[EXOFFI FACEBOOK] Oh My Psychiatrist (Chapter 1)

13874716_1011700338943581_1152147302_n

 

_Oh My Psychiatrist Chapter 1_

 

Title:Oh My Psychiatrist

Genre:Romance

Rating: PG-13 

Cast: – Oh Sehun (EXO) – Byun Sunhwa (OC)

Leght: Series

Disclaimer: Fanfic dan OC milik saya. Castnya milik Tuhan Yang Maha Esa. Awas typo dan saudara-saudaranya.

 

SinA’s Present….

Beberapa orang menatap aneh kepadaku dan sesekali berbisik. Angin dingin menyentuh tengkukku, sudah kuduga akan seperti ini. Aku berjalan cepat sambil menghindari beberapa makhluk yang sedikit seram di depanku. Seorang gadis berambut panjang melambaikan tangannya padaku, aku berlari kecil menghampirinya.

“Ya Byun Sunhwa. Akukan sudah bilang jangan terlambat.” Gadis berjas putih itu mencubit kecil lengan atasku. Aku hanya tersenyum lebar hingga gigiku terlihat. Aku berhenti tersenyum ketika melihat makhluk dengan darah mengucur dari kepala hingga kakinya. Aisssh ini memang salahku memilih menjadi dokter dan bekerja di rumah sakit.

Aku berpura-pura tak melihat apapun meski sudah banyak makhluk seperti itu mengikutiku dan berbicara padaku. Aku mulai menarik tangan sahabatku itu ke ruanganku dengan berjalan dengan belok-belok padahal jalan yang kami lewati hanyalah jalan lurus. Aku melakukan itu karena aku tak mau bersentuhan dengan mereka. Karena itulah orang-orang sering melihatku aneh.

“Myeonji-ya tau cara untuk menghilangkan ini semua?” Tanyaku pelan sambil menariknya duduk tepat di sampingku.

Myeonji mengangguk dan tersenyum padaku. Ini pasti kabar baik untukku. Aku tak mau lagi melihat makhluk-makhluk itu. Walaupun aku melihat mereka sejak kecil, tapi itu tetaplah sangat mengganggu ketika mereka tiba-tiba muncul di hadapanku dengan wajah yang seram.

“Aku menemukan seorang psikiater untuk menyembuhkan halusinasimu itu.” Aku mengerut ketika mendengar kata halusinasi.

“Myeonji-ya aku tak berhalusinasi, aku bersumpah.” Entah sudah berapa ratus kali aku mengatakan hal itu padanya. Orang-orang menganggapku aneh dan gila. Bahkan sahabatku sendiri menganggapku gila.

Tiba-tiba suara gelas pecah mengejutkanku dan membuatku memalingkan wajah ke arah meja kerjaku. Seorang gadis cantik dengan wajah pucat tersenyum sambil beraegyo padaku. Aku hafal dengan gadis itu, aku bertemu dengannya 5 tahun yang lalu ketika aku masih belajar di universitas.

“Young-ssi jangan membuat kekacauan lagi.” Ujarku sambil mengumpulkan kaca gelas yang berserakan di lantai. Kurasakan Myeonji menatapku aneh.

“Fix. Nanti sore kau ikut aku ke tempat praktek psikiater itu. Aku pergi dulu, pasienku menunggu.” Myeonji pergi dari hadapanku dan digantikan dengan wajah Young yang memelas atau sedih dan mulai menangis tersedu-sedu. Dia selalu begini ketika aku ditinggal sendiri oleh manusia lain.

“Young-ssi jangan menangis. Aku akan mulai bekerja dan kau kusarankan untuk berjalan-jalan.” Aku menatapnya sambil tersenyum. Dia tidak seperti makhluk tak kasat mata kebanyakan. Dia hanya arwah seorang gadis manis yang meninggal karena penyakit jantungnya. Dia berhenti menangis lalu tersenyum dan terbang entah kemana. Perlu kalian tau bahwa hantu itu tak menapak, maksudku mereka terbang.

Aku mulai bekerja seperti biasa. Aku sudah terbiasa jika hantu-hantu melintas di depanku. Seperti saat ini, aku melihat arwah seorang anak lelaki menatap sedih tubuhnya yang koma. Aku tak takut tapi aku hanya kasihan melihatnya.

Hari semakin sore dan shiftku sudah selesai. Aku bukanlah dokter bedah yang harus siaga setiap saat. Aku hanya seorang dokter anak, aku juga tak mengalami kesulitan berarti hanya saja aku sering menangis sendiri ketika melihat kejadian seperti tadi.

Seseorang menarik tanganku bersemangat ketika aku sedang menuju ruanganku. Aku menoleh dan menemukan Myeonji tersenyum dan membawaku ke arah parkiran. Aku mendesah pelan dan mengikuti kemauannya tadi subuh.

Aku tak diperbolehkan menyetir karena aku akan dianggap ugal-ugalan saat menghindari beberapa hantu dijalanan. Aku pernah mengalami kecelakaan dan hampir kehilangan nyawa hanya karena aku menghindari hantu berbentuk seorang nenek yang muncul tiba-tiba di tengah jalan.

“Sekedar informasi, psikiater itu sangat tampan.” Ujar wanita bertubuh agak gempal di sampingku itu. Myeonji tersenyum nakal setelah melihat ekspresi tak percayaku dari spionnya.

“Aku bukan orang gila. Jadi aku akan mengatakan semua keluhanku, jika dia bisa mengatasiku maka aku akan mengakui jika aku gila.” Ucapku sambil bersedekap dan Myeonji tertawa keras mendengar jawabanku.

Aku mendengar namaku disebut dan aku segera masuk ke dalam ruangan dengan view kota Seoul yang padat. Seorang lelaki dengan kacamata bulat berada di depanku. Aku bersumpah bahwa dia adalah lelaki tertampan yang pernah aku lihat. Lihat saja mata tajam yang dibingkai dengan kaca mata bulat dengan iris kecokelatan yang indah, hidung mancung dengan garis tegas terpahat sempurna di wajah tirusnya itu, ohh dan jangan lupa dengan bibir bulat berwarna pink miliknya. Segala yang ada dibagian tubuhnya itu sudah sempurna bak patung para dewa Yunani.

“Jadi nona Byun, apa keluhanmu?” Suara beratnya mengalun indah seperti musik di telingaku.

“Aku sering melihat makhluk tak kasat mata dan itu membuatku dianggap aneh dan gila.” Ucapku pelan masih menikmati karya Tuhan yang sangat baik mempertemukanku dengan jodohku ini.

Dia mengangguk pelan dan mulai mencatat sesuatu di kertas putih. Semua yang dia kerjakan bagaikan slow motion dimataku, betapa sempurnanya dia. Ya Tuhan.

“Byun Sunhwa, seorang dokter di Seoul Medical Center, dan adik satu-satunya dari ahli waris Byun Tech corp. Aku tak mendapatkan hal aneh darimu selain kau melotot padaku sejak kau masuk ke ruanganku.” Ujarnya sambil terkekeh kecil. Bibir kecilnya itu harus diberi ciuman agar dapat berbicara lebih sopan -eh.

“Kau melihat apa saja di ruangan ini?” Tanyanya dengan wajah lebih menggoda, err maksudku wajah serius. Aku mempunyai ide cemerlang di otakku.

“Berikan nomor handphonemu dan aku akan menghubungimu nanti ketika aku harus konsultasi denganmu lagi. Aku sangat sibuk kau tau.” Cerocosku dan membuatnya tersenyum kecil. What The F- apa dia manusia? Dia berdiri lalu mengambil sesuatu di lemari yang berada agak jauh dari tempat kami saat ini.

“Itu kartu namaku. Terimakasih. Silahkan pergi, waktumu habis.” Ucapnya sambil memberikanku sebuah kartu. Aku tak melihat hantu disini karena fokusku hanya pada psikiater ini. Walau ucapannya kasar aku tetap menyukainya. Aku harus mendapatkannya. Bila perlu aku datang ke Rumah Sakit Jiwa ini setiap hari sepulang kerja. Hahahah.

Aku berbalik sambil tersenyum dan melupakan bahwa aku diusir oleh Psikiater yang kuketahui bernama Oh Sehun itu. Pesonanya mengalihkanku padanya hingga aku tak dapat melihat hantu-hantu itu. Ketika aku menatap bangku sofa dibelakangku aku menemukan beberapa wanita yang menurutku bukan manusia. Aku tersenyum sambil berbalik lagi menghadap Oh Sehun dan menarik kerah jas putihnya agar mendekat padaku.

“Kau tau beberapa hantu wanita bahkan menyukaimu dan mengikutimu kemanapun.” Bisikku dan merasakan tubuhnya menegang. Aku meninggalkannya sambil tersenyum menang. Aku mulai berambisi untuk mendapatkan cinta dari Tuan Sombong Oh Sehun yang tampan ini.

TBC

Terimakasih sudah baca Fanfic ga je ini hahahah.

Like and coment Juseyo~

FF ini udah di publish di wattynya author wkwk @hiyashinsu promo dikit gapapa kan BHAQ

See Next Chap

8 thoughts on “[EXOFFI FACEBOOK] Oh My Psychiatrist (Chapter 1)

  1. Org yg bisa liat hantu kadang kerepotan juga karna ulah” mereka (hantu)..^^v
    “Orang-orang menganggapku aneh dan gila. Bahkan sahabatku sendiri menganggapku gila.” bener juga tuh ya^^

    Iihh., seruu euyy.. Sehun oppa emg gantengnya kebangetan sih, hantu aja pada banyak yg suka..wkwkwkwk

    Nex kakk ditunggu klanjutannya^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s