[EXOFFI FREELANCE] Comeback (Oneshot)

2016-02-22 21

Tittle : Comeback

Author : Kaito ArBii

Length : Oneshot

Genre : School-life, romance

Rating : PG-17

Main cast : Oh sehun EXO ; Viola Park (OC)

Additional Cast : Park Chanyeol EXO & Byun Baekhyun EXO

Summary : “Apa… dia Oh Sehun-ku? Tapi selama berjalan dikoridor tadi, semuanya bilang kalau Oh Sehun itu sangat tampan. Dalam ingatanku, Sehun-ku dulu tak begitu tampan.”

Disclaimer : Murni karya ku J. Belum pernah di publish dimanapun. Jadi kalo ada kesamaan alur itu adalah ketidaksengajaan. Dan ini adalah ff pertama kuuu… ditunggu kritik dan sarannya!!

.

.

~Viola Park Side~

Kalau saja aku tak mencuri mendengar obrolan teman sekelasku, mungkin aku akan tak acuh dengan murid baru yang langsung popular itu. Aku sebenarnya sangat tak suka dengan murid popular, tapi mendengar apa yang orang-orang bicarakan akhir-akhir ini membuatku sedikit terganggu.

“Ya! Kau sudah lihat murid pindahan bernama Oh Sehun itu? Tampan sekali dia…”

“Oh Sehun itu, aku tadi berpapasan dengannya saat dikantin, dia benar-benar malaikat yang dikirimkan tuhan di sekolah ini.”

“Benar-benar tampan murid baru bernama Oh Sehun itu. Bagaimana bisa ada orang dengan wajah yang begitu sempurna?”

“Menurutku, Oh Sehun itu lebih tampan daripada Baekhyun sunbae ataupun Chanyeol sunbae sekalipun.”

Oh Sehun. Nama itu mengingatkanku pada seseorang dimasa laluku. Seseorang yang menghilang begitu saja ketika aku kelas 4 sekolah dasar. Seseorang yang sangat berarti untukku. Seseorang yang menjadi sumber keberanian dan kepercayaan diriku. Hari itu dia menghilang. Dengan hilangnya dia, hilang pula seluruh keberanian dan kepercayaan diri yang kupunya.

Sekarang, tiba-tiba ada seorang murid baru bernama Oh Sehun juga. Apa… dia Oh Sehun-ku? Tapi selama berjalan dikoridor tadi, semuanya bilang kalau Oh Sehun itu sangat tampan. Dalam ingatanku, Sehun-ku dulu tak begitu tampan. Tapi dia sangat baik, pada semua orang. Terutama pada ku.

Hari ini aku ingin memastikan murid bernama Oh Sehun itu, Sehun-ku atau bukan. Setelah beberapa minggu bosan mendengar orang-orang memujanya bak dewa. Dan itu artinya aku sedang menuju ke kantin yang ku benci. Kenapa? Karena ksering sekali ketika aku berniat makan di kantin ada saja yang iseng menjegal kakiku sampai makanan yang kubawa tumpah berhamburan dan ditertawakan seluruh penghuni kantin.

Tapi hari ini aku tak mau mempermalukan diriku lagi. Aku tak masuk ataupun membeli apapun dikantin. Aku hanya berdiri di pintu kantin dan mencari dengan mataku dimana murid bernama Sehun itu duduk. Karena dia sudah popular, kupastikan dia duduk bersama Chanyeol sunbae dan Baekhyun sunbae. Jadi aku tinggal mencari dua sunbae kebanggaan Seoul Senior High School ini.

Mereka disana, duduk dimeja yang tak begitu jauh dari tempatku berdiri. Hanya berjarak tiga meja saja. Dari sini aku bisa melihat dengan jelas seorang namja duduk diantara Chanyeol sunbae dan Baekhyun sunbae. Pasti itu yang katanya Oh Sehun. Dia memang sangat tampan, benar yang ku dengar di koridor kalau Sehun itu lebih tampan dari Chanyeol sunbae yang dinobatkan sebagai namja tertampan di Seoul High School. Dia bagaikan ciptaan Tuhan yang paling sempurna yang pernah ada.

Kelihatannya dia terlalu tampan kalau dibandingkan dengan Oh Sehun-ku berbekal ingatanku ketika kecil itu. Ah.. aku buang-buang waktu saja sampai mengintipnya seperti ini. Apa aku masih berharap kalau Sehun-ku akan muncul lagi didepanku? Buang harapanmu itu bodoh!

Namun sialnya, ketika aku berbalik seseorang bertabrakan denganku hingga nampan yang dipegangnya jatuh dan kuah ramennya terpumpah ditanganku sebelum terbanting kelantai membuat keributan ditambah pemiliknya yang mulai meneriakiku.

“Ya!!!! Apa kau tak punya mata??! Aishh… bukan hanya makananku yang jatuh. Lihat!! Seragamku juga kena!!” mendengar teriakkannya semua yang di kantin langsung menoleh ke arahku. Bahkan tiga namja yang kuperhatikan tadi pun ikut menghentikan aktifitasnya.

Merutuki kebodohanku sekali lagi, aku hanya menunduk dan terus menggumamkan maaf pada gadis didepanku. Menahan rasa perih ditanganku yang terkena tumpahan kuah ramen aku berjongkok dan mulai membersihkan pecahan mangkuk dan gelas beserta sisa-sisa ramen yang berceceran dilantai.

Selalu seperti ini. Padahal sekilas kulirik tadi lencana yang dipakainya berwarna merah, yang artinya dia hoobae-ku. Tapi aku tetap tak bisa memarahinya kembali. Aku memang lemah sekali. Dan pengecut.

“oh ternyata sunbae. Bereskan sampai bersih ya..” kudengar suaranya yang mengejekku begitu sadar aku yang menabraknya. Aku selalu seperti ini. Terus jadi bahan bully-an disekolah. Padahal, aku bukan orang miskin ataupun pernah berbuat jahat sebelumnya. Aku hanya seorang gadis kikuk yang selalu terima saat diperlakukan buruk. Baik itu teman, sunbae ataupun hoobae-ku sekalipun. Menyedihkan sekali aku ya?

“ya! Bagaimana kau bisa seperti itu? Oh? Kau masih tingkat pertama? Kenapa kau berbicara begitu kasar pada sunbaemu? Bukankah dia sudah meminta maaf? Jahat sekali kau jadi orang!” kudengar suara seorang namja yang sepertinya membelaku.

Tunggu!! M-e-m-b-e-l-a-k-u?

Kuangkat pandanganku. Dan.. astaga!! Bukankah dia.. Oh Sehun?? Untuk apa dia memarahi gadis itu? Iish.. tambah membuatku malu saja! Gadis itu terlihat kaget dan malu melihat Sehun memarahinya.

“sunbae.. bangunlah! Kau tak perlu membersihkannya” ujar gadis itu padaku, mencolek bahuku menyuruhku berdiri.

“sekarang minta maaflah padanya!” ujar Sehun membuat gadis didepanku, aku bahkan seluruh penghuni kantin terkaget mendengarnya. Refleks aku melihat Sehun. Apa dia bercanda? Tak pernah ada yang minta maaf padaku selama ini.

“mwo? Bukankah dia memang harus meminta maaf sudah berbicara kasar pada sunbaenya?” ucapnya melihatku yang begitu kaget dengan ucapannya. Saat itu aku menyadari… tatapan mata itu…

“Sehun sunbae, kenapa aku harus minta maaf padanya? Dia yang salah padaku, seharusnya dia yang minta maaf. Bukan aku” ucapan gadis itu membuatku mengerjap lalu buru-buru menundukkan kepalaku. Oh tuhan, tatapan mata itu. Tatapan mata itu sama seperti Sehun-ku. Tatapan misterius, bersahabat dan jenaka diwaktu bersamaan. Apa…

“ya! Walaupun begitu tetap saja kau tak sopan pada sunbaemu. Cepat minta maaf” ucapan Sehun memutus lamunan singkatku.

“tsk. Sunbae, mianhae” uarnya terdengar sangat enggan. Aku hanya mengangguk sekilas sebelum gadis itu berlalu dengan kekesalannya.

“gwaenchana?” tanya Sehun padaku.

“ne. gwaenchana” sahutku singkat sambil menutupi tanganku yang terkena kuah ramen tadi. Sepertinya bertambah perih saja.

“ya, kemarikan tanganmu” suruh Sehun. Apa dia melihat tanganku yang tersiram? Kuulurkan tangan kananku yang baik-baik saja. Tapi ditepisnya tanganku. “satunya” sepertinya dia memang melihatnya.

“ani. Tak apa aku akan ke ruang kesehatan setelah ini” sahutku cepat tanpa menunjukkan tanganku. Tiba-tiba dua namja yang kutahu Chanyeol sunbae dan Baekhyun sunbae berjalan kearah kami.

“yaa… Sehun-ah.. seperti pahlawan saja kau ini. Apa kau tak sadar kalian menjadi pusat perhatian sedari  tadi?” ujar Chanyeol sunbae dan dengan santai merangkul pundak Sehun. Menyadarkanku kalau kami—aku, Sehun dan gadis tadi—benar-benar menjadi pusat perhatian.

“ya hyung.. sudah seharusnya kita sebagai manusia membantu yang lemah. Dan juga, kenapa tadi kalian juga diam saja?” protes Sehun pada dua hyung-nya itu.

“arasseo..arasseo.. terserah kau saja Sehun-ah..” tambah Baekhyun sunbae tak kalah santai. Uh.. lebih baik aku cepat-cepat pergi dari sini.

“aku permisi dulu..” ujarku lirih membuat tiga namja ini menoleh padaku.

“eoh, jangan lupa obati tanganmu diruang kesehatan” ujar Sehun kubalas dengan anggukan dan langsung berbalik meninggalkan mereka bertiga.

“ck ck ck, Sehun-ah.. aku dan Baekhyun popular karena sikap kami yang badboy. Tapi sepertinya kau akan popular dengan sikapmu yang sangat baik itu. Good boy, Angel kau tahu? Bahkan kau tak mengenalnya kan?”

“Chanyeol hyung, biar begitu dia juga anak tingkat dua. Berarti dia juga temanku hyung. Jangan bicara begitu walaupun aku tak mengenalnya…—”

Sekilas masih ku dengar obrolan mereka. Sehun itu. Sifat baiknya juga sama seperti Sehun-ku. Ah sudahlah.. lebih baik aku cepat-cepat ke ruang kesehatan. Tanganku bertambah perih saja.

~~~

Full Author Side

”—tapi hyung, kalian masih ingat tentang gadis teman masa kecilku yang sering kuceritakan itu?” tanya Sehun begitu Vio telah berlalu.

“wae? Aku sampai bosan mendengarnya” tanya Baekhyun sembari duduk di bangku terdekat mereka yang kebetulan kosong. Diikuti Sehun dan Chanyeol.

“aku merasa gadis tadi teman masa kecilku itu” jawab Sehun membuat Chanyeol dan Baekhyun menatapnya lama.

“waeee??” tanya Sehun yang terlihat risih dengan tatapan dua sunbaenya.

“kenapa kau bisa berpikiran seperti itu?” tanya Chanyeol tanpa ekspresi.

“entahlah, hanya firasat saja..” sahut Sehun ringan. “memangnya kenapa?” tanyanya melihat dua sunbaenya memandangnya dengan tatapan horror.

“mungkin kau tidak tahu karena kau anak baru disini Sehun-ah. Gadis tadi, walaupun kami tak tahu namanya tapi kami sering sekali melihat gadis itu jadi bahan bully-an murid-murid disini. Dia sama sekali tak pernah melawan. Marah pun tidak. Kami saja heran ada gadis yang begitu lemah dan penurut seperti dia. Dia sama sekali tak punya teman sejak bersekolah disini” ujar Chanyeol sunbae panjang lebar ditambah anggukan Baekhyun seakan menegaskan semua itu.

“dan kau tahu? Dari semua gadis yang begitu tertarik dengan kami. Hanya dia yang kulihat tak pernah memberikan tampang sumringahnya pada kami. Ya kan Yeollie??” tambah Baekhyun.

Sehun yang mendengarnya hanya mengangguk-angguk. “bukankah gadis kecil yang kau ceritakan itu tidak seperti itu?” tanya Chanyeol lagi.

“tapi hyung, terlepas dari cerita kalian yang bilang gadis itu selalu di bully. Vio memang gadis lemah sebenarnya, dia juga sangat penurut. Seingatku dia tak pernah menolak apa yang kuminta padanya. Dia juga tak pernah marah” ujar Sehun dengan tatapan menerawang.

“jadi nama gadis kecil itu Vio?” gumam Baekhyun.

“ya, namanya Viola Park. Dan hyung, aku ingat dulu Vio pernah bilang padaku. Satu-satunya hal yang dibencinya” ujar Sehun.

“apa itu?” tanya Chanyeol masih setia mendengarkan.

“anak popular” sahut Sehun singkat. “bahkan katanya dia sangat benci melihat murid popular di sekolah” tambahnya.

“waah.. Sehun-ah.. kurasa kau dalam bahaya..” ujar Baekhyun tiba-tiba. “wae??” tanya Sehun bingung.

“misalnya benar gadis kikuk tadi gadis kecilmu itu. Apa kau tak takut dibencinya? Sekarang kau itu murid popular tahu!” ucapan Baekhyun membuat Sehun diam seketika.

“ani. Kalau aku, dia tak mungkin membenciku” ujar Sehun lalu bangkit dan pergi meninggalkan Baekhyun dengan tatapan bingungnya dan Chanyeol yang tanpa ekspresi.

“Yeollie? Kenapa lagi anak itu?” tanya Baekhyun bingung.

“ya! Lain kali kalau kau bicara pikirkan dulu” ujar Chanyeol singkat. “memangnya kenapa?” tanya Baekhyun lagi dengan tampang polos.

“tsk! Dasar baby smurf! Coba kau jadi Sehun. Gadis kecil yang diceritakannya itu sepertinya cinta pertamanya. Dan kalau memang benar gadis tadi itu si Vio, kau bisa bayangkan bagaimana rasanya dibenci gadis yang kau sukai setelah sekian lama berpisah?” jelas Chanyeol sedikit kesal pada sahabatnya yang lemot.

“aah.. benar juga kau Yoda. Baiklah nanti ketika bertemu Sehun, aku akan minta maaf padanya” ujar Baekhyun menyadari kesalahannya namun tetap tak lupa membalas ejekan Chanyeol.

“kau ini, masih sempat mengejekku. Ayo kembali ke kelas, sebentar lagi masuk” gumam Chanyeol berdiri dari duduknya.

~~~

Setelah meninggalkan dua hyungnya. Sehun langsung menuju ruang kesehatan. Ucapan Baekhyun hyung tadi mengusiknya. Kalau memang benar gadis tadi adalah Vio. Sehun benar-benar tak ingin menjadi orang yang di benci oleh Vio.

Tidak ketika dia yang sudah begitu saja meninggalkan Vio tanpa pamit. Kembali tanpa memberi kabar. Dan menjadi salah satu dari orang-orang yang masuk list di benci oleh gadis itu. Bukan ingin Sehun juga pergi saat itu. Dan sekarang, Sehun sangat merindukan Vio. Gadis yang dulu selalu mengikutinya kemanapun Sehun pergi. Mengikuti semua yang diucapkan Sehun. Bahkan gadis yang tak pernah menampakkan wajah marah atau kesal ketika Sehun mengerjainya sedikit keterlaluan.

Begitu sampai didepan ruang kesehatan, Sehun ragu-ragu untuk masuk kedalam. Bagaimana jika gadis itu bukan Viola Park? Bukankah nantinya dia sendiri yang akan malu kalau dia salah orang?

“Viola Park-ssi, ingat untuk sering-sering mengganti kompres di tanganmu. Dan ini salep untuk tanganmu, oleskan setiap kau habis mandi dan akan tidur” terdengar suara seorang wanita dari dalam. Namun tak ada jawaban yang didengar Sehun. Malah dia mendengar suara langkah yang mendekat ke pintu. Cepat-cepat Sehun menyingkir dari situ dan bersembunyi.

Keluar seorang gadis dengan tangan dibalut perban berjalan melewatinya. ‘gadis tadi..’ ujar Sehun dalam hati. ‘yang kudengar tadi wanita didalam sana memanggilnya Viola Park, jadi dia benar Viola Park-ku’ ujar Sehun lagi dalam hati dan berjalan dibelakang gadis itu untuk mengetahui kelasnya. Ternyata kelas Vio bersebelahan dengannya. Dengan senyum terkembang, Sehun masuk ke kelasnya setelah melihat Vio masuk ke kelas.

Sepulang sekolah, Sehun mengabaikan ajakan Chanyeol untuk pulang bersama dan lebih memilih berjalan kaki mengikuti langkah gadis didepannya. Viola Park. Gadis itu masih mengusap-usap tangannya yang diperban. Semoga tidak melepuh dan meninggalkan bekas nantinya, doa Sehun dalam hati sambil terus memperhatikan tingkah Vio.

Mereka terus berjalan. Sehun dengan kenangan masa kecilnya yang masih terus memperhatikan Vio. Dan Vio yang terus mengusap tangannya tanpa sadar ada orang yang sedari tadi mengikutinya.

“hiks..hiks.. Sehun-ah, kau dimana? Bogoshippeo.. hiks..” sehun kaget mendengar suara isak tangis itu. Isak tangis dari Vio. Ternyata dia merindukanku.. gumam Sehun dalam hati.

“kau jahat Oh Sehun. Gara-gara kau aku jadi begini..” masih terdengar suara Vio ditelinga Sehun. Dia hanya tersenyum tipis, tidak menyangka dibilang jahat oleh Vio. Ya dia memang jahat sudah meninggalkan Vio disaat mereka sudah begitu dekat. Sangat dekat.

Melihat Vio yang menangis merindukannya dan mengatainya jahat membuat Sehun belum mau mengungkapkan jati dirinya. Dia malah mensejajarkan langkahnya dengan Vio dengan wajah ceria dan polos.

“hey, siapa yang kau katai jahat barusan?” ujar Sehun tiba-tiba membuat Vio terlonjak kaget. “apa umpatan tadi untukku?” tanya Sehun lagi, dalam hati tertawa melihat Vio menundukkan kepalanya dan terlihat semburat merah diwajah gadis itu.

“bu bukan untukmu Sehun-ssi.. maaf kalau perkataanku menyinggungmu..” ucap Vio lirih. Lagi-lagi merutuki kebodohannya menyebutkan nama Oh Sehun ditengah jalan seperti ini.

“lalu? Jelas-jelas tadi aku mendengar kau berkata ‘kau jahat Oh Sehun. Gara-gara kau aku jadi begini..’. kalau bukan untukku, untuk siapa itu? Apa ada Oh Sehun selain aku yang kau kenal?” lanjut Sehun sangat menikmati melihat Vio yang terlihat sangat malu disampingnya. Mereka terus merajut langkah.

“ya, dulu aku mengenal seorang namja jahat yang juga bernama Oh Sehun, sama sepertimu Sehun-ssi.. dia orang paling jahat yang aku kenal” Sehun kaget mendengar ucapan Vio dengan nada sangat dingin. Belum pernah dia mendengar Vio berbicara sebegitu dinginnya. Saat marah sekalipun.

“o-oh begitukah? Oh ya, aku belum tahu namamu. Siapa namamu?” tanya Sehun untuk menutupi rasa bersalah dan sedih saat ini.

“Viola Park imnida”sahut Vio masih dengan nada dinginnya. Entah kenapa, kejadian hari ini begitu membuatnya kesal. Dengan ditambah ada orang yang bernama Oh Sehun, membuatnya sangat merindukan namja itu sekaligus membuatnya sangat marah pada namja itu.

Sehun hanya terdiam mendengar suara Vio yang masih dingin. Tak jadi dilanjutkannya niat awal menyapa Vio. Sebenarnya tadi Sehun ingin menjahili Vio kemudian mengakui kalau dirinya Sehun, Oh Sehun yang sangat dirindukan Vio dan juga sangat merindukan Vio.

Tapi melihat suasana hati Vio, ciut tekadnya untuk memberitahu semuanya. Dia takut kalau Vio benar-benar membencinya dan tak mau bertemu dengannya lagi. Akhirnya mereka berjalan dengan kebisuan.

Setelah berjalan agak lama dalam diam, Vio tiba-tiba membelokkan jalannya memasuki sebuah rumah tanpa menoleh ataupun melirik Sehun sama sekali. Sehun hanya diam membiarkan Vio masuk kedalam rumahnya. Setelah Vio masuk dan menutup pintu, barulah Sehun meanjutkan langkahnya menuju rumahnya yang tak begitu jauh dari Vio.

Dan sebuah rencana berkelebat dikepalanya.

~~~

Kling-kling.

Lonceng yang tergantung didekat jendelanya tiba-tiba berbunyi. Vio menatapnya dengan heran. Lonceng itu dia gunakan untuk berkirim surat dengan Sehun ketika kecil dulu. Dan setelah Sehun pergi tak ada lagi yang mengiriminya surat dengan bunyi lonceng itu.

Yang tahu tentang surat lonceng itu hanya Vio dan Sehun. Dulu mereka gunakan itu agar tak tertipu saat pak pos datang mengantar surat. Dirumah Sehun pun ada. Tapi sejak Sehun pergi dan jaman yang terus berganti, kotak surat itu terlantar begitu juga lonceng dijendela kamarnya yang sudah berdebu.

Lalu, kenapa setelah sekian tahun benda itu terlantar, sekarang berbunyi lagi? Apa Sehun datang? Ah, tak mungkin. Lagipula kait yang menghubungkan kotak surat dan lonceng ini sudah Vio lepas dua tahun yang lalu. Dan yang tahu cara memasang dan melepasnya hanya Vio dan Sehun. Karena Sehun yang dulu membuatkannya.

Apaa… Sehun benar-benar datang? Dilihatnya jam ditembok kamarnya. Pukul 9 malam. Akhirnya Vio pergi keluar rumah setelah memakai jaket karena udara diluar sangat dingin.

Vio menatap tak percaya kotak pos didepan rumahnya. Kotak itu sudah bersih seperti dulu, dan kaitannya pun terpasang dengan rapi. Tidak seperti dirinya yang—walaupun pemiliknya—tidak pernah bisa memasangnya dengan sangat rapi. Hanya orang yang membuatnya sajalah yang bisa memasang serapi ini. Dan pembuatnya adalah Sehun.

Berarti Sehun benar-benar datang!! Senyum lebar langsung menghiasi wajah cantik Vio. Senyum yang sudah lama tak tampak diwajah Vio. Dengan semangat dibukanya kotak itu dan Vio melihat sebuah surat tergeletak dengan rapi disana. Diambilnya dengan perasaan bahagia, sedikit gemetar dan deg-degan saat Vio akan membuka surat dari Sehun. Ingat dari Sehun!! Seseorang yang selama ini ditunggunya dan dirindukannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Secepat kilat Vio berlari ke teras samping rumahnya. Jantungnya berdebar tak keruan. Akhirnya dia bisa bertemu Sehun. Teman masa kecilnya, sahabatnya, dan juga… cinta pertamanya.

Sesampainya disana, terlihat siluet tubuh seorang namja sedang duduk sebuah bangku. Jantung Vio seperti mau pecah rasanya. Menebak-nebak bagaimana rupa kawan lamanya itu.

“Sehun-ah?” panggil Vio. Memastikan kalau orang yang duduk disana itu memang Sehun-nya. Sosok itu menoleh pada nya. Tapi tetap gelap yang dilihat Vio karena penerangan disitu sangat minim.

Tapi setidaknya Vio tahu siluet itu memang Sehun yang sangat dirindukannya. Vio mendekat perlahan. Sangat penasaran dengan Sehun yang sekarang. Semakin dekat, sedikit demi sedikit mulai terlihat wajah Sehun.  Sehun-nya.

Namun, itu membuat Vio tercekat setelah melihat dengan jelas sosok dihadapannya.

“S-Sehun-ssi?” tanya Vio ragu-ragu langsung mengubah panggilannya begitu sadar siapa yang ada dihadapannya.  Kenapa malah murid baru ini yang disini? Tanya Vio dalam hati.

“kenapa kau mengubah sapaanmu dari informal menjadi formal begitu Vio-ah? Duduklah disampingku..” ujar Sehun tersenyum hangat. Menepuk bangku disampingnya menyuruh Vio duduk.

Vio yang bingung dan ragu-ragu hanya menurut saja duduk disamping Sehun—murid baru di sekolahnya.

“kenapa kau disini Sehun-ssi?” tanya Vio masih dengan bahasa formalnya.

“aku Sehun, Vio-ah.. Oh Sehun..”

“ya, aku tahu kau kau Oh Sehun, murid baru di sekolah kan? Apa kau melihat seorang namja lain disini? Namanya juga Oh Sehun, aku sedang mencarinya” ujar Vio celingak-celinguk dan tidak memperhatikan ekspresi Sehun yang berubah sendu.

“dia duduk tepat disampingmu Vio-ah..” ujar Sehun lirih. Tak menyangka dengan reaksi Vio tidak seperti yang dibayangkan olehnya.

Mendengar ucapan namja disampingnya dengan raut wajah sangat terkejut.

“ka-kau?? Sehun? Oh Sehun? Teman masa kecilku?” tanya Vio tak percaya.

“tadi kan aku sudah bilang, aku ini Sehun” timpal Sehun mulai merasa kesal mendengar Vio yang sepertinya sangat tidak percaya dengan dirinya.

“eiih… tak usah bercanda Sehun-ssi, dulu Sehun yang kukenal tak setampan dirimu.. mana mungkin kau itu dia..” elak Vio antara percaya dan tidak. Sehun membelalakkan matanya kaget.

“ya! Kau kira aku bohong? Memangnya siapa lagi yang bisa memasang kaitan lonceng seperti itu selain aku? Biar ku tebak. Kau sendiri pun mungkin masih barantakan saat memasangnya. Iya kan?” sembur Sehun melihat gadisnya benar-benar keterlaluan tak bisa mengenalinya sama sekali. “bagaimana bisa kau tak mengenaliku seperti ini?” gumam Sehun lirih, tertunduk sedih.

Vio hanya melongo mendengar ucapan Sehun. Ja-jadi dia benar-benar Sehun-ku? Tanya Vio dalam hati untuk memastikan kembali.

Grepp..

“Sehun-ah.. bogoshippeo..” Sehun sangat terkejut dengan tindakan Vio yang tiba-tiba memeluknya seperti ini. Lebih terkejut lagi ketika mendengar isakan dari gadis yang menghambur memeluknya barusan.

Sehun akhirnya tersenyum dan membalas pelukan Vio. Mengeratkan pelukan mereka. Membayar kerinduan yang selama ini bersarang dihati masing-masing.

“ini, kubawakan bubble tea kesukaan kita. Kau masih menyukainya kan?” ujar Sehun begitu melepaskan pelukkan mereka. Bukannya senang, Vio malah cemberut dengan sisa-sia air matanya.

“kau! Setelah menghilang begitu saja, sekarang kau muncul hanya dengan segelas bubble tea untukku? Kau benar-benar jahat Oh Sehun!” ujar Vio sangat kesal.

“kata siapa aku hanya membawa ini?” tanya Sehun menyangkal ucapan Vio lalu mendekatkan wajahnya pada Vio.

“la-lalu? Apa lagi yang kau bawa untukku?” tanya Vio sedikit gugup ketika menyadari wajah Sehun terlampau dekat dengan wajahnya.

Bukannya menjawab, Sehun malah menarik dagu Vio yang membuat Vio  benar-benar gugup dengan perlakuan Sehun. Sehun menutup jarak antara dirinya dan Vio yang hanya berjarak beberapa senti.

Nafas Vio serasa berhenti ketika merasakan sesuatu yang lembab menyentuh bibirnya. Vio merasa ribuan bahkan jutaan kupu-kupu berterbangan dalam perutnya. Yang bisa Vio lakukan hanya menutup matanya dan merasakan kecupan yang Sehun berikan. Hanya sebuah kecupan.

“aku juga membawa cintaku Vio-ah..” ucap Sehun begitu menjauhkan wajahnya dari wajah Vio. Membuat Vio bernapas lega dan menghirup udara untuk mengisi paru-parunya. Juga mengatur detak jantungnya yang berdegup gila-gilaan karena perlakuan Sehun.

“dulu, kau dan aku hanyalah teman. Tapi sekarang kau adalah kekasihku. Arrachi?” ujar Sehun lagi. Membuat Vio jadi salah tingkah sendiri. Dia hanya mengangguk menanggapi ucapan Sehun tanpa berani menatap wajah Sehun. Sehun hanya tersenyum melihat Vio yang salah tingkah disampingnya. Sebenarnya dia juga sangat gugup barusan. Itu adalah ciuman pertamanya. Sama seperti Vio.

“apa kau akan membenciku setelah ini?” tanya Sehun tiba-tiba mengubah topik pembicaraan.

“ya aku membencimu” ucap Vio santai membuat Sehun tercekat menahan napasnya. “aku membenci dirimu yang ada disekolah” lanjut Vio, Sehun tersenyum kecut mendengarnya.

“maaf aku menjadi salah satu dari orang-orang yang kau benci Vio-ah…” gumam Sehun pelan. “itu terjadi begitu saja, sebenarnya aku juga tak menginginkannya. Jika kau tak suka aku akan mulai menarik diri dari semua kepopuleran itu Vio-ah, asal kau tak membenciku…” lanjut Sehun dengan sedih. Menyesali pertanyaannya barusan.

“rumahmu masih yang dulu Sehun-ah?” tanya Vio membuat Sehun tercekat menyadari Vio tak ingin membahas masalah kepopuleran itu disini.

“ya, masih yang dulu” jawab Sehun singkat membiarkan Vio bersandar dibahunya.

“terima kasih kau membelaku seminggu yang lalu”

“sudah menjadi keharusan untukku membelamu dan melindungimu” dia tak berubah…, ujar Vio dalam hati mendengar jawaban Sehun barusan.

“aku merindukanmu Sehun-ah, kaulah satu-satunya orang yang yang mau membelaku dan melindungiku. Kau… kau adalah sumber kekuataku Oh Sehun. Tanpamu, aku hanya jadi gadis kikuk yang menjadi bully-an satu sekolah. Terima kasih sudah kembali…” ujar Vio dengan air mata yang sudah mengalir tanpa disadarinya.

Rasa bersalah langsung melingkupi Sehun. Merasa bersalah sudah meninggalkan Vio. Merasa bersalah tak menyadari bahwa gadis disebelahnya tak bisa jauh darinya dan hidup tanpanya. Sehun kaget ketika bahunya terasa basah dan baru menyadari kalau Vio menangis.

“maafkan aku Vio-ah, maafkan aku. Aku janji aku tak akan meninggalkanmu lagi. Selamanya” ujar Sehun menarik Vio kedalam pelukannya. Dan ikut terisak disana.

“ah maafkan aku, sejak kau pergi aku jadi lebih cengeng. Bajumu jadi basah” ujar Vio melepas pelukannya dan menyeka sisa-sisa air matanya.

“maaf…” lagi-lagi Sehun berucap sedih.

“sudahlah, yang penting sekarang kau sudah disampingku. Aku akan kembali menjadi gadis kuat seperti dulu” sahut Vio kembali tenang. Sehun hanya tersenyum mendengarnya. Ya Vio-ah… jadilah gadis kuat untukku… gumam Sehu dalam hati.

“besok… kujemput kau. Kita berangkat ke sekolah bersama” ujar Sehun sebelum mendaratkan kecupan didahi Vio dan pergi dengan melompat pagar rumah Vio yang tak begitu tinggi.

“omo! Mulai sekarang aku harus berhati-hati dengan namja itu” ujar Vio begitu selesai menenangkan kupu-kupu yang lagi-lagi berterbangan diperutnya gara-gara ulah Sehun barusan. Lalu beranjak masuk kedalan rumah meninggalkan bubble tea yang tak disentuh sedikitpun.

~~~

“ugh… inilah yang kubenci dari namja popular. Dikelilingi semua yeoja” gumam Vio ketika dirinya mulai melewati gerbang sekolah bersama Sehun yang menggenggam tangannya. Membuat semua orang yang baru datang terperangah dengan pemandangan ini.

“ya Oh Sehun! Lepaskan tanganku! Aku tak mau babak belur hari ini!” cecar Vio berusaha melepaskan tangannya. Ajakan berangkat bersama yang Sehun tawarkan ternyata bukan hanya sekedar berangkat bersama. Tapi rencana ke neraka bagi Vio. Siap-siap saja Vio menjadi korban bully-an sampai dia lulus dari sekolah ini.

Sehun melepas tangan Vio seperti yang dikatakan Vio. Baru saja Vio mau lari meninggalkan Sehun, tiba-tiba tangan Sehun malah menarik pinggang gadis itu untuk lebih merapat pada tubuh Sehun dan melanjutkan langkah mereka. Vio benar-benar beku ditempatnya dan hanya mengikuti langkah Sehun.

“jadi alasanmu membenci murid popular karena mereka disukai banyak Yeoja? Geurae.. tapi kau hanya perlu tahu satu hal. Namja popular satu ini hanya akan menyukaimu Viola Park” bisik Sehun ditelinga Viola. Viola hanya diam dengan semburat merah muncul dipipinya. Tak lagi menghiraukan pandangan orang-orang.

“Oh Sehun!!” terdengar teriakan dari ujung koridor. Terlihat Chanyeol sunbae dan Baekhyun sunbae melambaikan tangannya dengan heboh lalu berjalan mendekat.

“oh? Bukankah dia gadis yang seminggu lalu  kau bela dikantin itu Sehunnie?” tanya Baekhyun sunbae menunjuk Viola yang masih dirangkul oleh Sehun. Mendengar pertanyaan Baekhyun sunbae, Vio buru-buru melepas tangan Sehun dari pinggangnya.

“wae?” tanya Sehun, heran dengan sikap Vio.

“dia…?” ucap Chanyeol sunbae memperhatikan wajah Vio.

“yap! Dia adalah Viola Park! Viola Park-ku!” sahut Sehun kembali merangkul Vio. Bukan dipinggang melainkan dibahu Vio.

“ooh…” terdengar koor dari dua sunbae konyol tapi tampan ini.

“ya! Kau tahu? Sejak pertama dia datang, satu-satunya hal yang diceritakan namja-mu ini adalah kau! Aku sampai bosan mendengar ocehannya..” celoteh Baekhyun pada Vio. Padahal dia baru kenal dengan gadis didepannya.

“hyung!” protes Sehun yang ditanggapi dengan kekehan Baekhyun sunbae dan jitakan Chanyeol sunbae dikepala Baekhyun sunbae. Juga senyum tipis dari Vio.

“ternyata… namja popular itu tak seburuk yang kubayangkan. Mereka terlihat sangat polos dan konyol. Juga begitu tampan… terutama namja popular yang sedang merangkulku sekarang ini. Namja popular yang hanya menyukaiku dan akan terus ada disampingku… Oh Sehun. Terima kasih telah kembali dalam hidupku…”

Berempat mereka berjalan melewati koridor sekolah. Dengan celotehan tiga namja yang sangat konyol. Juga… Viola Park yang masih saja dalam rangkulan seorang Oh Sehun…

“hidupku pasti berubah mulai saat ini…”

Gumam Vio sembari tertawa mendengar ejekan Chanyeol yang mengatai tinggi Baekhyun tidak lebih seperti pohon tauge.

Ditengah-tengah tawanya, Sehun diam-diam mendaratkan kecupan dikepala Vio. Membuat Vio kaget sejenak kemudian melingkarkan tangannya dipinggang Sehun dan merapatkan tubuhnya ke tubuh hangat Sehun.

 

FIN.

8 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Comeback (Oneshot)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s