[EXOFFI FACEBOOK] Star Light (Oneshot)

13728892_1026948284089222_7203853355418240800_n

 

Title : Starlight

Author : Sellafeb (@sellafeb)

Cast :Zhang Yixing (EXO) | Kang Seulgi (Red Velvet)

Genre :Romance, Angst, Sad

Length : Oneshot

Rating : G

HAPPY READING~

Aku melihat cahaya bintang yang indah saat bersamamu. –Kang Seulgi.

Cahaya bintang yang sebenarnya adalah kau. –Zhang Yixing.

 

*****

“Kau akan kembali ‘kan?Kau berjanji padaku bukan?”Mata bulat Seulgi menatap mata pria didepannya.

Pria itu menggapai pipi Seulgi, kemudian mengelusnya lembut, “Apa aku pernah berbohong padamu? Tidak ‘kan? Percayalah padaku, Seulgi-ya.”Pria itu masih mengucap dengan aksen China yang kental.

“Oppa, kau akan pulang ke kampung halamanmu dan aku tidak tahu apa yang kau lakukan disana. Zhang Yixing, kau akan kembali ‘kan?” Seulgi kembali memastikan.

Pria asal China yang ada didepannya ini mengangguk dengan mantapnya, “Tentu saja.Saat aku kembali, kau akan melihat keluargaku, dan kau tahu apa artinya?”Yixing menatap lekat Seulgi sambil memegang erat telapak tangan gadis itu.

Seulgi diam sambil menatap Yixing, “Kau tidak tahu?” Tanya Yixing, kemudian Seulgi mengangguk.

“Aigoo, kau polos sekali.”Yixing mengacak-acak rambut Seulgi asal, “Aku akan melamarmu, Kang Seulgi.Kau akan menikah dengan pria berdarah China ini, Zhang Yixing.” Yixing tersenyum begitu manis.

Seulgi masih menatap Yixing, lama-kelamaan senyumnya merekah, Seulgi memeluk Yixing erat.Yixing tersenyum, kemudian membalas pelukan hangat kekasihnya itu.

“Kau senang?” Tanya Yixing.

“Sangat senang.”Seulgi begitu bersemangat.

Yixing melepas pelukannya, kemudian memegang erat kedua lengan Seulgi, “Tunggu aku! Aku akan kembali ke Korea untukmu. Aku berjanji.”Yixing menatap mata Seulgi dengan penuh cinta.

Mata Seulgi berair, Yixing langsung mengelus lengan Seulgi, “Jangan menangis!Hanya aku yang boleh melihatmu menangis, kau mengerti?”Seulgi mengangguk.

Pemberitahuan dari petugas Airport terdengar, pesawat yang hendak membawa Yixing terbang ke China sudah waktunya berangkat.Yixing dan Seulgi saling menatap, “Aku pergi.Jaga dirimu, Seulgi-ya.”Yixing pamit.

Seulgi menatap punggung Yixing yang terus berjalan menjauh darinya, “Oppa!”Suara Seulgi terdengar di telinga Yixing, pria itu langsung menatap Seulgi.

Seulgi berlari menghampiri Yixing, kemudian memeluknya erat.Yixing hanya tersenyum karena ini, “Apa kau begitu mencintaiku?Seulgi-ya, aku hanya pergi 3 hari.”Seulgi langsung menatap sengit Yixing.

“Apa menurutmu 3 hari itu waktu yang sebentar?Tidak melihatmu sehari saja sudah membuatku bosan.”Seulgi mempoutkan bibirnya.

Yixing mencubit gemas pipi Seulgi, “Aku akan selalu mengabarimu agar kau tidak bosan.” Ujar Yixing.

“Janji?”Seulgi mengangkat kelingkingnya didepan Yixing.

Yixing menautkan kelingkingnya pada kelingking milik Seulgi, “Janji!Seorang pria sejati pasti menepati janjinya.Tenang saja!”Yixing membanggakan dirinya sendiri.

Seulgi mendecak kesal, “Terserah padamu saja.Yang paling penting adalah aku bisa melihatmu kembali dengan selamat ke Korea. Jaga dirimu! Dan juga, jaga matamu, Zhang Yixing!”Seulgi memperingatkan Yixing dengan telunjuk tajamnya.

Yixing tertawa kecil, “Aku mengerti, Nona Kang.”

Seulgi terus menatap intens wajah Yixing, pria itu merasa heran, “Kenapa menatapku seperti itu?”Heran Yixing.

“Entahlah, hanya saja aku ingin terus melihatmu.”Suara Seulgi terdengar begitu lembut di telinga Yixing.

Yixing mengelus pipi Seulgi lembut, “Kau bisa terus melihatku saat aku kembali ke Korea lagi, jangan khawatir!” Ucap Yixing.

Seulgi mengangguk, “Pergilah!” Ujar Seulgi.

Yixing mengangguk.Sebelum pergi, Yixing mendaratkan bibirnya tepat di dahi Seulgi lembut, kemudian memeluk kekasihnya itu erat, “Aku pergi.”Pamit Yixing sambil melambaikan tangannya.Seulgi membalas lambaian itu sambil tersenyum.

Perlahan tubuh Yixing sudah tak terlihat.Seulgi menghela napasnya.

Begitu senang saat aku melihatmu, Oppa. Cepat kembalilah! Bahkan aku sudah merindukanmu saat ini. –Batin Seulgi.

 

*****

 

Seulgi mengendarai mobilnya dengan tenang. Tiba-tiba ponselnya bordering, ia tersenyum saat melihat nama yang tertera disana. Seulgi langsung memasang headset-nya dan menaruh ponselnya itu lumayan jauh darinya.

Seulgi mengangkat telepon itu, “Annyeong~” Suara pria yang manis itu terdengar dari headset-nya.

“Apa kau sampai dengan selamat?” Tanya Seulgi.

“Eum.Baru sehari saja, aku sudah merindukanmu.” Gombal Yixing.

Seulgi tertawa kecil, “Aku juga.Bagaimana kabar keluargamu?”

“Mereka baik-baik saja.Selama aku pergi, jaga dirimu dan jangan sampai sakit.”

“Aku mengerti.Aku tutup dulu, aku sedang menyetir. Aku akan telepon balik kalau aku sudah sampai kantor.” Ujar Seulgi.

“Berhati-hatilah!”Yixing memutuskan sambungan telepon mereka.

Seulgi langsung melepas headset-nya dan melemparnya begitu saja ke kursi mobilnya yang lain. Dia kembali fokus menyetir.Tiba-tiba ponselnya bordering lagi, Seulgi melihat ponselnya dan itu adalah telepon dari rekan bisnisnya.Ia mencoba menggapai ponselnya, tapi tak kunjung dapat. Ia juga mencoba menggapai headset yang ia lempar sebelumnya, tapi hasilnya nihil.

Disaat yang sama terdengar suara sirine mobil polisi, Seulgi yang kaget langsung melihat ke depan. Betapa kagetnya dia saat melihat sebuah mobil oleng dengan kencang disisi depan mobilnya. Mobil kejaran polisi itu menabrak mobil Seulgi sampai terguling di jalan.Ironisnya tubuh Seulgi yang berlumuran darah karena itu.

Di China, kamar dimana Yixing tinggal, Yixing menatap bingkai fotonya bersama Seulgi yang pecah dilantai. Yixing menatap nanar kaca bingkai yang pecah itu berserakan di lantai kamarnya.Yixing menghela napasnya, kemudian membersihkan pecahan kaca itu.Jarinya tak sengaja tergores, darahnya terjatuh tepat di wajah Seulgi di foto itu.Yixing punya firasat yang buruk.

Yixing menggelengkan kepalanya, “Tidak mungkin terjadi apa-apa.Aku baru bicara dengannya beberapa menit lalu.Tenangkan dirimu, Zhang Yixing.”Yixing menghapus firasat buruk yang terus melayang di pikirannya.

Sementara itu, orang-orang mengerubungi TKP dimana Seulgi kecelakaan.Banyak orang yang tidak tega saat melihat tubuh penuh darah milik Seulgi dikeluarkan dari mobilnya dan dimasukan ke dalam ambulan.

Petugas kesehatan didalam ambulan berupaya menyelamatkan nyawa Seulgi. Petugas itu memasang alat bantu pernapasan pada Seulgi. Sementara itu, Yixing tengah menunggu telepon dari Seulgi dengan hati yang tidak tenang.

“Seulgi-ya, kau bilang ingin telepon balik, kenapa kau tak kunjung meneleponku?”Yixing menatap ponselnya, kemudian menatap bingkai fotonya bersama Seulgi yang pecah dilantai tadi.

Kembali pada Seulgi, saat sampai di Rumah Sakit, ambulan itu langsung mengeluarkan Seulgi dan melarikannya ke UGD.Seorang petugas kesehatan yang mengantar Seulgi ke Rumah Sakit memberikan ponsel Seulgi pada seorang perawat.

“Tolong telepon keluarganya!”Pintanya.

Perawat itu mengangguk, kemudian menekan lama tombol nomor 1 di ponsel Seulgi, itu adalah nomor telepon Yixing.Telepon itu masuk di ponsel Yixing, Yixing langsung menatap ponselnya dengan gembira.

“Aku tahu tidak akan ada hal yang buruk terjadi padamu.”Yixing langsung mengangkat telepon itu.

“Kenapa meneleponku lama sekali, Seulgi-ya?Aku khawatir.”Yixing menempelkan ponslenya di telinganya.

“Maaf, Tuan. Apa Anda kerabat gadis yang memiliki ponsel ini?”

“Anda siapa?”Heran Yixing.

“Gadis yang memiliki ponsel ini kecelakaan beberapa saat lalu, sekarang ia ada di Rumah Sakit Mirae.” Suara perawat itu terdengar di telinga Yixing yang memerah seketika.

Yixing menjatuhkan dirinya di ranjang miliknya, perlahan air matanya menetes dan isakannya terdengar menyedihkan.Yixing mengepal tangannya kuat, kemudian memukul keras ranjangnya.

“Kenapa ini terjadi?Kenapa?” Racau Yixing.

 

*****

 

Dengan paniknya Yixing yang baru menginjakan kakinya di Korea, langsung pergi ke Rumah Sakit Mirae.Yixing sampai di Rumah Sakit itu dan melihat orang tua Seulgi yang terduduk lemah di kursi tunggu.Yixing tidak dapat menahan air matanya.Air mata itu turun dengan deras dipipinya.

Yixing menghampiri orang tua Seulgi dengan langkah lunglai, “Eomeoni, Abeonim…” Suara parau Yixing terdengar di telinga orang tua Seulgi, mereka semakin tidak bisa menahan tangis saat melihat Yixing, Eomma Seulgi langsung memeluk erat Yixing, “Yixing-ah, bagaimana ini? Seulgi… Bagaimana dengan putriku?” Tangis Eomma Seulgi.

Yixing menepuk-nepuk bahu Eomma Seulgi, “Aku juga tidak percaya ini. Tapi aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Percayalah, Eomeoni.” Yixing menenangkan.

Appa Seulgi hanya bisa menangis sambil menunduk.Ini adalah situasi yang sangat buruk untuk mereka.Seulgi yang merupakan putri satu-satunya bagi mereka kini tengah dalam masa kritis. Entah akan hidup atau mati.

 

*****

 

Dokter keluar dari ruang operasi.Yixing dan orang tua Seulgi langsung menghampiri Dokter itu dengan wajah penuh harapan.

“Operasinya berjalan lancar.” Yixing dan orang tua Seulgi tersenyum, “Tapi…” Dokter itu menggantungkan kata-katanya dan membuat mereka bingung.

“Tapi apa, Dok?” Tanya Yixing.

“Kami tidak bisa menyelamatkan matanya.”Yixing membeku saat mendengar itu, sedangkan Eomma Seulgi terjatuh dilantai, Appa Seulgi langsung memeluk erat istrinya yang menangis itu.

Wajah pucat Yixing terlihat sangat menyedihkan, perlahan air matanya mengalir.

“Benturan keras di kepala belakangnya dan pecahan kecil kaca mobil adalah penyebab kebutaannya.Kami tidak bisa membantu banyak, mohon maaf.” Tutur sang Dokter.

“Jadi… Putriku tidak bisa melihat lagi?” Eomma Seulgi menatap nanar sang Dokter.

Sang Dokter menunduk lemah, pertanyaan sederhana itu membuatnya terpukul.Sang Dokter pun merasa sedih karena tidak bisa menyelamatkan mata berharga Seulgi.

Saat melihat wajah sang Dokter yang tak bisa berbuat banyak untuk putrinya, Eomma Seulgi langsung menangis. Dia merasa sangat tersakiti, tapi dia tidak bisa menyalahkan sang Dokter karena Beliau sudah berusaha.

Eomma Seulgi memukul-mukul dadanya yang sesak.Appa Seulgi hanya bisa menenangkan istrinya.

Sementara itu, Yixing bergerak menuju dinding dengan kaki yang gemetar, pria itu langsung menempelkan telapak tangannya di dinding untuk menopang tubuhnya yang lemah. Setelah itu, punggungnya tertempel di dinding, dia menyeret punggung menyedihkannya di dinding itu sehingga ia terduduk di lantai.

Yixing menundukan kepalanya frustasi, kemudian menatap ruang operasi. Air mata Yixing terus jatuh saat mengingat bagaimana manisnya senyum Seulgi yang ia lihat sebelum terbang ke China beberapa hari lalu.

Masih teringat jelas di memorinya saat melihat lambaian tangan ceria milik Seulgi waktu itu. Kecupan hangat yang ia luncurkan di dahi Seulgi pun jadi memori tak terlupakan.

Seulgi-ya, apa kau baik-baik saja di ruangan dingin itu? Aku akan menemanimu, aku berjanji. –Batin Yixing.

 

*****

 

Yixing menatap Seulgi yang terduduk di ranjang Rumah Sakit dengan mata yang masih dibalut kain kasa.Yixing menundukan kepalanya.Seulgi menyadari keberadaan seseorang.

“Oppa?Apa itu kau?”Suara Seulgi terdengar.

Yixing langsung menatap Seulgi, “Apa kau ada disini?” Tanya Seulgi.

“Eum, aku disini.”Yixing langsung berdiri disamping ranjang Seulgi.

Seulgi melayang-layangkan tangannya untuk mencari keberadaan Yixing, dengan cepat Yixing langsung menggenggam erat tangan Seulgi.Senyuman Seulgi terukir di bibirnya.

“Aku tidak bisa melihatmu karena kain ini.Setelah kain ini dilepas, aku bisa melihatmu sepuasnya.Mereka bilang hari ini adalah hari pelepasan kain ini.Aku bahagia.”Tutur Seulgi polos.

Yixing menahan isakannya, dadanya sesak karena menahan isakannya.Yixing memegang dadanya sambil terus menangis.Telinga gajah Seulgi mendengar isakan itu.

“Oppa, kau menangis?Kenapa?”Heran Seulgi.

Tangan Seulgi menggenggam erat tangan Yixing, “Oppa, kenapa kau menangis?Ada apa?” Tanya Seulgi.

“Tak apa. Aku hanya… Bahagia.” Dusta Yixing.

“Ah… Kau bahagia karena kita bisa saling bertatap lagi?Seperti itu?” Canda Seulgi.

“Eum, aku bahagia.”Yixing masih menahan isakannya.

Maafkan aku, Seulgi-ya. –Batin Yixing.

 

*****

 

“Dokter, kenapa gelap sekali?Apa Anda mematikan lampu?”Kain kasa yang membalut kedua mata Seulgi telah terlepas, Seulgi yang polos menanyakan hal itu, tapi semua bungkam, Eomma-nya tengah menahan tangisnya sekarang.

Yixing berdiri didekat pintu sambil menangis, dia menatap nanar Seulgi yang tak berdaya karena kegelapan ini.

Seulgi menggapai tangan Eomma-nya, “Eomma, tolong nyalakan lampunya!Kenapa disini gelap sekali?”Eomma-nya tidak bisa menahan tangisnya, isakan wanita paruh baya itu terdengar di telinga Seulgi.

“Eomma, kenapa menangis?Ada apa?”Dengan polosnya Seulgi menanyakan itu.

Seulgi terlihat berpikir, “Nona Seulgi… Sebenarnya…” Sang Dokter pun tak sanggup memberitahu hal ini pada Seulgi.

Seulgi menggelengkan kepalanya cepat, “Tidak mungkin.Ini tidak mungkin terjadi padaku, mustahil.Tidak mungkin!”Perlahan air matanya jatuh.

“Kecelakaan itu menyebabkan…”

Seulgi menutup kedua telinganya sambil terus menggeleng, “Jangan katakan apapun, Dokter!Aku tidak mungkin buta, tidak mungkin.”Seulgi menyela perkataan Dokter.

Yixing menutup mulutnya dengan punggung tangannya agar tak terdengar isakannya.Yixing menatap lemah Seulgi yang meracau di ranjangnya.

“Aku mohon jangan bercanda, Dokter.Apa Anda benar-benar sudah melepas kain di mataku?Aku tidak buta ‘kan?”Seulgi meraba matanya yang tidak terbalut kain itu.

Seulgi menggelengkan kepalanya, “Tidak mungkin.Bagaimana bisa ini terjadi?Tidak mungkin.”Racaunya.

 

*****

 

Yixing menatap Seulgi yang duduk diatas ranjangnya sambilterus menangis.Seulgi bisa merasakan kehadiran Yixing tanpa melihat.Yixing menatap Seulgi dalam diam.

“Aku tahu kau disini.”Mulut Seulgi mengucap.

Yixing menghampiri Seulgi, kemudian menggenggam tangannya erat, tapi Seulgi melepas tangan Yixing cepat. Yixing menatap heran Seulgi, “Seulgi-ya…” Seulgi menatap kosong ke depan, gelap dan gelap, hanya itu yang terlihat.

“Hanya tinggalkan aku, Oppa.Pria sepertimu tidak sepantasnya berkencan dengan gadis buta sepertiku.Aku mohon menjauhlah, kau akan menderita.” Lirih Seulgi.

Yixing membelalakan matanya, “Kau ini bicara apa, huh? Hentikan, Kang Seulgi!” Ujar Yixing.

“Itu semua kenyataan, Oppa. Pergilah! Kau tidak mungkin menikahi gadis buta sepertiku ‘kan?Kau akan menderita jika bersamaku, maka dari itu aku menyuruhmu menjauh.”

Yixing menggelengkan kepalanya cepat, “Tidak pernah terlintas di pikiranku untuk meninggalkanmu, Seulgi-ya.Aku mohon percayalah.” Yixing menghapus air mata di pipi Seulgi.

“Aku tidak ingin kau menderita…”

“Hentikan omong kosongmu!Aku tidak pernah menderita saat bersamamu dan tidak akan pernah sekalipun.”Yixing menyela perkataan Seulgi, kemudian memeluknya erat.

“Aku akan selalu bersamamu, aku berjanji.”

 

*****

 

Seulgi menggerakan tongkatnya ke kanan-kiri. Dia berjalan seorang diri mengelilingi taman Rumah Sakit. Merasa lelah, gadis itu langsung duduk di bangku taman yang ia temukan dengan tongkatnya.

Seulgi memijat kakinya yang pegal, kemudian menghela napasnya.Dia terdiam sekarang.Tak lama kemudian dia tertawa kecil, kemudian tersenyum kecut, “Dia benar-benar patuh.Setelah aku menyuruhnya menjauh, dia benar-benar menjauh.Seperti di telan bumi.Akan selalu bersamaku, apanya?Omong kosong.”Perlahan air mata Seulgi jatuh di pipinya.

“Dia benar-benar meninggalkanku sekarang karena sudah sadar akan menderita bersamaku? Pria pintar! Itu keputusannya, sekarang aku mengerti.”Seulgi menghela napasnya kasar.

 

*****

 

Seulgi bersiap untuk berkemas karena sudah sekitar 2 minggu berada di Rumah Sakit.Selama 10 hari ini Seulgi tak kunjung mendengar kabar Yixing.Memang benar, pria itu seperti ditelan bumi, karena tak kunjung datang saat kekasihnya yang bahkan bisa disebut sebagai calon istrinya itu sakit.

Dokter masuk ke dalam ruang inap Seulgi, “Sepertinya Yixing memang ditelan bumi.”Seulgi menekuk wajah cantiknya.

Sang Dokter menatapnya, kemudian menghela napasnya.Dokter itu menghampiri Seulgi dan orang tuanya.Mereka saling membungkuk, “Sepertinya kalian harus lebih lama disini.” Ucap sang Dokter.

“Apa maksud Anda, Dok?”Heran Appa Seulgi.

“Seulgi bisa melihat lagi, ada yang bersedia memberikan matanya untuk Seulgi.”

Semua orang yang mendengar itu membelalakan mata mereka.Perlahan senyum Seulgi merekah.

“Syukurlah.Terima kasih, Tuhan.”Eomma Seulgi tak bisa menahan air mata bahagianya.

Seorang pria menatap mereka dari luar pintu kaca ruang inap itu, pria itu adalah Zhang Yixing, “Aku harap operasinya lancar, Seulgi-ya.Aku bahagia.”Yixing tersenyum.

“Besok adalah harinya.Bersiaplah, Seulgi-ssi.”Sang Dokter menatap Seulgi.

“Baiklah.”Seulgi membalas itu dengan semangat.

Sementara itu, Yixing melangkah pergi dari sana.

“Kalau begitu aku permisi.”Sang Dokter keluar dari ruang inap Seulgi.

Dokter itu melihat punggung Yixing yang menjauh, kemudian menatap Seulgi sebentar.Dokter itu mengejar Yixing, “Yixing-ssi!”Panggilnya.

Yixing langsung berbalik.Dia tersenyum, kemudian membungkuk pada Dokter, “Kau tidak mau menemui Seulgi?” Tanya sang Dokter.

Yixing menggeleng, “Dokter, tolong lancarkan operasinya!Tolong lakukan yang terbaik!”Pinta Yixing, “Aku permisi.” Yixing membungkuk, kemudian pergi dari sana.

“Dasar keras kepala!” Gerutu sang Dokter sambil menatap punggung Yixing.

 

*****

 

Seulgi sudah terbaring diatas ranjangnya, dia sudah berada didepan ruang operasi.Eomma-nya ada disampingnya, “Eomma, apa Yixing Oppa tidak datang?Eomma tidak memberitahunya tentang operasiku?” Tanya Seulgi.

Eomma Seulgi menatap seorang pria yang terbaring diatas ranjang tepat disamping Seulgi, pria itu adalah Yixing.Yixing menempelkan telunjuknya di bibirnya, mengisyaratkan Eomma Seulgi untuk tetap diam. Wanita paruh baya itu meneteskan air matanya.Yixing menatapnya sambil tersenyum.Bibir mengucap ‘jangan menangis’ tanpa bersuara.

“Eomma… Kau mendengarku?”

“Eum, aku disini.”

“Apa Yixing Oppa tidak ada disini?”Tanya Seulgi lagi.

Lagi-lagi Eomma Seulgi menatap Yixing, pria itu tetap teguh pendirian untuk tutup mulut, “Dia tidak ada disini.”Setelah berucap, air mata Eomma Seulgi semakin deras.

“Begitukah?Aku merindukannya.”Yixing menatap Seulgi, kemudian meneteskan air matanya.

Dokter menatap wajah kedua insan didepannya ini.

Cinta mereka begitu besar satu sama lain. Disatu sisi, Seulgi ingin Yixing menjauh darinya agar Yixing tidak menderita. Tapi disisi lain, dia tidak ingin jauh dari Yixing. Pria itu, Zhang Yixing, dengan relanya memberikan matanya untuk kekasih yang ia cintai itu. Ini pertama kalinya aku berhadapan dengan kasus seperti ini. –Batin Dokter.

 

*****

 

Seulgi melewati setiap lantai Rumah Sakit, gadis itu sampai di ruang Dokter yang mengoperasinya.Ia masuk kedalam. Mereka tersenyum satu sama lain, Seulgi menaruh bunga di meja Dokter itu.

“Terima kasih telah menyelamatkanku, Dokter.Kau memang yang terbaik.”Seulgi mengacungkan jempolnya.

“Bukan aku, jangan berterima kasih padaku!”Sang Dokter menggelengkan kepalanya.

“Ah, kau benar. Pendonor itu… Siapa dia?” Tanya Seulgi.

“Kau sangat mengenalnya.Sebenarnya aku tidak diperbolehkan untuk memberitahu identitasnya.” Tutur sang Dokter.

“Aku mengenalnya?Siapa?”Seulgi penasaran.

“Kau bahkan tidak menyadarinya?Dia bukannya meninggalkanmu ataupun ditelan bumi.Dia ada disisimu setiap hari.Bahkan dia menemanimu kesini lewat matanya yang sudah menjadi milikmu itu.Dia lebih dari kekasih sejati, Seulgi-ssi.”Sang Dokter menatap lekat Seulgi.

Seulgi mematung, perlahan air matanya menetes, “Yixing… Yixing Oppa… Dia adalah pendonornya?”Sang Dokter mengangguk.

Seulgi jatuh di lantai dan menangis.Sang Dokter menghela napasnya, kemudian menghampirinya dan menepuk-nepuk bahu Seulgi.

“Gadis bodoh!Dasar bodoh kau, Kang Seulgi!”Seulgi merutuki dirinya sendiri.

 

*****

 

Yixing tinggal di Villa-nya di Seoul.Aku mengatakan ini karena mungkin kau penasaran dimana dia sekarang.

Perkataan Dokter itu terus melayang dipikiran Seulgi.Seulgi menambah kecepatan mobilnya. Setelah beberapa menit, ia sampai di Villa milik Yixing. Pemandangan disini sangatlah indah dan udaranya pun sangat sejuk di musim semi ini.

Seulgi mengelilingi taman Villa ini usai bertanya keberadaan Yixing pada penjaga Villa. Seulgi menangkap sosok yang ia cari dengan mata elangnya. Yixing tengah duduk di hamparan rumput tak jauh dari Seulgi berdiri. Mata Yixing menatap kosong ke arah depan. Tanpa disadari, air mata Seulgi menetes.Gadis itu menundukan kepalanya.

“Mianhae, Oppa…” Lirih Seulgi.

Seulgi berjalan mendekati Yixing, langkah pelannya terasa di telinga Yixing, “Siapa itu?Apakah Bibi pelayan?Terima kasih sudah mengantar buahnya, Bibi.”Yixing berdiri, kemudian mencari tongkatnya.

Seulgi mengambil tongkat itu, kemudian menggapai tangan Yixing dan memberikannya.Yixing tertegun.

“Sentuhan ini… Tidak mungkin.”Gumam Yixing pelan.

“Kenapa kau membuatku menjadi gadis yang jahat?”Seulgi menatap Yixing yang bahkan tak menatapnya.

Yixing membelalakan matanya, “Seul… Seulgi?” Gagap Yixing.

“Kenapa kau membuat dirimu lebih menderita, Oppa?Wae?” Racau Seulgi.

Yixing menggerakan tangannya untuk mencari keberadaan Seulgi, gadis itu menggapai tangan Yixing, “Jangan merasa berhutang padaku!Ingat itu, Seulgi-ya!” Ucap Yixing.

Seulgi melepas gapaian tangan Yixing, “Bagaimana bisa seperti itu, Oppa?Aku bukan gadis gila.Kau merelakan matamu untukku, apa aku bisa diam saja?” Kesal Seulgi.

“Seulgi-ya, aku tidak ingin kau menderita.Aku hanya ingin kau melihat matahari dan cahaya bintang lagi.Hanya itu.” Tutur Yixing.

“Lalu bagaimana denganmu?Kau merasa senang sekarang?”

“Kau adalah cahaya bintang yang sebenarnya untukku.Saat kau disisiku, kau bisa menjadi mataku.Itu akan membuatku senang.”Tutur Yixing lembut.

Seulgi langsung memeluk Yixing, “Pria bodoh!Kenapa kau melakukan ini padaku?”Isakan Seulgi semakin menjadi.

“Karena aku mencintaimu.”

 

 

 

FINISH~

 

KOMEN JUSEYO~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s