[EXOFFI FREELANCE] A Sweet Blood and The Lucifer (Chapter 3)

cats

Title                         : A Sweet Blood And The Lucifer (Chapter 3)

Author             : Kim Hazzel

Length             : Chapter

Genre               : Fantasy, Family, Romance, Sad.

Rating              : Teen

Main Cast        :

  • Taeyeon (SNSD) as Princess of Silla
  • Lee Jin Ki / Onew (Shinee) as Prince of Goryeo
  • Baekhyun (EXO) as Prince of Goryeo
  • Kim Hyuna as Peri surga and Cheuksin
  • Xiumin (EXO) as Hwanin
  • Suho (EXO) as Hwanung
  • Changmin (TVXQ) as Lucifer

Additional Cast        :

  • O (EXO) as Malaikat maut
  • Chen (EXO) as Malaikat maut
  • Chanyeol (EXO) as Prince of Silla

Summary         :

Kau memang sangat pintar seperti biasanya Changmin. Tak salah aku mencintaimu.

Desclaimer       : Hello readers semua. Ini ff buatan author sendiri. Hasil karya author 100%. Don’t copy without my permission.

^^Don’t bash. Don’t be silent readers. Tinggalkan jejak setelah membaca. Warning, typo bertebaran. Terima Kasih.

^^SELAMAT MEMBACA ^^

 

***

[Chapter 3]

Kedua pedang itu sedang bertautan. Suara-suara dari kedua pedang itu seakan menjadi musik bagi kedua anak kecil itu. Ratu Yuri yang melihat kedua putranya berlatih pedang bersama menjadi khawatir ketika melihat kedua wajah putranya yang bersitegang.

“Apakah mereka akan baik-baik saja?” tanyanya pada suaminya.

Raja Leeutek yang melihat itu hanya tersenyum, “Tentu saja mereka akan baik-baik saja. Bukankah sangat bagus? Diusia mereka yang baru 7 tahun sudah mahir memainkan pedang?”

Permaisuri hanya mendengus kesal mendengar perkataan suaminya. “Kau tenang saja, lihatlah kearah Lee Jin.” tunjuk Raja, istrinya lantas melihat kearah putra sulungnya. “Dia akan menjadi ksatria yang hebat. Lihat wajahnya yang sangat kejam jika dipertempuran itu. Tapi kau tenang saja, dia tak akan melukai adiknya.”

“Lalu sekarang kau lihat ke arah Lee Baek. Wajah tenangnya akan membuatnya semua musuhnya tak tahu apa yang akan direncanakannya. Mereka akan menjadi ksatria yang hebat kelak.” tambahnya lalu kembali fokus melihat kedua putranya.

Kali ini, Lee Jin sedang memimpin perlawanan. Ia menghunuskan pedang kearah Lee Baek namun, bisa dimentahkan oleh adiknya itu.

Lee Jin hanya tersenyum, ia kembali mengarahkan serangannya kearah adiknya tepatnya kearah lengannya. Ia memutar tubuhnya dan dengan gerakan cepat ia bisa menggores lengan adiknya.

“AArrrgghhh…” teriak Lee Baek. Seketika itu juga ia melepaskan pedangnya. Melihat adiknya yang begitu kesakitan, Lee Jin lantas melepaskan pedangnya dan menghampiri adiknya.

Ratu yang hendak menghampiri kedua putranya pun dicegah oleh Raja, “Itu tak seperti yang kau bayangkan. Kau lihat saja disini.”

“Tapi…”

“Duduklah.” akhirnya dengan berat hati, ia kembali duduk dan melihat kedua putranya dari tempatnya semula.

Lee jin sedikit membungkuk ketika melihat adiknya masih meringis kesakitan. “Baek-a.. kau tak apa? Aku minta maaf.. aku…” kata Lee Jin terpotong ketika melihat adiknya tersenyum horor.

Lalu dengan gerakan cepat, ia segera berdiri dan memutar tubuhnya lalu memberikan tendangan tepat di perut kakaknya. Dengan sekali pukulan, kakaknya langsung jatuh tersungkur.

“Hore… aku menang lagi..” teriaknya lalu mengarahkan pandangannya pada orang tuanya yang tersenyum padanya. Ia lalu menghampiri kakaknya dan mengulurkan tangannya.

Lee Jin hanya tersenyum lalu meraih tangan adiknya itu, “Dasar curang.”

“Aku tidak curang hyung. Itu hanya taktik.”

Lee Jin tertawa keras, namun sakit di perutnya belum juga hilang. “Apakah sangat sakit?” tanya Lee Baek sambil memapah kakaknya.

“Sedikit. Kau harus bertanggung jawab setelah ini.”

“Tentu. Apa yang harus kulakukan?” Lee Jin hanya menyeringai menatap adiknya.

“Hyung.. kau tak akan menyuruhku berada di ruang belajar kan?”

Lee Jin hanya mengedikkan bahunya sambil tertawa kesakitan. Ratu dan Raja yang melihat itu hanya tersenyum. “Kau lihat. Mereka akan baik-baik saja.” kata Raja yang dijawab anggukan oleh Ratu.

 

***

Gadis kecil berusia 7 tahun itu tengah duduk di Aula kerajaan sambil mengamati kakak laki-lakinya yang sedang berlatih pedang. Ia sangat senang melihat kakaknya bermain pedang dan menghasilkan suara yang merdu ditelinganya. Bahkan cenderung tertarik. Satu ide terlintas dikepalanya. Ia pun menyeringai lalu berdiri dari tempatnya.

Kim Chan yang sedang berlatih tiba-tiba saja terdiam ketika tak melihat sosok aduk kesayangannya yang tadi berada di Aula. Mungkin dia di perpustakaan. Batinnya.

Namun, tiba-tiba saja matanya membelalak karena melihat adiknya kini tengah berada di depannya denan menggunakan baju latihan pedang. “Apa yang kau lakukan disini? Lalu, apa yang terjadi dengna  bajumu itu? Kenapa kau memakai baju itu?”

Kim Tae hanya tersenyum, “Bisakah Oraeboni bertanya satu-satu?”

Kim Chan menatap adiknya itu dengan death glarenya. Namun, bukan Kim Tae namanya kalau langsung takut begitu saja.

“Aku ingin ikut berlatih pedang denganmu. Apakah tidak boleh?”

“Apa? Kau sudah gila? Bagaimana jika ayah dan ibu tahu?”

“Mereka tak akan tahu kalau kakak tak memberitahunya.”

“Tidak!” katanya tegas. Kim Tae yang mendengar iu langsung menatap kakaknya dengan horror. “Lebih baik kau belajar selayaknya putri yang lain.” Tambah Chan.

Kim Tae semakin memutar otaknya keras, “Aku ingin melindungi diriku sendiri ketika suatu saat aku dalam bahaya. Bolehkan? Kumohon?” katanya sambil mengeluarkan puppy eyesnya.

Kim Chan yang mendengar itu membungkukkan badannya. “Kim Tae, “ panggilnya sambil menyentuh pundak adiknya itu. “Kau tak perlu khawatir.  Ketika kau dalam bahaya, aku yang akan membantumu. Aku yang akan melindungimu. Karena itulah tugasku sebagai kakakmu. Kau mengerti?”

“Tapi….”

“Sudahlah, lebih baik kau belajar saja. Atau kau bias bermain dengan pangeran dari Goryeo. Dia sedang ada di halaman tengah. Lebih baik kau menyapanya.”

“Pangeran Goryeo?” tanyanya yang dijawab anggukan oleh Kim Chan, “Siapa namanya?”

“Entahlah, kau harus menemuinya dan menanyakan sendiri. Ajaklah dia bermain. Pasti dia lelah menunggu ayahnya yang sedang bersama dengan ayah kita.”

Mendengar kata kakaknya, gadis kecil itu langsung bergegas menuju halaman tenga sesuai dengan instruksi kakaknya.

Sesampainnya disana ia melihat anak laki-laki itu sedang jongkok sambil memainkan tangannya di tanah. “Kurasa dia sangat bosan. Aku harus menemaninya.”

 

***

Pemuda kecil itu sedang memainkan tangannya di tanah. Bosan. Itulah yang dirasakannya saat ini. Jika saja, ia tidak kalah bertarung dari saudara kembarnya ia tak akan menemani ayahnya di kerajaan tetangga ini.

“Kau mau bermain denganku?” pemuda kecil itu mendongakkan kepalanya ketika mendengar suara gadis kecil. “Kulihat kau sangat bosan, aku akan mengajak kau berkeliling. Apa kau mau? Istanaku mempunyai taman yang sangat indah.”

Entah kenapa, mendengar gadis kecil itu berceloteh ria membuat pemuda kecil itu tersenyum. Suara gadis itu sangat enak didengar. “Benarkah?” katanya akhirnya sambil berdiri.

“Tentu saja. Ayo…” kata gadis itu sambil mengulurkan tangan kanannya. Pangeran kecil itu segera menyambut tangan itu. Mereka pun mengelilingi kerajaan dan tentu saja Kim Tae tak hanya diam, gadis kecil it uterus saja berceloteh tentang apapun. Pangeran yang disampingnya itu hanya setia mendengarkannya.

“Kenapa kau diam saja? Apa kau tak suka dengan istanaku?” Tanya Kim Tae ketika melihat pemuda kecil itu diam saja.

“Tidak. Hanya saja, kau cerewet sekali. Kau terlalu berisik. “

“Apa?”

“Kau sangat berisik. Bagaimana kau bias bicara secepat itu? Apa kau tak kesusahan ketika mengambil napas?”

Kim Tae mempoutkan bibirnya mendengar ejekan teman barunya itu. Pemuda kecil itu semakin tertawa, “Hhahhahah kau lucu sekali. Lihatlah bibirmu itu.”

“Terserah kau saja.” Katanya lalu pergi meninggalkan pemuda itu.

“Apa kau marah? Hei, tunggu aku.. Aku hanya bercanda.” Katanya sambil mengejar gadis itu. “Maafkan aku, “ tambahnya sambil memegang tangan gadis itu.

Kim Tae hanya menghembuskan napasnya kasar, “Baiklah, kuterima permintaan maafmu.”

“Terima Kasih. Baiklah, kemana lagi kita sekarang?”

“Kita….”

“Pangeran Lee Jin.. Yang Mulia tengah menunggu anda di kereta kudanya.” Pemuda itu hanya menggeram kesal kepada pelayannya. Ia pun kembali menatap teman barunya yang tengah diam itu.

“Kurasa aku harus pulang.  Terima Kasih sudah mengajakku bemain.” Katanya lalu pergi berlari. “Sampai jumpa lagi,”tambahnya. Kim Tae yang mendengar hal itu pun tersenyum dengan rono wajahnya yang mulai memerah.

 

***

Raja Siwon dari Kerajaan Shila saat ini tengah berdiskusi dnegan Raja Leeteuk dari Kerajaan Goryeo tentang kasus yang akhir-akhir ini meresahkan dua Kerajaan tersebut.

“Kasus orang hilang tengah meningkat pesat selama  bulan ini. Apa yang harus kita lakukan?” kata Raja Leeteuk.

Raja Siwon diam sambil bersedekap, “Kurasa kita harus menyelidiki ini. Entah kenapa aku memiliki perasaan yang sangat tidak enak tentang ini.”

“Kau benar,” katanya, “Kebanyakan orang hilang adalah seorang laki-laki perjaka. Seminggu setelah dinyatakan hilang. Mereka ditemukan tewas kehabisan tenaga.”

“Kita harus bergerak cepat. Jika tidak, korban akan semakin berjatuhan. Lebih baik kita memusatkan pencarian di hutan antara Kerajaan kita. Besok aku akan mengirim pasukan terbaikku kesana.” Usul Raja Siwon.

“Aku setuju. Aku juga akan mengirim pasukan terbaikku kesana.” Jawabnya. “Siwon… apa kau masih ingat pejanjian kita saat kita masih muda dulu?” tambahnya.

Siwon yang mendengar itu mengerutkan keningnya, “Ah… itu. Tentu saja aku ingat. Perjodohan putra dan putri kita kan?”

“Tepat sekali.”

“Tapi, aku akan membiarkan putriku menikah dengan orang yang disukainya, Jadi biarkan dia memilih antara kedua anak kembarmu itu.”

“Tentu saja. Anak-anakku adalah anak-anak yang tampan.”

“Putriku juga gadis yang cantik.” Kata Raja Siwon tak mau kalah. Mereka pun tertawa bersama. Memang, mereka adalah sahabat sejak kecil. Dahulu orangtua mereka juga akan menikahkan mereka berdua kalau saja ada salah satu dari mereka yang berjenis kelamin perempuan. Sayang saja, mereka terlahir sebagai Pangeran yang tampan.

Mungkin itu sebabnya mereka melakukan perjodohan ini. Untuk memenuhi keinginan mendiang orang tua mereka.

 

***

Hyuna tengah bersemedi di goanya seperti biasa. Akhir-akhir ini ia merasakan kehadiran Changmin. Namun, ia langsung segera menepisnya. Angin perlahan menghamprinya dan membuat rambut panjangnya tersapu angin.

Ia membuka matanya, namun a terkejut ketika melihat sosok asing di depannya. “Siapa kau?”

“Apa kau tak mengenaliku?” Tanya orang itu sambil menatap Hyuna. Gadis itu mengerutkan keningnya tak mengerti. “Aku merindukanmu periku.” Tambah laki-laki itu yang membuat Hyuna terbelalak. Pasalnya hanya Changmin yang memanggilnya seperti itu.

“Siapa kau?”

“Aku Changmin. Apa kau tak mau memelukku?”

“Bohong!!”

“Hyuna…”

“Changmin telah meninggalkanku. Kau mau mempermainkanku? Jangan harap. Cepat enyah dari sini sebelum kau ku bunuh.”

Laki-laki itu memejamkan matanya dan mencoba menunjukkan wujud aslinya pada Hyuna. “Kau…”
“Sekarang kau percaya?”

Gadis itu langsung menhamburkan diri kepelukan Changmin. Meskipun wajah itu bukan Changmin. Tapi didalamnya terdapat roh laki-laki pujaannya. “Apa yang terjadi padamu?”

“Aku sempat melanggar janjiku untuk menemuimu. Aku menyendiri dan melatih ilmu untuk mengambil tubuh manusia dan menggantikan jiwanya dengan jiwaku.”

“Apa??” Changmin pun menceritakan semua dari awal. Mulai dia bermeditasi di hutan lalu bertemu dengan mendiang ibunya yang membantunya untuk mendapatkan apa yang dia mau.

“Menakjubkan. Kau memang sangat pintar seperti biasanya Changmin. Tak salah aku mencintaimu.” Changin mengerlus kepala gadis itu sambil tersenyum.

“Mulai sekarang, kita akan menyusun rencana untuk membalas dendam pada dewa tertinggi itu.” Katanya sambil melepaskan pelukannya, “Apa kau mau bergabung denganku?” tambahnya sambil mengulurkan tangannya.

Tanpa menunggu waktu lagi, gadis itu lalu meraih tangan itu sambil tersenyum. “Tentu saja.”

 

***

TBC….

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s