[EXOFFI FACEBOOK] So Long (Oneshot)

13923458_1045823948868322_620423076460755672_o

 

Title: So Long

Author: Ema Melati

Genre: Friendship, School life, Romance.

Length: Oneshoot

Cast by: Oh Sehun(EXO). Oh Ha young(Apink)

Support cast by: Chou Tzuyu(Twice)

Disclaimer: “Karena pada kenyataannya semua itu tidak mudah” – Sehun, Hayoung.

Background song by: Apink – So Long

 

 

 

Girl Pov~

Ketika aku menyadari semua takkan kembali seperti dulu, aku berusaha keras untuk melupakannya. Ketika suara itu kembali mengalun di telingaku seakan-akan dunia berhenti seketika itu juga.

“hayoung-ah..” dia memanggilku. Aku akan menghindar. Untuk apa? Agar aku bisa segera melupakannya. Untuk apa aku melupakannya? Bukannya dia adalah sahabatmu sendiri. Tapi, ada hal yang membuat ku harus memaksakan hal itu terjadi. Baiklah, ayo kita mulai.

“hayoung-ah..” dia memanggil untuk yang kedua kalinya. Tapi aku pantang untuk berhenti dan menoleh ke arahnya. Mungkin baginya aneh memang. Tapi ketahuilah. Ini bukan kesalahan yang telah apa yang dia lakukan atau apa yang telah terjadi. Tapi ini murni kesalahanku, kesalahan perasaanku yang seharusnya menolak ketika batin ini berteriak, ‘aku menyukaimu, oh sehun..”

‘Pabo!’

Teriakan itu, sudah kuredam sejak beberapa hari yang lalu. tepat setelah aku tau dia telah berpacaran dengan Tzuyu. Wanita paling cantik di sekolah ini.

  1. Damn it!

Aku benci mengakuinya. Tapi, aku tidak bisa menahan rasa sakit di dalam hatiku ini.

oh tuhan.. ingin sekali aku memeluknya seperti dulu. Meski sekalipun aku akan melakukannya sekarang takkan ada yang memarahiku, tapi setidaknya aku harus menjaga perasaan kekasih barunya itu. bagaimana jika saat aku melakukannya, Tzuyu melihatnya dan justru malah salah sangka. Itu akan jadi hal buruk dan apa yang telah ku lakukan ini adalah tepat. Menjauhinya.. secara perlahan.

“yak! Mau kemana?” dia menangkap pergelangan tanganku dan itu membuatku berhenti di tempat.

Mau tidak mau aku harus berbalik menghadapnya karena bagaimana pun, aku tidak ingin membuatnya tersinggung.

“aku mau pulang.” Jawabku.

“kenapa tidak ajak-ajak.. biasanya kan kita selalu bersama. Hayoung-ah.. ada apa denganmu?” dia bertanya setelah melihat kegugupan itu di wajahku.

“maaf. Aku fikir kamu akan pulang dengan tzuyu.” Jawabku.

Aku sama sekali tidak berani untuk menatap wajahnya dan menangkap tatapan matanya. Jadi, aku terus menundukkan kepalaku sejak tadi. Namun, sepertinya tidak ada perasaan yang ia sadari bahkan setelah ia melihat betapa gugupnya aku.

Dengan ringannya dia mengangkat daguku dengan jari-jarinya agar wajah kami saling berhadapan.

Oh tuhan! Sekarang aku memandangnya. Dan, matanya. Damn it! I’ll kill you, oh sehun..

“aku masih punya teman wanita yang harus ku lindungi saat ini..” ungkapnya sambil tersenyum

Deg!

Apa-apaan ini. aku tidak pernah merasa seaneh ini. dia adalah sahabatmu oh hayoung. Sadarlah..

Berulang kali aku meneguk salivaku dan berusaha mengatur deruan nafasku yang mulai tak karuan. Sebisa mungkin aku menepis perasaan ini.

“yak! Oh sehun! Pergi kau! Aku ini bukan anak kecil, arra.! Sekarang pergilah dan temani kekasihmu itu pulang. Apa kamu tidak khawatir jika sesuatu buruk akan menimpanya dijalan nanti jika kau biarkan dia pulang sendirian, hah?!” bentakku setelah sebelumnya aku membuang tangannya yang sudah beberapa detik bertengger di wajahku. Meski sebenarnya itu terasa begitu nyaman, tapi aku berusaha untuk menunjukkan kalau itu menggangguku.

“aiisshhhh… kau ini!” aku melihat wajahnya berubah. Rahangnya mengeras, dan tatapan matanya menajam ke arahku.

“kau ini bodoh sekali! Jika aku menemani tzuyu pulang dan meninggalkanmu, itu sama saja aku membiarkan hal buruk menimpamu. Kau tahu sedekat apa jarak rumah tzuyu dari sekolah inikan. Lalu apa kau lupa berapa jam yang harus kau habiskan di jalan untuk sampai kerumah dengan kakimu itu.”

Dia memang benar. Tapi lagi-lagi aku tetap berusaha untuk menyangkalnya.

Plak!

“kau yang bodoh! Dasar albino, idiot kau!” sedang dia meringis kesakitan setelah satu pukulan keras mendarat mulus di pelipisnya, lantas aku melanjutkan argumenku.

“memang siapa yang mau berjalan kaki, eoh?! Tentu saja aku akan naik bus. Tidak ada yang harus di khawatirkan lagi mengenai diriku. Sekarang pergilah dan susul tzuyu..” ujarku –dengan wajah sok garang –

Habis sudah waktuku untuk meladeninya berbicara. Dan kini saatnya aku harus bergegas pulang sebelum airmata ku ini tumpah dihadapannya.

Apa kalian tahu apa yang sedang ku rasakan saat ini?

Setelah aku memutar badanku dan mengayunkan kakiku untuk segera pergi, itu terasa sangat berat. Aku yakin, ini pasti begitu tampak di matanya. Entah apa yang sekarang ada di fikirannya. Tapi aku benar-benar tidak ingin tahu.

Sehun Pov~

Oh hayoung adalah wanita paling bodoh yang mungkin pernah kutemui dalam hidupku. Bagaimana tidak, ia telah menyembunyikan hal yang sudah ku ketahui bahkan sebelum ia menyadarinya. Kau menyukaiku oh hayoung. Tapi ku maklumi. Begitulah wanita. Ketika ia sedang jatuh cinta, maka ia akan tampak terus tersenyum entah dalam kondisi yang bagaimana. Tapi jika ia merasa ada sesuatu yang mengusik perasaan bahagianya itu, maka ia akan memilih untuk menghindar sejauh mungkin, bahkan kebanyakan dari mereka akan lebih memilih untuk menghilang selamanya dari kehidupan seseorang itu. tapi, aku tahu. dia berusaha menutupinya karena satu alasan.. karena kita adalah sahabat.

(Sehun) Pov End

Kenapa kau diam saja, sehun-ah.. tidakkan kau ingin menahanku dan tetap mengajakku pulang bersamamu. Kenapa kau hanya diam saja dengan seringai menyebalkan itu. oh shit! Aku akan benar-benar membunuhmu, oh!

(Girl) Pov End

 

***

Apa yang membuatnya diam disana. Dimana gadis itu?

Dari kejauhan aku melihat tzuyu sedang berlari menghampiri sehun. Sudah kuduga. Tidak mungkin gadis itu melupakan namja setampan sehun.

Oh shit! Apa yang baru saja ku katakan. Persetan untuk kalimat itu.

Aku benar-benar bisa melihat senyum yang tengah merekah itu. dan senyum itu ditujukan kepada gadis yang baru saja menghampirinya dan langsung menggandeng tangannya tanpa ragu.

Bersabarlah oh hayoung. Mereka hanya sepasang kekasih dan belum menikah. Jadi apa yang kau fikirkan..? lagi pula biarkan sahabatmu itu bahagia.

 

Benar-benar membosankan. Hari-hariku mulai terasa kosong. Sangat sepi dan aku kesepian. Aku merindukan sesuatu yang sudah hilang.

Disini, aku menyandarkan kepalaku di dinding putih tanpa corak sedikit pun. Aku bersandar seraya memejamkan mataku. Kesunyian itu semakin terasa ketika aku benar-benar merasa aku sendirian di tempat ini. sesekali kudengar tawa-tawa siswa yang lain tat kala mereka sedang bercanda dengan teman-teman mereka.

Aku benar-benar merindukannya.

 

‘Sampai kapan dia akan terus begitu. Berpura-pura baik padahal dia sangat kesepian’, batin seseorang disudut sana yang sedari tadi menatapnya lekat. Dia tahu temannya, hayoung memang kesepian. Sebenarnya dia juga merasakan hal yang sama. Meski kini ia sudah punya kekasih yang amat cantik dan popular itu yang memang tak dapat dipungkiri lagi ketenarannya dan teman-temannya. tapi tetap saja, semua itu terasa berbeda ketika dia bersama hayoung.

 

Jam pulang akhirnya tiba. Sebisa mungkin dia menjejalkan buku-buku itu kedalam tas kecilnya. Tidak muat. Tidak muat. Jangan diteruskan oh hayoung, atau kau akan merusak semua buku pinjaman itu.

“aisshhh… kenapa susah sekali.” Gerutunya kesal.

“butuh bantuan?” suara monoton yang mengintrupsi keberadaannya. Dia tahu siapa itu. Karena suara itu sangat familiar.

“tidak usah. Aku bisa.” Sangkalnya

Sehun diam. Tak melanjutkan sepatah katapun lagi. Dia hanya terus memperhatikan hayoung yang tengah mati-matian memasukkan buku-buku besar itu masuk kedalam tas kecilnya yang hanya mampu menampung beberapa buah buku catatannya saja.

Lama kelamaan pria itu di buat lelah menunggu.

“sudahlah. Masukkan saja kedalam tasku.” Ujarnya sambil membantu gadis itu membetulkan kembali buku-buku yang sempat terlecak didalam tasnya.

Hayoung diam. Dia hanya memperhatikan sehun yang tengah memasukkan buku-buku itu kedalam tasnya yang memang lebih besar jauh dari miliknya.

“selesai.! Sekarang, ayo kita pulang..”

 

Sepanjang perjalanan mereka, sehun banyak bercerita sedang hayoung hanya diam sambil terus mendengarkan.

Sehun merasakan keganjilan itu.

“kenapa hanya diam saja?” tegurnya.

“em! Tidak. Aku hanya tidak ingin bicara.” Jawab hayoung datar.

“ada apa? Kamu sakit, ya..” baru saja sehun akan memegang kening gadis itu dengan telapak tangannya namun dengan cepat ditepis oleh pemiliknya.

“apa yang kau lakukan!” pria itu terlonjak setelah mendapat bentakkan kasar itu.

“aku bilang aku sedang tidak ingin bicara. Kamu mengerti tidak?!” bentak hoyoung(lagi) dengan nada yang lebih menekan.

Sehun meneguk salivanya yang terasa tersendat-sendat ketika mengalir di tenggorokannya.

“ada apa denganmu?! Kenapa kau jadi memarahiku seperti ini?!! aku hanya ingin tahu kondisimu, itu saja..” tutur sehun

“untuk apa, hah?! Ouh.. kau merasa seolah kau ini bersalah padaku, eoh?! Karena mengabaikanku dan terus bersama tzuyu dan teman-temannya itu kan..?! dengar kan aku oh sehun! Aku akan tetap baik-baik saja meskipun tanpa dirimu. Arraseo! Sekarang biarkan aku pulang sendiri.”

Berusaha tenang dan terlihat baik-baik saja itulah yang sedang dilakukan pria itu. sepanjang persahabatan mereka yang sudah berjalan hampir dua tahun itu, dan baru kali ini ia mendapatkan bomerang sedashyat itu dari sahabatnya sendiri.

“kau salah oh hayoung.. aku akan tetap menunggu sampai kau mau mengakui kalau sebenarnya kamu cemburu pada tzuyu.” Gumamnya pelan setelah gadis itu sudah tak terlihat lagi di pertigaan jalan yang baru akan mereka lalui.

 

***

Pagi itu para siswa tengah dihebohkan oleh sebuah berita. Berita yang tertempel pada dinding madding sekolah mereka.

“hei.. ada apa?” Tanya hayoung pada salah satu siswi yang baru saja beranjak dari papan madding.

“oh! Kau rupanya.. itu.. sebuah universitas amerika memberikan tawaran kerja sama kepada sekolah kita untuk merekrut beberapa siswa untuk kemudian di sekolahkan disana. Hanya beberapa yang terbaik..” jelas siswi itu.

Hatinya bergemuruh. Akankah dia salah satu dari yang beruntung itu.

“lalu, siapa saja yang terpilih?” tanyanya lagi.

“hanya ada dua nama di papan itu dan itu artinya hanya dua orang yang berhasil direkrut. Mereka adalah chou tzuyu dari kelas Sembilan dan oh sehun di peringkat yang sama. Sudah ya.. aku pergi dulu. Sampai jumpa oh hayoung..”

“……….oh sehun??!”

 

***

 

Sore ini dia menunggu bus sendirian di halte. Dia menengok ke kanan dan ke kiri tidak ada satu bus pun yang melintas. Itu artinya dia harus tetap menunggu disana. Disisi lain dia tidak bisa melupakannya. Sehun akan pergi, bersama tzuyu. Gadis itu. sepertinya dialah yang telah ditakdirkan bersama sehun untuk selamanya. Fikiran itu sangat kekanakan, tapi begitulah hayoung.

 

“hayoung!” dia mendongak dan mendapati sehun tengah berdiri tegak di hadapannya.

“ada apa?” jawabnya pelan

“apa kau sudah mendengar beritanya?” ujarnya sambil tersenyum tipis

“eng!” hayoung mengangguk dengan wajah lusuh

“jadi… apa kau akan pergi?” hayoung bertanya dengan harapan akan jawaban yang akan menyenangkan hatinya.

“ya. Aku akan pergi. Itu sudah pasti. Lagi pula- ”

“benar! Lagi pula tzuyu bersamamu. Jadi tidak ada alasan untuk kamu tidak pergi..” potong hayoung

Sehun masih mempertahankan ukiran tipis itu dibibirnya.

“kau tepat sekali hayoung-ah.. sebentar lagi aku dan tzuyu akan selalu bersama..” ujar sehun dengan tawa yang ditahan sembari melirik mengejek ke arah hayoung.

“huft! Kalau begitu pergilah. Hati-hati disana. Jangan mudah percaya dengan orang yang belum kau kenal atau baru kau temui.”

“tck! Perhatian macam apa ini!?! aku sudah mau pergi dan kau baru mengatakan hal semacam itu. ku rasa harusnya kau lah yang harus jaga diri dengan baik.”

Satu butiran basah membasahi pelupuk matanya. Terlihat berkaca dan mulai berair.

Sehun diam tat kala ia melihat pemandangan itu. bukan itu yang diinginkannya, tapi ia ingin gadis ini segera memeluknya dan berusaha menahan kepergiannya.

“kita adalah teman, sehun-ah..”

“ya. Aku tahu.”

“maafkan aku karena telah bersikap aneh seperti ini.”

“tidak! Kau tidak bersikap aneh oh hayoung! Kau pantas melakukannya..”

Hayoung mendongak dan membiarkan sehun melihat air matanya.

“aku tahu kau menyukaiku.” Perkataan itu membuat hayoung bungkam seketika itu juga.

Jantungnya berdebar kuat. Tapi bukan hanya dia yang merasakannya, sehun pun begitu. Sehun merasa ia tidak harus mengatakan hal yang sudah ia ketahui. Tapi, rahasia itu seolah mengekang batinnya.

Tanpa rasa ragu sedikit pun, sehun membungkuk. Menekuk tulang dengkulnya dan menatap nanar wajah gadis itu.

“aku menyukaimu, oh hayoung. Sangat. Aku tidak pernah merasa bisa memilikimu karena kita adalah teman.” Pria itu tertunduk sembari menahan airmatanya jatuh. Kemudian ia kembali menatap wajah gadis yang sedari tadi tidak berubah itu.

“lagi pula aku tidak pantas!” jatuh sudah airmatanya.

Lantas sehun berdiri dan berniat mengakhiri semua itu, dia membalikkan arah badannya dan membelakangi hayoung.

“aku minta maaf!”

“aku juga!” sahut hayoung datar masih dengan airmatanya.

Keduanya berpisah di halte itu. berjalan kea rah yang berbeda dengan masing-masing kesedihan dihati mereka.

 

***

 

Akankah persahabatan ini berakhir dengan cara yang seperti ini?

Bukan! Bukan itu yang mereka inginkan.

Hayoung menginginkan persahabatan mereka akan terus berjalan dengan indahnya sampai akhir hayat mereka.

Sedangkan bagi sehun sendiri, ia ingin belajar dan berusaha untuk menjadi lebih baik agar lebih pantas untuk dicintai oleh orang yang ia cintai.

 

 

FIN

 

Horeeeee!!!! Akhirnya FF gejeku kembali lagi….

Apapun yang ada di dalamnya, kuharap kalian dapat memakluminya. Semuanya.. maafkan aku karena mengakhiri cerita dengan cara seperti ini /plak/.

Pengen sequel dan butuh kritik dari kalian.. terimakasih sudah membaca…J

 

One thought on “[EXOFFI FACEBOOK] So Long (Oneshot)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s