Title           : Under An Umbrella (1)

Cast           : Park Chanyeol, Do Remi (OC)

Other Cast : Find by yourself

Author      : AyuPjune

Length      : Chaptered

Genre        : AU, School life, Family, Romance

 

Disclaimer : Annyeong! Aku kembali *meluk Baekhyun*, kali ini aku datang bawain ff Chaptered pertama, sebelumya menjadikan Kyungsoo sebagai Korban, kali ini aku pilih Yeollie sebagai korbannya hahaha *ketawa evil, digerek Chanyeol* ff ini 100% murni dari pemikiran aku yang terinspirasi dari aneka drakor yang aku tonton. Dan ini juga no plagiat So, selamat membaca, Annyeong! ^^

 

P.s : mian, typo bertebaran😀

 

Banyak yang berpikir seorang yang gadis yang dikagumi disekolah adalah gadis yang cantik, pintar, berbakat dalam bidang seni, anggun dan lemah lembut. Yah.. Paling tidak itulah yang akan kalian pikirkan soal gadis yang dikagumi itu. Terutama para laki-laki.

Tapi hampir semua kriteria itu tidak ada pada diri seorang gadis bernama Do Remi. Atau kau bisa memanggilnya dengan sebutan Remi. Remi adalah gadis yang mempunyai paras yang manis dan menawan. Sayangnya, dia gadis yang sifatnya mirip dengan laki-laki. Jika biasanya perempuan hebat karena kepintaran otaknya atau karena kegiatan klub yang khusus perempuan seperti cheer, maka tidak dengan Remi.

 

Gadis itu lebih berbakat dibidang olahraga, selain jago bermain basket, dia sangat jago bermain sepakbola. Bahkan laki-laki yang ada dikelasnya pernah ia kalahkan dalam 2 permainan ini.  Remi itu gadis yang cerewet, sedikit temprament, agresif, dan pokoknya sifat-sifat yang umumnya ada pada diri perempuan tidak ada pada dirinya.

 

Dan ia punya kembaran bernama Do Kyungsoo. Jika biasanya saudara kembar mempunyai wajah yang persis, maka tidak dengan keduanya. Mereka berdua punya wajah yang berbeda, walau wajah mereka sama-sama terlihat lugu. Kyungsoo dan Remi adalah kembar tidak indentik, dan mereka kembar dampit. Maksudnya lahirnya mereka hanya selisih sekitar beberapa detik saja. Sehingga suster yang membantu persalinan ibunya tidak memperhatikan siapa yang duluan lahir, aneh bukan?

 

Akhirnya diputuskan kalau Kyungsoo lah yang lebih tua dari Remi karena ia laki-laki, juga ia lebih tinggi beberapa senti dari Remi. Meskipun begitu, Remi tidak mau memanggilnya dengan sebutan ‘Oppa’ ia lebih suka memanggil ‘Kyungsoo’ dan Kyungsoo juga sering memprotes agar Remi memanggilnya dengan sebutan Oppa.

 

Sifat Kyungsoo dan Remi bertolak belakang. Kyungsoo orangnya rapi. Kamarnya selalu rapi dan bersih. Sementara Remi, kamarnya berantakan dan agak kotor. Kyungsoo sering mengomeli Remi tentang banyak hal. Mulai dari kamarnya yang berantakan sampai piring makannya yang tidak ia cuci selesai makan.

Saudara kembar biasanya akan akur, tapi tidak dengan mereka, mereka selalu bertengkar dan berbuat gaduh dirumah. Setiap harinya ada saja hal yang mereka perdebatkan. Bahkan saat disekolahpun mereka juga sering berdebat. Sampai-sampai teman-teman mereka kelabakan menenangkan 2 saudara kembar ini.

 

Tentu saja, mereka punya kemampuan berbeda-beda. Kyungsoo berbakat dibidang Akademik, sementara Remi di Bidang Non Akademik, Olahraga. Dan keduanya sama-sama Ahli Berbahasa Inggris. Jika sudah pelajaran Bahasa Inggris, maka tidak akan ada yang bisa mengalahkan mereka berdua. Remi pun akan mendadak pintar saat pelajaran Bahasa Inggris dan akan menjadi seorang pendebat yang handal.

 

Dan ujung-ujungnya mereka juga akan bertengkar karena beradu Argumen.

 

Entah kapan 2 saudara kembar ini akan benar-benar akur sepenuhnya.

 

Ada 1 Alasan utama penyebab ketidakakuran Remi dan Kyungsoo.

 

***

 

 

Pagi ini seluruh keluarga sudah berkumpul di meja untuk sarapan. Remi dan Kyunsoo pun sudah siap dengan seragamnya.

 

“Eomma, apa ada roti? Aku ingin makan roti” pinta Remi. “Kau harus makan nasi Remi, jangan makan roti terus” ujar Eomma.

 

“Sudahlah Eomma, biarkan saja dia mau makan nasi pun tidak ada pengaruhnya, tetap saja dia bodoh” sahut Kyungsoo menyedok nasi ini kemulutnya. Remi menatap Kyungsoo dengan sinis lalu memukul bahunya sehingga pria itu tersedak. “Jaga ucapanmu dasar burung hantu!” Kesal Remi. Kyungsoo mengambil air putih lalu meneguknya hingga tinggal setengah.

 

“Kenyataannya begitu, kau itu bodoh”

 

“Biarpun bodoh, aku jago olahraga daripada kau!”

 

“Kau itu seperti preman!”

 

“Daripada kau seperti banci!”

 

“Nilai matematikamu saja setengah!”

 

“Kau berlari 2 keliling saja sudah kehabisan nafas!”

 

“Kau bodoh!”

 

“Kau lemah!”

 

 

“Kyungsoo! Remi! Berhenti bertengkar!” Teriak Sungjae, Appa mereka. Dan membuat pertengkaran mereka terhenti. “Kenapa kalian selalu saja bertengkar? Apa tidak bisa kalian akur sebentar saja?!”

 

“Tidak bisa!” Jawab Remi dan Kyungsoo serentak. “Aku akan kesekolah duluan. Aku pamit dulu” ucap Remi beranjak dari meja makan. Kyungsoo tetap melanjutkan sarapannya.

 

“Kyungsoo, kau juga berangkatlah, nanti kau terlambat”

 

“Ne Eomma” Ucap Kyungsoo lalu bangkit dari kursinya. Ia segera mengambil sepedan hitamnya dari garasi. Tapi ada yang aneh dari sepedanya, ia pun melihat kedua ban sepedanya kempes.

 

 

“DO REMI!!!!!”

 

***

 

Remi sampai dikelas dengan wajah yang sumringah. “Ada apa denganmu? Kau senang sekali hari ini?” Tanya Eunji. “Tentu saja! Karena aku berhasil mengerjainya! Hahaha!!” Tawa Remi lepas. Ia membayangkan bagaimana ekspresi Kyungsoo saat mendapati ban sepedanya yang kempes itu. “Kau menjahili Kyungsoo lagi?”

 

“Memangnya siapa lagi? Tentu saja dia” Eunji menggelengkan kepalanya. “Kalian tidak pernah akur ya? Selalu saja bertengkar. Padahal kalian ini lahir dirahim yang sama” sahut Eunji, ia tak habis pikir bagaimana bisa ada saudara kembar yang tidak akur seperti mereka, mereka lebih pantas disebut Kucing dan Tikus.

 

“Bagaimana bisa aku akur dengannya? Dia terus saja mengejekku bodoh! Mentang-mentang dia pintar dia mengejekku begitu! Padahal dia lemah dalam olahraga! Lari 2 keliling saja dia..” Sebelum Remi melanjutkan kalimatnya, seseorang dengan teganya menarik kuncir rambutnya itu dan membuatnya hampir terjengkang. Remi menoleh kebelakang, menatap tajam orang yang menarik rambutnya.

 

“Kau tidak bisa ya bersikap lembut pada Yeoja, ya?” Tandas Remi langsung. “Memangnya kau itu Yeoja? Bagaimana bisa ada Yeoja yang seperti preman?” Remi mengubah tatapannya menjadi tatapan membunuh kearah Kyungsoo. Yap, Kyungsoo-lah yang menarik rambutnya barusan. “Aku ini Yeoja tulen tau!”

 

“Oya? Bagaimana bisa seorang Yeoja tidak pandai bermake-up atau bahkan memilih style-nya sendiri?”

 

“Hei, sudah-sudah hentikan! Ini masih pagi” Eunji melerai pertengkaran mereka. “Kau akan mati Do Kyungsoo!”

 

***

 

“Yes! 3 poin! Dan kau kalah Byun Baekhyun” ucap Remi saat ia berhasil melakukan tembakan jarak jauh ke Ring Basket. Baekhyun mengelap keringatnya. “Jangan lupa, kau harus mentraktirku karena kau kalah” Remi menyikut Baekhyun yang menuju kepinggir lapangan. “Baiklah, kalau begitu” ucap Baekhyun tersenyum.

 

Mereka berdua duduk bergabung dengan Eunji, Sehun, Luhan, Jongin dan Kyungsoo. Mereka ini satu kelompok, mereka selalu bersama pergi kekantin dan tak jarang mendapati Remi dan Kyungsoo sedang bertengkar.

 

“Aku harap ada yang bisa mengalahkan gadis ini bermain basket, hei Do Remi, apa yang kau makan sampai kau sejago itu?” Tanya Sehun meneguk air mineralnya. Remi tersenyum. “Tentu saja dengan latihan setiap hari juga makan makanan bergizi”jawab Remi.

 

“Bergizi apanya? Kalau bergizi harusnya kau tidak bodoh” ucap Kyungsoo cuek dan memakan rotinya. Dengan tega hati Remi menoyor kepala Kyungsoo. “Aigoo.. Kau manis sekali oppa..!” Ucap Remi gemas bercampur geram. “Yak! Berhenti memukulku! Tidak sopan!”

 

“Kalau begitu berhenti mengejekku!”

 

Dan untuk kesekian kalinya mereka bertengkar.

 

“Kalau kalian bukan saudara, kalian pasti akan saling jatuh cinta” ucap Luhan. Eunji mengangguk. “Aku setuju, dan mungkin saja mereka juga akan saling jatuh cinta walau mereka saudara”

 

“Yak! Xi Luhan, Jung Eunji!”

 

***

 

Remi sedang merebus Ramyun didapurnya, setelah selesai, ia segera menuju ruang TV dan menonton film kesukaannya, “Somewhere only we know” film ini dimainkan oleh aktor asal Tiongkok favoritnya, Wu Yifan atau biasa dipanggil Kris Wu, aktor itu adalah tipe idealnya. Tinggi,tampan. Dan Dewasa. Ditambah lagi, dia juga imut.

 

“Kau sudah menonton film itu berulang kali, kita nonton acara lain saja, seperti Acara Astronomi” ucap Kyungsoo mengambil remote TV. “Yak! Andwae! Aku mau nonton ini, lagipula aku tak mau nonton denganmu!” Remi kembali merebut remote TV itu dari tangan Kyungsoo. Kyungsoo menatap Remi. “Sudah 5 tahun, kau masih saja membenciku”

 

“Lalu kenapa? Kau tidak suka?!” Ucap Remi ketus. “Aku hanya tidak nyaman, kita hidup 1 atap sudah 18 tahun, tidak etis rasanya kalau saudara saling tidak akur seperti kita” ucap Kyungsoo. “Kalau bisa aku tidak ingin satu atap denganmu dan bersaudara denganmu!” Remi melempar Remote itu kepangkuan Kyungsoo.

 

“Nonton sana acara membosankanmu itu! Kau merusak moodku” ucap Remi beranjak dari ruang TV dan membawa Ramyun-nya kekamarnya. Sementara Kyungsoo hanya menatap punggung saudarinya itu yang berjalan menjauhi ruang TV.

 

***

 

Seorang pria berkacamata Nerd baru saja sampai di Bandara Internasional Incheon. Mencari sosok yang akan dijemputnya di bandara. Lalu ia melihat seorang yeoja yang sangat ia kenali. Ia mengangkat karton Nama yang bertuliskan ‘Park Yoora

 

“Nuna!” Pria yang bernama Chanyeol itu memanggil Nuna-nya dan langsung memeluknya. “Nuna..” Ucapnya. Ia sangat merindukan Nunanya itu.

 

“Yak, nafasku sesak” ucap Yoora. “Aku merindukan Nuna, bagaimana Inggris? Apa menyenangkan? Apa kau bertemu dengan J.K Rowling?” Tanya Chanyeol dengan pertanyaan tak masuk akalnya. Yoora mengacak rambut Chanyeol. “Dengar ya adik kecil, aku ini pergi bekerja bukan bermain”

 

“Nuna, aku sudah besar. Umurku sudah 18 tahun” protes Chanyeol tidak mau dibilang adik kecil oleh Nuna-nya. “Justru orang-orang mengira aku adalah oppa-mu Nuna” lanjut Chanyeol berjalan beriringan dengan Yoora sambil mendorong kereta barang Yoora. “Tentu saja! Wajahmu itukan tua, dan aku imut” ledek Yoora.

 

“Tua? Yak Nuna, ratusan gadis disekolahku mengantri untuk jadi kekasihku, artinya sudah jelas kalau aku ini tampan” ucap Chanyeol percaya diri. “Tapi kau akan pindah sekolah kan? Jadi fans-mu akan hilang”

 

“Lihat saja nanti, saat hari pertamaku sekolah, aku akan langsung punya Fansclub”

 

“Oke-oke terserah kau saja Park Chanyeol” ucap Yoora mengibaskan tangannya didepan Chanyeol membiarkan adiknya yang narsis itu berkhayal sesukanya.

 

***

 

“Makanlah yang banyak Yoora! Kau tampak kurus semenjak pulang dari Inggris” ucap Yoon Hee, ibunya. “Ne Eomma” ujar Yoora. “Ah, Nuna! Makanlah Tonkatsu ini, aku membuatnya sendiri” ucap Chanyeol menyodorkan Tonkatsu itu pada Yoora. Yoora memakan Tonkatsu buatan Chanyeol. “Kau pintar juga memasak. Rasanya lumayan” ucap Yoora.

 

“Hanya lumayan? Ayolah Nuna, apa tidakada pujian? Aku belajar membuatnya demi mu”

Yoora menggelang, kalau kau memasaknya dengan sempurna baru aku beri pujian” ucap Yoora menyendok tonkatsu itu kemulutnya. “Apa kau punya oleh-oleh untukku Nuna?” Yoora mengangguk.

 

“Ada dikoperku, aku akan memberinya nanti”

 

“Kenapa nanti? Sekarang saja ya Nuna?”

 

“Biarkan Yoora beristirahat dulu Chanyeol. Kau ini!” Kesal Yoon Hee pada putranya itu “Arraseo Arraseo!” Ucap Chanyeol bangkit dari meja makan.

 

“Hei kau mau kemana?” Tanya Yoon Hee. “Beli Mochi!” Ucap Chanyeol tanpa menoleh. “Chanyeol-a! Belikan aku Cake Mugwort Jepang ya!” Teriak Yoora dari meja makan.

 

***

 

Remi baru saja keluar dari toko makanan manis untuk membeli Puding pelangi keju kesukaaanya. Baru saja hendak menyendok Puding itu, seseorang menabraknya dan membuat pudingnya jatuh ke trotoar yang kotor. Remi melihat orang itu masuk kedalam Toko tempatnya membeli Puding barusan.

 

Ia mengambil langkah panjang dan akan menyemprot siapa saja yang berani menjatuhkan pudingnya. Puding itu puding terakhir dan baru ada lusa. Begitu kata pemilik toko.

Dengan tanpa dosa, ia menepuk keras bahu pria yang tadi menjatuhkan pudingnya.

 

“Hei kau!” Pria berkacamata Nerd itu menoleh kebelakang melihat Remi yang memasang ekspresi kesalnya. “Ganti pudingku!” Sementara pria itu memasang ekspresi innocent-nya, “untuk apa?” Tanyanya.

 

“Tentu saja karena kau menjatuhkannya!”

 

Pria itu mengernyit heran, memangnya apa yang ia lakukan sampai gadis dihadapannya ini tiba-tiba marah-marah dan memintanya mengganti puding-nya? Ia pun mengedikkan bahunya dan berjalan melewati Remi. Mata Remi melotot, ia benar-benar kesal dengan pria itu. Wajahnya tak menunjukkan rasa bersalah sedikitpun.

 

“Hey, Nerdy Boy! Are you hear me?” Kesal Remi. Ia mengikuti kemanapun pria itu menyusuri toko. Mulai dari bagian cake, Ice Cream, Biskuit, Mochi, sampai kebagian puding. Tapi pria itu tetap saja mengacuhkan Remi. Bahkan sampai keluar toko-pun Remi masih saja mengikutinya.

“Hei, ganti pudingku! Kau tidak dengar ya?!” Teriak Remi kearahnya. Dengan kesal, pria itu menoleh kearah Remi. Ia juga sebal kalau gadis itu terus membuntutinya terus. “Ya, aku tidak dengar, kau mau apa?”

 

“Ganti pudingku!”

 

“Kenapa aku yang harus menggantinya? Kau yan ceroboh karena menjatuhkannya! Jadi jangan menyalahkan orang lain!” Remi benar-benar naik darah, kalau saja ini bukan tempat umum, ia sudah menendang pria Nerd itu. “Sudah ah! Kau membuang waktuku saja!” Ia kemudian menyetop taksi dan masuk kedalamnya tanpa mengganti Puding Remi.

 

Remi menendang kerikil itu dengan kesal, awa saja kalau bertemu lagi, Remi bersumpah akan membalas perbuatan pria Nerd itu.

 

***

 

Remi menekuk wajahnya saat sampai dirumah. “Kau kenapa?” Tanya Eunji memakan kue yang ia bawa dari rumah.

“Pudingku!!” Pekik Remi kesal. “Ada apa dengan pudingmu?”

 

“Ada seseorang yang menjatuhkan puding pelangiku. Dan dia tidak mau menggantinya!” Eunji menatap heran sahabatnya itu. “Puding pelangi keju?” Tanya Eunji.

 

“Ya!!!” Teriak Remi kesal dan membuat Eunji menutup gendang telinganya. “Oh.. Aku membelikannya 1 untukmu, karena aku tau kau menyukainya” Eunji memberikan puding itu pada Remi. “Gomawo Eunji-a!!” Pekik Remi senang dan langsung memakan puding itu.

 

Sementara Eunji hanya-hanya geleng-geleng melihat tingkah sahabatnya itu.

 

Remi penggila Puding Pelangi Keju, setiap Puding itu hanya ada 2 hari sekali, dan dia tidak pernah absen untuk membelinya. Dulu ia sering membeli Puding itu bersama Kyungsoo dan Eunchan, alasannya supaya ia bisa ditraktir oleh Kyungsoo.

 

Tapi sekarang ia lebih suka membelinya sendiri ketimbang bersama seperti dulu. Keadaannya sekarang sudah berbeda.

 

***

 

Dikelas pagi ini, Remi sudah berkutat dengan Novelnya, sambil mendengarkan Musik. Lalu Sehun dan Jongin masuk dan mendapati. Remi sedang membaca.

“Hei Do Remi, kau inging dengar kabar terbaru?” Tanya Jongin, tapi Remi tidak mendengarkan ucapan Jongin. Ia pun melepas Earphone Remi.

 

“Apa? Kau mau kutendang huh?” Protes Remi. Ia jengkel kalau keasyikannya diusik oleh orang lain. “Ayolah Remi, ini masih pagi. Dan kau sudah marah-marah. Aku punya berita bagus untukmu”

 

“Sebaiknya itu berita bagus Jong” ucap Remi.

“Kita akan ada anggota baru, karena tadi kudengar dari sonsaengnim kelas kita akan ada murid baru”

 

“Lalu anak itu perempuan cantik? Sungguh info yang kau berikan tidak berguna Kim Jongin! Kalian berdua, duduk sana! Jangan ganggu aku”

Remi kembali memakai earphone-nya.

 

“Gadis itu sensitif sekali hari ini” celetuk Jongin.

 

***

 

Shim Sonsaengnim masuk kekelas Remi dengan seorang Namja tinggi berkacamata yang ada  dibelakangnya.

 

“Semuanya, tenang. Hari ini kalian punya teman baru, dia pindahan dari Incheon. Ayo perkenalkan dirimu” Ucap Shim Sonsaengnim. Semua gadis menatap pria itu dengan tatapan kagum, hanya Remi yang memasang tatapan kaget sekaligus tidak suka pada Namja itu.

 

 

=TBC=

 

Eotte? Gimana chingu?

Hehehe.. Mian, ini ff chaptered aku yang pertama.

 

Komen Juseyo chingudeul^o^

3 thoughts on “[EXOFFI FACEBOOK] Under An Umbrella (Chapter 1)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s